25 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 1220

Medan Kota Juara Umum Wushu Porkot 2023

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kontingen Medan Kota berhasil tampil sebagai juara umum cabang olahraga (cabor) wushu pada Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan XIII/2023 yang berakhir Selasa (21/08/2023) malam, di Padepokan Yayasan Kusuma Wushu Indonesia (YKWI), Jalan Wushu, Medan.

Pada pertandingan hari terakhir, kontingen Medan Kota menambah 2 medali emas, tiga perak, dan satu perunggu, sehingga menjadi pengumpul medali terbanyak Porkot XIII dengan meraih enam medali emas, dua perak, dan empat perunggu.

Urutan kedua ditempati kontingen Medan Polonia dengan dua medali emas, satu perak. Kontingen Medan Johor menempati urutan ketiga setelah meraih dua medali emas, satu perunggu. Kontingen Medan Barat berada di urutan keempat dengan satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu.

Tambahan dua medali emas kontingen Medan Kota dipersembahkan Rayden Cendanius yang memenangi nomor daoshu/jianshu C pa pi. Rayden Cendanius memenangi nomor ini setelah mengumpulkan nilai 8,33, sedangkan medali perak direbut Prince Kenneth Wilson dari Medan Perjuangan dengan nilai 8,21, dan medali perunggu dimenangkan Ryanne Shivens dari Medan Johor dengan nilai 8,18.

Medali emas kontingen Medan Kota lainnya direbut Lazuardi Jana Viro yang turun pada nomor yongchunguan, dengan nilai 8,75. Medali perak nomor ini direbut Jovan Oven Candra dari Medan Timur, dengan nilai 8,75, dan medali perunggu dimenangkan Alexandra Dwi Putri dari Medan Maimun dengan nilai 8,55.

Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H Sibarani MSi ketika menutup Porkot XIII cabor wushu mengatakan, Porkot tahun ini diselenggarakan untuk mencari atlet lapisan kedua, di mana atlet lapisan pertama sedang dipersiapkan ke PON XXI di Sumut Aceh Tahun 2024. Dan KONI Medan merasa bangga para atlet wushu yang bertanding pada Porkot XIII, karena kendati nota benenya atlet lapis kedua, kemampuan teknik mereka sudah mengimbangi atlet lapisan pertama.

“Saya sangat bangga terhadap penampilan para atlet wushu pada Porkot tahun ini. Karena kualitas teknik mereka tidak kalah dengan atlet lapisan pertama. Tinggal bagaimana kejelian pelatih memoles mereka sehingga menjadi atlet lapisan pertama,” ujar Eddy.

Kepada para peraih medali emas Eddy berpesan, jangan langsung puas meraih prestasi terbaik di ajang Porwil. “Hari ini kalian juara di tingkat Porkot, namun empat tahun medatang harus juara pada even berskala nasional maupun internasional. Peluang itu cukup terbuka jika kalian disiplin dalam berlatih,” kata Eddy.

Eddy berharap, adanya kesinambungan pembinaan pada cabang olahraga wushu, dan atlet-atlet Medan tetap menjadi tulang punggung kontingen Sumut dalam berbagai even. “Dari padepokan YKWI binaan master Supandi Kusuma ini selalu muncul atlet-atlet berprestasi internasional. Dan saya yakin di antara kalian nanti akan lahir juara-juara baru,” katanya.

Ketua Pengcab Wushu WI Medan, Harianto melalui Sekum M Akbar usai pertandingan mengatakan, pihaknya merasa bangga kekuatan wushu di Kota Medan sekarang ini menyebar di beberapa kecamatan. “Kontingan Medan Kota memang berhasil mempertahankan predikat sebagai juara umum, tetapi posisi juara umum II dan III mengalami pergeseran secara signifikan. Hal ini membuktikan bahwa kecamatan-kecamatan lain lebih serius mempersiapkan atlet-atlet wushu,” katanya. (dek)

Deli dan Amplas Dominasi Gateball Porkot Medan 2023

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kecamatan Medan Deli dan Amplas mendominasi pertandingan cabang Gateball Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan ke XIII/2023 di lapangan STOK Bina Guna, Jalan Aluminium Raya Medan, yang berakhir, Selasa (22/8/2023).

Dari 11 emas yang diperebutkan, Deli dan Amplas masing-masing meraih lima medali emas. Namun Deli unggul dalam perolehan medali perak. Medan Deli secara keseluruhan mengoleksi 5 emas, 5 perak dan 1 perunggu.

Sedangkan Medan Amplas secara keseluruhan meraih 5 emas, 4 perak, dan 1 perunggu. Satu medali emas lainnya diraih Medan Area.

Ketua Umum Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Kota Medan Dicky Hendrawan mengatakan peserta cabor gateball Porkot Medan tahun ini meningkat dibandingkan Porkot tahun lalu dan Porwil Kota Medan 2023. Hal ini membuktikan minat masyarakat khususnya kawula muda semakin tertarik untuk menekuni olahraga gateball.

“Gateball kini sudah mendapat tempat di hati masyarakat Medan dan sudah pasti tidak pernah ragu untuk menjadikan gateball selain olahraga rekreasi juga olahraga prestasi,” papar Dicky.

Menurut Dicky untuk memajukan gateball sebagai olahraga masyarakat maka akan mengadakan kejuaraan olahraga gateball tingkat mahasiswa. Ia ingin persiapan atlet-atlet muda pada cabang olahraga ini segera dimatangkan dengan pembinaan sejak dini.

“Dulu gateball ini hanya olahraga rekreasi, sekarang sudah masuk olahraga prestasi dan akan dipertandingkan pada gelaran PON 2024. Oleh sebab itu, Pergatsi Medan harus segera berbenah terutama memproduksi atlet-atlet muda,” kata Dicky.

Sementara Ketua Panitia Ramadan Ginting mengatakan Gateball Porkot Medan XIII/2023 diikuti sebanyak 115 peserta dari 11 kecamatan. Gateball mempertandingkan 11 nomor pertandingan terdiri dari single putra dan putri, double putra dan putri, beregu putra dan putri, beregu mix, double mix, triple mix, triple putra dan putri. (dek)

Gubsu Kukuhkan 4.500 Relawan Anti Narkoba

KUKUHKAN: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi melakukan pengukuhan 4.500 relawan anti narkoba.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 4.500 relawan anti narkoba dikukuhkan oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Kota Medan, Selasa (22/8/2023). Ribuan relawan ini, diharapkan dapat membantu menurunkan penyelahgunaan dan pengguna narkoba. Dalam acara ini, juga diresmikan aplikasi Siap Bersinar.

Gubsu Edy dalam sambutannya mengatakan, dalam memberantas narkoba di Sumut ini, sudah dilakukan berbagia upaya dengan menerjunkan TNI/Polri melakukan penindakan secara hukum. Kemudian melakukan sosialisasi den mengedukasi masyarakat.

“Tapi tak berubah ubah, semakin banyak narkoba ini, inilah kita design nanti, kita coba dengan relawan ini Kalau pertempuran itu, tank lawan tank. Nah yang menggunakan inikan rakyat. Kita kerahkan rakyat, inilah relawan,” kata Gubsu Edy.

Mantan Pangkostrad ini mengatakan, pembentukan relawan anti narkoba ini akan semakin terus dilakukan dan digagalkan. Edy mengharapkan agar masyarakat menghindari menjadi pendukung konsumsi narkoba.

“Secara nasional target kita menurun, Sekarang ini kita berada di 3 jutaan pengguna, saya mau kedepan tinggal 1 juta dan turun terus hingga zero,” ungkapnya.

Dengan demikian, lanjut Edy, para generasi penerus bangsa ini tidak lagi terkontaminasi penggunaan narkoba. Karena, pengguna narkoba ini dapat dipastikan akan merusak dan menggangu kemampuan penggunanya.

Edy juga tidak memungkiri, dalam memberantas narkoba ini tidak hanya dengan memanfaatkan aplikasi yang baru diluncurkan. Terlebih lagi, peredaran narkoba tidak lepas dari adanya sindikat.

“Kalau rakyat yang turun, belanda bawak meriam aja hancur, rakyat yang bertindak, apalagi ini, mau sindikat mau apapun itu, saya yakin akan kita selesaikan ini bersama-sama,” pungkasnya.

Berdasarkan data kawasan rawan narkotika oleh BNN RI pada tahun 2022, terdapat 1.192 wilayah dengan bahaya dan waspada di Sumut. Adapun jumlah pengguna narkoba di Sumut hingga setahun terakhir sebanyak 1,5 juta orang atau 10 persen dari jumlah penduduk.(gus)

Sambut Pangdam I/BB yang Baru, Gubsu: Sinergitas Forkopimda untuk Pembangunan Sumut

SAMBUT: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi saat sambut kedatangan Pangdam I Bukit Barisan yang baru, Mayjen Mochammad Hasan Hasibuan di Bandara Kualanamu.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyambut Pangdam I Bukit Barisan yang baru, Mayjen Mochammad Hasan Hasibuan di Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Selasa (22/8/2023).

Bersama Forkopimda Sumut, Edy Rahmayadi menyambut langsung Mayjen Mochammad Hasan di Gedung VIP Bandara Internasional Kualanamu. Dimana, Mayjen Mochammad Hasan Hasibuan meneruskan posisi Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin yang menjabat Pangdam I/BB sejak Maret 2022.

Gubsu Edy Rahmayadi berharap pergantian Pangdam I/BB ini memperkuat sinergitas Forkopimda di Sumut.“Pergantian itu biasa dan memang seharusnya seperti itu, tentu yang kita harapkan sinergitas Forkopimda semakin baik lagi, lebih baik lagi sehingga pembangunan di Sumut berjalan lancar,” kata Edy Rahmayadi usai menyambut Mayjen Mochammad Hasan Hasibuan.

Mayjen Mochammad Hasan Hasibuan merupakan prajurit kelahiran Bandar Lampung 4 Mei 1967. Sebelumnya dia menjabat sebagai Asisten Teritorial (Aster) Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Alumni Akademi Militer tahun 1989 ini juga merupakan personel Kopassus dan banyak menjabat posisi-posisi strategis di TNI, antara lain Asdep Koordinator Pengelolaan Pemilu dan Penguatan Partai Politik Kemenko Polhukam, serta Pa Sahli TK III Bidang Sosbud Kum HAM dan Narkoba.

“Tentu Mayjen Mochammad Hasan punya banyak pengalaman di TNI dan kita harap pengalaman beliau akan membantu Sumut untuk lebih baik lagi,” kata Edy Rahmayadi, didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Kaluarga (TP PKK) Sumut Nawal Lubis.

Didampingi Wakil Bupati Deliserdang Ali Yusuf Siregar, Edy Rahmayadi juga memakaikan songket Melayu kepada Mayjen Mochammad Hasan. Ini merupakan simbol Mayjen Mochammad Hasan bersama keluarga merupakan bagian keluarga besar Sumut.

Ikut menyambut Pangdam I/BB Mayjen Mochammad Hasan Hasibuan, Kapolda Sumut Agung Setya Imam, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut Idianto dan Kabinda Sumut Brigjen TNI Asep Jauhari. Hadir juga OPD Pemprov Sumut, dan OPD Pemkab Deliserdang.(gus)

Warga Desa Parbuluan 4 Keluhkan Layanan Lae Nciho Dairi, Air Sering Tak Mengalir & Kualitas Rendah

BERI KETERANGAN: Pendeta Togar Sigalingging memberikan keterangan, terkait buruknya pelayanan Perumda Air Minum Lae Nciho milik Pemkab Dairi di Sigalingging, Senin (21/8).Rudy Sitanggang/Sumut Pos.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Masyarakat Desa Parbuluan 4, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, mengeluhkan layanan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Lae Nciho. Pasalnya, kualitas air yang disalurkan ke rumah-rumah warga atau instansi, sangat rendah. Selain itu, distribusi air tak lancar atau sering tak mengalir.

Akibatnya, ratusan kepala keluarga Desa Parbuluan 4, sangat kesulitan mendapatkan sarana air bersih.

Pemuka agama dan juga tokoh masyarakat Desa Parbuluan 4, Pendeta Togar Sigalingging mengatakan, saat ini warga warga desa yang merupakan pelanggan Perumda Lae Nciho, sangat kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Hal itu terjadi, karena layanan perusahaan milik Pemkab Dairi tersebut, tak memberikan pelayanan maksimal bagi konsumen.

Togar mengatakan, dia merupakan seorang pelanggan Perumda Lae Nciho. Karena layanan yang sangat buruk, seorang pendeta Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI) Sigalingging itu, mengaku, terpaksa membuat sumur bor, untuk kebutuhan air minum dan mandi, cuci, kakus (MKC).

“Kalau hanya mengandalkan layanan dari Lae Nciho, tidak akan bisa. Karena setiap Minggu, sekitar 300-an jemaat di gereja yang dipimpinnya, harus ke kamar mandi. Dari mana airnya kalau tidak saya buat sumur bor?” keluh Togar, Senin (21/8).

Togar menegaskan, tidak pantas warga Desa Parbuluan 4 kesulitan air bersih. Karena menurutnya, sumber utama air Perumda itu dari Desa Parbuluan 4.

“Di mana tanggung jawab moral Perumda itu terhadap masyarakat Desa Parbuluan 4?” tanyanya lagi.

Menurut Togar, selaku pemuka agama, tokoh adat, dan pemegang hak ulayat, dia sudah berulang kali mengingatkan Direktur Perumda Air Minum Lae Nciho, Wahlin Munthe, supaya memperbaiki kualitas sumber dan perpipaan air minum tersebut.

“Saya sudah mau merelakan sebidang tanah dekat sumber air, untuk membuat kolam penjernihan, sebelum dialirkan ke rumah-rumah warga. Sehingga, air yang dialirkan ke rumah warga berkualitas bagus. Usulan saya itu tidak direspons, bahkan terkesan diabaikan Direktur maupun Manajemen Lae Nciho,” tegasnya.

Camat Parbuluan, Maruli Tua Sinaga menyatakan, layanan Perumda Lae Nciho masih kurang bagus, dan perlu diperbaiki. Dia mengaku, air di kantornya juga sering tak mengalir serta keruh. (rud/saz)

RS Provider Diminta Tak Curang

RAPAT: Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari ST saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Kesehatan Medan, BPJS Kesehatan Medan, dan perwakilan sejumlah RS yang menjadi provider BPJS Kesehatan di gedung DPRD Medan, Senin (21/8/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi II DPRD Medan meminta Dinas Kesehatan Medan dan BPJS Kesehatan Medan untuk membangun sebuah sistem informasi terbuka yang memudahkan masyarakat Kota Medan, khususnya pasien BPJS Kesehatan untuk mendapatkan informasi ketersedian kamar rawat inap pada RS-RS yang menjadi provider BPJ Kesehatan saat ingin mendapatkan perawatan rawat inap.

Pasalnya selama ini, pasien BPJS Kesehatan seringkali mengaku tak mendapatkan kamar saat ingin mendapatkan pelayanan rawat inap di RS-RS provider BPJS Kesehatan. Dengan dalih, kamar rawat inap telah penuh.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari ST saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Kesehatan Medan, BPJS Kesehatan Medan, dan perwakilan sejumlah RS yang menjadi provider BPJS Kesehatan di gedung DPRD Medan, Senin (21/8/2023).

“Kondisi ini klise tapi seringkali terjadi dan menjadi masalah yang belum terselesaikan hingga saat ini. Pihak RS selalu mengaku kamar penuh kepada pasien BPJS, tapi saat yang mau rawat inap merupakan pasien umum, kamar rawat inap langsung tersedia. Untuk itu, harus ada sistem informasi terbuka kepada pasien,” ucap Sudari.

Dalam rapat yang turut dihadiri para anggota komisi seperti Surianto, Modesta Marpaung, Johannes Hutagalung, Wong Chun Sen, dan Syaiful Ramadhan tersebut, Sudari meminta kepada pihak RS untuk tidak berbuat curang dengan menyatakan kamar penuh, sementara kamar rawat inap masih tersedia.

“Kalau kelas III penuh, naikkan ke kelas II, begitu seterusnya, karena memang begitu prosedurnya. Jadi tidak ada alasan kamar penuh, kecuali memang semua kamar rawat inap di RS itu betul-betul sudah terisi,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II, Johannes Hutagalung, meminta pihak RS untuk tidak berbuat curang dengan menolak pasien BPJS dengan dalih kamar penuh. Pasalnya, setiap RS yang menjadi provider BPJS Kesehatan telah menandatangani Pakta Integritas tentang pelayanan kesehatan yang maksimal tanpa membeda-bedakan pasien.

“Bila ada RS yang jelas-jelas melanggar Pakta Integritas itu, saya pikir BPJS Kesehatan harus dengan tegas menghentikan kerja sama dengan RS tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang (Kacab) BPJS Kesehatan Kota Medan, dr Yasmine Ramadhana Harahap, mengatakan bahwa berdasarkan Permenkes No.3 tahun 2020, setiap RS swasta harus menyiapkan minimal 20 persen bed rawat inap untuk pasien BPJS Kesehatan kelas III dari total ketersediaan bed yang ada di RS tersebut. “Itu minimal, boleh lebih, tapi kurang tidak boleh. Bila penuh, maka harus naik ke kelas II dan seterusnya,” tuturnya.

Terkait sistem informasi terbuka yang dimintakan Komisi II, Yasmine mengaku bahwa BPJS Kesehatan telah memiliki sistem tersebut. Pun begitu, mereka akan mengkaji kembali agar sistem tersebut bisa diakses secara mudah oleh masyarakat.

Senada dengan Yasmine, Kadis Kesehatan Kota Medan dr Taufik Ririansyah, mengaku siap mengkaji sistem informasi terbuka yang dapat di akses masyarakat tersebut dengan pihak BPJS Kesehatan Medan.

“Kami juga akan melakukan pertemuan kembali dengan pihak-pihak RS terkait peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya guna menunjang program UHC JKMB yang dicanangkan Wali Kota Medan, Bapak Bobby Nasution,” pungkasnya. (map/ila)

BRI Buka Kantor Unit Baru di Parbuluan Beri Layanan Terbaik bagi Nasabah

TUMPENG: Pimcab BRI Sidikalang Marsudi, berikan nasi tumpeng ke Kades Parbuluan 4 Ramli Sihite (kiri), dan tokoh masyarakat Pendeta Togar Sigalingging, Senin (21/8). Rudy Sitanggang/Sumut Pos.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kantor Cabang PT BRI Sidikalang, Kabupaten Dairi, membuka sekaligus meresmikan Kantor BRI Unit baru di Desa Parbuluan 4 Sigalingging, Kecamatan Parbuluan. Seremoni peresmian Kantor Unit BRI Merdeka itu, dilakukan Pimpinan Cabang BRI Sidikalang, Marsudi, Senin (21/8).

Marsudi melalui Manajer Bisnis Mikro (MBM) Sahala Ignatius Situmorang, didampingi Kepala Unit BRI Merdeka Parulian Siagian, mengatakan, pembukaan unit baru ini dimaksudkan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat atau nasabah.

Dia juga mengatakan, sebelum peresmian kantor unit ini, BRI Sidikalang sudah 8 tahun mendirikan Teras BRI di Kecamatan Parbuluan.

“Perkembangan nasabah dari Parbuluan cukup bagus. Masyarakat Parbuluan selama ini merupakan nasabah di Kantor BRI Unit Merdeka dan Kantor BRI Unit BRI Terminal Jalan Trikora, serta di layanan Teras BRI Sigalingging. Untuk ketiga kantor layanan BRI ini, ada sekitar Rp50 miliar perputaran uang nasabah dari Parbuluan,” ungkap Sahala.

“Artinya, masyarakat Parbuluan, merupakan satu mitra strategis BRI yang harus diperhatikan dan layani dengan baik,” imbuhnya.

Setelah peresmian kantor unit ini, lanjutnya, semua nasabah BRI dari Kecamatan Parbuluan yang selama ini menabung di BRI Unit Merdeka dan BRI Unit Terminal, akan diarahkan pindah ke Unit Merdeka yang ada di Desa Parbuluan 4 Siga­lingging, mulai Oktober 2023 mendatang.

Sementara itu, Parulian menjelaskan, adapun layanan dan fasilitas di Kantor BRI Unit Kecamatan Parbuluan ini, sama dengan BRI di Kota Sidikalang. Yakni buka untuk layanan kas mulai pukul 08.00 WIB, sampai pukul 15.00 WIB.

“Tersedia fasilitas cash recycling machine (CRM) untuk tarik dan setor dana nasabah. BRI akan terus berusaha meningkatkan layanan terbaik kepada nasabah,” ujarnya.

Sementara itu, pemuka agama dan juga tokoh masyarakat Desa Parbuluan 4, Pendeta Togar Sigalingging, mengapresiasi Kantor Cabang BRI Sidikalang, yang sudah membuka layanan kas kantor unit di Kecamatan Parbuluan.

“Peningkatan layanan dari teras jadi kantor unit di tengah masyarakat Parbuluan, diharapkan akan menambah peningkatan perekonomian masyarakat. Masyarakat Parbuluan yang mayoritas petani, kami harapkan akan terbantu melalui kredit keuangan yang dijalankan BRI,” harapnya.

Hal sama disampaikan Kepala Desa Parbuluan 4, Ramli Sihite. Menurutnya, 80 persen masyarakat khususnya Desa Parbuluan 4, berbisnis dengan BRI. Warganya kebanyakan menjadi debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Dana KUR mereka gunakan untuk penguatan modal pertanian. Kami harap BRI Unit Parbuluan ini ikut mendorong perekonomian petani melalui program-program yang dijalankan,” harapnya. (rud/saz)

Yusman Dawolo Ajak Masyarakat Jadi Pengusaha Sukses

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO – Peluang untuk mengubah UKM Gunungsitoli menuju Usaha Kerja Milyaran (UKM) semakin nyata dengan Training Nasional yang dipandu oleh Master G-Coach, Dr. H.C. Yusman Dawolo, M.Kom.I. dari Jakarta.

Training bersekala Nasional merupakan yang pertama di Kepulauan Nias ini diselenggarakan oleh Yusman Dawolo Academy dan di ikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Kepulauan Nias, dilaksanakan di Gedung Sangehao, Jalan Diponegoro Nomor 391 Sifalaete Tabaloho Kota Gunungsitoli. Selasa(22/8/2023).

Ketua Tim Panitia Yusman Dawolo, Darman Laoli, S.Sos mengatakan bahwa Training Nasional ‘Bongkar Rahasia Menjadi Pengusaha Sukses dan Kaya’ bertujuan untuk memberikan motivasi, inspirasi, dan pengetahuan kepada para pelaku usaha khususnya UMKM di Gunungsitoli, dengan harapan mereka dapat meningkatkan kinerja dan mengembangkan usaha mereka menuju tingkat yang lebih besar.

“Semua kegiatan ini 100 persen di danai oleh Ustad Dr. H.C. Yusman Dawolo, M.Kom.I dan beliau berharap pelaku UMKM yang ada di Kepulauan Nias dapat berkembang sehingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Ketua Ikatan Pengusaha Muslimah (IPEMI) Kota Gunungsitoli Suriyani Zebua SP yang turut mengikuti kegiatan itu sangat mengapresiasi kegiatan Training Nasional yang dilaksanakan Yusman Dawolo Academy karena sangat positif dan dapat memotivasi pelaku UMKM yang ada di Kepulauan Nias.

“Kegiatan ini sangat positif dan perdana di kota Gunungsitoli. Kita berharap melalui Training ini para pelaku UMKM dapat belajar dari orang-orang yang telah sukses seperti Ustad Yusman Dawolo sehingga UMKM termotivasi dapat naik kelas dan berkembang,” ungkapnya.

Dalam pelatihan yang di mulai pukul 09.00 wib ini, Dr. H.C. Yusman Dawolo, M.Kom.I dan timnya membahas berbagai aspek bisnis yang meliputi strategi pemasaran, manajemen usaha, dan mentalitas wirausaha. Dengan pendekatan yang menggabungkan teori, pengalaman, dan praktek, para peserta pelatihan diberikan wawasan yang berharga tentang bagaimana mengembangkan usaha mereka.

Salah satu poin penting yang dibahas adalah model bisnis yang dapat meningkatkan pertumbuhan usaha hingga 1.500%. Para peserta diajak untuk merumuskan tujuan usaha dan memahami cara untuk mencapainya melalui disiplin manajemen yang tepat.

Selanjutnya, Pelatihan juga menggarisbawahi pentingnya pemasaran digital, di mana peserta diajarkan cara meningkatkan penjualan dengan memanfaatkan video, media sosial, dan pesan WhatsApp.

Tidak hanya itu, peserta juga diberi pandangan tentang mentalitas wirausaha yang sukses. Materi ini mendorong peserta untuk mengadopsi pola pikir yang positif dan melihat peluang di tengah tantangan. Bagi mereka yang ingin keluar dari masalah ekonomi, pengangguran, atau utang, pelatihan ini memberikan panduan konkret untuk mencapai keberhasilan dan kekayaan.

Untuk di ketahui, Dr. H.C. Yusman Dawolo, M.Kom.I sendiri adalah seorang pengusaha sukses yang telah melalui perjalanan yang tidak mudah. Dari awalnya yang bekerja di pasar hingga belajar dari berbagai tokoh bisnis ternama di Indonesia yakni Hermanto Tanoko, 10 orang terkaya di Indonesia. Yang punya Cat Avian, Air mineral Cleo, Vasa Hotel, CEO Master Mind dengan Pak Sandiaga Uno, Mardigu Wowik, Gita Wiryawan.

Dr. H.C. Yusman Dawolo, M.Kom.I sangat ini memiliki beberapa perusahaan yakni Owner PT. Pusat Bekam Internasional yang memiliki 33 Cabang dan 400 karyawan, Owner PT. Safari Mabrur Indonesia, Presiden Direktur Yayasan Rumah Infaq, Pendiri Markaz Huffad.(rel)

Temui PJ Wali Kota, Penyandang Disabilitas Kota Tebingtinggi Sampaikan Aspirasi

TERIMA: Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani ketika menerima kunjungan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pj Wali Kota Tebingtinggi Drs Syarmadani menerima audiensi dari pengurus Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Tebingtinggi, ruang Kerja gedung Balai Kota, Jalan Sutomo, Kota Tebingtinggi, Selasa (22/8/2023).

Adapun maksud dari tujuan audiensi selain menjalin silaturahim juga menyampaikan aspirasi, saran dan permohonan, diantaranya pelantikan pengurus PPDI kota Tebingtinggi masa bhakti 2020-2025, pelatihan keterampilan, pembentukan Badan Usaha atau Koperasi, permohonan ruang sekretariat bagi PPID Kota Tebing Tinggi dan permohonan dana hibah melalui Corporate Social Responsibility (CSR).

Menanggapi hal tersebut, Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani mengatakan akan mengupayakan membantu proses administrasi dan memfasilitasi terkait aspirasi, saran dan permohonan yang telah disampaikan.

“Hal mengenai permohonan ruang sekretariat, terlebih dahulu kami akan melakukan cek ruangan yang bisa pada gedung milik Pemko, dengan koordinasi kepada stakeholder terkait,” ujar Syarmadani.

Terkait dana hibah melalui Corporate Social Responsibility, Syarmadani mengungkapkan akan didiskusikan lebih lanjut dengan OPD terkait, mengingat 2 tahun ke depan, memasuki Pemilu dan Pilkada, ada dana Pemilihan Kepala Daerah yang harus dipersiapkan.

Ketua PPDI Kota Tebingtinggi Ahmad Sorimuda dalam kesempatan itu mengungkapkan selain rencana pelaksanaan pelantikan pengurus yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19, pihaknya juga menyampaikan keinginan bantuan dana CSR serta keinginan untuk memiliki kantor sekretariat sendiri sebagai wadah penyatu dan jalin komunikasi antar anggota pengurus PPDI Kota Tebingtinggi.

“Karena kalau kita lihat, disabilitas di luar kota mereka aktif selalu, ada mempunyai kegiatan, cuma karena tidak ada dorongan pemerintah, kami hanya menunggu berharap,” ujarnya.

Sementara, Pahala Sitorus selaku tokoh masyarakat dan pendamping PPDI kota Tebingtinggi mengungkapkan bahwa PPDI Kota Tebingtinggi memiliki anggota terdaftar sekitar 240 orang sementara yang belum terdaftar diperkirakan mencapai 800-an orang.

“Setelah pelantikan ada upaya supaya mereka punya wadah atau ruang sebagai sekretariat,” ungkap Pahala Sitorus.

Audiensi ini turut dihadiri Kadis Sosial Ir Khairil Anwar, Kabag Kesra Aidil, pengurus PPDI Kota Tebingtinggi. (ian/ram)

Pintu Gerbang Pengadilan Labuhan Deli Raib

RAIB: Pintu Sorong di Pengadilan Negeri Lubuk Bakal di Labuhan Deli, di Jalan Asam Lingkungan V, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Selasa, (22/08/2023) sudah tidak ada lagi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pintu sorong gerbang utama Pengadilan Lubuk Pakam di Labuhan Deli di Jalan Asam Lingkungan V, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, raib dicuri maling, Selasa, (21/08/2023) pagi. Padahal Kantor tersebut hanya berjarak sekitar tiga puluh meter dari Mapolsek Medan Labuhan.

Amatan wartawan di lokasi, terlihat satu buah pintu sorong besi yang menutup halaman gedung Pengadilan tersebut hilang tanpa jejak, tidak ada bekas congkelan atau potongan yang tertinggal.

Rudi, salah satu penjaga sekaligus merangkap petugas kebersihan di gedung tersebut, mengatakan, seperti biasa ia setiap pagi membersihkan pekarangan gedung tersebut, tak lama ia baru sadar dan terkejut melihat pintu sorong gerbang sudah hilang.

Rudi menambahkan, ia berjaga setiap hari dari pagi hingga sore, namun malam hari tidak ada yang menjaga, sehingga pencuri dengan leluasa masuk dan mengambil apa yang bisa diambil.

“Aku hanya jaga dari pagi sampai sore bang, malam tidak ada yang jaga. Takutnya anak anak sinilah bang, yang ngambil, untuk belanja narkoba dan transaksi perjudian online,” ucapnya.

Ia sudah mencurigai siapa pelakunya, namun ia tidak berani untuk mengatakan kepada awak media.

Dilihat dari kondisi sekitar gedung Pengadilan, bisa dikatakan jauh dari kata layak, di pekarangan luar dan dalam, tumbuh rumput-rumput yang sudah meninggi, sehingga berpotensi menjadi tempat yang nyaman bagi hewan berbisa seperti ular dan sejenisnya.

Dari segi ruangan persidangan pun sudah tidak layak, karena gedung tersebut pertama kali beroperasi pada tahun 1990 tanpa ada renovasi sedikitpun dari pihak Pengadilan Lubuk Pakam, meskipun masih aktif menggelar persidangan hingga saat ini.

Dengan kondisi dan kejadian seperti itu, diduga gedung tersebut pada malam hari menjadi tempat peredaran dan penyalahgunaan narkoba oleh sekelompok pemuda di sekitaran gedung tersebut.

Belum ada keterangan resmi dari pihak Pengadilan Lubuk Pakam terkait kejadian ini.(mag-1/ram)