32 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 1127

Penyakit Asam Urat, Kakek 70 Tahun Gantung Diri

PERIKSA: Tim Inafis Polres Tebingtinggi melalui evakuasi dan pemeriksaan kepada jasad Baren Purba.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Tidak tahan karena mengidap penyakit asam urat dan stroke, Baren Purba (70) warga Dusun I, Desa Baja Dolok, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) nekad gantung diri disebuah gubuk tempat tinggalnya.

Korban ditemukan oleh anggota keluarganya menggantung di depan gubuknya dengan menggunakan seutas tali nilon berwarna hijau. Saat ditemukan keluarga, korban kondisi sudah tidak bernyawa.

Dugaan penyebab kematian Baren Purba, dari keterangan pihak keluarga karena dirinya mengidap penyakit asam urat dan stroke yang sudah cukup lama.

Sofian Saragih (59) keponakan korban menuturkan bahwa Baren Purba tidak kembali kerumah selama satu hari satu malam, karena keluarga merasa curiga, mencona mendatangi gubuk tempat tinggalnya sementara diladang.

“Memang keluarga kami ini mengalami riwayat penyakit yang tak kunjung sembuh sudah puluhan tahun, mungkin dirinya stres, karena berbagai pengobatan sudah dicobanya dan beliau tidak kunjung sehat,” ungkap Sofian, Sabtu (17/9) sore.

Kapolsek Sipispis, AKP Gunawan Efendi membenarkan adanya laporan warga ada yang gantung diri, setelah melakukan olah tempat kejadian dan dari hasil visum dilapangan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan.

“Karena keluarga korban menolak dilakukan otopsi dirumah sakit, pihak kepolisian menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” bilang AKP Gunawan. (ian)

Laporan Pencurian dan Perusakan Mandek di 2 Polsek

TUNJUKKAN: Pelapor di Polsek Selesai dan Polsek Stabat hingga Polres Langkat menunjukkan bukti laporan serta sertipikat hak milik perladangan sawit.Teddy Akbari/Sumut Pos.

STABAT, SUMUTPOS.CO – Kinerja 2 polsek di jajaran Polres Langkat dan Binjai dikeluhkan pelapor. Adapun keduanya dimaksud yakni Polsek Stabat (Polres Langkat) dan Polsek Selesai (Polres Binjai).

Pintanta Krina Tarigan selaku pelapor menjelaskan, laporannya di Polsek Selesai terkait pengrusakan sebuah gubuk di sebuah perladangan sawit, Dusun Betengar, Desa Lau Mulgap, Kecamatan Selesai, Langkat pada medio Februari 2023.

“Laporan kami memang ditindaklanjuti, dan polisi ada menangkap seorang pelaku. Namun sekarang, perkembangannya belum ada lagi,” ujar pelapor, Minggu (17/9/2023).

Dia menjelaskan, terduga pelaku tersebut sudah mengku kalau perobohan dan penghancuran gubuk di Selesai atas perintah seseorang.

“Atas informasi ini, harusnya Polsek Selesai sudah bisa memanggil atau menangkap terduga orang yang menyuruh. Tapi ketika saya tanyakan, jawabannya gak bisa ditangkap. Alasannya karena terduga pelaku lain yang menghancurkan gubuk kami belum ditangkap. Kalau sudah ditangkap, baru bisa dilakukan konfrontir dan pemanggilan terhadap orang yang menyuruh,” urainya.

Sebelum laporan perusakan gubuk, dia juga telah melaporkan pencurian sedikitnya 7 pohon durian. Ia menyebut, polisi tidak melakukan tindakan lanjut terhadap laporannya karena tidak ada saksi yang melihat peristiwa pencurian pohon durian tersebut.

“Memang tidak ada saksi pada saat itu karena nyolongnya malam-malam. Cuma laporan kami yang di Polsek Selesai mentok juga, belum ada perkembangan,” sambungnya.

Dia menambahkan, seorang terduga pelaku yang sudah ditangkap Polsek Selesai berujar bahwa disuruh oleh seseorang berinisial MKG alias R (40) warga Kecamatan Sirapit. Terduga pelaku tersebut diupah Rp50 ribu untuk membongkar gubuk tersebut.

“Ada seorang lainnya berinisial R juga, yang diduga menyuruh pelaku untuk menghancurkan joglo kami,” sambungnya.

Selain di Polsek Selesai, juga ada laporannya mandek di Polsek Stabat dengan tuduhan dugaan pencurian buah kelapa sawit dan penghadangan truk yang mengangkut hasil panen mereka.

“Laporan pencurian dibuat di Polres Langkat dan sampai sekarang tidak ada perkembangan. Kalau untuk kasus penghadangan mobil truk kami, tahapnya sudah sampai jaksa,” urai pelapor.

Untuk laporan di Polres Langkat, hal tersebut berdasarkan nomor: LP/B/156/III/2023/SPKT/Polres Langkat/Polda Sumut pada Rabu (29/3/2023). Dalam laporan ini, korban mengalami kerugian Rp6,6 juta karena buah kelapa sawit diambil paksa setelah dipanen di Dusun VII, Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, Langkat.

“Kalau laporan di Polsek Stabat, penyidik disuruh jaksa untuk menyelesaikan hal-hal yang disuruh, salah satunya menghadirkan saksi. Kemudian hitung kalkulasi harga buah pada saat itu dan mengecek surat tanah. Hasilnya di BPN (Badan Pertanahan Nasional) Kabupaten Langkat, sah suratnya ada,” kata dia.

Artinya, kelengkapan yang diminta jaksa sudah dipenuhi. Seperti halnya alas hak perladangan sawit yang sudah sah dan jelas kepemilikannya.

Namun, tetap saja ada oknum aparat penegak hukum yang diduga tidak serius menangani persoalannya. “Di situ saya kadang heran lihat aparat penegak hukum di Langkat. Kenapa rakyat kecil seperti kami selalu ditindas. Apa memang kami tidak dipayungi hukum dan mereka seolah-olah kebal hukum,” ujarnya.

Dia menduga, persoalan perusakan gubuk di Selesai dengan serangkaian peristiwa yang terjadi wilayah hukum Polsek Stabat adalah kelompok yang sama. “Terlapor berinisial R diduga antek-antek dari DPO Polres Langkat yang berinisial Eb dan Ek. Karena sedang DPO, R ini diduga sebagai kaki tangannya di lapangan,” katanya.

Terlebih lagi saat penghadangan truk pengangkut buah kelapa sawit hasil panen. Menurut dia, sekelompok massa datang dengan membabi buta diduga sembari membawa senjata tajam.

“Waktu penghadangan termasuk ada orang tua perempuan DPO yang berinisial Eb di situ. Ada 2 kali dilakukan penghadangan, pertama bawa parang dan senjata tajam lainnya, tapi tidak menusukan parangnya. Kemudian mereka datang pakai atribut salah satu ormas dan dampak yang mereka buat, kami jadi takut melakukan panen sawit,” katanya.

Karenanya, dia berharap, Presiden Joko Widodo dan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit dapat memberikan atensi terhadap kasusnya.

“Harapan saya, mohon kepada Bapak Presiden Bapak jokowi, Bapak Kapolri mohon ditindak orang orang yang melakukan tindak pidana seperti ini, jangan dilindungi. Tolong dikasih tau kepada oknum-oknum yang bertanggungnajwab di wilayah hukumnya, kalau terus dibiarkan saya bisa juga umumkan ke warga Langkat untuk mencuri saja. Tolong Pak Jokowi, Pak Kapolri, tolong ditindak tegas,” pungkasnya. (ted)

Bobby Nasution Beri Semangat Ratusan Mahasiswa Baru Institut Bisnis IT & B

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Senantiasa semangat untuk meraih impian menjadi salah satu pesan yang disampaikan Wali Kota Medan Bobby Nasution kepada ratusan mahasiswa baru yang tengah mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Institut Bisnis IT & B, Jalan Mahoni Medan, Sabtu (16/9).

 “Buat teman-teman, semangat terus. Artinya, semangat tidak hanya saat masa orientasi tapi juga sampai nanti melewati setiap fase dalam mewujudkan impian dan cita-cita  masing-masing,” kata Bobby Nasution didampingi sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait di lingkungan Pemko Medan.

  Bobby Nasution selanjutnya menuturkan,  selama mengikuti masa orientasi, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya sekadar menjadikannya sebagai kesempatan untuk mengenal teman baru  dan lingkungan kampus saja, tapi harus  mengenal perannya sebagai mahasiswa.

 “Sudah di tahap sebagai seorang mahasiswa. Harapan kami, teman-teman semua bisa mengenal dan mengetahui perannya tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk mendukung kemajuan bangsa, negara dan terutama bagi Kota Medan,” bilangnya.

 Tidak itu saja, Bobby Nasution juga sempat berbagi pengalamannya saat melewati masa-masa perkuliahan saat di Institut Pertanian Bogor (IPB). Saat itu, ungkap Bobby, ia mengambil jurusan Agribisnis di Fakultas Ekonomi dan Manajemen.

  “Nah, apa yang hari ini teman-teman pilih mudah-mudahan mampu menghantarkan ke berbagai tempat nantinya, termasuk di dunia pemerintahan. Karena saat ini banyak jurusan bisnis masuk, tergabung dan bekerja di sektor pemerintahan. Contohnya saya, ” ujarnya seraya tertawa kecil.

 Di kesempatan itu, Bobby Nasution juga melakukan penandatanganan nota kesepakatan dalam rangka pemberian beasiswa bagi anak berprestasi di Kota Medan untuk melanjutkan pendidikan di Institut Bisnis IT & B. (rel)

Hadirkan Listrik Lewat PMN, Kini 11 Desa di Sumatera Utara Nikmati Listrik 24 Jam

Wakil ketua Komisi VI DPR RI, Martin Manurung secara simbolis melakukan penyalaan listrik di desa Hiliaurifa Hilisimaetano, Kecamatan Maniamolo, Kabupaten Nias Selatan, Kepulauan Nias, Sumatera Utara (11/9)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komitmen pemerintah untuk pemerataan akses ketenagalistrikan bagi masyarakat di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) kembali diwujudkan dengan penyalaan 11 desa di Sumatera Utara melalui dana Penyertaan Modal Negara (PMN).

Penantian panjang masyarakat 11 desa tersebar di berbagai kabupaten yang ada di Sumatera Utara, yakni Kabupaten Langkat, Asahan, Nias Selatan, Tapanuli Utara, Labuhan Batu Selatan, Mandailing Natal, Humbang Hasundutan dan Nias Utara.

Untuk memastikan pelaksanaan pemerataan akses ketenagalistrikan di Sumatera Utara. Wakil ketua komisi VI DPR RI melakukan tinjauan langsung di beberapa desa di Kepulauan Nias. Tinjauan tersebut dilakukan pada tanggal 9 hingga 11 September 2023.

Wakil ketua komisi VI DPR RI, Martin Manurung menyampaikan kunjungan ini dilakukan untuk memastikan PLN dalam menjalankan amanah pemerintah untuk menerangi desa di daerah 3T berjalan sesuai harapan pemerintah.

“PLN salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang ketenagalistrikan merupakan mitra kerja komisi VI DPR RI. Dalam menjalankan program pemerintah untuk menerangi hingga ke pelosok negeri. Kami berkewajiban untuk memastikan program tersebut berjalan sesuai harapan pemerintah,” ujar Martin.

Untuk itu ia berharap masyarakat desa yang telah dijangkau listrik PLN tidak hanya memanfaatkan listrik untuk keperluan konsumtif melainkan dapat untuk digunakan untuk kegiatan produktif guna mengingkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Yasafati Halawa, Kepala Desa Mohili Berua Kecamatan Botomuzoi, Kabupaten Nias, menceritakan beberapa hal yang di alami oleh PLN dalam pembangunan listrik di Desa Mohili Berua. Banyak masyarakat tidak mengizinkan pohon milik mereka untuk dipotong.

“Proses pembebasan lahan menjadi faktor utama yang di alami oleh PLN. Berkat sinergi dan kolaborasi yang baik antara PLN dan pemerintah daerah, kendala tersebut dapat diselesaikan dengan baik,” kata Yasafati.

Dalam wawancara terpisah, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Awaluddin Hafid mengatakan PLN berhasil membangun Jaringan Tegangan Menengah sepanjang 27,145 kilometer sirkuit (Kms), 10 unit trafo distribusi dengan total daya 600 kilo Volt Ampere (kVA) selama pada periode bulan Juli hingga Agustus 2023 dengan menggunakan dana PMN dari pemerintah.

“PLN mengucapkan selamat kepada 489 pelanggan di 11 desa kini telah dapat menikmati listrik PLN selama 24 jam. Semoga dengan adanya listrik dapat meningkatkan perekonomian, kesejahteraan dan pendidikan,” ungkap Awaluddin.

Awaluddin juga menambahkan dengan support yang diberikan oleh pemerintah melalui dana PMN membuat PLN semakin bersemangat untuk terus menerangi hingga ke pelosok negeri. Hal ini sejalan dengan Pancasila ke lima yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Oniago Zega, salah satu warga Dusun II Desa Siofabanua mengucapkan terima kasih kepada PLN karena penantian selama bertahun – tahun masyarakat di Desa Siofabanua untuk menikmati listrik dari PLN akhirnya dapat terwujud.

“Penantian kami selama bertahun – tahun sejak Indonesia merdeka, akhirnya kini kami dapat menikmati listrik. Kami ucapkan terima kasih kepada PLN yang telah membangun jaringan listrik di desa kami,” tutur Oniago. (rel/ila)

Wanita Paruh Baya Tewas Hanyut di Sungai Deli

EVAKUASI: Petugas BPBD mengevaluasi jasad korban dari jembatan Sungai, usai tergelincir di bantaran Sungai Deli.

LABUHANDELI, SUMUTPOS.CO – Demina Hotmaria Br. Rajagukguk (49), hanyut terbawa arus Sungai Deli, di Jalan Sungai Deli, Dusun IX A, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Sabtu (16/09/2023) sekitar pukul 07.00 WIB.

Korban hanyut di Sungai Deli, saat ia mencari barang bekas di seputaran aliran Sungai Deli.
Namun karena satu malam hujan deras, bibir sungai basah dan licin sehingga korban terpeleset dan jatuh ke Sungai Deli, yang saat itu kondisi debit air sungai cukup tinggi.

Menurut saksi mata di lokasi kejadian, M.Ridwan (25), warga Jl.Banten Dusun IX A Desa Helvetia yang berprofesi sebagai penjual ayam potong pajak di Pajak Bunut, sempat melihat korban jatuh masuk di Sungai Deli, yang saat sedang berada di bantaran Sungai Deli.

“Menurut Ridwan, Korban awalnya sedang cari botot, tak lama ada temannya yang sehari hari juga mengorek dan mencari nasi busuk dari tong sampah warga.

Kemudian, teman korban yang juga tukang cari nasi busuk, mengatakan jangan dekat-dekat karena sungai lagi banjir. Tak dinyana, Ridwan mendengar jeritan korban minta tolong, dan melihat Demina sudah berada di dalam sungai dan terbawa arus.

“Kondisi hujan deras dan air sungai meluap warga yang mendengar jeritan korban tidak berani menolong korban di karenakan Sungai Deli banjir dan meluap airnya, hingga hampir mendekati benteng sungai deli tersebut, “ucap Ridwan.

Kabar hanyutnya korban pun sampai ke Polsek Medan Labuhan, dan langsung terjun ke lokasi kejadian guna menyusuri sungai dibantu oleh BPBD, Pemerintah Desa Helvetia, dan Pemerintah Kecamatan Labuhan Deli.

Setelah dilakukan pencarian, sekitar pukul 12.30 WiB, jasad korban ditemukan di bawah jembatan Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli, atau berjarak sekitar 6 Km dari lokasi kejadian.

Kepala Dusun IX A, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Dicky Chandra ketika ditemui di lokasi kejadian mengatakan, korban atas nama Dosmaria warga Jalan Persatuan XI, tergelincir ke aliran sungai Deli, korban ditemukan sejauh 6 km dari lokasi kejadian tepatnya di bawah jembatan Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli sekitar pukul 12.30.WIB.

Babinkamtibmas Desa Helvetia yang mewakili Kapolsek Medan Labuhan, Bripka Ismail Bahmid Nasution ketika dikonfirmasi di rumah duka mengatakan, korban sudah kita bawa kesini, dengan menggunakan ambulance dari BPBD, untuk kejadian ini adalah murni kecelakaan.

Setelah dievakuasi jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Persatuan XI, Tanah Garapan, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, untuk disemayamkan.(mag-1/Han)

AKP Zuhatta Mahadi Jabat Kasat Reskrim Polres Binjai

AKP Zuhatta Mahadi (kiri) yang akan mengisi jabatan Kasat Reskrim Polres Binjai.Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kekosongan pejabat untuk jabatan kepala satuan reserse kriminal (kasat reskrim) Polres Binjai, akhirnya terjawab. Sejak 2 bulan belakangan ini, jabatan Kasat Reskrim Polres Binjai diisi oleh pelaksana harian, Iptu M Ramadan yang menjabat definitif sebagai Kepala Urusan Pembinaan Bagian Operasi Satreskrim.

Kasi Humas Polres Binjai, Iptu Riswansyah membenarkan perwira baru yang bakal mengisi kursi orang nomor satu di Satreskrim Polres Binjai. “Ya benar, sudah ada. Sertijab akan dilakukan dalam waktu dekat,” ujar Riswansyah, Minggu (17/9/2023).

AKP Zuhatta Mahadi, adalah perwira pertama (pama) yang bakal mengisi jabatan Kasat Reskrim Polres Binjai. Dia merupakan lulusan akademi kepolisian (akpol) yang berpengalaman di bidang reserse.

Sebelum menjabat Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Zuhatta Mahadi mengisi jabatan Kasat Reskrim Polres Tapanuli Utara. Saat masih berpangkat iptu, Zuhatta telah mengisi jabatan di kepala unit reserse kriminal di jajaran Polrestabes Medan.

Mulai dari Polsek Delitua dan Polsek Helvetia. Kemudian tak lama berselang, pama kelahiran Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) atau Aceh ini juga mengisi mengisi jabatan Kanit Resmob Polrestabes Medan dan Kanit IV Satreskrim Polrestabes Medan. (ted)

Civitas Ganjar Paparkan Kinerja Ganjar Pranowo di Jawa Tengah

Civitas Ganjar saat kegiatan 'Sekolah Politik, Kilas Balik: Manifestasi Pergerakan Mahasiswa Dalam Perpolitikan Bangsa' di Aula YPPIA, Medan Petisah, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (16/9).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Disinggung soal Ganjar Pranowo, Politisi Senior PDIP sekaligus Alumni USU, Samulya Surya Indra memberikan tanggapannya dalam melihat sosok Ganjar Pranowo selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah dua periode.

Dimatanya, Ganjar merupakan sosok yang sederhana, pembawaan apa adanya dan mengerti permasalahan masyarakat akar rumput.

Berasal dari keluarga yang sederhana, lanjutnya, Ganjar memiliki empati besar dan paham betul bagaimana cara untuk bertindak kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Ganjar sendiri apabila kita lihat, beliau sendiri memang pemimpin yang berasal dari rakyat biasa dan tidak memiliki latar belakang orangtua yang memiliki kekuasaan, artinya dia paham permasalahan rakyat kecil karena dia punya empati dan kepedulian,” kata Indra saat diwawancarai seusai kegiatan ‘Sekolah Politik, Kilas Balik: Manifestasi Pergerakan Mahasiswa Dalam Perpolitikan Bangsa’ yang diadakan Civitas Ganjar di Aula YPPIA, Medan Petisah, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (16/9).

Jawab Indra, banyak pencapaian dan program yang dinilai berpihak kepada masyarakat. Hal tersebut membuktikan bahwa Ganjar sangat mengerti persoalan masyarakat lapisan bawah.

“Kalau kita mengikuti kinerjanya di Jawa Tengah, berapa banyak Ganjar memperbaiki rumah tak layak huni, kemudian dilihat dari angka kemiskinan ekstrem jumlahnya semakin menurun dan terbosan lainnya, seperti kartu tani salah satu yang terbaik di Indonesia dan asuransi nelayan. Masih banyak saya kira program keberhasilan yang bisa kita lihat dari Ganjar,” jawabnya.

Dengan demikian, Indra yakin apabila Ganjar menjadi Presiden kelak, sosoknya akan berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat lapisan bawah. (rel/tri)

Penjelasan Kadisdikbud Medan Soal Video Guru Menangis, Viral, Akibat Gaji Ditahan Kepsek

MENANGIS: Video sejumlah guru menangis akibat gaji mereka ditahan Kepsek.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebuah video yang menunjukkan sejumlah guru di Kota Medan yang mengeluhkan nasib mereka karena tidak kunjung mendapatkan gaji akibat ditahan oleh oknum kepala sekolah, viral di media sosial.

Dari video berdurasi 1 menit 9 detik itu diketahui, bahwa peristiwa tersebut dialami oleh sejumlah guru di SMP Negeri 15 Medan.

Dikonfirmasi Sumut Pos, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan, Laksamana Putra Siregar, membenarkan video tersebut.

“Benar, video tersebut terjadi di SMP Negeri 15 Medan. Guru-guru di video tersebut juga merupakan guru-guru di SMP Negeri 15 Medan,” jawab Putra kepada Sumut Pos, Minggu (17/9/2023).

Hanya saja, kata Putra, dirinya mengaku heran akan video tersebut yang justru beredar beberapa hari belakangan. Sementara, masalah yang diungkapkan para guru di video tersebut telah selesai sebelum video itu tersebar hingga viral di media sosial.

“Perlu saya tegaskan, bahwa masalahnya sudah selesai sebelum video itu beredar,” ucapnya.

Dijelaskan Putra, aduan tentang penundaan atau penahanan gaji para guru tersebut telah diterima pihaknya pada tanggal 5 September 2023. Begitu menerima aduan tersebut, Disdikbud Medan pun bergerak cepat dengan melakukan mediasi antara para guru dan kepsek SMPN 15 Medan.

“Kami di Disdikbud Medan mendapatkan aduan itu tanggal 5 September. Tanggal 7 (September) nya langsung kita mediasi antara guru dengan kepseknya,” ujarnya.

Dalam mediasi tersebut, Disdikbud Medan memerintahkan Kepsek SMPN 15 Medan untuk segera menandatangani surat permohonan pembayaran gaji para guru pada hari itu juga.

“Jadi saat mediasi di tanggal 7 September itu, kita sudah perintahkan kepada kepsek (SMPN 15) agar segera menandatangani pencairan gaji para guru. Alhasil hari itu juga, di tanggal 7 September itu, si kepsek sudah langsung menandatanganinya. Jadi masalahnya sebenarnya sudah clear di tanggal 7 September itu,” katanya.

Hanya saja, sambung Putra, saat ini di Pemko Medan tidak ada lagi pembayaran gaji secara tunai, melainkan pembayaran gaji dikirimkan secara langsung ke rekening masing-masing pegawai.

Usai surat pengajuan pembayaran gaji guru-guru tersebut ditandatangani kepsek pada tanggal 7 September, surat tersebut pun langsung dikirimkan ke bagian keuangan Pemko Medan.

“Lalu satu hari setelahnya, gaji tersebut telah masuk ke rekening masing-masing guru di SMP Negeri 15 Medan, tepatnya pada tanggal 8 September sore. Namun siangnya, atau tepatnya pada tanggal 8 September siang, mereka sempat membuat video tersebut. Makanya saya berani tegaskan, bahwa masalah ini sebenarnya sudah selesai sebelum video itu beredar,” ungkapnya.

Disdikbud Medan Sudah Berikan Sanksi Teguran ke Kepsek

Saat menerima laporan atau aduan dari para guru atas kepsek SMPN 15 Medan tersebut, terang Putra, sejatinya mereka langsung melakukan konfirmasi kepada yang bersangkutan. Tak hanya itu, Disdikbud Medan bahkan secara tegas memastikan telah memberikan sanksi kepada oknum kepsek yang dimaksud.

“Sesuai instruksi Pak Wali, kami di Disdikbud Medan berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap aduan yang masuk, sebab hal ini demi kemajuan pendidikan di Kota Medan. Tentunya kami langsung melakukan konfirmasi kepada oknum kepsek yang bersangkutan. Hasilnya, kami telah memberikan sanksi berupa teguran kepada oknum kepsek tersebut,” terangnya.

Begitupun, Putra menjelaskan jika pihaknya juga tidak membenarkan sikap para guru tersebut. Sebab sejatinya, kepsek SMPN 15 tersebut mengaku memiliki alasan melakukan hal tersebut kepada sejumlah guru.

Dari hasil pemeriksaan Disdikbud Medan kepada kepsek tersebut, oknum kepsek mengaku kesal atas sikap 7 orang guru yang seringkali tidak hadir atau tidak mengajar pada saat jam pelajaran.

“Katanya ada 7 orang guru yang sering tidak hadir, sering tidak mengajar. Si kepsek ini sudah sering menegur, tapi guru-guru ini tetap saja begitu,” jelas Putra.

Bahkan, lanjut Putra, salah seorang guru ada yang meminta anaknya untuk menggantikannya mengajar di sekolah tersebut. Sementara anak oknum guru tersebut tidak berstatus sebagai guru di SMPN 15 Medan.

“Bahkan katanya ada seorang guru yang tidak mengajar dan meminta anaknya yang menggantikan. Padahal anaknya ini bukan guru disana (SMPN 15),” lanjutnya.

Tentunya bila benar, para guru tersebut telah melakukan perbuatan indisipliner, sehingga kepsek berhak untuk melakukan pembinaan hingga pemberian sanksi.

“Jadi sebenarnya, si kepsek yang tidak menandatangani gaji tersebut berniat untuk memberikan pembinaan kepada para guru yang tidak disiplin ini. Hanya saja penahanan gaji itu tidak kita benarkan sebagai bentuk pembinaan ataupun sanksi, makanya kita berikan sanksi kepada kepsek yang bersangkutan,” tuturnya.

Terkait sikap indisipliner sejumlah guru, lanjut Putra, pihaknya memberikan kewenangan kepada kepsek untuk memberikan sanksi. Hanya saja, sanksi ya g diberikan harus sesuai dengan PP No.4 2022 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 Tentang Standar Nasional Pendidikan.

“Sekali lagi sesuai instruksi Pak Wali, kita terus berusaha agar pendidikan di Kota Medan terus berbenah ke arah yang lebih baik. Baik kepsek, guru, maupun tenaga pendidikan lainnya harus berkolaborasi, sama-sama bertanggungjawab dalam membenahi pendidikan di Kota Medan,” pungkasnya.

Amatan Sumut Pos terhadap video yang dimaksud, seorang guru wanita di SMPN 15 Medan mengaku ditekan oleh oknum kepsek di sekolah tersebut. Oknum guru tersebut tampak sedang berada di ruangan guru dan disaksikan guru-guru lainnya.

“Pak, kami guru di SMPN 15 (Medan), seperti inilah kami ditekan, diteror kami secara mental. Dibuat surat panggilan satu panggilan dua, nggak sewajarnya seperti ini,” ucapnya sambil menangis.

Guru tersebut mengaku telah menerima surat panggilan hingga tiga kali yang semuanya tidak berdasar. Ia pun mengaku, gaji mereka para guru SMPN 15 ditahan oleh kepsek.

“Hanya karena kami dipanggil pak kabid. Kenapa kami dipanggil pak kabid, gaji kami ditahan, sampai hari ini kami belum gajian tanpa alasan yang jelas. Dibilanglah gaji birokrasi, padahal tidak, itu karena 8 orang kami dipanggil,” tangisnya diikuti tangis guru yang lain.

Guru tersebut pun mengatakan telah mengabdi selama puluhan tahun di sekolah tersebut, tetapi dirinya mengaku tidak pernah mengalami hal seperti itu sebelumnya.
(map)

Kembali Dukung Borobudur Marathon 2023, Generali Indonesia Siap Beri Proteksi kepada 10.000 Pelari

Direktur, Chief Operation Officer Generali Indonesia Jutany Japit didampingi Windra Krismansyah selaku Head of Corporate Communications saat melihat kegiatan mini medical check up di acara Friendship Run Medan - Road to Borobudur Marathon 2023.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia) hadir sebagai official insurance partner Borobudur Marathon 2023. Untuk ke enam (6) kalinya sejak tahun 2018, Generali Indonesia kembali bekerja sama dan mendukung lomba lari berskala internasional yang akan diselenggarakan pada 19 November 2023 mendatang. Sebagai mitra resmi asuransi, Generali Indonesia siap memberikan proteksi kepada 10.000 pelari Borobudur Marathon 2023 dalam bentuk proteksi jiwa dan kesehatan jika para pelari mengalami kecelakaan saat berlari.

Mengangkat tema tahun ini ‘Voice of Unity’, Borobudur Marathon mengajak masyarakat untuk saling menginspirasi dengan menyuarakan hal-hal positif demi membangun persatuan. Jutany Japit selaku Direktur, Chief Operation Officer mengungkapkan, “Merupakan kebanggaan bagi kami kembali hadir menjadi bagian dari Borobudur Marathon 2023. Lari memang terlihat olahraga yang mudah dan digemari banyak orang, namun bukan berarti lari marathon bebas dari risiko dan untuk itu sebaiknya kita memiliki persiapan penuh. Sama seperti mengikuti ajang marathon, hidup juga butuh persiapan matang agar terus bisa meraih mimpi-mimpi dalam kehidupan,”.

Sebagai rangkaian Borobudur Marathon 2023, fun run Friendship Run 5K hadir di 10 kota di Indonesia. Kota Medan menjadi kota ke 9 setelah sebelumnya Friendship Run diselenggarakan di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar dan Banjarmasin serta kemudian akan berlanjut ke Palembang.

Dalam acara ini, Generali Indonesia juga turut hadir memeriahkan acara dengan menyediakan mini medical check up gratis bagi pelari dan pengunjung serta membuka kesempatan bagi masyarakat dan pelari yang ingin mengetahui proteksi Generali lebih detail.

Dalam kunjungannya ke Medan, Generali Indonesia juga mengajak masyarakat agar bisa memiliki proteksi sedini mungkin dan membuka peluang khususnya para generasi muda, untuk bisa menjalin kerjasama menjadi mitra bisnis Generali dengan konsep yang mudah diterapkan dan memiliki pengembangan pembelajaran terpadu.

Jutany menambahkan, Sumatera Utara merupakan salah satu pasar terbesar Generali Indonesia yang menandakan bahwa tingginya kesadaran masyarakat untuk memiliki proteksi asuransi. Untuk periode Januari hingga Agustus 2023, Provinsi Sumatera Utara sendiri berkontribusi sebesar 32,37% dari keseluruhan premi baru Generali Indonesia dari jalur keagenan.

Dukungan pada Borobudur Marathon 2023 juga menjadi bagian dari wujud value Generali, live the community, yang berarti Generali bergerak aktif tumbuh bersama masyarakat dan komunitas dimana Generali berada, yang dalam hal ini Generali Indonesia mengajak masyarakat untuk hidup fit dan bugar di tengah risiko yang masih tinggi.

Komitmen Generali Indonesia terus digencarkan mengingat masih tingginya angka klaim jiwa dan kesehatan yang dibayarkan. Untuk periode Januari hingga Agustus 2023, Generali Indonesia telah membayarkan total klaim senilai Rp761,4 Miliar untuk lebih dari 165.000 kasus klaim. Dari angka klaim yang telah dibayarkan ini, terjadi kenaikan pada klaim kesehatan sebesar 52,13% (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Tingginya angka klaim ini, juga diikuti oleh kenaikan biaya medis Indonesia yang diprediksi mencapai 13,6% tahun ini dan ini membuktikan bahwa proteksi asuransi semakin dibutuhkan masyarakat untuk meminimalisir kerugian finansial yang bisa terjadi. (rel/sih)

Penuhi Hak Tahanan, Rutan Labuhan Deli Gandeng LBH Filadelfia Gelar Penyuluhan Hukum

PENYULUHAN: Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Labuhan Deli Kanwil Kemenkumham Sumut menggelar penyuluhan hukum bersama Lembaga Bantuan Hukum Filadelfia, di Ruang Moralitas Rutan Labuhan Deli, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Deli. Sabtu (16/9/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai upaya pemenuhan hak-hak setiap tahanan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Labuhan Deli Kanwil Kemenkumham Sumut menggelar penyuluhan hukum bersama Lembaga Bantuan Hukum Filadelfia, di Ruang Moralitas Rutan Labuhan Deli, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Deli, Sabtu (16/9/2023)

Kegiatan penyuluhan hukum ini diikuti oleh 30 (tiga puluh) Warga Binaan, dan dihadiri oleh Kepala Seksi Pelayanan Tahanan, Benny Tarigan yang mewakili Kepala Rutan Labuhan Deli, Kasubsi Bantuan Hukum, Amran, Staf Bankum dan jajaran Lembaga Bantuan Hukum Filadelfia.

Dalam sambutannya, Benny Tarigan menyampaikan kerjasama ini merupakan kerjasama di bidang pelayanan hukum sebagai bentuk kepedulian negara kepada warga binaan.

“Semoga Warga Binaan yang hadir dapat memahami dan mengerti akan penyuluhan hukum yang diberikan oleh LBH Filadelfia,” ujarnya.

Sebagai pemateri, Rony Hutajulu menyampaikan Prinsip Negara Hukum dalam Pasal 1 ayat (3) UUD Negara Indonesia adalah negara hukum, yang secara konstitusional bahwa hak hukum setiap warga Negara Indonesia dijamin oleh negara.

“Oleh karena itu seorang tersangka atau terdakwa berhak untuk mendapatkan bantuan hukum gratis bagi warga binaan yang kurang mampu,” ungkapnya.

Dalam pemaparan materi juga disampaikan bagi setiap tahanan yang ingin memperoleh bantuan hukum gratis dapat mengikuti tata cara memperoleh bantuan hukum gratis baik mengajukan permohonan identitas pemohon, menyerahkan dokumen yang berkenaan dengan perkara, dan melampirkan surat keterangan tanda tidak mampu.

WBP juga diberikan kesempatan untuk bertanya dalam sesi tanya jawab. Melalui kegiatan ini, diharapkan para Tahanan dapat memperoleh informasi terhadap bantuan hukum gratis.(mag-1/ram)