Home Blog Page 13125

Pembalap Sumut Target Tingkatkan Prestasi

MEDAN- Atlet balap sepeda motor Sumatera Utara menggenjot porsi latihan di Sirkuit Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumut, Jalan Pancing Medan. Persiapan ini dimaksudkan untuk meraih prestasi maksimal di PON XVIII di Riau, September mendatang.

Seperti diketahui, pada PON 2008 lalu di Kalimantan Timur, kontingen balap motor Sumut tidak meraih medali. “PON di Kalimantan lalu menjadi pelajaran berharga buat kita. Karenanya, kita menargetkan hasil lebih baik di PON Riau nanti,” kata pelatih kepala balap sepeda motor Sumut, Syabra Buana kepada wartawan, kemarin.

Menurutnya, ibadah puasa tidak menjadi masalah bagi anak asuhnya dalam pemusatan latihan yang telah berjalan sejak tiga pekan lalu ini.
“Kita akan tetap menjaga konsistensi latihan sesuai arahan PengproV IMI Sumut. Tapi, durasi latihannya sedikit dikurangi, mengingat anak-anak masih menjalankan ibadah puasa,” tutur Syabra.

Dikatakan, dengan menjalankan semua prosedur yang berlaku dan menjalani latihan dengan baik, Syabra yakin bisa menunjukkan peningkatan prestasi anak asuhnya.

Syabra menambahkan, adapun pebalap Sumut yang akan bertarung di ajang empat tahunan itu adalah Deri Irfandi yang bermain di kelas 115 cc perorangan, Irvansyah Lubis di kelas 125 cc perorangan, serta Firman Farera kelas 115 cc beregu yang berpasangan dengan Deri Irfandi. (mag-10)

IMI Sumut Gelar Bakti Sosial

MEDAN- Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumut ternyata tak semata menggelar berbagai even olahraga otomotif. Buktinya, di bulan Ramadan ini IMI Sumut kembali menggelar kegiatan Bakti Sosial (Baksos) menyambut bulan Ramadhan dengan menyalurkan 165 paket sembako kepada warga tidak mampu di Kec. Medan Petisah, Jumat (10/8).

BANTUAN: Sekretaris Zulhifzi Lubis ikut menyerahkan bantuan sembako kepada warga tidak mampu  sekretariat Pengprov IMI Sumut  Jalan Taruma, Kelurahan Petisah Tengah, Medan, Jumat (10/8).//iwan junaidi/sumut pos
BANTUAN: Sekretaris Zulhifzi Lubis ikut menyerahkan bantuan sembako kepada warga tidak mampu di sekretariat Pengprov IMI Sumut di Jalan Taruma, Kelurahan Petisah Tengah, Medan, Jumat (10/8).//iwan junaidi/sumut pos

Paket sembako yang berisikan antara lain beras, minyak goreng dan gula itu diberikan kepada 165 Kepala Keluarga (KK) yang berdomisili di sekitar sekretariat Pengprov IMI Sumut di  Jalan Taruma, Kelurahan Petisah Tengah, Medan.

Sekretaris Pengprov IMI Sumut Drs H Zulhifzi Lubis, dan Bendahara IMI Sumut Faisal A Nasution menyerahkan langsung bantuan kepada warga, yang terlihat antusias datang ke sekretariat IMI Sumut untuk menukar kupon yang sebelumnya telah dibagikan.

“Pengprov IMI Sumut ingin berbagi dengan warga sekitar di bulan Ramadan ini. Dengan harapan bantuan yang diberikan dapat meringankan kebutuhan warga tidak mampu di bulan Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri, sesuai harapan Ketua Pengprov IMI Sumut Ijeck,” sebut Zulhifzi.
Menurutnya, pada Rabu (7/8) lalu, Pengprov IMI Sumut bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Medan juga telah menggelar kegiatan baksos serupa, dengan memberikan bantuan kepada para pengungsi luar yang ditampung di Rudenim Imigrasi Medan, di Belawan yang diserahkan langksung Ketua Pengprov IMI Sumut Ijeck,

“Pengprov IMI Sumut menggelar kegiatan baksos semata-mata karena wujud kepedulian dan rasa ingin membantu sesama, agar kehadiran Pengprov IMI Sumut juga dapat dirasakan warga sekitar dan masyarakat tidak mampu,” ungkap Zulhifzi Lubis.
Faisal Nasution menambahkan, paket sembako bantuan Pengprov IMI Sumut diberikan kepada warga tidak mampu yang tinggal di tiga Lingkungan di kawasan Kelurahan Petisah Tengah.

“Harapan kita tentuanya bantuan yang diberikan dapat digunakan sebaik mungkin dalam memenuhi kebutuhan mereka di bulan Ramadhan ini. Jangan dilihat dari jumlah atau besarnya bantuan, tetapi harus dilihat dari keikhlasan kami dari Pengprov IMI Sumut, yang ikut peduli dan berharap bantuan yang diberikan dapat membantu mereka warga tidak mampu,” tandas Faisal Nasution. (jun)

Tak Siap Tatap Liga

MEDAN- Sejak berakhirnya kompetisi ISL, 11 Juni lalu, para pemain PSMS masih juga belum menerima haknya. Enam bulan gaji plus sisa DP 10 persen belum juga mampu dilunasi manajemen. Kucuran dana dari Bakrie Sumatera Plantation (BSP) maupun bantuan dari PT Liga Indonesia (LI) menjadi satu-satunya harapan.

Sempat beredar kabar, PT LI sudah mengucurkan dana kepada klub-klub yang bernaung dibawahnya. Baik klub-klub yang mentas di ISL maupun Divisi Utama. Namun saat dikonfirmasi kepada CEO PSMS ISL, Idris SE, menurutnya kucuran dana dari PT LI itu hanya untuk para juara ISL dan Divisi Utama. Bukan berupa subsidi klub.

“PT LI hanya mengucurkan hadiah kepada juara-juara ISL, Divisi Utama. Tapi kalau soal subsidi belum ada diberikan ke klub-klub termasuk PSMS Medan. Jadi belum bisa kami lunasi gaji pemain,” kata Idris saat dihubungi kemarin.

PT LI sebelumnya membayar hadiah buat para pemenang termasuk pemain terbaik dan honor untuk perangkat pertandingan (wasit) yang total mencapai kisaran Rp11 miliar. Di antara hadiah tersebut adalah Rp2,5 miliar untuk tim juara ISL Sriwijaya FC dan Rp1,5 miliar untuk runner-up Persipura Jayapura.
Anehnya, untuk agenda berikutnya, Joko Driyono CEO PT LI menyatakan pihaknya akan mengadakan evaluasi untuk memberi masukan pada kompetisi musim depan. Bukannya memikirkan bantuan untuk klub. PT LI sendiri terkesan menunggu. Dalam hal ini pencairan dana dari ANTV sebagai pemegang hak siar siaran langsung ISL.

“Sama seperti kami yang nunggu. Mereka juga kan masih nunggu dari ANTV soal hak siar komersial. Artinya kalau bantuan itu turun pasti klub-klub lain juga,” tambahnya.

Lantas bagaimana dengan pembubaran skuad 2011/2012? Apalagi kontrak pemain juga akan berakhir 27 Agustus ini. Artinya para pemain tak lagi terikat sebagai pemain PSMS. Idris pun  memastikan pembubaran belum bisa dilakukan.

Kondisi ini merunut pada kesimpulan bahwa PSMS jelas belum siap untuk memulai musim depan. Di luar dari format kompetisi yang saat ini masih belum juga jelas. Masih bertumpuknya hutang dan masalah dualisme kepengurusan yang kini menjadi masalah hangat di tubuh klub berlambang daun tembakau ini membuat keadaan kian pelik. Idris sendiri pasrah tak mau menahan-nahan para pemain yang diburu klub lain.
“Butuh 10 Miliar dana agar bisa safety/ Itu untuk mengakomodir kontrak 25 pemain. Termasuk biaya operasional laga away. Tapi dananya belum ada. Jadi kita gak berani nahan-nahan,” katanya.

Caretaker Pelatih PSMS ISL, Suharto mengatakan dirinya sudah menyiapkan laporan evaluasi pemain musim 2011/2012. Namun belum adanya indikasi pembubaran skuad membuat laporan itu belum bisa disampaikan.  “Bagaimana pun kan harus dilaporkan. Tapi kapan pembubaran tim saya juga tidak tahu,” katanya. (mag-18)

Ke Malaysia untuk Menang

MEDAN- Skuad sepak bola PON Sumut akan bertolak ke Kuala Lumpur, Sabtu (11/8) pagi ini. Kali ini ada perubahan lawan tanding. Batalnya Sime Darby dijajal membuat tim Sumut kini mengalihkan lawan ke Kuala Lumpur Football Association (KLFA). Namun tak ada masalah dengan kualitas lawan karena KLFA juga berkiprah di klub Liga Super Malaysia.

Pelatih tim Sumut, Rudi Saari mengaku sangat antusias menyambut ujicoba ini. Apalagi dengan menjajal tim-tim elit di Malaysia, praktis skuadnya akan mendapat pengalaman yang cukup. Tak tanggung Rudi menargetkan kemenangan.

“Harapannya tentu menang. Tapi yang lebih penting, saya ingin melihat sejauh apa pemain bisa menerapkan strategi yang saya terapkan. Apa lagi, tim yang bakal dihadapi punya kualitas lebih baik,” ujar Rudi kemarin.

Rudi sekaligus menguji taktiknya. Tiga lawan yang dihadapi di penyisihan grup PON Sumut nanti juga bukan lawan enteng. Gorontalo, Jabar dan Jatim akan menjadi pengganjal langkah Sumut. “Tentunya kalau bisa menjalankan strategi, di hari H nanti, hasilnya pasti lebih baik,” tambah Rudi.

Diakuinya kondisi fisik pemain karena menjalankan ibadah puasa berbeda dengan hari biasanya. Namun menurutnya tak menjadi masalah karena lawan juga mengalami kondisi yang sama. “Namanya lagi berpuasa, kondisi fisik pasti menurun, tapi masih cukup bagus. Saya rasa begitu juga dengan calon lawan yang bakal dihadapi,” tambah mantan pelatih PSMS itu sembari meminta doa dan dukungan masyarakat Sumut untuk melakoni pertandingan di PON mendatang.
Di Malaysia Sumut akan menghadapi PKNS pada Sabtu (11/8) dan KLFA di Stadion KLFA Cheras Senin (13/8).(mag-18)

Final Semuda Cup ,TGM Siap Revans

MEDAN- Duel di penyisihan grup B akan kembali terulang. Thamrin Graha Metropolitan akan menantang tuan rumah Sensasi Anak Muda FC (SAM) di Lapangan Bocah Junior Arhanud Minggu sore. TGM siap revans atas kekalahan sebelumnya di babak penyisihan.

Ketika itu TGM dipaksa menyerah 0-1 lewat gol tunggal Septiahadi. Kekalahan itu membuat TGM harus bersusah payah di laga berikutnya. Beruntung tim besutan Kustiono ini mampu melaju setelah menang di laga terakhir. Dibantu juga dengan hasil imbang Putra Buana kontra SAM FC.

Duel ketika itu juga diwarnai tiga kartu merah. Untuk itu Pelatih TGM, Kustiono tak gentar. “Kami sudah sampai di final dan meskipun awalnya tak menargetkan apa-apa melainkan hanya menambah pengalaman pemain. Jadi kami berusaha tampil maksimal seperti saat semifinal,” kata mantan pelatih PSMS dan PSAP ini.

TGM akan mengandalkan M.Ikhsan dan Tri Ardiansyah yang tampil cukup apik di semifinal. Menarik, para pemain muda kontra pemain berpengalaman tak terelakkan.

Di jajaran SAM FC bertengger pemain-pemain yang pernah memperkuat PSMS maupun klub liga lainnya. Mulai dari Herman Batak di bawah mistar yang musim ini memperkuat Deltras Sidoarjo. Di barisan belakang diperkuat.Aun Carbiny, Novi Handriawan, Doddy Rahwana. Sementara barisan tengah diisi Septiahadi dan dan Novianto yang akan menyokong lini depan yang mengandalkan Andhika Yudistira.

Penyerang SAM FC, Jecky Pasarella mengatakan siap menatap partai final ini. Jecky sendiri berpeluang menyabet gelar top skor. Saat ini ia memimpin daftar puncak top skor dengan tiga gol bersama striker Putra Buana Affandi. Namun peluang Jecky lebih besar karena tim Affandi telah tersingkir. (mag-18)

Hadiah Persebaya pun Dicicil

SURABAYA – Sebagai runner up Indonesia Premier League (IPL) Persebaya Surabaya layak mendapat hadiah sebesar Rp 1 Miliar. Namun sayangnya hingga kemarin (10/8), uang yang dijanjikan regulator liga PT.Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) di awal kompetisi itu menguap entah kemana.
Selain Persebaya, Semen Padang sang juara IPL juga mendapatkan hadiah sebesar Rp 2,5 Miliar. Namun karena krisis keuangan yang menghinggapi tubuh konsorsium, maka hadiah kepada klub asal Sumatra Barat itu dicicil. Dan sepertinya langkah serupa bakal dilakukan untuk Persebaya.

CEO PT LPIS Widjajanto menyebutkan hadiah untuk Persebaya memang belum dibayarkan. “Kami sedang mencarikan dana talangan untuk hadiah Persebaya tersebut. Kami pun sudah memberikan laporan soal uang Persebaya yang belum cair ini kepada PSSI,” kata Widja kemarin.

Pria asal Surabaya itu berharap pihak Green Force mau bersabar mengenai pelunasan hadiah runner up tersebut. Widja menambahkan PT.LPIS sedang menunggu hasil negoisasi PSSI dengan para sponsor tentang IPL Rights yang sampai sekarang belum dibayarkan.

Seretnya perundingan dana dari sponsor tersebut terkait berubahnya negoisasi antara PT LPIS dengan pemasang iklan. Semula para donatur dan pemasang iklan mau menggelontor dana besar karena ada 24 tim yang berpartisipasi. Namun pada akhirnya, hanya 12 tim yang ikut berkompetisi di IPL.
Persebaya juga berhak mendapat match fee dari PSSI pasca melakoni pertandingan melawan (QPR) lalu sebesar  Rp250 juta tapi tak jelas hingga kini. (dra/aam/jpnn)

Diundang Sahur, 3 Serdadu AS Dihabisi

KANDAHAR – Suasana sahur yang tenang di sebuah pos penjagaan Afghanistan Selatan tiba-tiba berubah menjadi tragedi setelah seorang polisi menembak mati tiga anggota pasukan khusus NATO dari Amerika Serikat (AS). Peristiwa tersebut adalah insiden ketiga yang terjadi dalam kurun waktu empat hari terakhir.

Militer Negeri Paman Sam di Afghanistan membenarkan bahwa tiga tentaranya dibunuh seseorang berseragam polisi di Distrik Sangin, Provinsi Helmand, Afghanistan Selatan. Namun, mereka tidak memberikan penjelasan detail.

Serangan pasukan Afghanistan terhadap rekan NATO-nya biasa dikenal dengan istilah serangan “hijau terhadap biru”. Otoritas Afghanistan kepada AFP mengungkapkan, tiga tentara AS tersebut ditembak mati anggota polisi yang mengundang mereka untuk menikmati santap sahur.

“Asadullah, komandan pos penjagaan polisi tersebut, mengundang empat anggota pasukan khusus untuk sahur sekitar pukul 02.30 waktu setempat di Distrik Sangin,” terang seorang perwira senior polisi di Provinsi Helmand yang enggan diungkapkan identitasnya.

“Dia (Asadullah, Red) lalu menembak keempatnya. Tiga tewas dan satu lainnya terluka. Pelaku kemudian melarikan diri,” lanjutnya.

Sebelumnya, Kepala Distrik Sangin Mohammad Sharif kepada AFP menyatakan bahwa empat tentara tersebut tewas. Pemberontak Taliban mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Mereka menyebut tujuh anggota pasukan khusus AS tewas.

“Asadullah (pelaku, Red) bergabung dengan mujahidin setelah pembunuhan tersebut,” terang Juru Bicara Taliban Qari Yousuf Ahmadi kepada AFP melalui telepon.  Kantor berita AFP melansir, Taliban sering mengklaim sebuah serangan terhadap tentara asing meski sebenarnya tidak terlibat.
Bertambahnya jumlah tentara dan polisi Afghanistan yang menembak kolega NATO-nya semakin menyulitkan penumpasan kelompok pemberontak Taliban yang dilengserkan lewat invasi AS pada 2001.

Meningkatnya intensitas serangan tersebut memunculkan keraguan tentang kemampuan aparat Afghanistan mengambil alih tanggung jawab keamanan yang direncanakan ditinggal NATO pada akhir 2014.  Selasa lalu (7/8) seorang tentara AS tewas di timur Afghanistan karena dua pria berseragam tentara menembaknya. Lalu, Kamis (9/8) seorang tentara Afghanistan tewas setelah melepaskan tembakan ke arah tentara NATO. (cak/c11/ami/jpnn)

Memori 1990

Juventus vs Napoli

BEIJING- Laga Juventus versus Napoli di Supercoppa Italia mengingatkan Paolo Cannavaro Cs pada laga 22 tahun silam. Kala itu, Partenopei mampu menggilas Bianconeri dengan skor 5-1. Memori itu membangkitkan semangat dan keyakinan Napoli memenangi Supercoppa 2012 yang digelar di Stadion Nasional Beijing, China, Sabtu (12/8).

Ya, pertemuan terakhir Napoli dengan Juventus di final Supercoppa Italia terjadi pada 1990 lalu. Kala itu, Napoli masih diperkuat Diego Maradona, berhasil membenamkan La Vechia SIgnora dengan skor telak, 5-1.

Lima gol Napoli diciptakan Andrea Silenzi (2 gol), Careca (2 gol) dan Massimo Crippa (satu gol). Sementara Juventus hanya mampu membalas lewat sebiji gol Roberto Baggio.

“Pertandingan nanti akan berlangsung ketat sebab kami akan melawan Juventus. Kami akan memenangkan pertandingan tersebut, seperti yang pernah dilakukan klub ini bertahun-tahun lalu,” ujar Kapten Napoli, Paolo Cannavaro seperti dilansir Football Italia.
Cannavaro juga mengaku sangat bersermangat. Ia yakin Napoli bisa mengalahkan Juventus, bahkan meski mereka tak lagi diperkuat Ezequiel Lavezzi sebagai salah satu tridente di lini depan Napoli.

“Kami akan tampil habis-habisan untuk final melawan Juventus nanti. Pertandingan tersebut merupakan pertandingan yang sangat penting untuk kami,” kata saudara Fabio Cannavaro itu di Tuttomercatoweb.com.

“Kami ingin membawa kembali trofi Supercoppa Italia ke Naples. Walau demikian, keharusan menang tak boleh membuat kami tertekan dan berekspektasi terlalu tinggi,” simpul bek berusia 31 tahun tersebut.

Tekad serupa juga dilontarkan Andrea Pirlo. Dia bertekad memenangi Supercoppa Italia sebagai hadiah untuk fans Juventus di China. Sukses dapat piala di awal musim disebutnya akan jadi bekal bagus mempertahankan Scudetto dan bersaing di Eropa.

“Saya sudah ke Jepang dua kali, tapi ini adalah kali pertama saya ke China. Saya sangat senang dengan sambutan hangat yang kami dapat dan semoga kami bisa memberi fans kami di China kemenangan untuk dirayakan,” sahut Pirlo dalam wawancaranya dengan stasiun televisi lokal.

Menjuarai Supercoppa Italia disebut Pirlo akan punya peran penting dalam perjalanan Bianconeri di musim 2012/2013 yang akan segera dimulai. Menjadi pendongkrak kepercayaan diri, sukses di China disebutnya bisa menjadi awal dalam upaya mempertahankan Scudetto dan menjuarai Liga Champions.
“Kami berharap bisa memenangi Scudetto lagi musim ini, plus tampil bagus di Liga Champions, yang mana merupakan kompetisi menarik. Kami ingin berkembang dibanding tahun lalu,” lugasnya di Football Italia.(net/bbs)

Conte Dihukum 10 Bulan

Antonio Vonte dipastikan tidak bisa mendampingi Juventus musim ini. Pasalnya, sang Allenatore harus menjalani hukuman selama hampir setahun karena terlibat skandal Scommessopoli.

Persidangan Conte terkait dakwaan keterlibatannya dalam skandal pengaturan skor dan judi sepakbola -Scommessopoli- yang tengah marak di kompetisi sepakbola Italia, terus berlanjut.

Sebelumnya, Conte yang didampingi pengacara klub Juve dikabarkan telah mengajukan “kompromi hukuman” yakni dengan mengajukan plea bargain berupa sanksi tiga bulan dan denda 200 ribu euro.

Meski awalnya sempat diterima jaksa penuntut Stefano Palazzi, namun, belakangan kesepakatan itu ditolak oleh Komisi Disiplin. Nah, baru-baru ini, sidang kembali dilanjutkan.

Hasilnya, Federasi Sepakbola Italia (FIGC) melalui Ketua Komite Disiplin, Sergio Artico, menyatakan Conte bersalah karena tidak melaporkan adanya praktik pengaturan skor pada dua laga Serie B, saat Siena lawan Novara dan AlbinoLeffe di 2010-2011. Kala itu, Conte tengah menjabat pelatih Siena.
Hukuman untuk pelatih 43 tahun ini pun lebih berat dari sebelumnya. Kali ini, FIGC menjatuhkan sanksi larangan aktif di sepakbola selama 10 bulan yang baru akan berakhir pada 9 Juni 2013 mendatang. Sementara asistennya, Angelo Alessio dilarang aktif selama delapan bulan. Conte masih diberikan kesempatan untuk banding hingga 20 Agustus mendatang.

Sedangkan Bonucci dan Pepe dibebaskan dari segala dakwaan karena inkonsistensi kesaksian Andrea Masiello. Pemain Atalanta itu menuduh Bonucci terlibat langsung dan Pepe mengetahui percobaan pengaturan skor dalam laga Bari vs Udinese pada Mei 2010.(net/bbs)

Liverpool Jual Nama Stadion ke Sponsor

LIVERPOOL- Wacana mengejutkan muncul dari pemilik klub Liverpool, John W Henry. Ya, dia akan menjual hak penamaan Stadion Anfield untuk mendapatkan dana segar dari sponsor.

Sebelumnya, The Reds dikabarkan tengah merencanakan untuk pindah markas. Namun, opsi lainnya adalah tetap berada di Anfield dan memugarnya kembali dengan nama baru dari pihak sponsor.

Karenanya, Henry melempar wacana untuk menjual nama Anfield ke pihak sponsor. Keputusan  tersebut juga demi Liverpool menjadi klub yang mandiri dan siap hadapi aturan Financial Fair Play bakal segera ditetapkan oleh UEFA pada musim kompetisi 2015-2016 mendatang.

“Klub bisa meningkatkan pemasukannya secara signifikan tapi itu hal itu akan sulit diwujudkan dengan mudah. Saya tak bisa melihatnya dari tingkat lokal, mayoritas (dari peningkatan pendapatan) itu harus datang dari agenda global,” jelas Henry kepada Tomkins Times.

“Melepas hak sponsor pada nama Anfield bisa terjadi jika kami menemukan rekanan yang tepat. Tapi saat ini kami belum melakukan upaya untuk mewujudkannya,” sambungnya.(net/bbs)