29 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 1136

Didukung KSAD, Pemko Medan Normalisasi Sungai Deli Mulai 27 September

BERKUNJUNG: Bobby Nasution berkunjung ke Kantor Kepala Staff Angkatan Darat (KSAD) di Jakarta, Selasa (12/9/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Bobby Nasution mengaku mendapatkan dukungan dari Kepala Staff Angkatan Darat (KSAD) untuk menormalisasi sungai-sungai di Kota Medan dalam upaya mengatasi masalah banjir, salah satunya dengan menormalisasi Sungai Deli.

 Hal itu diungkapkan Bobby Nasution usai berkunjung ke Kantor Kepala Staff Angkatan Darat (KSAD) di Jakarta, Selasa (12/9/2023). Dalam kunjungan itu, Bobby mengajak TNI AD untuk berkolaborasi.

 Diketahui, kunjungan Bobby Nasution didampingi Kadis SDABMBK Medan, Topan Ginting dan Kepala BPBD Medan, Husni itu diterima langsung KSAD Jenderal Dudung Abdurachman. Pada kesempatan itu, Jenderal Dudung mengaku bersedia untuk mendukung normalisasi Sungai Deli di Kota Medan.

 “Alhamdulillah rencana kami untuk menormalisasi Sungai Deli sepanjang 32 km mendapat dukungan penuh dari Bapak KSAD dengan memerintahkan personel TNI AD untuk terlibat langsung dalam kegiatan,” ucap Bobby.

 Tak hanya tenaga, kata Bobby, pihak TNI AD juga akan membantu meminjamkan alat-alat berat yang mereka punya untuk menormalisasi Sungai Deli. “Kami juga akan dibantu dengan menggunakan peralatan yang dimiliki TNI AD,” lanjut Bobby.

 Bobby juga memastikan bahwa rencana tersebut akan segera dilakukam dan tak hanya sekadar menjadi wacana. Sebab, kegiatan normalisasi Sungai Deli tersebut akan langsung dilakukan bulan ini juga.  “Rencananya kegiatan normalisasi akan kami mulai pada 27 September 2023, dan akan berlangsung selama 64 hari kerja. Insya Allah apel pembukaan kegiatan normalisasi akan dipimpin langsung oleh Bapak KSAD di Kota Medan,” pungkasnya. (map/ila)

Sinergi BSI & BPJS Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan Negara

Dari ki-ka : Deputi Direksi Bidang Akuntansi BPJS Kesehatan Agus Mustopa, Direktur Sales Distribution BSI Anton Sukarna, Direktur Retail Banking BSI Ngatari, Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Arief Witjaksono Juwono Putro, Deputi Direksi Bidang Treasury dan Investasi Yurita Yuliddin dan SVP Institutional Banking BSI Ida Triana Widowati saat penandatanganan kerja sama tentang Sinergi Peningkatan Kualitas Layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional antara kedua belah pihak di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Cempaka Putih Jakarta, Rabu. (13/09)

JAKARTA, SUMUTPOS.CO — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) konsisten menjaga dan memperkuat komitmen untuk membangun Islamic ecosystem di berbagai bidang, tak terkecuali di sektor kesehatan. Salah satunya melalui kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk meningkatkan kualitas layanan program jaminan kesehatan nasional.

Penandatanganan perjanjian ini dilakukan oleh Direktur Retail Banking BSI Ngatari dan Arief Witjaksono Direktur Keuangan dan Investasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS).

Dalam sambutannya, Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan hal ini tak terlepas dari upaya berkesinambungan perseroan sebagai bank syariah terbesar di Indonesia untuk mendorong terwujudnya jaminan kesehatan yang berkualitas tanpa diskriminasi sehingga mendukung perekonomian dan pembangunan Indonesia yang lebih baik.

“Bank Syariah Indonesia berkomitmen untuk menjadi sahabat finansial, sosial, dan spiritual dalam memenuhi kebutuhan masyarakat mengelola keuangan sesuai prinsip syariah melalui berbagai produk dan layanan unggulan. Seperti halnya agenda kita hari ini yaitu Sinergi Peningkatan Kualitas Layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional Melalui Kerja Sama Antara Fasilitas Kesehatan, BSI dan BPJS Kesehatan.,” kata Anton dalam acara pendantanganan perjanjian kerja sama di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta (12/09).

Acara penandatangan perjanjian ini juga dibarengi dengan grand launching Kantor Cabang BSI di Kantor BPJS Pusat. Dengan pembukaan kantor cabang ini harapannya BSI dapat semakin dekat dengan nasabah. Khususnya nasabah-nasabah di sekitar kantor BPJS Kesehatan Pusat dapat lebih mudah untuk mengakses layanan-layanan BSI.

Perjanjian kerja sama ini merupakan kelanjutan dari perjanjian kerja sama sebelumnya yang telah berjalan terkait dengan pembiayaan Supply Infrastucture Financing (SIF) kepada Fasiltas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Dan untuk perjanjian yang diteken hari ini nantinya berlaku juga untuk Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

BSI akan mendukung akselerasi pengembangan kualitas fasilitas kesehatan (faskes) yang dimiliki BPJS. Tentunya melalui skema-skema pembiayaan berbasis syariah. Menurut Anton, nantinya pengembangan kualitas fasilitas kesehatan ini diharapkan dapat dinikmati manfaatnya oleh masyarakat yang lebih luas.

“Tentunya kami berharap, dengan adanya kerja sama ini, masyarakat bisa mendapat fasilitas layanan kesehatan yang lebih baik,” ucap Anton.

Sebelumnya, BSI dan BPJS telah bekerja sama dalam beberapa layanan utama. Seperti penyediaan payroll pegawai, pembiayaan supply chain financing, pembayaran Iuran BPJS melalui BSI Net juga BSI Mobile dan CMS, pemanfaatan layanan jasa dan produk perbankan syariah oleh pegawai, pemanfaatan produk dan Jasa Layanan Perbankan Bagi FKTP Untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Program JKN – KIS, serta pembiyaan Supply Infrastucture Financing.

Tidak hanya itu, layanan autodebet iuran BPJS Kesehatan juga sudah tersedia di seluruh jaringan BSI. Saat ini BSI telah berhasil melakukan registrasi dengan 3.100 Peserta yang sudah terdaftar. Artinya, masih terdapat potensi 20.000 yang bisa digarap oleh BSI.

Terakhir, Anton menyampaikan bahwa dengan kerja sama ini diharapkan BSI dapat memberikan layanan terbaik untuk seluruh kebutuhan finansial BPJS.

“Peran Bank Syariah Indonesia diharapkan mampu ikut serta dalam bagian mewujudkan jaminan sosial Kesehatan yang terpercaya, berkelanjutan dan menyejahterakan seluruh masyarakat Indonesia,” pungkas Anton.(rel)

Tindak Lanjuti MoU PTPN Grup dan Polri, PT PND Gandeng Poldasu di Proyek Kota Mandiri Bekala

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani dan Asisten Kapolri Bidang Operasi, Inspektur Jenderal Polisi Agung Setya usai penandatanganan MoU di Jakarta, 18 Januari 2023 lalu.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Kementerian Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Nomor: MoU-08/MBU/09/2020 dan Nomor: NK/33/IX/2020 tentang Koordinasi Tugas dan Fungsi Lingkup pada 22 September 2020 lalu sesuai Kepres Nomor 63 tahun 2004.

Kemudian dilanjutkan oleh Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) yang menjalin kerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terkait bantuan pengamanan, penertiban aset, dan penegakan hukum dalam rangka mendukung operasional perusahaan. Perjanjian Kerja Sama tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani dan Asisten Kapolri Bidang Operasi, Inspektur Jenderal Polisi Agung Setya di Jakarta, Rabu (18/01/2023).

Dalam keterangan yang dikutip dari media holding PTPN Group dan Humas Polri, Abdul Ghani menyampaikan sinergitas kedua belah pihak penting dilakukan mengingat terdapat berbagai permasalahan terkait pengamanan, penertiban aset, dan penegakan hukum di PTPN Group yang perlu mendapat perhatian dan dukungan dari Polri.

“Hampir seluruh anak perusahaan kami atau badan hukum lain non-PTPN, yang tergabung dalam PTPN Group, juga telah melakukan kerja sama dengan kepolisian setempat, utamanya terkait kegiatan pengamanan dan penguasaan kembali aset tanah dan bangunan serta pengamanan produksi,” ujar Abdul Ghani.

Direktur Utama PT Propernas Nusa Dua (PND), Rizqi Aswaransyah Pratama menyampaikan sebagai Anak Usaha BUMN Properti Sinergi Perumnas dan PTPN II tergabung dalam PTPN group yang mengkonsep “Kota Mandiri Bekala” di Desa Simalingkar A, Pancurbatu, Deliserdang, Sumatera Utara, sangat mendukung perjanjian kerjasama tersebut.

“Sebagai anak usaha dari BUMN, PT Propernas Nusa Dua telah melakukan MoU dengan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) dalam hal bantuan pengamanan sejak 14 April 2022 sehingga memudahkan kami melakukan percepatan pembangunan hingga saat ini dan berkoordinasi sesuai perjanjian dan arahan dari Holding PTPN Group,“ ujar Rizki kepada awak media, Rabu (13/09/2023).

Seperti diberitakan sebelumnya, PND memiliki Cluster Cammelia yang telah selesai pembangunan, kemudian Cluster Elaeis dalam tahap pembangunan serta ke depan akan buka cluster baru, Cluster Hevea bekerja sama dengan Universitas Sumatera Utara (USU) .

“Dengan banyaknya pihak terlibat di Proyek Kota Mandiri Bekala, baik lembaga-lembaga pemerintah termasuk Kepolisian dan pihak swasta, diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini juga merupakan upaya kami dalam rangka mendukung proyek investasi di Sumatera Utara sesuai arahan Bapak Jokowi,“ tegasnya.

PT Propernas Nusa Dua membuka layanan call center Untuk informasi lebih lanjut atau pemesan unit rumah silahkan hubungi : 081262404545. (rel/adz)

Diterpa Isu Tersangka Temui Pimpinan

Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – KPK telah periksa 187 saksi terkait kasus dugaan pungli yang terjadi di lingkungan rutan lembaga antirasuah itu. Di luar itu, KPK juga telah memecat satu pegawai rutan berinisial M, lantaran melakukan tindak pidana asusia terhadap istri tahanan. Bersih-bersih lembaganya sendiri, tepis anggapan publik yang menilai KPK kini mau mengikritik kondisi internal mereka.

Ratusan saksi yang telah diperiksa penyidik berasal dari internal dan eksternal. Melingkupi pegawai KPK sendiri, pihak luar, hingga tahanan dan keluarganya. “Ini sebagai bentuk keseriusan dan komitmen KPK untuk tetap profesional. Menuntaskan perkara di internal lembaga,” ucap Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam konferensi pers kemarin.

Saat ini proses penyelidikan terkait dugaan pungli terus berlanjut. KPK pastikan semua proses bakal dilalui untuk memastikan dan membuktikan dugaan suap itu. Semua yang melanggar etik bakal disidang. Pun ketika terjadi pelanggaran berat maka akan mendapatkan konsekuensinya.

Sebelumnya, dugaan pungli di rutan KPK itu dibongkar oleh dewan pengawas (Dewas). Diduga, ada puluhan petugas rutan KPK yang menerima pungli dari mereka yang ditahan itu. Total yang diungkap Dewas adalah Rp 4 miliar dalam kurun waktu tiga bulan. Mulai dari Desember 2021 sampai Maret 2022.

Sementara terkait dengan pegawai atas nama M, KPK menyebut telah melanggar pasal 3 huruf F dan PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS. Berupa perubatan yang tidak menunjukkan integritas dan keteladanan sikap. Pegawai tersebut diberhentikan tepat 7 September lalu.

Sementara itu, isu lain yang kini sedang menerpa gedung merah putih itu terkait adanya tersangka yang naik ke lantai 15. Di mana lantai tersebut merupakan lantai pimpinan KPK. Kondisi itu, sempat ditanyakan oleh rekan wartawan saat konferensi pers. Sayangnya, Ali tidak menjawab langsung mengenai kabar yang informasinya telah diterima oleh Dewas itu.

“Kami baru tahu informasi itu justru dari teman-teman sendiri,” ucapnya. Dia pun menjawab bahwa semua pemeriksaan terhadap tersangka di KPK adalah di lantai 2. Tidak di lantai lain. Dia pun membenarkan jika lantai 15 di gedung KPK merupakan tempat ngantornya para pimpinan. (elo/jpg/ila)

Polisi Panggil 16 Pemeran Film Panas, Setahun Rumah Produksi Film Porno Beromzet Rp500 Juta

website: Tim Ditreskrimum Polda Metro Jaya menunjukkan website dari pembuatan film panas. Para pemeran film panas tersebut sudah dipanggil polisi.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ditreskrimum Polda Metro Jaya membongkar rumah produksi pembuatan video atau film dewasa yang disebarluaskan di tiga website berlangganan. Rumah produksi tersebut setidaknya telah memproduksi 120 judul video yang diperankan oleh banyak pemain. Keuntungan yang diraup pun sangat fantastis mencapai ratusan juta.

“Jumlah keuntungan yang diperoleh tersangka kurang lebih satu tahun beroperasi sekitar Rp500 juta,” kata Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, kemarin (12/9).

Untuk memarik minat penonton, para tersangka menggunakan pemeran dari kalangan artis dan selebgram. Para tersangka mencari pemeran film tersebut melalui jaringan atau sindikat penyalur serta profiling calon pemeran melalui media sosial. “Jadi selain mendapatkan talent dari kelompok jaringannya, para tersangka juga mencari dengan cara profiling media sosial dari calon targetnya,” ujarnya.

Ade Safri menyebut antara pemeran dengan pembuat film tidak ada kontrak kerja. Namun, pemeran mendapatkan bayaran setiap film selesai. Dimana bayaran yang diterima sekitar Rp10 juta hingga Rp15 juta per filmnya. “Untuk bayaran bervariasi sesuai dengan nilai popularitas pemeran di masyarakat,” tuturnya.

Dari pengungkapan ini, Ditreskrimsus Polda Metro Jaya akan memanggil 16 orang pemeran video dewasa yang dibayar oleh rumah produksi film porno. “Minggu ini semua pemeran pria dan wanita akan dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan di Kantor Penyidik Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya,” ujarnya.

Adapun para pemeran ini terdiri dari 5 pria dan 11 perempuan. Sedangkan 1 perempuan lainnya berinisial SE sudah ditangkap. “Tersangka SE perannya sebagai sekretaris dan juga salah satu pemeran atau talent dari wanita di film adegan dewasa yang dimaksud,” jelasnya.

Ade Safri menegaskan pihaknya segera memblokir website dan nomor rekening para tersangka pemilik rumah produksi film dewasa di Jakarta Selatan. “Sudah kita minta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk melakukan pemblokiran,” katanya.

Selain pemblokiran website, Ditreskrimsus juga bakal memblokir nomor rekening rumah produksi tersebut. “Termasuk kita juga sudah mintakan juga pemblokiran rekening (rekening penampung untuk login ke website tersebut) kepada bank yang bersangkutan,” jelasnya.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan lima tersangka berinisial I, JAAS, AIS, AT, dan SE. Kelima tersangka memiliki peran-peran yang berbeda. Kelima tersangka dijerat Pasal 27 ayat (1) juncto Pasal 45 ayat (1) dan/atau Pasal 34 ayat (1) juncto Pasal 50 UU nomor 19 tahun 2015 terkait informasi dan transaksi elektronik, serta dilapis Pasal 4 ayat (1) juncto Pasal 29 dan/atau Pasal 4 ayat (2) juncto Pasal 30 dan/atau Pasal 7 juncto Pasal 33 dan atau Pasal 8 juncto Pasal 39 dan/atau Pasal 9 juncto Pasal 35 UU nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi. (Ygi/jpg/ila)

Musim Penghujan, Masyarakat di Bantaran Sungai Diimbau Waspadai Banjir

SUNGAI DELI : Deretan rumah semi permanen di pinggir Sungai Deli diJalan Pengadilan Medan, Senin (11/9). Warga yang tinggal di bantaran sungai diimbau waspada banjir karena saat ini intensitas hujan di Kota Medan dan sekitarnya terus meningkat.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Kota Medan, Dedy Aksyari Nasution, meminta masyarakat Kota Medan khususnya yang berada di bantaran sungai untuk waspada banjir. Pasalnya saat ini, intensitas hujan di Kota Medan dan sekitarnya terus meningkat.

“Saat ini kita sudah memasuki musim penghujan, kita minta masyarakat Kota Medan khususnya yang berada dibantaran sungai untuk waspada karena potensi terjadinya banjir,” ucap Dedy, Selasa (12/9).

Untuk itu, politisi dari Partai Gerindra ini mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Sebab, sampah yang dibuang sembarangan merupakan salah satu penyebab terjadinya genangan air di sejumlah titik di Kota Medann

“Bayangkan saja, jika sampah masuk ke dalam parit dan menyumbat, air hujan tidak akan sempurna mengalir dan melimpah ke jalan-jalan. Kondisi itulah yang saat ini terjadi di sejumlah titik Kota Medan,” ujarnya.

Selain itu, sambungnya, sampah yang dibuang sembarangan itu juga sangat merusak estetika kota. “Di sana-sini terlihat sampah menumpuk dan merusak keindahan kota. Jika dibuang ditempat yang sudah disediakan, maka estetika kota juga akan semakin baik,” katanya.

Menurut Dedy, saat ini Pemko Medan sedang giat-giatnya membangun drainase dengan tujuan Kota Medan terhindar dari banjir atau genangan air yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

“Nah sekarang keluhan masyarakat tersebut dijawab Pemko Medan dengan memperbaiki drainase supaya banjir atau genangan air tidak ada lagi. Untuk itu, mari kita dukung program Pemko Medan ini,” pungkasnya. (map/ila)

Bupati Toba Imbau ASN Perbaiki Manejemen Waktu

APEL: Bupati i Toba Poltak sitorus memimpin apel para ASN.

TOBA, SUMUTPOS.CO – Dalam apel gabungan di Halaman Kantor Bupati Toba di Balige pada Senin(11/9) pagi, Bupati Toba Poltak Sitorus mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengatur waktu dengan baik. Hal ini dilakukan agar ASN lebih produktif dan lebih safety dalam bekerja.

Dalam arahannya, Poltak Sitorus menyampaikan beberapa point penting untuk memanajemen waktu dengan baik, salah satunya agar bangun 15 menit lebih cepat dari biasanya.

“Bangunlah lebih cepat, agar kita lebih tepat waktu. Jika biasanya kita bangun pukul 5, maka berikutnya bangunlah 15 menit lebih cepat. Dampaknya kita lebih santai, tidak terburu-buru dan lebih safety, lebih aman dan terhindar dari celaka,” katanya.

Langkah ke dua, Poltak Sitorus meminta para ASN membuat daftar list pekerjaan hari itu mulai dari pagi hingga malam hari. “Kedua buat daftar yang bapak ibu kerjakan hari ini. Dari satu sampai sekian buat listnya. Dari pagi sampai malam,” katanya melanjutkan.

Daftar atau list itu selanjutnya dibuat berurutan mulai dari pekerjaan paling penting hingga pekerjaan yang tidak beresiko. Penyusunan list tersebut ditulis dengan metode A-B-C-D dan seterusnya.

“A, wajib dilakukan, jika tidak dilakukan ada konsekuensinya. B, punya konsekuensi yang ringan. C, pekerjaan yang tidak ada konsekuensinya, kalau dikerjakan baik, kalau tidak dikerjakan tidak merugikan. D, bisa didelegasikan. E, tidak perlu masuk list, tetapi jika dikerjakan akan menguntungkan,” ujarnya lagi menambahkan.

Langkah selanjutnya adalah membuat roundown pekerjaan selama satu hari. Dan kemudian menyelesaikannya dengan tepat waktu.

“Pesan yang ingin saya sampaikan, manajemen waktu harus dilakukan. Hari ini yang saya sampaikan pature (perbaiki) manajemen waktunya,” kata Poltak Sitorus mengakhiri. (*/mag-10/han)

Pemkab Karo dan Bulog Salurkan Bantuan Pangan

SALURKAN: Pemkab Karo dan Kantor Cabang Pembantu Bulog Kabanjahe, saat menyalurkan beras ke warga penerima manfaat.

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang, melalui Kepala Dinas Ketapang dan Perikanan Sarjana Purba, menggelar kegiatan Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah untuk Bantuan Pangan 2023. Kegiatan tersebut digelar di Kantor Cabang Pembantu Bulog Kabanjahe, Senin (11/9) lalu.

Penyaluran cadangan beras pemerintah tersebut, akan dilakukan selama 3 bulan ke depan. Nantinya, setiap keluarga penerima manfaat akan mendapatkan bantuan 10 kilogram beras setiap bulannya.

Kepala Dinas Ketapang dan Perikanan, Sarjana Purba berharap, bantuan pangan berupa penyaluran cadangan beras pemerintah tersebut, dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

“Semoga dengan adanya program pembagian cadangan beras ini, dapat memberikan bantuan yang bermanfaat bagi masyarakat. Serta diharapkan dapat membantu mengendalikan harga beras di pasaran,” ungkap Sarjana.

Usai kegiatan ini, Dinas Ketapang dan Perikanan Kabupaten Karo melaksanakan pengujian residu pestisida Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) di Pasar Singa, Kabanjahe. Petugas melakukan pengambilan sampel PSAT yang kemudian dicek kandungan residu pestisidanya.

Berdasarkan hasil pengujian, PSAT yang beredar di Pasar Singa, menunjukkan hasil di bawah batas maksimum residu (BMR).

“Sebagian besar yang dicek tadi, residu pestisidanya masih di bawah ambang batas yang diperbolehkan. Untuk hasilnya, nanti kami rekomendasikan ke Dinas Ketapang dan Pertanian. Sehingga nantinya petani dapat diawasi dan dibina oleh penyuluh pertanian di lapangan, agar pestisida yang digunakan sesuai dengan yang dipersyaratkan,” pungkas Sarjana. (deo/saz)

Hari Ini, Simalungun Gelar Pilpanag di 77 Desa

LEPAS: Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga, saat melakukan pelepasan logistik Pemilihan Pangulu Nagori di Kabupaten Simalungun, Selasa (12/9).

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga bertindak sebagai pimpinan Apel Gelar Pasukan dalam rangka pengamanan Pemilihan Pangulu Nagori (Pilpanag) di 77 nagori (desa) pada 28 kecamatan se-Kabupaten Simalungun, Selasa (12/9).

Dalam sambutannya, Radiapoh menyampaikan, Rabu (13/9) ini merupakan puncak pesta demokrasi tingkat nagori yang dilaksanakan secara serentak. Menurutnya, Apel Gelar Pasukan sangat penting dilaksanakan. Selain bertujuan untuk mengecek kesiapan dan kekuatan personel, juga untuk memastikan kelengkapan peralatan yang akan diterjunkan untuk mendukung pelaksanaan Pilpanag di Kabupaten Simalungun.

“Apel ini juga sebagai sarana untuk menunjukkan kepada masyarakat luas, Pemkab Simalungun bersama TNI dan Polri, telah siap mendukung jalannya Pilpanag Serentak yang tertib, aman, dan demokratis,” ungkap Radiapoh.

“Pengamanan ini akan dibagi jadi 6 rayon di Simalungun, yang diisi oleh aparat penegak hukum dan Pemkab Simalungun,” imbuhnya.

Dia pun mengimbau kepada masyarakat yang desanya melaksanakan Pilpanag, agar datang ke tempat pemungutan suara (TPS).

“Pilihlah pemimpin yang amanah dan mau mengubah warna desa masing-masing, agar lebih baik lagi,” ajak Radiapoh.

Selanjutnya, Radiapoh menjelaskan, Pilpanag merupakan sebuah momen untuk memilih pemimpin yang baru untuk melaksanakan pembangunan.

“Siapapun nanti pangulu yang terpilih, harus didukung bersama. Dan bersama-sama mewujudnyatakan nagori yang lebih baik lagi,” imbaunya.

Sementara itu, Kapolres Simalungun, AKBP Ronald FC Sipayung mengatakan, personel yang telah disiapkan dalam pengamanan Pilpanag, berjumlah 580 personel dari Polri dan Satpol PP, sementara TNI 250 personel.

“Kita semua sudah siap melakukan pengamanan, mulai dari pendistribusian logistik hari ini (kemarin, red) sampai nantinya kembali, usai Pilpanag,” bebernya.

Dia juga mengatakan, pihaknya telah menerima 150 personel BKO dari Polda Sumut.

“Dan itu nantinya akan dibagi ke 6 rayon di luar pengamanan terhadap TPS-TPS,” pungkas Ronald. (mag-7/saz)

Mengenal Dagusibu Bersama Dosen dan Mahasiswa Farmasi USU di Sibiru-biru

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dosen Fakultas Farmasi USU bersama Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPKM) Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Biru-biru, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deliserdang, 1 September 2023. Pengabdian ini bertemakan, “Pelatihan Budaya Sadar Obat Melalui Dagusibu Bagi Masyarakat Desa Biru-biru Kecamatan Sibiru-biru Sebagai Kader Kesehatan Keluarga.”

Kegiatan pengabdian dilakukan Tim Dosen Fakultas Farmasi yang diketuai oleh Prof. Dr. rer.nat. Effendi De Lux Putra, SU, Apt dengan anggota Emil Salim, S.Farm, M.Sc, Ph.D, Apt., Henny Sri Wahyuni, S.Farm, M.Si, Apt. dan Bayu Eko Prasetyo S. Farm., M. Sc., Apt.

Kegiatan pengabdian ini juga diikuti mahasiswa calon apoteker yang terdiri dari Muhammad Rivai, S.Farm, Annisah Fadilah Ritonga, S.Farm, Mahyumi Impian Nathasya, S.Farm, Ahmad Fauzan Masyhuri, S.Farm, Dewiyanti Putri Nasution, S.Farm, dan Wahyu Rahmansyah, S.Farm.

Kegiatan pengabdian ini juga turut mengikutsertakan mahasiswa Farmasi yang terdiri dari Thomi Baihaki Hijriyan, Muhammad Daffa Al-Khairi, Wahidah Ramadhani Manurung, Febrina Idha, Sintel Charina S. Pandia dan Tiara Rasyida sebagai salah satu penerapan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Di mana mahasiswa dapat langsung berinteraksi, sharing ilmu yang di dapatkan di bangku perkuliahan serta mendapatkan informasi baru dari masyarakat.

Pada pengabdian ini diawali dengan pengisian daftar hadir, pembagian goodie bag dan pelaksanaan pre-test kepada masyarakat, dilanjutkan acara sosialisasi, pelaksanaan post-test dan pengisian lembar formulir kuesioner. Sedangkan pada tahapan selanjutnya dilakukan kegiatan workshop yang dipandu langsung oleh dosen tim pengabdian masyarakat dan dibantu mahasiswa Fakultas Farmasi USU.

Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dasar masyarakat mengenai materi yang disampaikan dan juga evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan. Adapun materi yang disampaikan kepada masyarakat mengenai cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat yang benar.

“Program pengabdian masyarakat ini penting dilaksanakan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat di kehidupan sehari-hari kita yang tidak luput dari obat-obatan. Oleh karena itu cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat harus dilakukan dengan benar dan sesuai aturan. Karena jika tidak dilakukan dengan benar dapat membahayakan kesehatan diri, orang lain, dan juga lingkungan sekitar,” kata Ketua Tim Pengabdian Prof. Effendy.

Ia juga menjelaskan bahwa pengabdiaan ini dilakukan agar masyarakat khususnya ibu-ibu dan bapak-bapak menjadi sosok utama yang memegang peran penting dalam kesehatan keluarga, sehingga diperlukan pengetahuan dasar mengenai obat-obatan agar dapat diterapkan dalam keluarganya dan lingkungan sekitar.

“Terima kasih karena sudah datang ke desa kami. Semoga pengetahuan bapak ibu dosen yang dibagikan meningkatkan pengetahuan masyarakat,” ujar Andi Barus, Perwakilan Pemerintahan Kecamatan Sibiru-biru

Kegiatan ini dilanjutkan dengan pemaparan mengenai pengenalan golongan obat-obatan beserta contohnya di pasaran yang disampaikan oleh Henny Sri Wahyuni.

“Banyak sekali masyarakat yang belum mengerti mengenai penggolongan obat. Penandaan penggolongan obat pada kemasan sangat penting untuk memastikan obat aman dan efektif ditambah dengan praktik program Gema Cermat (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat) dengan membentuk Gerakan Keluarga Sadar Obat (GKSO),” ujar Henny.

Selanjutnya, disajikan paparan materi dibawakan oleh Bayu Eko Prasetyo yang menjelaskan tentang materi sosialisasi penggunaan Antibiotik beserta memberikan contoh obat dipasaran. Poin penjelasan materi sosialisasi terkait apa itu Antibiotik, Resistensi Antibiotik hingga bijak penggunaan Obat Antibiotik untuk mencegah Resistensi.

Ibu-ibu yang hadir pada kegiatan pengabdian masyarakat ini juga dibekali dengan materi cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat yang disampaikan oleh Emil Salim.

Emil menyampaikan, dengan harapan setelah program Dagusibu ini diberikan, ibu-ibu di Desa Biru-biru dapat menumbuhkan kepedulian dalam hal cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat yang benar dengan program Dagusibu.

Pada pengabdiaan itu tidak hanya memberikan materi saja akan tetapi juga dilakukan praktik langsung penggunaan obat dengan pemberian contoh obat yang ada di pasaran kepada ibu- ibu sekitar yang dibimbing oleh tim dosen, mahasiswa pasca sarjana, mahasiswa apoteker serta mahasiswa program studi sarjana Fakultas Farmasi USU.

Ibu-ibu begitu antusias dan berperan aktif mengikuti kegiatan. Tidak hanya pemberian materi langsung dosen dan mahasiswa juga mengajarkan teknik penggunaan hingga pembuangan obat yang benar sehingga dapat memudahkan masyarakat dalam menerapkannya.

“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan ibu-ibu setempat dapat menerapkan porgram Dagusibu serta bisa menyampaikan kepada keluarga, tetangga atau sanak-saudara agar bermanfaat bagi orang banyak,” harap Henny.

Poetry Maessa Eddy S Siregar selaku Camat Kecamatan Sibiru-biru menyampaikan rasa terima kasihnya, karena USU memilih Desa Sibiru-biru sebagai mitra pengabdian kepada masyarakat.

Dia juga berharap dapat menjalin kerjasama di masa mendatang, karena baginya masyarakat tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan melainkan juga kebermanfaatan di kehidupan sehari-hari agar tidak ada lagi salah dalam penggunaan obat. (dek)