31 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 1296

Pelaksanaan Operasi Patuh Toba, Personel Pasang Stiker di Kendaraan

PASANG: Kasat Lantas Polres Tebingtinggi AKP Dhoraria Simanjuntak memasang stiker imbauan tertib berlalulintas di kendaraan ketika pelaksanaan Operasi Patuh Toba.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2023, personel Satlantas Polres Tebingtinggi tidak melakukan penilangan kepada pengendara yang melanggar peraturan lalulintas.

Operasi Patuh Toba dilakukan secara humanis dengan memasang stiker keselamatan dalam bekendaraan di kendaraan bermotor baik sepeda motor, mobil pribadi, truk dan kendaraan lainnya.

Hal dilakukan personel Satlantas Polres Tebingtinggi ketika melaksanakan kegiatan Operasi Patuh Toba di wilayah hukum Polres Tebingtinggi tepatnya di Jalinsum Tebingtinggi Pematang Siantar Desa Pabatu, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Sergai dan Jalan Gatot Subroto Kota Tebingtinggi, Kamis (20/7/2023).

Kasat Lantas Polres Tebingtinggi, AKP Dhoraria Simanjuntak mengatakan bahwa kegiatan
dikmas publik address dilakukan pada lokasi rawan laka dan pelanggaran lalulintas.

“Kami mengimbau kepada pengguna jalan untuk berhati-hati, pakai helm saat berkendara dan patuhi rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan serta tetap utamakan keselamatan dari pada kecepatan,” paparnya.

Dijelaskannya, dalam operasi tersebut, personel Satlantas Polres Tebingtinggi juga memberikan bimbingan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat sebagai pengendara untuk tertib berlalu lintas dan pakai helm saat berkendara demi keselamatan di jalan.

“Satlantas Polres Tebingtinggi juga melaksanan pemasangan sticker imbauan tertib berlalulintas Operasi Patuh Toba 2023 di kendaraan,” tutup AKP Dhoraria Simanjuntak. (ian/ram)

Soal Pencabutan KKOP Lanud Soewondo, Pemko Medan Sebut Sudah Surati TNI AU

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengaku telah menyurati pihak TNI AU terkait permohonan untuk pencabutan secara resmi status Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Lanud Soewondo yang berada di kawasan Eks Bandara Polonia, Medan.

“Pemko Medan sudah menyurati TNI AU soal pencabutan KKOP (Lanud Soewondo) itu,” ucap Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (PKPCKTR) Kota Medan, Endar Sutan Lubis kepada Sumut Pos, Kamis (20/7/2023).

Ditanya kapan Pemko Medan menyurati TNI AU terkait pencabutan secara resmi KKOP di Lanud Soewondo, Endar tidak mengetahuinya secara pasti. Akan tetapi, Endar memastikan bahwa surat itu sudah dikirimkan belum lama ini.

“Baru-baru ini sudah disurati, tepatnya kapan saya kurang tahu, karena yang membuat draft suratnya itu BAPPEDA (Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah),” ujarnya.

Lantas, apa rencana Pemko Medan terhadap lahan Eks Bandara Polonia Medan apabila nantinya status KKOP secara resmi telah dicabut? Endar menjelaskan bahwa Pemko Medan tengah membahas hal itu secara intens.

Akan tetapi, bila berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Medan yang ada, maka kawasan tersebut akan dibangun sebagai lokasi pusat bisnis.

“Dari dulu kalau mengacu kepada RTRW dan RDTR, tentu kawasan Polonia itu akan dibangun sebagai pusat bisnis, hanya saja kan selama ini terhalang KKOP. Kalau KKOP sudah dicabut, tentu pembangunan disana bisa berjalan sesuai RTRW yang ada. Begitupun, kita masih terus membahas rencana pembangunan yang paling tepat di kawasan itu,” katanya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan, Rudiawan Sitorus, mendorong Pemko Medan untuk segera membangun kawasan Lanud Soewondo, khususnya saat nantinya status KKOP secara resmi telah dicabut dari kawasan Eks Bandara Polonia.

“Lebih cepat status KKOP dicabut dari Eks Bandara Polonia, maka akan semakin baik. Kita mendorong Pemko Medan untuk segera membangun kawasan Lanud Soewondo apabila status KKOP itu secara resmi telah dicabut,” ucap Rudiawan kepada Sumut Pos, Kamis (20/7/2023).

Untuk itu, kata politisi PKS tersebut, pihaknya mendukung segala upaya yang dilakukan Pemko Medan agar status KKOP bisa segera dicabut secara resmi dari Eks Bandara Polonia Medan. Termasuk dengan menyurati pihak TNI AU.

“Kalau belum disurati, ya segera lah disurati. Kalau sudah disurati, harapan kita surat tersebut dapat segera diproses agar pencabutan KKOP secara resmi di Eks Bandara Polonia bisa segera terwujud. Sebab, tentunya kita mau pembangunan di Kota Medan berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Kemudian, Rudiawan juga meminta Pemko Medan agar bergerak dengan cepat, khususnya dalam melakukan pembangunan di kawasan tersebut.

“Jangan sampai ada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang menguasai dan membangunan kawasan tersebut. Kita mau, Pemko Medan lah yang akan membangun kawasan tersebut,” pungkasnya.
(map/ram)

Meriahkan HBA ke-63, Kejari Medan Bersama Forwakum Gelar Donor Darah dan Bansos

BERSAMA: Kejari Medan dan Forwakum Sumut foto bersama penyerahan bansos dalam rangka HBA ke-63, Kamis (20/7/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menggandeng Forum Wartawan Hukum Sumatera Utara (Forwakum Sumut) menggelar donor darah. Kegiatan itu dalam rangka meriahkan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-63 dan HUT Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) ke-23, Kamis (20/7/2023).

Selain donor darah, Kejari Medan dan Forwakum Sumut juga menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa paket sembako ke Panti Asuhan Al-Jam’iyatul Washliyah di Jalan KL Yos Sudarso Nomor I, Kecamatan Medan Deli.

“Alhamdulillah, dalam memeriahkan Hari Bhakti Adhyaksa ke-63, Kejari Medan bersama Forwakum menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako ke Panti Asuhan Al-Jam’iyatul Washliyah di Jalan KL Yos Sudarso Nomor I, Kecamatan Medan Deli,” ujar Kajari Medan, Wahyu Sabruddin.

Dia berharap, pemberian bantuan sosial dan kegiatan donor darah ini dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Semoga bantuan yang kita berikan dapat bermanfaat. Dan kegiatan donor darah yang kita lakukan merupakan bentuk kepedulian sosial sesama untuk membantu saudara-saudara kita yang memerlukan darah, dan donor darah ini juga dapat menyehatkan bagi yang bersangkutan,” katanya.

Wahyu juga memberikan apresiasinya kepada Forwakum Sumut yang telah banyak membantu Kejari Medan dalam menjalin kemitraan.

“Saya mengapresiasi mitra terbaik kami yakni Forwakum Sumut yang telah banyak membantu Kejari Medan dalam hal pemberitaan. Kita berharap sinergitas antara Kejari Medan dan Forwakum tetap terus berlanjut dan terjaga dengan baik,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Forwakum Sumut Aris Rinaldi Nasution mengucapkan terima kasih kepada Kejari Medan dan jajarannya hingga saat ini masih tetap bersinergi dengan Forwakum dalam menggelar kegiatan bansos maupun kegiatan-kegiatan positif lainnya.

“Semoga kedepannya Kejari Medan dan Forwakum Sumut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat lebih luas. Selain itu, kita berharap agar Kejari Medan tetap konsisten dengan niat baiknya, agar masyarakat dapat merasakan, bahwa Kejari Medan juga peduli dengan masyarakat,” katanya.

Hadir dalam kegiatan itu yakni Kasi Intel Kejari Medan Simon, Kasi Pidsus Mochamad Ali Rizza, Kasi Pidum Faisol, Kasi Datun Ricardo Marpaung, Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan (PB3R) Ida Mustika Napitupulu, Kasubagbin Henri Sirait dan para pengurus Forwakum Sumut. (man/ram)

Soal Keberatan Warga Jalan Sampali Atas Rencana Pelebaran Drainase, Komisi IV Segera Gelar RDP

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan, Dedy Aksyari Nasution ST mengaku akan segera memfasilitasi keluhan warga Jalan Sampali, Kelurahan Pandau Hulu II, Kecamatan Medan Area yang mengaku keberatan atas rencana pelebaran parit atau drainase di Jalan Sampali.

“Tentang adanya rencana pelebaran parit di daerah tersebut dari Pemerintah Kota Medan, saya melalui Momisi IV DPRD Medan akan mencoba menginisiasi dan mencari solusi dari permasalahan tersebut,” ucap Dedy Aksyari kepada Sumut Pos, Kamis (20/7/2023).

Untuk itu, politisi Partai Gerindra tersebut mengatakan bahwa pihaknya akan segera mempertemukan kedua belah pihak dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP). Dalam RDP tersebut, Komisi IV berencana untuk menghadirkan kedua belah pihak, baik itu warga Jalan Sampali maupun pihak Pemko Medan melalui Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK).

“Kita akan segera panggil kedua belah pihak, baik warga maupun Dinas SDABMBK untuk duduk bersama dalam RDP. Nantinya, kita akan sama-sama mencari solusi dari permasalahan tersebut. Kalau sudah duduk bersama, InsyaAllah ada solusinya,” ujarnya.

Dedy menuturkan, rencana pelebaran drainase tersebut sesungguhnya merupakan upaya nyata dari Pemko Medan dalam mengatasi masalah banjir di Kota Medan. Mengingat, masalah penanganan banjir merupakan salah satu dari lima program prioritas Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

“Dan kita ketahui, pembangunan harus tetap berjalan. Harapan kita seluruh elemen bisa mendukung rencana pembangunan yang dilakukan Pemko Medan, apalagi bila tujuannya untuk membuat Kota Medan terbebas dari banjir,” katanya.

Akan tetapi, sambung Dedy, pemerintah juga perlu untuk melihat dampak lainnya dari pembangunan yang dilakukan, baik itu dari sisi sosial maupun ekonomi.

“Tetapi pemerintah juga harus melihat dampak sisi sosial dan ekonominya. Nantinya, kita akan mencoba mencari solusi yang terbaik atas masalah ini,” pungkasnya.

Seperti diketahui, warga Jalan Sampali, Kelurahan Pandau Hulu II, Kecamatan Medan Area mengaku keberatan atas rencana pelebaran parit atau drainase di Jalan Sampali. Pasalnya, pelebaran parit akan mempersempit Jalan Sampali.

Apalagi diketahui, penyempitan jalan tersebut akan merubah sistem ‘dua arah’ di Jalan Sampali menjadi ‘satu arah’. Sehingga, warga khawatir akan sangat berdampak secara sosial maupun ekonomi, mengingat banyaknya pelaku UMKM di kawasan tersebut.
(map/ram)

Bangkitkan Semangat Makmurkan Masjid Melalui Masjid Mandiri, Wujudkan Muslim Maju & Religius

BANTUAN: Wali Kota Medan Bobby Nasution menyerahkan bantuan  saat menghadiri Pengajian Akbar 1 Muharram 1445 H/2023 M di Masjid Jannatul Alim Jalan Pancasila, Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai, Rabu (19/7/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Program Masjid Mandiri menjadi salah satu upaya Pemko Medan untuk kian membangkitkan kembali semangat umat Muslim dalam memakmurkan masjid. Di samping itu juga guna menguatkan ukhuwah Islamiyah antar sesama umat sehingga terwujudnya Muslim yang maju dan religius.

Demikian disampaikan Wali Kota Medan Bobby Nasution saat menghadiri Pengajian Akbar 1 Muharram 1445 H/2023 M di Masjid Jannatul Alim Jalan Pancasila, Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai, Rabu (19/7/2023).

Bobby Nasution mengungkapkan, tema pengajian akbar “Penguatan Potensi Umat Islam Menuju Masyarakat Yang Maju & Religius” yang diusung dapat dan harus menjadi semangat bersama. Terlebih, di tengah kemajuan zaman dan peradaban.

“Secara pribadi, saya mengapresiasi pengajian akbar ini. Apalagi, tema yang diusung. Artinya, kedua hal itu yakni religius dan maju termasuk secara pemikiran bisa kita dapatkan secara bersamaan, ” kata Bobby Nasution.

Di hadapan jamaah pengajian yang didominasi kaum ibu tersebut, Bobby Nasution selanjutnya mohon doa agar pembangunan Islamic Center di Medan Labuhan bisa berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Nantinya, kehadiran Islamic Center bisa digunakan untuk ragam kegiatan keagamaan bagi masyarakat Kota Medan.

“Setelah pembangunan fisik, PR kita selanjutnya adalah pembangunan non fisik. Artinya, kegiatan yang akan mewarnai Islamic Center harus diperkuat. Dengan demikian, kehadirannya benar-benar memberikan manfaat secara luas dan bisa dirasakan,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Bobby Nasution juga menyerahkan bantuan bagi sejumlah BKM di wilayah Medan Denai masing-masing Rp10 juta. Ada pun BKM yang menerima bantuan yakni BKM Jannatul Alim, BKM Silaturahim, BKM Istiqomah dan BKM Ar Rohmatul Hidayah.

Hadirnya orang nomor satu di Pemko Medan ini mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Dengan senang hati, Bobby Nasution juga menyanggupi permintaan swafoto yang ditujukan padanya. Sebelum meninggalkan lokasi, Bobby Nasution dan jamaah lebih dulu melaksanakan Salat Ashar berjamaah. (rel)

Sepatu Roda Sumut Bakal Try Out ke Taiwan

KETERANGAN: Wakil Ketua Bidang Prestasi Porserosi Sumut, Juanda Prasetyo didampingi Pelatih Pandji Prasetio saat memberi keterangan di Posko Publikasi PON 2024 wilayah Sumut, Kamis (20/7). (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Persatuan Olahraga sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Sumatera Utara cuma berani menargetkan tiga medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh – Sumut 2024. Target tersebut tidak jauh berbeda dari raihan pada PON Papua 2021 lalu yang hanya meraih dua perak.

Target tersebut diucapkan Pelatih sepatu roda Sumut, Pandji Prasetio mewakili Pengprov Porserosi Sumut. Target tersebut tidak terlepas dari sarana yang belum mumpuni. Selama ini, para atlet latihan di lapangan sepatu roda Dispora Sumut.

“Jadi belum bisa pastikan medalinya apa. Dari 24 nomor, tidak bisa semua diikuti karena belum dapat atlet nomor spesialisasi. Kondisi lapangan juga kurang baik,” kata Pandji Prasetio di Posko Publikasi PON 2024 wilayah Sumut, Kamis (20/7).

Dijelaskan Pandji, target tiga medali diincar dari 24 nomor perlombaan di PON 2024. Pihaknya hanya fokus di 8 nomor perlombaan. Mulai dari ITT Sprint 100M, ITT Flying Sprint 200M, DTT Sprint 500M+D, Sprint 500M+D, Sprint 1000M dan Speed Slalom. “Dua lagi itu di nomor beregu. Ada Team Sprint 500M+D dan Relay 3000M,” katanya.

Dari 8 nomor tersebut, sepatu roda mengandalkan tiga atlet terbaiknya. Dari disiplin freestyle, Daniel Gasita jadi andalan karena berada di peringkat 1 nasional. Selanjutnya, Aulia Abdul Gafar yang merupakan peringkat 5 Kejurnas 2022. Lalu M Khadafi peringkat 3 Sprint 500M Kejurnas 2022. “Beregu juga jadi andalan karena selalu masuk final. Mulai PON 2021 dan Kejurnas ada di final,” jelasnya.

Untuk meningkatkan kualitas aletnya, Porserosi Sumut akan mengadakan try out dengan mengikuti kejuaraan di Taiwan pada 27-30 Juli 2023. “Kami mau mereview hasil latihan dari Januari sampai Juni, bagaimana tekanan mental atlet, itu yang utama kami cari. Bukan cari juara di sana. Sebenarnya dari jadwal bisa try out ke Papua, tapi anggaran ke sana terbatas,” jelasnya.

Sementara Wakil Ketua Bidang Prestasi Porserosi Sumut, Juanda Prasetyo menjelaskan, saat ini Perserosi Sumut menyiapkan 16 atlet terbaiknya untuk PON 2024. Rinciannya, 14 atlet (7 putra dan 7 putri) untuk disiplin speed dan 2 atlet (putra dan putri) disiplin freestyle. Mereka menjalani latihan 10 sesi selama seminggu.

“Empat sesi latihan sore di Dispora Sumut setiap Senin, Rabu, Jumat dan Minggu. Kemudian enam sesi lagi latihan pagi dan sore di Gym setiap Selasa, Kamis dan Sabtu,” kata Juanda.

Pihaknya masih terus memperjuangkan untuk melengkapi slot tersisa hingga 24 atlet. Mereka juga berharap agar pertandingan sepatu roda dimainkan di Sumut. “Sepatu roda tandingnya di Aceh. Besar harapan kami pindah ke Sumut. Kami juga masih mencari atlet untuk tim pelatda agar melengkapi kuota 24 atlet. Itu kuota dari PB untuk tuan rumah. Kami terus menggodok untuk mendapatkan slotnya,” sambungnya.

Adapun 16 atlet sepatu roda Sumut, yakni Aulia Abdul Gafar, M Khadafi, M Lufti, Khansa Fazian Oneal, Daniel Gasita Firmansyah, Allan Chandra M, M Fakhri, M Dzaky Almaira, Khansa Nayra Q, Zahra Nabila, Ghinayal Alifa Amri, Laura Ivana Tesalonika, Vania Atika Putri, Tiara Hayyu S, Maghfira Gustina dan Khalisa Putri A.

Mereka diasuh empat pelatih, yakni Dewantara Pandji Prasetyo, Denta Iswara Kiranasari, Fahmi F Ramadhan dan Lucia Mulyaningsih.

Sebelumnya Suchyar Munir selaku Wasping sepatu roda dari KONI Sumut mengatakan, lapangan sepatu roda akan direnovasi tahun ini. “Terima kasih kepada Dispora Sumut yang akan merenovasi lapangan sepatu roda Sumut. Semoga nantinya bisa digunakan maksimal untuk menghasilkan atlet terbaik,” katanya. (dek)

Hadi Tjahjanto Optimis Karate Sumut Bakal Lebih Berjaya

BERSAMA: Ketua Umum PB FORKI Hadi Tjahjanto didampingi Wagubsu Musa Rajekshah, Ketua Umum KONI Sumut John Ismadi Lubis dan Ketua Umum Pengprov FORKI Sumut DR H Rahmat Shah bersama pengurus FORKI Sumut periode 2022-2026. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (Pengprov FORKI) Sumatera Utara periode 2022-2026 diprediksi mampu membawa karate Sumut lebih berjaya. Pasalnya kepengurusan tersebut dinilai memiliki potensi dan lebih berpengalaman.

Hal itu dikatakan Ketua Umum PB FORKI Hadi Tjahjanto saat melantik Pengprov FORKI Sumut periode 2022-2026 di Internasional Hall “Rahmat” Wildlife Museum & Gallery, Medan, Kamis (20/7/2023). “Saya yakin Pak Rahmat Shah yang telah berpengalaman memimpin FORKI Sumut akan mampu membawa karate Sumut lebih berjaya,” ujar Hadi Tjahjanto.

Menteri ATR/BPN RI ini berpesan kepada pengurus FORKI Sumut yang baru dilantik segera melakukan konsolidasi. Kemudian melakukan evaluasi terhadap permasalahan yang terjadi.

“Saya ingin pengurus yang baru dilantik tetap menjaga kebersamaan dan menyelesaikan konflik. Jangan karena ego pribadi, atlet menjadi korban. Saya yakin kepengurusan yang baru dilantik bisa membawa kejayaan bagi karate Sumut dan meraih medali terbanyak di PON 2024 nanti,” pesannya.

Mantan Panglima TNI ini juga berharap agar atlet karate Sumut tampil pada Kejurnas Pra PON pada Agustus mendatang, OSN SMA, hingga Popnas 2023. “Itu merupakan ajang uji coba dan evaluasi bagi atlet Sumut. Semoga karate Sumut bisa meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional,” harapnya.

Ketua Umum Pengprov FORKI Sumut DR H Rahmat Shah dalam sambutannya menekankan tentang kebersamaan pengurus. Dia mengakui menjadi pengurus olahraga butuh pengorbanan waktu, materi, hingga perasaan.

“Kita semua harus berperan menjaga kebersamaan. Kita harus kerja keras, disiplin, dan fokus untuk meraih prestasi. Dengan kebersamaan, kita bisa membawa FORKI Sumut meraih prestasi,” pesan Rahmat Shah.

Sedangkan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah mengucapkan selamat kepada pengurus FORKI Sumut yang telah dilantik. Dia juga mengaku menjadi pengurus olahraga tidak gampang, butuh pengorbanan waktu, materi, dan perasaan. “Untuk itu perlu kebersamaan. Dalam organisasi tidak bisa sendiri-sendiri,” ungkap Wagubsu.

Wagubsu menegaskan, Sumut memiliki harapan menjadi terbaik pada PON 2024. Khusus untuk karate, bisa menjadi juara umum. Untuk mewujudkan harapan itu, Pemprovsu sedang berupaya membangun sarana dan prasarana dalam menunjang prestasi Sumut.

“Dengan sarana dan prasarana yang memadai, Sumut diharapkan menjadi gudang atlet, bukan hanya nasional, tapi internasional. Kita juga berharap karate agar lebih berjaya dari sebelumnya,” harapnya.

Sementara Ketua Umum KONI Sumut John Ismadi Lubis memuji persiapan FORKI Sumut dalam menghadapi PON 2024. Bahkan, John menilai atlet karate Sumut sudah siap menghadapi PON.

“Kami bangga karena atlet karate paling siap dari cabang olahraga lain. Hampir semua atlet karate sudah menjalani Pelatda dari tahun lalu,” ungkap John.

John juga mengakui karate menjadi salah satu tumpuan Sumut pada PON 2024 mendatang. Bahkan, John berharap agar karate Sumut menjadi juara umum di PON 2024. “Selama ini kita berada di posisi kedua dan ketiga. Untuk PON 2024 mendatang kita harus menjadi juara umum,” tandasnya.

Dalam memimpin FORKI Sumut periode 2022-2026, Rahmat Shah didampingi Ketua Harian Hasrul Benny Harahap, Sekretaris Umum Zulkarnaen Purba, Bendahara Umum Alamin Syahputra Pelis, dan dibantu bidang-bidang lainnya. Pelantikan ini dihadiri Wakil Sekjen PB FORKI Sapriadi SIP MSi, mewakili Pangdam I/BB, pengcab, perguruan dan undangan lainnya. (dek)

Lagi, PDIP Panggil Dua Kader Usai Bertemu Prabowo, Kemarin Effendi, Kini Giliran Budiman

Budiman Sudjatmiko dengan Prabowo Subianto

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ada dua kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang dipanggil oleh pimpinan pusat. Bila kemarin-kemarin ada Effendi Simbolon, kini ada Budiman Sudjatmiko.

Sebagaimana diketahui, PDIP sudah punya bakal calon presiden sendiri yakni Ganjar Pranowo. Maka idealnya, semua kader partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri juga mendukung Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024.

Effendi Simbolon sempat kenap masalah soal ini. Effendi yang juga Ketua Umum Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) mengundang Prabowo Subianto hadir dalam acara pembukaan PSBI di Hotel Arya Duta di Gambir, 7 Juli 2023. Pada momen ini, Effendi mengucap kalimat yang bikin dia dipanggil partainya.

“Kalau saya pernah menyampaikan, saya melihat seyogyanya yang bertarung sekarang itu ada Prabowo-Prabowo yang setara gitu, jadi kelasnya itu sama, kelas-kelas kalau ada 3 ada 4, ya sekelas Prabowo lah,” kata Effendi usai acara pembukaan PSBI di Hotel Arya Duta, Gambir, Jumat (7/7).

“Tadi kan pertanyaannya, pertanyaan saya pribadi, kepada saya pribadi. Saya secara jujur berharap Indonesia dinahkodai oleh pemimpin yang punya kehandalan,” imbuh Effendi.

PDIP kemudian meminta klarifikasi ke Effendi Simbolon langsung. Bahkan sempat ada isu mencuat, Effendi mau pindah partai. Isu pindah partai itu dibantah oleh PDIP. Singkat cerita, 10 Juli 2023, klarifikasi dilakukan oleh PDIP terhadap Effendi di Kantor DPP, Menteng, Jakarta Pusat. Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP ‘memeriksa’ Effendi.

Kata elite PDIP, Effendi masih taat partai. Effendi dinyatakan mendukung Ganjar, bukan Prabowo. Ini disampaikan Hasto Kristiyanto selaku Sekretaris Jenderal PDIP, usai klariikasi itu.

Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediaman Prabowo sendiri, yakni di bilangan Jakarta Selatan, 18 Juli 2023 kemarin. Dia mengucapkan kalimat berbau harapan kepemimpinan Indonesia ke Prabowo Subianto.

“Saya berharap Pak Prabowo sehat, teruskan tugas, tunaikan tugas. Dan saya ingin orang Indonesia layak untuk mendapatkan orang terbaik, salah satunya Pak Prabowo,” kata Budiman dalam konferensi pers di kediaman Prabowo, Selasa (18/7).

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengaku memiliki banyak persamaan pandangan dengan Budiman. Hal ini disampaikan usai pertemuan tertutup selama 2 jam.

“Kita tadi cukup lama berdiskusi banyak hal-hal yang kita banyak persamaan, visi, persamaan pandangan,” ujar Prabowo dalam jumpa pers.

Bereaksi atas gerak-gerik kadernya yang merupakan mantan Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD) itu, PDIP berencana memanggilnya. Adalah Dewan Kehormatan PDIP yang akan memanggil Budiman. (jpc/dtk/azw)

7 Anggota Bawaslu Sumut Periode 2023-2028 Dilantik

PELANTIKAN BAWASLU SUMUT: Porses pelantikan tujuh anggota Bawaslu Sumut Periode 2023-2028 di Jakarta, Senin (17/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Rahmat Bagja resmi melantik 7 anggota Bawaslu Provinsi Sumut Periode 2023-2028 di Jakarta, Senin (17/7) kemarin. Pelantikan ini, setelah dilakukan tahapan seleksi rekrutmen anggota Bawaslu Sumut, yang dilakukan Tim Seleksi (Timsel).

Ketujuh anggota Bawaslu Sumut, yang dilantik itu, adalah Johan Alamsyah, Joko Arief Budiman, M Aswin Diapari Lubis, Payung Harahap, Romson Poskoro Purba, Saut Boangmanalu, dan Suhadi Sukendar Situmorang.

“Sudah, kemarin malam (Senin 17 Juli 2023),” aku anggota Bawaslu Sumut, Payung Harahap dengan singkat saat dikonfirmasi Sumut Pos, melalui pesan WhatsApp, Rabu (19/7).

Dalam arahan dan bimbingannya, Ketua Bawaslu Rahmat Bagja dalam arahannya, mengatakan bahwa Sumut ini, dinamika kepemiluan sangat tinggi. Juga menjadi sorotan Bawaslu RI, jelang tahun politik 2024 ini.

“Bapak-Bapak yang pada hari ini dilantik kami ingatkan Sumut memang beda. Pertama, daerah pemilihan (dapil) agak banyak, kemudian juga daftar pemilih tetap (DPT)-nya. Jadi bapak dilantik dengan kondisi DPT yang banyak dan masalah yang juga banyak,” kata Bagja dalam keterangan tertulis diterima.

Selain itu, dia juga mengingatkan agar anggota terlantik langsung bekerja pada saat ini juga terutama dalam rekrutmen anggota Bawaslu Kabupaten/Kota di Provinsi Sumut. Bagja mengungkapkan bahwa dalam rekrutmen ini, ada daerah yang masih meninggalkan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama-sama.

Untuk itu, Bagja mengajak kepada Anggota Bawaslu Provinsi Sumut yang terlantik agar meningkatkan kekompakan dan koordinasi antardivisi.

Bagja menjelaskan dengan adanya dua petahana yang terlantik dapat menularkan dan melakukan transformasi bagaimana menjalankan tugas fungsi sebagai anggota Bawaslu Provinsi Sumut.

“Begitu juga yang dari Bawaslu kabupaten/kota, kami harapkan bisa bekerja sama pada hari ini juga. Kenapa demikian, karena tahapan masih berlangsung. Tahapan seleksi Bawaslu kabupaten/kota, tahapan daftar calon tetap (DCT), proses perbaikan; itu masih berlangsung,” sebut Bagja.

“Kemudian, dalam persiapan untuk melakukan proses-proses sengketa, penanganan pelanggaran, dan proses pelantikan lagi, masih harus dilakukan. Inilah yang akan bapak lakukan dan juga penuhi tanggung jawabnya terhadap seluruh proses yang ada,” tandas Bagja. (gus/azw)