26 C
Medan
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 109

Diduga, Pungli dan Jual Beli Jabatan Masih Terjadi di Dinas PUPR Sumut

Foto: HRH
Foto: HRH

MEDAN, SUMUTPOS.CO-Pascapenangkapan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (Kadis PUPR) Sumatera Utara (Sumut), Topan Ginting dalam kasus suap proyek jalan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa bulan lalu, sejumlah rekanan, staf serta unit pembantu berharap adanya perubahan yang besar di organisasi di bawah naungan Pemerintan Provinsi Sumut itu. Kenyataannya, harapan itu tidak begitu.

“Masih ada pungutan liar (pungli), bahkan lebih parah tapi caranya saja lebih halus,” beber Cl, seorang rekanan PUPR Sumut yang namanya ingin diinisialkan, Jumat (7/11).

Menurutnya, dugaan itu, satu contoh yang dilakukan salah seorang oknum kepala bidang (kabid) di PUPR berinisial HRH.
HRH melalui kaki tangannya berinisial SP diduga mengutip sejumlah uang sebesar 10 hingga 20 persen dari besarnya nilai proyek kepada rekanan agar hubungan penangan proyek bisa berlangsung lama.
”Bahkan untuk paket proyek tahun depan mereka sudah mematokan harga ke kita juga,” bebernya.
Ternyata dugaan kasus kutipan kutipan yang dilakukan HRH itu bukan isapan jempol belaka. Bahkan di internal Dinas PUPR Sumut terjadi hal yang sama.

Dalam penelusuran wartawan di PUPR Sunut isu dugaan jual beli jabatan juga ada terjadi.
”Untuk menduduki jabatan staf eselon 4 dipatokan harga Rp50 juta hingga Rp100 juta, semakin strategis jabatan yang diiisi semakin tinggi harga yang diminta, dan ini belum termasuk setoran lainnya,” beber orang dalam di Dinas PUPR Sumut itu.

Beda lagi harga untuk mengisi jabatan Kepala UPT di seluruh daerah Sumut. Itu menurutnya dihargai dari Rp150 juta hingga Rp200 juta.

Ironisnya, oknum yang mengatur jual beli jabatan di Dinas PUPR Sumut tersebut dilakukan orang yang sama, yakni HRH.
“Ya, kita taulah HRH ini seperti kaki tangannya dari petinggi di PUPR,” tandasnya.

Wartawan yang mencoba menemui HRH di Dinas PUPR Sumut Jalan Sakti Lubis Medan Jumat sore itu berketepatan sudah habis jam kerja.
“Pegawainya sudah berpulangan pak,” kata oknum di kantor PUPR Sumut.

Usai mendapat nomor telepon, HRH memberi keterangan kepada wartawan, Minggu (9/11). Dalam sambungan komunikasi WhatsApp HRS membantah terkait kasus-kasus tersebut.”Tidak ada saya lakukan itu,” kata HRS.
Satu per satu kasus dugaan kutipan uang kepada rekanan dan jual beli jabatan di Dinas PUPR Sumut dijabarkan, HRS tetap ngotot membantah tudingan itu.”Ya, benar saya tidak melakukan itu,” tandasnya lagi. (azw)

dr Ery Suhaymi Resmi Pimpin IDI Sumut 2025–2028: Tegakkan Etika, Perkuat Kolaborasi, dan Transformasi Sistem Kesehatan

Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sumatera Utara periode 2025–2028 yang diketuai Dr dr Ery Suhaymi, SH, MH, MKed (Surg), SpB, FINACS, FICS resmi dilantik Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) saat ini adalah DR Dr Slamet Budiarto, SH, MHKes, di Aula Serbaguna Gedung Bank Danamon, Medan, Sabtu (8/11/2025).
Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sumatera Utara periode 2025–2028 yang diketuai Dr dr Ery Suhaymi, SH, MH, MKed (Surg), SpB, FINACS, FICS resmi dilantik Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) saat ini adalah DR Dr Slamet Budiarto, SH, MHKes, di Aula Serbaguna Gedung Bank Danamon, Medan, Sabtu (8/11/2025).

MEDAN- Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sumatera Utara periode 2025–2028 yang diketuai Dr dr Ery Suhaymi, SH, MH, MKed (Surg), SpB, FINACS, FICS resmi dilantik Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) saat ini adalah DR Dr Slamet Budiarto, SH, MHKes, di Aula Serbaguna Gedung Bank Danamon, Medan, Sabtu (8/11/2025).

Didukung oleh 29 cabang IDI, 10 universitas, serta 38 perhimpunan seminat dan perhimpunan spesialis, dr Ery menyampaikan rasa terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang diberikan oleh para ketua cabang dan sejawat di seluruh Sumatera Utara.

“Pencapaian ini bukanlah milik individu, melainkan wujud dari doa, harapan, dan soliditas para sejawat. Jabatan bukanlah ukuran, yang utama adalah kemanfaatan yang mampu kita hadirkan bagi masyarakat Sumatera Utara,” tegas dr.Ery.

dr Ery menekankan bahwa IDI Sumut akan fokus pada dua tugas utama yakni pembenahan tentang organisasi dan berkolaborasi bersinergi serta membangun kesehatan masyarakat Sumatera Utara.

dr Ery juga menyoroti karakter dan komitmen para dokter di Sumatera Utara yang tersebar di seluruh kabupaten/kota, dari pesisir utara Langkat hingga pelosok Tapanuli.

“Meski bekerja dengan fasilitas yang belum ideal, para dokter tetap melayani jiwa dan masyarakat. Kerja-kerja kebaikan tidak boleh kalah oleh keterbatasan,” ucapnya penuh haru.

Ia juga mengajak seluruh anggota IDI untuk tetap teguh dan istiqomah dalam menjalankan program-program strategis, serta mengingatkan agar tidak membenci secara berlebihan, karena bisa saja yang dibenci hari ini menjadi yang dicintai di masa depan.

Di akhir pidatonya, dr Ery memohon doa dan dukungan agar kepengurusan IDI Sumut dapat menjalankan amanah dengan baik, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, berdaya, dan berkarakter.

“Doakan kami agar tetap teguh dalam perjuangan. Kami akan terus berkarya, beradaptasi, dan menjaga marwah profesi dokter di Sumatera Utara,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PB IDI, Dr dr Slamet Budiarto, SH, MH, Kes, menegaskan empat pilar utama IDI yakni menjaga etika dan kompetensi dokter, menjaga stabilitas kesehatan nasional, membantu pemerintah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, serta menjalankan fungsi organisasi secara kolektif dan adaptif di tingkat wilayah.

“IDI bukan sekadar organisasi profesi, tapi penjaga etika dan penggerak sistem kesehatan. Kita dibentuk sejak zaman Bung Karno, dan hari ini kita harus menjawab tantangan zaman dengan inovasi dan keberpihakan pada rakyat,” ujar dr Slamet.

dr Slamet juga menyoroti ketimpangan distribusi dokter di Indonesia. Dari total 220.000 anggota IDI, 80% merupakan dokter umum dan 20% dokter spesialis. Namun, penyebaran masih terpusat di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung, sementara ratusan Puskesmas di daerah terpencil masih kekurangan tenaga medis.

“Rasio WHO tidak bisa diterapkan mentah-mentah di Indonesia. Faktor geografis dan pembiayaan harus jadi pertimbangan utama. Jangan sampai lulusan dokter jadi tukang bakso karena sistem tidak siap menyerap mereka,” tegasnya.

Dalam perbandingan dengan negara tetangga, dr. Slamet menyebut bahwa kualitas dokter Indonesia sangat baik, namun terkendala oleh minimnya pembiayaan dan teknologi.

“Di Indonesia, hari ini ke Puskesmas bisa langsung ketemu spesialis. Tapi waktu konsultasi hanya 5–10 menit. Di luar negeri, bisa tunggu 2 minggu sampai 3 bulan. Kita harus pahami konteks ini sebelum membandingkan,” jelasnya.

IDI Pusat juga tengah mengembangkan aplikasi digital untuk menjangkau 220.000 anggota dan keluarganya, sebagai bagian dari terobosan kolektif.

dr Slamet menekankan bahwa kepemimpinan IDI bersifat kolektif-kolegial, bukan eksekutif tunggal.
“Saya tidak pernah memutuskan sendiri. Semua dijalankan bersama. Dan saya harap dr Ery bisa membawa semangat ini ke Sumatera Utara,” ujarnya.

Di akhir pidatonya, dr Slamet menyampaikan harapan agar keputusan Mahkamah Konstitusi terkait regulasi profesi dapat keluar dalam waktu dekat, dan IDI Wilayah Sumut mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut.

“Saya tidak optimis 100%, tapi kalau separuh saja bisa berubah, atau seperempat saja itu sudah cukup. Yang penting, IDI tetap menjadi mitra strategis Kementerian Kesehatan dan penjaga marwah profesi dokter,” pungkasnya.

Di akhir pelantikan, dilakukan penyerahan buku secara simbolisi tentang perjalanan IDI di Sumut yang ditulis Dr dr Rustam Effendi Ys Sp.PD, KGEH, FINASIM. (ila)

Dodi Simangunsong Ajak Warga Wujudkan Kota Bersih Lewat Gerakan Bank Sampah

MEDAN, SumutPos.co- Sampah kini bukan lagi sekadar limbah rumah tangga, melainkan pintu masuk menuju perubahan perilaku masyarakat sekaligus tabungan masa depan. Karena, dengan menabung sampah di bank sampah, masyarakat kini bisa menabung dan menyicil emas di Pegadaian.

Hal ini disampaikan Direktur Bank Sampah Permata Hati Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, Malim Indra Utama Pohan saat menjadi narasumber dalam sosialisasi Perda Kota Medan Nomor 7 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan Kota Medan yang dilaksanakan Anggota DPRD Medan Dodi Robert Simangunsong di Jalan Menteng II, Kelurahan Binjai, Medan Denai, Sabtu (8/11/2025).

Menurut Indra Utama, saat ini terdapat 23 bank sampah yang tersebar di seluruh Kota Medan. Dan akan menyusul 10 bank sampah lagi akan dibentuk. “Pengelolaan bank sampah ini lebih banyak dilakukan ibu-ibu. Karena sampah paling banyak dihasilkan dari dapur rumah tangga,” kata Indra

Karenanya, lanjut Indra, dari dapurlah dimulainya upaya mengurangi sampah di Kota Medan. “Jadi, dari dapurlah kita pilah sampah untuk menjadi emas. Ada kantongan plastik atau yang biasa kita sebut pelastik asoy. Kita kumpulkan lalu dijual, harganya 1.000 rupiah sekilo,” ujarnya.

“Begitu juga sampah organik seperti limbah sisa bahan makanan seperti kulit udang, akar kangkung, ampas kelapa, dan lainnya yang dapat diolah menjadi kompos,” sebutnya.

Jadi, lanjut Indra, sampah itu bisa menjadi sumber rezeki jika bisa dipilah dan diolah. “Sampah yang dipilah, antar ke bank sampah, bisa menjadi tabungan. Dan bisa menjadi emas jika ditabung di bank sampah yang telah bekerjasama dengan Pegadaian,” ungkapnya.

Untuk itu, Indra mengajak masyarakat untuk membentuk bank sampah di lingkungan masing-masing. “Cukup empat orang sudah bisa membentuk bank sampah. Yang penting ada ketua, sekretaris, bendahara, dan satu orang pengumpulan sampah. Jadi kalau ibu-ibu belum memiliki aktivitas rutin, bisa membentuk bank sampah,” ujarnya.

Sebelumnya, Indra juga menyampaikan, Perda Nomor 7 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan ini terdiri dari 37 pasal. “Yang paling perlu diketahui adalah pasal 32, yakni larangan membuang sampah sembarangan. Kemudian Pasal 35, mengatur sanksi pidana dan denda 10 juta,” katanya.

Sayangnya, sebut Indra, Peraturan Wali Kota (Perwal) terkait Perda ini belum terbit sehingga sanksi tersebut belum dapat dilaksanakan. “Sebelum terbitnya Perwal tersebut, maka melalui forum ini dilakukan sosialisasi agar masyarakat tahu akan sanksi yang diberikan jika membuang sampah sembarangan,” pungkasnya.

Sementara Anggota DPRD Medan Dodi Robert Simangunsong menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan yang bersih dalam mewujudkan Kota Medan yang sehat dan asri. “Harus ada kesadaran masyarakat dalam mengatasi masalah persampahan ini. Apalagi, Perda ini belum ada Perwalnya. Kita mendesak Wali Kota untuk segera menerbitkan perwalnya agar Perda ini bisa diterapkan secara efektif,” tegasnya.

Sosialisasi ini dihadiri Camat Medan Denai diwakili Sudarmanto, Lurah Binjai Suyanto, Dinas SDABMBK diwakili Andrew SE Purba, dan ratusan masyarakat dari Kecamatan Medan Denai, Medan Area, Medan Kota, dan Medan Amplas. (adz)

Rico Waas Janji Revitalisasi Total Puskesmas Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan, Pemko Medan akan merevitalisasi seluruh Puskesmas agar menjadi fasilitas kesehatan yang lebih layak, bersih, dan nyaman sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.

Komitmen itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan CKG (Cek Kesehatan Gratis) dan Aksi Donor Darah Kader Posyandu se-Kota Medan Pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025 di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (8/11/2025).

Dalam kegiatan yang diikuti seluruh Puskesmas dan Kader Posyandu se-Kota Medan serta Plt Kadis Kesehatan dr Irliyan Saputra SpOG, Wali Kota menyebut langkah revitalisasi tersebut akan dilakukan setelah seluruh Puskesmas di Kota Medan berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Kami berkomitmen setelah seluruh Puskesmas di Kota Medan menjadi BLUD, maka akan kita lakukan revitalisasi menyeluruh agar fasilitas dan pelayanannya semakin baik,” ujar Rico Waas disambut tepuk tangan meriah.

Orang nomor satu di Pemko Medan ini menegaskan, peningkatan layanan kesehatan tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.

“Saya berharap Kepala Puskesmas, dokter, dan tenaga kesehatan dapat memperkuat semangat pelayanan yang cepat, tanggap, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Selain menyampaikan komitmen tersebut, ia juga memberikan apresiasi kepada para kader posyandu yang disebutnya sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat, terutama dalam mencegah stunting serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

“Kesehatan adalah pondasi penting dalam membangun kota yang maju dan sejahtera. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat harus terus diperkuat,” tegasnya.

Usai menyampaikan sambutan, Wali Kota meninjau stand pemeriksaan kesehatan yang disediakan oleh Dinas Kesehatan Kota Medan. Dalam kesempatan itu, ia menyapa para tenaga medis dan peserta pemeriksaan, bahkan turut melakukan pengecekan tekanan darah dan gula darah, yang hasilnya menunjukkan kondisi kesehatannya normal.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota juga menyerahkan penghargaan kepada Puskesmas Tegal Sari Kecamatan Medan Denai yang berhasil meraih Juara I capaian imunisasi terbanyak dalam kegiatan Pekan Mengejar Imunisasi (Penari) dalam rangka Hari Kesehatan Nasional 2025.

Acara puncak HKN turut diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, senam bersama kader posyandu, serta launching BLUD Puskesmas se-Kota Medan. (map/ila)

Tembus Rp3,48T, Laba TW III PalmCo Naik 84 Persen

Dirut PalmCo Jatmiko K. Santosa.
Dirut PalmCo Jatmiko K. Santosa.

JAKARTA — PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, bagian dari subholding PTPN III (Persero), mencatat kinerja keuangan yang solid hingga kuartal III-2025. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp3,48 triliun, melonjak 84 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan ini ditopang oleh peningkatan produktivitas kelapa sawit, efisiensi biaya, serta penerapan sistem digital di lini operasional.

Pendapatan konsolidasi PalmCo tercatat mencapai Rp33,2 triliun, tumbuh 23 persen secara tahunan (year on year). Dari total pendapatan tersebut, komoditas kelapa sawit masih menjadi penopang utama dengan kontribusi Rp32,3 triliun atau sekitar 97 persen.

Direktur Utama PalmCo Jatmiko K. Santosa, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (8/11/2025) menyebutkan, lonjakan laba bersih mencerminkan hasil konkret dari strategi integrasi operasional dan digitalisasi bisnis yang mulai dijalankan sejak dua tahun terakhir.

“Produktivitas tandan buah segar dan CPO meningkat dari tahun sebelumnya, margin terjaga, dan aset perusahaan semakin efisien,” ujar Jatmiko.

Dari sisi operasional, produksi minyak sawit mentah (CPO) dari kebun inti PalmCo mencapai 1,5 juta ton, naik 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara produksi dari plasma dan pihak ketiga mencapai 450.000 ton, meningkat 17 persen.

Secara keseluruhan, perusahaan mengelola 453.000 hektar tanaman sawit menghasilkan dengan produktivitas tandan buah segar rata-rata 14,8 ton per hektar dan rendemen minyak sawit 21,9 persen. Harga jual rata-rata CPO tercatat Rp14.192 per kilogram, sementara pendapatan dari palm kernel dan karet masing-masing mencapai Rp1,1 triliun dan Rp0,8 triliun.

Efisiensi biaya juga menjadi salah satu penopang utama kinerja. PalmCo memanfaatkan sistem PalmCo Business Cockpit dan Agro View, yang memungkinkan pemantauan aktivitas kebun dan pabrik secara real time*l. Melalui sistem ini, potensi deviasi produktivitas dan biaya bisa segera dikendalikan.

“Digitalisasi menjadi tulang punggung efisiensi kami. Sistem terpadu ini memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data, dari kebun hingga manajemen pusat,” kata Jatmiko.

Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) PalmCo mencapai Rp7,5 triliun, meningkat 34 persen dengan margin EBITDA sebesar 23 persen.

Perkuat Profitabilitas Aset

Sejalan dengan arahan pemerintah agar BUMN tidak hanya besar secara aset, tetapi juga produktif dan menghasilkan laba yang proporsional, PalmCo menempatkan peningkatan return on asset*(ROA) sebagai fokus strategis.

“Kami memahami bahwa penguatan profitabilitas berbasis produktivitas aset menjadi kunci keberlanjutan bisnis BUMN,” ujar Jatmiko.

Upaya itu ditempuh melalui efisiensi lintas proses, penguatan pasar hilir, serta pengembangan ekonomi sirkular dan diversifikasi produk turunan sawit.

Optimistis Akhiri Tahun di Atas Target

PalmCo menatap kuartal IV-2025 dengan optimisme seiring tren harga sawit yang relatif stabil dan produksi yang terus meningkat. Selain fokus pada profitabilitas, perusahaan juga menegaskan komitmen mendukung program pemerintah dalam hilirisasi industri sawit dan peningkatan kesejahteraan petani rakyat.

“PalmCo tidak hanya mengejar laba, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi daerah,” kata Jatmiko.

Dengan kinerja yang terus membaik, PalmCo menargetkan dapat menutup tahun buku 2025 dengan capaian di atas target yang telah ditetapkan manajemen. (ila)

Pemkab Dairi Gelar Pisah Sambut Kajari, Vickner: Kolaborasi Lintas Sektor Wujudkan Program Strategis

BERSAMA: Bupati Dairi Vickner Sinaga diabadikan bersama Kajari Dairi Bima Yudha Asmara, dan pejabat lama Cahyadi Sabri, pada gelaran pisah sambut di Balai Budaya Sidikalang, Kamis (6/11).(Istimewa)
BERSAMA: Bupati Dairi Vickner Sinaga diabadikan bersama Kajari Dairi Bima Yudha Asmara, dan pejabat lama Cahyadi Sabri, pada gelaran pisah sambut di Balai Budaya Sidikalang, Kamis (6/11).(Istimewa)

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemkab Dairi menggelar pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Dairi di Pendopo Bupati Dairi, Kamis (6/11) lalu. Acara ini dihadiri lagnsung Bupati Dairi Vickner Sinaga, Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, serta Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor.

Adapun kedua pejabat yang melakukan pisah sambut, yakni pejabat lama Cahyadi Sabri ke pejabat baru Bima Yudha Asmara.

Pada kesempatan itu, Vickner mepresiasi Kajadi Dairi yang lama, Cahyadi, atas dedikasi dan kolaborasi yang terjalin selama bertugas di Kabupaten Dairi.

“Banyak kenangan meski tidak terlalu lama, hanya hitungan bulan dan minggu. Legasi yang anda wakili untuk Kejaksaan, kita wujudkan bersama,” ungkap Vickner.

Sementara itu, kepada Kajari yang baru, Bima, dia berharap, pentingnya kolaborasi yang sehat diwujudkan bersama, demi membentuk berbagai program strategis nasional, provinsi, dan daerah.

“Saya berharap kolaborasi lanjutan lintas sektor ini dapat mewujudkan program strategis,” tutur Vickner.
Sementara itu, Mantan Kajadi Dairi, Cahyadi, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kerja sama selama kurang lebih satu tahun.

“Suatu kebanggaan bagi kami bisa menjadi bagian dari masyarakat Dairi, bagian dari suku Pakpak. Mohon maaf jika dalam pelaksanaan ada kesalahan kami,” katanya.

Kajadi Dairi yang baru, Bima mengaku siap berkolaborasi dengan Pemkab Dairi dan unsur Forkopimda.
Hadir pada acara ini, Dandim 0206 Letkol CZi Nanang Sujarwanto, Kapolres AKBP Otniel Siahaan, Wakil Ketua DPRD Wanseptember Situmorang, Sekdakab Surung Charles Lamhot Bantjin, serta para pimpinan OPD. (rud/saz)

Polres Binjai Ungkap Kasus Curanmor, Pelaku Ditangkap di Medan

DITANGKAP: Pelaku curanmor diamankan personel Polres Binjai.(Istimewa)
DITANGKAP: Pelaku curanmor diamankan personel Polres Binjai.(Istimewa)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Tim Cobra Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Binjai mengungkap kasus tindak pidana pencurian kendaraan bermotor, Rabu (5/11) lalu. Aksi pelaku terekam kamera CCTV yang menambah petunjuk polisi dengan cepat mengungkap kasus tersebut.

Kasatreskrim Polres Binjai, AKP Hizkia Siagian menjelaskan, pelaku berinisial MS beraksi melakukan curanmor pada Kamis, 30 Oktober 2025 lalu.

“Pelaku melakukan pencurian sepeda motor Honda Vario BK 3799 RAS di sebuah toko,” ungkap Hizkia, Jumat (7/11).

Hizkia juga menjelaskan, korban kehilangan sepeda motor saat diparkirkan di lokasi kejadian. Tujuan ke toko untuk memasukkan barang.

“Setelah memasukkan barang, korban melihat sepeda motor yang diparkir sudah tidak ada lagi. Dan kejadian tersebut terekam CCTV toko,” tuturnya.

Hizkia juga menuturkan, korban yang merasa dirugikan membuat laporan polisi ke Polres Binjai. Atas laporan korban, polisi kemudian melakukan penyelidikan dan membuahkan hasil.

“Tersangka ditangkap di Jalan Kakak Tua, Kelurahan Seisikambing B, Medan Sunggal, Kota Medan,” bebernya.
Polisi menyita barang bukti satu set kunci T, satu unit handphone, satu kemeja, satu celana, satu topi, sepasang sendal, dan satu unit motor BK 6500 AFH.

“Tersangka dan barang bukti sudah dibawa ke Polres Binjai guna kepentingan penyidikan lebih lanjut,” pungkas Hizkia. (ted/saz)

Diskominfo Binjai Gelar Sosialisasi Penguatan Data Geospasial

DIABADIKAN: Pj Sekdako Binjai Chairin Simanjuntak, diabadikan bersama peserta sosialisasi geospasial di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Kamis (6/11).(Dokumen Diskominfo Binjai)
DIABADIKAN: Pj Sekdako Binjai Chairin Simanjuntak, diabadikan bersama peserta sosialisasi geospasial di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Kamis (6/11).(Dokumen Diskominfo Binjai)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Binjai menggelar sosialisasi tentang penguatan data geospasial di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Kamis (6/11) lalu. Sosialisasi ini, dibuka langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kota Binjai Chairin Simanjuntak, dan menghadirkan narasumber dari berbagai instansi.

Chairin menyatakan, data geospasial bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi juga memerlukan peran aktif masyarakat. Dia menjelaskan, geospasial adalah informasi yang berkaitan dengan lokasi di permukaan bumi, seperti penggunaan peta digital untuk mencari alamat.

“Dengan data geospasial yang akurat, pemerintah dapat merencanakan pembangunan secara tepat, mulai dari penentuan batas wilayah, lokasi infrastruktur, hingga pengelolaan sumber daya alam,” ungkap Chairin.
“Mari bersama mendukung terwujudnya sistem satu data agar informasi menjadi lebih akurat, terpadu, dan bermanfaat bagi kemajuan bersama,” sambungnya.

Pelaksana Tugas Kepala Diskominfo Binjai Hendra Januar, dalam laporannya menyatakan, sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman perangkat daerah mengenai tata kelola data dan informasi geospasial. Hal ini meliputi perencanaan, pengumpulan, pengolahan, hingga penyebarluasan data geospasial.
“Melalui kegiatan ini, perangkat daerah diharapkan memahami pentingnya data dan informasi geospasial, memiliki pedoman dalam tata kelola, serta mampu memperkuat sinergi dan menyamakan persepsi mengenai data geospasial di Kota Binjai,” jelasnya.

Sementara itu, narasumber Arif Purnomo menuturkan, data geospasial berperan penting dalam mendukung analisis berbasis lokasi yang menghubungkan data sosial, ekonomi, dan lingkungan. Data ini menjadi dasar bagi perencanaan pembangunan yang tematik, holistik, integratif, dan spasial. Selain itu, data geospasial juga menjadi landasan hukum dan strategi dalam pelaksanaan dokumen perencanaan seperti RPJPD, RPJMD, dan RKPD.

“Melalui pemanfaatan data geospasial, pemerintah dapat meningkatkan kualitas tata ruang, pemerataan pembangunan, efisiensi biaya, perlindungan lingkungan, serta transparansi informasi kepada publik,” tuturnya.

Pemko Binjai berharap, sosialisasi ini dapat menciptakan kesamaan pemahaman dan komitmen dalam pengelolaan data geospasial. Itu dilakukan agar dapat mendukung pembangunan daerah yang lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan. (ted/saz)

Agen Pesiar Terima Penghargaan dari Pemkab Karo

TERIMA: Fadhly Rinaldy, Agen Pesiar Terbaik 2025, saat menerima penghargaan dari Bupati Karo Antonius Ginting.(Istimewa)
TERIMA: Fadhly Rinaldy, Agen Pesiar Terbaik 2025, saat menerima penghargaan dari Bupati Karo Antonius Ginting.(Istimewa)

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Antonius Ginting didampingi Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, dan Sekdakab Karo Gelora Kurnia Putra Ginting, memimpin apel gabungan Pemkab Karo, sekaligus penyerahan Penghargaan Agen Pesiar (Petakan, Sisir, Advokasi, dan Registrasi) Terbaik 2025 di Halaman Kantor Bupati Karo, baru-baru ini.

Antonius menyampaikan arahannya tentang penyebaran penyakit yang sedang marak di Indonesia, termasuk Kabupaten Karo, yakni ISPA.

“Jaga kesehatan kita dengan istirahat yang cukup dan apabila sudah sakit diharuskan memakai masker agar tidak menularkan ke rekan-rekan kita,” imbau Antonius.

Tak hanya itu, Antonius juga mengimbau agar seluruh ASN dapat berperan aktif di media sosial baik di medsos OPD ataupun sosmed pribadi, dalam menyebarluaskan segala kegiatan Pemkab Karo.

Pada apel gabungan kali ini, Antonius memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas kinerja satu Agen Pesiar dari Desa Sempajaya, sekaligus menyerahkan Penghargaan Agen Pesiar Terbaik 2025 kepada Fadhly Rinaldy, dalam Program Gercep Pesiar Tahap Kedua 2025. Agen tersebut unggul melebihi beberapa agen dari kabupaten kota lainnya di seluruh Indonesia.

“Beliau bukan hanya unggul dalam total peserta aktif dari proses registrasi, tapi juga memiliki data yang layak atau tidak layak mendapat bantuan. Dengan pemberian apresiasi ini kepada Pak Fadhly, semoga dapat membuat agen-agen lainnya lebih gercep lagi,” pungkas Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kabanjahe, Nora Duita Manurung. (deo/saz)

Pendapatan di R-APBD 2026 Turun Hampir Rp2 T, Fraksi PDIP Sebut Pemprovsu Kehilangan Semangat Membangun

MEDAN, SumutPos.co – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut menyoroti tajam penurunan signifikan postur pendapatan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Sumatera Utara Tahun Anggaran 2026. Penurunan ini dinilai mencerminkan melemahnya semangat dan optimisme pemerintah provinsi dalam membangun daerah secara berkelanjutan.

Dalam penyampaian Pemandangan Umum Fraksi PDIP terhadap Nota Keuangan dan R-APBD 2026 di rapat paripurna DPRD Sumut, Jumat (7/11), juru bicara Fraksi PDI Perjuangan Franky Partogi Wijaya Sirait menegaskan, tren APBD empat tahun terakhir menunjukkan grafik yang menurun tajam.

“Dari data yang kami cermati, pendapatan daerah Sumatera Utara pada 2026 hanya diproyeksikan sebesar Rp11,67 triliun, turun dari APBD 2025 sebesar Rp13,24 triliun. Penurunan ini sangat signifikan, bahkan lebih rendah dibandingkan APBD 2022 saat kondisi ekonomi masih dalam masa pemulihan pasca pandemi,” ujarnya.

Fraksi PDI Perjuangan menilai, dengan pendapatan sebesar itu, target pertumbuhan ekonomi Sumut sebesar 5 persen sulit tercapai. “Penurunan pendapatan ini menunjukkan seolah pemerintah provinsi kehilangan optimisme dalam membangun Sumatera Utara,” tegas Franky.

Dalam pandangan Fraksi PDIP, arah kebijakan fiskal 2026 yang diklaim untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan efisiensi belanja publik justru belum sepenuhnya tampak. Meski Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami kenaikan dari Rp6,42 triliun menjadi Rp6,97 triliun atau naik 8,53 persen, struktur PAD dinilai masih rapuh.

“PAD Sumut masih sangat bergantung pada pajak konsumtif seperti kendaraan bermotor dan bahan bakar. Ini berarti basis ekonomi produktif daerah belum berkembang secara optimal,” ujar Franky.

PDI Perjuangan juga mendesak Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar meninjau kembali estimasi postur pendapatan 2026 dan mencari terobosan sumber-sumber pendapatan baru. “Pemerintah harus berani menggali potensi ekonomi produktif, bukan hanya bergantung pada penerimaan konsumtif,” tambahnya.

Fraksi PDIP turut menyoroti struktur belanja daerah 2026 yang dinilai belum menunjukkan keberpihakan terhadap sektor pembangunan. Total belanja direncanakan sebesar Rp11,67 triliun, turun 6,69 persen dibandingkan P-APBD 2025 yang mencapai Rp12,51 triliun.

Dari total tersebut, belanja operasi masih mendominasi 63,6 persen atau Rp7,43 triliun, sedangkan belanja modal hanya Rp1,53 triliun. “Meski ada peningkatan belanja modal, proporsinya masih terlalu kecil dibanding belanja rutin. Ini memperlihatkan komitmen pembangunan yang belum kuat,” kata Franky.

Fraksi PDIP menilai, ketimpangan ini paling mencolok pada urusan wajib bidang ekonomi, terutama sektor pangan. Dari total belanja, anggaran modal untuk program ketahanan pangan hanya Rp22,6 juta, jauh di bawah kebutuhan peningkatan produktivitas. “Padahal swasembada pangan merupakan salah satu prioritas nasional dalam Asta Cita Presiden Prabowo,” tegasnya.

Hal serupa juga terjadi pada sektor kelautan dan perikanan, dengan belanja operasi Rp8,31 miliar, namun belanja modal hanya Rp34 juta. Fraksi PDIP menilai lemahnya alokasi untuk sektor produktif menunjukkan ketidakseimbangan arah pembangunan.

Selain soal postur fiskal, Fraksi PDIP juga menyoroti kondisi inflasi Sumut yang dua bulan berturut-turut menjadi yang tertinggi di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Sumut mencapai 5,32 persen pada September 2025 dan 4,97 persen pada Oktober 2025, jauh di atas rata-rata nasional 2,86 persen.

“Situasi ini tidak boleh dibiarkan. Fraksi PDIP menilai Pemerintah Provinsi lambat dalam mengantisipasi dan mengendalikan inflasi. Kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) perlu dievaluasi,” tegas Franky.

Menurutnya, dengan akan memasuki momentum Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Provinsi wajib melakukan langkah konkret seperti stabilisasi harga pangan, penguatan cadangan stok, dan pengawasan distribusi.

Dalam catatan akhirnya, Fraksi PDIP menekankan lima hal penting bagi Pemerintah Provinsi Sumut. Pertama, mendorong kemandirian fiskal daerah dengan mengurangi ketergantungan pada pajak konsumtif.

Kedua, Meningkatkan inovasi pendapatan daerah, terutama dari BUMD dan digitalisasi PAD. Ketiga menekan dominasi belanja pegawai agar memberi ruang lebih besar bagi belanja modal produktif.

Keempat, memperkuat transparansi fiskal berbasis kinerja dan hasil nyata pembangunan. Dan kelima, mengedepankan partisipasi masyarakat dalam perencanaan fiskal agar manfaat pembangunan lebih merata.

“APBD bukan hanya soal angka, tetapi cermin keberpihakan terhadap rakyat. Kami berharap Pemerintah Provinsi lebih berani, kreatif, dan berpihak kepada kepentingan publik,” tutup Franky. (adz)