30 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 131

Pemprov Sumut Distribusikan Cabai Merah Sesuai HET

KEDATANGAN CABAI: Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut, Poppy Marulita Hutagalung menerima kedatangan tahap pertama cabai merah dari Jawa, di Pasar Lau Cih, Medan, Sabtu (18/10).
KEDATANGAN CABAI: Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut, Poppy Marulita Hutagalung menerima kedatangan tahap pertama cabai merah dari Jawa, di Pasar Lau Cih, Medan, Sabtu (18/10).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melakukan intervensi pasar dengan mendatangkan 50 ton cabai merah dari Jawa. Diharapkan langkah ini mampu menjaga stabilitas harga cabai di pasaran.

Cabai merah tersebut akan dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp55.000 per kilogram. Pengiriman dilakukan secara bertahap, yaitu tahap pertama 11 ton sudah tiba Sabtu (18/10) malam di Medan, segera menyusul tahap kedua 22 ton, dan tahap ketiga 17 ton.

“Diharapkan setelah kita intervensi, harga cabai akan terkendali,” ujar Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut, Poppy Marulita Hutagalung, saat menerima kedatangan tahap pertama cabai merah dari Jawa, di Pasar Lau Cih, Medan, Sabtu (18/10/2025).

Turut hadir Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi dan Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM) Provinsi Sumut Fitra Kurnia, dan Kompol P Siallagan dari Satgas Pangan Polda Sumut.

Distribusi cabai merah ini difokuskan di Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang, yang menjadi dua wilayah penyumbang inflasi tertinggi di Sumut.

Beberapa pasar yang menjadi titik distribusi antara lain Pasar Induk Lau Cih, Pasar MMTC, Pasar Sei Sikambing, Pusat Pasar, Pasar Sukaramai, serta sejumlah pasar di Kabupaten Deliserdang.

Kolaborasi pengadaan cabai merah ini dilakukan oleh sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Sumut, yaitu PT Dhirga Surya, PT Aneka Industri dan Jasa (AIJ), serta PT Pembangunan Prasarana Sumut.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan utama penyumbang inflasi.

“Kami telah ke beberapa daerah untuk mencari stok cabai merah. Setelah mendapatkan pasokan, kami diamanatkan menjualnya sesuai HET, yakni Rp55.000 per kilogram,” ujar Direktur PT Dhirga Surya, Ari Wibowo.

Agar distribusi cabai merah intervensi ini berjalan lancar dan sesuai ketentuan harga, Satgas Pangan Polda Sumut turut melakukan pengawasan dan pengawalan. Dengan demikian, harga cabai merah di tingkat konsumen dapat tetap terkendali dan tidak melebihi HET.(san/azw)

Pengurus Wilayah Sumatera AKPI 2025-2028 Dilantik

BERSAMA: Ketua Umum AKPI, Dr Jimmy Simanjuntak SH MH bersama pengurus Wilayah Sumatera AKPI 2025-2028 di Adimulia Hotel, Kota Medan, Jumat (17/10).
BERSAMA: Ketua Umum AKPI, Dr Jimmy Simanjuntak SH MH bersama pengurus Wilayah Sumatera AKPI 2025-2028 di Adimulia Hotel, Kota Medan, Jumat (17/10).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus Wilayah Sumatera (NAD, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, Sumsel, Bengkulu, Babel, Lampung) Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI) Periode 2025-2028 resmi dilantik.
Pelantikan berlangsung di Adimulia Hotel, Kota Medan, Jumat (17/10). Kepengurusan ini, yang baru terpilih dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada 26 Agustus lalu, akan menaungi seluruh wilayah Pulau Sumatera.
Ketua Umum AKPI, Dr Jimmy Simanjuntak, SH MH didampingi Sekjen Dr Resha Agriansyah SH MH dan Ketua Harian Daniel Alfredo SH MH CLA AllArb., mengatakan, pelantikan ini menandai dimulainya serangkaian kegiatan edukasi yang komprehensif.
Fokus utama kegiatan ini memberikan pemahaman mendalam tentang hukum kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) kepada para pelaku usaha dan praktisi hukum di Sumatera.
Dr Jimmy menekankan urgensi dari inisiatif ini, mengingat kondisi ekonomi Indonesia saat ini yang dinilai sedang menghadapi tantangan. “Keadaan ekonomi Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Dan itu pasti akan berimplikasi banyaknya usaha yang mengalami kesulitan dari sisi ekonomi,” ucapnya kepada wartawan.
Melalui edukasi ini, sambungnya, AKPI berharap dapat menghilangkan kekhawatiran berlebihan di kalangan pelaku usaha. AKPI berharap para pelaku usaha tidak khawatir atau ragu untuk bisa menjalankan roda kegiatan usahanya, sambil juga melakukan restrukturisasi terhadap utang-utangnya.
Ia menegaskan, pemahaman yang baik terhadap hukum kepailitan sangat penting. AKPI berupaya mengubah persepsi bahwa kepailitan dan PKPU itu bukan sesuatu yang harus ditakutkan, melainkan mekanisme hukum yang bisa dipahami dan dimanfaatkan.
Pengurus Wilayah Sumatera yang baru dilantik diharapkan dapat berperan aktif dalam menjalin kerja sama dengan berbagai pihak (stakeholder). Pihak-pihak yang diharapkan dirangkul antara lain Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kantor Pajak, Kantor Pertanahan, organisasi pelaku usaha seperti Kadin, hingga dunia kampus.
“Kami berharap teman-teman bisa merangkul semua pihak untuk bersama-sama mensosialisasikan bagaimana hukum kepailitan dan PKPU bisa dipahami dan diimplementasikan dalam kegiatan usaha sehari-hari,” pungkas Dr Jimmy Simanjuntak. (tri/azw)

Antisipasi Banjir, Kelurahan Besar Medan Labuhan Gotong Royong Bersihkan Sampah dan Drainase

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Banjir masih menjadi momok bagi masyarakat Kota Medan. Kondisi ini bisa disebabkan beberapa faktor, satu diantaranya adalah drainase yang tersumbat.

Untuk mengantisipasi terjadinya banjir, apalagi saat ini musim hujan, jajaran pemerintah Kelurahan Besar, Medan Labuhan, bersama masyarakat menggelar gotong royong di Blok 7 Lingkungan 17 Komplek Griya Martubung Jalan Martubung, Jumat (18/10/2025).

Dalam rangka mendukung dan menjalankan perintah Bapak Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas dalam hal kebersihan untuk mengantisipasi banjir di musim penghujanan ini. Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan melaksanakan kegiatan Gotong-royong di Blok 7 Lingkungan 17 Komplek Griya Martubung Jalan Martubung, Jumat 20 Oktober 2025 kemarin.

“Gotong-royong ini juga sebagai dukungan dan menjalankan program Bapak Wali Kota Medan, Rico Waas dan arahan Pak Camat Medan Labuhan Khairun Nasyir, S.STP dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan di kelurahan,” kata Lurah Kelurahan Besar Gandi Gusri, S.STP, M.Si kepada Sumut Pos, Senin (20/10).

Menurut Gandi, gotong royong ini sengaja difokuskan di Blok 7 Lingkungan 17 Komplek Griya Martubung, karena banyak rumput yang harus dibabat dan sampah yang harus dibersihkan. “Kita juga mengangkat sedimentasi di drainase yang dapat menghambat aliran pembuangan air,” ujar Gandi.

Dikatakan Gandi, target utama dalam kegiatan gotong royong ini adalah pembersihan sampah dan pengorekan sedimentasi drainase sebagai antisipasi terjadinya banjir.

“Setelah dibersihkan areal drainase di blok 7 ini, aliran drainase terlihat lancar. Kita harapkan warga dapat menjaga dan tidak membuang sampah sembarangan lagi, demi terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat serta terhindar dari banjir,” harapnya.

Gotong royong ini juga melibatkan staf Trantib, Kepling se-Kelurahan Besar, anak PKL Battuta dan UMSU dan lainnya. “Mari bersama sama kita jaga kebersihan lingkungan dengan tetap membuang sampah pada tempatnya,”ajak Gandi. (omi)

Gandeng BBWS Sumatera II, Rico Waas Ingin Permasalahan Banjir di Kota Medan Segera Teratasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Permasalahan banjir di Kota Medan menjadi perhatian serius Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Untuk itu guna mengatasi permasalahan tersebut, Rico Waas akan menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II untuk mengatasinya.

Hal tersebut terungkap dalam Rapat bersama antara Pemko Medan dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II, di Balai Kota Medan, Senin (20/10/2025).

“Kondisi saat ini sudah urgent dan harus segera diambil tindakan untuk menyelesaikannya. Pemko Medan dan BBWS Sumatera II harus bekerjasama mengatasi persoalan ini demi kepentingan masyarakat,” kata Rico Waas.

Dalam rapat yang dihadiri langsung oleh Kepala BBWS Sumatera II, Feriyanto Pawenrusi itu, Rico Waas mengatakan, sebuah kota tidak akan layak dipandang apabila selalu mengalami banjir.

“Banyak masyarakat yang terkena dampak banjir ini. Hampir ratusan Kepala Keluarga. Bahkan dari 21 kecamatan, sekitar 17 Kecamatan diantaranya terdampak luapan sungai. Artinya lebih dari 50% wilayah kota Medan terdampak,” ungkapnya.

Maka dari itu, orang nomor satu di Pemko Medan itu, mengajak BBWS Sumatera II untuk bekerjasama mengatasi persoalan ini.

“Saya tidak mau ada yang lempar bola kemana-mana lagi, permasalahan banjir ini harus segera kita selesaikan bersama. Apa yang diperlukan BBWS Sumatera II dari Pemko Medan akan kami dukung sepenuhnya,” pungkas Rico Waas dalam rapat yang juga dihadiri sejumlah pimpinan Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemko Medan.

Sementara itu, Kepala BBWS Sumatera II Feriyanto Pawenrusi dalam pertemuan itu memaparkan rencana pengendalian sungai besar yang ada di kota Medan. Menurutnya, ada tiga sungai besar yang membelah kota Medan yang harus segera mendapatkan penanganan.

“Salah satu yang menjadi sorotan kita untuk wilayah KIM, Martubung dan sekitarnya. Kita akan melakukan pembangunan saluran drainase tersendiri ke arah sungai Kera, pembersihan saluran drainase tersier, dan pelaksanaan normalisasi sungai,” jelasnya.

Feriyanto berharap langkah tersebut dapat mengurangi durasi hingga ketinggian genangan air. (map/ila)

Musda XIV Al Washliyah Tebingtinggi Berlangsung Khidmat, Fahmuddin Siregar Terpilih Jadi Ketua

BERSAMA: Usai terpilihnya Ketua baru pada Musda XIV Al Jam’iyatul Washliyah Kota Tebingtinggi, para peserta dan pengurus diabadikan bersama sebagai bentuk semangat kebersamaan dan komitmen untuk memajukan organisasi. (Istimewa)
BERSAMA: Usai terpilihnya Ketua baru pada Musda XIV Al Jam’iyatul Washliyah Kota Tebingtinggi, para peserta dan pengurus diabadikan bersama sebagai bentuk semangat kebersamaan dan komitmen untuk memajukan organisasi. (Istimewa)

SUMUTPOS.CO – Musyawarah Daerah (Musda) XIV Al Jam’iyatul Washliyah Kota Tebingtinggi berlangsung khidmat di Hotel Amanda, Jalan Sutomo Tebingtinggi, Sabtu (18/10) lalu. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkokoh ukhuwah Islamiyah serta meneguhkan komitmen organisasi dalam membangun umat menuju Indonesia Emas 2045.

Hadir dalam acara pembukaan, yakni Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih, Wakil Wali Kota Chairil Mukmin Tambunan, Anggota DPD RI sekaligus Ketua PW Al Washliyah Sumut Dedi Iskandar Batubara, Ketua DPRD Tebingtinggi Sakti Khaddafi, serta Ketua PD Al Jam’iyatul Washliyah Kota Tebingtinggi Mhd Ghazali Saragih. Turut hadir pula perwakilan Forkopimda, seperti Wakapolres Tebingtinggi dan Danramil yang mewakili Kapolres serta Dandim.

Selain itu, tampak hadir Kepala Kementerian Agama Kota Tebingtinggi Mhd David Saragih, Ketua PC Nahdlatul Ulama (NU) Kota Tebingtinggi, Ketua PD Al-Ittihadiyah, dan Ketua PD Muhammadiyah Kota Tebingtinggi, sebagai bentuk sinergi dan ukhuwah antarorganisasi Islam di daerah tersebut.

Musda XIV kali ini mengusung tema “Kita Rajut Kebersamaan dan Junjung Tinggi Nilai-Nilai Ukhuwah Islamiyah.”

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Pelaksana, Fahmuddin Siregar menyampaikan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pemilihan pengurus baru, tapi juga wadah silaturahim dan konsolidasi organisasi untuk memperkuat peran Al Washliyah di tengah masyarakat.

Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih, dalam arahannya, mengapresiasi peran Al Jam’iyatul Washliyah yang selama ini konsisten mendukung pembangunan daerah melalui bidang pendidikan, sosial, dan dakwah.

Dia mengajak seluruh kader Al Washliyah untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah dalam membangun umat serta menjaga nilai-nilai persatuan dan kebersamaan.

Sementara itu, Anggota DPD RI sekaligus Ketua PW Al Washliyah Sumut, Dedi Iskandar Batubara menegaskan, Al Washliyah Kota Tebingtinggi merupakan satu aset berharga organisasi di jantung Kota Lemang tersebut.
“Pendidikannya semakin berkualitas, dakwahnya terus tumbuh, dan amal sosialnya tetap berjalan. Ini adalah warisan yang kita terima dan kita wajib mewariskannya kembali kepada generasi berikutnya. Harapan saya, Al Washliyah akan terus hidup dari zaman ke zaman,” tegasnya.

Acara pembukaan diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Al Washliyah, serta doa bersama untuk kelancaran Musda. Suasana penuh semangat dan kekeluargaan turut diwarnai dengan penampilan seni tari budaya daerah, sebelum ditutup dengan sesi foto bersama seluruh tamu undangan dan peserta Musda.

Usai pembukaan, rangkaian kegiatan dilanjutkan pada pukul 14.00 WIB dengan agenda penyusunan tata tertib dan pemilihan formatur. Suasana musyawarah berlangsung tertib dan demokratis, mencerminkan semangat kebersamaan seluruh peserta dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi periode 2025–2030.

Melalui proses musyawarah yang demokratis dan penuh kekeluargaan, Fahmuddin Siregar yang sebelumnya menjabat Ketua Panitia Pelaksana, akhirnya terpilih sebagai Ketua PD Al Jam’iyatul Washliyah Kota Tebingtinggi Periode 2025–2030.

Terpilihnya Fahmuddin Siregar menjadi penanda semangat baru bagi Al Jam’iyatul Washliyah Tebingtinggi untuk terus memperkuat kaderisasi, memperluas dakwah, dan meningkatkan peran sosial organisasi di tengah masyarakat. Musda XIV ini, juga menjadi momentum konsolidasi seluruh pengurus dan kader dalam memperteguh arah perjuangan sesuai cita-cita para pendiri Al Washliyah.

Menjelang penutupan acara, Sekretaris PW Al Washliyah Sumut, Alim Nur Nasution memberikan arahan agar pengurus yang terbentuk nantinya benar-benar aktif menjalankan amanah organisasi.

“Mari kawan-kawan, jangan hanya masuk di pengurus tapi tidak difungsikan. Dalam hidup ini saya belajar dari metode Rasulullah yang membina generasi terbaik sepanjang masa. Jadikan itu teladan dalam mengabdi,” imbaunya.

Selesai acara, Ketua terpilih Fahmuddin Siregar kepada wartawan menyampaikan komitmennya untuk segera membentuk kepengurusan baru.

“Tugas awal kita adalah menyusun cepat struktur kepengurusan. Kami akan berusaha menjadi lebih baik dari periode sebelumnya, minimal tidak merusak yang sudah baik. Fokus kita ke depan adalah meningkatkan dakwah dan pendidikan agar Al Washliyah semakin maju,” pungkasnya. (mag-3/saz)

Dandim 0209/LB Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gerai KMP di Desa Tebing Linggahara

BATU PERTAMA: Dandim 0209/LB Letkol Inf Yudy Ardiyan Saputro saat melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Desa Tebing Linggahara, Kecamatan Bilah Barat, Jumat (17/10).(Fajar/Sumut Pos)
BATU PERTAMA: Dandim 0209/LB Letkol Inf Yudy Ardiyan Saputro saat melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Desa Tebing Linggahara, Kecamatan Bilah Barat, Jumat (17/10).(Fajar/Sumut Pos)

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Dandim 0209/LB Letkol Inf Yudy Ardiyan Saputro bersama Wakil Bupati Labuhanbatu Jamri, melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP) di Desa Tebing Linggahara, Kecamatan Bilah Barat, Jumat (17/10) lalu.

Kegiatan ini, diawali dengan mengikuti zoom bersama Kementerian Koperasi, dengan tajuk “Bangun Koperasi Desa, Indonesia Jaya”. Peletakan batu pertama pembangunan fisik 80.000 gerai, pergudangan, dan perlengkapan KMP ini, dilaksanakan serentak se-Indonesia.

Pada kesempatan itu, Yudy mengatakan, peletakan batu pertama ini, dalam rangka pembangunan KMP. Pembangunan gerai Koperasi ini, berada di dua desa, yakni Desa Tebing Linggahara dan Desa Tanjung Harapan.

“Saya ucapkan terima kasih atas kehadirannya. Perlu kita ketahui, KMP untuk kali ini berada di dua titik, di Tebing Linggahara dan Tanjung Harapan,” ungkap Yudy.

Yudy juga menuturkan, terkait pembangunan dan permodalan Koperasi ini, nantinya akan diurus langsung dari pemerintah pusat. Pihaknya bersama Polri, hanya mendorong sekaligus memantau pembangunan agar tetap berjalan lancar.

“Pembangunan dan permodalan awal itu, nanti diurus semua dari kementerian pusat. Kami di sini dengan Polri dan seluruh unsur, intinya mendorong, kami membantu mengawasi agar pembangunan ini bisa berjalan dengan lancar,” jelasnya.

Dia juga menuturkan, pembangunan gerai ini merupakan perintah dari Presiden Prabowo Subianto. Menurut Yudy, program ini sangat baik dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan pedesaan.

“Ini merupakan perintah Bapak Presiden. Dan saya rasa ini hal yang bagus, dan mulia. Karena Bapak Presiden fokus kepada kesejahteraan masyarakat desa. Mudah-mudahan pertumbuhan ekonomi kesejahteraan masyarakat di desa ini bisa meningkat,” harapnya.

Pembangunan gerai KMP ini, nantinya akan didirikan secara bertahap di 75 desa dan 23 kelurahan se-Kabupaten Labuhanbatu. (fdh/saz)