28 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 1305

Pelindo 1 Berikan Bantuan Sembako kepada Korban Kebakaran di Medan Belawan

BANTUAN : Manager Umum PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Belawan Khairul Ulya, memberikan bantuan sembako kepada Korban kebakaran di Lingkungan 13 dan 14 Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Senin (17/07/2023).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 memberikan bantuan sembako berupa beras, dan bahan makanan serta air minum untuk warga yang terdampak peristiwa kebakaran di Lingkungan 13 dan 14 Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan.

Manager Umum PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Belawan Khairul Ulya mengatakan, tim tanggap darurat Pelindo Grup sejak Sabtu (17/08/2023) pagi mendistribusikan sembako untuk warga yang terdampak kebakaran yang menelan kerugian puluhan juta itu.

“Bantuan sembako diserahkan kepada Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Medan Belawan di Musala Al-Hikmatul Hasanah Lingkungan 13 dan 14 Kelurahan Belawan I sebagai posko untuk tempat penampungan sementara bantuan kebakaran,” kata dia dalam keterangan tertulis di Medan, Senin (17/7/2023).

“Peristiwa kebakaran itu terjadi di lokasi yang berdekatan dengan wilayah operasi Pelindo. Banyak warga masyarakat yang terdampak, yang terdiri dari 12 (dua belas) Kepala Keluarga dan 47 (empat puluh tujuh) jiwa dan kami berkepentingan membantu warga di situasi darurat seperti ini,” ujarnya.

Selain itu, seperti disebutkan Khairul Ulya, begitu mengetahui insiden tersebut Pelindo Regional 1 Belawan turut menurunkan mobil PMK 04 untuk membantu proses pemadaman api pada Jumat (14/07/2023) sekitar Pukul. 03.00 WIB.

Dalam melakukan kegiatannya, tim tanggap darurat Pelindo berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk dengan Kecamatan Medan Belawan.

Khairul Ulya menambahkan, bantuan tanggap darurat yang didistribusikan itu diharapkan dapat membantu warga untuk memenuhi kebutuhan logistik warga di posko pengungsi untuk beberapa hari ke depan.(mag-1/ram)

Pemko Medan Gelar Turnamen Trantibum, Pererat Kolaborasi Guna Semakin Terciptanya Keamanan

FOTO BERSAMA: Wali Kota Medam Bobby Nasution foto bersama dalam kegiatan Turnamen Trantibum yang digelar Pemko Medan dalam memperebutkan piala Wali Kota di Stadion Teladan Medan, Minggu (16/7/2023) malam 

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai wujud kolaborasi pemerintah daerah dengan aparatur penegak hukum, Pemko Medan menggelar Turnamen Trantibum di Stadion Teladan Medan, Minggu (16/7/2023) malam. Turnamen Trantibum ini diharapkan dapat  mempererat hubungan antar stakeholder guna semakin menciptakan rasa aman, nyaman dan ketertiban umum bagi masyarakat kota Medan.

Turnamen Trantibum yang dibuka oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution ini diikuti empat kesebelasan yakni PS Pemko Medan, PS TNI, PS Polri dan PS Kejaksaan. Hadir sejumlah unsur Forkopimda Kota Medan diantaranya Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda, Dandim 0201/Medan Kol Inf Ferry Muzawwad, Kapolres Belawan AKBP Josua Tampubolon, Kajari Medan dan sejumlah pimpinan Perangkat Daerah dilingkungan Pemko Medan.

Dalam Turnamen Trantibum memperebutkan  Piala Wali Kota Medan ini pertandingan awal mempertemukan PS Pemko Medan melawan PS Kejaksaan.  Tim PS Pemko Medan yang dikapteni Bobby Nasution berhasil menang dengan skor 2 -0. Salah satu gol PS Pemko Medan dicetak oleh Bobby Nasution melalui tendangan pinalti.

Kemudian pertandingan  dilanjutkan dengan PS Polri melawan PS TNI. Meskipun turnamen ini merupakan pertandingan persahabatan namun setiap kesebelasan menampilkan skill dan kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar. Pertandingan PS Polri melawan PS TNI dimenangi oleh PS Polri melalui adu pinalti.

Dijelaskan Bobby Nasution sebelum dimulainya turnamen, pertandingan sepak bola persahabatan ini merupakan sarana untuk memperkuat kolaborasi antar stakeholder di kota Medan guna semakin terciptanya rasa aman, tertib dan nyaman bagi masyarakat.

“Masalah kerawanan Kamtibmas akhir- akhir ini menjadi fokus kita bersama terutama aparat keamanan yang menjadi garda warga kota Medan. Oleh sebab itu melalui pertandingan ini mari kita perkuat kolaborasi agar permasalahan yang terjadi ini dapat kita atasi bersama,” jelas Bobby Nasution.

Bobby Nasution menambahkan di momentum ini kita mengajak stakeholder agar  berkolaborasi aktif bertugas penuh loyalitas dan dedikasi bagi Masyarakat , hindarkan ego – ego sektoral sesama penegak hukum, penegak keamanan, ketentraman dan

ketertiban. Artinya turnamen ini diharapkan semakin erat kolaborasi kesatuan gerak bagi seluruh stakeholder.

Selanjutnya dalam Turnamen Trantibum ini PS Pemko Medan meraih juara pertama, PS Polri meraih juara Kedua dan juara ketiga diraih PS TNI sedangkan PS Kejaksaan mendapatkan juara keempat. Masing-masing juara mendapatkan hadiah seekor kambing dan medali serta uang tunai. Selain itu Bobby Nasution juga dinobatkan sebagai the best player dalam turnamen ini dan Kapoltabes sebagai top skor. (rel)

Anggota Bawaslu Sumut Tidak Ada Keterwakilan Prempuan

Nama 7 calon anggota Bawaslu Sumut periode 2023-2028.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 7 calon Anggota Bawaslu Provinsi Sumut masa jabatan 2023-2028, lulus uji kelayakan dan kepatutan, yang diumumkan oleh Bawaslu RI, Tertanggal 16 Juli 2023.

Pengumuman tersebut, berdasarkan nomor : 492/KP.01.00/K1/07/2023. Yang ditandatangani oleh langsung oleh Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja.

“Ya (benar), sesuai dengan pengumuman resmi, nama tujuh nama tersebut,” kata Ketua Tim Seleksi (Timsel) Calon Anggota Bawaslu Sumut, Dr Faisal Akbar Nasution saat dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (17/7).

Sedangkan pelantikan ketujuh calon anggota Bawaslu Sumut itu, Faisal menjelaskan belum menerima informasi terbaru. Pihaknya, menunggu kabar dari Bawaslu RI.

“Soal pengumuman belum tahu kapan pelantikan. Menunggu dari Jakarta (Bawaslu RI),” ucap Faisal.

Namun, dalam pengumuman 7 calon anggota Bawaslu Sumut, yang menjadi sorotan, tidak ada satu pun keterwakilan perempuan.

Faisal mengaku saat menyerahkan tahap terakhir 14 nama calon anggota Bawaslu Sumut, ada dua calon keterwakilan perempuan, yakni Erina Kartika Sari dan Timo Dahlia Daulay.

“Tidak ada (nama perwakilan prempuan yang lulus). Dari 14 orang, dua orang perempuan (diajukan ke Bawaslu Ri),” jelas Faisal.

Berdasarkan Undang-undang Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu Umum, juga membahas terkait dengan keterwakilan perempuan dalam tahapan rekrutmen calon anggota penyelanggara pemilu sebesar 30 persen dari jumlah laki-laki mendaftar.

Undang-undang No 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu pada Pasal 92 ayat 11 berbunyi Komposisi keanggotaan Bawaslu, Bawaslu Provinsi, dan Bawaslu Kabupaten/Kota memperhatikan keterwakilan perempuan paling sedikit 30 persen.

“Tidak ada prempuan mungkin kebijakan mereka (Bawaslu RI). Yang penting kami sudah sampaikan dua calon perempuan dari 14 nama yang kami sampaikan itu,” tutur Faisal.

Faisal mengungkapkan bahwa tugas mereka sebagai Timsel calon anggota Bawaslu Sumut periode 2023-2028, sudah selesai. Setelah 14 nama disampaikan atau dikirim ke Bawaslu RI.

“Artinya, tugas kami sudah selesai mengantarkan dan keputusan ada ditangan Bawaslu RI. Kami tidak bisa melakukan protes,” ucap Faisal.

Berikut nama-nama hasil uji kelayakan dan kepatutan calon Anggota Bawaslu Sumut Periode 2023-2028:

1.Johan Alamsyah
2.Joko Arief Budiman
3.M.Aswin Diapari Lubis
4.Payung Harahap
5.Romson Poskoro Purba
6.Saut Boangmanalu
7.Suhadi Sukendar Situmorang (gus/ram)

Bupati Dairi Berangkatkan Warga Penderita Tumor di Kaki Berobat Ke RSCM Jakarta

BINCANG: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu berbincang dengan, Widia Oktavia Sibarani saat hendak diberangkatkan ke RSCM Jakarta di RSUD Sidikalang.Istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Kepala Dinas Sosial, Charles Bancin serta Ketua Yayasan Kanker Indonesia Cabang Dairi, Ny Romy Mariani Simarmata memberangkatkan, Widia Oktavia Sibarani warga Desa Kabanjulu, Kecamatan Lae Parira berobat ke RSCM Jakarta, Sabtu (15/7/2023).

Widia diagnosa menderita penyakit tumor jinak dibagian kakinya.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Dairi, Anggara Sinurat, Senin (17/7/2023) mengatakan, sebelum berangkat, Bupati dan jajaran melakukan doa pemberangkatan yang dipimpin Pastor RP Eligius Ipong Suponidi, O.Carm dari Gereja Katolik Santa Maria Pertolongan Orang Kristen (MPOK) Sidikalang.

“Pada pemeriksaan medis awal, Widia diagnosa menderita penyakit kaki gajah. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, Widia diketahui menderita tumor jinak di bagian kakinya,” ujarnya.

Dalam pesannya, Bupati Dairi, Eddy KA Berutu menyampaikan, agar fokus pada penyembuhan selama menjalani penanganan di Jakarta.

“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi, akan memperhatikan serta memberi pelayanan selama menjalani pengobatan di Jakarta,” ujar Bupati.

Eddy menyebut, tindaklanjut penanganan medis lanjutan terhadap, Widia di RSCM Jakarta, kolaborasi banyak pihak.

Sementara Ketua Yayasan Kanker Indonesia cabang Dairi, Ny Romy Mariani Simarmata, mendoakan kesembuhan, Widia selama menjalani pengobatan di Jakarta.

“Penanganan lanjutan ini atas respon semua pihak memberi perhatian khusus dan bergerak menyelesaikan masalah sosial ini,” ungkapnya.(rud/ram)

Kecamatan Medan Marelan Bagikan Bendera Merah Putih Kepada Pengguna Jalan

BENDERA : Camat Medan Marelan Anshari Hasibuan, membagikan bendera Merah Putih Kepada Masyarakat di Jalan Marelan Raya, Kelurahan Tanah 600, Kecamatan Medan Marelan, Jumat (14/07/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tiga Pilar dari Kecamatan Medan Marelan mengadakan giat Gerakan Nasional Pembagian Bendera Merah Putih kepada pengguna jalan yang melintas di Jalan Marelan Raya, Jumat (14/7/2023).

Camat Medan Marelan, Anshari Hasibuan, S.STP., M.SP., menyampaikan bahwa pelaksanaan giat Gerakan Nasional Pembagian Bendera Merah Putih ini dilakukan guna meningkatkan semangat nasionalisme.

“Kami lakukan ke masyarakat untuk menggugah rasa cinta Tanah Air dan meningkatkan semangat Nasionalisme seluruh masyarakat Indonesia dan Medan Marelan khususnya,” ucap Camat Medan Marelan.

Usai laksanakan kegiatan Gerakan Nasional Pembagian Bendera Merah Putih, Camat Medan Marelan yang didampingi Lurah Tanah Enam Ratus Agung Satria beserta rombongan Tiga Pilar melanjutkan dengan menjalankan Program SALING (Sapa Lingkungan) kunjungan ke seorang Lansia atas nama Suanik (81) warga yang beralamat Jl. Marelan VII Lingkungan V Kelurahan Tanah Enam Ratus.

Kami menjalankan Program dari Bapak Wali Kota Medan ini dimana tujuan Program Saling (Sapa Lingkungan) adalah sebagai media buat pemerintah menjalin silaturahmi, membangun komunikasi dan menyerap aspirasi warga,” jelas Lurah Tanah Enam Ratus.

Masyarakat khususnya warga di Kecamatan Medan Marelan sangat mengapresiasi Program SALING (Sapa Lingkungan) yang dilakukan Camat Medan Marelan dan Lurah Tanah Enam Ratus beserta rombongan Tiga Pilar, warga berharap program Saling terus berjalan agar mempererat kekeluargaan antara warga dan pemimpin daerahnya.(mag-1)

Peringati HUT Kemerdekaan RI, Pemko Tebingtinggi Akan Gelar Turnamen Futsal Friensdhip

KUNJUNGAN: Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani ketika menerima kunjungan Tim Turnamen Fustsal antar OPD.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka memeriahkan peringatan HUT RI ke-78 tahun, Pemerintah Kota Tebingtinggi akan menggelar turnamen futsal friendship antar OPD di lingkungan Pemko Tebingtinggi.

Hal tersebut disampaikan oleh Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani ketika menerima silatuhrami panitia turnamen futsal antar OPD di Gedung Balai Kota Jalan Sutomo, Kota Tebingtinggi, Jumat (14/7/2023).

Syarmadani menyambut baik dan mengapresiasi rencana panitia dalam memeriahkan peringatan HUT kemerdekaan RI ke+78 tahun. Sebab, hal tersebut dapat menjalin kebersamaan dan kekompakan antar OPD serta membuat tubuh menjadi sehat.

Terkait rencana kegiatan tersebut, Syarmadani mengharapkan panitia agar dapat berkoordinasi dengan dengan pihak-pihak terkait sehingga kegiatan dapat berjalan baik dan lancar.

“Koordinasi dengan Dinas Kesehatan. Lain dari itu, antisipasi keamanan dengan pihak Kepolisian, menghindari hal yang tidak kita inginkan, lebih baik kita mengambil langkah hati-hati dari pada kita kecolongan. Untuk keamanan internal, dapat berkoordinasi dengan Satpol PP. Dan saya akan berusaha hadir bila tidak ada kegiatan diwaktu tersebut,” ujar Syarmadani.

Syarmadani juga meminta Dinas Kominfo untuk mempublikasikan rencana kegiatan ini, sehingga diharapkan semua OPD di lingkungan pemerintah Kota Tebingtinggi dapat mengetahuinya.

“Kepada Dinas Kominfo, kegiatan turnamen futsal friendship ini tolong di sebarluaskan melalui media sosial yang ada,” bilangnya.

Sebelumnya, Fuad Hidayat selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa kegiatan turnamen futsal ini akan dilaksanakan pada tanggal 21 hingga 25 Agustus 2023 di Gedung Olahraga Asber Nasution Jalan Sutomo, Kota Tebingtinggi.

“Terimakasih kami ucapkan kepada bapak Pj Wali Kota dan kiranya bapak berkenan hadir dalam turnamen tersebut,” ucap Fuad Hidayat. (ian/ram)

Pembuat Tahu Pembunuh Kekasih Berhasil Diringkus

EVAKUASI: Polsek Dolok Merawan Polres Tebingtinggi mengevakuasi korban penemuan mayat di kebun sawit. Pelaku AL berhasil diamankan Polres Simalungun dan diserahkan ke Polsek Dolok Merawan.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Penemuan jasad wanita muda di Dusun I, Afdeling VI, Desa Dolok Hilir, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdangbedagai, Sabtu (15/7/2023) menghebohkan warga Kecamatan Dolok Merawan.

Setelah dievakuasi, jasad korban dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Kota Tebingtinggi untuk dilakukan otopsi. Kepolisian Polsek Dolok Merawan langsung bergerak dengan mencari berbagai keterangan dengan bekerjasama dengan Polsek Serbelawan, Kabupaten Simalungun. Diketahui korban bernama Tantri Yuliala warga Jalan Anjangsana Huta IV, Nagori Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun.

Dari pengembangan kasus penemuan mayat wanita muda tersebut, identitas pelaku berhasil diketahui dari chatting di media sosial milik korban. AL (20) warga Jalan Cempaka Bawah Nagori, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun berhasil dibekuk personel kepolisian Polsek Serbelawan.

Kasi Humas Polres Tebingtinggi, AKP Agus Arianto, Minggu (16/7), membenarkan bahwa penemuan mayat wanita muda di lokasi wilayah hukum Polres Tebingtinggi tepatnya di Polsek Dolok Merawan, Kabupaten Sergai adalah warga Kabupaten Simalungun.

“Melalui Polsek Dolok Merawan Polres Simalungun melakukan kordinasi dengan Polsek Serbelawan dalam penanganan kasus penemuan mayat wanita muda. Pelaku AL seorang pembuat tahu dan pacar korban, berhasil ditangkap,” jelasnya.

Sebelum terjadi pembunuhan, pelaku yang pacarnya sendiri melakukan hubungan melalui media medsos untuk membuat pertemuan dengan korban. Setelah itu, keduanya bertemu di Simpang Rambung Merah Pematang Siantar, kemudian dengan mengendarai sepeda motor keduanya menuju Dusun I, Desa Dolok Hilir, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Sergai.

Di lokasi perkebunan sawit yang tampak sunyi, pelaku menurunkan korban untuk berjalan dahulu, kemudian pelaku langsung menghantamkan sebua batu koral ke bagian belakang kepala, tetapi karena pelaku belum meninggal dan korban mencoba berteriak.

Kemudian pelaku kembali menghatamkan batu cadas kebagian kepala korban hingga tak bernyawa, kemudian pelaku mengambil uang dan barang berharga milik korban dan membuangnya ke semak semak perkebunan sawit dan berhasil ditemukan warga sehingga terungkap kasus pembunuhan wanita muda ini. (ian/ram)

Banyak Ranperda Mengendap di DPRD Medan, Kemendagri Pertanyakan Kemampuan Staf Ahli

PAPARAN: Direktur Produk Hukum Daerah Kemendagri,Drs Makmur Marbu saat memberikan paparan pada Rapat Kerja DPRD Medan, Minggu (16/7/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kementerian Dalam Negeri melalui Direktur Produk Hukum Daerah, Drs Makmur Marbun MSi, mengaku heran atas banyaknya Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang belum tuntas, termasuk Ranperda di Kota Medan yang belum tuntas dibahas Badan Pembuat Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Medan.

“Begitu banyak Ranperda usulan Pemerintah Daerah yang belum selesai, termasuk Pemko Medan,” ucap Makmur Marbun dalam Rapat Kerja DPRD Kota Medan di The Hill Hotel & Resort Sibolangit, Minggu (16/07/2023) petang.

Karena hal itu, Makmur mempertanyakan soal kemampuan para tenaga ahli di DPRD Kota Medan. Ia pun meminta DPRD Kota Medan untuk mempekerjakan tidak asal-asalan merekrut tenaga ahli. Akan tetapi, merekrut para tenaga ahli yang berkompeten di bidangnya.

“Tenaga ahli yang direkrut harus orang-orang yang benar-benar ahli di bidangnya. Tidak boleh asal-asalan tenaga ahli,” tegasnya.

Makmur pun menawarkan kepada DPRD Kota Medan untuk mengalihkan Ranperda yang masih belum tuntas tersebut ke Kementerian Dalam Negeri agar Ranperda tersebut dapat dibuat menjadi sebuah produk hukum.

Mengingat hingga saat ini, masih ada Ranperda yang belum juga tuntas dibahas meskipun Ranperda tersebut telah berusia lebih dari 1 tahun. Apalagi, apabila Ranperda tersebut merupakan usulan dari Pemko Medan.

“Jangan sampai ada Ranperda yang ‘berulang tahun’, karena sudah 2 sampai 3 tahun mengendap di Bapemperda DPRD. Jika itu terjadi, berarti Sekdanya yang salah karena tidak menuntaskan Ranperda yang diusulkan Kepala Daerah,” ujar Makmur Marbun.

Banyaknya Ranperda yang belum diselesaikan, sambung Makmur, akan menambah beban kerja Bapemperda. Terlebih lagi di DPRD Medan, masih ada Ranperda usulan tahun 2019 yang belum juga diselesaikan.

Menanggapi pemaparan Makmur Marbun tersebut, Ketua Bapemperda DPRD Medan, Dedy Aksyari Nasution mengaku masih ada 5 Ranperda usulan Pemko Medan yang belum diselesaikan, bahkan naskah akademiknya belum ada.

“Saya sudah berulangkali menyurati Pemko Medan melalui Kabag Hukum, tapi belum ada respon. Ranperda yang diusulkan ada yang belum memiliki naskah akademik, ada yang sudah dalam tahap pembahasan tapi tidak dilanjutkan pihak pemko sebagai pengusul Ranperda. Apakah bisa kami selesaikan tanpa melalui Pansus?” tanya Dedy Aksyari kepada pihak Kemendagri.

Menjawab Dedy, Makmur Marbun mempersilahkan Bapemperda untuk menuntaskan pembahasan Ranperda tersebut tanpa melalui Pansus, selama Bapemperda DPRD Medan sanggup mengerjakannya.

“Tapi untuk Perda yang belum ada naskah akademiknya dan sudah menahun belum selesai, take over saja ke Kemendagri,” jawab Makmur.

Kepada wartawan, Dedy Aksyari Nasution menjelaskan, ada 23 Ranperda yang masuk ke Bapemperda DPRD Medan untuk dibahas di tahun 2023 ini. Akan tetapi, jumlah maksimal Ranperda yang bisa dibahas hanya ada 7, sedangkan harmonisasi ada 5 Ranperda.

Ranperda dalam tahap harmonisasi, kata Dedy, adalah yang sudah masuk naskah akademiknya dan sedang dimajukan ke Kemenkum HAM. Setelah naskah akademiknya di evaluasi, barulah Ranperda tersebut bisa diajukan untuk diparipurnakan dengan agenda nota pengantar pengusul.

“Kita berharap semua Ranperda bisa tuntas di tahun ini, karena tahun depan akan masuk usulan Ranperda baru,” pungkasnya.
(map/ram)

Sumut Punya Kapolda Baru, DPRD Sumut Ingatkan Masalah Keamanan

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, resmi menjadi Kapolda Sumut menggantikan Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak. Penunjukan Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi sebagai Kapolda Sumut tersebut disambut baik oleh Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting.

Baskami Ginting pun mengingatkan Kapolda Sumut, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi yang merupakan forkopimdanya, tentang banyaknya ‘PR’ yang harus diselesaikan di Sumatera Utara. Terkhusus, masalah gangguan di bidang keamanan yang belakangan ini sangat meresahkan maayarakat.

Untuk itu, Politisi PDI Perjuangan itu meminta Kapoldasu yang baru untuk dapat membangun rasa aman dan nyaman bagi warga Sumut, khususnya dalam penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan jalanan.

“Kejahatan jalanan sepertu begal dan geng motor kian ganas, khususnya di kawasan Medan, Deliserdang, Serdang Bedagai, dan Binjai. Ini semua harus segera ditindak,” ucap Basakmi Senin (17/7/2023).

Baskami Ginting pun mengapresiasi niat yang disampaikan Kapoldasu Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi untuk membangun peradaban bagi kemajuan Sumut.

Untuk itu, Baskami mengajak semua pihak untuk bersama-sama bersinergi dalam membangun peradaban dengan lebih meningkatkan kemajuan yang saat ini telah tercapai.

Sementara itu, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, mengatakan bahwa sebagai provinsi terbesar di Pulau Sumatera, upaya mewujudkan Sumut yang beradab dilakukan dengan menjunjung prinsip-prinsip persamaan di depan hukum.

“Saya memperkenalkan diri sebagai Kapolda (Sumut), hormat saya kepada semua warga Sumut. Saya mengajak bersama-sama masyarakat, Pemda, alim ulama, cerdik pandai, orang-orang pemberani yang patriotik, untuk menjaga kehidupan sekarang dan akan datang agar lebih baik dengan memperkokoh pondasi peradaban,” kata Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi usai dilantik Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jumat (14/7/2023).

Mantan Kapolda Riau ini menjelaskan, prinsip-prinsip persamaan dan kepatuhan terhadap norma budaya serta norma hukum tak bisa terwujud tanpa keterlibatan semua pihak.

“Kita ingin bersama-sama wujudkan peradaban tersebut dengan mengedepankan aqidah, keimanan, dan kebangsaan di Provinsi Sumut kita cintai ini,” jelasnya.

Selain itu, mantan Asisten Operasi (Asops) Kapolri ini juga menekankan penting keharusan menjaga area-area publik guna memelihara ketertiban, keamanan, dan kenyaman warga.

“Area publik yang beradab, tidak ada lagi gangguan keamanan dan ketertiban, harus diwujudkan. Sehingga dapat kita rasakan indahnya ekspresi masyarakat dan budaya di area publik tersebut mewarnai Sumut,” pungkasnya.
(map/ram)

Upaya Berantas Begal, Pemko Medan Gelar Patroli Gabungan

GABUNGAN: Pemko Medan menggandakan patroli gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri untuk menjaga ketertiban dan keamanan, Minggu (16/7/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai upaya dalam memberantas maraknya begal di Kota Medan, Pemerintah Kota (Pemko) Medan menggelar patroli Keamanan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) dan Ketentraman Ketertiban Umum (Trantibum) pada Minggu (16/7/2023) malam. Patroli gabungan tersebut terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan unsur kewilayahan Kota Medan

Sebelum berpatroli, Wali Kota Medan, Bobby Nasution saat memimpin Apel Patroli Kamtibmas dan Trantibum Kota Medan di depan Stadion Teladan Medan, mengatakan bahwa rasa aman dan nyaman menjadi tanggung jawab pemerintah bersama seluruh unsur Forkopimda, khususnya institusi penegak hukum. Terlebih belakangan ini, banyak aksi kejahatan yang terjadi di wilayah Kota Medan.

“Apel yang malam ini kita lakukan untuk mempertegas dan memperkuat bahwa keamanan Kota Medan menjadi salah satu poin penting yang harus kita berikan kepada masyarakat,” ucap Bobby Nasution didampingi pimpinan Forkopimda Kota Medan, perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan, camat dan lurah se-Kota Medan.

Dikatakan Bobby, sudah banyak kejadian kriminalitas di Kota Medan yang sangat merugikan masyarakat, bahkan hingga menghilangkan nyawa. Sebab dalam melancarkan aksinya, para pelaku kejahatan kerap menggunakan benda tumpul, benda tajam, dan tak jarang juga mengguanakan senjata apu berupa air soft gun.

“(Aksi krimimal) ini sudah sangat meresahkan bagi masyarakat, saya harap (patroli) ini tidak hanya sekadar seremonial semata, akan tetapi memiliki tindak lanjut dan hasil,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Bobby pun menyampaikan apresiasi kepada forkopimdanya di jajaran Polrestabes Medan yang berhasil menindak tegas pelaku begal, termasuk jajaran Polres Pelabuhan Belawan dan Kodim 0201/Medan.

Bobby Nasution menuturkan bahwa tindakan tegas yang dilakukan aparat penegak hukum harus dapat terus berjalan. Bagi yang mencemooh atau kurang berkenan di hati, Bobby mengajak semua pihak agar dapat melihat apa yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat.

“Kalau memang itu dibutuhkan masyarakat, saya rasa kita selaku pemegang mandat yang dipercaya oleh masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Ini poin utama yang harus tetap kita jalankan. Karena kalau saya ditanya, ini harus kita lakukan, kita harus tetap tegas. Kali ini, pasti masyarakat mendukung kita karena masyarakat juga bersuara sejalan dengan kita,” katanya.

Apalagi, terang Bobby, dirinya juga mendapat kabar bahwa ada pegawai Kodam I/BB yang menjadi korban jambret saat mengendarai sepeda motor. Bahkan, kejadiannya tidak jauh dari Makodam I/BB. Hal ini dapat dijadikan bukti, bahwa para pelaku kejahatan sudah tidak pandang bulu terkait kapan, dimana, dan siapa yang menjadi korbannya.

“Tindak kejahatan dilakukan oleh pelaku kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja. Mereka tidak pandang bulu. Maka dari itu, kami berharap, kita tidak boleh kalah dari para pelaku kejahatan. Jangan pernah lengah,” pesannya.
(map/ram)