29 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 1161

Otak Pelaku Penembakan Dituntut Rendah, Ratusan Masyarakat Desa Besilam BL Geruduk PN Stabat

AKSI DAMAI: Ratusan masyarakat Desa Besilam BL Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat melakukan aksi damai di PN Stabat menyoal tuntutan rendah terdakwa Luhur Sentosa Ginting selaku aktor intelektual pembunuhan berencana mantan anggota DPRD Langkat, Almarhum Paino.Teddy Akbari/Sumut Pos.

STABAT, SUMUTPOS.CO – Ratusan masyarakat Desa Besilam Bukit Lembasa Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat, kembali menggeruduk Pengadilan Negeri Stabat di Jalan Proklamasi, Kelurahan Kwala Bingai, Senin (4/9/2023). Hal tersebut dilakukan massa menanggapi tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum terhadap terdakwa Luhur Sentosa Ginting alias Tosa Ginting yang didakwakan sebagai otak pelaku atau dalang pembunuhan berencana mantan Anggota DPRD Langkat, Almarhum Paino.

Massa meminta agar residivis kasus penembakan yakni Luhur Sentosa Ginting dihukum maksimal sebagaimana pasal 340 KUHPidana. “Kami mohon kepada majelis hakim kiranya menjatuhkan putusan sebagaimana pasal 340 KUHPidana. Kami memang kecewa dengan tuntutan jaksa, namun kami hormati,” ujar Penanggung Jawab Aksi, Togar Lubis.

Dia menegaskan, aksi yang dilakukan ratusan masyarakat Desa Besilam BL digelar secara damai. “Kita sampaikan ke Polres Langkat masyarakat akan melakukan aksi sampai pada hari Jumat. Namun tadi kita menjaga juga hal-hal yang tidak diinginkan, kita juga sudah ketemu dengan pihak pengadilan dan tidak melarang aksi kita. Saya sebagai penanggung jawab aksi, harus memikirkan agar tidak terjadi benturan,” ujar Togar.

Dalam orasinya di depan PN Stabat, dia dan ratusan masyarakat Desa Besilam BL meminta agar palu hakim selaku wakil tuhan di dunia ini untuk menghukumnya maksimal. Togar yang juga penasihat hukum korban menegaskan, aksi mereka bukan sebuah intervensi kepada majelis hakim PN Stabat.

“Kita sangat memahami dan menyadari bahwa tidak ada yang dapat mengintervensi hakim. Karena hakim punya kewajiban menggali hukum yang hidup dan berkembang di masyarakat. Hakim harus mempedomani fakta-fakta yang terungkap dipersidangan,” ujar Togar.

Dia menambahkan, terdakwa Luhur Sentosa Ginting alias Tosa juga pernah terbukti melakukan tindak pidana pada tahun 2021 lalu. Tosa dihukum 3 bulan kurungan penjara dengan tuntutan 6 bulan oleh JPU.

“Keempat terdakwa lainnya dalam perkara ini, telah dituangkan di dalam surat perdamaian. Bahwa keluarga, istri dan anak-anak korban, telah memaafkan keempat terdakwa. Tapi tidak untuk Tosa Ginting,” ucap Togar.

Karenanya, massa meminta agar majelis hakim yang mengadili perkara pembunuhan berencana Almarhum Paino dapat menjatuhkan vonis yang seadil-adilnya, berdasarkan fakta persidangan yang telah terungkap. Sebelumnya dalam amar tuntutan JPU, Dedi Bangun selaku eksekutor dan Luhur Sentosa Ginting selaku otak pelaku atau aktor intelektual atau dalang pembunuhan berencana mantan Anggota DPRD Langkat, Almarhum Paino, dituntut pidana 20 tahun kurungan penjara.

“Kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan menuntut, menyatakan terdakwa Luhur Sentosa Ginting alias Tosa telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana melakukan yang menyuruh melakukan dan turut serta melakukan perbuatan dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, melanggar pasal 340 KUHPidana jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana, sebagaimana dalam dakwaan primair jaksa penuntut umum.

Menjatuhkan pidana oleh karena itu dengan pidana penjara selama 20 tahun, dikurangi selama berada dalam tahanan, dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,” ujar Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Langkat, Hendra Sinaga yang membacakan langsung tuntutan terdakwa Luhur Sentosa Ginting dalam sidang yang diikuti oleh keluarga korban Almarhum Paino dan masyarakat Desa Besilam Bukit Lembasa Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat.

Bagi JPU, hal yang memberatkan terdakwa adalah sebagai aktor intelektual dan perbuatannya menimbulkan penderitaan untuk keluarga korban. Terdakwa juga sudah pernah dihukum sebelumnya dalam kasus penembakan dengan hukuman 3 bulan kurungan penjara.

Kemudian terdakwa juga berusaha mengaburkan tindak pidana pembunuhan berencana tersebut dan tidak mengakui perbuatannya selama persidangan. “Hal yang meringankan, terdakwa masih berusia muda dan memiliki 3 anak dan 1 istri,” pungkasnya. (ted/ram)

Dinilai Terlalu Memberatkan, Komisi III Minta Bapenda Medan Evaluasi Kembali Kenaikan PBB

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi III DPRD Medan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Badan Pendapatan (Bapenda) Kota Medan terkait capaian perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terkhusus jenis pajak Pajak Bumi Bangunan (PBB) di Kota Medan Tahun 2023. Rapat tersebut digelar Senin (4/9/2023).

Rapat dipimpin Ketua Komisi III DPRD Medan Afif Abdillah SE didampingi sekretaris Hendri Duin Sembiring, menghadirkan Kepala Bapenda Kota Medan Benny Sinomba Siregar bersama stafnya Sutan Partahi Siahaan, Poppy Maya Syafira, Ricki Nelson, Tengku Yunita dan Hardi Faisal.

Dalam RDP, DPRD Medan meminta agar pembayaran PBB yang jatuh tempo pada 31 Agustus 2023 dapat diperpanjang.

“Masih banyak masyarakat yang belum membayar PBB, kita harapkan pembayaran PBB dapat diperpanjang,” ucap Ketua Komisi III DPRD Medan, Afif Abdillah.

Tak hanya itu, politisi NasDem itu juga meminta kepada Bapenda Kota Medan untuk menghapus denda pembayaran PBB bagi wajib pajak yang belum membayarkan kewajibannya tersebut.

“Selain jatuh tempo diperpanjang, kita berharap denda dapat didispensasi,” ujarnya.

Menurut Afif, adapun alasan untuk dilakukannya dispensasi dan perpanjangan masa pembayaran karena mengingat situasi ekonomi masyarakat yang sulit.

“Harus ada rasa empati dari Pemko Medan kepada masyarakat, Pemko Medan harus lebih bijak menyikapi kondisi saat ini,” kata Afif.

Sebelumnya, dalam paparan Kepala Bapenda Kota Medan Benny Sinomba Siregar menyampaikan, realisasi target PBB hingga hingga akhir Agustus 2023 mencapai 45 persen dari toral target Rp952 Miliar.

Usai RDP, kepada awak media, Afif juga meminta Bapenda Kota Medan untuk kembali mengevaluasi kembali kenaikan PBB di Kota Medan. Pasalnya, kenaikan tarif PBB yang terlalu tinggi dinilai akan sangat memberatkan masyarakat.

“Niatnya memang baik, yaitu untuk meningkatkan PAD. Akan tetapi, Pemko Medan juga harus memahami bahwa kondisi ekomomi masyarakat saat ini belum pulih sepenuhnya,” pungkasnya.
(map/ram)

Rizki Lubis Ajak Masyarakat Dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Golkar, M Afri Rizki Lubis SM M.IP, menyatakan dukungannya kepada Bakal Calon Presiden (Bacapres) Anies Rasyid Baswedan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Padahal diketahui, hingga saat ini Partai Golkar masih tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) bersama sejumlah parpol lainnya guna mendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2024. Dalam artian, dukungan yang disampaikan Rizki Lubis kepada Anies Baswedan jelas berbeda dengan keputusan Partai Golkar.

Dukungan itu disampaikan Rizki Lubis saat menghadiri pengajian ibu-ibu se-Kecamatan Medan Johor dan sejumlah warga lainnya di Jalan Karya Tani, Kelurahan Pangkalan Masyhur, Kecamatan Medan Johor, Senin (4/9/2023) sore.

Pantauan Sumut Pos, pertemuan Rizki Lubis dengan ibu-ibu pengajian se-Kecamatan Medan Johor tersebut turut dihadiri Ketua Garda Pemuda NasDem Sumut, Defri Noval Pasaribu dan Anggota DPRD Sumut Fraksi Gerindra, Aulia Rizki Aqsa.

“Saya M Afri Rizki Lubis dengan ini menyatakan mendukung Bapak Anies Baswedan untuk menjadi Calon Presiden. Mari kita doakan beliau diberikan kesehatan, keselamatan dan kekuatan untuk menuju cita-cita atau tujuan beliau sebagai calon presiden,” ucap Rizki.

Pada kesempatan itu, Rizki Lubis juga mengajak seluruh peserta pengajian untuk turut mendukung Anies Baswedan di Pilpres 2024 mendatang.

“Buat bapak/ibu yang hadir pada hari ini, apakah bapak/ibu sepakat untuk mendukung Bapak H Anies Baswedan (di Pilpres 2024),” tanya Rizki yang disambut teriakan sepakat dari ratusan ibu-ibu yang hadir.

Atas jawaban sepakat yang disampaikan itu, Rizki Lubis mengaku bersyukur karena semua yang hadir solid untuk mendukung dan memenangkan Anies Baswedan pada Pilpres 2024.

“Berkat bapak/ibu dan relawan yang hadir pada saat ini, berkat doa kalianlah saudara-saudaraku sampai hari ini saya masih diberikan amanah sebagai Anggota DPRD Kota Medan,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam kata sambutannya, Ketua Garda Pemuda NasDem Sumut, Defri Noval Pasaribu, mengaku bersyukur atas dukungan Rizki Lubis dan warga sekitar yang mengaku solid untuk mendukung dan memenangkan Anies Baswedan di Pilpres 2024.

“Saya berharap, soliditas ini dapat terus kita jaga dalam mencapai cita-cita kita untuk menghantarkan Pak Anies Baswedan sebagai presiden,” sebutnya.

Diwawancarai Sumut Pos usai kegiatan tersebut, Rizki Lubis yang hingga saat ini masih menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Golkar, mengaku bahwa dukungannya terhadap Anies Baswedan pada Pilpres 2024 sebagai pilihannya secara pribadi. Ia menegaskan, pilihan tersebut merupakan panggilan hati.

“Ini pilihan pribadi saya (bukan Partai Golkar), ini panggilan hati. Saya meyakini bahwa Pak Anies Baswedan adalah sosok calon presiden yang paling tepat untuk memimpin bangsa ini di masa yang akan datang,” jawab Rizki Lubis.

Lantas, bagaimana dengan sikap Partai Golkar atas sikap dan pilihan pribadinya yang mendukung Anies Baswedan? Rizki Lubis mengaku belum mengetahuinya.

“Kita belum tahu (respon Partai Golkar). Sekali lagi ini pilihan pribadi saya, panggilan hati,” tegas putra mantan Ketua DPD Partai Golkar Medan, Syaf Lubis tersebut.

Ditanya terkait kemungkinan dirinya akan diberikan sanksi oleh Partai Golkar, Rizki Lubis juga mengaku tak mau berandai-andai. Termasuk, soal kemungkinan dirinya akan berpindah partai politik usai nantinya diberikan sanksi oleh partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Itu kita kembalikan ke Partai (Golkar). Saya hanya mengikuti pilihan pribadi saya, panggilan hati saya, yaitu mendukung Bapak H Anies Baswedan sebagai Calon Presiden di Pilpres 2024,” pungkasnya.
(map/ila)

Ops Zebra 2023, Polres Labuhanbatu Target 8 Pelanggaran Lalin

PIMPIN: Kapolres AKBP James H Hutajulu Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian (Ops) Zebra 2023, di Lapangan Apel Polres Labuhanbatu, Senin (4/9/2023).

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Resort (Polres) Labuhanbatu AKBP James H Hutajulu membacakan amanat Kapolda Sumatera Utara, Jenderal Polisi Agung Setya Imam Effendi saat Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian (Ops) Zebra 2023, di Lapangan Apel Polres Labuhanbatu, Senin (4/9/2023).

Dalam amanat tersebut, ditekankan 8 prioritas pelanggaran berlalu lintas menjadi target Operasi Kepolisian (Ops) Zebra 2023.

“Sasaran Operasi Zebra 2023 segala bentuk potensi gangguan, ambang gangguan dan gangguan nyata yang berpotensi terjadinya pelanggaran, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas dengan fatalitas tinggi. Atau pelanggaran lalu lintas berat pada 8 prioritas pelanggaran dengan humanis,” kata Kapolres James.

Polres Labuhanbatu melaksanakan OPS Zebra selama 14 hari mulai tanggal 4 sampai 17 September 2023.

Gelar pasukan Ops Zebra 2023 diikuti oleh personel Polres Labuhanbatu, anggota TNI Kodim 0209/LB, Dinas Perhubungan dan Satpol PP, dengan dihadiri oleh unsur Forkopimda Kabupaten Labuhanbatu.

Penyematan pita tanda operasi kepada perwakilan dari unsur TNI, Polri dan Dishub oleh Kapolres Labuhanbatu AKBP James H Hutajulu selaku Komandan Apel sebagai tanda dimulainya Operasi Zebra 2023 di wilayah hukum Polres Labuhanbatu.

Kapolres Labuhanbatu mengatakan Apel gelar pasukan dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel dan sarana pendukung lainnya agar operasi dapat berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.

“Operasi Zebra dilaksanakan dalam rangka mewujudkan situasi Kamseltibcar Lantas yang kondusif menuju Pemilu Damai 2024 di wilayah Provinsi Sumatera Utara,” ucap Kapolres.

Lanjut Kapolres, kedelapan pelanggaran tersebut antara lain menggunakan ponsel saat berkendara. Pengendara bermotor yang masih dibawah umur.

Lalu, pengendara motor yang berboncengan lebih dari satu orang. Dan, pengendara sepeda motor tidak menggunakan helm serta pengendara bermotor tidak menggunakan safety belt.

Kemudian, pengendara dalam pengaruh alkohol, pengendara melawan arus, pengendara yang melebihi batas kecepatan dan pengendara kendaraan bermotor dengan knalpot blong,

“Agar pelaksanaan tugas Operasi Zebra ini dilakukan secara profesional dengan persuasif, humanis sehingga tidak menimbulkan komplain dan kontra produktif dari masyarakat,” tutup Kapolres.

Dalam amanatnya Kapolda Sumatera Utara juga menekankan kepada seluruh personil yang terlibat operasi agar melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab, mengedepankan sikap humanis, senantiasa menjaga kesehatan, meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan. (fdh/ram)

Kapolres Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra, Tertibkan 8 Pelanggaran

PERIKSA: Kapolres Tebingtinggi AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon ketika menyematkan pita kepada personel gabungan dalam Operasi Zebra Toba tahun 2023 di Mapolres Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kapolres Tebingtinggi AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon memimpin apel gelar pasukan dalam Operasi Zebra Toba tahun 2023 di Halaman Mapolres Tebingtinggi Jalan Pahlawan, Senin (4/8/2023).

Operasi razia zebra ini dilaksanakan selama 14 hari di wilayah Polres Tebingtinggi. Adapun delapan pelanggaran lalulintas yang menjadi target dalam operasi zebra, pengendara menggunakan ponsel di saat berkendara, pengendara melawan arus.

Selanjutnya pengemudi atau pengendara di bawah umur, pengendara berboncengan lebih dari satu orang, pengendara sepeda motor tidak menggunakan helm SNI dan pengendara mobil tidak menggunakan Safety Belt, melebihi batas kecepatan, pengemudi dengan pengaruh alkohol dan pengemudi atau pengendara kendaraan bermotor dengan knalpot blong.

Kapolres Tebingtinggi AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon membacakan amanat Kapoldasu, permasalahan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di Sumatera Utara masih sangat memprihatinkan, hal tersebut tentu tidak terlepas dari rendahnya kesadaran terhadap peraturan berlalu lintas dan kepatuhan para pengguna jalan.

Jelasnya kembali, Operasi Zebra Toba 2023 merupakan operasi harkamtibmas bidang lalu lintas yang mengedepankan kegiatan edukatif dan persuasif serta humanis didukung dengan penegakan hukum secara elektronik dan tilang di tempat serta teguran yang humanis bagi pelanggar lalu lintas.

“Selain itu, Operasi Zebra Toba 2023 juga bertujuan sebagai sarana cipta kondisi menjelang pelaksanaan Operasi Mantap Brata Toba 2024 di mana dalam pelaksanaannya selain memberikan adaptasi mengenai tata cara berlalu lintas yang baik kepada masyarakat sekaligus membentuk karakter masyarakat yang disiplin dan taat kepada aturan hukum yang berlaku,” papar AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon.

Dalam operasi Zebra Toba tahun 2023, Polres Tebingtinggi melibatkan TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Polisi Militer dan PT Jasa Raharja. (ian/ram)

Tinjau Proyek Jalan Alternatif Medan – Brastagi, Ketua DPRD Sumut & Gubsu Minta Selesai Akhir 2023

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting bersama Gubsu Edy Rahmayadi meninjau pembangunan jalan Medan- Berastagi via Kutalimbaru, Minggu (3/9/2023).

Kepada awak media, Baskami mengatakan bahwa pihaknya meminta agar penyelesaian jalan alternatif itu dapat rampung di akhir 2023.

Ia juga mengucapkan terimakasihnya kepasa Gubsu yang di akhir masa jabatannya masih menyempatkan waktu untuk memastikan pembangunan jalan Medan- Berastagi, Kabupaten Karo berjalan dengan baik.

“Saya mengucapkan terimakasih atas dedikasi Saudara Gubsu dalam memastikan jalan Medan- Berastagi via Kutalimbaru ini. Keberadaan jalan ini sangat ditunggu-tunggu masyarakat,” ucapnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menyebutkan, pembukaan lahan hingga saat ini tinggal tersisa radius 600 meter lagi.

“Ketika selesai pembukaan lahan, maka akan dilakukan pengerasan dan pengaspalan. Kita harapkan selesai tepat waktu,” ujarnya.

Kedua tokoh Sumatera Utara tersebut tampak diterima langsung Bupati Karo ,Cory Br Sebayang dan Wakil Bupati Karo, Theopilus Ginting. Hadir juga Kepala Dinas PUPR, Marlindo Harahap, dan Perwakilan PT SMJ selaku kontraktor, Amran Panjaitan.

Sementara itu, Gubsu Edy Rahmayadi mengatakan, nantinya, setelah proses pembukaan lahan selesai, maka ditergetkan pada 2024 jalan alternatif itu dapat digunakan oleh masyarakat luas.

“Ini tinggal 600 meter lagi, kita berharap besok sudah tembus (ke Berastagi) jadi total 12 km. Setelah tembus dirapikan, 2024 dimulai pengaspalan dan pembuatan jembatan juga ada pelebaran jembatan. Setelah semuanya selesai maka jalan bisa digunakan,” katanya.

Edy berharap nantinya, dengan adanya jalan alternatif ini, logistik dari Berastagi dan Tanah Karo dapat terdistribusi dengan baik.

“Kita harapkan dengan adanya jalan ini, logistik dari Tanah Karo bisa cepat sampai ke Pasar Induk Jamin Ginting,” tambahnya.

Di lain pihak, Perwakilan PT SMJ, Amran Panjaitan, mengungkapkan pihaknya tidak ada menemukan kendala berarti selain cuaca dan curah hujan yang tinggi.

“Tersisa 600 meter lagi pembukaannya. Kita upayakan selesai secepatnya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, total jalur alternatif via Kutalimbaru ini sekitar 55,87 Km, lebih pendek dari jalur utama (jalan nasional) 76 Km. Jalan alternatif Medan – Berastagi yang dibangun menggunakan APBD Provsu secara multiyears itu akan melintasi Tuntungan – Desa Sukamakmur Kecamatan Kutalimbaru – Dusun II Sukamakmur – Dusun X Tanduk Benua – Dusun Sembaikan II Kecamatan Sibolangit – Desa Jaranguda – Berastagi.
(map/ram)

Jemaat GKDI Bersukacita, Bobby Nasution Serahkan Izin Ibadah di Adora Convention

SERAHKAN: Wali Kota Medan Bobby Nasution menyerahkan izin ibadah di Adora Convention, Jalan Harmonika Baru, Medan Selayang, Minggu (3/9).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Suara riuh gemuruh sebagai ungkapan rasa suka cita dari ratusan jemaat Gereja Kristus di Indonesia (GKDI) terdengar saat Wali Kota Medan Bobby Nasution menyerahkan izin ibadah di Adora Convention, Jalan Harmonika Baru, Medan Selayang, Minggu (3/9) siang. Dengan penyerahan izin beribadah ini, diharapkan jemaat GKDI dapat lebih tenang dan damai dalam menjalankan ibadahnya.

 Bobby Nasution mengatakan jika persoalan ibadah semua umat beragama merupakan hal yang fundamental karena menyangkut hubungan antara manusia dan Sang Pencipta.

 Oleh karenanya, Bobby Nasution berpesan kepada seluruh jajaran hingga tingkat lingkungan untuk dapat membantu setiap umat beragama yang ingin mengurus izin ibadah mereka masing-masing.

 “Kita belajar dari pengalaman yang ada, dari saudara-saudara jemaat kita yang lain. Untuk itu, saya berpesan kepada seluruh jajaran agar membangun kolaborasi, komunikasi dalam membantu masyarakat yang ingin mengurus izin ibadah mereka masing-masing, apa yang dibutuhkan secara administrasi, ” kata Bobby Nasution.

 Pria lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini selanjutnya menuturkan,  tidak boleh ada satu orang pun yang melarang umat beragama dalam beribadah. Sebab, jelasnya, menjadi tidak masuk akal jika sesama manusia, melarang umat beragama untuk menyembah dan beribadah kepada Pencipta-Nya.

 “Kami (Pemko Medan) selalu memegang prinsip itu. Jadi, apapun agamanya, kalau mau beribadah merasa tidak tenang dan aman dalam beribadah itu akan berdampak pada pembangunan daerah. Terlebih, kita punya cita-cita bersama untuk membangun dan membawa daerah kita jadi lebih maju salah satunya lewat ketenangan, kedamaian dan kekondusifan, ” ungkapnya.

 Di kesempatan itu, Bobby Nasution juga tak lupa minta dukungan seluruh jemaat GKDI dalam mewujudkan visi misi Kota Medan yang telah ditetapkan. Di antaranya, ungkapnya, membawa Kota Medan untuk berkurang dan keluar dari ancaman banjir melalui pembangunan kolam retensi.

  “Ini jadi cita -cita kita bersama. Kami memahami jika dalam pembangunan suatu daerah dibutuhkan tahapan-tahapan dan tentu dibutuhkan dukungan, ” terangnya seraya berharap dan mengajak para tokoh agama, pendeta dan seluruh jemaat untuk menggerakkan lebih fungsi rumah ibadah, termasuk gereja dalam upaya bersama mencegah penyalahgunaan narkotika di kalangan anak muda.

 Suasana pun kian atraktif saat Bobby Nasution memberikan hadiah bagi jemaat yang mampu menjawab pertanyaan yang diajukannya. Saat hendak meninggalkan lokasi, sapaan demi sapaan pun disahuti oleh Bobby Nasution termasuk memenuhi permintaan swafoto bersama dari para jemaat. (rel)

Jalanan Kota Medan Tergenang Banjir, DPRD Medan Soroti Pembangunan Drainase dengan Sistem U-Ditch

BANJIR: Kendaraan saat melintasi jalanan Kota Medan yang terendam banjir.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hujan deras yang turun di Kota Medan pada Minggu (4/9/2023) sore, telah merendam sejumlah ruas jalan pada beberapa kawasan di Kota Medan. Padahal di ruas-ruas jalan tersebut, sistem drainasenya atau paritnya telah terpasang U-Ditch. Namun sayang, wilayah tersebut masih mengalami banjir.

Hal ini dialami langsung oleh Anggota DPRD Medan, Wong Chun Sen Tarigan saat melintas di kawasan jalan yang terendam banjir, mulai dari Jalan Thamrin, Jalan Asia, Jalan Sutomo, Jalan Perintis Kemerdekaan hingga Jalan HM Yamin pada Minggu (3/9/2023) malam.

“Kita harap ini menjadi perhatian Pemko Medan, khususnya Kadis SDAMBK (Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi) Medan, Topan Ginting. Seharusnya kalau sudah terpasang U-ditch, setidaknya jalanan tidak tergenang banjir dengan genangan air yang terbilang tinggi,” ucap Wong, Senin (4/9/2023).

Menurut Politisi PDI-P kota Medan ini, jalan yang dilaluinya sudah layaknya seperti anak sungai. Tentunya hal ini sangat merugikan masyarakat pengguna jalan yang melintas, seperti pengemudi sepeda motor dan becak bermotor maupun angkutan penumpang yang mogok akibat terendam banjir.

“Tujuan awal pemasangan U-Ditch untuk mengatasi banjir atau genangan air, tapi kenyataannya ketika hujan deras turun sekitar 30 menit saja, ketinggian air hampir setengah lutut orang dewasa,” ujarnya heran.

Untuk itu, sambung Wong, pihaknya meminta Dinas SDABMBK untuk melakukan pengecekan kembali aliran U-Ditch yang sudah dibangun, apakah mengalir atau tidak.

“Sehingga air hujannya tidak merendam badan jalan maupun bangunan-bangunan yang ada disekitarnya,” katanya.

Berdasarkan amatan, banjir tersebut menimbulkan kemacetan panjang di kawasan Jalan Guru Patimpus, Jalan Adam Malik hingga persimpangan Jalan Gatot Subroto. Begitu juga di Jalan Laksana, Jalan Rahmadsyah dan Jalan Amaliun, pemukiman warga juga mengalami banjir di kawasan tersebut. (map/ram)

Pimpin Apel Terakhir di Kantor Gubernur Sumut, Ijeck Mohon Maaf ke ASN: Banyak Saya Dapat Pelajaran

Wagub Sumut, Musa Rajekshah pimpin apel terakhir di Kantor Gubernur Sumut.(ist/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah memimpin apel terakhir di Kantor Gubernur Sumut, di Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Senin (4/9) pagi. Apel ini, terakhir dipimpinnya jelang H-1 berakhirnya masa jabatan, Selasa (5/9) hari ini.

Wagub Musa pamit kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mengikuti apel tersebut. Karena, dirinya bersama Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi yang akan berakhir masa jabatannya memimpin Sumut ini, selama 5 tahun.

“Saat awal saya merasa grogi lima tahun lalu. Hari ini, setelah lima tahun tetap grogi,” sebut Wagub Ijeck sapaan dari Musa Rajekshah dalam memberikan amanat dalam apel tersebut.

Ijeck mengungkapkan suka dan duka selama menjabat sebagai Wagub Sumut pasti ada. Pada kesempatan ini, ia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semuanya, sudah dilaksanakan walaupun belum mencapai target.

Dengan itu, juga menyampaikan izin pamit kepada ASN di lingkungan Kantor Gubernur Sumut.”Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” kata Ketua DPD Golkar Sumut itu.

Wagub Ijeck mengingat suasana ini, tak pernah dia ingin menjadi Wagub Sumut dulu. Ia bercerita saat dirinya sekolah dan di Perguruan Tinggi, hanya bercita-cita ingin menjadi pengusaha yang lebih sukses dari orang tuanya.

“Tapi ternyata takdir berkata lain. Juga bukan jadi penyesalan bagi saya. Saya ingat sekali, waktu itu saya datang ke sini (Kantor Gubernur Sumut) sebagai tamu dan sebagai pengusaha. Waktu itu, Gubernurnya Pak Gatot Pujo Nugroho,” jelas Ijeck.

Namun, Ijeck berkata dirinya sebagai Wagub Sumut sudah menjadi rencana dan takdir Allah SWT, tidak bisa ditolak. Sehingga sejak awal tidak terbayangkan menjadi orang orang nomor dua di Pemprov Sumut ini.

“Allah maha besar, Allah maha segalanya,” tutur Ijeck mengaku selalu bersyukur apa diberikan Allah SWT.

Wagub Ijeck mengatakan banyak pelajaran yang dia dapatkan saat masuk dalam birokrasi di Pemprov Sumut ini. Dimana, ia hanya berlatarbelakang sebagai pengusaha, yang bercita-cita sebagai pelaku usaha tersukses di Indonesia ini.

“Banyak yang saya dapat pelajaran. Masuk ke birokrasi Pemerintahan. Dimana dulunya, saya sebagai swasta, kalau di swasta serba cepat, karena ujung-ujungnya profit,” kata Ijeck

“Saat masuk ke pemerintah harus ada jenjang yang dilewati, tapi memang harus seperti itu karena uangnya adalah uang rakyat. Harus kita pertanggungjawabkan,” jelas Wagub Ijeck.

Wagub Ijeck tidak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada ASN dan jajaran Pemprov Sumut, atas semua dedikasi, bantuan, loyalitas dalam menjalankan roda pemerintahan di Sumut, 5 tahun ini.

“Saya juga meminta maaf, karena sebagai manusia tentu lah, saya tidak sempurna, atas tingkah laku saya perkataan saya dan anak-anak saya kurang berkenan. Jabatan sementara, semua ini sementara. Sama seperti kami lima tahun menjadi Wakil Gubernur,” kata Ijeck.

Ijeck berpesan, yang mana baik dilanjutkan dan yang belum sempurna, disempurnakan. Ia menyebutkan ASN ini, sebagian besar adalah rakyat Sumut yang besar. Bekerjalah dengan baik supaya kehidupan tercapai dengan baik, untuk anak-anak, cucu nantinya.

“Semoga Allah SWT melindungi kita dan tercapai apa yang kita cita-citakan,” tandas Wagub Ijeck menyampaikan amanatnya dalam apel tersebut.

Usai apel terakhir Ijeck itu, para ASN di lingkungan Kantor Gubernur Sumut, satu persatu ASN menyalami Wagub Sumut dan meminta foto bersama. Suasana harus menyelimuti apel tersebut.(gus)