Home Blog Page 1078

Ketua BKM: Masjid Jamik Pancurbatu Butuh Dana Rampungkan Pembangunan

MAULID: Acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jamik Jalan Masjid, Desa Lama, Pancurbatu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Jamik Pancurbatu Ustadz Abbas Siregar Spdip MA mengatakan saat ini pembangunan Masjid Jamik Pancurbatu yang memiliki dua lantai sudah berjalan 70 persen. Sekarang panitia membutuhkan dana Rp2 miliar lagi untuk merampungkan pembangunan masjid yang dianggap bersejarah itu. ”

Kami berharap masyarakat, perusahan swasta, pemerinta atau pribadi agar menjadi donatur untuk merampungkan pembangunan Masjid Jamik Pancurbatu yang sudah ada pada tahun 1943 an ini atau bisa sumbangan dana ke Bank Sumut nomor rekening: 12402040077485,” jelas Ustadz Abbas usai acara tablig akbar ‘Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 H di Ruang Masjid Jamik Pancurbatu Jalan Masjid, Desa Lama Pancurbatu, Sabtu (30/9).
Abbas pun mengenang sejarah berdirinya Masjid Jamik Pancurbatu di Tahun 1943. Di tahun itu Masjid Jamik masih berentuk bangunan panggung berbahan kayu dengan panjang dan lebar; 7×9 meter.

Bertahan hingga di tahun 1978, masjid mulai dibangun hasil swadaya masyarakat.”Jadi, pembangunan Masjid Jamik dari dulu sampai sekarang merupakan hasil swadaya masyarakat tidak ada bantuan dana dari pemerintah,” terangnya.

Kemudian, lanjut Abbas, dahulu Masjid Jamik posisinya persis di pinggir jalan, lalu masyarakat dan pengurus masjid bermufakat memindahkannya lebih ke dalam agar ada halaman untuk digunakan.

Di Tahun 1998 Masjid Jamik dibangun semipermanen, atau separuh batu dan papan dan kayu. Hingga di Tahun 2016 dan 2017, Masjid Jamik dibangun permanen ditambah dengan pambangunan madrasah yang berdiri persis di samping masjid.

”Saat itu anggaran yang dibutuhkan untuk merampung masjid berkisar Rp4,8 miliar dengan limit 2024 masjid selesai
dibangun, tapi akibat pandemi Covid 19 pembangunannya berjalan lambat, perhitungan sekarang anggaran menjadi membengkak akibat harga bahan bangunan naik, kalau dihitung-hitung butuh Rp2 miliar lagi untuk menyelesaikan pembangunan Masjid Jamik,” ujarnya.

Dana Rp2 miliar itu untuk membangun dinding pembatas bangunan dan interior dalam, tembok pagar, lantai keramik lantai 1 dan 2 dan pembangunan kamar mandi, wc, tempat wudhu, serta sumber air bersih. “Karena tidak ada dinding dan tembok, saat hujan datang air masuk ke dalam ruangan masjid dan jamaah terkena percikan saat beribadah di dalamnya, untuk mengatasinya BKM terpaksa menggunakan terpal sebagai pembatas dinding sebagai pelindungan agar air hujan tidak masuk ke dalam masjid,” tandasnya.

Dalam tablig akbar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 H di Masjid Jamik Pancurbatu diambil tema ‘Indahnya Meneladani Akhlak Rasulullah di Semua Zaman’ dengan Al Mukarrom Mubalig H Muhammad Yasir Tanjung SPdi MA, Qori H Madkasad Lubis SPdi MA (juara MTQ Internasional 2019 di Bahrain). Ratusan masyarakat dan berbagai organisasi keislaman hadir memeriahkan peringatan hari besar keagamaan Islam ini.

Acara ini juga diisi berbagai acara seperti penampilan Marhaban dan Salawat oleh ibu ibu Al Wasliyah Muslimat Pancurbatu serta pemberian hadiah bagi pemenang perlombaan, tahfidz, azan, fashio show anak anak dan lainnya.

Kepala Desa (Kades) Lama Pancurbatu, Nizar Laksmana Tarigan mengaku bangga dengan acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri ratusan masyarakat ini.

Dia juga berjanji siap membantu segala kegiatan-kegiatan seperti ini termasuk dalam memakmurkan Masjid Jamik yang masih dalam proses perampungan pembangunan.(azw)

Bobby Nasution Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Overpass

PELETAKKAN BATU PERTAMA:  Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam acara peletakkan batu pertama (Ground Breaking) Pembangunan Overpass Jalan Stasiun Medan, Kamis (5/10/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan memulai pembangunan overpass jalan Stasiun Medan.

 Pelaksanaan pembangunan overpass yang menggunakan anggaran APBD murni Kota Medan ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wali Kota Medan, Bobby Nasution dalam acara Ground Breaking Pembangunan Overpass Jalan Stasiun Medan, Kamis (5/10/2023).

 “Hari ini kita memulai pembangunan overpass jalan stasiun, kita berharap overpass ini dapat mengatasi kemacetan di kota Medan sekaligus mendukung penggunaan transportasi umum,” kata Bobby Nasution.

 Dalam kesempatan itu, Bobby Nasution juga mengatakan, pembangunan infrastruktur yang hari ini gencar dilakukan Pemko Medan sebagai upaya dalam mendukung terwujudnya Indonesia emas ditahun 2045 sebagai mana cita-cita dari Presiden RI Joko Widodo.

 “Artinya Indonesia akan menjadi negara maju dan diprediksi akan menjadi kekuatan ekonomi ke empat terbesar di dunia. Karena itu kita harus mempersiapkannya mulai dari sekarang baik itu infrastruktur maupun SDM nya,” ujar Bobby Nasution.

 Untuk itu Bobby Nasution mengharapkan dukungan dari masyarakat agar pembangunan overpass ini dapat segera selesai sesuai dengan waktu yang telah direncanakan.

“Mulai dari sekarang kita harus bisa menyelesaikan masalah klasik yang ada seperti banjir dan kemacetan, karenanya saya mengharapkan dukungan dari masyarakat agar pembangunan overpass ini dapat segera selesai,”harap Bobby Nasution seraya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama pembangunan nantinya menimbulkan kemacetan.

 Sebelumnya Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan, Topan Obaja Putra Ginting dalam paparanya menyampaikan overpass ini merupakan jembatan diatas jalan yang dibangun tidak sebidang tanah melainkan melayang untuk mengurai kemacetan lalu lintas.

 “Overpass ini bertujuan untuk memecah arus lalu lintas sehingga dapat mengurangi volume kendaraan dan digunakan juga sebagai area drop off bagi penumpang yang akan menggunakan jasa Kereta Api,” jelas Topan.

 Kemudian, lanjutnya, bagian bawah overpass akan dibangun jaringan pedestrian dan terintegrasi dengan rencana pembangunan Bus Rapid Transit (BRT). Overpass yang rencananya dibangun dalam kurun waktu 15 bulan ini memiliki panjang 231.72 meter dengan lebar 12.5 meter. “Jadi nantinya overpass ini hanya bisa menerus ke arah selatan menuju pasar ikan lama,” pungkasnya. (rel)

Pembangunan Jalan Alternatif Medan-Berastagi, Warga Diminta Beri Dukungan

DIALOG: Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang, menyalami warga usai dialog bersama masyarakat Dusun Sumbaikan, Desa Sukamakmur, Kabupaten Deliserdang, belum lama ini.

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang, mengunjungi sekaligus berdialog dengan warga Dusun Sumbaikan, Desa Sukamakmur, Kabupaten Deliserdang, belum lama ini. Dialog tersebut, membahas tentang pembukaan akses jalan alternatif Medan-Berastagi yang dibangun menggunakan APBD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) secara multiyears.

Jalur alternatif Medan-Berastagi akan melintasi Tuntungan-Desa Sukamakmur, Kecamatan Kutalimbaru-Dusun 2 Sukamakmur-Dusun 10 Tanduk Benua-Dusun Sumbaikan 2 Kecamatan Sibolangit-Desa Jaranguda-Berastagi. Dalam progres pembangunan jalan dimaksud, telah mendekati wilayah Kabupaten Karo, dan diharapkan jalan tersebut secepatnya dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Cory pun meminta dukungan dari masyarakat sekitar, untuk proses pembangunan jalan tersebut. Dia juga menyampaikan, tentang bagaimana pembukaan akses jalan baru ini dapat mempermudah aktivitas sehari-hari masyarakat, baik itu untuk kegiatan ekonomi maupun sosial.

“Kami harapkan kepada masyarakat yang ada di dusun ini, agar pada saat proses pembukaan jalan nantinya, tidak ada masalah. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, dan besar harapan kami, agar kita semua saling mendukung, agar proses pembangunan jalan ini dapat berjalan baik. Kami tunggu pembangunan jalan dan masyarakat di Karo,” ungkap Cory, dan disambut tepuk tangan masyarakat yang hadir.

Cory juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemrov) Sumut, khususnya kepada mantan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, yang telah mewujudkan jalan alternatif Medan-Berastagi. Juga kepada Pj Gubernur Sumut Mayjen TNI (Purn) Hassanudin, yang tetap mendukung pembangunan jalan sejajar jalur alternatif Medan-Berastagi.

“Tak lupa kita patut mengucapkan terima kasih kepada bapak gubernur dan seluruh pimpinan terkait. Karena tanpa perjuangan mereka, mungkin jalan alternatif ini tidak dapat terwujud,” pungkasnya. (deo/saz)

17 Provinsi Masih Tinggi Angka Stunting

BERI GIZI: Aksi beri gizi ke sekolah untuk cegah stunting.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Setwapres Suprayoga Hadi mengatakan akan menambah lima provinsi sebagai daftar daerah paling tinggi angka stuntingnya di Indonesia. Sehingga, total akan ada 17 provinsi yang terdaftar sebagai provinsi paling tinggi angka stuntingnya.

“Kita rencanakan akan menambah empat usulan Kementerian PMK, yaitu Papua, Papua Barat, Sumbar, dan Kaltim itu yang mengalami kenaikan. Satu lagi jadi pertimbangan Sulsel,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (5/10).

Sebanyak 17 daerah tersebut, kata Suprayoga, mesti didaftar untuk masuk dalam daerah yang butuh penanganan khusus dalam upaya mencapai target 14 persen angka stunting pada 2024.

“Perlu perhatian secara khusus. Pasiennya akan nambah, kemungkinan dari 12 jadi 17 yang akan bertambah di tahun 2024. Itu akan dilaporkan dari tim pelaksana,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, 12 provinsi yang saat ini sudah masuk dalam daerah paling tinggi angka stuntingnya, antara lain di Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Barat, Kalimantan Barat, Aceh, Sumatera Utara, dan Sulawesi Utara. Kemudian Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, dan Sumatera Utara.

Sebelumnya, pemerintah menargetkan penurunan angkat stunting secara nasional turun hingga 14 persen pada 2024. Untuk mencapai itu, tahun 2023 ini ditargetkan angka stunting secara nasional turun hingga 17 persen. Sementara tahun 2022 lalu, angka stunting masih mencapai 21,6 persen.

Dengan target itu, pemerintah melalui Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) melaksanakan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) dengan 14 provinsi dan 288 kabupaten/kota di Indonesia yang angka stuntingnya masih tinggi.

“Hari ini kita membahas secara lebih teknis hal-hal yang terkait apa yang sudah kita lakukan, kemudian apa saja kendala yang kita hadapi, kemudian apa saja yang perlu kita lakukan atau kita siasati untuk upaya percepatan tahun depan,” kata Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Setwapres Suprayoga Hadi kepada wartawan, Kamis (5/10). (jpg/ila)

Usut Sindikat Fredy Pratama, Bareskrim Periksa Zul Zivilia

SAKSI: Zul Zivilia diperiksa sebagai saksi dalam jaringan narkotika Fredy Pratama.

SUMUTPOS.CO – Bareskrim terus mendalami sindikat Fredy Pratama. Kemarin (5/10) Direktorat Tindak Pidana Narkotika (Dittipid Narkotika) memeriksa Zulkifli alias Zul, vokalis band Zivilia. Zul diduga terhubung dengan jaringan Fredy Pratama.

Dittipid Narkotika memeriksa Zul sejak Rabu (4/10) malam dan baru selesai pada Kamis pukul 15.50. Terlihat Zul mengenakan kaus putih dengan kondisi tangan terborgol.

Saat keluar dari Bareskrim, Zul mengaku akan membantu memberikan informasi yang dibutuhkan terkait Fredy Pratama. ’’Saya telah memberikan informasi yang dibutuhkan. Saya mendukung pengungkapan kasus ini,’’ terang terpidana narkotika tersebut.

Zul juga mengaku mengenal Fredy Pratama yang merupakan gembong narkotika terbesar di Indonesia. ’’Ya tahu, sudah lama kenal,’’ tuturnya, lalu dikawal masuk ke dalam mobil. Zul akan kembali ke lembaga pemasyarakatan untuk menjalani hukuman.

Salah seorang penyidik menuturkan bahwa Zul diperiksa sebagai saksi terkait jaringan Fredy Pratama. Dalam pemeriksaan tersebut, informasi dari Zul dianggap cukup. ’’Tidak akan diperiksa lagi,’’ ujarnya.

Sementara itu, Dirtipid Narkotika Brigjen Mukti Juharsa menjelaskan bahwa Zul memiliki keterkaitan erat dengan Fredy Pratama. Sebab, jaringan Zul membeli narkotika dari Fredy. ’’Di atasnya Zul ada yang inisial R,’’ jelasnya.

R alias Rian membeli narkotika dari Fredy Pratama. Narkotika tersebut diedarkan oleh jaringan Zul. ’’Makanya diperiksa Zul ini,’’ paparnya.

Dia mengatakan, sindikat Fredy Pratama akan diungkap hingga ke akar-akarnya. Dengan demikian, semua jaringan yang terlibat tentunya akan dipetakan. ’’Semua yang terlibat diperiksa,’’ ujarnya.

Sebelumnya, Bareskrim menyita kembali aset Fredy Pratama senilai Rp75,6 miliar. Penyitaan itu merupakan tahap kedua setelah Bareskrim mampu menyita Rp273 miliar aset bergerak dan tidak bergerak milik Fredy. Diprediksi nilai aset hasil bisnis narkotika Fredy mencapai lebih dari Rp 10 triliun. (idr/c6/oni/jpg/ila)

Kasus Dugaan Malapraktik, Polisi akan Periksa Pihak Rumah Sakit Kartika Husada Bekasi

WAWANCARA: Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak saat diwawancarai wartawan, Kamis (5/10).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Polra Metro Jaya mulai menyelidiki kasus dugaan malapraktik yang terjadi di Rumah Sakit Kartika Husada Bekasi. Pihak rumah sakit sebagai terlapor juga akan dimintai keterangan.

“Nanti akan menjadi agenda dari tahapan Penyelidikan yang kita lakukan. Namun, untuk sementara ini pada hari Kamis besok pasca kami terima kemarin laporan polisi, kita telah mengundang klarifikasi terhadap pelapor,” kata Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan, Kamis (5/10).

Pemeriksaan juga akan dilakukan kepada pihak pelapor. “Nanti dari keluarga korban, jadi ada 3 orang, jadi total ada 4 orang yang akan kita mintai klarifikasi,” jelasnya.

Sebelumnya, seorang pria bernama Albert Francis membuat laporan kasus dugaan malapraktik yang menimpa anaknya di Polda Metro Jaya. Ditemani kuasa hukumnya, Cahaya Christmanto Anak Ampun, ia melaporkan delapan orang dari Rumah Sakit Kartika Husada Bekasi, yakni dr RR, dr L, dr Z, dr WT, dr RI, dr K, dr D (direktur RS), dan dr F (manajer operasional RS).

“Itu sudah meliputi dokter terkait yang melakukan tindakan. Karena ada kaitannya dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen,” kata Christmanto kemarin.

Dia menyatakan, delapan orang yang dilaporkan meliputi dokter terkait yang melakukan tindakan. Mulai dokter anestesi, dokter THT, spesialis anak, sampai direktur RS tersebut.

Christmanto menjelaskan, kejadian itu bermula saat dua anak berinisial BA, 7, dan kakaknya V, 10, menjalani operasi amandel pada Selasa (19/9) di rumah sakit tersebut.

“Yang pertama menjalani operasi adalah BA, kemudian barulah sang kakak. Keduanya ini memiliki penyakit amandel, gangguan pernapasan lah, yang mana akan dilakukan tindakan operasi. Amandel itu kan masih kategori operasi ringan,” papar Christmanto.

Dia mengungkapkan, korban BA menjalani operasi selama 2–3 jam. BA belum sadarkan diri karena masih berada dalam pengaruh obat bius pascaoperasi. Kemudian, operasi dilanjutkan ke kakaknya. “Begitu tindakan operasi selesai dan beberapa jam kemudian (kakaknya) sudah bisa sadarkan diri,” ujarnya.

Berbeda dengan kakaknya, BA yang sampai kemarin dirawat di RS yang sama justru tak kunjung sadar. Pihak rumah sakit melakukan segala upaya, namun, hasilnya tetap sama. Pihak dokter akhirnya mendiagnosis BA mengalami mati batang otak pada Selasa (26/9).

“Kan ini sungguh aneh sekali, dari operasi amandel lari ke batang otak. Ini saya bilang ada kelalaian, ada kealpaan. Kami duga ada tindak pidana yang dilakukan di sini,” tegas Christmanto.

Pascakejadian ini, pihak keluarga sempat melakukan somasi terhadap pihak rumah sakit, tetapi tidak ditanggapi. “Somasi kami pada 27 September. Di sini kami meminta pihak RS melakukan tindakan-tindakan cepat untuk melakukan tindakan rujuk secepatnya. Tapi, itu pun tidak direspons,” ungkapnya. (jpg/ila)