30 C
Medan
Friday, April 17, 2026
Home Blog Page 1241

Lebih Hemat Pakai Kendaraan Listrik, Masyarakat Nikmati Beragam Kemudahan

Petugas Haleyora Power melakukan uji coba pengisian daya kendaraan listrik yang menggunakan home charging di rumah pelanggan.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT PLN (Persero) berkomitmen untuk terus mendukung ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) yang berkembang pesat di Indonesia. Beberapa kalangan masyarakat sangat merasakan manfaat dan keuntungan transisi ke kendaraan listrik ini.

Salah satu pengguna mobil listrik, Norita menuturkan betapa hemat dan ramah lingkungan EV yang sudah ia gunakan selama 5 bulan tersebut.

“Mobil listrik sangat menghemat biaya operasional, dari pajak hingga service pun lebih murah. Biasanya service itu bisa sampai Rp500 ribu tapi untuk mobil listrik hanya Rp100 ribu. Ini juga sangat ramah lingkungan, tidak mengeluarkan asap dan polusi,” tutur Norita.

Norita juga menambahkan, pengguna EV tidak perlu khawatir walaupun macet biaya operasional akan tetap stabil dan menjadi murah.

“Kalau dulu itu perbulan saya bisa menghabiskan Rp2 juta rupiah setiap bulannya, namun seketika saya beralih ke mobil listrik hanya hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp200–300 ribu per bulannya,” kata Norita.

Hal serupa juga disampaikan Driver Ojol Wawan Poedji Santoso, mengaku merasakan lebih hemat dan nyaman setelah beralih menggunakan motor listrik. Sejak menggunakan EV untuk ojek online, dirinya mampu menekan pengeluaran berlebih.

“Sekarang malah bisa menabung lebih banyak. Pengeluaran bensin sebesar Rp50 ribu per hari serta ongkos perawatan sekitar Rp200 ribu saban dua-tiga minggu, tak ada lagi,” ungkap Wawan.

Meski di awal sempat bingung menggunakan kendaraan listrik, Wawan mengaku kini tak lagi khawatir termasuk perawatan dan biayanya.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, pemerintah tengah mengakselerasi ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) atau EV di Indonesia guna menekan penggunaan bahan bakar fosil, mengurangi emisi karbon, dan mendorong transformasi industri serta mendorong ketahanan energi nasional.

“PLN siap mendukung upaya pemerintah dalam mendorong ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Pengguna EV tidak perlu risau, sebab infrastruktur telah dibangun lebih merata. Apalagi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU), dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) telah siap, mudah dan nyaman digunakan,” kata Darmawan.

Darmawan menambahkan, PLN juga menyediakan layanan home charging untuk memudahkan pengisian daya di rumah. Jadi para pengguna tidak perlu risau jika kehabisan daya, karena infrastrukturnya sudah sangat lengkap.

Darmawan juga menjelaskan bahwa dengan menggunakan kendaraan listrik akan membantu pengguna menjadi lebih hemat. Sebagai gambaran, untuk kendaraan sepeda motor dengan jarak tempuh 50 kilometer (km) membutuhkan 1 liter BBM, sedangkan sepeda motor listrik dengan jarak sama menghabiskan 1,2 kilowatt hour (kWh).

“Maka, dengan asumsi tarif listrik sebesar Rp1.699,53 per kWh, hanya diperlukan sekitar Rp 2.500 untuk sepeda motor listrik. Sedangkan, motor BBM menghabiskan sekitar Rp 13 ribu untuk menempuh jarak yang sama. Dengan begitu menggunakan motor listrik lebih hemat biaya 80 persen daripada menggunakan sepeda motor BBM,” jelas Darmawan.

Darmawan menerangkan, EV merupakan kendaraan yang sangat ramah lingkungan, ini juga akan membantu menciptakan lingkungan yang lebih segar dan nyaman.

“Jika kita bandingkan emisi yang dihasilkan antara kendaraan berbahan bakar minyak dan EV, konsumsi 1 liter BBM sama dengan 1,2 kWh listrik, sedangkan emisi karbon 1 liter BBM adalah 2,4 kg Co2e, dan emisi karbon 1,2 kWh listrik adalah 1,3 kg Co2e. Artinya dengan menggunakan kendaraan listrik kita sudah mengurangi sekitar 50 persen emisi karbon,” pungkas Darmawan. (ila)

Budi Waseso Sematkan Bobby Nasution Tanda Penghargaan Lencana Melati Gerakan Pramuka

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan M. Bobby Afif Nasution, SE, MM sebagai Ketua Majelis Pembimbing Kwartir Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Medan, dianugerahkan tanda penghargaan Lencana Melati dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-62 tahun.

Penghargaan tersebut disematkan langsung oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Komjen Polisi (Purn) Budi Waseso pada momen Ulang Janji Gerakan Pramuka di Lapangan Utama Buperta Cibubur, Jakarta, Minggu (13/8/2023) malam.

Lencana Melati merupakan lencana jasa yang diberikan sebagai tanda penghargaan kepada seseorang yang dianggap memiliki jasa, pengabdian, pembinaan yang luar biasa bagi kepentingan Gerakan Pramuka di daerah masing-masing.

Bobby Nasution mengatakan, tanda penghargaan tersebut didedikasikan untuk semua anggota Pramuka Kota Medan.

“Penghargaan ini untuk seluruh aktivitas Gerakan Pramuka. Terima kasih atas kerja keras kakak-kakak pembina dan semua anggota Gerakan Pramuka yang telah bersama-sama menciptakan suasana yang sangat mendukung bagi berkembangnya Gerakan Pramuka di Kota Medan,” ungkap Bobby Nasution.

Bobby berharap, penghargaan ini bisa memotivasi semua untuk lebih bersemangat dalam mengembangkan organisasi kepramukaan.

Karena, lanjut dia, Pramuka dapat melahirkan generasi muda yang berakhlak mulia, mandiri, cinta tanah air dan dapat mewujudkan karakter seseorang menjadi lebih baik, santun, jujur dan saling peduli terhadap sesama.

“Terus berkreasi, terus kembali ke alam, terus melakukan aktivitas-aktivitas positif dan berkolaborasi dengan semua program Pemerintah Kota Medan,” ujarnya.

Selain Bobby Nasution, ada 18 tokoh lainnya penerima tanda penghargaan, antara lain Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono (Lencana Melati), Ketua Kwarda Jawa Barat Atalia Praratya (Lencana Melati), Wali Kota Bogor Bima Arya (Lencana Melati), Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy (Lencana Darma Bakti), Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru (Lencana Karya Bakti) dan tokoh lainnya.

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Komjen Polisi (Purn) Budi Waseso menjelaskan, puncak peringatan Hari Pramuka pada 14 Agustus 2023 mengusung tema ‘Sumber Daya manusia yang Profesional dan Proporsional’.

“Tema ini menunjukkan semangat Gerakan Pramuka untuk meningkatkan sumber daya manusia yang lebih profesional, mencermati sumber daya manusia kita yang ada sekarang ini masih jauh dari yang kita harapkan,” kata Buwas, sapaan akrab Budi Waseso.

“Di samping itu, Wawasan Kebangsaan juga menjadi sangat penting agar nilai-nilai kebangsaan kita tidak luntur, tetap menanamkan Nasionalisme, Cinta Tanah Air dan semangat Bela Negara terlebih sekarang akan menghadapi tahun politik, kiranya persatuan dan Kesatuan Gerakan Pramuka harus tetap solid dan menjadi garda terdepan untuk merajut persatuan dan kesatuan,” ujarnya. (ila)

Turunkan Pelapis, PSMS Ditahan Sada Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pertarungan sengit terjadi pada laga antara PSMS Medan melawan Sada Sumut FC di Stadion Teladan Medan, Senin (14/08/2023) malam. Tidak ada gol tercipta pada pertandingan penentuan peringkat pertama Turnamen Gubsu Edy Rahmayadi Cup 3023 itu.

Pada laga tersebut, kedua tim turun dengan menurunkan sejumlah pemain yang di dua pertandingan sebelumnya bermain sebagai pengganti. Kendati demikian, laga tersebut tetap berlangsung cukup seru.

PSMS yang dua laga sebelumnya menurunkan Abdul Rohim di mistar gawang, kali ini mempercayakannya kepada Adixi Lenzivio. Sedangkan Sada Sumut yang menerapkan formasi 4-3-3 di laga sebelumnya, di lini depan, memercayakan duo penyerang Jalesh Putra dan Hamzah Tito dan mengusung formasi 4-4-2, memaksimalkan kinerja lini tengah .

Sada Sumut FC tak mau merasakan kekalahan perdana tampil apik dan cukup merepotkan barisan pertahanan PSMS Medan. Sementara itu, PSMS Medan kerap memanfaatkan serangan balik.

Kedua tim bergantian berhasil menerobos lini pertahanan lawan, sayang tak mampu dikonversi menjadi gol.

Peluang matang baru terjadi menit 43 bagi Sada United. Kevin Armedyah yang berhasil mengecoh pemain belakang Chakra Yudha, membawa bola hingga ke kotak penalti lawan. Sayang, tembakannya melebar ke sisi kanan gawang PSMS.

PSMS Medan semenit kemudian berpeluang mencetak gol, sayangnya sepakan Yoseph O ‘Nico’ Malau hanya menyentuh sisi luar kiri jala gawang lawan.

Tidak ada gol tercipta hingga wasit Rimahadi meniup peluit tanda babak pertama laga PSMS Medan vs Sad United berakhir.

Di babak kedua, PSMS Medan melakukan pergantian pemain, seperti memasukkan Wahyu Rahmat Ilahi. Hasilnya terlihat, Tim besutan pelatih Ridwan Saragih tersebut akhirnya menguasai lini tengah. Beberapa kali barisan penyerangan PSMS Medan mampu menerobos barikade pertahanan Sada Sumut besutan pelatih Suharto AD.

Seperti pada menit ke-65 Wahyu Rahmat Ilahi berhasil melakukan tendangan ke gawang namun diblok pemain belakang Sada Sumut.

Tercatat PSMS Medan memiliki tiga peluang bagus dalam rentang waktu empat menit, dari Defri Riski, Cakra Yudha dan Wahyu Rahmat Ilahi, namun tak berbuah gol. Begitu juga di menit ke-72, sepakan jarak jauh Chakra Yudha memanfaatkan bola rebound berhasil ditepis kiper Riahdo Purba.

Kiper Riahdo Purba dan stoper Jepang Shogo Kagawa dkk tampil gemilang dengan beberapa kali mengamankan menyelamatkan gawang Sada Sumut.

PSMS Medan kembali berpeluang namun sepakan Cakra Yudha menit ke-82 lagi-lagi ditepis kiper Riahdo. Tak ada gol tercipta hingga wasit meniupkan peluit panjang tanda persaingan usai. Hasil imbang 0-0 itu membuat PSMS berada di peringkat pertama dengan 7 poin, menang selisih gol dari Sada Sumut di peringkat kedua juga dengan 7 poin, hasil dari dua kemenangan dan sekali seri.

Ridwan Saragih usai pertandingan bersyukur dengan hasil imbang 0-0. Dengan hasil itu, menurutnya dia akan mengevaluasi timnya jelang laga final, kembali menghadapi Sada Sumut FC, Rabu (16/08/2023) malam mendatang.

Menurutnya, sejumlah pemain baru turun di pertandingan tersebut, untuk memberikan kesempatan pemain yang tampil di laga sebelumnya untuk beristirahat. Sementara jelang laga final, dia mengaku akan mengevaluasi beberapa hal.

“Yang tampil ada yang baru sembuh dan lain-lain. Untuk evaluasi, terutama di defending, attacking serta transisi,” ucapnya. (dek)

Bobby Nasution Kukuhkan 42 Anggota Paskibraka Kota Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Bobby Nasution mengukuhkan 42 anggota Paskibraka Kota Medan di Kantor Wali Kota Medan, Senin (14/8/2023).  Mereka akan melaksanakan tugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada saat Peringatan ke-78 Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang akan berlangsung di Lapangan Benteng Medan pada hari Kamis 17 Agustus 2023.

 Pengukuhan ini ditandai dengan pembacaan Ikrar Pemuda  oleh seluruh anggota Paskibraka dan penyematan atribut oleh Bobby Nasution.

 Terhadap 42 anggota Paskibraka menantu Jokowi ini berpesan agar dapat menjadikan momentum ini untuk meningkatan disiplin, rasa cinta tanah air dan berjiwa nasionalisme serta rasa patriotisme di dalam diri.

 “Kalian yang terpilih dan dikukuhkan menjadi anggota Paskibraka harus dapat berbangga diri, karena kalian mampu mengalahkan ribuan kandidat lain yang ingin menjadi anggota Paskibraka. Jadikan ini momentum ini untuk meningkatan disiplin, rasa cinta tanah air dan berjiwa nasionalisme serta rasa patriotisme di dalam diri sehingga mampu menjadi generasi masa depan Indonesia yang membanggakan,” kata Bobby Nasution. (rel)

Berikut adalah nama-nama dan asal sekolah 42 anggota Paskibraka Kota Medan tahun 2023:

  1. Muhammad Aditya Armawan, asal sekolah SMA IT Khairul Imam.
  2. Adinda Marwa, asal sekolah SMA Islam Namira.
  3. Muhammad Jarjani, asal sekolah MA Taruna Teknik Al -Jabar.
  4. M. Razzan Poerba, asal sekolah SMA Dharmawangsa.
  5. Reza Aditya N, asal sekolah SMA Al-Fatih.

6.Diyari Murad, asal sekolah SMA Negeri 12 Medan.

  1. Mhd, Reza, asal sekolah SMA Negeri 1 Medan.
  2. Rendi Gilbert Tambunan, asal Sekolah SMA Negeri 8 Medan.

9.M. Fairuz Zacky, asal sekolah YPT Teladan Medan.

  1. Faris Iryande, asal sekolah SMA Negeri 13 Medan.
  2. Ridho Anggara Barus, asal sekolah SMA Islam Namira.
  3. M. Nabil Abbiyu, asal sekolah SMK Negeri 2 Medan.
  4. Rizky Ananda, asal sekolah SMA Islam Namira.
  5. Bayu Pratama, asal sekolah SMA Negeri 13 Medan.
  6. Arya Pratama, asal sekolah SMA Plus Sedayu Nusantara.
  7. Fauzan Azmi Rafii, asal sekolah SMA Al-Fatih.
  8. Dzahwan Yasin K.K, asal sekolah SMK Negeri 9 Medan.
  9. Gerson S, asal sekolah SMA Stoda Medan.
  10. Andrew Moses Revaldo, asal sekolah SMA Negeri 17 Medan.
  11. M. Fahri Fikrian, asal sekolah SMA Negeri 6 Medan.
  12. Arya Nirbita P. Tarigan, asal sekolah SMA Plus Adzkia.
  13. Zayyan M.A Sunarto, asal sekolah SMA Shaffiatul Amaliyah.
  14. Azzahra Nadira Rambe, asal sekolah MAN 1 Medan.
  15. Marisa Putri Dewanti SMA IT Khairul Imam.
  16. Nayla Kalila Lubis, asal sekolah SMA Negeri 2 Medan.
  17. Kayla Fattayah Azzahra SMA Swasta An-Nizam.
  18. Salwa Nakiyah Zuhara, asal sekolah SMA Swasta An-Nizam.
  19. Safira Nabila Rahman Nst, asal sekolah SMA Islam Plus Adzkia.
  20. Indah Elsadai Nainggolan, asal sekolah SMA Negeri 17 Medan.
  21. Anggelia Mounica Simamora, asal sekolah SMA Negeri 5 Medan.
  22. Nathania Christa P.S, asal sekolah SMA Negeri 2 Medan.
  23. Alycia Yunanda, asal sekolah SMA Negeri 3 Medan.
  24. Meurida Nazwa Rantika, asal sekolah YPT Teladan Medan.
  25. Najwa Aisyyah Safirli, asal sekolah SMA Shaffiatul Amaliyah.
  26. Nasywa Ariba Sebayang, asal sekolah SMA Negeri 19 Medan.
  27. Niha Salsabila Sandro, asal sekolah SMA Negeri 3 Medan.
  28. Irene Claudia S, asal sekolah SMA Negeri 5 Medan.
  29. Syarah Syakila, asal sekolah SMK Negeri 14 Medan.
  30. Rasya Khaila Az-Zahra, asal sekolah SMA Negeri 13 Medan.
  31. Frideiya Qutrunada, asal sekolah MAN 2 Model.
  32. Cindy Octavia Nainggolan, asal sekolah SMA Negeri 8 Medan.
  33. Syifa Hidayati Putri, SMA Plus Sedayu Nusantara.(*)

Perkuat Soliditas Fakultas Hukum UMSU Gelar Family Gathering

Keluarga besar Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) saat melaksanakan kegiatan ‘Family Gathering’ di Pantai Desa Bukit Lawang Kecamatan Bahorok, Sabtu (12/8).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Keluarga besar Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) melaksanakan kegiatan ‘Family Gathering’ di Pantai Desa Bukit Lawang Kecamatan Bahorok, Sabtu (12/8).

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (12-13) yang dihadiri oleh Jajaran Dekanat Dr. Faisal SH. M.Hum, Wakil Dekan I Dr. Zainuddin SH. M.H, Wakil Dekan III bidang kemahasiswaan Atika Rahmi SH. M.H, beserta dosen,tenaga didik dan keluarga serta puluhan mahasiswa yang melakukan pengabdian masyarakat Tabligh Akbar di Desa Timbang Lawang Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat.

Dekan Dr. Faisal SH.M.Hum dalam kata sambutannya mengatakan Kegiatan family gathering ini untuk lebih memperkuat kebersamaan, keharmonisan dan soliditas keluarga besar Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

“Keberhasilan sebuah lembaga, termasuk kampus, tak terlepas dari doa keluarga para dosen baik anak dan istrinya segala tugas yang dijalankan berjalan lancar dan begitu juga para karyawannya tenaga didik bekerja dengan tenang dan tidak diliputi rasa jenuh dan stress. Akibat dipicu oleh pekerjaan yang tak ada habisnya serta lingkungan yang monoton. Kebersamaan ini mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas,” ungkap Faisal.

Acara family gathering ini diisi dengan kegiatan ibadah shalat berjamah, berbagai lomba bagi anak-anak, hiburan bersama segenap keluarga besar Fakultas Hukum UMSU.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana family gathering, Dr. M Teguh Syuhada Lubis SH. MH menjelaskan, dipilihnya Bukit Lawang sebagai lokasi kegiatan dikarenakan tempat tersebut merupakan destinasi wisata populer dan termasuk heritage alam internasional yang berlokasi di ujung Taman Nasional Gunung Leuser, merupakan habitat burung,kedih binatang menyusui, orangutan, dan lain-lain.

“Bukit Lawang juga menawarkan suasana atmosfir yang santai di sepanjang sungai Bohorok, yang banyak dikunjungi banyak wisatawan dalam jangka waktu lama. Itulah alasan kita memilih Bukit Lawang sebagai lokasi kegiata Family Gathering Fakultas Hukum UMSU,” jelas Teguh.

WD I Dr. Zainuddin SH. MH menambahkan, melalui kegiatan family gathering ini diharapkan dapat mengurangi tingkat kejenuhan dan dapat mengembalikan rasa harmonis dalam hubungan pekerjaan di Fakultas Hukum UMSU.

“Mudah-mudahan ini kegiatan ini akan menyegarkan kembali semangat kerja dan makin meningkatkan kekompakan serta sinergi di Fakultas Hukum UMSU,” tutur Zainuddin.

Hal senada juga disampaikan WD III Atikah Rahmi, dimana kegiatan family gathering ini diisi dengan berbagai kegiatan yang bernuansa hiburan yang dikuti oleh seluruh keluarga pegawai Fakultas Hukum UMSU. ” pungkas Rahmi (rel/tri)

Komisi II Soroti BPJS Kesehatan dan Rumah Sakit, Kamar Rawat Inap Sering Penuh

RAPAT: Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari ST saat mengikuiti rapat.

MEDAN, SUMTPOS.CO – Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari ST, meminta kepada Dinas Kesehatan Kota Medan dan pihak BPJS Kesehatan untuk mengawasi secara ketat ketersediaan kamar rawat inap di setiap Rumah Sakit (RS) di Kota Medan, khususnya RS-RS swasta yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

 Pasalnya, banyak warga Kota Medan yang berstatus sebagai pasien BPJS Kesehatan yang mengeluhkan ketiadaan kamar rawat inap di RS-RS swasta.

 “Setiap menerima pasien BPJS, pihak RS-RS swasta ini selalu menyebutkan tidak ada kamar kosong, kamar penuh, sehingga banyak pasien yang pulang. Padahal mereka butuh dirawat secara intensif di RS. Ini harus menjadi perhatian Dinkes Medan dan BPJS Kesehatan. Awasi secara ketat ketersediaan kamar di RS-RS swasta, pastikan kebenaran kamar penuh tersebut,” ucap Sudari kepada Sumut Pos, Senin (14/8/2023).

 Dijelaskan politisi PAN tersebut, dirinya sudah sangat sering menerima laporan dari masyarakat Kota Medan, khususnya warga Medan Utara terkait penuhnya kamar-kamar RS swasta di Medan Utara.

 “Untuk itu, harus ada sistem yang dibangun untuk mengawasi hal ini. Apalagi kita tahu bahwa petugas BPJS Kesehatan disiapkan di setiap RS yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Jadi tidak ada alasan untuk tidak bisa melakukan pengawasan secara ketat terhadap ketersediaan kamar,” ujarnya.

 Sudari juga meminta kepada Dinas Kesehatan Kota Medan agar bersama-sama dengan BPJS Kesehatan dalam melakukan pengawasan secara ketat terhadap ketersediaan kamar rawat inap. Bila perlu, dibangun sistem yang terintegrasi untuk dapat melakukan pengawasan secara maksimal. “Dan bila menemukan adanya RS yang dengan sengaja menyebutkan kamar penuh padahal kamar rawat inap masih tersedia, maka RS tersebut harus diberi sanksi tegas,” katanya.

 Pun begitu, Sudari juga mengingatkan masyarakat, khususnya warga Medan Utara agar tidak selalu menuju ke RS-RS swasta apabila membutuhkan pertolongan medis. Apalagi saat ini, Pemko Medan sudah menyiapkan RS Bachtiar Djafar sebagai fasilitas kesehatan yang memadai.

 Terlebih lagi, saat ini Pemko Medan terus membenahi fasilitas kesehatan di RS tipe C tersebut. Anggaran bernilai miliaran rupiah pun digelontorkan agar fasilitas kesehatan di RS milik Pemko Medan tersebut semakin lengkap dan memadai.

 “Kita punya RS Bachtiar Djafar, InsyaAllah disana kamar selalu tersedia. Mari kita manfaatkan fasilitas yang sudah disiapkan Pemko Medan. Kita di DPRD Medan juga terus mendorong agar fasilitas di RS Bachtiar Djafar terus ditingkatkan untuk bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” pungkasnya. (map/ila)

Atasi Banjir, DPRD Medan Dukung Pemko Kebut Perbaikan Drainase

DUKUNG: Wakil Ketua Komisi IV DPRD Medan, Rudiawan Sitorus mendukung  Pemko Medan kebut perbaikan drainase.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Medan, Rudiawan Sitorus, mendukung Pemko Medan untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan dan pembangunan drainase guna mengantisipasi terjadinya banjir di Kota Medan. Salah satu solusi atasi banjir dengan membangun sumur resapan.

“Solusi lain juga harus dipikirkan. Seperti sumur resapan, itu sangat bagus sekali. Sebab, air hujan yang turun bisa diserap terlebih dahulu dan tidak langsung mengalir ke rumah-rumah warga maupun terjadi genangan,” katanya, Senin (14/8/2023).

Dikatakan Rudiawan, untuk mengatasi banjir di Kota Medan bukan hal yang mudah. Sebab dari hulu sampai hilir harus menjadi perhatian, sehingga penanganannya nantinya bisa dilakukan secara tepat.

“Dari masa ke masa Wali Kota Medan dipimpin oleh siapapun, banjir di Kota Medan belum juga bisa teratasi. Maka dari itu, kita mendukung Pemko Medan untuk terus mengebut perbaikan drainase yang ada sekaligus mencari solusi lain membangun sumur resapan,” ujarnya.

Terakhir, Rudiawan juga meminta Pemko Medan untuk terus berkordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dalam normalisasi sungai-sungai yang ada maupun melintasi Kota Medan.

Hal yang sama dikatakan politisi Gerindra Medan, Dedy, mendorong agar pembangunan drainase di Kota Medan dapat selesai tepat waktu. “Kita harapkan semua (pengerjaan drainase) dapat selesai di akhir tahun ini, seperti yang ditargetkan oleh Pemko Medan,” ucap Dedy kepada Sumut Pos.

Tak hanya selesai tepat waktu, kata Dedy, pihaknya juga berharap agar seluruh drainase yang dikerjakan betul-betul berfungsi secara efektif dalam mengalirkan debit air sehingga dapat bekerja maksimal dalam mencegah banjir.

“Kita juga berharap agar jangan ada drainase yang dibangun sia-sia. Jangan ada drainase yang tidak berfungsi atau justru membuat genangan baru. Kita mau anggaran yang ada untuk pembangunan drainase ini betul-betul bermanfaat,” ujarnya.

Dinas SDABMBK, kata dia, harus benar-benar bekerja keras dalam membangun drainase yang baik dan terintegrasi untuk dapat mengalirkan air ke sungai. Mengingat, masalah penanganan banjir merupakan salah satu dari lima program prioritas Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

“Kita harus mendukung program Medan Tanpa Banjir yang digaungkan Wali Kota Medan, Pak Bobby Nasution. Kita harap, OPD terkait bisa memaksimalkan hal ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kabid Drainase Dinas SDABMBK Kota Medan, Gibson Panjaitan mengatakan, bahwa saat ini proses pengerjaan drainase tengah dilakukan di 21 Kecamatan di Kota Medan.

“Saat ini masih terus berlangsung pengerjaannya secara serentak. Ada beberapa kawasan yang pengerjaannya sudah selesai, namun kalau dikalkulasi sekitar 20 persen yang sudah selesai,” ucap Gibson.

Gibson menyebutkan, pihaknya menargetkan seluruh pengerjaan drainase selesai pada bulan Desember 2023 nanti.

Saat disinggung mengapa kawasan Lapangan Merdeka yang terus banjir, Gibson menyebut bahwa hal itu dikarenakan adanya revitalisasi Lapangan Merdeka dan penataan kawasan Kota Lama Kesawan. “Karena ada pengerjaan, tanah-tanah bekas galian itu akan masuk ke drainase, sehingga drainase terganggu dan banjir saat hujan turun. Tapi meski begitu, seminggu sekali kita tetap melakukan normalisasi di sana,” ujarnya.

Untuk kawasan Jalan Gatot Subroto dan sekitarnya, jelas Gibson, semua muara air nya ke Sungai Sei Sikambing. Dan saat ini, pihaknya masih menunggu pengerjaan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) yang akan membuat sodetan dari Sungai Sei Sikambing ke Sei Belawan.

“Jadi nanti air dari Sungai Sei Sikambing akan diarahkan ke Sei Belawan, sehingga debit air nya berkurang. Saat ini masih tahap lelang di BWS dan ditargetkan selesai tahun ini juga. Sembari menunggu pengerjaan BWS, normalisasi terus kita lakukan bersama kelurahan dan kecamatan. Sebab kita tidak ingin menunggu karena keterbatasan waktu,” katanya.

Dalam mengatasi permasalahan banjir, sambung Gibson, pihaknya juga tengah melakukan normalisasi di pertemuan antara Sungai Sei Sikambing dan Sungai Deli.

“Saat ini masih digali karena sudah banyak sedimen-sedimen di sana. Dengan normalisasi itu, mudah-mudahan banjir di Kota Medan bisa teratasi,” pungkasnya. (map/ila)

Judi Tembak Ikan Diduga Beroperasi di Deliserdang

Lokasi judi tembak ikan di Dusun I, Desa Tandam Hilir, Kecamatan Hamparan Perak, Deliserdang yang digerebek masyarakat hingga membuat Kapolres Binjai, AKBP Rio Alexander Panelewen menemui mereka.Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SMUTPOS.CO – Pascadigerebek masyarakat lokasi judi di Dusun I, Desa Tandam Hilir I, Kecamatan Hamparanperak, Kabupaten Deliserdang, masih ada saja yang membandal dan diduga beroperasi. Informasi diperoleh, lokasi judi yang masih beroperasi di Dusun II.

Diduga lokasi judi dimaksud milik seorang pria berinisial T. Ada beberapa unit mesin judi tembak ikan dan jekpot di sana.

“Masih buka yang di sana (Dusun II). Kalau yang di sini (Dusun I), sudah tutup,” kata warga yang enggan disebutkan namanya.

Terpisah, Kapolsek Binjai, AKP Budiadin ketika dikonfirmasi menyatakan, akan melakukan pengecekan ke tempat milik pria berinisial T. “Akan kami cek kembali,” kata Budiadin ketika dikonfirmasi melalui layanan pesan singkat WhatsApp, Senin (14/8).

Disinggung lokasi judi dimaksud milik T, Budiadin enggak merespon. Namun entah kenapa, Budiadin mencurahkan isi hatinya secara singkat terkait keberadaan tempat ilegal tersebut.

“Malas kali tembak ikan ini, buat susah saja pun,” kata Budiadin.

Selama ini, masyarakat ibu-ibu perwiritan masih sabar melihat keberadaan tempat judi tembak ikan tersebut. Namun kesabaran mereka akhirnya tak terbendung.

Pasalnya, masyarakat ibu-ibu perwiritan sudah gerah dan resah melihat keberadaan lokasi judi tersebut. “Iya, enggak ada untungnya itu (tempat judi tembak ikan). Buat masalah saja itu,” kata dia.

Kapolsek seolah membenarkan dugaan tempat T masih beroperasi. “Iya barusan ditelpon sama intel, disuruh tutup saja. Ya tadi buka, tapi pemainnya di situ sepi kali,” pungkasnya. (ted/azw)