Home Blog Page 1055

Kembalikan Kejayaan Kopi Sidikalang, Pemkab Dairi Lakukan Langkah Strategis

KLASTER KOPI: Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Kepala Dinas Pertanian Robot Simanullang, dan Ketua TP PKK Romy Mariani, diabadikan bersama pada gelaran penanaman perdana kopi Program Klaster Kopi, belum lama ini.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemkab Dairi terus berupaya mengembalikan kejayaan kopi Sidikalang. Berbagai langkah untuk meningkatkan jumlah luas lahan, terus dilakukan guna mendorong peningkatan produktivitas. Dalam upaya peningkatan lahan dan produksi kopi ini, Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu, mengambil langkah strategis, dengan intensifikasi dan ekstensifikasi kopi.

Intensifikasi kopi merupakan upaya meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman, serta meningkatkan produktivitas tanah. Hal yang telah dilakukan untuk mendukung strategi ini, yakni penyediaan sarana produksi pertanian berupa pupuk, pestisida, dan alat mesin pertanian (alsintan), yang bersumber dari APBD Kabupaten, APBD Provinsi, APBN, maupun kerja sama pihak swasta.

Pemkab Dairi juga melakukan training of trainer (ToT) dan pendampingan budidaya kopi, melalui kerja sama dengan Bank Indonesia, untuk membina 4 kelompok tani (poktan) di 2 demplot. Selanjutnya, kerja sama dengan Louis Dreyfus Company (LDC) untuk membina 901 petani, dan kerja sama dengan Hanns R Neuman Stiftung (HRNS) untuk membina 3.000 petani serta 20 penyuluh pertanian lapangan (PPL).

Pemkab Dairi juga kerja sama dengan PT Pusri Agro Lestari (PAL) untuk membina 4 poktan, kerja sama dengan Polbangtan Kementerian RI untuk membina satu desa mitra di Parbuluan 4, Poktan Pahottas. Pembinaan kepada 32 PPL, serta melakukan bimbingan good agriculutre practice (GAP) di 5 kecamatan, dengan jumlah peserta sebanyak 1.112 orang, yang bersumber dari dana APBD.

Pendampingan dan pembinaan petani kopi melalui PPL di lapangan, serta program Desa Devisa, juga dilakukan dengan bekerja sama lembaga pembiayaan ekspor Indonesia (LPEI), mulai dari budidaya, pengolahan, sampai pemasaran.

Selanjutnya, melakukan program ekstensifikasi kopi, melalui penetapan sentra kopi arabika yang berada di Kecamatan Parbuluan, Sitinjo, Sumbul, Sidikalang, Siempat Nempu Hulu, dan Pegagan Hilir. Serta sentra kopi robusta di Kecamatan Pegagan Hilir, Berampu, Lae Parira, Siempat Nempu, Silima Pungga-Pungga, dan Siempat Nempu Hilir.

Melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP), juga disediakan sarana produksi komoditi kopi, guna membantu petani dalam menanam hingga memanen hasil kopinya. Penyediaan sarana produksi yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi, dan APBD Kabupaten, seperti pulper untuk pengolahan cherry menjadi gabah, huller untuk pengolahan dari gabah ke green bean, solar dryer sebagai rumah pengering, serta alat pelubang tanam kopi.

“Ditargetkan sejak 2019 hingga 2024, tanaman kopi baru terealisasi di 5.000 hektare lahan, melalui penyediaan bibit bersertifikat, yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi, serta APBD Kabupaten. Dan menjalin kerja sama pola kemitraan dan penyediaan skema KUR Klaster,” ungkap Eddy.

Data sampai akhir 2022, luas tanaman kopi baru ada sebanyak 1.756,64 hektare. Sementara untuk 2023 ini, sudah ada penambahan perluasan sebesar 100 hektare untuk kopi arabika. Dengan rincian di Kecamatan Gunung Sitember 20 hektare, Parbuluan 30 hektare, Sidikalang 20 hektare, dan Pegagan Hilir 30 hektare.

“Guna menyuskeskan program KUR Klaster dan membantu petani dalam hal permodalan, Pemkab Dairi juga menjalin kerja sama dengan PT Bank Sumut. Pada 2022 lalu, sebanyak 26 petani kopi telah ikut program KUR Klaster, dengan luas lahan 18,5 hektare, dan total pinjaman mencapai Rp518 juta,” pungkas Eddy. (rud/saz)

Terduga Pencuri Sawit Ditemukan Tewas di Sungai Batangserangan

DITEMUKAN: Pria ber-inisial SA, saat dite-mukan tak bernyawa di aliran Sungai Ba-tangserangan, Kabupaten Langkat, Rabu (11/10).

STABAT, SUMUTPOS.CO – Seorang pria berinisial SA (33) ditemukan tewas di aliran Sungai Batangserangan, Dusun Titi Belanga, Desa Sei Bamban, Kecamatan Batangserangan, Kabupaten Langkat, Rabu (11/10) lalu. Pria yang tewas ini, merupakan seorang terduga pencuri sawit di kebun PTPN 2 Kwalasawit.

Sebelum ditemukan tewas, SA diduga melakukan pencurian buah sawit, Selasa (10/10). Namun saat melancarkan aksinya, korban diduga ketahuan. SA melancarkan aksinya, dan berbuntut diketahui pihak keamanan kebun bersama DN.

Saat ketahuan, SA dan DN sempat dikejar, yang akhirnya lolos dari sergapan. Soalnya, SA melompat ke aliran Sungai Batangserangan. Namun keesokan harinya, SA ditemukan tidak bernyawa.

Temuan mayat di aliran Sungai Batangserangan ini, dibenarkan Kasi Humas Polres Langkat AKP S Yudianto, ketika dikonfirmasi, Jumat (13/10). Dia menjelaskan, masyarakat menemukan mayat seorang pria terhanyut di aliran Sungai Batangserangan. Temuan ini sampai ke meja Polsek Padangtualang, dan kemudian meluncur ke lokasi. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) saat mayat ditemukan.

“Mayat itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Tanjungselamat, Padangtualang,” ungkap Yudianto.

Sesampainya di rumah sakit, korban dilakukan visum oleh pihak rumah sakit, disaksikan langsung orangtua korban. Dari hasil visum, didapati luka di pelipis mata kanan, yang diduga mayat tersebut terbentur saat hanyut di aliran sungai.

“Dari informasi yang didapat, korban tewas saat melarikan diri dengan cara melompat ke Sungai Batangserangan,” jelas Yudianto lagi.

Karena korban dan saksi berhasil melarikan diri, kemudian pihak keamanan PTPN 2 Kwalasawit kembali ke posnya. Pihak keluarga korban sempat menolak upaya otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban.

“Namun setelah Kapolsek Padangtualang AKP Sutrisno, memberikan penjelasan terhadap pihak keluarga agar korban dilakukan otopsi, sesuai dengan prosedur, akhirnya keluarga korban bersedia. Dan korban dibawa ke RS Bhayangkara,” beber Yudianto.

Atas kejadian tersebut, polisi masih melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi lebih lanjut. (ted/saz)

Reuni Akbar 2 dan Pengukuhan Pengurus IKASMAWID

Zainuddin Mars: Pererat Silaturahmi, Berikan Manfaat

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ratusan alumni SMA Widyasana melaksanakan reuni akbar ke 2 sekaligus pengukuhan/pelantikan pengurus Ikatan Keluarga Alumni SMA Widiyasana (IKASMAWID) Periode 2023 -2027.

Kegitan yang berlangsung dengan meriah dengan mengambil tema ‘ Bertemu Kembali, membuka Kenangan dan Mempererat Silaturrahmi,” dilaksanakan di gedung UINSU, Minggu 15 Oktober 2923.

Mantan Wakil Bupati Deli Serdang yang hadir sebagai alumni angkatan 1968 mengisahkan dulunya ia sekolah di SMP dan SMA Widiyasana.

“Saya ingin mengajak kita semua membacakan al fatihah kepada guru guru kita, karena tanpa guru kita, kita tak bisa seperti ini,” katanya.

Menurut Zainuddin Mars yang juga Penasehat IKASMAWID, kita adalah satu ikatan untuk mempererat silaturrahmi.

“Saya harap (IKASMAWID) mampu memberikan manfaat bagi anak anak dan keluarga alumni, buat kegiatan sosial.

Karena itu, dirinya mengajak para pengurus untuk membuka komunikasi yang luas agar terhubung dengan alumni yang lain, dengan memanfaatkan media sosial.

“Kita ini harus jadi keluarga besar dan memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi kita semua. Anak anak, cucu kita harus jadi yang sukses,” pesannya.

Sementara Ketua terpilih IKASMAWID Joko Suhartono,SH (alumni 1986) menyampaikan, di Widiyasana ini banyak orang orang yang hebat.

“Senior angkatan 1968 sampai 1992 berkumpul hari ini. Kita berbasis kekeluargaan dan juga untuk masyarakat. Perlunya dukungan semua alumni agar organisasi ini berjalan dengan baik,” ucapnya.

Perwakilan guru Salmiah mengungkapkan, ia dan Prof. DR. Ramlan Silaban merasa Widiyasana tempat kami mendidik anak anak menjadi generasi yang cerdas.

Begitu juga Prof.DR. Ramlan Silaban, MSi menyampaikan ia selain guru di Widiyasana juga merupakan alumni tahun 1981.

“Saya alumni 1981 dan tahun 1982 pak Sulaiman Harahap (Kepala Sekolah) meminta untuk mengajar sampai 1987. 1987 saya lanjutkan S2 ke ITB,” kisahnya yang saat ini menjadi dosen di Unimed.

Begitupun, ia yang datang bersama istri mengungkapkan kalau Widiyasana itu tetap melekat dihatinya.

Sedangkan ketua panitia Riko Marbun (alumni 1984) menyampaikan terimakasih kepada semua alumni yang sudah hadir.

“Alumni kita ada yang berkarir di Militer seperti Mayjend TNI (Purn) Sunarko mantan Danjen Kopassus yang berhalangan hadir, Pak Zainuddin Mars mantan Wakil Bupati Deliserdang, Sekda Batubara ibu Norma Delima Siregar, SE, MM, juga ada di kepolisian, guru, perusahaan swasta. Juga ada yang di Malaysia, Jakarta, Kalimantan dan Aceh serta kota kota lainnya,” jelas Riko yang saat ini menjabat Kepala Sekolah SMAN 21 Medan.

Adapun kepengurusan IKASMAWID Periode 2023 – 2027 yaitu ketua umum Joko Suhartono SH, wakil Riko Marbun. Sekretaris Jendral Koes Hendrawati, wakil Asniati. Bendahara Umum Suriani dan wakil Yanti Rahman.

Bidang Sosial, Ketua Alinafiah, anggota Saripah, Nurainun, Nurlinda, Neng Hartati. Bidang Keiamanan dan Ketaqwaan, Ketua M.Dakwah Batubara, anggota Aminah Pulungan, Drs Husin, Nurhayani, Adam Malik dan Togap Sinaga. Bidang UMKM, Ketua Diana Nora SE, anggota Erna Suriana, Anida, Sujiane. Bidang Humas, Ketua M.Yunan, anggota Yetno, Yunita, Asriani, Faisal.

Bidang Kelembagaan/Protokoler, Ketua Hendrik Simamora, anggota Hokkop Sihombing, Fitri Edi, Yatimin Sumarnah, Samsul Bahri.

Sedangkan Pembina yaitu Mayjend TNI (Purn) Soenarko.
Penasehat yaitu Zainuddin Mars, H.Hendri Suyanto, Mahruzar, Fery Ishar Lubis, Ida Irawaty Nasution, Alini Tanjung, Delma Siahaan, Rusfian Lubis, Usron Putra, Sabarudin Tambunan.

Acara tersebut diisi dengan tarian persembahan, tortor yang dibawakan para alumni dari berbagai angkatan. Bahkan acara semakin bertambah meriah dengan menampilkan lagu dari setiap lintas alumni dan penarikan puluhan hadiah lucky draw.(rel)

PBFI Sumut Dorong Peningkatan Kualitas Binaraga dan Fitnes

DIABADIKAN: Ketua Umum Pengprov PBFI Sumut Herry Zulkarnaen Hutajulu, didampingi Ketua Panitia Muhammad Tommy, dan peserta Pelatihan Pelatih dan Penataran Wasit-Juri. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus Provinsi Persatuan Binaraga Fitnes Indonesia (Pengprov PBFI) Sumut terus berupaya mendorong peningkatan kualitas pelatih dan wasit juri guna mendukung terwujud raihan prestasi para atlet.

Satu langkah konkret dilakukan PBFI Sumut mewujudkan hal tersebut adalah dengan menggelar Pelatihan Pelatih dan Penataran Wasit-Juri tingkat nasional, yang dirangkai dengan menggelar Kejuaraan Terbuka ‘Tuan Otot’ di Kota Medan.

Pelatihan Pelatih dan Penataran Wasit-Juri yang diikuti puluhan peserta dari berbagai provinsi di Tanah Air ini, digelar Jumat (13/10) dan Sabtu (14/10), di Sekretariat PBFI Sumut, Gedung Serbaguna Jalan Pancing, Medan Estate. Selanjutnya, sebagai materi uji, para peserta penataran diterjunkan bertugas di Kejuaraan Terbuka Tuan Otot Sumut di Pasar 7 Tembung, Minggu (15/10).

Ketua Umum Pengprov PBFI Sumut Herry Zulkarnaen Hutajulu, selaku Wakil Ketua PB PBFI, ketika membuka pelatihan, meminta kepada seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Sebab menurutnya, para peserta ini juga yang nantinya menjadi perpanjangan tangan PB PBFI untuk mensosialisasikan segala hal positif yang didapat dari kegiatan ini, terkhusus standarisasi penilaian penjurian event tingkat nasional.

“Kegiatan pelatihan dan penataran digelar untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) binaraga fitnes di Tanah Air, termasuk sosialisasi standar penilaian di event-event nasional, baik Kejurnas maupun PON,” ungkap Herry.

Selaku Ketua Umum Pengprov PBFI Sumut, Herry menyebutkan, satu program kepengurusannya adalah memperbanyak SDM profesional sehingga saat menggelar event/kejuaraan, PBFI Sumut tidak perlu lagi terlalu banyak mendatangkan wasit/juri dari provinsi lain, khususnya Pulau Jawa.

Dengan adanya Pelatihan Pelatih ini diharapkan semakin terbuka kesempatan lahirnya atlet atlet binaraga fitnes andal. Karena adalah hal mustahil lahir atlet berprestasi tanpa sentuhan/penanganan pelatih hebat.

Ketua Umum PB PBFI Irwan Alwi dalam kesempatan tersebut, mengucapkan terima kasih, dan mengapresiasi Pengprov PBFI Sumut, yang telah menggelar Pelatihan Pelatih dan Penataran Wasit-Juri Binaraga Fitnes.

“Melalui kegiatan ini, Pengprov PBFI Sumut telah membantu PBFI Pusat dalam persiapan perheletan Binaraga Fitnes di PON XXI/2024 Aceh-Sumut,” jelasnya.

Ketua Panitia Pelatihan/Penataran, Muhammad Tommy bersyukur, pelaksanaan pelatihan yang diikuti puluhan peserta dari berbagai provinsi ini, berlangsung sukses. (dek)

Otto Hasibuan Klaim Ribuan Pengacara Siap Bela Jessica

SIDANG: Jessica Kumala Wongso bersama kuasa hukumnya Otto Hasibuan saat mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa, 12 Juli 2016.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dua kali Peninjauan Kembali (PK) hasilnya menguatkan putusan sebelumnya, dengan menjatuhkan hukuman terhadap Jessica Wongso 20 tahun penjara atas kasus kematian Mirna Salihin. Pihak Jessica tidak putus asa untuk mencari keadilan.

Pengacara Otto Hasibuan mengungkapkan, sedang mempersiapkan untuk mengajukan PK ke Mahkamah Agung, dengan harapan Jessica Wongso dinyatakan tidak bersalah atas kasus kematian Mirna Salihin setelah meminum es kopi VIetnam. Otto menyebut, ribuan pengacara siap bergabung untuk membela Jessica Wongso agar dia mendapatkan keadilan.

“Saya baru dengar tadi, ada teman dari Surabaya ketua cabang Peradi. Bang, kami sudah berkumpul di sini, ribuan anggota Peradi kalau diizinkan sama abang dan Jessica, mau datang tanda tangan surat kuasa kepada Jessica. Pro bono, gratis. Siapa tahu ada hal yang akan dilakukan,”cerita Otto Hasibuan di podcast dr Richard Lee.

Menurut Otto, pengacara yang ingin bergabung membela Jessica Wongso juga muncul dari organisasi advokat lain di luar Peradi. “Beberapa cabang advokat dari lain organisasi juga telepon saya. Bukan hanya mendukung, tapi tanda tangan kuasa. Saya piikir, kalau ini bergabung, nanti 70 ribu orang nanti gimana LP. Pusing,” imbuhnya.

Otto Hasibuan mengaku sudah menyampaikan keinginan ribuan pengacara untuk bergabung kepada kliennya. Jessica Wongso pun senang hati membuka kesempatan itu serta menyampaikan ucapan terima kasih. “Jessica bilang,’ Om bersedia nggak?’ Saya bilang begini, ‘masalahmu ini bukan lagi masalah saya. Ini sudah urusan masyarakat Indonesia. Jadi siapapun orang yang mau bantu kamu, welcome’,”katanya.

Otto menegaskan, dirinya tidak mau cari popularitas dengan menjadi kuasa hukum Jessica Wongso. Karena apa yang dibelanya adalah perjuangan untuk menegakkan keadilan.Otto yakin betul kliennya bukan pembunuh Mirna Salihin.

Sebelumnya, menanggapi polemik mencuatnya kembali kasus kopi sianida tersebut hingga rencana PK dari Jessica, Kejaksaan Agung menegaskan, kasus itu sudah selesai. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung RI, Ketut Sumedana bahkan menjamin alat bukti pada saat persidangan saat itu sudah menjadi terang benderang.

Di dalam dakwaan utuh disebutkan adanya forensik, rekonstruksi digital maupun rekonstruksi lainnya saat menetapkan Jessica Wongso sebagai pelakunya.”Apa yang dibilang tidak ada forensik, padahal itu ada. Ya kalau bapak-ibu sekalian mau membaca secara utuh itu, ada semua. Rekonstruksi saja ahlinya ada beberapa, ada rekonstruksi digital, ada rekonstruksi pelaksanaan pada saat proses dilaksanakan bagaimana adanya detik terjadinya suatu pembunuhan dan meninggalnya Mirna,” tegas Ketut. (jpc/adz)

Perbaiki Layanan Haji, Terapkan First Come, First Serve, Ada Pemisahan Jamaah Kuota dan Nonkuota

LAYANAN: Petugas melayani jamaah haji yang menggunakan kursi roda. Untuk meningkatkan pelayanan kepada jamaah, Arab Saudi mengeluarkan sejumlah regulasi baru.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Arab Saudi mulai bersiap melayani penyelenggaraan haji musim 2024. Beberapa kasus layanan haji tahun ini menjadi bahan evaluasi. Untuk meningkatkan pelayanan kepada jamaah, Arab Saudi mengeluarkan sejumlah regulasi baru dalam urusan pelayanan haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Informasi soal regulasi baru itu diungkap dalam forum Beauty Contest Layanan Haji Khusus 1445 Hijriah di Jakarta. Acara itu menghadirkan perusahaan pelayanan jamaah haji selama di Armuzna bernama Mashariq Al-Dhahabiah & Al-Mutamayyizah. Mashariq menyampaikan, Saudi bertekad bahwa penyelenggaraan ibadah haji 2024 akan lebih baik dari tahun sebelumnya.

Komitmen itu dibuktikan dengan penyiapan penyelenggaraan ibadah haji 2024 yang dilakukan lebih awal. Saudi juga menerapkan regulasi baru untuk layanan haji. Di antaranya, pelayanan haji yang diberikan oleh syarikah penyedia layanan haji nanti menerapkan first come, first serve.

Chief Executive Officer (CEO) Mashariq Muhammad Amin Inderagiri menjelaskan, Mashariq adalah perusahaan pelayanan jamaah haji selama di Armuzna. Termasuk menyediakan layanan logistik dan katering untuk memudahkan jamaah mendapat fasilitas yang layak saat pelaksanaan ibadah haji. “Indonesia adalah salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yang dilayani Mashariq,” kata Amin di Jakarta, kemarin (14/10).

Berdasar regulasi baru pada penyelenggaraan haji 2024, Saudi menetapkan bahwa setiap syarikah hanya bisa melayani 100 ribu jamaah haji. Dengan regulasi itu, pemerintah Saudi berharap syarikah-syarikah dapat memberikan layanan terbaiknya. “Alhamdulillah, Mashariq menjadi satu-satunya syarikah yang mempunyai tiga anak perusahaan,” ucapnya. Dengan demikian, dapat menampung total 300 ribu jamaah haji.

Tiga anak perusahaan Mashariq yang akan melayani jamaah haji itu adalah Mashariq Almasiyah, Mashariq Aldhahabiyah, dan Mashariq Almutamayyizah. “Tidak usah khawatir, tiga perusahaan itu memiliki satu sistem kerja yang sama,” jelasnya.

Dalam hal penyediaan akomodasi, misalnya. Menurut Amin, Mashariq menjalankan pola kerja yang tetap sesuai kontrak sebelumnya. Mereka juga melayani sesuai permintaan PIHK atau travel haji khusus dan menyediakan layanan notaris untuk konsultasi.

Begitu juga untuk layanan katering. Selain memberi layanan sesuai perjanjian, Mashariq akan memberikan kemudahan kepada user untuk memilih dapur sesuai keinginan dan merekomendasi chef dari negara asal. “Untuk lokasi Armina, karena tahun ini menerapkan first come, first serve, insya Allah dengan kuota yang dimiliki sebanyak 300 ribu, kami yakin lebih mudah mendapatkan akses lokasi,” ujarnya.

Selain itu, Mashariq akan berhak mendapatkan kapasitas dan pilihan lokasi yang lebih baik. Dengan skema first come, first serve dan keterbatasan user munazim, Amin berharap PIHK dan asosiasi segera memutuskan partner konsorsium. Untuk memudahkan komunikasi, dalam waktu dekat Mashariq cabang Indonesia segera beroperasi.

Pada musim haji 2024, jamaah haji furoda tak lagi bercampur dengan jamaah haji kuota resmi negara. Karena itu, Mashariq akan menyediakan lokasi di Arafah sesuai kondisi. Selain itu, Mashariq akan menyediakan hotel di dekat Mina, yaitu Shidqi dan Shisha, untuk jamaah haji furoda.

Terkait toilet yang selama ini jadi permasalahan jamaah, Mashariq akan membangun baru di Arafah. Kemudian, memperbarui toilet yang lama dan menyiapkan tim teknis baru untuk perawatan toilet di Mina.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum AMPHURI Firman M. Nur mengatakan, sejauh ini Mashariq telah menjadi partner strategis mereka. Dengan pertemuan itu, AMPHURI berharap mendapat gambaran layanan lebih detail yang akan diberikan kepada jamaah haji tahun 1445 H. ’’Terlebih, pada musim haji 1445 H (2024) ini, Saudi memberlakukan regulasi baru. Tentu akan banyak perubahan dibanding tahun lalu,’’ terangnya. (wan/c18/fal/jpg)

Pengasuh Ponpes Berharap Ganjar Terapkan Konsep SMKN Jateng di Pesantren

SILATURAHMI: Ganjar Pranowo berkunjung ke pesantren Motivasi Indonesia di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat (6/10). TIM MEDIA GANJAR PRANOWO.

SUMUTPOS.CO – PARA kiai dan pengasuh pondok pesantren (Ponpes) di Bekasi Raya, memuji keberhasilan Ganjar Pranowo dalam merintis dan mengembangkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Jawa Tengah. Mereka meminta konsep SMKN Jateng dapat diterapkan di pondok pesantren seluruh Indonesia.

“SMKN Jateng yang dirintis dan dikembangkan oleh Pak Ganjar sangat menginspirasi, termasuk bagi kalangan pesantren,” ujar KH Ahmad Nurul Huda Haem, pengasuh pesantren Motivasi Indonesia saat bertemu dengan bakal calon presiden 2024 Ganjar Pranowo di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (6/10).

Menurut dia, SMKN Jateng dan pesantrennya memiliki konsep yang mirip, yakni boarding school. Namun, SMKN Jateng sebagai sekolah kejuruan mampu mencetak lulusan terbaik dan diterima di dunia kerja. “SMKN Jateng itulah yang inspiring bagi kami. Kita ingin di pesantren tidak hanya meluluskan para kiai, tetapi juga para santri punya potensi besar untuk berkembang ke depan,” ungkapnya.

Karena itu, para kiai yang hadir dari Bekasi Raya menyampaikan kepada Ganjar agar konsep SMKN Jateng bisa diterapkan di seluruh pondok pesantren di Indonesia. “Salah satu yang kita diskusikan tadi adalah link and match sehingga di pesantren selain menimba keilmuan kitab dan ilmu agama, juga memberikan ruang pengembangan skill agar ketika lulus punya kesempatan bekerja di tempat yang lain,” paparnya.

Dia berharap, Ganjar Pranowo dapat memenangi kontestasi pilpres 2024 sehingga yang dicita-citakan para kiai terkait pengembangan pesantren dapat terwujud.”Semoga beliau jadi presiden. Insya Allah SMKN Jateng bisa dikembangkan lebih luas terutama di pesantren-pesantren,” harapnya.

Sementara itu, Ganjar Pranowo menyampaikan bahwa dalam silaturahmi kali ini dia ingin belajar kepada para kiai dan ulama.”Ini ponpes tapi yang hadir kiai-kiai yang kritis. Tadi bicara pendidikan, bicara antikorupsi dan membangun komitmen bagaimana menjembatani santri agar bisa punya life skill,” tuturnya.

Maka, menurut Ganjar, tiap pesantren penting ada suatu pengembangan untuk ekonomi pesantren.”Pikiran beliau dengan kami sama. Ini ponpes dibangun dengan semangat untuk membantu anak yatim, demikian juga SMKN Jateng diperuntukkan bagi anak miskin. Spirit kita sama,” tandasnya.

Diketahui, SMKN Jawa Tengah yang diinisiasi Ganjar, jadi konsep pendidikan yang mampu menjadi solusi pengentasan kemiskinan. Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, sejak 2014 lalu, sekolah berkonsep boarding itu telah meluluskan sebanyak 1.837 siswa, terdiri dari 825 orang lulusan SMKN Jawa Tengah Kampus Semarang, 336 orang lulusan SMKN Jawa Tengah Kampus Pati, dan 676 orang lulusan SMKN Jawa Tengah Kampus Purbalingga.

Sementara itu, Bawaluddin Ady SPdl selaku Pengasuh Pondok Pesantren Riyadzul Ihsan, Kutalimbaru, Deliserdang, menyikapi positif program Ganjar Pranowo dalam merintis dan mengembangkan SMKN Jawa Tengah. “Insyaallah, semua program yang punya nilai positif dan membawa kemanfaatan kita sangat mendukung apalagi untuk kalangan Pesantren,” ujarnya, Jumat (13/10) sore.

Iapun sangat mendukung jika hal tersebut diterapkan di Ponpes. Menurutnya, yang dibutuhkan Ponpes agar lulusannya siap bersaing di dunia kerja yakni, keterampilan life skill. (wir/ man)