Home Blog Page 1032

Bupati Tinjau Jalan Tiganderket-Kutabuluh

TINJAU: Bupati Karo meninjau pembangunan jalan Desa Tigaderket-Kutabuluh.

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo, Cory Sriwaty Sebayang bersama anggota DPR RI Bob Andika Mamana Sitepu meninjau pembangunan jalan Tiganderket – Kutabuluh Kabupaten Karo sekaligus menyerap aspirasi masyarakat Desa Narigunung 1 dan masyarakat Desa Kutabuluh di Losd Narigunung 1, Kamis (19/10).

Peninjauan didampingi oleh perwakilan Kementerian PUPR Pusat, perwakilan PUPR Provsu, anggota DPRD Kabupaten Karo, Feri Edisonta Milala, Kepala Bappedalitbang Kabupaten Karo, Ir Nasib Sianturi MSi, Kadis Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Edward Pontianus Sinulingga ST.

Pada kesempatan ini, Bupati Karo, Cory Sriwaty Sebayang mengapresiasi Anggota DPR RI fraksi PDI Perjuangan, Bob Andika Mamana Sitepu atas sinergi dan kolaborasi dalam mewujudkan program pembangunan infrastruktur Jalan Tiganderket.

Seusai melakukan peninjauan jalan Tiganderket-Kutabuluh, Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang bersama anggota DPR RI Bob Andika Mamana Sitepu juga melakukan peninjauan ke Taman Mejuahjuah Berastagi dalam rangka penataan kembali area open stage.

Anggota DPR RI Bob Andika Mamana Sitepu berpesan agar nantinya desain dalam perbaikan area open stage ini menjadi sarana bagi para seniman-seniman yang ada di Kabupaten Karo.

Ikut mendampingi peninjauan penataan Taman Mejuahjuah Berastagi, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata Karo, Munarta Ginting SP, Camat Berastagi David Cardona AP SSos.(deo/azw)

Ganjar-Mahfud Cerminkan Semangat Anti KKN Reborn, Daya Gerak Makin Dahsyat

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Pascapenetapan Gibran Rakabuming Raka sebagai Cawapres Prabowo Subianto, PDI Perjuangan semakin bergerak cepat, lebih mantap dan semakin semangat. Menurut Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, munculnya Prabowo-Gibran justru akan menjadi kontrasting dengan Ganjar-Mahfud MD.

“PDI Perjuangan ini partai banteng. Semakin ditekan, semakin semangat. Terlebih Ganjar Pranowo-Mahfud MD dikenal visioner, punya nyali, dan perpaduan antara harapan percepatan daya unggul bangsa dan ketegasan dalam menegakkan keadilan. Positioning Prof Mahfud MD sebagai pendekar hukum dan pembela wong cilik menjadi semangat Anti KKN yang lahir kembali dengan daya semangat yang lebih besar,” kata Hasto dalam keterangan persnya, Senin (23/10/2023).

Menurut Hasto, PDI Perjuangan bersama PPP, Perindo, dan Hanura serta relawan, justru semakin meyakini jalan politiknya yang dibimbing oleh nilai moral dan etika politik. “Namun pada saat bersamaan kami meyakini bahwa Ganjar Pranowo-Mahfud MD semakin mantap berkontestasi, bertarung dalam gagasan bagi daya unggul bangsa di masa depan, dan memiliki nyali karena berdiri kokoh dalam tuntunan mata hati rakyat,” ujarnya.

“Semangat rawe-rawe rantas, malang-malang putung kini bergelora dengan keyakinan satyam eva jayate,” imbuhnya.

Meskipun demikian, Hasto yakin, seluruh simpatisan, anggota, dan kader Partai tetap bijak, dan berjuang dengan api semangat yang menyala-nyala; kedepankan persuasi yang baik, strategi yang tepat, dan semakin bersemangat turun ke bawah.

Sebab, lanjut Hasto, politik itu sejatinya digerakkan oleh dedikasi bagi bangsa dan negara, berjuang untuk rakyat, bukan bagi kepentingan keluarga. “Ketika mandat rakyat bahwa kekuasaan itu untuk kepentingan seluruh bangsa dan negara, lalu dibelokkan menjadi ambisi, maka semua wajib bergerak dengan penuh keyakinan karena Ganjar-Mahfud MD berpihak pada kebenaran,” pungkasnya. (adz)

Rapidin Simbolon Edukasi Masyarakat Pentingnya Memilih Pemimpin Terbaik

TOBA, SUMUTPOS.CO- Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Rapidin Simbolon memberikan edukasi politik kepada pengurus ranting, anak ranting dan masyarakat di Desa Motung Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, Minggu (22/10/2023). Pendidikan politik ini bertujuan, memberikan pemahaman kepada kader dan masyarakat akan pentingnya memilih pemimpin yang terbaik agar jalanya pemerintahan sesuai tujuan keberadaan negara,

“Semua orang bisa menjadi pemimpin, tetapi tidak semua orang bisa menjalankan kepemimpinan dengan baik sesuai arah dan tujuan berdirinya negara. Dan pemimpin yang baik, adalah pemimpin yang mengedepankan kepentingan masyarakat dan negara, bukan kepentingan pribadi maupun keluarga,” kata Rapidin Simbolon, didampingi Ketua DPRD Samosir Sorta Ertanty Siahaan dan Ketua PAC Ajibata Gubsan Sirait.

Rapidin juga menyampaikan, dalam demokrasi, rakyat berdaulat dan memiliki kekuasaan penuh dalam menentukan pilihan. Maka sebagai pemegang kedaulatan penuh, penting melihat rekam jejak calon pemimpin, dan tidak boleh melihat figur hanya dari tampilan dan popularitas semata.

“Memilih pemimpin tidak boleh didasarkan pada suka atau tidak suka, melainkan harus dipilih secara rasional. Misalkan sebagai masyarakat kawasan Danau Toba, kita harus memilih pemimpin yang memiliki komitmen kuat untuk mengembangkan kawasan Danau Toba agar masyarakat sekitar danau ini bisa sejahtera,” ungkap mantan Bupati Samosir tersebut.

Sebagai komitmen menghadirkan calon pemimpin yang baik, kata Rapidin, PDI Perjuangan tidak pernah mencalonkan orang yang hanya sekadar populis, melainkan dilihat dari rekam jejaknya, baik kecakapan dalam mengelola pemerintahan, maupun kejujuran dan ketulusan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. “Maka tidak salah dari PDI Perjuangan dari waktu ke waktu selalu melahirkan pemimpin yang memiliki progam pro rakyat, dan selalu bisa membawa kemajuan bagi daerah maupun bangsa,” tegasnya.

Karenanya, Rapidin mengajak masyarakat untuk memilih calon-calon dari PDI Perjuangan dalam Pemilu nanti, baik calon presiden dan wakil presiden maupun calon anggota legislatif. “Semua calon dari PDI Perjuangan merupakan calon pilihan, bukan calon karbitan dan sudah terbukti memiliki dedikasi yang kuat dalam membangun bangsa,” tegasnya lagi.

Pada Pilpres mendatang, lanjut Rapidin, PDI Perjuangan memiliki pasangan calon yang memiliki kredibilitas dan rekam jejak yang tidak diragukan lagi yaitu Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. “Maka dari itu, kami mengajak masyarakat untuk memilih pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD karena sesuai dengan kepentingan bangsa,” pungkas calon anggota DPR RI untuk daerah pemilihan Sumut II tersebut. (adz)Rapidin Simbolon Edukasi Masyarakat Pentingnya Memilih Pemimpin Terbaik

TOBA, SUMUTPOS.CO- Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Rapidin Simbolon memberikan edukasi politik kepada pengurus ranting, anak ranting dan masyarakat di Desa Motung Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, Minggu (22/10/2023). Pendidikan politik ini bertujuan, memberikan pemahaman kepada kader dan masyarakat akan pentingnya memilih pemimpin yang terbaik agar jalanya pemerintahan sesuai tujuan keberadaan negara,

“Semua orang bisa menjadi pemimpin, tetapi tidak semua orang bisa menjalankan kepemimpinan dengan baik sesuai arah dan tujuan berdirinya negara. Dan pemimpin yang baik, adalah pemimpin yang mengedepankan kepentingan masyarakat dan negara, bukan kepentingan pribadi maupun keluarga,” kata Rapidin Simbolon, didampingi Ketua DPRD Samosir Sorta Ertanty Siahaan dan Ketua PAC Ajibata Gubsan Sirait.

Rapidin juga menyampaikan, dalam demokrasi, rakyat berdaulat dan memiliki kekuasaan penuh dalam menentukan pilihan. Maka sebagai pemegang kedaulatan penuh, penting melihat rekam jejak calon pemimpin, dan tidak boleh melihat figur hanya dari tampilan dan popularitas semata.

“Memilih pemimpin tidak boleh didasarkan pada suka atau tidak suka, melainkan harus dipilih secara rasional. Misalkan sebagai masyarakat kawasan Danau Toba, kita harus memilih pemimpin yang memiliki komitmen kuat untuk mengembangkan kawasan Danau Toba agar masyarakat sekitar danau ini bisa sejahtera,” ungkap mantan Bupati Samosir tersebut.

Sebagai komitmen menghadirkan calon pemimpin yang baik, kata Rapidin, PDI Perjuangan tidak pernah mencalonkan orang yang hanya sekadar populis, melainkan dilihat dari rekam jejaknya, baik kecakapan dalam mengelola pemerintahan, maupun kejujuran dan ketulusan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. “Maka tidak salah dari PDI Perjuangan dari waktu ke waktu selalu melahirkan pemimpin yang memiliki progam pro rakyat, dan selalu bisa membawa kemajuan bagi daerah maupun bangsa,” tegasnya.

Karenanya, Rapidin mengajak masyarakat untuk memilih calon-calon dari PDI Perjuangan dalam Pemilu nanti, baik calon presiden dan wakil presiden maupun calon anggota legislatif. “Semua calon dari PDI Perjuangan merupakan calon pilihan, bukan calon karbitan dan sudah terbukti memiliki dedikasi yang kuat dalam membangun bangsa,” tegasnya lagi.

Pada Pilpres mendatang, lanjut Rapidin, PDI Perjuangan memiliki pasangan calon yang memiliki kredibilitas dan rekam jejak yang tidak diragukan lagi yaitu Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. “Maka dari itu, kami mengajak masyarakat untuk memilih pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD karena sesuai dengan kepentingan bangsa,” pungkas calon anggota DPR RI untuk daerah pemilihan Sumut II tersebut. (adz)

Ganjar: Santri Punya Kemampuan Komprehensif

SILATURAHIM: Ganjar berkunjung ke pondok Pesantren Darul Habibi, di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (15/10).istimewa/sumutpos.

CALON presiden (capres) Ganjar Pranowo menyebut generasi muda, termasuk di dalamnya adalah para santri dan santriwati, merupakan sumber kekuatan Indonesia. Tak heran, Ganjar menggandeng Mahfud MD, seorang santri tulen yang profesional untuk menjadi cawapresnya.

Hal itu disampaikan Ganjar saat silaturahim ke pondok pesantren Darul Habibi, di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (15/10).”Santri-santriwati harus dipersiapkan menyambut bonus demografi Indonesia,” ujar Ganjar, didampingi Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional Ganjar for Presiden (TPN GP) TGB HM Zainul Majdi.

Menurut Ganjar, jika santri dibekali dengan baik dalam menyambut periode emas tersebut, dia optimistis Indonesia akan mampu menjadi negara yang maju. “Tuan Guru (TGB) ini sahabat saya yang sering memberi masukan mengenai dunia pesantren,” ucapnya.

Mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu melanjutkan, di Indonesia banyak ponpes yang telah menunjukkan kemampuannya melahirkan lulusan unggulan. Lulusan pondok pesantren memiliki kemampuan yang komprehensif.”Dari kecerdasan spiritual, intelektual, dan juga secara emosional, siap menghadapi siapapun,” ujarnya.

Ganjar juga mengungkapkan harapannya untuk dapat memenangkan Pilpres 2024 mendatang. Dia mengatakan dengan dukungan TGB, NTB dan Lombok pihaknya yakin dapat meraih suara optimal.”Menangnya jangan banyak-banyaklah. Yang penting mutlak,” kata Ganjar tersenyum.

Kedatangan Ganjar ke Ponpes Darul Habibi mendapatkan sambutan meriah dari pengurus ponpes dan para santri. Ganjar pun disuguhi makanan khas Lombok, yakni nasi puyung. Adapun nasi puyung merupakan makanan khas Lombok yang berisi nasi dan aneka lauk pauk, biasanya dibungkus menggunakan daun pisang.

Nama puyung sendiri diambil dari asal daerah nasi ini yaitu daerah Puyung, Lombok Tengah. Nasi puyung berisikan lauk yang lengkap dengan suwiran ayam atau daging, kedelai goreng dan mie. Mendapatkan suguhan tersebut, Ganjar langsung menyantapnya secara lahap. Dia pun makan bersama dengan para ulama, kiai, dan santri.”Makan bareng para ulama, makan bareng dengan santri, khas banget,” kata Ganjar.

Dia menuturkan, nasi puyung yang disajikan oleh pihak Ponpes Darul Habibi sangat enak untuk disantap. Apalagi, bila dimakan bersama dengan warga yang ada di ponpes tersebut. “Makannya enak banget. Nasi puyungnya enak sekali,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ganjar menjelaskan kedatangannya ke Ponpes Darul Habibi tujuan utamanya, yakni bersilahturahim dengan pengurus, ulama dan santri yang ada di sana. “Bersilaturahim. Suasana yang sangat menyenangkan,” kata Ganjar.

Diketahui kunjungan silahturahim Ganjar ke Ponpes Darul Habibi ini setelah Ganjar menonton MotoGP di Sirkuit Mandalika Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ganjar juga sempat berkunjung ke Ponpes Nurul Muhsinin.

Sedangkan Pengurus Masjid Babussalam, Tanjungmorawa Sumatera Utara, Masril (47) mengatakan, apa yang dikatakan Ganjar itu benar adanya, mengingat pendidikan di pesantren saat ini selain penguatan dalam pendidikan agama, juga ada pengembangan dalam keilmuan bidang lain. “Pesantren sekarang lebih luas dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Jadi, apa yang dikatakan pak Ganjar itu benar adanya” kata Masril kemarin (22/10). (wir/ika)

Wali Kota: Zakat Berperan Penting Dalam Entaskan Kemiskinan

Wali Kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani SpA bersama Ketua Baznas Provinsi Sumut Prof Dr H Mohammad Hatta MA, Drs H M Ali Lubis, H Ahmad Ridwansyah Putra dan H Muslimin Akbar, berfoto dengan peserta pelatihan.

Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Kota Pematang Siantar berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), menggelar Pelatihan Amil Zakat dan Pengelolaan Zakat Terkait UU No 23 Tahun 2011 dan PP No 14 Tahun 2014, di Aula MUI, Jalan Kartini, Ahad (22/10/2023).

Pelatihan yang diprakarsai Komisi Hukum, HAM, Perundang-Undangan MUI Kota Pematang Siantar ini, dimulai pukul 09.00 WIB. Pelatihan yang mengusung tema; Dengan Pelatihan Pengelolaan Zakat Menciptakan UPZ Berkualitas, dibuka langsung oleh Wali Kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani SpA dan menghadirkan narasumber Ketua Baznas Provinsi Sumut Prof Dr H Mohammad Hatta.

“Saya atas nama Pemerintah Kota Pematang Siantar sangat bersyukur dengan kegiatan Pelatihan Amil Zakat ini. Terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang telah berkontribusi atas terlaksananya kegiatan ini,” sebut dr Susanti membuka kata sambutan di hadapan 85 peserta pelatihan yang berasal dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Musholla dan Masjid di Kota Pematang Siantar, serta Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pemko Pematang Siantar.

Berbicara tentang zakat, sambung dokter Susanti, zakat memiliki peran penting dalam mengentaskan kemiskinan. Untuk itu, perlu pengelolaan secara profesional agar tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. “Semoga pelatihan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para pengelola zakat yang mengikuti kegiatan ini,” harap dokter Susanti.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Baznas Kota Pematang Siantar Muslimin Akbar. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada DP MUI Kota Pematang Siantar yang telah menyelenggarakan kegiatan yang dibutuhkan oleh umat. Sinergi antara MUI dengan BAZNAS yang pertama adalah tegak hukum Islam, salah satu di antara dari yang banyak hukum yang dilaksanakan adalah pelaksanaan pembayaran zakat karena hukumnya wajib.

Muslimin Akbar menambahkan, sejauh ini Baznas Kota Pematang Siantar telah melakukan bedah rumah di 4 titik. Mereka (fakir miskin,red) akan mendapatkan fasilitas hak-hak (mereka) di atas kewajiban-kewajiban (zakat) kita. “Bedah rumah ini adalah salah satu kinerja yang sangat dibutuhkan oleh umat. Ini juga tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kota Pematang Siantar yang sangat besar di bawah kepemimpinan ibu Wali Kota Hj dr Susanti Dewayani,” ucapnya.

Ketua DP MUI Kota Pematang Siantar Drs H M Ali Lubis dalam sambutannya yang disampaikan Sekretaris Umum DP MUI Pematang Siantar, H Ahmad Ridwansyah Putra, menyebut, pelatihan ini arahnya kemanusiaan.

“Tupoksi daripada Baznas adalah mengumpulkan dan mendistribusikan zakat, infaq, dan sedekah kepada pos-pos yang layak menerimanya. Ini bukan pekerjaan yang mudah. Baznas pastinya harus bisa meyakinkanbahwa Baznas adalah wadah yang bisa dipercaya untuk mengumpulkan dana. Kita (Baznas) harus menumbuh kembangkan kesadaran umat, bagaimana mereka sadar untuk memberikan zakat, infaq dan sedekahnya,” kata Ridwan, sapaan akrabnya.

Narasumber pelatihan, Prof Dr H Mohammad Hatta, dalam pemaparannya dengan materi Regulasi dan Pemberdayaan Zakat menjelaskan, penunaian zakat merupakan kewajiban bagi umat Islam yang mampu, sesuai dengan Syariat Islam. Adapun dasar hukum pengelolaan zakat; Alquran dan hadist, UU RI, Peraturan Pemerintah, Intruksi Presiden, Peraturan Menteri Agama, Peraturan Baznas dan Fatwa MUI.

“Tujuan pengelolaan zakat, dalam Alquran adalah untuk membantu 8 asnaf agar terbebas dari kemiskinan dan untuk menyejahterakan ummat. Siapa saja 8 asnaf penerima manfaat zakat? Pertama fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharmin, fisabilillah, dan ibnu sabil,” jelas Profesor.

Lalu, sambung Profesor, untuk penyaluran zakat terdiri dari Pendistribusian dan Pendayagunaan zakat. Pendistribusian zakat, berbentuk konsumtif, bersifat jangka pendek dan memenuhi kebutuhan mendesak. Sedangkan pendayagunaan zakat berbentuk produktif, bersifat jangka panjang, meningkatkan nilai dan mencapai kemaslahatan umum.

Pelatihan Amil Zakat dan Pengelolaan Zakat ini dirangkai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada UPZ, Masjid / Mushollah dan Instansi Pemerintahan (Dinas), yang diserahkan langsung Wali Kota dr Susanti Dewayani SpA bersama Ketua Baznas Provinsi Sumut Prof Dr H Mohammad Hatta MA, didampingi Ketua DP MUI Kota Pematang Siantar Drs H M Ali Lubis, Sekretaris DP MUI H Ahmad Ridwansyah Putra dan Ketua Baznas Pematang Siantar H Muslimin Akbar.

Turut hadir dalam acara tersebut, H Sarjono Ketua Komisi Hukum, HAM, dan Perundang-Undangan MUI Kota Pematang Siantar, Drs H Nasril Jambak, Syarifuddin Hasibuan, Kepala Inspektur Kota Pematang Siantar Herri Oktarizal. (rel)

Alfaland Group Raih Penghargaan CSR di AMA Leadership Summit 2023

SURABAYA, SUMUTPOS.CO – Alfaland Group baru saja menerima penghargaan di bidang
Corporate Social Responsibility (CSR) dalam acara “AMA Leadership Summit 2023” yang diselenggarakan di Surabaya.

Rasjid Reksodiputro, Chief Human Capital Officer Alfaland Group mewakili perusahaan menerima SDG Award untuk kategori Properti & Perhotelan dari pihak penyelenggara: Connectpedia Business Community bersama Departemen Manajemen Universitas Airlangga serta Lembaga Survei Pasar SLC Marketing, Inc.

Sustainable Development Goals (SDG) merupakan tujuan global di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan diikuti oleh banyak negara di dunia.

Corporate Marcom & PR Manager – Alfaland Group Ditha Fitriana menyebutkan, SDG Award 2023 adalah sebuah penghargaan bergengsi kepada perusahaan di Indonesia yang
telah berhasil menjalankan program CSR yang tidak hanya terbatas pada konsep lingkungan, tetapi juga terkait ekonomi

Selamat & sukses selalu untuk Alfaland Group dalam mewujudkan visi & misi perusahaan, termasuk untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik, khususnya bagi sesama yang
membutuhkan. (rel/sih)

Diwarnai Peluncuran Lima Buku, Tun DR H Rahmat Shah Gelar Syukuran dan Silaturahmi 73 Tahun

BUKU: Satu dari lima buku yang akan diluncurkan saat syukuran dan silaturahmi 73 tahun Tun DR H Rahmat Shah, Senin (23/10).ISTIMEWA.

Tun DR H Rahmat Shah merupakan tokoh nasional dari Sumut yang mendunia karena kiprah kemanusiaan, sosial, olahraga, pendidikan, lingkungan hingga konservasi sumber daya alam.

——–

TOKOH nasional Tun DR H Rahmat Shah lahir di Perdagangan, Kabupaten Simalungun pada tanggal 23 Oktober, 73 tahun lalu. Anak desa dari desa pinggir Sungai Bahbolon ini merupakan sosok yang mencurahkan perjuangan, pengabdian dan pemikiran melalui karya nyata yang bermanfaat. Sebagai anak desa, membuatnya sejak kecil mencintai alam.

Dalam bukunya, Rahmat Shah Anak Desa dari Desa Pinggir Sungai Bahbolon setebal 464 halaman dikisahkan kehidupan secara detail keinginan untuk berbuat yang terbaik untuk masyarakat, bangsa dan negara tercinta. ”Terutama Sumut, tempat dimana kita dilahirkan, dibesarkan, dihina dan suatu waktu dikuburkan,” ungkap Tun DR H Rahmat Shah.

Seabrek aktivitas Tun DR Rahmat Shah ini dilakukan semata karena Tuhan Yang Maha Esa. Ia prihatin melihat kenyataan. ”Kita harus siap mengorbankan waktu, pikiran, dana serta selalu siap korban perasaan dan memiliki musuh. Tiada hari tanpa pengabdian, berbuat dan memberi tanpa pamrih,” jelasnya.

Kiprah Tun DR H Rahmat Shah pun diapresiasi tokoh nasional dan internasional. Tak terbilang jumlah penghargaan yang diterima. Bahkan pada tahun 2020, Tun DR H Rahmat Shah menerima Bintang Mahaputera Nararya atas pengabdian luar biasa kepada Indonesia.

”Kebahagiaan lebih berharga daripada kekayaan. Kedamaian lebih berarti daripada kekuasaan. Persahabatan lebih mulia daripada pengetahuan, ” ungkapan yang sering disampaikan Tun DR H Rahmat Shah.

Ia juga menyebut bahwa bersahabat berarti kita menerima orang lain apa adanya serta menghargai dan mempedulikan mereka. ”Hanya di dalam persahabatan yang tulus ikhlas pada semua oranglah kebahagiaan, kesuksesan dan kedamaian bisa didapatkan,” katanya.

Tun DR H Rahmat Shah juga dikenal sebagai pengusaha dan diplomat yang pernah bertugas sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tahun 1999-2004 dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) tahun 2009-2014.

Tokoh nasional yang mendunia ini juga pendiri dan pemilik dari beberapa perusahaan di industri pertanian, properti, ekspor, impor dan manufaktur.

Tun DR H Rahmat Shah juga Ketua dari Palang Merah Indonesia (PMI) Sumut sejak tahun 2011, dan Konsul Jenderal Kehormatan Konsulat Turki di Medan sejak tahun 1999.

Rahmat merupakan salah satu pendiri museum margasatwa ”Rahmat” International Wildlife Museum & Gallery di Medan. Satu-satunya museum di Asia yang memiliki lebih dari lima ribu spesimen taksidermi. Tahun 1996, ia mengambil alih kebun binatang di Pematangsiantar.

Bertepatan dengan ulang tahun ke-73, Tun DR H Rahmat Shah pada Senin (23/10) melaksanakan syukuran dan silaturahmi di Medan sekaligus peluncuran lima buku. Yakni buku: Kebersamaan Untuk Berbuat Kebaikan, Apa Kata Mereka Tentang Rahmat Shah, Penghargaan Rahmat Shah, “Rahmat” International Wildlife Museum & Gallery serta Kanker Bukan Vonis Mati Sembuh Berkat Doa & Sedekah.

Sebelumnya juga telah diadakan penyerahan 1.023 santunan pada anak yatim di Bali, Simalungun, Pematangsiantar, Serdangbedagai, Medan dan berbagai daerah lain di Indonesia. Diantaranya dari Pesantren Sulaemaniyah, anak di sekitar ”Rahmat” International Wildlife Museum & Gallery serta dari Sari Rejo.

Syukuran dan silaturahmi ini akan dihadiri Ketua MPR RI, tamu-tamu dari 10 negara, anggota DPD RI, anggota DPR RI, Forkopimda Sumut termasuk Pj Gubsu, Ketua DPRD Sumut, konsul, Wali Kota Pematangsiantar, ulama, tokoh agama, rektor dan tokoh organisasi, pimpinan rumah sakit, lembaga konservasi, perbankan, perhotelan,serta kerabat, sahabat dan keluarga Tun H Rahmat Shah (dmp)

Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Minta Presiden Jokowi Datang ke Sergai

RUSAK: Kondisi jalan penghubung antar Kab. Sergai dengan Kab. Batu Bara rusak berat.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Warga di Desa Pematang Cermai, Kec. Tanjung Beringin Kabupaten Sergai, kesal karena jalan penghubung antar kabupaten tidak kunjung diperbaiki. Warga pun meminta Presiden RI Joko Widodo untuk datang dan memperbaiki jalan penghubung antar kabupaten tersebut.

Kondisi jalan di Desa Pematang Cermai dan Desa Pematang Terang dengan panjang kurang lebih dua kilometer ini mengalami kerusakan parah. Jalan ini merupakan jalan lintas timur menghubungkan Kab. Sergai dengan Kab. Batu Bara.

Tak kunjung diperbaiki membuat warga setempat menuding Pemprovsu menganaktirikan Kab. Sergai, karena jalan tersebut merupakan wewenang Provinsi Sumatera Utara.

” Sudah bertahun-tahun jalan ini rusak parah, sementara jalan ini sangat dibutuhkan. Kami meminta Presiden Jokowi turun meninjau jalan ini dan menegur pemprovsu yang tidak peduli dengan jalan ini” papar Zainuddin, warga Desa Pematang Cermai.

Begitu juga dikatakan Hery, setiap hari menggunakan jalan tersebut untuk menuju Sei Rampah. Kondisi jalan cukup parah membuatnya harus ekstra hati-hati jika tidak ingin kecebur kedalam lubang besar dan berlumpur.

” Kondisinya sudah sangat parah, saya yakin Pemprovsu sudah mengetahui jalan ini rusak, tapi saya menilai pemprovsu tidak punya niat untuk membangun, jika tidak mampu lebih baik kembalikan saja statusnya ke pemerintah kabupaten” Kesal Hery.

Terpisah Kepala Dinas PUTR Kab. Sergai Johan Sinaga di huhubungi melalui layanan WhatsApp Minggu (22/10) membenarkan status jalan tersebut merupakan wewenang dan tanggung jawab pemerintah provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provsu.

” Kabupaten Sergai telah berupaya mengajukan penanganan perbaikan jalan tersebut melalui koordinasi ke PUPR Provsu melalui UPT Wilayah Serdang Bedagai dan Tebing Tinggi begitu juga kepada DPRD Provsu Dapil IV, kita sama-sama berusaha dan berdoa semoga jalan tersebut secepatnya segera mendapat penanganan dan diperbaiki” Terang Johan Sinaga. ( fad/han)