31 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 1228

98 Judoka Sumut Ikuti Kejuaraan Judo Konsul Jenderal Jepang

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Konsulat Jenderal Jepang di Medan bersama Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Sumatera Utara telah mengadakan Kejuaraan Judo Konsul Jenderal Jepang yang bertempat di Padepokan Judo PJSI Sumatera Utara, Jalan Gaharu No. 6 Medan.

Kejuaraan Judo ini dihadiri dan disaksikan langsung oleh Konsul Jenderal Jepang di
Medan, Dr. Takonai Susumu beserta istri, dan Wakil Ketua Komite Olahraga Nasional
Indonesia (KONI) Sumatera Utara, Sakiruddin dan Ketua PJSI Sumatera Utara, M. Arief Fadhillah. Dalam kejuaraan ini, sebanyak 98 judoka dari Sumatera Utara
berpartisipasi dalam turnamen di 13 kelas yang berbeda, di mana teknik tingkat tinggi
diperagakan.

Dalam sambutannya, Konsul Jenderal Jepang di Medan, Dr. Takonai memberikan
semangat kepada para atlet Judo dan mengharapkan berkembangnya hubungan Jepang dan Sumatera Utara melalui olahraga.

Pada tahun 2024, Pekan Olahraga Nasional Indonesia (PON) dijadwalkan akan diselenggarakan di Provinsi Sumatera Utara dan Aceh. Kejuaraan ini diharapkan akan
memberikan kontribusi pada peningkatan kemampuan atlet Judo dari Provinsi Sumatera Utara dalam persiapan menuju PON, dan diharapkan juga di masa depan atlet Judo yang berasal dari Provinsi Sumatera Utara akan berprestasi di kejuaraan tingkat nasional, SEA Games, dan bahkan di panggung Olimpiade.

Kejuaraan Judo ini untuk pertama kalinya diselenggarakan di Kota Medan, sekaligus
untuk menandai peringatan 65 tahun hubungan diplomatik Jepang dan Indonesia. Karena itu Medan Japan Club juga turut memberikan dukungannya. (rel/sih)

Jalan Rawe Raya Medan Labuhan Butuh Perhatian Pemerintah

LINTAS: Warga saat melintas di Jalan Rawe Raya di Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan yang terlihat rusak, Minggu (20/08/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jalan Rawe Raya Martubung, Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan dari pasar pagi sampai pasar sore menuju Perumahan Gria Kompleks BTN, membutuhkan perhatian pemerintah karena jalannya rusak dan dapat membahayakan warga yang melintas.

Ketua Umum Perkumpulan Advokat Sumatra Utara sekaligus menjabat sebagai Ketua Korbid Hukum dan HAM Muhammadiyah Eka Putra Zakran SH, MH, mengatakan dirinya mewakili warga untuk menyampaikan keluhannya terkait fasilitas jalan.

“Saya mewakili warga meminta kepada Wali Kota Medan untuk memperhatikan jalan tersebut yang rusak parah dan kupak kapik, karena dapat membahayakan warga yang melintas,” ucap Eka Putra Zakran, Minggu (20/08/2023).

Dijelaskannya, kondisi jalan rusak itu akan menjadi kubangan kerbau saat hujan turun. Oleh karena itu, dirinya memohon perhatian pemerintah.

“Saya sudah pernah membuat surat terbuka melalui akun Tiktok. Saat itu saya menyampaikan kondisi jalan yang rusak serta kupak-kapik tersebut namun sepertinya belum ada respon dari Wali Kota Medan,” jelasnya.

“Saya berharap dengan adanya perbaikan jalan ini nanti masyarakat yang melintas disini bisa aman dan nyaman,” tutup Eka Putra Zakran.(mag-1/ram)

Tinggalkan Medan, Jokowi Terbang Kunjungi Kenya, Tanzania, Mozambik, dan Afrika Selatan

Presiden RI, Joko Widodo.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Presiden RI, Joko Widodo meninggalkan Kota Medan melalui Bandara Kualanamu Internasional Airport, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Minggu (20/8/2023) siang. Presiden direncanakan akan bertolak ke Afrika dan mengunjungi Kenya, Tanzania, Mozambik, dan Afrika Selatan. Jokowi dalam kunjungan tersebut, didampingi oleh Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Mensesneg Pratikno, dan delegasi terbatas lainnya.

Sebelum lepas landas Presiden Jokowi didampingi oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi memberikan keterangan pers di Bandara Kualanamu.

“Hari ini saya dengan delegasi terbatas akan bertolak menuju ke Afrika. Kami akan berkunjung ke empat negara yaitu Kenya Tanzania, Mozambik dan Afrika Selatan. Dan ini merupakan kunjungan pertama saya sebagai Presiden ke kawasan Afrika,” kata Jokowi.

Jokowi mengungakapkan kunjungan ini, tidak lepas untuk mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Afrika memiliki hubungan historis yang panjang. Satu diantaranya Indonesia adalah penggagas sekaligus tuan rumah Konferensi Asia Afrika di Bandung, pada 1955.

“Indonesia juga berperan penting dalam melahirkan gerakan non-blok saat itu. Spirit Bandung inilah yang akan saya bawa dalam kunjungan ke Afrika dengan memperkokoh solidaritas dan kerja sama di antara negara-negara Global South,” tutur Presiden Jokowi.

Jokowi menambahkan hubungan Indonesia dengan Kenya dan Tanzania sangat baik. Apalagi sekarang kedua negara tersebut telah membuka kedutaan besarnya di Jakarta pada 2022.

“Dan mozambik adalah negara Afrika pertama, dimana Indonesia memiliki PTA (Preferensial Trade Agreement),” kata presiden.

Selain itu, Jokowi menjelaskan ia bersama rombongan akan melakukan lawatan ke Afrika Selatan sebagai undangan khusus untuk menghadiri KTT Brics yang dimulai 22 -24 Agustus 2023. Kegiatan BRICS adalah aliansi dagang yang dihadiri sejumlah negara seperti Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.

Jokowi menambahkan rombongan akan tiba di Indonesia pada 25 Agustus 2023.”Dan untuk Afrika Selatan Indonesia diundang dalam KTT BRICS. Tentunya di sela-sela KTT BRICS akan dilakukan berbagai pertemuan bilateral dengan kepala kepala negara yang lainnya,” tandas Jokowi.(gus/ram)

BKMT Gelar Baksos Diikuti 1.500 Peserta

SENAM: Warga Tebingtinggi saat mengikuti senam sehat jantung yang merupakan bagian dari kegiatan baksos BKMT.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pj Wali Kota Tebingtinggi Drs Syarmadani, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pelayanan kemasyarakatan bakti sosial oleh Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Tebingtinggi, di Lapangan Merdeka, Jalan Sutomo, Kota Tebingtinggi, Sabtu (19/8/2023).

Kegiatan bakti sosial mulai dari senam jantung sehat, pemeriksaan kesehatan, pengobatan gratis dan khitanan (sunat) massal masih dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI.

Menurut Syarmadani, kegiatan ini menjadi bukti nyata BKMT untuk umat, bangsa dan negara.

“Kami sangat bahagia. Ibu-ibu BKMT merupakan tiang agama, tiang keluarga, berpartisipasi untuk membangun umat, mudah-mudahan menjadi amal ibadah. Insya Allah komitmen bersama DPRD, kita akan dukung hal ini untuk umat,” ujar Syarmadani.

Sedangkan Ketua DPRD Kota Basyaruddin Nasution yang turut hadir dalam acara itu, mengapresiasi acara ini dan mengucapkan terimakasih atas kontribusi BMT Kota Tebingtinggi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya di Kota Tebingtinggi.

Ketua BKMT Wilayah Sumut, Hj Rosmawati Harahap, mengungkapkan rasa bahagianya karena kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari warga.

“Mudah-mudahan acara ini dapat terus berlanjut setiap tahun. Karena saya dengar tadi hampir 1.500 orang yang hadir. Kiranya kita sudah berkumpul, diberikan kesehatan,” ujarnya.

Tambahnya, pada tanggal 23 sampai 25 Agustus nantinya, BKMT akan melaksanakan rapat kerja wilayah BKMT se-Sumatera Utara. Dirinya berharap Kota Tebingtinggi akan menyumbangkan tarian Zapin pada saat terakhir.

Sementara, Ketua BKMT Kota Tebingtinggi, Hj Nirwani Malik Nasution mengatakan bahwa acara ini menjadi bukti nyata dan kerjasama dari seluruh anggota BKMT Kota Tebingtinggi.

“Kami sangat bersyukur dan kami juga merasa sangat terhormat atas kehadiran Bapak Pj Wali Kota Tebingtinggi, Ibu Ketua TP PKK dan Ketua DPRD, memberikan semangat dorongan bagi kami. Semua upaya memberikan yang terbaik bagi kesehatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dijelaskannya, untuk pemeriksaan kesehatan kurang lebih ada 500 orang dan 50 peserta khitanan massal yang ikut berpartisipasi. (ian/ram)

DGB USU Gelar Fun Walk, Rektor USU: Mereka Kurang Hiburan

FUN WALK: Dewan Guru Besar USU saat mengikuti Fun Walk yang merupakan ajang hiburan, olah raga dan kekompakan.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Guru Besar Universitas Sumatera Utara (DGB USU) menggelar Fun Walk, yang bertajuk ‘Jalan Sehat Menopang USU Sehat Akademik’ di Gedung Rektorat USU pada Sabtu (19/8/2023) kemarin. Kegiatan diikuti oleh Rektor USU Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si. dan para Dewan Guru Besar USU.

Kegiatan ini bertujuan membangun hubungan yang erat serta keharmonisan di antara Dewan Guru Besar USU untuk membawa universitas ke tingkat yang lebih baik dan membangkitkan semangat guru besar USU dalam kinerjanya.

Rektor USU, Prof Muryanto Amin dalam kegiatan ini menyoroti beberapa poin penting dalam sambutannya. Rektor menyampaikan perlunya hiburan dan pentingnya kekompakan di lingkungan kampus.

“Pertama, DGB ini kurang hiburan, biar kompak dibuatlah acara ini. Selain olahraga bisa membuat kekompakan,” ucap Muryanto dalam keterangan tertulis, Minggu (20/8).

Selanjutnya, Muryanto mengumumkan adanya dana untuk program internasionalisasi, yang akan didistribusikan sesuai kebutuhan universitas juga untuk program kerja Dewan Guru Besar USU.

“Kedua, tahun ini kita dapat dana EQUITY. Namanya, untuk internasionalisasi, sebanyak Rp44 miliar, saya niatkan membaginya berapa maunya DGB untuk ikuti program ini,” jelas Muryanto.

Terakhir, Rektor mengingatkan untuk tetap bersatu menjunjung musyawarah mufakat, terutama menghadapi tahun politik yang akan datang.

“Ketiga, memasuki tahun politik jangan sampai kita jadi terpecah belah, kita rukun, dan tetap semangat memutuskan sesuatu berdasarkan musyawarah mufakat,” tutur Rektor USU.

Sementara itu, Plt. Ketua Dewan Guru Besar USU Prof. Dr. Thamrin, M.Sc selaku ketua panitia mengatakan Fun Walk DGB akan menghasilkan kegiatan lain yang rutin dilakukan di lingkungan kampus demi kemajuan institusi.

“Fun Walk kita rancang untuk menjalin silaturahmi guru besar di samping kegiatannya. Ini baru pertama kita buat dan berharap berkembang menjadi family gathering, kita harapkan setahun minimum sekali,” ujar Prof. Dr. Thamrin, M.Sc.

Prof. Dr. Thamrin, M.Sc mengatakan kegiatan dapat terlaksana dengan adanya bantuan dari sponsor dan dukungan dari para profesor yang telah menghasilkan produk-produk usaha.

“Persiapan memang dadakan, kita dibantu sponsor terutama Bank Sumut yang membiayai keseluruhan kegiatan. Kita menerima bantuan dalam bentuk makanan, baju, tenda, lucky draw, dan kita minta tambahan dari produksi dari profesor-profesor kita yang sudah menghasilkan ilmu pengetahuan menjadi industri atau UMKM,” kata Prof. Dr. Thamrin, M.Sc.

Terakhir, Prof. Dr. Thamrin, M.Sc berharap hubungan erat dan keharmonisan yang tercipta melalui kegiatan ini dapat mencapai prestasi yang lebih tinggi dan cepat bagi universitas dalam lingkup yang luas.

“Kita berharap seperti tujuan tadi, melalui kekompakan, melalui kebersamaan, kita berharap USU cepat lebih jaya di Sumatera dan terbaik di Indonesia,” harap Prof. Dr. Thamrin, M.Sc.(gus/ram)

Terkait Material Ilegal ke Proyek Jalan Tol Binjai-Langsa, Bos Galian C Bungkam

GALIAN C: Tim terpadu saat melihat bekas aktivitas galian c di Padangtualang, Langkat, beberapa waktu lalu.Teddy Akbari/Sumut Pos.

STABAT, SUMUTPOS.CO – Salah satu bos galian c di Kabupaten Langkat berinisial As alias An, bungkam ketika dikonfirmasi wartawan, akhir pekan lalu. As yang disebut-sebut sebagai bos galian c ilegal ini bebas beroperasi di Dusun Bukit Harapan, Desa Paya Bengkuang, Kecamatan Gebang, Langkat.

Wartawan melakukan konfirmasi kepada As karena ada dugaan material galian c miliknya masuk untuk proyek pembangunan Jalan Tol Binjai-Langsa yang tengah dikebut pengerjaannya. Material dari As yang diduga ilegal dimaksud berupa tanah urug.

Disoal Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) di quary yang digalinya, As tak dapat menjelaskan. Saat dikonfirmasi wartawan, As selaku pengusaha dari PT Karya Sejati Utama (KSU) mengaku tengah berada di luar kota.

“Saya masih di Jakarta. Atur waktu kita ketemu, ntar kita bahas,” jawab As saat dikonfirmasi tanpa membeberkan status quary di Bukit Harapan yang material tanah urugnya dijual untuk proyek Tol Binjai-Langsa, dalam waktu yang cukup lama.

Aktivitas galian c berupa penambangan darat diduga ilegal kembali ditemukan jurnalis Sumut Pos di Kabupaten Langkat. Setelah ditemukan di Desa Buluh Telang, kali ini ditemukan penambangan darat galian tanah urug diduga ilegal bebas beraktivitas di Desa Serapuh ABC, Kecamatan Padangtualang, beberapa waktu lalu. (ted/ram)

Soal Upeti Judi Togel ke Oknum Aparat, HMI: Copot Kapolres Langkat

SERAHKAN: Sup bersama 2 sipil lainnya beserta seorang oknum polisi diserahkan TNI ke Polres Langkat.Istimewa/Sumut Pos.

STABAT, SUMUTPOS.CO – Himpunan Mahasiswa Islam Kabupaten Langkat mendesak agar Kapolda Sumut, Irjen Agung Setya untuk melakukan evaluasi jabatan kepada AKBP Faisal Simatupang selaku Kapolres Langkat. Hal ini dikarenakan adanya isu liar yang saat ini menjadi perbincangan hangat di masyarakat terkait upeti judi togel yang mengalir ke oknum aparat penegak hukum di Kabupaten Langkat.

Kabid Pembinaan Aparatur Organisasi (PAO) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Langkat, Iqbal Rangkuti menilai, informasi yang beredar liar ini harus disikapi serius oleh Polres Langkat.

Evaluasi terhadap Kapolres Langkat, demi terwujudnya penegakan supremasi hukum yang ideal dan transparan. Terlebih lagi, Kapolres Langkat, AKBP Faisal Simatupang terus menunjukkan sikap tertutup kepada insan jurnalis ketika dikonfirmasi.

“Jika kasus ini tidak kunjung selesai, maka sudah selayaknya Kapolres Langkat diganti. Karena beliau dinilai tidak mampu untuk menyelesaikan persoalan yang ada di wilayah hukum Kabupaten Langkat,” seru Iqbal.

Iqbal juga menyebut, praktik perjudian di Langkat terkesan kebal hukum. Ini dibuktikan dengan beredarnya video pengakuan yang membeberkan, oknum pejabat Satreskrim di Polres Langkat menerima upeti sebesar Rp25 juta tiap 2 minggu sekali.

“Hal ini sangat tidak layak dilakukan oleh oknum aparat kepolisian,” kata Iqbal.

Sejatinya, aparat kepolisian melakukan penegakan hukum terhadap kasus apapun itu. Ditambah lagi, perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tegas kepada jajaran di Indonesia baik itu tingkat polda, polres, hingga polsek, untuk menindak praktik perjudian.

Mulai dari perjudian darat, online hingga mesin. Namun perintah ini berbanding terbalik dengan Polres Langkat dan jajarannya di Polsek Stabat serta Polsek Secanggang.

Oknum aparat di bumi bertuah (sebutan Kabupaten Langkat) bukan memberantas. Namun malah sebaliknya, melakukan kolaborasi dengan bandar judi togel.

“Tindakan oknum polisi yang meminta uang ke pelaku tindak pidana perjudian, dapat dikategorikan sebagai suatu perbuatan manipulasi atau rekayasa sebuah perkara. Perbuatan itu dapat diancam jeratan hukum pidana, pelanggaran Peraturan Disiplin Polri, serta pelanggaran Kode Etik Profesi Polri (KEPP),” pungkasnya.

Sebelumnya, Intel TNI mengungkap praktik perjudian yang beromzet ratusan juta setiap bulannya dan diduga dibekingi oknum polisi berinisial Aipda JPH di Lingkungan IX, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat, Sabtu (13/8) malam. Aipda JPH diduga sebagai koordinator lapangan atau koorlap judi togel dengan upah sebesar 6 persen dari omzet yang didapat perharinya.

Dalam pengungkapan ini, Intel TNI mengamankan 3 orang, masing-masing berinisial AA (67) diduga sebagai juru tulis, AS (47) diduga sebagai pembeli dan Sup (38) yang diduga berperan sebagai koordinator lapangan atau korlap. Hal mengejutkan dibeberkan Sup, warga Medan Helvetia, Kota Medan.

Togel Bendera Ziki yang dikelola Sup di Kecamatan Stabat dan Secanggang, diduga memberikan uang koordinasi kepada Polres Langkat, Polsek Secanggang, Polsek Stabat hingga koramil setempat. Bahkan tak ketinggalan, Kasat Intelkam Polres Langkat, AKP Syarif Ginting diduga menerima upeti sebesar Rp5 juta.

Menanggapi dugaan setoran ini, Syarif membantahnya. “Jangankan Rp5 juta, 100 perak pun gak ada,” kata Syarif.

Disoal ada bukti chat, bagi dia, hal tersebut bisa saja dibuat-buat. “Kalau chat kan bisa-bisa saja, kalau chat itu kan namanya chat, kecuali kayak kemarin ada bukti transfer,” tukasnya.

Selain itu, juga ada tertulis Polres Langkat diduga menerima Rp25 juta per 2 minggu, Polsek Stabat diduga menerima Rp7 juta per 2 minggu dan Polsek Secanggang diduga Rp3 juta per bulan, hingga koramil diduga menerima Rp2 juta per bulan. Informasi diperoleh, omzet praktik perjudian bendera Ziki yang dikoordinir oleh Sup, tersebar di 12 titik untuk 2 kecamatan tersebut.

Adapun mereka yang diduga sebagai juru tulis berinisial Am (Gohor) Rp10 juta, Ul (Pajak/Stabat Kota) Rp4 juta, WS (Kampung Kruni sampai Pantai Gemi) Rp1,2 juta, Put (Jembatan Sei Wampu) Rp1 juta, Dw (Pantai Gemi) Rp4 juta, WU (Pasar 6 Kwala Bingai) Rp10 juta, Bem (Titi Putih) Rp2,5 juta, Sai (Karang Rejo/Dendang) Rp5 juta, WU (Pasar 6, Pasar 8, Kwala Begumit) Rp4 juta, Bud (Getek Besilam) Rp3 juta, Bob (Perdamaian Stabat) Rp10 juta dan WA (Bangsal Stabat) Rp5 juta. Terduga bandar tersebut diduga juga mengoperasikan judi togelnya secara bebas di wilayah Langkat Hilir (Padangtualang, Sawit Seberang dan Tanjungpura) serta Teluk Aru (Pangkalanbrandan, Gebang, Pangkalansusu hingga Besitang).

Kini, ketiga sipil dan seorang oknum polisi Aipda JPH sudah diserahkan ke Polres Langkat. Selain Aipda JPH, juga ada seorang oknum polisi berinisial Bripka HG yang diduga memiliki peran dalam putaran judi Bendera Ziki.

Bripka HG diduga sebagai perantara atau penyalur upeti untuk Polsek Stabat dan Polsek Secanggang. Adapun barang bukti yang diserahkan Intel TNI, rekapan pasangan dan nomor keluar, 1 kalkulator, 1 HP merek redmi, 2 HP merek Nokia, 1 HP merek Samsung Note 9, 1 HP merek Samsung Z Fold 4, 2 pena dan uang tunai Rp57 ribu, sudah diserahkan ke Polres Langkat. (ted/ram)

Angkat Tema ‘Kami Ada untuk Anak’, GKPI Gelar Pelatihan dan Pembekalan Guru Sekolah Minggu

BERSAMA: Para peserta Pelatihan dan Pembekalan Guru Sekolah Minggu berfoto bersama. Kegiatan ini diselenggarakan oleh GKPI Wilayah Medan 1 dan 2.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – GKPI Wilayah Medan 1 dan 2, telah melaksanakan Pelatihan dan Pembekalan Guru Sekolah Minggu, dengan tema ‘Kami Ada untuk Anak’ di GKPI Airbersih Medan, Sabtu (19/8/2023) lalu.

Adapun materi pelatihan dikemas dengan sangat menarik untuk membangkitkan semangat melayani bagi para guru sekolah Minggu.

“Tujuan pelatihan ini, untuk melatih para guru sekolah Minggu, untuk melengkapi diri dan mempersiapkan bahan ajar yang menarik. Sehingga pesan Firman Tuhan dapat diterima anak,” ungkap Ketua BKS Sinode Sekolah Minggu GKPI Pnt Tetty Aritonang.

Adapun materinya, membahas tentang anak dan perlindungan anak dalam pandangan masyarakat sert Undang-Undang yang berlaku.

“Peserta juga dibekali pengetahuan tentang membangun lingkungan sekolah Minggu, yang dapat melindungi anak-anak, dengan melibatkan orangtua, pengurus gereja, dan guru sekolah Minggu,” tutur Tetty.

Tetty lebih lanjut menyebutkan, materi lainnya yang disampaikan pada kegitan ini, yakni tentang mempersiapkan generasi yang lebih baik, dengan membahas bagaimana agar pelayanan sekolah Minggu harus ramah anak, baik dari aspek lingkungan belajar sekolah Minggu di gereja, emosi, sosial, dan keluarga.

Menurut Tetty, lingkungan yang ramah anak akan melahirkan anak yang bertumbuh dengan baik secara emosional dan menghasilkan generasi yang lebih baik.

“Anak sekolah Minggu adalah generasi penerus gereja yang harus dilindungi dan dilayani dengan baik. Agar gereja memiliki generasi penerus di masa yang akan datang,” jelasnya.

Dia juga menuturkan, dalam pelatihan ini, setiap peserta menempelkan cap tangan dalam sebuah spanduk yang bertulis, ‘Kami Ada untuk Anak’.

“Hal ini merupakan komitmen guru sekolah Minggu GKPI dalam menolak segala bentuk kekerasan yang dilakukan terhadap anak. Dan para guru sekolah Minggu GKPI akan selalu melengkapi diri untuk terus meningkatkan pelayanan terhadap anak,” jelas Tetty.

Tetty pun mengatakan, para peserta yang mengikuti pelatihan, sangat antusias dan bersemangat. Karena mereka mendapatkan pengetahuan baru yang berguna bagi pelayanan sekolah Minggu.

“Acara ini dapat berjalan dengan baik, tak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang membantu, baik secara moril maupun materil. Serta kerinduan dari setiap guru sekolah Minggu untuk meningkatkan pelayanan mereka. Semangat bersama para guru sekolah Minggu untuk mencintai anak-anak dengan hati dan mendukung slogan stop kekerasan pada anak,” bebernya.

Sementara itu, kata sambutan Pimpinan GKPI yang disampaikan Sekretaris Jendral (Sekjen) GKPI, Pdt Humala Tobing menegaskan, GKPI menolak segala bentuk kekerasan yang dilakukan terhadap anak. Dia juga mengatakan, pimpinan Sinode GKPI mendukung kegiatan pelatihan yang dilakukan BKS Sekolah Minggu GKPI, dan berharap agar pelatihan ini dilakukan secara berkelanjutan ke wilayah-wilayah yang lain yang ada di GKPI.

“Saya berharap agar para guru sekolah Minggu di GKPI, memiliki pengetahuan yang sama tentang perlindungan, dan secara bersama menolak segala bentuk kekerasan terhadap anak,” imbaunya.

Pelatihan dan pembinaan ini, dihadiri 145 peserta yang berasal dari guru sekolah Minggu GKPI Wilayah Medan 1 dan 2.

Kegiatan ini juga dihadiri Koordinator Wilayah 2 Medan Pdt Pardi Silalahi, dan dibuka secara resmi oleh Pimpinan GKPI yang diwakili Sekjen GKPI. (rel/saz)

Meski Disegel, Diskotek OKG di Langkat Tetap Beroperasi

DAMPINGI: Bambang Sembiring selaku Humas Diskotek OKG saat mendampingi tim terpadu dan membantu pasang spanduk penyegelan.Teddy Akbari/Sumut Pos.

STABAT, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Langkat dinilai kebobolan dalam mengawasi keberadaan tempat disko berinisial OKG di Desa Sei Bamban, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat. (THM) ini belum mengantongi izin, namun pemilik maupun pengelola tetap nekat beroperasi.

Diduga pengunjung masuk dari pintu belakang ke tempat hiburan malam yang termegah di Kabupaten Langkat tersebut. Informasi dirangkum, tempat disko ini tercatat sudah disegel Tim Terpadu Pemkab Langkat pada Jumat (4/8/2023) lalu.

Namun keesokan harinya Sabtu (5/8/2023), Diskotek OKG milik pria berinisial MRG alias KG, sudah kembali beroperasi. “Aku diajak naik (masuk OKG) sama kawan. Sempat gak percaya juga aku karena baru digerebek, ternyata benar buka,” kata sumber wartawan koran ini.

Sumber juga menantang jurnalis ini untuk datang ke Diskotek OKG, guna membuktikan tempat disko tersebut memang benar beroperasi, meski sudah disegel oleh Pemkab Langkat. Kembali beroperasinya Diskotek OKG diperkuat dengan beredarnya video pengunjung menikmati dentuman musik yang diunggah ke media sosial.

Bahkan tak tanggung-tanggung, jadwal penampilan dari DJ yang bekerja untuk Diskotek OKG pun beredar. Ini diduga dilakukan oleh pengelola untuk menarik langkah pengunjung masuk ke tempat disko tersebut.

Menanggapi hal ini, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Langkat, Dameka Putra Singarimbun ketika dikonfirmasi soal Diskotek OKG yang kembali beroperasi langsung buru-buru menyebut segel dirusak. “Info dari mana segel dirusak? Ada foto dan rekamannya untuk bukti 1KG (sebutan Diskotek OKG) melanggar segel, agar dapat ditindaklanjuti,” tulis Dameka via layanan pesan singkat WhatsApp.

Beroperasi tempat disko ini boleh jadi dengan tidak merusak segel yang telah dilakukan Tim Terpadu Pemkab Langkat. Diduga pengunjung yang masuk menikmati dentuman musik melalui pintu belakang atau pintu rahasia.

Terkait Diskotek OKG yang kembali beroperasi dan Pemkab Langkat dinilai kebobolan, dibantah Dameka. “Pemda tetap memantau perkembangan One King Golden melalui kecamatan dan desa di mana diskotek itu berada. Info yang kita dapat dan kita lihat, belum ada beroperasi,” ujar mantan Camat Bahorok ini.

Namun saat dikirim video jadwal penampilan DJ di Diskotek OKG pada 16 Agustus 2023, Dameka malah menyebut, sudah mengetahui hal tersebut. “Itu sudah beredar di media sosial untuk malam 17 Agustus. Sudah kita tekankan kembali kepada pengelola agar tidak beroperasi dan di malam itu kita cek melalui kades, tidak ada beroperasi,” ujarnya.

“Pemda tetap memantau perkembangan One King Golden melalui kecamatan dan desa di mana diskotek itu berada. Info yang kita dapat dan kita lihat, belum ada beroperasi. Apabila segel tersebut dirusak, mohon difotokan atau direkam sebagai bukti dan untuk ditindaklanjuti,” tandasnya.

Terpisah, Humas Diskotek OKG, Bambang Sembiring tidak menanggapi pesan yang dilayangkan wartawan untuk konfirmasi. Padahal, konfirmasi dilakukan demi keberimbangan berita.

Sebelumnya, Diskotik OKG yang tidak mengantongi izin tetap beroperasi. Bahkan sebelum diresmikan pada Kamis (27/7/2023), tempat dugem ini sudah beroperasi.

Meski lokasinya dikelilingi perkebunan sawit, tapi pengunjung tetap ramai masuk ke tempat hiburan malam yang berukuran besar dan berwarna emas tersebut. Informasi dari masyarakat menyebut, pengunjung berjenis kelamin pria dikenakan biaya sebesar Rp30 ribu untuk masuk ke hall.

Sementara untuk pengunjung wanita, menejemen OKG tidak memungut biaya alias gratis. (ted/ram)