27 C
Medan
Friday, April 17, 2026
Home Blog Page 1238

17 SMK di Sumut Jadi Pusat Keunggulan

Kadisdik Sumut, Asren Nasution.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Republik Indonesia (RI) menetapkan 17 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sumatera Utara menjadi sebagai SMK Pusat Keunggulan.

Penetapan tersebut sesuai dengan Keputusan Dirjen Pendidikan Vokasi Nomor 60/D/O/2023 tanggal 10 Agustus 2023 tentang Penetapan Sekolah Menengah Kejuruan Pelaksana Program SMK Pusat Keunggulan Skema Reguler Baru Tahap 1 Tahun 2023.

“Penetapan 17 SMK di Sumut sebagai SMK Pusat Keunggulan, membawa harapan baru bagi pendidikan kejuruan yang lebih berkualitas,” ucap Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumut, Asren Nasution kepada wartawan, Selasa (15/8).

Asren mengungkapkan, bahwa dunia pendidikan kejuruan juga telah mendapatkan apresiasi dari Dirjen Pendidikan Vokasi melalui Keputusan Dirjen Pendidikan Vokasi Nomor 26/D/O/2023 Tanggal 17 April 2023 dan Nomor 33/D/O/2023 Tanggal 17 Mei 2023 tentang Penetapan SMK Pelaksana Program SMK Pusat Keunggulan Skema Pemadanan Dukungan Baru Tahap 1 dan Tahap 2 Tahun 2023, yaitu SMK Negeri 8 Medan dan SMK Negeri 2 Kisaran.

Asren mengatakan, keputusan ini disambut gembira oleh komunitas pendidikan dan industri di Sumut. Adapun filosofi penetapan SMK sebagai pelaksana SMK Pusat Keunggulan ke-19 SMK.

Hal ini telah membuktikan prestasi gemilang, komitmen kuat terhadap kualitas pendidikan, dan kesiapan untuk mempersiapkan siswa menghadapi tuntutan dunia kerja.

“Selain itu, SMK-SMK ini juga telah melangkah sejalan dengan visi untuk menciptakan lulusan vokasi yang siap berkontribusi di berbagai sektor industri,” ucap Asren.

Disampaikan juga, pengumuman ini berdasarkan pada penilaian teliti yang melibatkan ahli pendidikan dan perwakilan industri. Para SMK terpilih memiliki fasilitas modern, kurikulum terkini, serta guru-guru berkualifikasi tinggi, yang akan memberikan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri masa depan.

“Ini merupakan Hadiah Kemerdekaan ke-78 bagi Pemprov Sumut, khususnya bagi 17 SMK yang mendapatkan predikat SMK Pusat Keunggulan. Kami berterima kasih atas pengakuan ini dan komitmen Pemerintah Pusat untuk mendukung pendidikan kejuruan di daerah kami,” jelas Asren.

“Langkah ini akan menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk terus meningkatkan standar pendidikan dan berkolaborasi dengan industri. Kami mengucapkan terimakasih kepada guru, peserta didik dan komite sekolah baik langsung maupun tidak yang telah mendukung kelancaran tugas SMK Negeri dan Swasta,” sebut Asren.

Dengan adanya pengumuman ini, sebut Asren, ke-19 SMK tersebut akan mengalami transformasi mendalam dalam pendekatan pembelajaran, penerapan teknologi terbaru, serta peluang magang di perusahaan-perusahaan ternama dalam dan luar negeri. Langkah ini diharapkan akan menciptakan lulusan yang lebih siap dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini dan masa depan.

Selanjutnya, Asren Nasution mengatakan, untuk mendukung SMK Bermartabat di Sumut, Dinas Pendidikan Sumut sedang melakukan percepatan pembentukan BLUD SMK Negeri Sumut.

“Dalam rangka percepatan pembentukan BLUD SMK, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara telah melakukan berbagai langkah-langkah konkret dan pekan depan akan melakukan rapat koordinasi bersama OPD terkait dan Kemendagri,” tutur Asren.

Pengumuman Dirjen Pendidikan Vokasi ini, tegas Asren Nasution, tidak hanya menjadi pencapaian bagi ke-19 SMK tersebut, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam menjadikan pendidikan vokasi sebagai pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing tinggi.

Selain itu, diharapkan para siswa akan memiliki akses yang lebih baik untuk meraih kesuksesan di dunia kerja dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan Sumut.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMK Suhendri dalam kesempatan yang sama berharap, di tahap berikutnya, akan bertambah jumlah SMK Pusat Keunggulan di Sumut, bidang SMK terus mendampingi dan memantau tahapan yang berjalan.

Menurutnya, ini merupakan tambahan signifikan dari 58 SMK Pusat Keunggulan yang ada sebelumnya yang merupakan SMK Pusat Unggulan Lanjutan.

Ke- 17 SMK Pusat Keunggulan Skema Reguler Tahap 1 tersebut adalah:

  1. SMKS Budhi Darma Indrapura (Teknologi Manufaktur dan Rekayasa).
  2. SMKS Delisha (Seni dan Ekonomi Kreatif/Deli Serdang).
  3. SMKS Tarbiyah Islamiyah (Teknologi Manufaktur dan Rekayasa/Deliserdang).
  4. SMKS Tri Karya Sunggal (Deliserdang).
  5. SMKN 1 (Seni dan Ekonomi Kreatif/Karo).
  6. SMKS Muhammadiyah 16 (Pariwisata/Serdangbedagai).
  7. SMKN 1 Pematangsiantar (Seni dan Ekonomi Kreatif/Simalungun).
  8. SMKN 1 Batang Toru (Agribisnis dan Agriteknologi/Tapsel).
  9. SMKN 1 Siatas Barita (Seni dan Ekonomi Kreatif/Taput).
  10. SMKN 1 Balige (Energi dan Pertambangan/Toba).
  11. SMKS Pembda Nias (Teknologi Manufaktur dan Rekayasa/Gunungsitoli).
  12. SMKS Kristen Harapan Sejahtera (Agribisnis dan Agriteknologi/Gunungsitoli).
  13. SMKN 10 (Pariwisata/Medan).
  14. SMKN 14 (Pariwisata/Medan).
  15. SMKN 2 Padangsidimpuan (Teknologi Manufaktur dan Rekayasa).
  16. SMKN 2 Pematang Siantar (Teknologi Manufaktur dan Rekayasa).
  17. SMKN 1 Pematangsiantar (Teknologi Informasi).(gus/han)

Usut Pengusaha Ternak Ayam Pantailabu Gunakan Gas 3 Kg

UNJUKRASA: Ratusan massa dari AMPK Deliserdang melakukan unjukrasa dengan menunjukkan poster meminta mafia gas ditindak secara hukum.BATARA/SUMUT POS.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Ratusan massa Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan (AMPK) Deliserdang menuding banyak pengusaha ternak ayam di Kecamatan Pantailabu, Kabupaten Deliserdang, menggunakan gas LPG ukuran 3 Kg dalam menjalankan bisnisnya. Padahal menurut mereka, gas 3 Kg diperuntukkan bagi masyakarat kurang mampu, bukan bagi kalangan pengusaha menengah ke atas.

“Kami minta mafia gas di Deliserdang ini diusut. Banyak pengusaha ternak ayam di Pantailabu menggunakan gas 3 Kg, padahal itu untuk warga kecil. Mohon usut Pak Polisi dan Pemkab Deliserdang, jangan makin disengsarakan masyarakat akibat kelangkaan gas ini,” kata Ketua AMPK Deliserdang, Rahman JP Hutabarat saat berunjukrasa bersama ratusan anggotanya di depan Kantor Bupati Deliserdang, Lubukpakam, Selasa (15/8).
Rahman mengaku heran, mengapa menjelang HUT ke-78 RI, keberadaan gas masih langka. Menurutnya, kelangkaan itu terjadi dikarenakan banyak pengusaha mempergunakan gas subsidi ukuran 3 Kg.
“Kami sudah melakukan investigasi ke kandang-kandang ayam di Pantailabu dan pengusaha lainnya. Sekali lagi saya sampaikan gas subsidi untuk masyarakat kecil, bukan untuk pengusaha menengah ke atas. Mohon ditertibkan itu pak polisi,” minta Hutabarat diamini para pengunjuk rasa.

Para pengunjuk rasa diikuti ketua DPC AMPK dari Kecamatan Tanjungmorawa, Hamparanperak, Batangkuis dan Kecamatan Lainnya. Mereka secara bergantian menyampaikan orasinya untuk menuntut kesejahteraan rakyat.

Salah satunya tuntutan mereka jalan belum diperbaiki di Desa Lau Barus Baru, Kecamatan STM Hilir dan Jalan Darsono Kecamatan Hamparanperak Mereka mengaku sudah 2 tahun mengusulkan pengaspalan namun belum terealisasi.

Hutabarat dalam orasinya kembali mengatakan, adanya persoalan pagar sekolah yang belum lengkap dibangun yang mengakibatkan anak didik sekolah digigit. Dan kondisi tersebut menimbulkan keresahan kepada orangtua dari anak-anak yang bersekolah.
Perwakilan pengunjukrasa diterima beberapa perwakilan OPD untuk dilakukan mediasi di ruang rapat Bagian Perekonomian Setdakab Deliserdang. Mereka dikawal langsung Kasatpol PP Deliserdang Marjuki, Kapolsek Lubukpakam AKP Hendri Sihotang dan puluhan puluhan personil Satpo PP dan kepolisian.

Namun hingga pukul 16.30 WIB, massa tersebut belum membubarkan diri dari gerbang Halaman Kantor Bupati Deliserdang. Diduga tuntutan dalam mediasi bersama perwakilan OPD yang sebelumnya dilakukan kurang memuaskan para pengunjuk rasa. Aksi bertahan massa itu mendapat pengawalan ketat dari Satpol PP Deliserdang dan kepolisian.(btr/han)

Pemko Tebingtinggi Raih WTP Lima Tahun Berturut

TERIMA: Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani menerima plakat WTP atas pertanggungjawaban pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dari Gubernur Sumatera Utara, Edy Ramayadi.ISTIMEWA/SUMUT POS.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi menerima plakat atas raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 5 tahun berturut-turut sejak tahun 2018 sampai 2022, dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang diserahkan langsung oleh Gubenur Sumut Edy Rahmayadi, dan diterima oleh Pj Wali Kota Tebingtinggi Drs Syarmadani.

Pemberian plakat bersama dengan 13 Pemda lainnya ini merupakan rangkaian acara Kick off meeting sepuluh tahun opini WTP atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemerintah Provinsi Sumut, di Hotel Adhi Mulia Jalan Diponegoro, Kota Medan, Senin (14/8).

Pada kesempatan itu, Edy Rahmayadi meminta semua Pemerintah Daerah (Pemda) se Sumut untuk mendorong Pemda agar bisa meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian, yang mana WTP merupakan tanda Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) sesuai dengan standar akuntansi di Indonesia.

Menurut Edy Ramayadi, WTP merupakan kewajiban bagi seluruh Pemda sebagai bentuk pertanggungjawaban pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Walau begitu, untuk mencapainya bukan hal yang mudah.

“Bukan hal yang mudah untuk meraih ini, tetapi tentu ini kewajiban kita mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan, akuntabilitas dan juga transparan, kita ingin semua daerah di Sumut bisa meraih WTP,” pinta Edy Ramayadi kepada Wali Kota dan Bupati.

Diungkapkan Edy Ramayadi, dari 33 Pemerintah Kabupaten Kota di Sumut, masih ada 8 daerah yang belum meraih WTP untuk LKPD tahun 2023, namun 14 Pemda yang sudah meraih di atas 4 kali berturut-turut.

Ke empat belas Pemda tersebut antara lain Kabupaten Labuhanbatu Utara 10 kali, Tapanuli Selatan dan Kabupaten Tapanuli Utara 9 kali, Kabupaten Humbahas dan Kabupaten Toba 7 kali, Kabupaten Samosir dan Kabupaten Asahan 6 kali.

Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Batu Bara, Kota Gunungsitoli, Kota Sibolga, Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Serdang Bedagai masing-masing 5 kali, sedangkan Pemprov Sumut sudah 9 kali.

Tambah Gubernur Sumut Edy Ramayadi, masing-masing Pemda yang berhasil meraih WTP lima kali atau lebih tersebut mendapatkan penghargaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumut.

“Lima kali berturut-turut mendapat bonus dari Kemenkeu, dan itu patut diapresiasi, kita (Pemprov Sumut) juga seharusnya memberikan apresiasi kepada yang berhasil WTP, ini tanda awal baiknya pengelolaan keuangan, bisa kita pertanggungjawabkan,” ujar Edy.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKAD) Pemprov Sumut selaku Ketua Panitia, Ismael Parenus Sinaga, bahwa Kick off ini merupakan momentum untuk penyusunan keuangan yang baik bagi Pemda. Seluruh Pemda diharapkan memiliki komitmen yang sama untuk menciptakan kelola keuangan yang akuntabel dan transparan.

“Mendekati hari kemerdekaan ini menjadi momentum yang bagus kepada seluruh Pemda menyusun keuangannya, termasuk Pemprov Sumut yang mudah-mudahan berhasil meraih 10 kali WTP berturut-turut,” kata Ismael Parenus Sinaga.

Hadir pada acara Kick off meeting ini Koordinator Bidang Keuangan Daerah Kemendagri Yohanes Sena, Kepala BPK RI Perwakilan Sumut Eydu Oktain Panjaitan, Wakil Ketua DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani.Pj. Sekdako Kota H. Kamlan Mursyid, S.H., M.M. bersama Bupati dan Wali Kota se-provinsi Sumatera Utara.

Sedangkan Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani mengucapkan terima kasih kepada pihak yang sudah memberikan kepercayaan kepada Pemerintah Kota Tebingtinggi telah menerima WTP sebanyak 5 kali berturut-turut. Namun demikian, ujarnya, Syarmadani tetap berharap kepada seluruh Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) yang ada di jajaran Pemko Tebingtinggi untuk tetap mempertahankan WTP tersebut kedepannya.

“Kepada OPD untuk tetap meningkatkan prefosional dalam bekerja. Karena laporan keuangan pemerintah daerah seperti Kota Tebingtinggi harus benar benar sesuai dengan aturan yang ada,” pintanya. (ian/han)

Pemkab Toba Raih Predikat WTP 7 kali Berturut-turut

RAIH WTP: Bupati Toba Poltak Sitorus bersama beberapa Kepala Daerah Pemkab/Kota yang meraih penghargaan predikat WTP dari Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.ISTIMEWA/SUMUT POS.

TOBA, SUMUTPOS.CO – Untuk kali ke-7 secara berturut-turut, Pemerintah Kabupaten Toba meraih penghargaan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Sumut.

Penghargaan WTP tersebut diterima langsung oleh Bupati Toba Poltak Sitorus dari Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi di sela-sela kegiatan
Kick off meeting opini WTP Laporan Keuangan Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2023 di Grand Ballroom Hotel Adimulia,Medan, Senin (14/8)

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa WTP sebagai salah satu tanda kinerja pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel, dimana dalam pengelolaan tentunya harus cermat dan sesuai dengan anggaran yang sudah ditetapkan.

Oleh karena itu, lanjut Gubernur Edy Rahmayadi, tentunya keberhasilan atas raihan WTP setiap daerah layak diapresiasi bahkan diperlukan ke depannya untuk diberikan reward bagi kabupaten dan kota yang lebih dari lima kali meraih WTP secara berturut-turut oleh pemerintah provinsi.

“Bu Sri Mulyani saja memberikan bonus berdasarkan 5 kali WTP, ada yang mendapatkan keringanan sebagai apresiasi dan itulah harapannya ke depan, Sumatera Utara ini tidak ada lagi yang WDP, semuanya WTP ,”kata Edy.

Pada kesempatan ini juga, Gubsu meminta bagi setiap narasumber yang hadir pada dialog nanti memberikan arahan tentang apa yang boleh dan tidak untuk dikerjakan sebagai acuan di kabupaten/kota.

Pada kesempatan ini, Edy juga memberikan motivasi kepada semua kepala daerah di Sumatera Utara agar lebih peka membangun daerah masing-masing demi kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan dilanjutkan dengan dialog yang menghadirkan narasumber di antaranya Perwakilan Inspektur Jenderal Kemendagri, Auditor Utama Kemendagri, Kepala Perwakilan BPKP Provsu, Kwinhatmoko, perwakilan Pangdam I BB, perwakilan Kapoldasu, perwakilan Kajatisu, Kepala BPK Perwakilan Sumut, Eydu Octain Panjaitan dan dipandu oleh Kepala Inspektorat Provinsi Sumatera Utara, Lasro Marbun.

Dalam dialog tersebut, Bupati Toba Poltak Sitorus menyampaikan permohonan kepada TNI agar membantu turun ke petani di Kabupaten Toba guna menyukseskan ketahanan pangan dengan program tanam dua kali panen di Pemkab Toba.

Turut mendampingi Bupati Toba pada Kick Off Meeting, Kepala Inspektorat Kabupaten Toba, Patuan Jayapura Pasaribu, Kaban Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Toba, Fernando Samosir, Kabag Prokopim, Try Sutrisno, dan Kabid PIKP Kominfo Rikardo Simamora. (*/mag-10/han)

Gugatan Tidak Diterima Pengadilan, Wawako Sibolga Tanggapi Persoalan Lahan UD Budi Jaya

KETERANGAN: Wakil Wali Kota Sibolga, Pantas Maruba Lumbantobing memberikan keterangan terkait Persoalan Lahan UD Budi Jaya.

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Wakil Wali Kota Sibolga, Pantas Maruba Lumbantobing mengatakan, tidak diterimanya gugatan Pemko Sibolga atas terbitnya 2 sertifikat di atas lahan tangkahan UD Budi Jaya yang telah diputuskan Pengadilan Negeri (PN) Sibolga pada tanggal 27 Juli 2023, bukan berarti lahan itu bisa diklaim oleh pihak manapun.

“Artinya, tidak ada status yang dimenangkan oleh PN Sibolga. Kami sudah baca putusan PN Sibolga dan kami akan pelajari itu. Kami juga akan menggugat kembali. Jadi kalau ada informasi bahwa mereka seakan-akan menang, itu tidak benar. Karena rekonvensi (gugatan balik) mereka juga tidak diterima (NO),” kata Pantas Maruba Lumbantobing kepada wartawan, di Kantor Wali Kota Sibolga, Selasa (15/8/2023).

Pantas Maruba Lumbantobing menjelaskan, Pemko Sibolga akan memasukkan gugatan kembali ke PN Sibolga dalam waktu dekat, sembari berbenah untuk melengkapi alat bukti dan saksi-saksi serta administrasi terkait dengan gugatan tersebut.

Pantas yang saat itu didampingi Sekda, M Yusuf Batubara; Kabag Hukum, Gabe Torang Sipahutar; dan Plt Kadis Perikanan Ketahanan Pangan dan Pertanian, Anwar Sadat, menegaskan, pembangunan Pasar Ikan Modern akan tetap dilanjutkan.

“Pembangunan Pasar Ikan Modern akan tetap kita lakukan, karena itu merupakan salah satu proyek Percepatan Ekonomi Nasional (PEN), target pembangunannya sampai di akhir bulan november nanti,” katanya.

Menurut Pantas, tidak ada halangan dalam proses pembangunan Pasar Ikan Modern tersebut. Walau status Pemko Sibolga menggugat, proyek akan tetap berjalan. Karena secara fakta, lahan UD Budi Jaya adalah milik Pemerintah Kota Sibolga.

“Hanya masalah administrative, karena sebagian tanah ada yang sudah bersertifikat. Jadi kita tegaskan tidak ada pemikiran-pemikiran liar dengan putusan PN Sibolga atas gugatan Pemko Sibolga menjadikan lahan itu jadi milik orang lain, tidak. Itu tetap milik Pemerintah Kota Sibolga,” katanya. (mag-5/han)

Semarakkan 78 Tahun Indonesia Merdeka Bersama Aptisi Sumut dan LLDikti Sumut

TERCEPAT: Prof Saiful Anwar Matondang PhD (kiri) menyerahkan hadiah pada Herna dari STIKes Mitra Husada yang menjadi peserta jalan sehat tercepat tiba di garis finish.DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

SUMUTPOS.CO – ASOSIASI Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi) Sumut dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Sumut merayakan 78 tahun Indonesia merdeka dengan berbagai kegiatan olahraga dan sosial di halaman kantor LLDikti Wilayah I Jalan Sempurna Tanjung Sari Medan, Selasa (15/8).

Rangkaian kegiatan diantaranya jalan sehat semarakkan HUT ke-78 Republik Indonesia. Kemudian senam kebugaran, games seru, donor darah serta pemeriksaan kesehatan (kadar gula darah, kolesterol, asam urat, dan tekanan darah).

Aptisi Sumut dan LLDikti Sumut juga menggelar pemeriksaan mata, bulutangkis dan doorprize 200 hadiah menarik. Kegiatan diikuti seribuan peserta melibatkan dosen, mahasiswa, tenaga pendidik serta rektor, direktur dan ketua Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Sumut.

Ketua Aptisi Sumut yang juga Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) Dr H Muhammad Isa Indrawan MM menyebut rangkaian kegiatan untuk menyemarakkan HUT RI membangun silaturahim antar lembaga pendidikan tinggi di Sumut.

Ia berharap kegiatan ini bisa semakin menyatukan visi perguruan tinggi di Sumut untuk bersama-sama mendukung program yang telah digariskan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air.

“Kita mengundang seluruh perguruan tinggi swasta di Sumut untuk mengikuti rangkaian acara ini,” ujarnya seraya menyebut terdapat 220 PTS di Sumut.

Di usia 78 tahun ini, tegas ketua Aptisi Sumut, Indonesia membutuhkan sumber daya (SDM) yang unggul. Menurutnya, untuk mencapai SDM unggul itu tidak cukup hanya peran dari satu perguruan tinggi.

”Itu supaya perguruan tinggi dapat mengimplementasikan apa yang telah menjadi roadmap ataupun masterplan yang telah dicanangkan pemerintah untuk menuju kepada bonus demografi nantinya,” tutur Dr H Muhammad Isa Indrawan MM.

Ketua Aptisi Sumut menegaskan bahwa saat ini status perguruan tinggi swasta dan perguruan tinggi negeri itu tidak ada bedanya. Ditegaskannya, status, akreditasi dan perlakuan pemerintah kepada PTS dan PTN itu sama. ”Perguruan tinggi swasta banyak berkontribusi terhadap pembangunan,” sebut tokoh pendidikan Sumut tersebut.

Dr H Muhammad Isa Indrawan SE MM mengingatkan pimpinan PTS di Sumut bahwa yang menjadi tantangan terbesar bukan antar-PTS di Sumut. Melainkan masuknya perguruan tinggi dari luar Sumut, baik nasional
maupun internasional.

“Untuk itu diperlukan kebersamaan. Kalau kita bersama-sama, bisa menjadi satu kekuatan menjadi perguruan tinggi swasta yang mandiri di Sumut,” ujarnya.

Suatu keharusan bagi perguruan tinggi untuk berbenah diri menjadi tempat para masyarakat menimba ilmu. ”Tingkat persaingan ini
sekarang memang sangat terbuka dan ditentukan kualitas. Masyarakat juga membutuhkan pola pembelajaran sistem pendidikan yang menjamin kesejahteraan ataupun masa depan mereka,” katanya.

Kepala LLDikti Sumut Prof Saiful Anwar Matondang PhD menuturkan bahwa tema HUT ke-78 RI Terus Melaju untuk Indonesia Maju. Untuk itu, ia meminta PTS di Sumut dapat berkontribusi memajukan Indonesia.

”Untuk kemajuan Indonesia, kita harus meningkatkan kualitas. Baik itu perguruan tinggi, prodi maupun dosen. Peran dunia pendidikan tinggi juga mewarnai pembangunan Indonesia,” sebut kepala LLDikti Sumut.

Ia menuturkan bahwa pendidikan tinggi berperan menyuplai tenaga ahli dan terampil. Sebagai pendidik kepada anak bangsa, perguruan tinggi juga berperan mengisi pekerjaan ke depan, termasuk kepemimpinan 20 tahun ke depan.

“Apalagi 2045 itu adalah tahun Indonesia emas. Tidak hanya dibutuhkan kemampuan retorika, tapi juga kemampuan menghadapi globalisasi yang semakin hari semakin kencang masuk ke Republik Indonesia,” tukasnya.

Turut hadir dalam acara ini Ketua STIKes Mitra Husada Medan yang juga Bendahara Aptisi Sumut Dr Siti Nurmawan Sinaga MKes, pimpinan LLDikti Sumut dan sejumlah pimpinan PTS lainnya. (dmp)

BRI Medan Gatot Subroto Gelar Brigade Madani Sport Day 2023

Para tim Brigade Madani Sport Day 2023 berfoto bersama, di Gelora Nusantara, Jalan Amal Nomor 1 Medan, Senin (14/8). (Istimewa/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bank Rakyat Indonesia Branch Office (BRI BO) Medan Gatot Subroto menggelar Brigade Madani Sport Day 2023, di Gelora Nusantara, Jalan Amal Nomor 1 Medan, Senin (14/8).

Olah raga bersama ini, kolaborasi BRI bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Kegiatan tersebut dihadiri, Pinca BRI BO Medan Gatot Subroto Wisnu Wirawan, Manager Bisnis Mikro (MBM) BRI Medan Gatot Subroto, serta seluruh Kepala unit dan Mantri BRI BO Medan Gatot Subroto. Selain itu juga Pinca Pegadaian Cabang Helvetia Irawan Firdaus Effendie dan PNM Kepala Unit Mekaar Helvetia Repita Simamora.

“Tujuan olah raga dengan tema, ‘Kaloborasi BRI, Pegadaian dan PNM’ tersebut agar semakin terjalin kekompakan serta kerja sama yang solid antara BRI, Pegadaian dan PNM,” ujar Pinca BRI BO Medan Gatot Subroto Wisnu Wirawan, Selasa (15/8).

Dijelaskannya, olah raga bersama dengan kategori bulu tangkis ini, bukanlah sebuah turnamen, hanya olah raga biasa untuk mempererat silaturahmi semata.

“Semoga olah raga ini dapat membawa dampak positif, semakin terjalin silaturahmi serta kekompakan yang erat, dan agar para tim yang ikut andil dalam olah raga tersebut semakin semangat dalam bekerja,” pungkasnya. (dwi/tri)

4 Tips Mencuci Baju Batik Pakai Tangan untuk Pertama Kali

Sumber: ruparupa

Batik merupakan kain tradisional Indonesia yang dibuat dengan proses pewarnaan khusus menggunakan teknik lilin. Jadi, cara mencucinya pun tidak boleh sembarangan.

Nah, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mencuci kain batik pakai tangan agar warnanya tidak luntur.

1.   Pisahkan batik dengan pakaian berwarna

Pertama-tama, pastikan kamu memisahkan batik dengan pakaian lain agar warnanya tidak tercampur. Cara ini juga bisa melindungi kain batik biar tidak rusak karena gesekan dengan kancing atau bahan keras lainnya.

2.   Rendam di ember berisi deterjen

Setelah itu, tuangkan air hangat bersih di ember dan rendam batik selama beberapa saat. Soalnya, air hangat bisa meluruhkan kotoran pada pakaian. Namun, hindari menggunakan deterjen karena zat kimianya bisa merusak serat kain batik yang cukup sensitif.

3.   Cuci pakai sampo

Jika sudah direndam, kamu bisa langsung mencuci batik pakai sampo lembut agar serat pakaian tetap utuh. Kamu hanya perlu melarutkan sampo dengan air sampai merata di wadah khusus. Kemudian, celupkan kain batik secara berkala.

4.   Gosok dengan gerakan melingkar

Selanjutnya, cuci baju batik dengan gerakan melingkar secara perlahan. Bila sudah, bilas tepat di bawah air dingin yang mengalir. Setelah itu, gunakan gantungan baju dan jemur di area yang teduh agar paparan sinar matahari tidak merusak warna batik.

Nah, hanya dengan empat hal tersebut, baju batik yang kamu miliki bisa bersih sempurna. Tenang, kamu bisa membeli perlengkapan mencuci hanya di toko online resmi ACE melalui ruparupa.

Di sini juga menjual jemuran baju, ember, sampai cairan pembersih. Bahkan, kamu juga bisa menemukan perabot rumah tangga terbaik, seperti meja taman minimalis, kursi, dan masih banyak lagi. Yuk, belanja sekarang juga! (rel)

PTAR Gelar Operasi Katarak Gratis di 4 Lokasi

Jajaran manajemen PTAR, Forkopimca Batangtoru dan Muara Batangtoru, serta perwakilan masyarakat mengikuti Pekan Informasi Kesehatan Mata Tambang Emas Martabe di Sopo Daganak, Batangtoru, Tapanuli Selatan, Selasa (15/08).

BATANGTORU, METRODAILY – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, tahun ini kembali menggelar Operasi Katarak Gratis untuk 1.000 Mata. Dibuka dengan Pekan Informasi Katarak di Sopo Daganak Batangtoru, Tapanuli Selatan, operasi akan dilaksanakan di 4 lokasi di Sumatera Utara, yaitu RS Bhayangkara Batangtoru, RSUD Sipirok, RS Mata Pematangsiantar, serta RS Mata Mencirim Tujuh Tujuh Medan.

General Manager Operations PTAR Rahmat Lubis mengatakan, “Dalam Pekan Informasi Katarak, sekitar 200 peserta yang terdiri dari Forkopimcam Batangtoru dan Muara Batangtoru, kepala desa, lurah, kader posyandu, serta bidan desa di sekitar wilayah tambang akan mendapatkan penjelasan tuntas mengenai berbagai penyakit mata dan bagaimana cara menghindarinya, khususnya katarak. Selanjutnya rangkaian operasi akan dilakukan pada tanggal 10-11, 15-16, 22-23, dan 29-30 September di RS Bhayangkara Batangtoru. Berikutnya tanggal 12-13 Oktober di RSUD Sipirok, kemudian tanggal 20-21 Oktober di RS Mata Pematangsiantar, dan terakhir tanggal 11-12 November di RS Mata Mencirim Tujuh Tujuh Medan.”

Rahmat menjelaskan, PTAR menyelenggarakan operasi katarak gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap mereka yang menderita kebutaan akibat katarak sehingga tidak dapat berdaya secara mandiri, bahkan kehilangan harapan hidup. Komitmen PTAR pada kehidupan masyarakat yang sehat dan sejahtera sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/ SDGs).

“Kami menyadari bahwa katarak tidak sekadar gangguan penglihatan, melainkan juga kendala untuk dapat produktif, berdaya secara mandiri, dan meningkatkan harapan hidup. Karena itu, sejak 2011 kami rutin menggelar operasi katarak secara aman dan gratis,” tutur Rahmat.

Rahmat berharap operasi katarak yang diadakan PTAR dapat berkontribusi dalam menekan prevalensi kebutaan akibat katarak di Indonesia, khususnya Sumatera Utara. Dalam rangkaian operasi katarak ini, PTAR menggandeng RS Khusus Mata Mencirim Tujuh Tujuh Medan dan didukung oleh para pemangku kepentingan terkait di masing-masing lokasi operasi.

Senior Manager Corporate Communications PTAR Katarina Siburian Hardono memberikan pemaparan dalam Pekan Informasi Kesehatan Mata Tambang Emas Martabe di Sopo Daganak, Batangtoru, Tapanuli Selatan, Selasa (15/08).

Camat Batangtoru, Mara Tinggi Siregar, mengapresiasi PTAR yang konsisten melaksanakan operasi katarak gratis sejak tahun 2011. Ia berharap, dengan pelaksanaan kegiatan ini, angka penderita katarak di Kabupaten Tapanuli Selatan bisa semakin berkurang.

“Semoga program yang baik ini tidak berhenti di tahun ini dan bisa terus terlaksana di masa mendatang,” ujarnya.

Senior Manager Corporate Communications PTAR, Katarina Siburian Hardono, mengajak masyarakat penderita katarak, terutama yang kesulitan mendapatkan akses kesehatan, untuk memanfaatkan kesempatan baik ini. Sejak tahun 2011, program operasi katarak gratis yang digelar PTAR telah menyembuhkan 9.259 mata katarak dan telah menyokong harapan hidup 7.955 orang.

Katarina mengungkapkan, katarak adalah penyebab utama dari kebutaan. Dirinya menjelaskan, faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab banyak penderita katarak yang belum tertangani. Oleh sebab itu, ia mengajak masyarakat untuk mengikuti program ini.

“PTAR menyelenggarakan operasi katarak gratis dan aman dengan tingkat kesuksesan 100% jika pasien patuh pada aturan dan anjuran dokter. Kebutaan karena katarak bisa dihindari, dan saat ini katarak hanya bisa disembuhkan dengan operasi. Mari lihat kembali indahnya dunia, segera daftarkan diri Anda, keluarga, teman, kerabat, atau kenalan yang membutuhkan operasi katarak gratis, kesempatan emas ini hanya ada setahun sekali!” ujarnya.

Masyarakat yang hendak mendaftar, dapat datang langsung ke Rumah Sakit Bhayangkara Batangtoru, atau menghubungi nomor 0822-7222-3525 atau 0811-843-6835 untuk informasi lebih lanjut. (Rel)

Bank DBS dan Manulife Luncurkan MiWISE bagi Nasabah HNW

Manulife Indonesia dan Bank DBS Indonesia meluncurkan MiWealth Infinite Assurance (MiWISE).

JAKARTA, SUMUTPOS – Manulife Indonesia dan Bank DBS Indonesia meluncurkan MiWealth Infinite Assurance (MiWISE). Solusi asuransi ini dirancang khusus bagi nasabah High-Net-Worth (HNW) untuk menciptakan dan membangun solusi perencanaan peninggalan berharga (legacy) bagi keluarga mereka.

Peluncuran ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan akan perencanaan legacy bagi nasabah di Indonesia. Berdasarkan hasil survei 2022 Future Ready Survey yang dilakukan oleh Manulife Indonesia dan Bank DBS Indonesia, 67 persen responden menyatakan bahwa mereka memiliki tujuan hidup untuk memberikan peninggalan berharga kepada generasi penerus, namun hanya 48 persen dari mereka yang telah memiliki rencana untuk mewujudkannya.

Sementara itu, survei Asian Private Banker 2019 menunjukkan bahwa 60 persen nasabah HNW di Asia tidak memiliki rencana peninggalan berharga yang jelas dan matang.

“Peluncuran MiWISE merupakan bukti komitmen Bank DBS Indonesia dan Manulife Indonesia untuk memberikan solusi sesuai dengan kebutuhan nasabah. Kami memahami bahwa nasabah sering kali merasa khawatir akan masa depan yang tidak pasti, sehingga MiWISE merupakan solusi yang tepat untuk membangun masa depan yang aman dan tangguh dengan cara yang fleksibel. Hal ini sejalan dengan prinsip ‘Live more, Bank less’ yang kami usung untuk mendukung nasabah menjalani kehidupan yang lebih bermakna dengan layanan yang aman dan terpercaya,” ujar Chu Chong Lim, Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia.

“MiWISE dirancang untuk membantu nasabah membuat perencanaan legacy bagi keluarga mereka. Bersama dengan Bank DBS Indonesia, kami meluncurkan solusi inovatif ini untuk memperkuat komitmen kami dalam memenuhi kebutuhan nasabah. MiWISE tidak hanya menyediakan fitur-fitur keuangan yang menarik dan fleksibilitas untuk berinvestasi dalam mata uang Rupiah maupun Dolar Amerika Serikat, namun juga menyederhanakan perjalanan nasabah kami dengan pengalaman yang mudah,” ujar Ryan Charland, Presiden Direktur & CEO Manulife
Indonesia.

Selain manfaat finansial, MiWISE juga menawarkan penyederhanaan persyaratan underwriting dan pemeriksaan non-medis untuk nasabah dengan nilai pertanggungan hingga Rp5 miliar.

Hingga saat ini, Manulife Indonesia dan Bank DBS Indonesia telah melindungi sekitar 7.000
nasabah di seluruh Indonesia dan terus memperkuat komitmennya untuk memenuhi kebutuhan finansial lebih banyak lagi keluarga Indonesia. (Rel)