27 C
Medan
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 1162

Mayat Busuk Ditemukan di Kamar Mandi

EVAKUASI: Personel kepolisian bersama Tim Inafis Polres Tebingtinggi melakukan evakuasi kepada penemuan mayat laki-laki di dalam kamar mandi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Warga Jalan Persatuan, Lingkungan 4, Kelurahan Pasar Gambir, Kecamatan Tebingtinggi Kota, Kota Tebingtinggi, Sabtu (2/8) petang dihebohkan dengan penemuan mayat laki-laki dalam kondisi sudah membusuk di sebuah kamar mandi.

Korban diketahui Saman Bahtiar (59) ditemukan tetangga kondisi meninggal dan menyebarkan aroma tidak sedap. Selama ini korban diketahui mengidap penyakit asam urat dan peny akit lainnya.

Penemuan mayat di dalam kamar mandi langsung ditangani oleh pihak Kepolisian Polres Tebingtinggi dan Tim Inafis.

Dari hasil visum di Rumah Sakit Bhayangkari Kota Tebingtinggi tidak ditemukan bekas tanda-tanda penganiayaan. Hal ini dikatakan oleh Kasi Humas Polres Tebingtinggi AKP Agus Arianto, Minggu (3/8).

Menurut dia penemuan mayat di dalam kamar mandi tersebut, karena adanya informasi dari warga yang mencium aroma tidak sedap dari dalam ruangan rumah korban. “Kini kasusnya sudah ditangani oleh pihak kepolisian. Hasil visum rumah sakit, tidak ditemukan bekas penganiayaan, korban meninggal akibat penyakit menahunnya,” untuk AKP Agus Arianto.

Muhammad Amin Rais (24) warga sekitar ketika sedang duduk di depan rumah korban mencium aroma bau busuk dari dalam rumah.

Seketika itu, katanya, dirinya ingin mengetahui aroma apa yang tercium, setelah dicek dibagian kamar mandi ada sesosok mayat laki-laki yang sudah membusuk.

Menurut Amin Rais, sontak penemuan mayat tersebut membuat heboh warga sekitar, mereka berupaya membuka paksa pintu korban dari luar dan memberikan informasi kepada pihak kepolisian.

“Memang korban (Saman Bahtiar) sudah lima hari ini tidak tampak melakukan aktivitas diluar rumah, sedangkan kunci rumah terkunci dari dalam. Korban tidak memiliki istri dani anak, tinggal sendiri dirumahnya,” jelasnya. (ian/azw)

Guru Jason Saragih Salah Satu Pelopor Berdirinya GKPS

ZIARAH: Kapolres Simalungun AKBP Ronald FC Sipayung SH SIK MH bersama keluarga besar Guru Jason Saragih dan para pendeta GKPS saat ziarah ke makam Guru Jason Saragih.

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Para Pengurus GKPS Distrik II Resort Raya dan Panitia Peringatan 120 tahun Jubelium Injil di Simalungun, yaitu Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga, bersama Forkopimda Simalungun, termasuk Kapolres AKBP Ronald FC Sipayung SH SIK MH, berziarah ke makam Guru Jason Saragih, di Pematang Raya, Kabupaten Simalungun, Sabtu (2/9/2023).

Kegiatan ziarah dilakukan karena Guru jason Saragih merupakan salah satu tokoh pendiri GKPS sejalan dengan Masuknya Injil di Simalungun.

Jemaat GKPS Distrik II melaksanakan ibadah perayaan Jubileum 120 tahun Injil di Kabupaten Simalungun. Perayaan berlangsung di GKPS Pamatang Raya 1903, Kecamatan Raya, Sabtu (2/9/2023). Perayaan keagamaan bagi umat kristiani khususnya jemaat GKPS itu mengusung tema Persekutuan dan Pelayanan Berdampak, dan sub tema Dengan penuh sukacita kita nyatakan buah keselamatan dan menjadi berkat bagi gereja, masyarakat dan Negara sebagai tanda kedewasaan Iman.

Siapakah sebenarnya Guru Jason Saragih?
Erman Saragih, cucu tertua Guru Jason Saragih, melalui Agustinus Zulkarnain Sitompul, yang merupakan cucu dari anak perempuan (boru), menerangkan, oppung (kakek)-nya itu lahir di Nagakasiangan, yang sekarang masuk wilayah Kabupaten Serdang Bedagai (dulunya Kabupaten Simalungun), tahun 1883.

Guru Jason Saragih merupakan putra dari pasangan suami istri (pasutri) Balim Saragih dan Urow br Purba. Sedangkan kakeknya, bernama Mula Saragih. Kakek dan ayahnya sama-sama merupakan Panglima Raja Raya.
DIketahui, keberadaan keluarga mereka di Nagakasiangan atas permohonan Raja Bajalingge kepada Raja Raya, untuk menjaga perdamaian di perbatasan Kerajaan Tebing Tinggi dan Bajalingge. Sebab saat itu sering terjadi peperangan antara Kerajaan Tebing Tinggi dan Kerajaan Bajalingge.

Namun di tahun 1904, setelah kedua orang tuanya meninggal dunia, Guru Jason Saragih kembali ke Pematang Raya. ia ikut dalam rombongan Controleur Belanda.

Guru Jason yang memiliki keahlian pencak silat (pandihar) sangat diperhitungkan kemampuan bela dirinya. Sehingga Pemerintah Belanda mengangkatnya menjadi mandor/mandur untuk membuka jalan Hutailing-Tiga Runggu-Pematang Raya, hingga ke Pematang Siantar.

Ketika itu, ia melihat sangat banyak anak-anak yang tidak berkesempatan mendapat pendidikan. Atas berbagai pertimbangan, Guru Jason memilih mundur dari jabatannya sebagai mandor/mandur.

Kemudian, ia menemui Pendeta August Theis, penginjil Eropa pertama yang datang ke Simalungun, dan meminta dibaptis. Tak lama, Guru Jason yang memiliki cita-cita menjadi pendidik, dikirim ke Seminari Depok, di Pulau Jawa, guna mengikuti Pendidikan Guru.
Tanggal 1 Juli 1911, saat usianya 28 tahun, Guru Jason berangkat ke Depok menggunakan kapal laut.

Ia menjadi pemuda Simalungun pertama yang berkesempatan bersekolah atau mendapat pendidikan di Pulau Jawa. Selama empat tahun, ia belajar di Depok, dan lulus dengan menyandang gelar Diploma Guru.
Dengan bekal ilmu dari Pulau Jawa, Guru Jason kembali ke Pematang Raya, Simalungun. Ia memulai kariernya sebagai guru bantu di Zending Volkschool di Pematang Raya. Hingga kemudian diangkat sebagai kepala sekolah di Zendings Vervolgschool (sekolah lanjutan).

Murid-muridnya banyak yang berasal dari Sondi Raya, Mangadai, Dolok Kasihan, Nagatongah, Simandamei, dan Tambahan.
Karena ada saja kendala, tidak jarang Guru Jason langsung menjemput murid-muridnya ke rumah masing-masing untuk berangkat ke sekolah dan belajar.

Tanggal 3 September 1928, Guru Jason bersama sejumlah tokoh Simalungun di Pematang Raya, mendirikan “Komite Na Ro Marpondah”. Ia diangkat menjadi ketua komite yang bertugas menerjemahkan buku-buku pendidikan ke dalam bahasa Simalungun (Rudang Ragi-Ragian).

Untuk kehidupan pribadinya, Guru Jason diketahui menikah dengan Maria br Damanik, tanggal 19 Juli 1926. Maria br Damanik merupakan putri dari Udung Damanik dan Bungairim br Saragih.

Dari pernikahannya, Guru Jason dan Maria br Damanik dikaruniai 10 orang anak, yakni 5 laki-laki dan 5 perempuan. Kesepuluh anak tersebut yaitu: Baraencius Saragih, Ronna Saragih, Maudin Saragih, Amir Saragih, Aben Saragih, Liana Saragih, Tohang Saragih, Leila Saragih, Osdar Saragih, dan Delima Saragih. Saat ini, ke 10 putra-putri Guru Jason Saragih sudah meninggal dunia.

Setelah selama 43 tahun mengabdi sebagai pendidik, tanggal 1 Februari 1958, Guru Jason Saragih pensiun sebagai guru. Banyak anak didiknya yang telah tersebar seantero nusantara.

Lima tahun kemudian, tepatnya 30 Maret 1963, Guru Jason Saragih meninggal dunia, tutup usia 80 tahun. Ia dimakamkan di areal lahan pribadinya di Pematang Raya, 2 April 1963.

Dua bulan setelah Guru Jason Saragih meninggal dunia, Bupati Simalungun saat itu, Radjamin Poerba BC HK, melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 305/1963-Uod- tanggal 29 Mei 1963, memberikan gelar penghormatan “Pelopor/Bapak Pendidik Simalungun” kepada Almarhum Guru Jason Saragih.

Disebutkan dalam SK tersebut, gelar diberikan sebagai tanda penghargaan/penghormatan atas jasa-jasa dan kegiatan-kegiatan Almarhum Guru Jason Saragih sebagai seorang Pelopor/Bapak Pendidik Simalungun yang telah mengabdikan diri demi kemajuan anak daerah yang tersebar di seluruh kepulauan Indonesia pada khususnya dan kemajuan masyarakat daerah Simalungun pada umumnya.

Bupati Simalungun saat ini, Radiapoh Hasiholan Sinaga dalam sambutannya saat Perayaan dan Ibadah 120 tahun Jubelium Injil di Simalungun GKPS Distrik II dan Pesta Olob-olob GKPS Resort Raya, mengatakan sudah sepantasnya masyarakat Simalungun menghormati ketiga tokoh yang membawa kehidupan melalui Injil di Simalungun, Pendeta August Theis, Pendeta Jaulung Wismar Saragih dan Guru Jasn Saragih sebagai Pahlawan/Pelopor/Bapak Pendidik Kabupaten Simalungun.

“Kita bayangkan perjuangan beliau (Guru Jason Saragih). Saya kira saat itu dari Siantar ke Tiga Runggu belum diaspal. Mungkin masih jalan setapak,” kata Radiapoh.
Radiapoh juga menilai perjuangan Guru Jason Saragih sangat luar biasa.

“Kalau dulu, Guru Jason mungkin sekolahnya tidak menetap, jika dibandingkan dengan anak-anak saat ini,” sebutnya.

Guru Jason Saragih, katanya, mengajar hingga ke kampung-kampung dan ke huta-huta dengan berjalan kaki. Sedangkan anak-anak sekarang pergi ke sekolah naik kendaraan. Duduk saja, dan sampai ke sekolah.

Oleh karena itu, Radiapoh mengatakan, perjuangan Guru Jason Saragih menjadi motivasi bagi masyarakat, terutama generasi muda untuk semakin giat belajar dan lebih fokus.

“Mungkin tanpa Guru Jason Saragih, kita akan terbelakang saat ini. Sudah banyak tokoh Simalungun yang berhasil melalui didikan Guru Jason Saragih. Termasuk mantan Bupati Simalungun Tuan Madja Purba dan Radjamin Purba yang merupakan anak didik Guru Jason Saragih,” terang Radiapoh. (mag-7/ram)

Gelapkan Uang Koperasi, AKP Hafis Paesal Disidang

SAKSI: Lima anggota Brimob dihadirkan sebagai saksi dalam kasus dugaan penggelapan terdakwa AKP Hafis Paesal di PN Medan, Kamis (31/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lima anggota Brimob dihadirkan sebagai saksi, dalam kasus dugaan penggelapan uang Koperasi Sat Brimob Polda Sumut senilai Rp 3,7 miliar, dengan terdakwa AKP Hafis Paesal Lubis, di Ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (31/8).

Kelima saksi anggota Brimob tersebut, yakni Kelana Efendi, Jhon Taufik, Tumiang Hutagalung, Heriyono, Yudha Prawira. Dalam keterangannya, saksi Kelana mengatakan bahwa dirinya mengetahui bahwa terdakwa menggunakan uang koperasi tanpa sepengetahuan pengurus lainnya pada saat Hafis Paesal diperiksa. “Setelah dilihat pembukuan, diperiksa dari keuangan koperasi,” kata Kelana.

Ia mengatakan, keberadaan uang koperasi tersebut berasal dari iuran para anggota yang berjumlah 1.824 orang dengan iuran Rp50 ribu perbulannya.

“Inikan uang ya, apa saudara pernah dengar kalau uang itu disimpan pada suatu tempat atau melalui rekening,” tanya hakim ketua, Lucas Sahabat Duha.

“Sepengetahuan saya, uang itu disimpan di rekening bank BRI dan BSI. Beliau menggunakan uang itu tanpa sepengetahuan pengerus, diinvestasikan diluar. Saya tau dari orang, setelah diperiksa dipenyidik, saya tau dari penyidik bahwa ada penggelapan disitu,” jawab Kelana.

Saksi Kelana juga menjelaskan, saat dilakukan pemeriksaan pada rekening koran terdapat uang koperasi sekitar Rp4 miliar. Namun, kata dia, saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, uang yang ada di bank BSI tersebut hanya senilai Rp6 juta.

Hal itu juga ditegaskan oleh saksi Jhon, yang mengatakan dirinya juga mendapat informasi bahwa saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, pada kas koperasi hanya ditemukan uang senilai Rp6 juta. “Hasil pemeriksaan itu sudah tidak ada, yang ada hanya Rp6 juta,” ucapnya.

Terpisah, saksi Heriyono mengatakan, bahwa dirinya mengetahui peristiwa tersebut pada awal bulan Februari 2022. Selain itu, Heriyono juga menguraikan, terdakwa diduga melakukan penggelapan uang untuk keperluan pribadinya.

“Dia menyampaikan Rp1,8 M ada kerjasama dengan pihak ketiga. Konveksi kalo gak salah yang mulia. Rp250 juta ada masalah tol, Rp210 juta ada masalah pengurusan tanah, dan ada Rp240 juta yang mulia,” urainya.

Mengutip dakwaan JPU, perkara ini berawal pada 25 Pebruari 2022, ketua Primer Koperasi Polisi (PRIMKOPPOL) AKP Hapis Paesal Lubis menjelaskan bahwasannya ada dana di kas PRIMKOPPOL sebesar Rp4.046,559,431,39 direkening BSI atas nama PRIMKOPPOL, Satuan Brimob Polda Sumut.

Pada saat itu, AKP Hapis akan berangkat Sekolah Sespimma disarankan untuk menyerahkan jabatannya ke yang lain. Namun, AKP Hapis tidak bersedia dan besikeras untuk menjadi gelombang kedua.

Pada bulan April 2022 ketua koperasi AKP Hapis Paesal Lubis mengirimkan rekening Koran BSI atas nama PRIMKOPPOL, Satuan Brimob Polda Sumut dengan saldo sebesar Rp4.046,559,431,39.

Selanjutnya pada bulan Mei 2022, ketua koperasi tidak mengirimkan rekening Koran. Pada bulan Mei AKP Hotlan Sihombing berangkat bersama Aipda Roni ke Bank BSI Iskandar Muda untuk mengecek kebenaran saldo tersebut.

Singkat cerita, AKP Hapis kerjasama dengan pihak ketiga dengan menggunakan Uang KAS Besar PRIMKOPPOL, Satuan Brimob Polda Sumut tanpa sepengetahuan dan persetujuan anggota/pengawas.(man/azw)

Dukung KTT ke-43 ASEAN di Jakarta, Telkomsel Pastikan Kesiapan & Kemudahan Akses Jaringan

Telkomsel konsisten untuk terus berpartisipasi dan berkontribusi terhadap kelancaran pelaksanaan rangkaian kegiatan KTT ke-43 ASEAN di Jakarta, guna mengantisipasi potensi lonjakan trafik komunikasi yang tinggi di sejumlah area, seperti area penginapan, seluruh lokasi rangkaian kegiatan KTT ke-43 ASEAN, titik-titik transit transportasi seperti bandara hingga destinasi wisata.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, konsisten terus mengambil peran terdepan dalam mendukung program-program pemerintah, termasuk dalam menyukseskan pelaksanaan forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN yang akan berlangsung pada 5-7 September 2023 di Jakarta.

Dengan kapabilitas cakupan jaringan broadband teknologi terdepan serta ekosistem produk dan layanan digital terkini, Telkomsel telah memastikan kesiapan infrastruktur guna menjaga kenyamanan akses komunikasi bagi perwakilan dan delegasi negara-negara Asia Tenggara serta negara-negara lainnya sebagai undangan.

Komitmen ini menjadi upaya Telkomsel untuk melanjutkan kontribusi dalam memperkuat relevansi Indonesia sebagai bagian dari ASEAN untuk merespon tantangan kawasan maupun global dan memperkuat posisi ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan yang membuka lebih banyak peluang kemakmuran bagi anggota ASEAN.

Telkomsel sendiri telah melakukan optimalisasi kapasitas dan kualitas jaringan di lebih dari 2.590 BTS broadbandtermasuk tambahan 149 BTS 4G/LTE dan mengoperasikan 5 Compact Mobile BTS (COMBAT) guna mengantisipasi potensi lonjakan trafik komunikasi yang tinggi di sejumlah area, seperti area penginapan, seluruh lokasi rangkaian kegiatan KTT ke-43 ASEAN, titik-titik transit transportasi seperti bandara hingga destinasi wisata.

Selain itu, Telkomsel juga telah melakukan penambahan dan perluasan cakupan jaringan 5G dengan menggelar infrastruktur tambahan 7 BTS 5G yang telah menjangkau sejumlah titik gelaran kegiatan KTT ke-43 ASEAN guna menghadirkan akses jaringan broadband berteknologi terkini yang dapat memberikan pengalaman aktivitas digital yang prima bagi seluruh delegasi.

Direktur Network TelkomselNugroho menjelaskan, “Melanjutkan keberhasilan sebelumnya dalam memastikan akses jaringan broadband berteknologi terdepan untuk mendukung kenyamanan konektivitas digital seluruh delegasi pada KTT ke-42 ASEAN yang dilaksanakan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur pada Mei 2023 lalu, Telkomsel konsisten untuk terus berpartisipasi aktif dan berkontribusi terhadap kelancaran pelaksanaan rangkaian kegiatan KTT ke-43 ASEAN di Jakarta, yang akan menjadi ajang berbagai pertemuan bilateral di antara para pemimpin negara untuk menguatkan pencapaian visi ASEAN 2045 dengan memastikan kelembagaan ASEAN yang kuat dan kokoh.

Momentum KTT ke-43 ASEAN di Jakarta mendatang juga akan mendorong kontribusi kami dalam mendukung komitmen Indonesia untuk menunjukkan potensi besar transformasi ekosistem industri dan kapabilitas digital terbaik negeri yang dapat meningkatkan daya tarik investasi strategis global dan kawasan regional bagi Indonesia.”

Guna untuk dapat semakin menunjang pengalaman digital para delegasi KTT ke-43 ASEAN di Jakarta, Telkomsel juga telah menjamin ketersediaan ragam produk dan layanan digital unggulan, seperti menyiapkan dan memastikan sejumlah Kartu Prabayar Tourist Edisi KTT ASEAN 2023 dengan kuota data hingga 200 GB.

Di samping itu, titik layanan pelanggan Telkomsel juga telah disiapkan pada sejumlah titik lokasi, seperti bandara & media center yang siap untuk melayani kebutuhan registrasi Kartu Prabayar Tourist dan IMEI perangkat mobile, paket data dan isi ulang pulsa, aktivasi untuk layanan jaringan 5G, serta aktivasi layanan digital lifestyle Telkomsel, seperti MAXstream, Dunia Games, dan lain sebagainya.

Bagi perwakilan delegasi KTT ke-43 ASEAN yang menggunakan layanan dari negara asal, dapat mengaktifkan layanan international roaming di Indonesia. Telkomsel memastikan para delegasi akan mendapatkan kenyamanan konektivitas digital yang prima, di mana saat ini Telkomsel telah bekerja sama dengan 382 perusahaan telekomunikasi seluler dari 180 negara di seluruh dunia, yang mana perusahaan-perusahaan telekomunikasi tersebut berasal dari negara-negara delegasi KTT ke-43 ASEAN yang akan hadir di Indonesia. Kerja sama tersebut mencakup 4G/LTE Roaming Partnership dengan setidaknya satu perusahaan telekomunikasi seluler dari tiap negara, serta 5G Roaming Partnership dengan beberapa negara.

Sebagai bagian dari Telkom Group, Telkomsel juga turut berpartisipasi mendukung kegiatan the ASEAN-Indo Pacific Forum (AIPF) yang akan digelar pada 5-6 September 2023 di Hotel Mulia Jakarta. Kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Luar Negeri RI dan Kementerian BUMN RI ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN 2023.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk berdiskusi sekaligus menghasilkan kerjasama bisnis yang inklusif, kolaboratif, dan konkret dengan fokus pada empat bidang pembahasan, seperti Green Infrastructure & Resilient Supply ChainSustainable & Innovative FinancingInclusive Digital Transformation, dan Creative Economy.

Pada penyelenggaraan kegiatan tersebut, Telkomsel akan berpartisipasi pada bidang Creative Economy dengan menghadirkan showcase terkait INDICO yang mengelola platform dan portofolio bisnis digital Telkomsel di berbagai sektor, yakni Digital Food Ecosystem (agritech), Fita (health-tech), Kuncie (edu-tech), dan Majamojo (gaming) yang memiliki tujuan untuk mendorong penguatan inklusi ekosistem digital dan ekonomi kreatif digital di Indonesia.

“Kami berharap dukungan Telkomsel untuk menjaga kelancaran seluruh rangkaian forum internasional ini dapat memperkuat peran Indonesia sebagai penggerak yang terus membuka peluang strategis menuju masa depan Kawasan Asia Tenggara yang lebih baik, terutama dalam mendorong tiga pilar capaian utama KTT ASEAN 2023 yang mencakup pembahasan ASEAN Matters, penguatan Epicentrum of Growth, dan implementasi ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) yang dapat dimanifestasikan dalam konteks ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di Kawasan Asia Tenggara,” tutup Nugroho.(rel)

Kota Medan Dilanja Banjir, DPRD Medan Soroti Sistem U-Ditch

BANJIR: Salah satu ruas jalan Kota Medan saat digenangi banjir.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hujan deras yang melanda Kota Medan sejak Minggu (3/9/2023) sore hingga malam, membuat sejumlah kawasan di Kota Medan terendam banjir.

 Kepala BPBD Kota Medan Husni mengatakan, sejumlah titik kawasan yang terendam air. “Hujan deras mulai sekitar pukul 18.00 WIB. Ada beberapa kendaraan yang mogok dan dievakuasi,” kata Husni.

  Ia menyampaikan, curah hujan yang tinggi juga membuat sejumlah sungai meluap dan menggenangi jalan dan pemukiman warga. “Ada beberapa kawasan coba kita analisa untuk dievaluasi kondisi lapangan, di kawasan sungai ada juga beberapa yang sedikit terjadi luapan, saya lagi menghimpun,” ungkapnya.

 Dikatakannya, sampai saat ini belum ada laporan warga yang mengungsi akibat dampak dari banjir yang melanda. Adapun wilayah yang terendam banjir di Medan, lanjut Husni, seperti di Kampung Aur, Jalan Letjen Suprapto tergenang air dengan ketinggian 20-40 cm. Warga sekitar masih bertahan di rumah masing-masing.

 Di Jalan Gatot Subroto, lebih tepatnya di kawasan Carrefour, tergenang air dengan ketinggian 50 cm. Di Jalan Dr Mansyur, tepatnya di depan RS USU, tergenang air dengan ketinggian 20-60 cm.

 Di Jalan Perjuangan, Kecamatan Medan Sunggal, tergenang air setinggi 50-100 cm. Ada sejumlah warga yang dievakuasi karena terjebak banjir.  Di Jalan Ir Juanda, Kecamatan Medan Baru tergenang air setinggi 20 cm. Warga masih bertahan di rumah masing-masing.

 Di Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang tergenang air setinggi 80 cm. Warga masih bertahan di rumah masing-masing. Di Jalan Abadi, Kecamatan Medan Sunggal tergenang air hingga 100 cm. Saat ini ada beberapa warga yang dievakuasi karena terjebak banjir.

 Sementara itu, lokasi jalan yang tergenang banjir di Kota Medan menggunakan sistem drainase terpasang U-Ditch. Namun sayang, wilayah tersebut masih mengalami banjir.

 Hal ini dialami langsung oleh Anggota DPRD Medan, Wong Chun Sen Tarigan saat melintas dikawasan jalan yang terendam banjir, mulai dari Jalan Thamrin, Jalan Asia, Jalan Sutomo, Jalan Perintis Kemerdekaan hingga Jalan Jalan HM Yamin pada Minggu (3/9) malam.

 “Kita harap ini menjadi perhatian Pemko Medan, khususnya Kadis SDAMBK (Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi) Medan, Topan Ginting. Seharusnya kalau sudah terpasang U-ditch, setidaknya jalanan tidak tergenang banjir dengan genangan air yang terbilang tinggi,” ucap Wong, Senin (4/9/2023).

 Menurut Politisi PDI-P kota Medan ini, jalan yang dilaluinya sudah layaknya seperti anak sungai. Tentunya hal ini sangat merugikan masyarakat pengguna jalan yang melintas, seperti pengemudi sepeda motor dan becak bermotor maupun angkutan penumpang yang mogok akibat terendam banjir.

 “Tujuan awal pemasangan U-Ditch untuk mengatasi banjir atau genangan air, tapi kenyataannya ketika hujan deras turun sekitar 30 menit saja, ketinggian air hampir setengah lutut orang dewasa,” ujarnya heran.

 Untuk itu, sambung Wong, pihaknya meminta Dinas SDABMBK untuk melakukan pengecekan kembali aliran U-Ditch yang sudah dibangun, apakah mengalir atau tidak. “Sehingga air hujannya tidak merendam badan jalan maupun bangunan-bangunan yang ada disekitarnya,” katanya.

 Berdasarkan amatan, banjir tersebut menimbulkan kemacatan panjang di kawasan Jalan Guru Patimpus, Jalan Adam Malik hingga persimpangan Jalan Gatot Subroto. Begitu juga di Jalan Laksana, Jalan Rahmadsyah dan Jalan Amaliun, pemukiman warga juga mengalami banjir di kawasan tersebut. (bbs/map/ila)

Komisi III DPRD Medan Minta Evaluasi Kenaikan Pajak Bumi Bangunan

RAPAT: Komisi III DPRD Medan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Badan Pendapatan (Bapenda) Kota Medan.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Komisi III DPRD Medan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Badan Pendapatan (Bapenda) Kota Medan terkait capaian perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terkhusus jenis pajak Pajak Bumi Bangunan (PBB) di Kota Medan Tahun 2023. Rapat tersebut digelar Senin, (4/9/2023).

Rapat dipimpin Ketua Komisi III DPRD Medan Afif Abdillah SE didampingi sekretaris Hendri Duin Sembiring, menghadirkan  Kepala Bapenda Kota Medan Benny Sinomba Siregar bersama stafnya Sutan Partahi Siahaan, Poppy Maya Syafira, Ricki Nelson, Tengku Yunita dan Hardi Faisal.

Dalam RDP, DPRD Medan meminta agar pembayaran PBB yang jatuh tempo pada 31 Agustus 2023 dapat diperpanjang.

“Masih banyak masyarakat yang belum membayar PBB, kita harapkan pembayaran PBB dapat diperpanjang,” ucap Ketua Komisi III DPRD Medan, Afif Abdillah.

Tak hanya itu, politisi NasDem itu juga meminta kepada Bapenda Kota Medan untuk menghapus denda pembayaran PBB bagi wajib pajak yang belum membayarkan kewajibannya tersebut. “Selain jatuh tempo diperpanjang, kita berharap denda dapat didispensasi,” ujarnya.

Menurut Afif, adapun alasan untuk dilakukannya dispensasi dan perpanjangan masa pembayaran karena mengingat situasi ekonomi masyarakat yang sulit. “Harus ada rasa empati dari Pemko Medan kepada masyarakat, Pemko Medan harus lebih bijak menyikapi kondisi saat ini,” kata Afif.

Sebelumnya, dalam paparan Kepala Bapenda Kota Medan Benny Sinomba Siregar menyampaikan, realisasi target PBB hingga hingga akhir Agustus 2023 mencapai 45 persen dari toral target Rp952 miliar.

Usai RDP, kepada awak media, Afif juga meminta Bapenda Kota Medan untuk kembali mengevaluasi kembali kenaikan PBB di Kota Medan. Pasalnya, kenaikan tarif PBB yang terlalu tinggi dinilai akan sangat memberatkan masyarakat.

“Niatnya memang baik, yaitu untuk meningkatkan PAD. Akan tetapi, Pemko Medan juga harus memahami bahwa kondisi ekomomi masyarakat saat ini belum pulih sepenuhnya,” pungkasnya. (map/ila)

PP Muhammadiyah, Walikota dan Rektor UMSU Hadiri Pengukuhan PDM- PDA Kota Medan

PENGUKUHAN: PDM dan PDA periode 2022-2027 bersama dengan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu'ti MEd, Wali Kota Medan M Bobby Afif Nasution dan Rektor UMSU Prof Dr Agussani MAP di Auditorium UMSU Medan. (ISTIMEWA)

SEKRETARIS Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti MEd, Wali Kota Medan M Bobby Afif Nasution MM dan Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Prof Dr Agussani MAP menghadiri pengukuhan Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Medan periode 2022-2027 di Auditorium UMSU Jalan Kapt Mukhtar Basri Medan, Ahad (3/9).

Pada acara itu, Prof Mu’ti, wali Kota Medan dan rektor UMSU menyampaikan ucapan selamat dan motivasi kepada PDM dan PDA yang dilantik agar menjaga amanah dan berkolaborasi untuk mencetak generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Acara yang dihadiri seribuan undangan, turut hadir Gubsu ke-15 Dato Seri Lelawangsa H Syamsul Arifin, pimpinan dan anggota DPRD Sumut dan Medan, OPD Pemko Medan, pimpinan Muhammadiyah Sumut dan Medan, pimpinan Aisyiyah Sumut dan Asyiyah Medan, Ormas Islam, MUI, Kapolrestabes Medan, Dandim, Baznas, wakil rektor serta sivitas akademika UMSU.

Pada ceramah pengukuhan, Prof Mu’ti menyampaikan kunci menjalankan amanah yang baik dalam persyarikatan Muhammadiyah yaitu harus ikhlas, taat dan istiqomah sehingga Muhammadiyah menjadi lebih besar, bermutu dan mampu menjawab zaman yang mengalami disrupsi dengan tetap berorientasi pada Al-Quran dan sunnah.

Prof Mu’ti mengajak PDM dan PDA tidak melupakan identitas Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid dan amal ma’ruf nahi munkar. ”Identitas organisasi menghendaki Muhammadiyah tidak boleh biasa-biasa saja melainkan harus bermutu kalau tidak mati pada zaman distrupsi sekarang ini. Tuntutan agar kita harus menjadi yang terbaik adalah orientasi agama dan termaktub dalam Alquran,” katanya.

Prof Mu’ti berpesan agar PDM dan PDA yang dilantik patuh menjalankan amanah yang diberikan. Meski amanah adalah beban yang berat tetapi mengandung kemuliaan sehingga amanah juga berarti kompetensi. Ia yakin bahwa PDM dan PDA yang dikukuhkan adalah orang yang ahli dibidangnya. Untuk itu wajar menjadi pengurus Muhammadiyah tidak mudah melainkan sangat selektif.

Poin penting lain, lanjut Prof Mu’ti, dalam Muhammadiyah orang diberi amanah jabatan adalah hal biasa saja, karena suatu ketika imam (pemimpin) juga harus menjadi ma’mum (follower) sehingga pergantian pemimpin hal yang lumrah di Muhammadiyah. Untuk itu, lanjutnya, tidak perlu menghalalkan segala cara ketika terjadi pergantian pimpinan.

Prof Mu’ti mengingatkan dalam Muhammadiyah tidak dikenal jadi pimpinan untuk mendapatkan kekayaan diri.
”Jagalah kesolidan, jangan bercerai berai, rukun, hindari perselisihan dan tempuh cara musyawarah,” katanya.

Di ujung pidatonya, Prof Mu’ti menawarkan perhelatan Muktamar ke-49 Muhammadiyah dilaksanakan di Sumut. Tawaran itu disambut antusias warga Muhammadiyah dan undangan yang hadir. ”Jika tawaran ini disanggupi oleh Muhammadiyah Medan, Sumut dan UMSU maka akan menjadi catatan sejarah yang luar biasa,” katanya.

Sementara itu Wali Kota Medan M Bobby mengaku bangga hadir di tengah keluarga Muhammadiyah. Wali kota mengaku siap membantu secara moril dan materil apa yang menjadi kebutuhan organisasi dan cita-cita Muhammadiyah- Aisyiah di Kota Medan.

”Saya perintahkan staf yang turut hadir dalam acara pengukuhan PDM dan PDA untuk mencatat apa yang menjadi kebutuhan Ibu Aisyiah dan Muhammadiyah, demi kemaslahatan umat dan bangsa,” katanya.

Wali kota bangga punya PDM, PDA dan UMSU yang bisa diajak berkolaborasi dan mampu mencetak generasi muda calon pemimpin bangsa mampu berkompetisi di ajang nasional dan internasional. Untuk itu, lanjutnya, Pemko Medan akan terus mendukung program Muhammadiyah, Aisyiyah dan UMSU dalam mewujudkan generasi emas 2045.

Wali kota juga, bangga dengan prestasi mahasiswa UMSU sampai ke kancah internasional. Selain itu, Walikota menyinggung keberhasilan kolaborasi UMSU dengan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Aisyiyah dan Muhammadiyah menyelenggarakan Muktamar dan berjalan sukses dihadiri Presiden RI Jokowi. ”Saya senang acara generasi muda itu berjalan sukses,” ujarnya.

Sebelumnya, Rektor UMSU Prof Dr Agussani MAP menyampaikan persyarikatan Muhammadiyah tidak bisa dipisah dengan amal usaha. Untuk itu, lanjutnya, UMSU selalu siap melaksanakan kegiatan dan siar Muhammadiyah termasuk acara pengukuhan PDM dan PDA.

Prof Dr Agussani MAP memaparkan prestasi mahasiswa UMSU hingga ke kancah internasional adalah bagian dari cita-cita dan misi Muhammadiyah di bidang pendidikan sekaligus untuk mewujudkan generasi emas 2045 yang unggul dan kompetitif.

Agussani mengucapkan terima kasih kepada Prof Abdul Mu’ti, wali Kota Medan, Gubsu ke-15 H Syamsul Arifin, Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah Kota Medan serta para undangan yang telah hadir. (dmp)

Jika Pasien BPJS dan UHC Tak Dapat Kamar Rawat Inap di RS, Laporkan ke Dinkes Medan

Seorang warga sedang memberikan KTPnya untuk di data di administrasi di Rumah Sakit Mitra Sejati jalan A.H. Nasution Medan, kamis (1/12/2022). Sesuai instruksi Walikota Medan Bobby Nasution mulai 1 desember 2022 warga Medan yang memiliki KTP Medan sudah bisa berobat di semua rumah sakit di kota Medan yang menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan.Refinaldi Setiawan / Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Banyaknya keluhan warga Kota Medan yang berstatus sebagai pasien BPJS Kesehatan dan UHC (Universal Health Coverage) JKMB (Jaminan Kesehatan Medan Berkah) karena seringkali tidak mendapatkan kamar rawat inap di rumah sakit, mendapatkan tanggapan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Medan, Surya S Pulungan, meminta pasien yang hendak rawat inap di RS agar terlebih dahulu mengecek ke-tersediaan ruang rawat inap melalui aplikasi Sistem Informasi Rawat Inap (Siranap) yang disiapkan Dinkes Kota Medan.

Surya menjelaskan, adapun tujuan mengecek aplikasi tersebut, agar pasien mengetahui penuh atau tidaknya kamar rawat di rumah sakit. “Selain itu, melalui aplikasi Siranap pasien juga bisa mengajukan rawat inap. Nantinya apabila penuh, maka pihak rumah sakit yang akan merujuk ke rumah sakit yang setara,” ucap Surya, Sabtu (2/9).

Kemudian, sambung Surya, warga juga dipersilakan melapor ke Dinkes Medan apabila ada pasien yang merasa kesulitan mendapatkan kamar rawat inap di RS.

“Sebenarnya gini, kalau dapat laporan pasien UHC, BPJS atau yang umum kesulitan mendapatkan kamar inap, laporkan saja langsung ke kantor Dinkes Medan, biar kami langsung cek,” ujarnya.

Surya menegaskan, apapun alasannya, pihak RS tidak boleh menolak pasien untuk rawat inap.”Tentunya alasan apapun mereka (pihak RS) tidak boleh menolak. Misal, pasien BPJS kelas 3 mau rawat inap, ternyata penuh, maka pihak RS harus berkoordinasi dengan rumah sakit lainnya dengan kelas yang setara,” katanya.

Sebab secara regulasi, kata Surya, pihak RS tentu tidak akan menolak jika kamar rawat inap tidak penuh. “Karena pada prinsipnya mereka pihak RS tidak mungkin menolak. Sebab biaya rawat inap tetap dibayarkan sama pihak BPJS. Dengan catatan, RS yang dituju sudah bekerjasama dengan BPJS,” jelasnya.

Surya menerangkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan meminta seluruh RS di Kota Medan untuk mendata ketersediaan kamar pasien setiap harinya.”Selain kita minta warga untuk melapor. Kami juga akan mulai mendata kamar pasien di setiap rumah sakit Medan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Komisi II DPRD Medan mengaku menerima banyak keluhan atas sulitnya pasien BPJS Kesehatan dan UHC mendapatkan kamar di sejumlah RS di Kota Medan.

Hal itu diketahui pada saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak Dinas Kesehatan, Rumah Sakit dan BPJS Kota Medan di Ruang Banggar Gedung DPRD Medan, Senin (21/8) lalu.

“Rapat ini dilaksanakan menanggapi banyaknya keluhan masyarakat peserta BPJS Kesehatan mengenai program UHC dan JKMB yang tidak berjalan dengan baik,” ucap Ketua Komisi II DPRD Medan Sudari.

Katanya, ia mendapat banyak laporan masyarakat yang menggunakan BPJS dan program UHC ditelantarkan saat hendak mau rawat inap di rumah sakit.

“Dampaknya, banyak pasien yang harus keliling mencari rumah sakir yang bekerjasama dengan BPJS. Namun, RS di Kota Medan ini pun lagi-lagi mengatakan full,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya pun mempertanyakan alasan atau penyebab kamar di RS selalu penuh untuk pasien yang menggunakan program UHC ataupun BPJS Medan.

“Ini telah lama menjadi sorotan kami. Untuk itu kami memanggil seluruh rumah sakit yang ada di Kota Medan agar mengetahui permasalahan dan solusi yang akan dilakukan nantinya,” ujarnya. (map/ila)

Mabes Polri Gerebek Gudang BBM di Labuhan

GEREBEK: Diduga Tim Bareskrim Mabes Polri menggerebek pengoplosan BBM di kawasan Aloha, Kelurahan Martubung, Medan Labuhan. Sabtu (02/09/2023). Ihsan/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri menggerebek satu lokasi pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) di kawasan Aloha, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Sabtu (2/9).

Belum ada keterangan resmi dari instansi terkait tentang penangkapan itu, namun dari keterangan sejumlah sumber yang tak mau namanya dikorankan, pengerebekan itu dilakukan Sabtu (2/9) sekitar pukul 04.00 dini hari.

Dalam pengerebekan tersebut, tiga unit mobil box, dua unit mobil tangki berwarna biru- putih kapasitas 8.000 liter, satu unit mobil pick up merk Panter dan 18 unit tong fiber serta puluhan ton bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sebagai barang bukti.

Selain itu, sejumlah orang yang diduga penjaga gudang bernama Siong turut dibawa polisi, sedangkan pemilik gudang yang disebut sebut berinisial B belum diketahui keberadaannya.

“Siong ini sudah lama beroperasi namun tidak pernah terjamah tangan aparat penegak hukum. Sekali digerebek, petugasnya dari Mabes Polri, pula,” kata warga.

Sedangkan warga sekitar mengucapkan terimakasih kepada polisi yang telah mengentikan praktik nakal bisnis ilegal itu. Pasalnya, selama ini warga resah karena khawatir siong itu menjadi penyulut terjadinya kebakaran.

“Selama ini kami resah namun tidak bisa berbuat karena pemilik gudang temannya banyak pejabat,” ujar warga.

Sebelumnya, polisi dari Polda Sumut juga menggerebek satu lokasi penimbunan BBM alat bisa disebut siong di kawasan Jalan Serba Guna, Pasar IV, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang.

Dalam pengerebekan ini, petugas mengamankan 21 ton minyak jenis solar bersubsidi dan mengamankan beberapa pekerja gudang. Sedangkan pemiliknya masih buron.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP. Zikri Muammar, ketika dikonfirmasi, Minggu, (3/9) belum bisa memberikan keteranganya, terkait kasus ini.

Sebelumnya, polisi juga mengerebek satu lokasi penimbunan BBM alat bisa disebut siong di kawasan Jalan Serba Guna, Pasar IV, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, Sumatra utara. Dalam pengerebekan ini, petugas mengamankan 21 ton minyak jenis solar bersubsidi dan mengamankan beberapa pekerja gudang. Sedangkan pemiliknya masih buron. (mag-1/ila)

Tekan Angka Pengangguran Terbuka, Setahun, Disnaker Medan Gelar 10 Kali Job Fair Mini

Pemko Medan dan Dinas Ketenagakerjaan menggelar Job Fair 2022 di Tiara Convention Center di jalan Imam Bonjol medan, rabu (12/10/2022). Job fair di gelar dengan dua metode yakni offline dan online dengan harapan menurunkan angka pengangguran yang juga akan berdampak berkurangnya angka kriminalitas.Refinaldi Setiawan / Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran terbuka di Kota Medan mencapai 100 ribuan lebih. Dalam menekan angka pengangguran tersebut, Pemko Medan melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) rutin menggelar Job Fair mini di setiap kecamatan.

“Adapun tujuan kita menggelar Job Fair Mini untuk menjaring para pencari pekerjaan di setiap kecamatan. Dalam setahun kita menggelar Job Fair 10 kali di kecamatan berbeda. Dalam kegiatan ini kita juga berkolaborasi dengan kewilayahan,” ucap Kadisnaker Kota Medan, Illyan Chandra Simbolon saat dikonfirmasi, Jumat (1/9).

Dikatakan Chandra, sejauh ini Job Fair Mini yang digelar berhasil membuat perubahan yang cukup signifikan dan menekan angka pengangguran terbuka.

“Setiap Job Fair mini digelar, banyak masyarakat yang merupakan pencari kerja datang. Sejauh ini juga sudah banyak yang diterima di lowongan pekerjaan yang kita sediakan, namun sampai saat ini masih terus kita lakukan pendataan,” ujarnya.

Dijelaskannya, Job Fair mini yang digelar pihaknya lantaran Job Fair berskala besar yang digelar terkesan kurang efektif. Sebab, banyak masyarakat yang terkendala untuk datang, baik dari jarak tempuh ke lokasi maupun halangan lainnya.

“Tahun lalu kita membuat Job Fair berskala besar di Hotel Tiara, namun sepertinya tidak bisa diakomodir semuanya, sehingga kita membuat terobosan untuk membuat Job Fair mini di setiap kecamatan. Dan Job Fair mini yang digelar di kecamatan, masyarakat bisa mendapat informasi langsung dari pihak kecamatan maupun medsos Disnaker Medan,” katanya.

Saat mencari kerja di Job Fair mini, sambung Illyan, para pencari kerja juga akan tetap mendaftar melalui aplikasi Sitem Informasi Terpadu Ketenagakerjaan (Si Duta) Disnaker Medan.

“Tetap semua pendaftarannnya melalui Si Duta. Nanti di setiap Job Fair mini, para pencari kerja akan kita fasilitasi mendaftar. Hal ini agar semua para pencari kerja bisa terdata oleh kita,” pungkasnya. (map/ila)