29 C
Medan
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 1154

Dosen FMIPA USU Berikan Mesin Pemipil Jagung kepada Warga Desa Ujung Tanduk Kabupaten Toba

Para Dosen FMIPA USU dan sejumlah mahasiswa foto bersama para petani dan masyarakat usai sosialisasi dan penyerahan mesin pemipil jagung di Desa Ujung Tanduk, Laguboti, Kabupaten Toba.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Para petani di Desa Ujung Tanduk, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, masih memiliki jagung secara manual. Hal ini menyebabkan para petani di sana sulit memenuhi permintaan pasar.

Untuk itu, dosen FMIPA USU yang tergabung dalam Tim Pengabdian kepada Masyarakat yang diketuai Dr Martha Rianna SSi berinisiatif membuatkan mesin pemipil jagung agar para petani lebih efektif, cepat, dan efisien dalam memipil biji jagung. “Kita berharap, mesin pemipil jagung ini bisa menjadi solusi atau pemecah masalah yang dihaypara petani jagung di Desa Ujung Tanduk ini dalam memenuhi permintaan pasar. Yang pastinya, dapat meningkatkan perekonomian petani jagung,” kata Dr Martha Rianna SSi melalui pesan tertulisnya yang diterima Sumut Pos, Rabu (6/9/2023).

Menurut Martha, mesin pemipil jagung tersebut telah mereka serahkan kepada para petani di Desa Ujung Tanduk, pada 2 – 3 September 2023. Ada pun rombongan tim pengabdi diketuai Dr Martha Rianna SSi. dengan anggota Pengabdi yaitu Dr Putri Cahaya Situmorang SPd MSi, Herty Afrina Sianturi SSi MSi, dan Prof Dr Timbangen Sembiring MSc serta dibantu lima mahasiswa Program Studi Sarjana Fisika FMIPA Universitas Sumatera Utara (USU) yakni Agnes Federova Napitupulu, Mikha Tessa Sitorus, Theresya Putri Naftali, Nikolaus Rabbuni Larsson Sitinjak dan Lidersson Sinaga.

Menurut Dr Martha, hasil program kerja Pengabdian kepada Masyarakat USU ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan perekonomian petani jagung. Sosialisasi rombongan pengabdi USU ini juga menjelaskan pemanfaatan tongkol jagung yang menjadi limbah dari proses pemipilan jagung tersebut. Dimana tongkol jagung yang dihasilkan dapat dipergunakan menjadi karbon alam untuk yang dimanfaatkan untuk penjernihan air, penetralisir pH pada air melalui proses pembakaran pada suhu tertentu.

Dalam sambutannya, Dr Martha juga menyampaikan ucapan terima kasih untuk atensi dan penyambutan warga Desa Ujung Tanduk dan sekiranya mesin pemipil jagung yang diserahkan dapat meningkatkan produktivitas dan perekonomian warga desa.

Sedangkan Dr Putri Cahaya Situmorang SPd MSi berpesan, kerjasama pengabdian tidak terhenti sampai di sini saja, namun dapat dibuat pengembangan yang lebih produktif lagi dan memberdayakan masyarakat desa.

Herty Afrina Sianturi SSi MSi juga menyampaikan terima kasih kepada warga Desa Ujung Tanduk dan mengharapkan agar anak-anak desa dapat melanjutkan pendidikan dan cita-citanya ke Perguruan Tinggi Universitas Sumatera Utara.

Sedangkan Prof Dr Timbangen Sembiring MSc berharap agar kerjasama pengabdian masyarakat ini tidak berhenti sampai disini, melainkan dapat berlanjut dengan solusi kreatif yang baru dan bermanfaat bagi desa.

Serah terima mesin pemipil jagung diserahkan secara simbolik oleh Prof Dr Timbangen Sembiring MSc dan diterima oleh Bongsu Situmorang selaku Mitra Pengabdi. Mitra dan masyarakat Desa Ujung Tanduk mengucapkan terima kasih dan mengharapkan kerjasama pengabdian ini tidak terhenti sampai disini, namun dapat dilanjutkan dengan pengembangan pengabdian lainnya.

Selain sosialisasi penggunaan mesin pemipil jagung dan serah terima mesin pemipil jagung, mahasiswa yang terlibat dalam pengabdian ini juga memberikan sosialisasi dan sharing session tentang pengalaman kehidupan kampus serta memberikan motivasi agar anak-anak desa melanjutkan mimpi dan cita-cita untuk meraih prestasi dan berpendidikan tinggi seperti Agnes Federova Napitupulu memberikan motivasi tentang menerima dan memberi dalam dunia Kampus.

Disebutkan Agnes, beberapa masyarakat mungkin berprasangka bahwa harus mengeluarkan biaya yang sangat banyak jika anaknya berkuliah, apalagi di kota besar. Sehingga banyak anak-anak yang menjadikan hal itu beban dan tidak ingin melanjutkan pendidikannya dikarenakan kondisi ekonomi keluarganya. Padahal hal tersebut adalah salah.

“Ketika kita menempuh pendidikan di dunia kampus yang meskipun berada di kota besar, kita masih mampu menerapkan prinsip memberi dan menerima. Sebagai mahasiswa tentunya kita akan membayar atau memberi biaya UKT kepada universitas kita, seperti kami kepada USU. Namun, kita juga bisa menerima bahkan lebih dari ukt yang kita bayarkan dengan cara aktif mengikuti organisasi dan lomba-lomba yang diadakan untuk mahasiswa,” beber Agnes.

“Ada begitu banyak benefit yang bisa didapatkan selama menjadi mahasiswa, seperti menerima beasiswa yang dapat membantu biaya perkuliahan kita, mengikuti perlombaan dan menang sehingga mendapatkan apresiasi dari USU, mengikuti kegiatan kewirausahaan yang disediakan kampus mendukung kita memiliki jiwa kewirausahaan dan masih banyak hal lainnya yang membuat kita bisa menerima lebih dari apa yang kita berikan,” pungkasnya. (adz)

Dinas PUTR Pasang Portal Disejumlah Titik, Ini Alsannya

PORTAL: Dinas PUTR Serdang Bedagai pasang portal di Desa Firdaus.

SEI RAMPAH, SUMUTPOS.CO – Demi melindungi jalan tetap baik, Dinas PUTR Sergai membangun portal disejumlah titik, Pemasangan Portal oleh Dinas PUTR Sergai ini sudah sesuai dengan Perda No 9 tahun 2018. Kepala Dinas PUTR Sergai, Johan Sinaga saat mengatakan Pemasangan tersebut dilakukan untuk mempertahankan umur rencana ruas jalan yang dibangun oleh Pemkab.

“Dikarenakan infrastruktur jalan daerah yang kita bangun adalah type jalan kelas III dengan kapasitas pengguna jalan maksimal 8 Ton, harapan kita ruas jalan tersebut terpelihara dengan adanya pembatasan pengguna jalan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (5/9/2023).

Harapannya, dengan bertahannya jalan ini, maka program pembangunan bukan hanya fokus satu daerah melainkan tersebar di wilayah Kabupaten Serdangbedagai sehingga seluruh kecamatan mendapat kesempatan untuk menikmati jalan yang baik.

“Dengan lebar portal 2,4 meter dan tinggi 2 meter, nantinya kendaraan truk tetap dapat melintas,” ungkapnya.

Jul (55), warga Desa Firdaus mendukung pemasangan portal yang dilakukan Dinas PUTR Kabupaten Serdangbedagai.

“Seluruh warga Firdaus mendukung pemasangan portal agar jalan tidak cepat rusak,” paparnya.

Kata dia, jalan tersebut dulunya rusak akibat kendaraan di atas tonase melintas, hingga sangat mengganggu anak sekolah karena jalan berlubang.

“Sekarang jalan mulus, warga dan pelajar sudah tidak terganggu lagi saat melintas,” ungkap dia.

Terpisah, Bupati Serdangbedagai, Darma Wijaya menjelaskan, pemasangan portal jalan mengacu sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Serdangbedagai nomor 9 tahun 2018 tentang penyelenggaraan jalan.

“Jadi bukan sembarangan pasangan portal, sudah ada payung hukumnya, yakni Perda nomor 9 tahun 2018,” ujarnya.

Dia mengatakan, sesuai isi Perda nomor 9 tahun 2018 pada pasal 1 ayat 11 menerangkan, penyelenggaraan jalan adalah kegiatan yang meliputi pengaturan, pembinaan, pembangunan dan pengawasan jalan. Sementara itu pada ayat 39 menerangkan jumlah berat yang diperbolehkan selanjutnya disingkat JBB adalah berat maksimum kendaraan bermotor berikut muatannya yang diperbolehkan menurut rancangannya, kita bukan melarang orang melintas, tapi truknya dikecilkan”.ungkap bupati. (fad)

Pasca Covid, Kondisi Masih Terseok-seok, Pemko Medan Diminta Selamatkan Nasib UMKM

RAPAT: Ketua Komisi III Afif Abdillah memimpin rapat konsultasi komisi dengan OPD Pemko Medan terkait P APBD Kota Medan TA 2023 di ruang Komisi III gedung DPRD, Senin (4/9) sore.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi III DPRD Medan meminta Pemko Medan melalui Dinas Koperasi agar lebih fokus menyelamatkan nasib pelaku UMKM sebelum ‘naik kelas’. Untuk itu, kebijakan yang terkesan hanya mengejar naik kelas namun mengabaikan bantuan langsung tunai kepada UMKM yang nyaris bangkrut dinilai perlu dikaji ulang.

Hal tersebut disampaikan Ke-tua Komisi III Afif Abdillah yang merupakan kesimpulan rapat konsultasi komisi dengan OPD Pemko Medan terkait P APBD Kota Me-dan TA 2023 di ruang Komisi III gedung DPRD, Senin (4/9) sore.

Rapat dipimpin langsung Ketua Afif Abdillah bersama Ishaq Abrar Tarigan, Hendri Duin Sembiring, Mulia Syahputra Nasution dan Dhiyaul Hayati. Hadir dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan Anwar S, Ahmad Fadlih dan E Saleh.

Ditegaskan Afif Abdillah, kondisi pelaku UMKM di Kota Medan masih banyak yang terseok seok apalagi dampak Covid 19 lalu.

“Sebelum naik kelas selamatkan dulu nasib mereka. Selamat dulu baru naik kelas,” ucap Afif seraya menyebutkan bahwa saat ini pelaku UMKM membutuhkan bantuan langsung tunai.

Atas dasar itu pula, Afif Abdilah mengaku sangat kecewa dengan Tim Anggaran Pemko Medan yang melakukan pergeseran anggaran yang sudah disahkan sebelumnya di APBD 2023, yakni alokasi anggaran sebesar Rp5 miliar untuk bantuan langsung tunai kepada pelaku UMKM ternyata ‘hilang’.

Dikatakan Afif, anggaran itu sudah disepakati Rp8 miliar dengan rincian Rp5 miliar untuk bantuan tunai dan Rp3 miliar untuk bantuan peralatan.

“Kita sangat kecewa dengan pergeseran anggaran itu. Padahal, anggaran itu peruntukan penguatan ekonomi kerakyatan. Kita berharap kejadian seperti itu jangan terulang lagi,” ujar Afif.

Dijelaskan Afif Abdillah yang juga Ketua DPD Partai Nasdem itu, kondisi UMKM bukan hanya naik kelas tapi perlu selamat dulu agar jangan sampai bangkrut.

“Pemasaran sangat sulit, kita apresiasi naik kelas tapi selamatkan dulu maka perlu bantuan tunai langsung,” ulangnya.

Pendapat hampir sama juga disampaikan sekretaris Komisi III Hendri Duin Sembiring. Ia menyebutkan, pelaku UMKM di Medan perlu diselamatkan agar mampu bertahan dan berkembang.

Sementara itu, anggota dewan lainnya, Mulia Syahputra Nasution, mempertanyakan konsep, implementasi dan progres naik kelas seperti apa. Bagi pelaku UMKM yang sudah mendapat pelatihan dan bagaimana jenjang kelanjutannya.

“Sebab masih banyak pelalu UMKM dilapangan yang belum menikmati pelatihan dan nyaris tutup apalagi naik kelas,” pungkasnya. (map/ila)

XPORA Indonesia International Challenge 2023 Sukses, PLN Hadirkan Listrik Tanpa Kedip

Petugas PLN standby menjaga pasokan listrik selama kejuaraan XPORA Indonesia International Challenge 2023 secara shift sejak tanggal 29 Agustus hingga 03 September 2023

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sumatera Utara kembali terpilih menjadi tuan rumah ajang pertandingan bulutangkis internasional setelah 27 tahun vakum sejak terakhir kalinya menggelar Indonesia Open pada tahun 2996 silam.

Perhelatan bulutangkis internasional ini bertajuk Xpora Indonesia International Challenge 2023 yang digelar di gedung olahraga Pancing, Medan Sumatera Utara sejak tanggal 29 Agustus hingga 03 September 2023.

Ketua Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sumatera Utara, Suripno Ngadiman saat pembukaan Xpora Indonesia International Challenge 2023 mengatakan sebuah kehormatan Sumatera Utara terpilih kembali menjadi tuan rumah dalam perhelatan kejuaraan internasional ini (28/8/2023).

“Sumatera Utara kembali dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan kejuaraan internasional ini. Kami akan memberikan yang terbaik untuk kenyamanan dan kelancaran pertandingan ini,” kata Suripno.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Awaluddin Hafid menyampaikan Sumatera Utara telah membuktikan dapat menjadi tuan rumah dalam berbagai ajang nasional maupun internasional.

“Alhamdulillah kejuaraan Xpora Indonesia International Challenge 2023 berjalan dengan lancar dan sukses. Pasokan listrik selama acara berlangsung dalam keadaan kondisi yang andal,” ujar Awaluddin (5/9/2023).

Awaluddin menambahkan setelah sukses menyelenggarakan kejuaraan Xpora Indonesia International Challenge 2023. PLN UID Sumatera Utara tengah mempersiapkan diri untuk mensukseskan kejuaran bulutangkis BNI Indonesia Master 2023 yang akan diselenggarakan pada tanggal 05 hingga 10 September 2023.

“Dalam waktu dekat PLN akan melakukan simulasi pengamanan kelistrikan sebelum kejuaraan BNI Indonesia Master 2023. Harapannya pengamanan tersebut dapat menjalan dengan baik, sehingga apabila terjadi gangguan yang tidak diinginkan dapat teratasi dengan cepat,” tutur Awaluddin. (rel/ila)

Kapoldasu Bersama Danlantamal Patroli Udara Pantau Perairan Belawan

PATROLI: Kapoldasu Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Danlantamal I Belawan Laksamana Pertama TNI Johanes dan Dirpolairud Kombes Pol Toni Ariadi Effendi, saat patroli udara dengan helikopter, memantau aktivitas perairan Belawan, Selasa (5/9).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) bersama Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) I Belawan melaksanakan patroli udara dengan menggunakan helikopter, memantau aktivitas perairan Belawan dan sekitarnya, Selasa (5/9).

Patroli udara dipimpin Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Danlantamal I Belawan Laksamana Pertama TNI Johanes dan Dirpolairud Kombes Pol Toni Ariadi Effendi.

“Hari ini kita melaksanakan patroli udara untuk melihat bagaimana dinamika kegiatan Pelabuhan Belawan. Alhamdulillah, hasil pemantauan dari udara, kegiatan di Pelabuhan Belawan berjalan lancar,” ujarnya

Agung mengungkapkan, selama melaksanakan patroli udara terlihat aktivitas kapal keluar masuk Pelabuhan Belawan yang dikelola pihak manajemen cukup baik.

“Di mana kapal-kapal yang berada di dermaga kontainer, dermaga minyak curah dan dermaga penumpang, semuanya dikelola manajemen dengan baik,” ungkapnya.

Ia menegaskan, patroli udara ini juga untuk memastikan kegiatan masyarakat di kawasan Pelabuhan Belawan ini dapat menciptakan ruang publik yang aman dan nyaman.

“Diharapkan situasi kamtibmas di Pelabuhan belawan tetap terjaga kondusif sehingga kegiatan perekonomian berjalan dengan lancar,” pungkasnya. (dwi/ila)

AIPF Dibuka Presiden, PLN Paparkan Green Enabling Supergrid hingga Rampungnya PLTS Terapung Cirata

Dari kanan ke kiri: Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr., dan Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Forum ASEAN-Indo-Pacific (AIPF) sebagai flagship dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Selasa (5/9/2023). Dalam kesempatan tersebut, di hadapan pemimpin negara anggota ASEAN, PT PLN (Persero) menegaskan komitmen aksi mencapai Net Zero Emission tahun 2060, akselerasi pengembangan energi terbarukan, hingga proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Terapung Cirata.

Presiden RI Joko Widodo dalam sambutannya mengingatkan bahwa ASEAN adalah pasar potensial dengan peluang investasi yang menjanjikan. Namun, kawasan ini tidak imun terhadap tantangan dan potensi konflik. Sehingga untuk mewujudkan visi ASEAN sebagai Epicentrum of Growth, pemerintah Indonesia melalui AIPF berupaya membangun kerja sama yang lebih luas dan bermanfaat dengan negara-negara di kawasan Indo-Pasifik.

“AIPF punya agenda utama membangun infrastruktur hijau dan rantai pasok yang resiliance lewat hilirisasi industri. Pembangunan ekosistem kendaraan listrik adalah contoh konkret pembangunan rantai pasok kawasan,” kata Presiden Jokowi.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, AIPF merupakan bagian dari upaya pemerintah Indonesia membangun kerja sama di tingkat regional Asia-Pasifik untuk mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam forum ini, pemerintah ingin mendorong kolaborasi yang inklusif dan konkret antar lembaga publik, swasta dan BUMN. Pembahasan forum ini akan difokuskan pada tiga bidang penting, yaitu infrastruktur hijau dan rantai pasokan yang andal, transformasi digital dan ekonomi kreatif, serta pembiayaan inovatif dan berkelanjutan.

“Dalam hal ini, Pemerintah Indonesia melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara aktif menjalin kerja sama dengan mitra global. Termasuk membentuk aliansi strategis untuk membangun rantai pasok baterai kendaraan listrik, memperluas interkonektivitas lintas negara, serta berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur regional,” kata Erick.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan tiga fokus utama PLN dalam forum AIPF adalah mendorong kerja sama antara negara maupun private sector untuk mewujudkan misi ASEAN dalam interkoneksi sistem kelistrikan. PLN sendiri saat ini sedang membangun green enabling supergrid yang dilengkapi dengan smartgrid dan flexible generations.

“Karena adanya ketidaksesuaian antara lokasi energi terbarukan yang tersebar di Sumatera dan Kalimantan, serta jauh dari pusat demand yang berada di Jawa, maka kita rancang skenario Green Enabling Supergrid. Sehingga, potensi EBT yang tadinya tidak bisa kita manfaatkan, ke depan menjadi termanfaatkan. Selain itu, tentunya akan mampu membangkitkan kawasan dengan memunculkan episentrum ekonomi baru,” jelas Darmawan.

Sementara untuk ASEAN Power Grid, PLN telah sepakat dengan dua perusahaan listrik asal Malaysia, Sabah Electricity Sdn Bhd untuk mengembangkan interkoneksi Kalimantan-Sabah dan Tenaga Nasional Berhad untuk mengembangkan interkoneksi Sumatera-Semenanjung Malaysia melalui penandatanganan MoU pada acara ASEAN Ministers on Energy Meeting (AMEM) ke-41 dan ASEAN Energy Business Forum (AEBF) di Bali 25 Agustus lalu.

“Kami yakin, mimpi besar ASEAN Power Grid ini dapat membawa kesejahteraan bagi negara-negara Asia Tenggara. Impian ini tentunya dapat dicapai melalui kolaborasi,” ucap Darmawan.

PLN juga mendukung penuh langkah pemerintah menjadi inisiator dalam transisi energi di komunitas negara-negara Asia-Pasifik. Pembangunan PLTS Terapung Cirata menjadi salah satu bukti konkret komitmen Indonesia dalam pengembangan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

Darmawan memaparkan, PLTS Terapung Cirata berkapasitas 192 MWp dibangun PLN berkolaborasi dengan perusahaan energi Masdar dari Uni Emirat Arab saat ini tengah memasuki proses finalisasi. PLTS yang menempati area seluas 200 hektar ini akan menghasilkan energi sebesar 245 juta kWh per tahun dan dapat memasok listrik setara untuk 50.000 rumah tangga.

“Ini juga menjadi bukti bahwa PLN mampu menghadirkan skema kerja sama investasi yang menarik sehingga mampu mendorong minat investor untuk mengembangkan proyek EBT di wilayah lain,” pungkas Darmawan. (rel/ila)

Bupati Toba Cegah Kenakalan Remaja, Naposo Nauli Bulung Jadilah Batak Na Raja

BERSAMA: Bupati Toba, Poltak Sitorus foto besrama pemuda dan remaja di acara ‘Pesta Gondang Naposo” di Toba.

TOBA, SUMUTPOS.CO – Bupati Toba, Poltak Sitorus sering menghadiri acara ‘Pesta Gondang Naposo” di Toba untuk mendengar keluhan masyarakat, sekaligus mencegah kenakalan remaja. Hal itu disampaikannya kepada pemuda dan remaja dalam acara tersebut,

Sabtu (2/9), Poltak Sitorus menghadiri undangan 3 Pesta Gondang Naposo, dimulai Pesta Gondang Naposo di Desa Ambarhalim, Kecamatan Pintupohan Meranti, Pesta Gondang Naposo di Desa Tanggabatu Satu, Kecamatan Parmaksian dan Pesta Gondang Naposo di Desa Simpang Siguragura Kecamatan Porsea.

Kepada para anak muda di tiga desa itu, Poltak Sitorus menyampaikan pesan agar anak muda mempedomani kepribadian “Batak Na Raja”agar menjadi pemuda yang peduli, santun, pandai dan taat hukum atau disiplin. “Batak Na Raja itu harus peduli, harus santun, harus pandai dan taat hukum atau disiplin,” katanya kepada para pemuda.

Untuk menjadi pemuda yang peduli, santun, pandai dan disiplin, maka para anak muda harus gerak cepat dan tidak bermalas-malasan. Pemuda juga harus terus memperbaiki diri, mulai dari memperbaiki sikap, memperbaiki cara belajar serta hal-hal kecil lainnya.

“Kalian adalah masa depan bangsa kita. Jika kalian tidak mempersiapkan diri dari sekarang, lalu siapa yang akan memimpin Toba ini? Memimpin bangsa ini? Maka dari sekarang ayo mari terus lakukan perbaikan untuk lebih baik. Mulai dari hal-hal kecil dulu,” ajaknya memotivas para anak muda.

Selain menyampaikan nasihat dan motivasi, Bupati Toba juga menceritakan soal makna dan tujuan gondang naposo. “Kalau dulu gondang naposo adalah ajang mencari jodoh dan mempererat hubungan para pemuda. Tapi sekarang ini gondang naposo cukup menjadi hiburan saja, sebab kalian masih anak-anak SMA. Tapi nanti ke depan, kita harus menggelar acara gondang naposo yang bertujuan mencari jodoh,” katanya menjelaskan sedikit soal makna dan tujuan gondang naposo.

Sebelum mengakhiri sambutan dan motivasinya, Poltak Sitorus selalu mengulang dan menekankan kembali agar para pemuda benar-benar menjadi Batak Naraja.

“Batak Naraja harus mau dinasinati, harus mau mendengar nasihat orangtua. Harus mau memperbaiki diri secara terus-menerus. Ini tidak boleh hanya menjadi slogan, harus menjadi kenyataan. Do the best, never give up. Lakukan yang terbaik, jangan pernah menyerah,” kata Poltak Sitorus mengakhiri setiap sambutannya di tiga desa itu. (*/mag-10/azw)

Kelurahan Mekar Sentosa Terbaik se-Sumut

HADIAH: Kelurahan Mekarsentosa dipimpin Yolanda Amelia mendapat hadiah atas juara 1 tingkat Provinsi Sumatera Utara dalam lomba kelurahan terbaik se-Sumut.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Penjabat (Pj) Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi atas capaian Kelurahan Mekarsentosa, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi yang meraih penghargaan juara 1 dalam Penganugerahan Penghargaan Desa dan Kelurahan terbaik Tahun 2023 se-Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Hal ini diungkapkan Syarmadani kepada Lurah Mekarsentosa Yolanda saat menerimanya di ruang Kerja Wali Kota Gedung Balai Kota, Jalan Sutomo, Kota Tebingtinggi, Selasa (5/9). “Selamat atas penghargaan yang telah diraih. Kiranya ini semakin memotivasi bagi kelurahan-kelurahan lain di Kota Tebingtnggi ini. Mudah-mudahan di tahun depan, penghargaan ini dapat kembali kita raih,” harapnya.

Syarmadani kembali berpesan agar Kelurahan Mekarsentosa terus mengasah dan mengembangkan inovasi serta tetap menjalin sinergi kerja sama dengan masyarakat sekitar dan stakeholder terkait.

Sementara itu, Lurah Mekarsentosa Yolanda Amelia menyampaikan melalui kesempatan itu, untuk Kelurahan khususnya di Kota Tebingtinggi, agar tiada henti melakukan inovasi dan kerja sama yang baik antar perangkat Kelurahan bersama masyarakat merupakan kunci sukses keberhasilan.

“Tetap semangat untuk kelurahan-kelurahan lain, Insya Allah tahun depan, Kota Tebingtinggi kembali meraih juara 1. Lakukan semua secara ikhlas dan semua perangkat Kelurahan bersama masyarakat juga berperan aktif dalam setiap kegiatan Kelurahan,” tutupnya.

Turut hadir, Kabag Pemerintahan Setdako Ramadhan Barqah Pulungan dan Kasubbag Koordinator Bidang Administrasi Kewilayahan Bagian Pemerintahan Setdako Ary Miranda. (ian/azw)

Ibu-ibu Minta CV PMB Ditutup

DEMONSTRASI: Para ibu ibu asal Desa Suka Makmur Kecamat Delitua mengelar aksi demontrasi di depan kantor Bupati Deliserdang.

DELI SERDANG, SUMUTPOS.CO – Belasan orang ibu-ibu asal Desa Sukamakmur Kecamatan Delitua menggeruduk kantor Bupati Deliserdang. Mereka datang menuntut agar usaha CV Perbengkelan Maju Bersama (PMB) ditutup, Selasa (5/9).

Belasan kaum ibu itu menyatakan keberadan CV PMB memberikan dampak negative terhadap mereka. Saat melakukan aksi mereka membawa poster dengan tulisan “Jangan ada usaha ilegal “ di wilayahnya.

Disebutkannya, semenjak berdiri sekitar 13 tahun lalu. CV PMB tidak pernah mendapat persetujuan dari warga. Awalnya usaha perbengkelan masih kecil dan lama kelamaan semakin berkembang dan besar. Sudah ada tiga kali tahap pembangunan usaha perbengkelan tersebut.

“Bising kali sekarang di pemukiman kami. Anak-anak mau tidur saja pun susah. Kerja mulai dari pagi jam 8 sampai jam 9 malam kadang,” ujar ibu-ibu.

Selain masalah kebisingan, ibu ibu itu juga menyebut pemukiman menjadi banyak abu. Hal ini yang membuat warga semakin lama semakin resah. Beberapa bangunan rumah juga dilaporkan mereka menjadi retak-retak.

“Debu itu lama-lama kan bisa menggangu paru-paru. Sekarang usaha perbengkelan ini sudah produksi mesin-mesin pabrik. Motong besi itukan bising karena dia buka usaha di padat pemukiman. Mesin pon pun ada juga dia, “ucap Neni yang dibenarkan ibu-ibu lainnya.

Ismayani Elija menambahkan warga sebenarnya sudah pernah menyampaikan keberatannya kepada pengusaha. Meski demikian tidak ada itikad baik dari pengusaha untuk menindaklanjuti keluhan warga.

“Kami minta supaya itu direlokasi dan ditutup. Dia nggak punya izin itu selain izin CV yang dia punya, “kata Ismayani.

Saat melakukan aksi, ibu-ibu yang juga didampingi oleh beberapa orang pria menyebut kecewa dengan pihak kecamatan. Disebut apa yang mereka keluhkan sudah pernah sebenarnya disampaikan kepada Camat Delitua. Namun sejauh ini belum ada tindak lanjut. Mereka sempat meminta agar bupati bisa mencopot Camat Delitua.

Aspirasi ibu ibu ini diterima Asisten II Pemkab, Khairum Rijal. Saat itu ia didampingi oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perizinan dan Satpol PP. Ketika itu hadir juga Kasi Trantib Kecamatan Delitua, Ganda S Kehadiran Ganda di tempat ini pun sempat disepelekan ibu ibu.

“Oalah ini lagi, ini lagi..,” ucap ibu ibu serentak.

Pada saat pertemuan, Ganda S membantah apa yang disampaikan oleh ibu-ibu. Ia menyebut selama ini camat dan kepala desa sudah menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan warga. “Jadi tidak benar kalau camat tidak menindaklanjuti. Pak camat sangat cepat merespon. Awal permasalahannya inikan Februari 2023. Katanya ada kebisingan, kemacetan, dan polusi udara. Kemudian kita survei ke lapangan, “kata Ganda.

Saat itu Khairum Rijal pun mengaku yakin kalau camat sudah merespon cepat. Namun demikian Khairum mengatakan dalam kasus ini perlu ada solusi bukan hanya sekadar merespon saja.

Kepada warga Khairum janji kalau pemkab akan turun ke lokasi. Pemkab membenarkan kalau usaha perbengkelan ini belum mempunyai izin.

“Akan kita panggil nanti pengusahanya. Kita akan turun juga kalau memang ada disebut ada rumah yang retak,”ujar Khairum. (btr/azw)

Pesta Panen dan HUT GKPI Porsea Kota, Jemaat Sampaikan Keluhan Pupuk ke Bupati

PERAYAAN: Acara pesta perayaan Hari Ulang Tahun ke-57 sekaligus pesta panen Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Porsea Kota, Minggu (3/9).

TOBA, SUMUTPOS.CO – Di acara pesta perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 sekaligus pesta panen Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Porsea Kota, Minggu (3/9), warga jemaat gereja menyampaikan terimakasih atas kehadiran Bupati Toba, Poltak Sitorus beserta jajaran.

Jemaat menyatakan bahwa pesta HUT ke-57 sengaja dibuat bersamaan dengan pesta panen, sebagai bentuk syukur jemaat atas hasil panen yang mereka dapatkan tahun ini. Meski begitu, jemaat gereja GKPI Porsea Kota tetap menyampaikan keluhan mereka soal kelangkaan pupuk yang berdampak pada hasil panen.

Menanggapi keluhan itu, Poltak Sitorus mengakui bahwa kuota pupuk subsidi saat ini tidak mampu memenuhi kebutuhan petani. Hal ini tidak lepas dari perang antara Ukraina dengan Rusia, terlebih bahan baku pupuk terbesar berasal dari dua negara itu.

“Soalnya sumber bahan pupuk terbesar adalah Ukraina dan Rusia. Presiden kita sampai pergi ke sana meski perang, agar bisa memenuhi kebutuhan pupuk kita,” kata Bupati.

Untuk mengatasi kelangkaan itu, bupati mengajak seluruh jemaat menggunakan pupuk organik. Selain dapat mempertahankan kesuburan tanah, pupuk organik juga dapat memberikan hasil yang maksimal. Berbeda halnya dengan penggunaan pupuk kimia yang membuat tanah menjadi candu, bahkan bisa merusak kesuburan tanah jika digunakan secara terus-menerus.

“Kita tidak boleh bergantung terus pada pupuk kimia, seperti dulu kita buat debu, kita harus coba sekarang. Kalau selama ini kita pakai pupuk kimia, kalau ini kita teruskan, tanah akan menjadi seperti tanah liat. Maka kita harus berubah, kita harus pakai pupuk organik,” kata Bupati melanjutkan.

Poltak Sitorus mengakui, penggunaan pupuk organik akan menambah rasa lelah pada petani karena harus mengolah pupuk organik terlebih dulu sebelum kemudian ditabur ke tanaman. “Jadi untuk kita, khususnya kaum bapak, harus mau capek. Maka kita harus merubah diri untuk lebih rajin lagi,” tambahnya.

Selain menyikapi keluhan jemaat yang didominasi petani, Poltak Sitorus juga menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan jemaat terhadap jajaran Pemkab Toba yang hadir saat itu. Beliau juga menyampaikan ucapan selamat Ulang Tahun ke-57 Gereja GKPI Porsea Kota. “Selamat Ulang Tahun yang ke-57 untuk GKPI Porsea Kota,” pungkasnya.

Bupati Poltak Sitorus dan jajaran beserta pimpinan Gereja GKPI Porsea Kota juga memberikan hadiah kepada para pelajar yang meraih juara di sekolah.

Sebelumnya, Bupati Toba Poltak Sitorus didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Toba Ny Rita Marlina Poltak Sitorus, Sekdakab Toba Augus Sitorus dan sejumlah pimpinan perangkat daerah mengikuti ibadah di GKPI Porsea Kota. (*/mag-10/azw)

Kotbah disampaikan Pdt Resort Porsea Kota, Pdt Harrison Banurea yang mengutip ayat Alkitab 2 Korintus 8:1- 7 yang juga menjadi tema acara yaitu Melayani Dengan Kasih. (*/mag-10/azw)