29 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 1294

Akibat KKOP, 26 Investor Terkendala Berinvestasi di Medan Sejak 2013

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan memastikan telah menyurati Pangkalan TNI AU Soewondo guna meminta pihak TNI AU untuk mencabut secara resmi status Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) di Lanud Soewondo atau Eks Bandara Polonia, Medan.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Medan, Benny Iskandar ST MT, menerangkan bahwa ada beberapa hal yang dinilai penting oleh Pemko Medan untuk mempertegas bahwa status KKOP di Kota Medan telah dicabut.

“Fokusnya, dalam hal kemudahan berinvestasi dan percepatan pembangunan Kota Medan berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),” ucap Benny kepada Sumut Pos

Sebab setidaknya, kata Benny, sejak aktivitas penerbangan sipil dipindahkan dari Bandara Polonia ke Bandara Kualanamu pada 2013 lalu, seharusnya sejak saat itu KKOP telah dicabut dari Kota Medan. Namun karena adanya surat Danlanud Soewondo nomor B/163/VIII/2013 pada tahun 2013 lalu, KKOP dianggap masih berlaku di Kota Medan.

Kondisi ini pun dinilai menjadi penghambat bagi Pemko Medan untuk melakukan percepatan pembangunan karena minimnya investor besar yang mau berinvestasi di Kota Medan, khususnya di bidang pembangunan gedung-gedung tinggi.

Tercatat sejak 2013 lalu, setidaknya ada 26 investor besar yang tidak jadi berinvestasi di Kota Medan akibat KKOP tersebut.

“Sejak tahun 2013, banyak investasi pembangunan yang terkendala dan ada setidaknya 26 investor yang ingin mendirikan bangunan intensitas tinggi secara vertikal, namun terkendala KKOP dalam pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) nya,” ungkapnya.

Sebab, terang Benny, Pemko Medan tidak mungkin menerbitkan IMB bagi bangunan yang tingginya melanggar ketentuan KKOP apabila KKOP masih berlaku. Sementara, KKOP dengan jelas membatasi ketinggian gedung yang akan dibangun di Kota Medan.

Dilanjutkan Benny, sejatinya KKOP tidak hanya berlaku di kawasan Polonia dan sekitarnya, tetapi di seluruh Kota Medan kecuali kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan. Artinya saat KKOP masih berlaku, investasi pembangunan berupa gedung-gedung tinggi bukan hanya terkendala di kawasan Polonia, tetapi hampir di seluruh wilayah Kota Medan.

“Itulah sebabnya pencabutan KKOP di Lanud Soewondo sangat penting, karena sama istilahnya dengan pencabutan KKOP di Kota Medan. Dengan dicabutnya KKOP, tidak ada lagi kawasan bisnis sesuai RTRW di Kota Medan yang dibatasi ketinggiannya, termasuk kawasan Eks Bandara Polonia yang berdasarkan RTRW Kota Medan ditetapkan sebagai kawasan bisnis. Tentunya hal ini akan mendatangkan para investor ke Kota Medan,” pungkasnya.
(map/ram)

Setelah Habisi Nyawa Mantan Anggota DPRD Langkat, Terdakwa Lari ke Sky Garden

SAKSI: Dua saksi mahkota, yang juga terdakwa, diambil sumpahnya untuk memberi kesaksian dalam berkas perkara terdakwa Luhur Sentosa Ginting di PN Stabat.Teddy Akbari/Sumut Pos.

STABAT, SUMUTPOS.CO – Tiga terdakwa yang menghabisi nyawa Mantan Anggota DPRD Langkat atas nama Paino masing-masing, Dedi Bangun (38), Heriska Wantenero alias Tio (27) dan Persadanta Sembiring (43), lari ke tempat hiburan malam di pinggiran Kota Binjai yang bernama Sky Garden, usai menjalankan perintah terdakwa Luhur Sentosa Ginting. Ini disampaikan Persadanta Sembiring yang menjadi saksi mahkota untuk terdakwa Luhur Sentosa Ginting alias Tosa (26) di Pengadilan Negeri Stabat, Kamis (20/7).

Persadanta menjelaskan, kenal dengan terdakwa sejak kecil. “Karena saya sudah bekerja sama bapaknya sejak terdakwa masih kecil. Nama bapaknya Sri Ukur Ginting,” kata dia.

Dia menjelaskan tentang mengambil senjata api berupa pistol dari Sumarti alias Atik. Saksi yang bekerja dengan tugas menyemprot tanaman sawit ini dihubungi oleh terdakwa.

“Saya disuruh ambil senjata sama Atik,” katanya.

“Sana kamu ambil bedil sama Atik,” sambung pria yang akrab disapa Sahdan menurunkan ucapan terdakwa.

Setelah ketemu dengan Atik di tempat pesta, saksi menuju ke rumah yang bersangkutan. Atik kemudian keluar dari rumah dan membawa bungkusan plastik.

Kemudian saksi bersama Atik kembali ke lokasi pesta dan senjata api tersebut diserahkan kepada terdakwa Luhur Sentosa Ginting. Setelahnya, terdakwa, Dedi, Tio, Tato dan Rasyid (DPO) diajak ke gudang kosong.

Di situ lah perencanaan terjadi. Mereka diperintahkan oleh terdakwa untuk melihat Paino di sebuah warung yang menjadi tempat nongkrongnya.

“Sekalian tunjukan (Paino) sama Tato, diperintah Tosa. Lalu pergi ke sana naik kereta Revo. Sampai di warung, enggak ada Paino,” ujar saksi seraya menyebut, tanda dengan korban.

Karena tidak ada, saksi melaporkan hal tersebut. Meski demikian, terdakwa tetap memberi perintah untuk menunggu saja.

Tak lama kemudian, korban melintas di depan gudang tempat saksi dan terdakwa menunggu. “Lalu kami keluar dan disuruh bos (terdakwa) kejar. Saya belok ke kanan, Paino belok ke kiri. Saya pamit karena udah malam, mau pulang ke Tanjung Keriahan,” sambungnya.

Pada 28 Januari 2023, saksi melanjutkan, ada dihubungi terdakwa untuk datang ke Sky Garden. Tanpa buang waktu, saksi langsung meluncur ke Sky Garden.

“Di Sky, ada Tio, Dedi, Rasyid. Saya diberi uang Rp5 juta, uang rokok. Saya ambil, setelah itu kami nginap di Sky Garden,” urainya.

Setelah menerima uang, terdakwa memerintahkan saksi untuk pergi ke Aceh. “Disuruh bos (terdakwa) di sana dulu, tiga bulan ini,” sambungnya.

Selain Persadanta Sembiring, juga ada Dedi Bangun yang menjadi saksi mahkota. Keduanya merupakan terdakwa yang bersaksi untuk terdakwa Luhur Sentosa Ginting, dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Ledis Meriana Bakara.

Dalam keterangannya di bawah sumpah, Dedi Bangun selaku eksekutor ini awalnya menghubungi terdakwa bertanya pekerjaan. Oleh terdakwa menantang apakah Dedi berani melakukan tindak pidana dengan sajam.

“Kalau cocok berani bos,” jawab Dedi saat ditanya soal pekerjaannya melakukan tindak pidana pembacokan.

“Saya tanya ke bos, siapa yang mau dibacok, pakai bahasa karo. Yang mana orangnya,” kata Dedi.

Dedi kenal dengan terdakwa sejak setahun belakangan. Saksi kenal dengan ayah terdakwa melalui hubungan pekerjaan, aktivitas ilegal galian c.

“Saya sering berinteraksi dengan orangtuanya, dengan terdakwa jarang. Orang tuanya laki-laki satu kampung sama saya,” kata Dedi.

Dedi kemudian dijemput di Desa Simpang Pulo Rambung, Kecamatan Bahorok oleh anggota terdakwa, malam hari. Pada pagi harinya, anggota terdakwa yang menjemputnya memberikan nasi.

“Di situ ada Tio, Tato, Rasyid,” katanya.

Singkat cerita, terdakwa kemudian menunjukkan foto Paino. Oleh Dedi menyebut, korban tidak dapat dihabisi dengan cara dibacok.

“Pakai senpi berani kau?” ujar terdakwa bertanya kepada Dedi yang menirukan ucapannya.

Oleh terdakwa kemudian memerintahkan Sahdan untuk ambil senjata tempat Atik. Setelah senpi dikuasai oleh Dedi, mereka pun menunggu korban melintas dengan motor KLX pada malam harinya.

Ketika korban melintas, langsung dihadang Tato dengan modus pura-pura jatuh dari motor. Saat itu, Dedi berboncengan dengan Tato.

Lalu Dedi turun dan langsung mengarahkan senjata ke dada kiri korban. Setelahnya, mereka kabur ke Sky Garden atas perintah terdakwa.

“Dari Sky ke Jona (tempat wisata) dan ke barak Govin. Lalu Tosa dan Tio, bawa HP,” sambungnya.

Saksi kemudian pulang ke Bahorok dari barak Govin menumpangi taksi online dengan biaya Rp1,1 juta yang dibayar Tosa. “Aku terima uang pada 27 Januari 2023, terima 10 juta. Uang itu sebagai upah membunuh yang diserahkan oleh Tosa. Aku ditangkap di Aceh Pidie,” katanya.

Dedi sempat menolak perintah untuk kabur ke Aceh. Dia memilih untuk ke Makassar, tapi ditolak.

“Mau kerja di laut di Makassar tapi ditolak. Disuruh ke Aceh, karena ada anggota kita (terdakwa) tugas di kodim,” pungkasnya.

Diketahui, tim gabungan mengungkap kasus penembakan yang dialami Almarhum Paino dengan menetapkan 5 orang sebagai tersangka. Adapun mereka yakni, Luhur Sentosa Ginting alias Tosa (26) yang disangkakan polisi sebagai otak pelaku, Dedi Bangun (38) sebagai eksekutor penembakan, Persadanta Sembiring (43), Heriska Wantenero alias Tio (27), dan Sulhanda Yahya alias Tato (27).

Mereka ditangkap tim gabungan Ditreskrimum Polda Sumut dan Satreskrim Polres Langkat dari lokasi terpisah. Korban yang meninggalkan 4 orang anak ini ditemukan tewas dengan cara ditembak di Devisi 1 Desa Besilam Bukit Lembasa Kecamatan Wampu, Kamis (26/1/2023) malam.

Korban mengalami luka tembak di dada kanan. Korban dihabisi di atas sepeda motor saat jalan pulang usai dari warung. Di sekitar lokasi korban roboh, ditemukan diduga selongsong peluru. (ted/ram)

Fesyar Regional Sumatera, BI Luncurkan Lelang Wakaf dan Gelar Sertifikasi Halal

BERSAMA: Deputi Direktur BI Sumut Ibrahim bersama Ulama Besar Syekh M Ali Jaber dan para pimpinan KPw BI se Sumatera, di pelataran Istana Maimun, Jalan Brigjen Katamso Medan, Kamis (20/7) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara (KPw BI Sumut) meluncurkan Lelang Zakat berbasis digital, yakni menggunakan Aplikasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), dalam acara Pembukaan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Regional Sumatera, yang digelar di pelataran Istana Maimun, Jalan Brigjen Katamso Medan, Kamis (20/7/2023) malam.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara IGP Wira Kusuma diwakili Deputi Direktur BI Sumut, Ibrahim mengatakan, Lelang Wakaf menggunakan Aplikasi QRIS, yakni berzakat, berinfak, bersedekah dan berwakaf dengan cara mudah melalui Aplikasi QRIS, tentunya tanpa biaya transaksi, karena bersifat sosial.

“Berapapun dananya bisa, selama saldonya ada. Dan alhamdulillah, antusias masyarakat sangat tinggi menyambut lelang wakaf ini, karena ini merupakan gebrakan baru. Sebab selama ini banyak masyarakat bersedekah, berzakat, berinfak dan berwakaf sering melalui kotak-kotak amal,” kata Ibrahim didampingi Deputi Direktur BI Sumut, Poltak Sitanggang.

Selain itu, pihaknya juga sedang menyelenggarakan sertifikasi halal yang ‘self declare’ (pernyataan pelaku usaha), yang dicanangkan sebanyak 1.445 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). “Jumlah itu sesuai tahun Hijriah. Sementara yang mendaftar hingga hari ini sebanyak 2.300 UMKM. Ternyata antusiasme masyarakat mendapatkan sertifikasi halal ini sangat besar sekali,” bebernya.

Dijelaskannya, acara Fesyar 2023 ini digelar selama empat hari, yakni 20-23 Juli 2023, dan menjadi sangat spesial, karena Fesyar 2023 berbeda dibandingkan Fesyar 2022. KPw BI Sumut menjadi tuan rumahnya, yang dihadiri para pimpinan KPw BI di 10 provinsi, yaitu Aceh, Sumut, Jambi, Kepulauan Riau (Kepri), Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Selatan (Sumsel), Bangka Belitung (Babel), Lampung, Bengkulu, Riau. Sedangkan Fesyar 2022, hanya wilayah Sumut saja.

Selain itu, kata Ibrahim, pihaknya juga menghadirkan Ulama Besar, Syekh M Ali Jaber yang membawakan tausyiah dengan tema, ‘Memaknai Digitalisasi Sebagai Keberkahan bagi Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Umat’.

“Acara ini merupakan even besar BI yang bertujuan untuk mendorong program perkembangan ekonomi dan keuangan ekonomi syariah di seluruh daerah di Indonesia, dengan mengusung tema, ‘Penguatan Sinergi dan Inovasi Ekonomi dan Keuangan Syariah Melalui Digitalisasi untuk Mendorong Pertumbuhan Sumatera yang Inklusif’, dengan artian, yang membawa semua pihak dan semua golongan bisa ikut dalam kemajuan bersama-sama,” bebernya.

Disinggung terkait kegiatan Fesyar 2023 yang ditonjolkan, Ibrahim menuturkan, ada tiga jenis kegiatan yang diangkat, yakni Fair (pameran produk-produk UMKM), seminar secara Webinar yang memberikan edukasi kepada masyarakat. Serta perlombaan, seperti MTQ, wirausaha muda syariah, fashion, dan lainnya. “Untuk perlombaan ini diadakan di masing-masing provinsi yang ada BI nya. Kemudian, setelah itu finalnya dibawa ke Kota Medan. Jadi grand final nya itu di Sumut, lalu nantinya akan dilombakan kembali di tingkat nasional,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Zakat Sumut, M Yunus mengungkapkan, donasi yang terkumpul dalam Lelang Wakaf yang digelar di acara Fesyar 2023, akan disalurkan ke 14 program dan lembaga di Sumut, yang berkolaborasi antara BI dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) serta Yayasan Syekh M Ali Jaber. “Semoga program-program yang mendapatkan donasi tersebut dapat bermanfaat serta membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya. (dwi/ram)

Dinas Pendidikan Sumut Jangan Main-Main Dengan Honor Guru Tidak Tetap

Ketua Fraksi PAN DPRD Sumut, H Hendra Cipta SE.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Nasib honor 8700 orang GTT (Guru Tidak Tetap) seakan diujung tanduk dan tidak jelas setelah melihat rencana anggaran Perubahan APBD 2023 hanya mencantumkan sekitar Rp. 11 Miliar untuk honor para guru tersebut.

Menyoroti hal itu, Ketua Fraksi PAN DPRD Sumut, H Hendra Cipta SE menyatakan bahwa hal ini menjadi perhatian serius bagi fraksinya dan sudah disampaikan secara resmi dalam rapat paripurna DPRD Sumut.

“Fraksi PAN memberi peringatan dini kepada Dinas Pendidikan Sumut agar jangan main-main dengan hak guru GTT, harus dijamin kesediaan anggaran honor guru GTT tersebut agar suasana kondusif didunia pendidikan selama ini bisa tetap terjaga,” tegasnya.

Kebutuhan anggaran honor GTT yang adalah untuk 4 bulan di tahun 2023 ini sebesar kurang lebih 62 Miliar. Sementara anggaran tersedia hanya 11 Miliar, jumlah kekurangan yang sangat besar untuk mengatasi hal tersebut. “Setelah dihitung anggaran 11 Miliar itu untuk 1 bulan saja tidak cukup, jadi ini harus segera diantisipasi oleh dinas terkait.

Fraksi PAN akan terus mengawal hak para guru ini, jangan sampai terjadi pengurangan jam mengajar para guru karena itu akan berdampak secara langsung kepada pendapatan para guru tersebut,” ujar Hendra Cipta anggota Komisi E yg membidangi pendidikan di Ruang Fraksi PAN DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol No. 5 Medan, Kamis (20/7) kemarin.

“Kalau tidak bisa meningkatkan kesejahteraan para guru jangan sampai justru mengurangi honor yang menjadi hak mereka, dinas pendidikan sumut harus menjamin itu, ” tambah Hendra.

Saat ditanya tentang honor guru GTT yang sdh ditampung dalam APBD 2023 untuk satu tahun dan sudah disahkan pada november 2022 yang lalu, kenapa justru harus ditampung lagi di PAPBD 2023 ini dan terkesan honor guru yang 4 bulan itu raib entah kemana.

Hendra menjawab harap ditanyakan kepada dinas pendidikan yang mengurus urusan teknis, karena memang cukup aneh anggaran honor GTT itu sepengetahuannya sudah ditampung di APBD Murni 2023. “Nanti Komisi E akan mendalami hal itu, kenapa bisa terjadi seperti itu dan tanpa sepengetahuan komisi E, sekali lagi Dinas Pendidikan jangan membuat bom waktu di dunia pendidikan sumut ini,” ungkapnya. (rel)

Kapoldasu Baru Tiba di Medan

DISAMBUT: Kapoldasu yang baru, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi saat tiba di KNIA Deliserdang dan di Masjid Raya Al Mashun Medan, Kamis (20/7). dewi/Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) yang baru Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi bersama istri yang merupakan Ketua Pengurus Daerah (PD) Bhayangkari Sumut tiba di Medan, Kamis (20/7) siang.

Setibanya di Kota Medan, ia menyempatkan diri singgah ke Masjid Raya Al Mashun, Jalan Sisingamangaraja Medan, untuk melaksanakan salat zuhur. Namun sebelumnya, setiba Agung di Bandara Intetnasional Kualanamu (KNIA)

Deliserdang, ia dan istri disambut Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Bupati Deliserdang Azhari Tambunan, para pejabat utama (PJU) Polda Sumut dan Forkopimda Sumut lainnya dan langsung dikalungi bunga serta pakaian khas melayu.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, membenarkan bahwa Kapolda Sumut yang baru telah tiba di Kota Medan. “Ya benar, tadi siang sudah tiba di bandara dan sholat zuhur di Mesjid Raya Al-Mashun,” ujarnya.

Hadi membeberkan, pelaksanaan pisah sambut (Parewel) Kapolda yang lama kepada yang baru, rencananya akan digelar di Mapolda Sumut, pada Jumat (21/7) pagi. “Rencananya pisah sambut itu besok di Polda Sumut,” katanya.

Diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi melantik Irjen Agung Setya Imam Effendi sebagai Kapolda Sumut. Irjen Agung menggantikan Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak yang kini menduduki jabatan baru sebagai Pati Kalemdiklat Polri.

Prosesi pelantikan Irjen Agung Setya Imam Effendi sebagai Kapolda Sumut digelar di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jumat (14/7). (dwi/ila)

Bupati Asahan Resmikan Gedung Kantor Kecamatan Pulau Rakyat

GUNTING PITA: Ketua TP PKK Kabupaten Asahan Hj. Titiek Sugiharti Surya mengunting pita tanda dires­mi­kannya Gedung Kantor Kecamatan Pulau Rakyat. DARMAWAN/SUMUT POS.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Bupati Asahan, H. Surya, BSc meresmikan Gedung Kantor Kecamatan Pulau Rakyat di Desa Pulau Rakyat Tua, Selasa(18/7). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Asahan dan pengguntingan pita oleh Ketua TP PKK Kabupaten Asahan, Hj. Titiek Sugiharti Surya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Asahan berharap gedung Kantor Kecamatan Pulau Rakyat dapat memberikan dampak positif khususnya bagi masyarakat Pulau Rakyat, seperti dalam hal peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat Kecamatan Pulau Rakyat, seperti program 3T yang digaungkan oleh Bupati Asahan, yaitu Tertib Administrasi, Tertib Anggaran dan Tertib dalam melaksanakan tugas agar lebih ditingkatkan lagi. Lebih lanjut Bupati berpesan, dengan berdirinya gedung kantor yang baru ini dapat diiringi dengan inovasi-inovasi terbaru juga, serta prestasi kerja yang berintegritas dengan memberikan pelayanan yang ramah dan profesional.

Bupati juga meminta kepada seluruh jajaran Kecamatan Pulau Rakyat, jangan membuat alur birokrasi pelayanan yang berbelit-belit. “Karena dengan integritas dapat menciptakan budaya kerja yang lebih baik serta dapat menciptakan budaya kerja yang lebih baik serta dapat meningkatkan rasa percaya masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan”, pintanya.

Sementara itu, Camat Pulau Rakyat Haris Simargolang, SH mengucapkan terima kasih Kepada Bupati Asahan yang telah diresmikannya Kantor Kecamatan Pulau Rakyat yang baru. Menurutnya, dengan dibangunnya Kantor Kecamatan tersebut merupakan salah satu bukti perhatian dan kepedulian Bupati Asahan terhadap peningkatan pelayanan kepada masyarakat khususnya di Kecamatan Pulau Rakyat. (dat/han)

Sambut HBA, Kejari Binjai Gelar Donor Darah

TINJAU: Kajari Binjai Jufri, saat meninjau jalannya kegiatan donor darah di Aula Lantai 2 Kantor Kejaksaan Negeri Binjai.Teddy Akbari/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai menggelar sejumlah kegiatan dalam rangka menyambut Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-63 tahun, dan Hari Ulang Tahun Ikatan Adhyaksa Dharmakarini. Mulai dari bhakti sosial, pekan olahraga, hingga anjangsana yang memang digelar setiap tahunnya.

Bhakti sosial dan anjangsana sudah dilakukan Kejari Binjai. Kali ini, Kejari Binjai menggelar donor darah di Aula Lantai 2 Kantor Kejari Binjai.

“Kegiatan hari ini (kemarin, red) merupakan donor darah. Dan ini merupakan rangkaian bhakti sosial kami dalam rangka menyambut HBA yang ke-63 tahun pada 2023 ini,” ung­kap Kajari Binjai Jufri, di­dampingi Kasi Intel Adre Wanda Gin­ting, saat dikonfirmasi awak me­dia di sela-sela kegiatan, Kamis (20/7).

Jufri juga turut melakukan donor darah. Selain pegawai lingkup Kejari Binjai, donor darah juga terbuka untuk umum.

“Kami juga mengundang lapisan masyarakat yang ingin menyumbangkan darahnya, dan selanjutnya kami serahkan kepada ma­syarakat yang membutuhkannya,” jelasnya.

Bagi dia, donor darah ini tentunya memiliki banyak manfaat. Juga termasuk kesehatan terhadap diri sendiri. Usai donor darah, tentu tubuh manusia melakukan pergantian darah baru.

“Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap sesama. Artinya, ketika darurat memerlukan darah, bisa terbantu,” kata Jufri.

Jufri juga mengucapkan terima kasih kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Djoelham Binjai, yang telah bersedia bekerja sama untuk menggelar kegiatan donor darah. Juga kepada masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam mendukung kegiatan ini, dalam menyambut HBA ke-63 tahun.

“Semoga niat baik kita ini dicatat oleh Allah Subhanahu wa Taala. Dan menjadi ibadah serta ladang amal buat kita semua,” jelasnya.

Bhakti sosial sebelum donor darah juga telah dilakukan Kejari Binjai, dengan berkunjung ke UPT Dinas Sosial Pemrov Sumut untuk lanjut usia di Kelurahan Cengkeh Turi.

“Di sana kami memberikan tali asih dan sembako kepada orang tua kita. Hal yang sama juga kami lakukan di satu panti asuhan Binjai. Juga kepada pensiunan,” pungkas Jufri. (ted/saz)

Proyek CSR Pembersihan Sungai, Hotel Harper Berperan Aktif dalam Konservasi Lingkungan

BERSIHKAN: Unsur Hotel Harper Wahid Hasyim Medan, saat melakukan pembersihan Sungai Babura, belum lama ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hotel Harper Wahid Hasyim Medan, dengan bangga ­mengumumkan keberhasilan ­inisiatif Corporate Social ­Responsibility (CSR) mereka, dalam melakukan pembersihan Sungai Babura dan Sungai Deli, 13 Juli 2023 lalu. Aktivitas ini ­sekaligus dalam rangka ­merayakan hari ulang tahun ke-4 Hotel Harper Wahid Hasyim by Aston Medan.

Kegiatan penting ini dilakukan bekerja sama dengan berbagai organisasi dan komunitas, yang menunjukkan komitmen Hotel Harper terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan.

Kegiatan pembersihan sungai melibatkan partisipasi aktif berbagai kelompok, termasuk komunitas Save Our Rivers, Asosiasi Pariwisata Maritim SAR MTA, Komunitas Sungai Babura, Basarnas Medan, dan Masyarakat Nelayan Peduli Mangrove. Upaya bersama dari tim-tim berdedikasi ini, memastikan keberhasilan kegiatan pembersihan sungai yang berlangsung mulai dari Taman Hutan Kota PLN di Jalan Sudirman hingga Kampung Nelayan Seberang.

Informasi mengejutkan yang terungkap selama kegiatan ini adalah jumlah sampah yang dikirim dari kota hingga ke Belawan setiap harinya. Diperkirakan, jumlah sampah yang dihasilkan mencapai ratusan ton setiap harinya, yang berpotensi mencemari Sungai Babura dan Sungai Deli, serta ekosistem sekitarnya. Faktanya, pencemaran lingkungan bahkan sampai ke pesisir laut. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh masyarakat Kampung Nelayan Seberang, pencemaran ini mengganggu mata pencarian mereka.

Hal ini pun menekankan pentingnya upaya pembersihan sungai yang dilakukan oleh Hotel Harper dan para mitra mereka. Karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat atas kesadaran terhadap lingkungan.

Inisiatif ini dimulai pada pagi hari ketika relawan dari Hotel Harper dan organisasi mitra berkumpul di titik awal yang telah ditentukan. Dengan dilengkapi alat pembersihan, peralatan keselamatan, dan tekad yang tak tergoyahkan, tim-tim ini memulai misi untuk mengembalikan kebersihan dan keindahan Sungai Babura dan Sungai Deli.

Sepanjang hari, para relawan de­ngan teliti membersihkan sampah, limbah, dan polutan lainnya dari tepian sungai dan dasar sungai. Upaya ini difokuskan pada pemulihan habitat alami bagi kehidupan akuatik dan peningkatan keseimbangan ekologi secara keseluruhan. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mendorong lingkungan yang lebih sehat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan badan air kita.

“Kami prihatin dengan kondisi sungai yang kotor dan tercemar oleh sampah di Medan. Sungai-sungai ini merupakan aset alam berharga bagi kota kita. Keterlibatan pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam menjaga kelestarian sungai-sungai ini,” ungkap General Manager Hotel Harper, Edi Suprayetno.

“Selain peran penting dalam pencegahan banjir, Sungai Babura juga memiliki potensi sebagai destinasi wisata air. Kita perlu menjaga kebersihan sungai ini agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Hotel Harper berkomitmen untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian sungai dan lingkungan. Kolaborasi antara sektor swasta, komunitas, dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan dalam upaya ini,” tuturnya lagi.

Pernyataan Edi tersebut, menyoroti pentingnya menjaga kebersihan sungai, peran Sungai Babura, dan komitmen Hotel Harper dalam pelestarian lingkungan.

Inisiatif CSR pembersihan sungai oleh Hotel Harper ini, mencerminkan komitmen kuat organisasi dalam praktik berkelanjutan dan memberikan dampak positif pada masyarakat setempat dan lingkungan. Hotel ini tetap berdedikasi untuk terus mengeksplorasi peluang baru untuk berkontribusi pada masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. (rel/saz)

Peringati 1 Muharram 1445 Hijriah, Bupati Karo Lepas Pawai Ta’aruf

LEPAS: Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang saat melepas peserta Pawai Ta’aruf di Halaman DPRD Karo, Jalan Veteran Kabanjahe, Rabu (19/7).

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang melepas peserta Pawai Ta’aruf dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 Hijriah di Halaman DPRD Karo, Jalan Veteran Kabanjahe, Rabu (19/7) lalu.

Pelepasan Pawai Ta’aruf ini, diikuti oleh sekitar 30 peserta kontingen mewakili sekolah, organisasi keagamaan, serta beberapa kelompok pengajian di Kabupaten Karo.

Kegiatan ini, ditandai dengan pengangkatan bendera oleh Bupati Karo, yang juga disaksikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dapatkita Sinulingga, Camat Kabanjahe, perwakilan Kementerian Agama, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat.

Pada kesempatan ini, Cory menyampaikan, Pawai Ta’aruf ini dilakukan dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 Hijriah, yang jatuh pada 19 Juli 2023 lalu.

“Melalui momen Tahun Baru Hijriah ini, semoga memacu semangat perjuangan kita, menambah rasa optimis untuk bersama-sama mengubah kebiasaan lama yang kurang baik menjadi kebiasaan baru yang lebih baik,” ungkap Cory.

Mewakili Pemkab Karo, Cory mendukung adanya kegiatan positif seperti ini, terlebih lagi kegiatan Pawai Ta’aruf diselenggarakan atas dasar rasa syukur masyarakat.

Pawai Ta’aruf kali ini dimulai dari Halaman Kantor DPRD Karo melewati Tugu Bambu Runcing, Zentrum, RSUD, dan berakhir di Masjid Agung Kabanjahe. (deo/saz)