31 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 1295

Hadapi Pemilu 2024, Demokrat dan Gerindra Sepakat Jaga Stabilitas Politik Nasional

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Partai Gerindra bersilaturahim ke kantor DPP Partai Demokrat, Kamis (20/7/2023). Menurut Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, pertemuan ini tidak terbatas membahas Pemilu 2024, tetapi juga berbagai isu-isu kebangsaan dan kerakyatan hingga isu yang ada di parlemen.

Untuk Pilpres, kata Teuku Riefky, Partai Demokrat dan Partai Gerindra, saling menjaga etika politik. Saat ini, Partai Demokrat bergabung dalam Koalisi Perubahan bersama PKS dan Nasdem. Sementara Partai Gerindra dan PKB telah membentuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya.

Partai Demokrat dan Partai Gerindra sama-sama ingin Pileg dan Pilpres berlangsung baik, damai, demokratis, serta bebas dari intimidasi dan bebas dari kecurangan. Kedua Partai juga berpandangan sama Indonesia yang makin maju dan sejahtera hanya dapat diwujudkan melalui kerja-kerja efektif, persahabatan, sinergi, dan kolaborasi di antara partai-partai politik.

“Kami di Koalisi Perubahan juga saling mendukung untuk berkomunikasi dengan partai-partai politik lainnya. Tidak hanya sekadar untuk Pilpres, tetapi juga untuk menjaga stabilitas politik nasional. Karena mengurus bangsa tidak bisa dilakukan oleh salah satu atau salah dua partai politik saja, tetapi butuh seluruh partai politik di Indonesia,” tegas Riefky.

Teuku Riefky juga menyampaikan kalau silaturahmi kebangsaan Partai Demokrat dan Partai Gerindra bukan kali pertama. Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono telah bersilaturahmi ke kediaman Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo. Lalu, dilanjutkan dengan pertemuan antara Prabowo dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Pacitan, Jawa Timur.

Dalam kesempatan itu, Teuku Riefky Harsya juga menyampaikan salam hangat dari Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono. AHY berhalangan hadir karena sedang menjadi pembicara diskusi “Mampukah Kita Selamatkan Demokrasi di Indonesia?” yang digelar oleh Fisipol Leadership Forum, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari silaturahmi kebangsaan, dan upaya menyambung persaudaraan berdasarkan pertemuan-pertemuan antara Partai Gerindra dan Partai Demokrat sebelumnya.

“Kami berkomunikasi dengan Partai Demokrat tidak bermaksud menggoda keputusan politik yang sudah diputuskan oleh Partai Demokrat. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk saling terus membuka silaturahmi dan bergandeng tangan. Karena membangun Indonesia dengan jumlah penduduk 275 juta, dengan masalah yang segudang, dengan problem yang ruwet, ribet, rumit tentu saja memerlukan kekuatan partai politik yang banyak. Itulah yang kita komunikasikan,” ujar Muzani. (adz)

Pimpinan DPRD Medan Minta Polisi Usut Tuntas Kelompok Begal

Pimpinan DPRD Kota Medan asal Fraksi PKS, H. Rajudin Sagala

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masyarakat Kota Medan masih diresahkan oleh aksi begal yang merajalela. Ketakutan masyarakat pun dinilai sangat beralasan, karena para pelaku begal tak hanya kerap melukai, tetapi juga nekat menghabisi nyawa korban-korbannya.

Bahkan saat ini, aksi begal tak hanya terjadi di ruas-ruas jalan umum saja, tetapi juga beraksi di gang-gang sempit. Menyikapi hal ini, Pimpinan DPRD Kota Medan asal Fraksi PKS, H. Rajudin Sagala angkat bicara. Ia mendukung pihak kepolisian agar menindak tegas para pelaku kejahatan tersebut.

“Aksi begal ini sudah sangat meresahkan. Jadi perlu tindakan tegas dan terukur untuk melumpuhkan para pelaku,” ucap Rajudin, Kamis (20/7/2023).

Selanjutnya, Wakil Ketua DPRD Medan itu juga menyarankan kepada pihak kepolisian yang merupakan institusi paling bertanggungjawab atas maraknya aksi begal ini untuk lebih intens dalam menggelar patroli atau razia, terutama di daerah-daerah yang rawan aksi begal.

“Saya yakin, saat ini pihak kepolisian juga sudah mendeteksi kelompok-kelompok atau jaringan dari para pelaku begal ini. Untuk itu kita meminta, segera ambil tindakan. Berantas habis, bila perlu usut tuntas jika memang ada dalang yang ‘bermain’ di belakang peristiwa-peristiwa begal ini,” ujarnya.

Ia meminta pihak kepolisian untuk tidak berlama-lama dalam menindaktegas dan memberantas tuntas kelompok begal di Kota Medan. “Jangan dibiarkan berlama-lama, sebab akan memperpanjang kecemasan warga,” dorongnya.

Kemudian, Rajudin juga meminta para pelaku yang sudah ditangkap agar diberi hukuman yang seberat-beratnya, sehingga memberikan efek jera dan menjadi contoh bagi pelaku yang lain.

“Terakhir yang perlu saya sampaikan juga, para orang tua harus memperhatikan pergaulan anak-anaknya. Jangan sampai menjadi penyesalan ketika sang anak salah bergaul dan terjerumus hingga nekat melakukan tindakan kriminal. Begitu juga dengan tenaga pendidik di sekolah, harus terus mengingatkan siswa-siswinya,” pungkasnya. (mag-1/map/ila)

Lantamal 1 Siap Dukung Program Keluarga Keren Bebas Stunting

GELAR : Lantamal I menggelar Vicon dengan BKBN terkait mendukung gerakan Keluarga Keren Bebas Stunting di Gedung Yos Sudarso Mako Lantamal 1, Belawan, Selasa, (18/07/2023).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – TNI Angkatan Laut (AL) Belawan, Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) 1 Laksamana Pertama Johanes Djanarko Wibowo yang diwakili Aspotmar Danlantamal 1 Letkol Marinir Hendra Jarnadi mengikuti acara program keluarga keren bebas stunting melalui vicon secara daring yang dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI M.Ali, S.E, M.M, M.Tr.Opsla, bertempat di Gedung Yos Sudarso Mako Lantamal 1, Belawan, Selasa, (18/07/2023).

Dalam amanatnya, Kepala Staf Angkatan Laut menyampaikan bahwa program percepatan penurunan angka stunting merupakan amanah yang diberikan oleh pemerintah untuk dapat dilaksanakan oleh semua pihak, salah satunya adalah diaplikasikan melalui sinergi dan kerja sama yang baik diberbagai sektor pemerintah sehingga diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting diseluruh Indonesia. Kegiatan tersebut terpusat di Kabupaten Sumenep L, Pulau Masalembo, Jawa Timur.

Acara vicon selesai, dilanjutkan dengan penyerahan plakat dari Danlantamal I oleh Aspotmar Danlantamal I kepada Kepala BKKBN Provinsi Sumatera Utara, pemberian goodbay secara simbolis kepada 10 orang perwakilan anak stunting.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Utara, Kepala Regional Head I PT.Pelindo I, Ditpolairud Polda Sumut, Asops Danlantamal I, Para Kadis, dan Kasatker Lantamal I, Kapolsek Belawan, Camat Medan Belawan, Lurah Sekecamatan Medan Belawan, Pengurus Jalasenastri Korcab 1 DJA I dan 60 orang anak stunting beserta orang tuanya.(mag-1)

Dari UGM, AHY Ajak Anak Muda Tidak Takut Bicara

JOGJAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kebebasan bersuara itu adalah oksigen dari demokrasi. Begitu kebebasan bersuara dibungkam dan ditiadakan, maka dengan sendirinya demokrasi akan punah. Oleh karena itu, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak generasi muda untuk tidak takut bicara.

Hal ini disampaikan AHY saat menjadi pembicara utama dalam acara Fisipol Leadership Forum, yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol), Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (20/7) di ruang Auditorium Mandiri Fisipol UGM. “Di sinilah kita harus mengembalikan situasi agar tidak ada lagi yang takut berbicara di negerinya sendiri. Dari UGM ini saya mengajak, teman-teman semuanya untuk berani menyampaikan apa yang kita anggap baik untuk Indonesia. Jangan takut dibungkam, jangan takut bersuara,” tegas AHY.

Generasi muda jangan sampai terlambat bergerak. “Do something sebelum terlambat, sebelum krisis. Jangan sampai 98 terjadi lagi, jangan sampai 65 terjadi lagi. Demokrasi harus diselamatkan dan itu semua membutuhkan keberanian kita semua termasuk generasi muda untuk speak up dan stand out. Termasuk anak-anak muda yang ada di sini mudah-mudahan termasuk orang-orang pemberani yang bisa membawa perubahan dan perbaikan, termasuk untuk demokrasi yang lebih baik,” tegasnya.

Membawa tema “Mampukah Kita Selamatkan Demokrasi di Indonesia?”, AHY menyampaikan demokrasi bukanlah sekedar tujuan akhir, tetapi sebuah perjalanan panjang bahwa kita sebagai bangsa harus memperjuangkan nilai-nilai demokrasi. “Saya ingin kita semua kembali melihat betapa demokrasi ini bukan hanya menjadi buzz word, tetapi yang benar-benar harus bisa menjamin apakah Indonesia bisa semakin maju negaranya dan bisa semakin sejahtera rakyatnya,” terang AHY.

Dalam forum yang dihadiri oleh ratusan peserta baik dari mahasiswa dan mahasiswi UGM, maupun kampus di Yogya lainnya, AHY juga menyebutkan salah satu bentuk kemunduran demokrasi di Indonesia selama beberapa kali dalam penyelenggaraan pemilu, banyak calon pemimpin, kepala daerah, serta anggota legislatif, yang terpilih didominasi dari mereka yang memiliki banyak uang.

Padahal menurutnya, layaknya seorang pemimpin dinilai dari sisi kapasitas, integritas juga kapabilitas. “Demokrasi kita tidak didesain untuk memilih pemimpin terbaik tapi menjadi kontestasi isi tas. Kita berharap ke depan kita bisa membangun SDM dari calon pemimpin kita bukan yang punya isi tas, tapi memilih yang memiliki kapasitas. Jangan sampai putra-putra terbaik gugur duluan karena tidak bisa membeli suara,” tutur AHY.

AHY berharap pesta demokrasi Pemilu 2024 yang akan berlangsung kurang dari tujuh bulan lagi menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas demokrasi menjadi lebih baik. “Kita harapkan demokrasi kita semakin baik karena demokrasi sebuah perjalanan panjang sebagai sebuah bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang semakin maju dan sejahterah,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara dari pihak UGM, Wakil Rektor UGM Arie Sujito, Dekan Fisipol UGM Dr Wawan Mas’udi, Koordinator Fisipol Leadership Forum Abdul Gaffar Karim. Serta dari pihak Partai Demokrat, hadir Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng, yang juga alumni jurusan Sosiologi Fisipol UGM angkatan 1981, Bendahara Umum Partai Demokrat Renville Antonio, anggota Komisi V DPR RI Irwan Fecho. (adz)

Camat Medan Belawan, Santuni Penarik Betor Korban Begal di Belawan

BANTUAN : Camat Medan Belawan, Subhan Fajri, S.STP, memberi bantuan kepada Penarik Becak Motor, Ilyas, yang menjadi Korban Begal beberapa hari yang lalu di Kediamannya Jalan Asahan I, Kelurahan Belawan I, Selasa (18/7).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Begitu mendapat informasi seorang warga yang berprofesi sebagai Penarik Becak motor (Pebetor) menjadi korban begal, Wali Kota Medan Bobby Nasution langsung menginstruksikan jajaran Kecamatan Medan Belawan untuk mengunjungi korban di kediamannya Jalan Asahan I, Kelurahan Belawan I, Selasa (18/7/2023).

Adalah Ilyas (38), yang menjadi korban keganasan pelaku begal saat menunggu penumpang di kawasan Lorong Kenangan, Kecamatan Medan Belawan. Tragis, bahu kiri hingga dadanya terluka kena sabetan benda tajam saat berusaha melawan kawanan begal tersebut.

Apalagi, upayanya untuk melawan demi melindungi uang yang akan digunakannya untuk biaya daftar ulang sekolah anaknya. Naas, uang tersebut pun harus raib karena ayah empat orang anak itu tak kuasa melawan kekejaman pelaku kejahatan jalanan yang kini kian marak terjadi di wilayah Kota Medan.

Atas dasar itu lah, sesuai instruksi Bobby Nasution, Camat Medan Belawan Subhan Harahap mengunjungi korban. Saat ditemui, Ilyas turut bersama istri dan keempat orang anaknya yang masih kecil-kecil. Ilyas pun menceritakan kronologi kejadian pilu yang dialaminya tersebut.

“Saat menunggu penumpang, sekitar pukul 05.00 WIB, saya dihampiri tiga orang remaja yang membawa dua klewang dan satu balok. Mereka meminta uang untuk membeli rokok, ” kata Ilyas lirih mengingat kembali musibah yang menimpanya tersebut.

Awalnya, ungkap Ilyas, hanya dua orang, namun karena ia coba melawan akhirnya pelaku begal memanggil satu orang temannya. Bahkan, pelaku juga meminta ponsel korban yang selama ini juga digunakan anaknya untuk mengerjakan tugas sekolah.

“Saya melawan, kami sempat berkelahi. Sampai akhirnya saya kena hantam mereka. Handphone dan uang saya raib, Pak. Lalu, saya pun berteriak minta tolong dan didengar oleh warga. Kemudian mereka pergi lewat gang-gang kecil, ” terangnya sedih.

Sebagai wujud kepedulian, Subhan dalam kunjungan tersebut juga menyampaikan bantuan berupa tali asih kepada Ilyas dan keluarganya dari Bobby Nasution. Dengan harapan, apa yang diberikan bisa sedikit membantu mereka terutama untuk biaya daftar ulang sekolah anaknya.(mag-1/ram)

Bhabinkamtibmas Polsek Pulau Rakyat Asahan Berikan Imbauan Karhutla

IMBAUAN: Bhabinkamtibmas Polsek Pulau Rakyat Asahan saat memberikan imbauan Karhutla.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Antisipasi adanya kebakaran hutan dan lahan , Bhabinkamtibmas Polsek Pulau Rakyat, Polres Asahan sosialisasikan peraturan pemerintah tentang larangan untuk membakar hutan dan lahan yang dapat menyebabkan rusaknya ekosistem serta pencemaran udara, Kamis (20/07/2023).

Dalam kesempatan kali ini petugas bertujuan untuk mengimbau warga agar tidak ada yang membakar hutan dan lahan, Adapun beberapa yang disampaikan mengenai sanksi pidana karhutla, “Dengan Sengaja Membakar Hutan dan Lahan Di Ancam Pidana Penjara 15 Tahun dan Denda 5 Milyar Rupiah (Pasal 78 Ayat 3)”

Imbauan ini dilakukan untuk mencegah agar tidak munculnya titik api dan menekan tingkat bahaya Karhutla utamanya di Dusun IV Desa Pulau Rakyat Tua Kecamatan Pulau Rakyat Kabupaten Asahan. Selain itu, bahaya membuka hutan atau lahan dengan cara dibakar bisa merusak ekosistem, pencemaran udara, gangguan kesehatan dan juga ada sanksi hukuman pidana bagi masyarakat yang melakukan pembakaran hutan atau lahan.

Kapolsek Pulau Raja AKP M Harahap mengatakan adanya kegiatan ini serta berharap kepada masyarakat Dusun IV khususnya di Kecamatan Pulau Rakyat mengerti dan memahami betul apa yang disampaikan petugas tentang bahaya yang di timbulkan oleh kebakaran hutan.

“Kita berharap masyarakat memahami maksud dan tujuan imbauan ini. Sangat bahaya membakar hutan untuk membuka lahan,” ujarnya. (dat/ram)

Pembangunan Pusat Bisnis di Lanud Soewondo Merupaka Wacana Lama, yang Belum Terealisasikan

File/SUMUT POS TUTUP: Bandara Polonia Medan yang tidak lagi beroperasi. Lahan di eks bandara ini masih belum dipergunakan sejak ditutup. didiami TNI berjaga didepan gerbang masuk Bandara Polonia Medan, Kamis (25/7). Bandara Polonia resmi ditutup Rabu malam (24/7) pukul 23.59 WIB, namun masih banyak aktifitas dibandara Polonia tersebut, diantaranya beberapa jasa pengiriman barang (Cargo) masih beroperasi di Bandara itu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengamat Tata Kota, Rafriandi Nasution, menyebutkan bahwa Lanud Soewondo akan dijadikan pusat bisnis seperti Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta, sudah menjadi wacana sejak dulu. Namun, entah kapan realisasinya.

“Sudah lama itu direncanakan untuk dibangun semacam SCBD. Lanud Sowanolo pindah ke Hamparan Perak, untuk pengembangan kota lebih baik itu,” kata Rafriandi saat dikonfirmasi Sumut Pos, Kamis (20/7) malam.

Rafriandi menyarankan jangan pusat bisnis saja. Tapi, menjadi pusat pelayanan publik terpadu. Termasuk kantor Walikota Medan dipindahkan ke eks Bandara Polonia Medan itu.

“Bukan hanya pusat bisnis saja, tapi perkantoran. Kantor Walikota pindah kesitu. Dengan begitu jauh lebih strategis. Kantor Walikota pindah, Walikota bisa melakukan upaya hukum. Kantor Walikota tidak melanggar hukum, karena berada dipinggir sungai,” jelas Rafriandi.

Rafriandi menilai bila Lanud Soewondo dijadikan pusat pelayanan terpadu, terintegritas dengan pusat bisnis lebih baik lagi. Sehingga penataan lebih baik secara bisnis dan pemerintahan.

“Masa Walikota AS Rangkuti hingga Bakhtiar Jafar, sudah menetapkan master plane. bahwa kawasan selatan atau kawasan Johor itu, resapan air. Tidak bisa dibangun, bangun rapat, dan berjarak lebar. Dengan kawasan Johor itu, lihat sekarang banyak bangunan. Karena, menjadi sumber PAD jadi dibangun lah perumahan itu,” ucap Rafriandi.

Rafriandi mengatakan dalam pembangunan pusat bisnis di Lanud Soewondo harus melakukan kajian secara ilmiah dan tata kota. Jangan sampai bangunan tersebut, akan menambah Kota Medan terus dilanda banjir. Karena, pangakalan udara militer itu memiliki resapan air cukup luas.

“Infrastruktur bagaimana, sumber daya air bagaimana, resapan air. Jangan sampai mengakibatkan banjir lagi. Semua itu, harus dikaji juga secara keseluruhan untuk pembangunan tersebut,” jelas Rafriandi.(gus/ram)