27 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 1102

Civitas Ganjar Ungkap Ganjar Pranowo Layak Jadi Presiden Pilihan Milenial

Relawan yang tergabung dalam Civitas Ganjar saat diskusi bertema Talk Show Refleksi Kebangsaan-Doa Bersama untuk Indonesia di Aula Paroki Hayam Wuruk, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, Sabtu (23/9).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sukarelawan Alumni Muda Universitas Sumatera Utara dan Universitas Riau (USU-Unri) atau Civitas Ganjar meyakini bahwa Ganjar Pranowo layak sebagai presiden Indonesia yang didukung oleh generasi muda milenial.

Hal tersebut diamini oleh Adolfina Elizabeth Koamesakh sebagai pemateri dalam diskusi bertema Talk Show Refleksi Kebangsaan-Doa Bersama untuk Indonesia bertema Generasi Muda Indonesia: Partisipasi dan Jalan Memilih Pemimpin Terbaik di Aula Paroki Hayam Wuruk, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Sumut, Sabtu (23/9).

Menurut perempuan yang juga sebagai akademisi ini, anak muda sudah saatnya mengetahui kriteria calon pemimpin yang cocok untuk mereka.

“Saya memaparkan ciri-ciri pemimpin kita ke depan. Seorang pemimpin harus menjawab persoalan para pemuda ke depan, yaitu generasi milenial dan Z,” tuturnya.

Menurut Adolfina, presiden nantinya mendukung kreativitas anak muda dan menyediakan banyak lapangan pekerjaan untuk mereka.

“Presiden kelak mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi mereka. Mereka punya keterampilan hidup sehingga bisa meminimalkan jumlah pengangguran,” ungkapnya.

Adolfina juga memaparkan peran anak muda di dalam perpolitikan Indonesia pada 2024.

“Ada banyak hal bisa dilakukan. Pemuda ini cukup kuat. Yang paling penting, mereka mengetahui profil seorang pemimpin seperti apa, yang sesuai dengan harapan dan tantangan Indonesia ke depan,” ucapnya.

Adolfina menilai kriteria itu ada pada diri mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

“Nah, kami melihat Ganjar Pranowo. Beliau dua periode berturut-turut 10 tahun menjadi gubernur Jawa Tengah dengan segala macam tantangan yang ada,” katanya.

Seorang dosen universitas di Sumut ini mengatakan bakal calon presiden (bacapres) dari PDIP itu sudah membuktikan kinerjanya di Jawa Tengah yang patut diacungi jempol dan menjawab permasalahan anak muda saat ini.

“Beliau sudah banyak menciptakan tenaga kerja dan ketersediaan lapangan pekerjaan, mendukung UMKM. Itu menjadi contoh bagi provinsi lain yang ada di Indonesia,” ucapnya

Artinya, Ganjar sudah berpengalaman mengelola sebuah provinsi yang begitu padat. Hal itu menjadi sebuah harapan.

Dia berpesan kepada anak muda untuk memanfaatkan momen Pemilu 2024 untuk memilih pemimpin yang sudah terbukti mampu menyejahterakan masyarakat

Pesan untuk Anak muda, kalian punya jumlah yang sangat besar di negara ini. Termasuk pemuda Katolik dan Kristen. Ingat bahwa kalian harus menentukan siapa pemimpinnya. Kalian harus memilih presiden dengan datang ke TPS.

Sementara itu, peserta diskusi bernama Elia Ananda Sinaga mengatakan generasi milenial semestinya lebih selektif lagi dalam memilih presiden Indonesia saat Pilpres 2024 nanti.

“Kita sebagai kaum muda, terutama milenial, harus selektif lagi dalam memilih pemimpin. Apa yang terbaik untuk kita ke depannya. Agar kita menjalani masa depan yang lebih baik,” ungkapnya. (rel/tri)

PSDS Optimis Kalahkan Sriwijaya FC

LATIHAN: Skuad PSDS melaksanakan latihan sebelum laga Liga 2 musim 2023/2024 menghadapi Sriwijaya FC. (Batara/Sumut Pos)

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – PSDS Deliserdang menjamu Sriwijaya FC pada laga pekan ketiga lanjutan Liga 2 musim 2023/2024 di Stadion Baharoeddin Siregar di Lubuk Pakam, Senin (25/9) pukul 15.30 WIB.

Menatap laga itu, sang arsitek Susanto mengaku akan memberikan hasil terbaik bagi PSDS demi mengharumkan nama Deliserdang.

“Kita sudah mempersiapkan, bahwasanya kita harus terus berjuang untuk membawa harum nama Deliserdang,” ujar Susanto dalam sesi temu pers, Minggu (24/9).

Dirinya mengaku telah menyiapkan beberapa taktikal yang harus dilakukan menghadapi match pada laga hari ini.

“Kita juga sudah menganalis beberapa pemain Sriwijaya, seperti pemain kuncinya yang harus diperhatikan. Dan untuk kesiapan tim sendiri tidak ada masalah, Alhamdulillah semua siap diturunkan,” tuturnya.

Senada disampaikan pemain PSDS, Ilham Yusuf Wibowo. Dengan taktikal dan strategi yang disiapkan sang pelatih, dirinya yakin bisa meraih hasil sempurna.
“Persiapan dari evaluasi yang sudah diberikan oleh coach untuk strategi juga sudah disiapkan, semoga hasilnya bisa lebih baik dari sebelumnya,” ujar Ilham.

PSDS yang memiliki trend kemenangan 3-0 pada laga sebelumnya saat menjamu PSPS Pekanbaru mewaspadai kebangkitan Sriwijaya yang baru saja menelan kekalaham di kandang Persiraja 0-2, pekan lalu.

“Soal match to match bisa berubah di setiap pertandingan. Kita tetap harus waspada dan terus berusaha bagaimana bisa maksimal dalam pertandingan. Dan anak-anak diharapkan dapat menjalankan instruksi yang diberikan,” ungkap Susanto menambahkan.

Sementara itu optimisme tinggi juga disampaikan tim Elang Andalas julukan Sriwijaya. Kendati berstatus sebagai tim tamu, pelatih kepala Sriwijaya, Yusuf Prasetyo mengusung poin pada laga ketiganya nanti.
“Yang jelas tujuan tetap sama dapat poin di setiap game. Tidak ada alasan cuaca, lapangan, tetap harus kita hadapi,” kata pelatih yang akrab disapa Yoyo itu.
Yoyo tak menampik pasukan Traktor Kuning cukup militan dan agresif saat berhasil menjungkalkan PSPS Pekanbaru tiga gol tanoa balas. Namun itu tak menyurutkan semangat timnya untuk tetap menampilkan permainan terbaiknya dan biaa meraih poin di kandang lawan.

“Kita harus waspadai mereka semua. Kendati begitu, kita dalam kondisi siap semua. Insya Allah kita percaya kita bisa menang,” ucapnya.

Disinggung mental pemain setelah takluk dari Persiraja, Yoyo tak begitu ambil pusing. “Kalah dari Persiraja, semua orang berfikir kita down tapi secara mentalitas kita biasa aja,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Rivaldi Striker Sriwijaya juga optimis bisa memenangkan laga di kandang PSDS
“Sebagai pemain sudah siap untuk bisa memenangkan pertandingan,” ucapnya mengakhiri. (btr/han)

Finishing Buruk, PSMS Ditahan Persiraja

SELEBRASI: Pemain PSMS Matheus Souza melakukan selebrasi setelah mencetak gol penyama ke gawang Persiraja di Stadion Teladan, Minggu (24/9). (Refinaldi Setiawan/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS Medan gagal meraih kemenangan saat menjamu Persiraja Banda Aceh pada lanjutan Liga 2 musim 2023/2024 di Stadion Teladan, Medan, Minggu (24/9) sore. Ayam Kinantan harus puas dengan hasil imbang 1-1.

Pada pertandingan ini, PSMS menurunkan Assanur Rijal sebagai ujung tombak bersama Putra Chaniago. Sedangkan pemain asing Matheus Souza dicadangkan.

Pertandingan langsung berjalan cepat. PSMS langsung mengambil alih jalannya pertandingan. Beberapa peluang langsung diperoleh. Salah satunya adalah tendangan Ridho Syuhada masih ditepis kiper Persiraja.

Pada menit ke-27, sundulan Assanur Rijal masih melambung di atas kiper Persiraja. Begitu juga tendangan pemain asing Kim Jin Sung pada menit ke-28 masih ditangkap kiper Persiraja, M Fahri yang tampil gemilang pada laga ini.

Keasyikan menyerang, gawang PSMS justru kebobolan pada injury time babak pertama. Berawal dari tendangan bebas, sundulan Ramadhan menembus gawang PSMS yang dijaga Abdul Rohim. Babak pertama berakhir dengan keunggulan Persiraja.

Pada babak kedua, permainan PSMS sedikit menurun. Hal itu membuat pelatih Ridwan Saragih melakukan pergantian. Matheus Souza masuk menggantikan Assanur Rijal dan Rachmad Hidayat menggantikan Ridho Syuhada.

Permainan kembali dikuasai PSMS. Namun mereka kesulitan mencetak gol. Di menit ke-60, tendangan Ichsan Pratama masih diblok pemain belakang Persiraja sehingga menghasilkan tendangan pojok.

Menit ke-69 peluang kembali diperoleh PSMS. Namun tendangan Rachmad Hidayat masih di atas mistar.

PSMS kembali berpeluang mencetak gol di menit ke-78. Sayang, sundulan Joko Susilo masih di atas mistar. Padahal kiper Persiraja sudah dalam posisi salah langkah.

Gol penyelamat PSMS akhirnya datang di injury time pertandingan. Tendangan keras Matheus Souza dari luar kotak penalti berhasil menjebol gawang Persiraja. Gol membuat pertandingan terpaksa berakhir dengan imbang.

Dengan hasil ini, PSMS belum meraih kemenangan dalam dua pertandingan awal di Liga 2 musim ini. Sebelumnya, Ayam Kinantan juga bermain imbang saat bertandang ke markas Sada Sumut FC.

Pelatih PSMS Ridwan Saragih mengaku kecewa dengan hasil ini. Dia mengakui penyelesaian akhir timnya masih bermasalah. Banyak peluang diperoleh, tapi gagal menjadi gol.

“Setelah pertandingan ini, kami akan melakukan evaluasi secara menyeluruh. Khususnya dalam penyelesaian akhir, kita masih buruk. Kita mendominasi jalannya pertandingan, tapi gagal mencetak gol,” ungkap Ridwan Saragih pada temu pers usai pertandingan.

PSMS juga masih memiliki masalah dalam mengantisipasi tendangan bebas. Terbukti mereka harus kebobolan dari tendangan bebas. “Kita kebobolan sama seperti saat melawan Sada Sumut. Terjadi melalui tendangan bebas dan pada injury time babak pertama,” tegasnya.

Sedangkan Pelatih Persiraja Achmad Zulkifli mengaku puas dapat mencuri poin pada laga tandang perdana mereka. Namun dia juga kecewa dengan kepemimpinan wasit, karena gol PSMS terjadi saat sudah melewati waktu pertandingan.

“Kami bukan kecewa dengan proses gol itu, tapi waktunya. Gol itu terjadi saat telah melewati tambahan waktu empat menit. Tapi secara keseluruhan kami puas dengan hasil ini,” pungkasnya. (dek)

Kasus Impor LNG, CERI Pertanyakan Tanggung Renteng Kementerian BUMN

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pernyataan keras mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan ketika akan ditahan KPK pada Selasa (19/9), menyisakan misteri tanda tanya besar.

Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) berhasil memperoleh keterangan dari sumber terpercaya terkait pembelian LNG dari Amerika Serikat yang sedang diusut KPK. Temuan tersebut pun mengungkap dugaan peran mantan pejabat dan pejabat teras Pertamina hingga Kementerian BUMN.

“Karen menegaskan kontrak LNG itu langkah korporasi atas dasar persetujuan antara surat Menteri BUMN kepada Unit Kerja Presiden Bidang Pengawas dan Pengendali Pembangunan (UKP4) tanggal 19 Maret 2012 dan Sales Purchase Agreement (SPA) 1 dan SPA 2 tahun 2013 telah diamandemen dengan SPA tahun 2015 yang ditanda tangani oleh Dirut Pertamina saat itu Dwi Sucipto,” kata Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman dalam rilisnya, Minggu (24/9).

Dikatakan, semua nilai kontrak pembelian LNG tersebut transparan dan tercantum di website SEC (Security Exchange Commision), semua pihak setiap saat dapat melihatnya.

Di antara keterangan penting itu antara lain terendus hilangnya potensi keuntungan Pertamina dari rencana penjualan LNG ke Tarfigura pada Oktober 2018 karena tak mampu membaca pasar dari situasi geopolitik. Kala itu, penawaran Trafigura terbatas, hanya tiga hari. Namun sayang, Pertamina gagal memenuhi tahapan transaksi itu. Kesempatan untung itupun lenyap dan akhirnya berujung kasus hukum.

“Bisa jadi penyebab kegagalan meraih keuntungan pada 2018 itu ada persoalan kompetensi dan kapasitas di Dewan Direksi yang tidak memiliki pengalaman cukup dalam berbisnis dengan trader kelas dunia. Hal itulah yang diherankan Karen dalam salah satu pernyataan dia,” ungkapnya lagi.

Artinya, lanjut Yusri, Kementerian BUMN telah ikut tanggung renteng telah gagal menetapkan anggota direksi yang memiliki kompetensi dan jam terbang tinggi dalam memitigasi potensi kerugian bisnis LNG menjadi laba.

“Lagi pula, Komite LNG yang dibentuk dari keputusan rapat Direksi saat Plt Dirut Pertamina dijabat Nicke Widyawati sejak 20 April 2018 perlu juga dipertanyakan kemampuan memitigasi potensi kerugiaan dari kontrak LNG saat itu,” ungkap Yusri.

Menurut Yusri, dari ucapan Karen pada media di KPK saat itu, muncul kesan ada pembiaran dari Direksi Pertamina saat itu terhadap kontral LNG Corpus Cristi Liquefaction (CCL) Amerika.

“Namun kami agak mempercayai keterangan Karen dan sumber Pertamina lain yang menghandel bisnis LNG, bahwa posisi keuntungan yang dinikmati Pertamina saat ini sudah mencapai sekitar Rp 1,24 triliun dan prognosa 2025 sekitar Rp 1,6 triliun,” beber Yusri.

Meski demikian, kata Yusri, soal mana yang benar antara klaim Ketua KPK, Firly Bahuri tentang kerugian Rp 2,1 triliun dengan keterangan Karen dan Pertamina akhirnya memeroleh keuntungan cukup besar, biar nanti dalam proses pengadilan akan terungkap secara terang benderang siapa yang benar.

“Akan tetapi soal kompetensi dan kapasitas anggota direksi harusnya jadi pembelajaran penting bagi kementerian BUMN dalam menempatkan anggota direksi di BUMN strategis. Hindarilah orang luar menduduki posisi strategis, hindari dari intervensi politik, harus profesional,” beber Yusri.

Sementara itu, mengenai pembelian LNG dari Amerika Serikat oleh Pertamina tersebut, CERI juga menemukan keterangan lain.

“Kami memperoleh keterangan dari sumber terpercaya, LNG yang telah dibeli dari Amerika Serikat itu ternyata awalnya untuk kebutuhan pembangkit PLN dan kilang-kilang pengolahan yang cilakanya tidak kunjung selesai atau gagal dibangun. Bahkan sampai kargo LNG itu sudah akan diterima Pertamina,” beber Yusri.

Secara detail, Yusri juga membeberkan proses penjualan LNG Pertamina yang mulai dari proses tender awal Oktober 2018. Menurutnya KPK harus menyelediki secara menyeluruh, termasuk nuansa di rapat-rapat Board of Director (BOD) saat itu. (rel/dek)

Masyarakat Terbantu Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni

PEDULI: Ganjar Pranowo saat meninjau salah satu rumah warga yang perlu mendapatkan bantuan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) di Sukoharjo. (Foto : Humas Pemprov Jateng)

SALAH satu program penanganan masyarakat kurang mampu di Jawa Tengah adalah bantuan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH). Di masa kepemimpinannya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah meningkatkan target RTLH dari 11.417 unit rumah pada 2022, menjadi 15.000 unit rumah pada 2023 ini.
Selain untuk membantu renovasi rumah masyarakat kurang mampu, lewat program RTLH tersebut Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga berupaya membangkitkan ekonomi masyarakat melalui dana padat karya. Karena itu, nilai bantuan RTLH pun dinaikkan menjadi total Rp 20 juta per unit. Rinciannya, Rp 18 juta untuk material dan Rp 2 juta untuk padat karya.
Sudah banyak masyarakat kurang mampu yang menerima manfaat dari program bantuan tersebut. Untung Supriyadi, warga RT 2 RW 4 Desa Purworejo, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, menjadi salah satu penerima bantuan renovasi RTLH. Pria yang bekerja sebagai pekerja bangunan ini bahagia karena tidak lagi khawatir rumahnya akan roboh.
Untung tidak pernah membayangkan jika tidak mendapatkan bantuan perbaikan rumah dari Ganjar Pranowo. Pasalnya, jika harus mengandalkan upah sebagai pekerja bangunan sebesar Rp 600 ribu per minggu, sangat sulit untuknya merenovasi rumah hingga nyaman dihuni.”Dulu kalau hujan, air masuk dan kalau cuaca panas jadi panas sekali. Kalau angin kencang saya takut rumah roboh,” kenangnya.
Dia bersyukur, rumahnya didatangi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada 2019 silam. Kini rumah Untung tampak jauh lebih nyaman. Dindingnya kokoh dengan susunan batako terpasang di sekeliling rumah. Lantainya juga telah diplester semen, dan kerangka atap diperkuat. Kusen pintu dan jendela menggunakan jenis bahan berkualitas yakni kayu jati lokal.
Selain Untung, banyak masyarakat Jawa Tengah lainnya yang telah mendapatkan bantuan RTLH. Seperti dua warga kurang mampu di Desa Selanegara Kecamatan Sumpiuh, Banyumas, Jemisah (75), dan Sumarno (49). Bantuan tersebut langsung diberikan Ganjar Pranowo saat melakukan kunjungan kerja di desa tersebut.
“Rumah saya dulu sangat memprihatinkan. Tiang-tiang penyangga rawan ambrol karena konstruksi lama, tidurpun jadi nggak tenang. Sekarang rumah jadi baik karena bantuan Pak Ganjar di tahun 2022. Terima kasih Pak Ganjar,” ungkapnya.
Mengenai program RTLH, Ganjar Pranowo mengaku hal itu terwujud juga berkat bantuan berbagai pihak.”Segala daya upaya kami kerahkan, baik dari kabupaten, provinsi hingga pusat. Namun itu semua belum cukup, kami dapat kekuatan lain seperti Baznas, CSR atau para filantropi untuk keroyokan sehinga masyarakat bisa tinggal di rumah yang sehat, layak huni, dan hidup bahagia,” ungkap Ganjar.

Menanggapi program bantuan renovasi rumah tidak layak huni ini, Pengamat Sosial dari Universitas Sumatera Utara (USU), Agus Suriadi mengatakan program RTLH memang sangat dibutuhkan untuk membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu.

Agus mengungkapkan bahwa untuk RTLH ini, memang harus ada kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Pemerintah Kabupaten/Kota melakukan stimulan. Apa-apa yang harus dilakukan terhadap rumah tidak layak huni itu.

Rumah layak huni, sambungnya juga sebagai penekanan angka stunting. Dua hal ini, ada kolerasi yang erat. Antara stunting dan kemiskinan ekstrim. Salah satu indikator adalah rumah layak huni.
Karena itu Agus berharap, pemimpin daerah dapat berkolaborasi dalam memberikan bantuan RTLH dan menekan kemiskinan ekstrim. (rel/gus/sih)

5363 Mahasiswa Baru Akan Hadir di PKKMB UMSU

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 5363 mahasiswa baru akan mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Masa Taaruf IMM UMSU 2023 mulai Senin (25/9).

“Insya Allah PKKMB dan Masta UMSU yang digelar di Kampus Jalan Kapten Mukhtar Basri, Medan dihadiri seluruh mahasiswa baru UMSU yang berjumlah 5363 orang,” ungkap Wakil Rektor III, Dr. Rudianto, MSi yang sekaligus ketua panitia pelaksana kepada wartawan, Minggu (24/9) disela persiapan pembukaan acara yang dipusatkan di lapangan parkir kampus.

Dijelaskan dia, PKKMB dan Masta UMSU akan dimulai Senin (25/9) sampai Jumat (29/9). Berbeda dari tahun sebelumnya, pada Sabtu (30/9) bersama RCTI akan menggelar RCTI Invasion yang menghadirkan grup band papan atas Indonesia.

Sedikit bocoran, dalam acara bertajuk RCTI Invasion yang menghadirkan grup band papan atas Indonesia, juga dimeriahkan performance sejumlah unit kegiatan mahasiswa, diantaranya UMSU Band, tari dan teater.

PKKMB UMSU sendiri rencananya akan dibuka Kapolda Sumut, Irjen Pol Agung Setya I.E., SH., SIK., M.Si. “Kehadiran Kapolda Sumut kita harapkan, selain membuka PKKMB juga memberikan motivasi kepada mahasiswa baru UMSU untuk sukses mengikuti pendidikan dan meraih masa depan lebih baik,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, selaku Ketua Panitia, Rudi memgimbau, para mahasiswa baru UMSU yang mengikuti PKKMB dan Masta bisa menjaga disiplin dengan hadir tepat waktu dan mengenakan atribut berupa almamater dan tanda fakultas. Para peserta PKMB juga diharapkan tidak memakai kendaraan pribadi atau diantar orang tua.

“Saya juga berharap seluruh mahasiswa baru UMSU bisa mengikuti seluruh rangkaian PKMB dan Masta dengan tertib. Ada banyak informasi penting yang perlu dipahami oleh para mahasiswa baru agar bisa mengikuti perkuliahan dengan baik sehingga sukses dalam pendidikan,” jelasnya.

Sementara itu terkait pascasarjana, Wakil Rektor III, menjelaskan, PKKMB akan dilaksanakan secara terpisah. Konsep pelaksanaan juga akan berbeda dari PKKMB program sarjana.

Pascasarjana UMSU memiliki 11 program studi magister dan satu program doktor hukum. Program magister yakni, magister manajemen, akuntansi, hukum, notariat, komunikasi, manajemen pendidikan tinggi. Selanjutnya magister matematika, pendidikan Agama Islam, ilmu pertanian, elektro dan magister bio medis. (rel/sih)

PLN Peduli Salurkan Bantuan Sembako Untuk Korban Cuaca Ekstrem di Mandailing Natal

Manager PLN ULP Natal, Muhammad Faiz menyalurkan bantuan sembako ke masyarakat terdampak cuaca ekstrem di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara (23/9).

NATAL, SUMUTPOS.CO – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara melalui PLN Peduli melakukan aksi peduli bencana dengan menyalurkan bantuan untuk masyarakat terdampak cuaca ekstrem di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara pada Sabtu (23/9/2023).

PLN Peduli hadir untuk menyalurkan puluhan paket sembako kepada para korban banjir di 3 desa paling parah terdampak yakni Desa Patiluban Mudik, Desa Kampung Sawah dan Desa Banjar Aur.

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Awalduddin Hafid mengatakan pembagian paket sembako ini di fokuskan pada korban cuaca ekstrem yang terjadi pada Jumat sore pukul 17.00 WIB (22/9/2023). Upaya tersebut untuk pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat setelah terdampak bencana.

“Terdapat 3 desa dengan kondisi paling terdampak cuaca ekstrem terdiri dari 2 desa di Kecamatan Natal dan 1 desa di Kecamatan Sinunukan. Untuk itu, PLN melalui PLN Peduli menyerahkan sebanyak 70 paket sembako kepada masyarakat di desa tersebut,” ungkap Awaluddin.

Awaluddin menyampaikan kegiatan ini merupakan aksi cepat tanggap dan solidaritas PLN kepada korban cuaca ekstrem untuk meringankan beban yang dirasakan mereka. Penyaluran dilakukan oleh PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Padang Sidimpuan dan Unit Layanan Pelanggan (ULP) Natal.

PLN juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang akan terjadi di beberapa daerah di Sumatera Utara. PLN juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan potensi maupun gangguan kelistrikan yang terjadi selama musim hujan.

“Alhamdulillah PLN telah menyalurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat terdampak cuaca ekstrem, semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya,” ujar Awaluddin.

Awaluddin juga memastikan personel PLN akan selalu bersiaga di lapangan untuk menjaga pasokan listrik tetap aman saat cuaca ekstrem. (rel/ila)