28 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 1254

Gebrak Sumut Tuntut Hapuskan UU Kesehatan Hingga UMP Naik 50 Persen

UNJUK RASA: Gebrak Sumut saat unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumut, Kota Medan, Selasa (8/8/2023).(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan massa tergabung dalam Gerakan Buruh Berjuang Untuk Keadikan (Gebrak) Sumut menggelar unjuk rasa di Kantor Gubernur Sumut, di Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Selasa (8/8) siang. Dalam aksi tersebut, Gebrak Sumut mendesak pemerintah menghapus Undang-undang Cipta Kerja dan Undang-undang Kesehatan.

Ketua Gebrak Sumut, Ahmadsyah Epen mengungkapkan, pihaknya menilai banyak dampak buruk dari pengesahan kedua Undang-undang tersebut bagi kaum buruh.

“Kita meminta pemerintahan Presiden Jokowi bisa mencabut Undang-undang nomor 6 tentang Cipta Kerja. Karena kami lihat UU ini pro sekali terhadap investasi tapi abai terhadap hak-hak kaum buruh di Indonesia,” sebut Ahmadsyah.

Ahmadsyah mengatakan, kaum buruh bukan pihak yang anti investasi. Tetapi, pihaknya berharap kebijakan yang diterapkan pemerintah bisa memberikan jaminan jangka panjang, jaminan hak dan upah layak kepada buruh.

“Serta jaminan kepastian hukum yang memberikan efek jera terhadap perusahaan-perusahaan jahat yang tidak memenuhi aturan,” katanya.

Lebih lanjut, Ahmadsyah mengatakan, dalam aksi ini pihaknya juga meminta pemerintah agar mencabut UU Omnibuslaw Kesehatan yang baru disahkan beberapa minggu lalu.

Karena, kata dia, muatan dari UU Kesehatan dinilai tidak memberikan hal-hal yang baik dalam peningkatan jumlah dokter spesialis di dalam negeri, pengurangan biaya pendidikan kesehatan yang tinggi, peningkatan fasilitas kesehatan dan alat-alat medis, serta pemerataan rumah sakit di seluruh daerah.

“Tapi ternyata UU Omnibuslaw kesehatan ini kita nilai justru memberi celah kepada dokter-dokter asing untuk berpraktik di dalam negeri,” tuturnya.

Kemudian, Ahmadsyah menjelaskan pihaknya juga meminta pemerintah khususnya di Sumut agar memastikan ketersediaan stok gas LPG subsidi yang akhir-akhir ini langka.

“Kami juga meminta tidak hanya stoknya dipastikan tapi harganya juga diturunkan karena upah buruh empat tahun terakhir ini mengalami penurunan secara daya beli meskipun angka bertambah, itu menjadi soal bagi pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Kepada Gubernur Sumatra Utara, Gebrak Sumut menuntut agar Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kota (UMK) pada tahun 2024 bisa meningkat 50 persen.

Selain itu, Ahmadsyah meminta Pemerintah Provinsi Sumut mengevaluasi sistem kerja para pegawai Dinas Ketenagakerjaan agar lebih rutin melakukan pengawasan.

“Kita meminta Disnaker Sumut agar menjalankan kinerja dengan seharusnya. Karena angka kecelakaan kerja itu semakin tinggi terjadi, hak-hak buruh terkait upah, jamsostek, dan lainnya semakin banyak perusahaan tidak menjalankan itu karena tupoksi pegawai pengawas itu tidak maksimal bekerja. Bisa jadi karena SDM-nya atau jumlahnya yang minim. Kita minta pemerintah memerhatikan itu,” ucapnya.

Ahmadsyah menuturkan, aksi ini merupakai rangkaian dari aksi nasional yang puncaknya berlangsung tanggal 10 Agustus 2023 mendatang di depan gedung Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kami berharap MK benar-benar menetapkan keputusannya itu berangkat dari kebutuhan rakyat Indonesia khususnya kaum buruh. Kami berharap putusan MK itu mencabut UU Cipta Kerja ini. Karena tidak layak ini dijadikan Undang-undang,” tandasnya.(gus/ram)

Surya Paloh Meyakini Alam Semakin Berpihak Kepada NasDem

Ketua Umum NasDem, Surya Paloh saat memberikan sambutan pada Orientasi Caleg se-Sumut di gedung MICC Jalan Gagak Hitam, Kota Medan.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem Surya Paloh optimis partai ia pimpin akan menjadi partai pemenang di Pemilu 2024. Dengan target meraup 18 juta hingga 20 juta suara di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 tingkat DPR RI.

Hal itu, disampaikan Surya Paloh pada Orientasi Calon Legislatif (caleg) DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota se-Sumut di Gedung MICC Jalan Gagak Hitam, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Selasa (8/8).

Surya Paloh mengungkapkan ada target peningkatan kursi legislatif. Baik di DPR RI, DPRD Provinsi hingga DPRD Kabupaten/Kota se-Indonesia pada Pileg 2024, nantinya.

“Kita ingin dari 59 kursi DPR RI yang diraih pada 2019, akan meningkat menjadi 103 kursi. Selanjutnya, dari 12,6 juta suara pada 2019, ditargetkan 18 atau di atas 20 juta suara pada Pemilu 2024. Basis utama kita adalah sumut, ini adalah momentum kita untuk meraihnya,” ucap Surya Paloh.

Surya Paloh mengatakan, minggu ini lima provinsi yang akan dia datangi. Dari seluruh daerah yang didatangi tersebut, dia memiliki keyakinan dan pandangan tersendiri.

“NasDem sebagai partai yang kita miliki, alam semakin berpihak kepada kita. Ini memberi energi positif untuk kita menyongsong Pemilihan Umum 2024,” jelas Surya Paloh.

Surya Paloh menjelaskan telah lahir suatu peningkatan kekuatan baru yang dimotori Partai NasDem. Menurutnya, ini adalah hasil perjuangan bersama dari satu titik ke titik lainnya.

“Ke depan kita akan dihadapkan dengan berbagai tantangan dan cobaan. Untuk itu, dibutuhkan ketangguhan, keyakinan dan konsistensi dari dalam diri kita masing-masing,” ucapnya.

Surya Paloh menegaskan, sejak tahun 2014 NasDem dikenal dengan partai pendukung pemerintah. Kemudian, pada 2019 Partai NasDem juga masih memberi dukungannya kepada pemerintah.

“Tahun ini kita juga mendukung pemerintah. Tapi, ketika di tengah-tengah saat kita mengumumkan Anies Baswedan sebagai Capres, kita mendapat suasana baru apakah kita masih di pemerintah atau tidak,” ucapnya.

Untuk itu, Surya Paloh berharap kepada seluruh kader untuk memperjuangkan Capres yang diusung NasDem yakni Anies Baswedan. Dikatakannya, NasDem selama ini dikenal dengan partai menengah, berharap pada pemilu berikutnya menjadi partai kelas atas.

“Kita ingin dari 59 kursi DPR RI yang diraih pada 2019, akan meningkat menjadi 103 kursi. Selanjutnya, dari 12,6 juta suara pada 2019, ditargetkan 18 atau di atas 20 juta suara pada Pemilu 2024. Basis utama kita adalah sumut, ini adalah momentum kita untuk meraihnya,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Sumut Iskandar ST menambahkan, orientasi ini dihadiri oleh 30 Caleg DPR RI, 100 Caleg DPRD Provinsi dan 1.125 Caleg Kabupaten/Kota se Sumatera Utara.

Di hadapan Surya Paloh, Iskandar mengatakan DPW menargetkan NasDem menjadi partai pemenang di Sumut. Iskandar berkeyakinan dari seluruh Caleg yang didaftarkan, NasDem akan bisa menjadi juara.

“Kami telah merekrut caleg-caleg potensial, termasuk beberapa tokoh yang sudah bergabung,” ucap Iskandar.

Iskandar kemudian mengajak seluruh kader dan caleg, pada Februari 2024 untuk merebut suara. Adapun visi dan misi DPW yakni, membuat NasDem menjadi rumah besar bagi gerakan perubahan seluruh kader.(gus)

Ketua NasDem Sumut Harap Pilkada 2024 Usung Kader Sendiri

KEGIATAN: Ketum Partai NasDem, Surya Paloh dan Ketua DPW NasDem Sumut, Iskandar ST pada kegiatan Orientasi Calon Legislatif Partai Nasdem Provinsi Sumatera Utara, di Gedung MICC Medan, Selasa (8/8/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPW NasDem Sumatera Utara, Iskandar ST menyampaikan keinginannya pada Pilkada serentak 2024 di Sumut. Dirinya berharap, calon Kepala Daerah, yang diusung merupakan kader dari Partai NasDem sendiri.

Keinginan tersebut, disampaikan Iskandar dihadapan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh pada kegiatan Orientasi Calon Legislatif Partai Nasdem Provinsi Sumatera Utara, di Gedung MICC Medan, Selasa (8/8/2023).

“Kami ingin kader Nasdem yang memimpin kantor pemerintahan baik Gubernur maupun Bupati/Wali Kota di Sumatera Utara,” sebut Iskandar.

Iskandar mengungkapkan alasannya, bahwa calon Kepala Daerah diusung dan menang di Pilkada serentak 2024. Hal itu, tidak lepas sebagai menjalankan visi dan misi dari Surya Paloh untuk mensejahterakan masyarakat, terutama di Sumut ini.

“Dengan kader menjadi pemimpin daerah, maka visi misi dan gagasan Ketum akan dapat dilaksanakan dengan murni di tengah masyarakat. Kami ingin kader yang diusung. Lebih baik kami kalah terasa menang dari pada menang tapi terasa kalah,” ucap Iskandar.

Iskandar juga mengungkapkan NasDem Sumut sudah menyiapkan kader terbaik untuk bertarung di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024. Baik DPR RI, DPRD Provinsi hingga DPRD Kabupaten/Kota.

Orientasi ini dihadiri oleh 30 Caleg DPR RI, 100 Caleg DPRD Provinsi dan 1.125 Caleg Kabupaten/Kota se-Sumut. Iskandar menargetkan NasDem jadi partai pemenang di Sumut pada Pemilu 2024.

“Kami telah merekrut caleg-caleg potensial, termasuk beberapa tokoh yang sudah bergabung,” jelas Iskandar.

Iskandar kemudian mengajak seluruh kader dan caleg, pada Februari 2024 untuk merebut suara. Adapun visi dan misi DPW yakni, membuat NasDem menjadi rumah besar bagi gerakan perubahan seluruh kader.

“Visi dan misi kami adalah menjadikan Partai Nasdem menjadi rumah besar pergerakan perubahan. Untuk itu dalam melaksanakan program kami selalu memprioritaskan kader terbaik untuk bertarung di Pilkada baik di Sumut maupun kabupaten/kota,” tandas Iskandar.

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh mengungkapkan telah lahir suatu peningkatan kekuatan baru yang dimotori Partai NasDem. Menurutnya, ini adalah hasil perjuangan bersama dari satu titik ke titik lainnya.

“Ke depan kita akan dihadapkan dengan berbagai tantangan dan cobaan. Untuk itu, dibutuhkan ketangguhan, keyakinan dan konsistensi dari dalam diri kita masing-masing,” jelas Surya Paloh.(gus)

Dugaan Tangkap Lepas Polsek Pangkalanbrandan, RSPPB Tidak Ada Terima EM

DUGA: Pikap bermuatan 2 ton arang bakau diduga tangkap lepas oleh Polsek Pangkalanbrandan.

STABAT, SUMUTPOS.CO – Dugaan tangkap lepas yang dilakukan oknum penyidik Polsek Pangkalanbrandan terkait sopir berinisial EM alias Edo beserta pikap BK 8044 PIK yang mengangkut 2 ton arang bakau kian terang. Pernyataan Kapolsek Pangkalanbrandan, AKP Bram Candra ditepis oleh Humas Rumah Sakit Pertamina Pangkalanbrandan (RSPPB).

Ardi menyatakan, tidak ada pasien berinisial EM yang masuk ke RSPPB dalam kondisi pingsan pada Jum’at (4/8). “Untuk pasien (EM) enggak ada berobat ke rumah sakit. Baik rawat inap, maupun rawat jalan,” kata Ardi ketika dikonfirmasi, Selasa (8/8/2023).

Begitu juga saat disoal bahwa terperiksa berinisial EM alias Edo disebut masuk IGD. “Tidak ada masuk (ke IGD),” tegasnya.

Juga saat disoal bahwa EM adalah terperiksa yang dibantarkan oleh penyidik Polsek Pangkalanbrandan, Ardi menegaskan tidak ada. “Dari sistem (dilihat) tidak ada,” bebernya.

Sayangnya, Kapolsek Pangkalanbrandan, AKP Bram Canda yang dikonfirmasi ulang, tidak menjawab pesan singkat yang dilayangkan wartawan, Selasa (8/8). Sementara keterangan diperoleh, EM disebut yang membawa pikap bermuatan 2 ton arang bakau tersebut dengan santai.

Dugaan tangkap lepas ini berawal dari laporan Forum Brandan Bersatu (FBB) yang melaporkan kepada Polsek Pangkalanbrandan bahwa ada 1 unit pikap BK 8044 PIK berhenti di perempatan Jalan By Pass Alur Dua, Jumat (4/8). Pikap bermuatan arang bakau ini dikemudikan pria berinisial EM alias Edo.

Atas laporan ini, Polsek Pangkalanbrandan meluncur ke tempat kejadian perkara atau TKP. Sesampainya di sana, dua anggota Unit Reskrim Polsek Pangkalanbrandan menginterogasi EM.

Singkat cerita, EM dan pikap digiring ke Polsek Pangkalanbrandan dari TKP yang berjarak sekitar 3 km oleh penyidik. Namun anehnya saat penggiringan ke polsek, EM berhasil kabur beserta pikap yang bermuatan 2 ton bakau tersebut.

“EM membawa mobil ke arah besitang, saya sempat mengejarnya dan dia (EM) sambil ketawa-ketawa bawa pikap itu,” kata Ketua FBB, Irzal.

Sebelumnya, Kapolsek Pangkalanbrandan, AKP Bram Candra menyebut, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap EM alias Edo. Namun saat diperiksa, EM jatuh pingsan.

Diduga hal tersebut hanya skenario atau drama EM saja agar tidak dilakukan pemeriksaan lebih jauh oleh penyidik. Namun demikian, Bram menepis jika peristiwa tersebut disebut penangkapan oleh Polsek Pangkalanbrandan.

“Belum bisa dikatakan itu tangkapan, karena belum sempat dilakukan pemeriksaan ke mobil, mobil sudah dibawa kabur,” katanya ketika dikonfirmasi, Senin (7/8).

Meski belum disebut penangkapan, Bram mengakui EM ada datang ke Polsek Pangkalanbrandan. “Dan EM di kantor polsek saat dilakukan klarifikasi, EM tiba-tiba terjatuh pingsan dan dibawa ke Rumah Sakit Pertamina,” tulisnya melalui layanan pesan singkat WhatsApp.

Ditanya lebih jauh siapa yang bawa kabur, Bram tidak menjawab. Juga disoal pengawasan yang dilakukan penyidik saat di rumah sakit, Bram tidak menjawab. Kini, EM dan pikap yang mengangkut 2 ton barang diduga ilegal ini tidak diketahui di mana rimbanya.

Diketahui, wilayah Teluk Aru di Kabupaten Langkat mendapat perhatian dari Kapolda Sumut, Irjen Agung Setya terkait maraknya pembalakan liar hutan mangrove yang hasilnya untuk bahan baku pembuatan arang. Bahkan, Kapolda Sumut melakukan penindakan terhadap terduga pembalakan liar di Desa Lubuk Kertang, Kecamatan Pangkalansusu.

Namun sikap Irjen Agung berbanding terbalik dengan anggotanya. Oknum penyidik di Polsek Pangkalanbrandan diduga malah melepaskan begitu saja pikap bermuatan arang bakau tersebut.

“Kenapa bakau dan pemiliknya tidak disita dan ditahan. Maka dari itu kami minta agar Bapak Kapolda Sumut menindaklanjuti hal ini, serta memberi tindakan tegas kepada anggotanya yang terlibat atas hancurnya kawasan Mangrove di wilayah Teruk Aru ini,” tukas Irzal. (ted/ram)

DPRD Sumut Desak Menkes Keluarkan Peraturan Pelaksanaan UU Kesehatan Agar Diberlakukan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Komisi C DPRD Sumut yang juga dokter spesialis bedah (SpB) dr. Poaradda Nababan SpB, mendesak Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin untuk segera mengeluarkan Peraturan Pelaksanaan (PP) Undang-undang Kesehatan (UUK) yang baru disahkan, agar undang-undang tersebut bisa segera diberlakukan di Indonesia.

“Kita tahu UUK yang baru disahkan DPR RI, tujuannya untuk memperbaiki pelayanan kesehatan yang selama ini terkesan ‘amburadul’, sehingga tidak ada alasan untuk menolaknya, sebab akan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap tenaga kesehatan dan pelayanannya di Indonesia,” ucal Poaradda Nababan kepada wartawan, Senin (7/8/2023).

Artinya, tambah Poaradda, jika UUK ini bisa segera dikeluarkan PP nya, maka akan berdampak positif bagi para dokter spesialis. Selain itu, kekurangan para tenaga medis di Indonesia juga akan segera terpenuhi.

“Jadi kita ingatkan para dokter spesialis jangan resah dan gundah akan lahirnya UUK tersebut, sebab tidak mungkin membunuh masa depan dokter spesialis. Tapi sebaliknya akan membawa kenikmatan,” ucap politisi PDI Perjuangan itu.

Poaradda menyakini, lahirnya UUK dipastikan akan membenahi pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan dipastikan akan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap penanganan medis dalam negeri.

“Secara perlahan masyarakat akan berhenti berobat ke luar negeri, sebesar Rp165 triliun uang masyarakat Indonesia yang mengalir setiap tahunnya ke luar negeri akan berkurang. Tentunya, para dokter spesialis di Indonesia yang akan menikmati uang masyarakat tersebut,” ujarnya.

Poaradda juga sangat mengapresiasi pasal demi pasal yang tercantum dalam UUK tersebut, karena banyak poin yang berpihak kepada dokter spesialis. Misalnya, memperbolehkan dokter spesialis luar negeri berpraktek di rumah sakit di Indonesia, hal ini dinilai akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

“Hadirnya dokter spesialis luar negeri di rumah sakit Indonesia tentu akan menggairahkan para dokter spesialis dalam negeri untuk memperdalam ilmu kedokterannya, sehingga masyarakat merasa tidak ada perbedaan berobat ke luar negeri maupun dalam negeri. Untuk itu, seluruh tenaga medis untuk mendukung UUK tersebut agar segera dikeluarkan PP-nya, supaya bisa segera diberlakukan,” pungkasnya.
(map/ram)

Upaya Matangkan Ranperda UMKM, Pansus DPRD Medan Minta Perpanjangan Pembahasan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Medan tentang Perlindungan dan Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Edwin Sugesti Nasution, mengatakan bahwa saat ini Pemko Medan sangat membutuhkan regulasi yang jelas dan nyata untuk peningkatan daya saing pelaku usaha.

Untuk itu, pihaknya di Pansus Ranperda Kota Medan tentang Perlindungan dan Pengembangan UMKM sedang berupaya untuk melahirkan Perda UMKM yang benar-benar berpihak dalam pengembangan pelaku usaha. Oleh sebab itu, Pansus masih membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk membahas Ranperda tersebut.

Hal itu disampaikan Edwin Sugesti Nasution saat menyampaikan laporan Pansus pembahasan Ranperda Kota Medan tentang Perlindungan dan Pengembangan UMKM saat Paripurna DPRD Medan, Selasa (8/8/2023).

Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Medan Hasyim SE didampingi H Ihwan Ritonga, Rajudin Sagala, T Bahrumsyah, sejumlah Anggota DPRD dan Sekretaris DPRD Medan M Ali Sipahutar itu, Edwin juga menerangkan pentingnya Ranperda tersebut.

Dikatakan Edwin Sugesti, Ranperda tersebut sangat dibutuhkan karena dinilai mampu melindungi dan membantu pelaku UMKM di Kota Medan sebagai penunjang kegiatan ekonomi nasional. Mengingat, UMKM sangat efektif dalam mengatasi kemiskinan dan pengangguran di Kota Medan. Oleh karenanya, penguatan terhadap ekonomi skala kecil dan menengah harus menjadi prioritas

“Saat ini pelaku UMKM masih banyak menghadapi permasalahan baik internal mapun eksternal. Untuk itu, Pemko Medan perlu menguatkan UMKM dengan melindungi serta membantunya,” ucap Edwin.

Untuk menciptakan Perda yang baik, menurut Edwin, Pansus telah memulai pembahasan dan mendalami Ranperda dengan berkoordinasi bersama kementerian hukum dan HAM dan juga OPD terkait serta stakeholder.

Namun karena masih membutuhkan pembahasan dan pengkajian Perda lebih dalam, Edwin Sugesti juga meminta persetujuan pimpinan DPRD Medan agar masa kerja Pansus bisa diperpanjang lagi.

“Mengingat masih banyak redaksi pada Ranperda yang belum sempurna serta penyusunan nomenklatur yang dituangkan dalam Perda harus disusun agar dapat lebih baik,” paparnya.

Seperti diketahui, adapun anggota DPRD Medan yang bergabung di Pansus Ranperda Kota Medan tentang Perlindungan dan Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yakni, Ketua Edwin Sugesti Nasution (PAN), Wakil Ketua Afif Abdillah (Nasdem) serta anggota seperti Paul Mei Anton Simanjuntak (PDI P), Edward Hutabarat (PDIP), Hendri Duin Sembiring (PDIP), Surianto (Gerindra), Dedy Akhsyari Nasution (Gerindra), Mulia Syahputra Nasution (Gerindra), Dhiyaul Hayati (PKS), Irwansyah (PKS), Abdul Rachman Nasution (PAN), M Rizki Nugraha (Golkar), Ishaq Abrar Tarigan (Demokrat) dan Erwin Siahaan (PSI).
(map/ram)

KPU Medan Nyatakan 83 Orang TMS, Parpol Diberi Waktu Hingga 11 Agustus Atau Ganti Bacaleg

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan telah melakukan tahapan verifikasi administrasi perbaikan dokumen persyaratan terhadap para Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) DPRD Medan pada Pemilu 2024 mendatang.

Hasilnya, 83 orang dari 892 bacaleg yang didaftarkan 18 partai politik (parpol) dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebagai Calon Legislatif (Caleg).

“Total Bacaleg yang didaftarkan berjumlah 892 orang. 83 diantaranya dinyatakan TMS, sementara sisanya 809 orang dinyatakan memenuhi syarat (MS),” ucap Anggota KPU Medan, Rinaldi Khair kepada Sumut Pos, Selasa (8/8/2023).

Dijelaskan Komisioner KPU Kota Medan divisi Teknis Penyelenggaraan itu, mayoritas bacaleg yang dinyatakan TMS dikarenakan masalah tidak lengkapnya ijazah. Selain itu, ada juga yang TMS karena dokumen lainnya belum sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan.

“Bacaleg yang TMS rata-rata karena syarat ijazanya yang tidak lengkap serta dokumen lain belum sesuai ketentuan,” ujarnya.

Lantas, bagaimana dengan nasib para Bacaleg yang TMS tersebut? Rinaldi menjelaskan jika para Bacaleg yang belum TMS masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki dokumennya hingga tanggal 11 Agustus 2023 mendatang.

“Bacaleg yang TMS masih bisa memperbaiki dokumennya hingga tanggal 11 Agustus 2023,” katanya.

Namun, sambung Rinaldi, semua keputusan ada di tangan partai politik yang bersangkutan. Tak hanya memberikan kesempatan bacaleg tersebut untuk memperbaiki dokumennya, tetapi parpol yang bersangkutan juga bisa mengganti bacaleg tersebut dengan bacaleg lain yang lebih siap secara dokumen.

“Pilihannya ada dua, bisa memperbaiki dokumen bacaleg, bisa juga menggantinya dengan bacaleg baru. Untuk penggantian bacaleg juga sama, paling lama sampai tanggal 11 Agustus,” pungkasnya.
(map/ram)

OPPO Luncurkan Reno10 Series 5G dengan Sistem Kamera Smartphone Tingkat Profesional

OPPO Luncurkan Reno10 Series 5G dengan Sistem Kamera Smartphone Tingkat Profesional

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – OPPO Indonesia meluncurkan OPPO Reno10 Series 5G yang terdiri dari Reno10 Pro+ 5G, Reno10 Pro 5G, dan Reno10 5G. Dengan Ultra-Clear Portrait Camera System yang terdiri dari Kamera Portrait Telefoto dengan sensor besar, Kamera Utama Ultra Clear, Kamera Selfie Ultra Clear, dan Kamera Ultra Wide 112° berkualitas tinggi.

OPPO Reno10 Series memberikan pengalaman pengambilan gambar portrait yang setara dengan fotografi profesional, dalam balutan desain ramping, ringan, dan trendi khas OPPO Reno Series. Dilengkapi juga dengan pengisian daya cepat SUPERVOOCTM hingga 100W, Prosesor yang kuat, Sistem Pendingin Ultra Konduktif, Mesin Komputasi Dinamis, ColorOS 13, Battery Health Engine dan chip manajemen daya khusus pengembangan OPPO, Reno10 Series 5G memberikan kinerja menyeluruh yang tak tertandingi.

Chief Marketing Officer OPPO Indonesia, Patrick Owen, mengatakan, “OPPO Indonesia sangat bangga dapat menghadirkan standar baru dalam dunia Portrait Smartphone melalui produk terbaru OPPO Reno10 Series 5G. Series ini juga diluncurkan dalam rangka 10 tahun OPPO di Indonesia. OPPO menghadirkan peningkatan terbesar yang pernah ada pada Reno Series dengan menyematkan sistem pendingin tercanggih, chip management daya terbaru, hingga kemampuan pencitraan paling kuat. ” Melalui gebrakan ini kami ingin menunjukan komitmen OPPO untuk terus berinovasi dan memberikan yang terbaik sesuai kebutuhan pengguna, ” ujarnya.

Pengalaman pengambilan gambar portrait setingkat fotografer profesional ini dihadirkan pada OPPO Reno10 Series dengan tetap mengedepankan desain yang tipis, ringan, dan penuh gaya. Dengan ketebalan 8.28mm dan berat hanya 194g, Reno10 Pro+ 5G adalah smartphone tertipis di pasaran dengan kamera telefoto periskop. Bagi pengguna yang mencari smartphone berkinerja tinggi yang bahkan lebih tipis dan lebih ringan, Reno10 Pro 5G dan Reno10 5G memiliki berat 185g3 dan masing-masing berukuran 7.89mm dan 7.99mm.

Ketiga ponsel Reno10 Series menampilkan bentuk badan ponsel dengan lengkung 3D yang dirancang dengan baik agar lebih nyaman dan lebih mudah digenggam, serta Layar Lengkung 3D 120Hz dengan bezel yang sangat tipis untuk pengalaman visual yang imersif dan tak terbatas. Perangkat ini juga tersedia dalam berbagai pilihan warna yang canggih dan penuh gaya. Termasuk warna Silvery Grey pada ketiga model, Glossy Purple pada Reno10 Pro+ 5G dan Reno10 Pro 5G, dan Ice Blue pada Reno10 5G.

Sistem Kamera Ultra-Clear Portrait Memberikan Pengalaman Fotografi Profesional

Reno10 Pro+ 5G memungkinkan pengguna untuk menghasilkan potret berkualitas profesional dengan Sistem Kamera Ultra-Clear Portrait. Kamera Portrait Telefoto 64MP pada Reno10 Pro+ 5G menyediakan panjang fokus setara 71 mm untuk gambar portrait yang terlihat profesional. Bersama dengan aperture maksimum f/2.5 yang besar, jarak pemfokusan minimum 25 cm, dan sensor kamera besar ½ inchi, menghasilkan foto portrait profesional pada Reno10 Pro+ 5G hanya dengan sekali klik.

OPPO Reno10 Series 5G resmi hadir di Indonesia dengan membuka masa pemesanan mulai 8-14 Agustus 2023. Perangkat Reno10 Pro+ 5G meluncur dengan harga Rp 10.999.000, sedangkan untuk perangkat Reno10 Pro 5G dibanderol seharga Rp 7.999.000, dan Reno10 5G dijual dengan harga Rp 5.999.000. (rel/sih)

DPRD Medan Minta Pemko Segera Realisasikan Program Medan Tanpa Kabel

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi IV DPRD Medan, Dedy Aksyari Nasution, meminta Pemko Medan melalui OPD terkait untuk segera merealisasikan program Medan Tanpa Kabel. Mengingat, banyak warga Kota Medan yang masih mengeluhkan kondisi semrawutnya kabel utilitas.

Pasalnya, semrawutnya kabel utilitas tak hanya merusak nilai estetika, tapi juga berpotensi membahayakan masyarakat.

“Masalah semrawutnya kabel utilitas ini harus segera ditangani. Pemko Medan harus segera merealisasikan program Medan Tanpa Kabel yang sudah dicanangkan sejak tahun 2022 lalu,” ucap Dedy kepada Sumut Pos, Selasa (8/8/2023).

Sebagai contoh, kata politisi Partai Gerindra itu, hujan deras yang terjadi pada Sabtu (5/8/2023) sore hingga malam, menumbangkan banyak pohon dan kabel-kabel utilitas di Kota Medan.

“Contohnya saat hujan Sabtu sore yang lalu, banyak kabel yang putus karena tertimpa pohon. Selain warga menjadi susah karena padamnya listrik akibat putusnya kabel, kondisi kabel yang menjuntai juga sangat membahayakan warga sekitar ataupun setiap orang yang melintas,” ujarnya.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Medan itu menilai, program Medan Tanpa Kabel yang dicanangkan Pemko Medan adalah program yang sangat baik. Sebab tak hanya indah secara estetika, namun kabel yang ditanam sesuai program Medan Tanpa Kabel akan sangat melindungi warga dari bahaya kabel yang menjuntai.

“Makanya kita mendorong agar program Medan Tanpa Kabel ini harus segera terealisasi. Semakin cepat semakin baik. DPRD Medan siap menganggarkan program tersebut, Pemko Medan juga bisa merealisasikan program tersebut lewat sistem KPBU (Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha),” pungkasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Medan, Bobby Nasution, mengakui masih banyak kabel utilitas di Kota Medan yang terpasang semrawut. Bobby Nasution menjelaskan, program Medan tanpa kabel utilitas ini sudah lama dicanangkan.

Ia menerangkan, program Medan Tanpa Kabel utilitas ini masih dalam tahap proses kerjasama dengan berbagai pihak.

“Iya beserak (semerawut) memang kabel utilitas di Kota Medan ini. Kita melihat dan merasakan kabel-kabel yang di udara dan ini mulai mengganggu keestetikaan Kota Medan,” kata Bobby Nasution usai menghadir rapat paripurna di Gedung DPRD Medan, Senin (7/8/2023).

Diterangkan Bobby, program Medan Tanpa Kabel ini akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Tetapi saat ini kita juga buka opsi untuk KPBU,” jelasnya.

Dijelaskan Bobby, ada 18 ruas jalan yang nantinya diprioritaskan sebagai lokasi program Medan tanpa kabel utilitas. Untuk 18 ruas jalan ini, nantinya akan diubah dari kabel udara menjadi kabel tanam. Pemko Medan juga telah berkoordinasi terkait hal ini dengan beberapa provider.

Menurutnya, pemasangan kabel utilitas menjadi kabel tanam memakan waktu yang cukup banyak. Sebab untuk mengubah kabel utilitas ke sistem tanam, juga harus melakukan penggantian kabel. Kemudian untuk mengubah kabel utilitas menjadi kabel tanam, tentunya dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

Seperti diketahui, program Medan Tanpa Kabel sudah dicanangkan sejak tahun 2022 lalu.

Adapun 18 ruas jalan tersebut yakni, Jalan Jendral Sudirman, Jalan Diponegoro, Jalan Letjen Suprapto, Jalan KH Zainul Arifin, Jalan SParman, Jalan Gajah Mada, Jalan Imam Bonjol, Jalan Pemuda, Jalan Wolter Mongonsidi, Jalan Palang Merah, Jalan Raden Saleh, Jalan Ir H juanda, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Iskandar Muda, Jalan Brigjen Katamso dan Jalan Kapten Maulana Lubis.
(map/ram)

Akuisisi Program BRImo dan Mesin EDC, BRI Medan Thamrin Gandeng Pedagang Ulos

BERSAMA: Salah seorang pegawai BRI bersama pedagang ulos, di Pusat Pasar Medan, Selasa (8/8/2023). Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus melakukan program inovatif untuk memberdayakan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.

Hal tersebut sejalan dengan misi Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Medan Thamrin melalui salah satu unit kerja supervisinya, yakni BRI KCP Medan Mall.

Selain itu juga telah menggandeng para pedagang kain ulos yang berada di Pusat Pasar Medan dengan melakukan akuisisi program BRImo dan Mesin Electronic Data Center (EDC).

Branch Manager BRI BO Medan Thamrin, Zulherman Isfia didampingi oleh Pincapem BRI Medan Mall, Hary Adriansyah kepada Sumut Pos di Medan, Selasa (8/8/2023) mengatakan, pasca pandemi Covid-19, peran UMKM tentunya diharapkan dapat mendongkrak perekonomian masyarakat yang sebelumnya terpuruk.

Menurutnya, di sinilah BRI KCP Medan Mall hadir untuk mendorong para pedagang kain ulos dalam bertransaksi kepada para konsumennya secara non tunai, dengan produk yang dimiliki BRI, yaitu Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) BRI, mesin EDC BRI dan BRImo.

“Program kegiatan ini dilaksanakan sejak Juli hingga akhir Desember 2023. Dan diharapkan kepada para pedagang dapat mengenalkan produk kain ulosnya tidak hanya di tingkat lokal saja, namun hingga ke mancanegara,” ujarnya. (dwi/ram)