Home Blog Page 13124

Kesempatan Pertama

Brasil U-23 vs Meksiko U-23

LONDON-Brasil diperkirakan akan mampu menaklukkan Meksiko dan meraih medali emas Olimpiade cabang sepakbola pria. Tim nasional Brasil datang ke Olimpiade 2012 di London sebagai salah salah satu favorit peraih medali emas, bersama tim kuat Spanyol dan tuan rumah Britania Raya.

PERSAINGAN: Pemain Brasil Romulo (kiri) akan bersaing  striker Meksiko Javier Cortes (kanan).
PERSAINGAN: Pemain Brasil Romulo (kiri) akan bersaing dengan striker Meksiko Javier Cortes (kanan).

Namun, dua nama terakhir akhirnya tersingkir terlebih dahulu. Timnas Spanyol dipaksa menanggung malu usai tersingkir dengan cepat di babak penyisihan grup tanpa mengoleksi satu kemenangan, sementara tuan rumah Britania Raya disingkirkan oleh Korea Selatan dengan adu penalti.

Praktis, unggulan teratas hanya menyisakan Brasil. Dan satu-satunya penghalang tim Samba untuk meraih medali emas, kini hanya menyisakan timnas Meksiko.

Kekuatan timnas Meksiko tidak boleh terlalu diremehkan, di babak grup mereka menjadi pemuncak klasemen grup B mengungguli Korea Selatan, Gabon dan Swiss. Di babak perempat-final mereka menyingkirkan Senegal melalui adu penalti,

Dan di semi-final mereka menunjukkan kualitasnya dengan menaklukkan Jepang meskipun sempat tertinggal terlebih dahulu.

Namun, meski demikian, di final nanti, Meksiko akan tampil tanpa top skor mereka yaitu Giovani Dos Santos yang mengalami cedera. Kondisi  ini sungguh merugikan Meksiko sebab sejauh ini Giovanni merupakan pemain paling subur di kubu Meksiko dengan mengemas tiga gol dan tiga assist.
“Saya sangat sedih. Saya absen karena otot saya sobek, sekarang saya harus memulihkan diri dan mendukung rekan-rekan setim Sabtu (dini hari nan, Red),” pungkas Dos Santos.

Absennya Giovani tak pelak membuat kubu Brasil bersuka. Bahkan bintang tim Brasil Neymar secara jujur mengakui jika cedera yang dialami Giovanni merupakan berkah bagi Brasil. “Kami akan sangat beruntung ,” ungkap Neymar kepada ESPN.

Bagi Neymar, final kali ini merupakan final pertamanya bersama timnas Brasil di pentas internasional. “Ini merupakan final pertama saya bersama Brasil, dan saya merasa bangga mewakili negara di momen penting seperti ini. Ini merupakan final olimpiade pertama kami dalam 24 tahun terakhir. Jadi ini tanggung jawab yang sangat berat,” kata Neymar.

“Kami harus mempertahankan apa yang sudah kami lakukan sejauh ini. Semuanya berjalan dengan lancar. Tak ada satu pun pemain Brasil yang pernah memenangi ini, dan saya merasa siap untuk membantu tim meraih medali emas,” tuntas Neymar.

Senada dengan Neymar, pelatih Brasil Mano Menezes pun mengatakan bahwa partai final menghadapi Meksiko merupakan kesempatan terbaik bagi negaranya untuk kembali menjadi yang terbaik di pentas internasional.

Memang, dengan materi pemain lebih baik, ekspetasi tinggi dibebankan ke pundak tim besutan Menezes tersebut. Brasil bermaterikan pemain yang sebagian besar pernah memperkuat timnas senior.

“Tekanan untuk memenangi medali emas pertama kami di olimpiade selalu ada. Kami harus bisa mewujudkannya pada tahun ini. Ada tekanan cukup tinggi di pertandingan kali ini. Anda bermain untuk menjadi yang terbaik. Dan inilah yang membuat pertandingan ini menjadi berbeda,” pungkas Menezes. (bbs/jpnn)

Dipimpin Mark Clattenburg

Wasit Liga Primer Inggris Mark Clattenburg telah terpilih sebagai pengadil di pertandingan final cabang sepakbola putra di Olimpiade London 2012 yang mempertemukan Brasil dan Meksiko di Wembley, malam ini.

Wasit berusia 37 tahun itu akan dibantu dua asisten wasit asal Inggris, Stephen Child dan Simon Beck. Clattenburg sudah dua kali memimpin pertandingan di Olimpiade, termasuk saat Meksiko menang 4-2 atas Senegal di babak perempat-final.

David Elleray, ketua Asosiasi Wasit Sepakbola, mengaku senang dengan terpilihnya Clattenburg. “Penunjukan Clattenburg untuk memimpin pertandingan final Olimpiade dengan dibantu dua asisten Inggris, Steve Child dan Simon Beck, adalah kabar yang menyenangkan. “Ini capaian yang luar biasa dari orang Britania Raya di Olimpiade,” ujar Elleray. (bbs/jpnn)
di laman resmi FA Inggris. (bbs/jpnn)

[table caption=”Statistik”]

Brasil U-23[attr colspan=”4″]
27 Jul ‘12 ,    Olimpiade    Brasil U-23 v Mesir U-23,    3-2
29 Jul ‘12,     Olimpiade    Brasil U-23 v Belarus U-23  ,  3-1
1 Agt ‘12 ,    Olimpiade    Brasil U-23 v Selandia Baru U-23   ,   3-0
4 Agt ‘12  ,   Olimpiade    Brasil U-23 v Honduras U-23   , 3-2
8 Agt ’12  ,  Olimpiade    Korsel U-23 v Brazil U-23 ,   0-3

Meksiko U-23[attr colspan=”4″]
7 Agt ’12  ,  Olimpiade   ,  Meksiko U-23 v Jepang U-23 ,   3-1
4 Agt ’12  ,  Olimpiade  ,  Meksiko U-23 v Senegal U-23  ,  4-2
1 Agt ‘12  ,   Olimpiade ,   Meksiko U-23 v Swiss U-23,    1-0
29 Jul ‘12    , Olimpiade ,    Meksiko U-23 v Gabon U-23 ,   2-0
26 Jul ‘12    , Olimpiade  ,  Meksiko U-23 v Korsel U-23  ,  0-0

[/table]

DATA DAN FAKTA

  •  Ini adalah pertama kalinya kedua tim bertemu di final Olimpiade. Ini juga menjadi final pertama bagi Meksiko U-23. Kedua tim sama-sama belum pernah meraih medali emas sepanjang sejarah Olimpiade cabang sepakbola.
  • Prestasi terbaik BraSil di Olimpiade adalah medali perak 1984 dan 1988, dan medali perunggu tahun 1996 dan 2008. Sementara final tahun ini adalah prestasi terbaik Meksiko di Olimpiade.
  • Brasil U-23 berhasil melaju ke final setelah menang telak 3-0 atas Korea Selatan U-23 di semi-final. Gol dari Romulo dan Leandro Damiao (2) sudah cukup untuk mematahkan perlawanan Korsel, yang akan menghadapi Jepang pada perebutan medali perunggu.
  • Sejak fase grup, Brasil selalu mencetak 3 gol ke gawang lawan. Brazil juga menjadi tim tersubur di Olimpiade London ini dengan koleksi 15 gol, 8 gol tercipta di babak pertama dan 7 gol di babak kedua.
  • Brasil juga menjadi tim yang paling sering melakukan tembakan. Dari 82 tembakan, 34 diantaranya mengarah ke gawang.
  • Striker Leandro Damiao memuncaki daftar topskor sementara dengan 6 gol.
  • Meksiko berhasil bangkit dan mengalahkan Jepang U23 3-1 di semi-final. Sempat tertinggal 0-1 lebih dulu, justru melecut semangat para pemain Meksiko.
  • Meksiko adalah tim kedua setelah Brazil yang paling sering melakukan tembakan. Dari 78 kali tembakan, 30 diantaranya mengarah ke gawang lawan. Meksiko juga menjadi tim tersubur kedua setelah Brasil dengan koleksi 10 gol.
  • Jelang laga final ini, Meksiko malah mendapat kabar buruk mengenai cedera pemain andalannya Giovani dos Santos. Dos Santos terpaksa ditarik keluar pada pertengahan babak saat menghadapi Jepang karena cedera otot. Namun Dos Santos masih bisa tampil jika cederanya tidak terlalu parah.

Denny Indrayana Sebut Antasari Sebar Fitnah

JAKARTA – Di tengah pengusutan kasus dana bail out bank Century masih stagnan, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar mengeluarkan pernyataan kontroversial. Dia mengungkapkan adanya rapat skenario pencairan dana talangan Rp 6,7 triliun yang diikuti oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah pejabat. Menyikapi pernyataan tersebut, Wamenkum dan HAM Denny Indrayana justru menyebut Antasari berbohong.

“Ini bulan Puasa. Bulan Ramadhan. Di bulan lain saja tidak boleh kita berbohong, apalagi di bulan suci ini,”ujar Denny di Jakarta, kemarin (10/8).

Mantan staf khusus Presiden bidang hukum tersebut menegaskan bahwa pernyataan Antasari tersebut tidak benar. Dia menyarankan pada Antasari untuk tidak menyebar fitnah. “Saya sarankan janganlah menyebar sensasi apalagi fitnah. Saya berharap dan berdoa Pak Antasari hanya lupa dan khilaf,”lanjut dia.
Denny memastikan bahwa Presiden tidak pernah memimpin rapat terkait kasus Bank Century, seperti yang dituduhkan Antasari. Denny sendiri juga disebut-sebut mengikuti rapat terbatas tersebut. (Ken/jpnn)

Atlet Cina Diguyur Bonus

PERENANG Cina, Ye Shiwen, meraih dua medali emas di Olimpiade London. Para atlet Cina peraih medali di Olimpiade London tidak hanya akan menerima banjir pujian dari pemerintah.

Mereka juga akan menerima insentif berupa bonus uang, yang nilainya diperkirakan jauh lebih besar dari bonus Olimpiade Beijing empat tahun silam.
Pemerintah pusat belum mengumumkan besaran bonus untuk peraih emas, perak, dan perunggu, namun laporan media lokal bahwa peraih emas akan menerima 500.000 yuan (setara dengan Rp745 juta) telah dibantah beberapa pejabat pusat.

Berapapun uang yang akan diterima, bonus dari pemerintah pusat hanyalah satu dari sekian banyak sumber bonus yang telah menanti para atlet Cina.
“Pemerintah provinsi akan berlomba-lomba memberikan bonus. Jika Guangdong mengumumkan akan mengeluarkan bonus sekian yuan misalnya, Zhejiang akan memberikan nilai bonus yang lebih besar,” kata Fan Ye, atlet senam Cina yang berlomba di Olimpiade 2004 kepada kantor berita Reuters.
Provinsi Shaanxi di Cina utara telah berjanji akan mengeluarkan bonus 600.00 yuan kepada setiap peraih emas, sementara peraih perak akan mendapat hadiah uang 300.000 yuan.

Seperti halnya peraih medali di negara-negara lain, para atlet Cina juga akan menerima uang dari sponsor perusahaan swasta. Tradisi bonus uang dimulai ketika Cina ambil bagian di Olimpiade 1984 di Los Angeles, setelah memboikot selama 32 tahun, sebagai protes atas partisipasi Taiwan di pesta olahraga terbesar di dunia ini. (bbs/jpnn)

[table caption=”Klasemen Perolehan Medali, Olimpiade London 2012″]

No. ,Negara  ,  Emas ,   Perak  ,  Perunggu    , Total
1.  ,Amerika Serikat ,   39    ,25  ,  26   , 90
2.  ,Cina        ,37   , 24  ,  19    ,80
3.  ,Inggris Raya,        25  ,  13  ,  14    ,52
4.  ,Rusia       ,  12  ,  21  ,  23    ,56
5.  ,Korea Selatan ,   12 ,   7    ,6   , 25
6. , Jerman  ,      10 ,   16  ,  11 ,   37
7.  ,Prancis     ,    8 ,   9    ,12   , 29
8.,  Hungaria     ,    8 ,   4   , 3    ,15
9.  ,Italia      ,   7 ,   6   , 6  ,  19
10., Australia    ,    6   , 13    10    29
11., Kazakhstan     ,   6,    0 ,   3    ,9
12. ,Jepang     ,    5    ,14   , 14    ,33
13. ,Belanda    ,    5   , 5 ,   6    ,16
14. ,Iran   ,      4,    4 ,   1    ,9
15. ,Korea Utara     ,   4  ,  0   , 1   , 5
,,,,,
53. ,Indonesia    ,    0  ,  1   , 1 ,   2
[/table]

Bolt di Ambang Legenda

Usain Bolt meraih medali emas kedua Olimpiade London, setelah menjadi pelari tercepat di nomor lari 200 meter, Kamis malam (9/8) atau  Jumat dini hari WIB.

Di babak final di Stadion Olimpiade, Bolt membukukan waktu 19,32  detik. Medali perak diraih mitra latihannya, Yohan Blake, dengan waktu 19,44 detik dan perunggu diraih atlet Jamaika lainnya, Warren Weir dengan  19,84 detik.

“Saya benar-benar puas. Inilah yang saya harapkan dan saya bisa mewujudkannya. Saya harus berterima kasih kepada pelatih. Ia tentu sangat
bergembira kami menyapu bersih medali,” kata Bolt usai berlomba dan merayakan kemenangan dengan berlari mengitari stadion.
Bagi Bolt emas di London sekaligus konfirmasi keberhasilannya mempertahankan emas yang ia raih di Olimpiade Beijing empat tahun silam, prestasi yang juga catat di lari 100 meter.

Empat medali emas di nomor lari 100 dan 200 meter di dua Olimpiade membuat Bolt menjadi atlet terbaik sepanjang masa.
Begitu menginjak garis finish di nomor 200 meter, Bolt meletakkan  jari telunjuk ke mulutnya, yang diartikan sebagai jawaban terhadap para pengkritik yang sebelumnya meragukan kemampuan Bolt mempertahankan emas di Olimpiade London.

Ya, meski menang di nomor 200 meter, namun Bolt tak mampu mempertajam rekor seperi yang dilakukannya pada nomor 100 meter. Kondisi fisik yang tidak fit disebut Bolt menjadipenghambat dia tampil maksimal.

“Saya pikir itu bisa saja (menuliskan rekor baru)… tapi saya pikir saya tidak cukup fit. Saya cepat, tapi tidak cukup fit,” sahut Bolt usai lomba.
“Saat saya memasuki tikungan, saya merasakan nyeri pada punggung saya jadi saya mencoba menjaga performa saya, tapi saya berhenti berlari karena saya tahu itu tidak akan menjadi rekor dunia. Saat saya melewati tikungan saya bisa merasakannya, lanjut dia seperti diberitakan BBC.

Bolt tidak berlari dengan kecepatan penuh di sepanjang balapan. Setelah dalam posisi unggul mendekati garis finis, dia terlihat menurunkan kecepatan dan bahkan menoleh ke sisi kiri. Sebuah selebrasi kecil juga dia lakukan saat kakinya melintas garis finis, yakni dengan menempelkan jari di bibir.
“Itu sungguh sulit. Saya mendedikasikan diri saya sendiri untuk  terus bekerja, saya tahu apa makna London untuk saya. Saya datang ke sini untuk memberikan segalanya dan saya bangga dengan diri saya sendiri. Saya tidak memecahkan rekor 200 meter – saya sungguh-sungguh ingin melakukannya di 200 meter – tapi saya gembira,” tuntas Bolt.

Spearmon  Akui Kehebatan Bolt

Di seantero bumi, bisa jadi Usain Bolt masih jadi manusia tercepat. Bahkan rival Bolt ada yang menyebut sprinter Jamaika itu bukan berasal dari bumi, melainkan planet lain.

Ya, jika di sepakbola ada Lionel Messi atau Barcelona yang kerap disebut berasal dari dunia, galaksi atau planet lain, di arena sprint terpampang nama Usain St. Leo Bolt. Terakhir, Bolt kembali menyumbangkan emas bagi negara kawasan Karibia itu dari nomor 200 meter sprint.

Bolt menjadi yang terdepan menyentuh finis dengan torehan rekor lainnya, yakni 19,90 detik. Di tempat kedua dan ketiga alias perak dan perunggu juga dikuasai pelari Jamaika, Yohan Blake (19,44) dan Warren Weir (19,84).

Saking cepatnya Bolt berlari, bahkan membuat kontestan dari negara lain frustrasi. Wallace Spearmon contohnya. Sprinter Amerika Serikat itu mengakui, Bolt seperti bukan manusia bumi.

“Dia (Bolt) sepertinya berasal dari planet lain saat ini. Saya ingin segera pulang dan berlatih lebih keras lagi. Saya minta maaf telah mengecewakan,” papar Spearmon kepada CBSNews, Jumat (10/8).

Spearmon sendiri hanya finis di urutan keempat, gagal sekeping pun menyumbangkan medali bagi negeri Paman Sam. Walau mengakui Bolt berasal dari ‘alam’ lain, tapi Spearmon enggan memujinya lebih jauh.

“Ada hari baik dan hari-hari buruk. Pertandingan tadi bukanlah hari terbaik saya. Apakah Bolt pelari terbaik sepanjang masa? Saya tak bisa menjawabnya sekarang,” tuntas Spearmon. (bbs/jpnn)

Jones Hapus Catatan Gelap Taekwondo Inggris Raya

LONDON – Setelah sekian lama penantian tuan rumah di cabang Taekwondo, akhirnya satu keping medali emas sukses disumbangkan Taekwondoin Inggris Raya di nomor putri, Jade Jones, dengan pengorbanan yang tak ringan.

Gadis berusia 19 tahun itu turun di kelas 57kg putri dan mesti menghadapi juara dunia asal China, Hou Yuzhuo, dengan cedera kaki yang masih terasa nyeri. Jones mendapati cedera di tulang keringnya saat turun pertama kali, beberapa waktu lalu saat mengalahkan wakil Serbia, Dragana Gladovic.
Walau sudah didera masalah kaki, Jones mampu terus menembus babak perempatfinal dengan menumbangkan Taekwondoin Jepang, Mayu Yamada dan di semifinal mengalahkan wakil China Taipei, Tseng Li-Cheng.

Tahun lalu di kejuaraan dunia yang digelar di Korea Selatan, Jones sempat kalah dan hanya meraih perak usai melawan Hou. Tapi di Olimpiade kali ini, Taekwondoin berjuluk ‘Headhunter’ itu mampu menuntaskan revans, dengan kemenangan 6-4. Emas dari Jones ini adalah emas perdana Inggris Raya di cabang Taekwondo.

“Kaki saya sudah sakit sejak pertarungan pertama, sebuah tendangan ke tulang kering. Jadi di pertandingan berikutnya, saya butuh suntikan penahan sakit,” ujar Jones, sebagaimana disitat London2012, Jumat (10/8).
“Awalnya, rasa nyerinya teramat sakit. Bahkan saya nyaris putus asa dan menyerah. Tapi keinginan untuk menang lebih besar dan demi emas, saya mesti mengatasi segalanya,” pungkas Jones. (bbs/jpnn)

Amerika Serikat Juarai Sepak Bola Putri

LONDON – Amerika Serikat berhasil keluar sebagai juara sepak bola putri Olimpiade 2012 setelah mengalahkan Jepang 2-1 di final. Ini merupakan medali emas mereka yang ketiga secara berturut-turut. Dua gol tim berjuluk Star and Stripes tersebut dijaringkan gelandang Carli Lloyd, yakni sebuah sundulan pada menit kedelapan dan tendangan kaki kiri di tepi kotak penalti pada menit ke-54.

Jepang, yang pada final Piala Dunia 2011 lalu sukses mengalahkan Amerika, baru bisa memperkecil kedudukan pada menit ke-63 ketika Yuki Ogimi mencetak gol dari jarak dekat. Usaha tim yang dijuluki Nadeshiko ini untuk menyamakan kedudukan gagal kendati menguasai sisa pertandingan.

Final di Stadion Wembley ini juga mencatat rekor sebagai pertandingan sepak bola putri yang paling banyak disaksikan penonton sepanjang sejarah Olimpiade juga pertandingan sepak bola putri paling banyak disaksikan di Inggris Raya dengan 80.203 orang. Dengan demikian, sejak sepak bola putri mulai dipertandingkan pada Olimpiade 1996 silam, Amerika berhasil merebut empat dari lima medali emas. Satu-satunya kegagalan mereka terjadi pada Olimpiade 2000 saat dikalahkan Norwegia 2-3.

Di luar itu, Team Yanks selalu berhasil menjadi juara dengan mengalahkan China 2-1 di Olimpiade 1996, Brasil 2-1 di Olimpiade 2004, dan Brasil 1-0 di Olimpiade 2008. Catatan ini menjadikan tim sepak bola putri Amerika sebagai tim sepak bola tersukses di Olimpiade (bila putra dan putri digabung) dan mengalahkan tim sepak bola putra Hungaria dan Inggris Raya yang sama-sama mengoleksi tiga emas. (bbs/jpnn)

Akibat Mabuk, Atlet Belgia Dipulangkan

KOMITE Olimpiade Belgia akhirnya mengirim pulang pebalap sepeda Gijs Van Hoecke setelah fotonya yang tengah mabuk muncul di media-media Inggris. Van Hoecke mabuk di sebuah klub di pusat kota London pada Minggu kemarin.

Dalam foto tersebut Van Hoecke terlihat dibopong oleh kedua orang lain, termasuk rekan setimnya Jonathan Dufrasne. Dengan mata tertutup dan celana serta baju yang basah, Van Hoecke dibawa masuk ke dalam taksi.

Tabloid Mirror yang melansir foto tersebut memberikan medali emas kepada Van Hoecke atas pesta semalam suntuknya itu. Mirror juga menyebut Van Hoecke berpesta di Mahiki Club.

Sebelumnya, pada lomba Minggu malamny di nomor omnium, Van Hoecke finis pada posisi ke-15. Komite Olimpiade Belgia menyayangkan terjadinya insiden ini.

“Komite Olimpiade Belgia dan Federasi Sepeda Belgia menyayangkan insiden tersebut, yang untungnya tidak memberi pengaruh kepada kehidupan di Perkampungan Atlet dan kiprah atlet-atlet lainnya di sisa kompetisi yang ada,” tulis pernyataan Komite tersebut. (bbs/jpnn)

PBSI Tunggu Laporan Manajer

Pasca Hasil Mengecewakan di Olimpiade London 2012

JAKARTA- Sejauh ini PB PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia) belum memberikan statemen resmi setelah bulu tangkis meraih hasil mengecewakan di Olimpiade London 2012. Dihubungi tadi malam, Sekjen PB PBSI Yacob Rusdianto mengatakan, untuk saat ini PBSI belum bisa berkomentar banyak, karena masih harus menunggu laporan dari manajer tim.

“Kami masih menunggu laporan dari manajer tim di Olimpiade, Pak Sabar Yudo (Saroso). Dia belum melaporkan ke kita,” ujar Yacob.
“Kalau saya berkomentar sekarang takutnya nanti situasinya main keruh. Mungkin satu dua hari ke depan sudah ada laporan dari manajer tim,” sambungnya.

Yacob menyatakan, keterangan dari manajer tim sangat diperlukan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi sehingga para pemain gagal mempersembahkan prestasi terbaik. “Manajer tahu apa yang terjadi di tim. Setelah mendapat laporan PBSI akan mengambil sikap,” tegasnya.
Yacob menyatakan PBSI hanya akan meminta keterangan kepada manajer tim dan tidak akan meminta keterangan kepada pemain atas apa yang terjadi di London.

Seperti diketahui, bulutangkis yang selama ini menjadi andalan kontingen Merah Putih tampil jeblok di Olimpiade London. Tak satupun dari sembilan pemain yang tampil berhasil mempersembahkan medali. Padahal sejak kali pertama dipertandingkan para pebulutangkis terbaik Indonesia selalu berhasil meralih medali emas. Tapi kali ini ini medali perunggu pun tak bisa diraih.

Tak hanya itu, di Olimpiade London, ganda putrid Indonesia Greysia Polii/Meiliana Jauhari juga tersangkut skandal pertandingan sehingga harus didiskualifikasi bersama tiga pasangan ganda lainnya. Keempat ganda putri tersebut dinilai memanipulasi permainan agar kalah di pertandingan untuk menghindari lawan berat di babak berikutnya. Selain Greysia Polii/Meiliana Jauhari, tiga pasangan yang didiskualifikasi adalah unggulan pertama Tongkok Wang Xiaoli/Yu Yang, dua ganda putri Korea Selatan; Jung Kyung-eun/Kim Ha-na serta Ha Jung-eun/Kim Min-jung.

Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) menyatakan keempat ganda putri itu tidak bermain sepenuh hati dan bersikap tidak sportif satu sama lain. Skandal yang mencoreng cabor bulu tangkis itu dimulai ketika ganda putri Tiongkok, Wang/Yu Yang yang bermain lamban melawan ganda putri Korsel, Jung/Kim. Pasangan Tiongkok berusaha mengalah agar tidak menjadi pemuncak grup. Sebab dengan begitu Wang/Yu terhindar dari ganda putri Tiongkok lainnya, Tian Qing/Zhao Yunlei di babak delapan besar. Permainan serupa dipertontonkan Jung/Kim. Mereka terlihat bermain ogah-ogahan agar kalah dan tidak menjadi pemuncak grup untuk menghindari bertemu Tian/Zhao di fase delapan besar.

Nah, “main sabun” itu ternyata menular ke pasangan Korsel, Ha/Kim dan Greysia/Meiliana. Kedua ganda putri tersebut bermain ala kadarnya untuk menghindari menang dan menjadi juara grup. (ali/jpnn)

Langsung Fokus ke Kejuaraan Dunia

Gagal meraih medali di Olimpiade London, pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tak mau berlarut-larut dalam kekecewaan. Jawara All England 2012 ini mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari Olimpiade dan mengambil banyak pelajaran untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi di turnamen selanjutnya.

Liliyana Natsir yang meraih medali perak di Olimpiade 2008 saat masih  berpasangan dengan Nova Widianto mengatakan belum mau berpikir apakah London akna menjadi Olimpiade terakhirnya. “Bisa saja ini Olimpiade terakhir buat saya. Bisa juga tidak. Saya belum berpikir sampai Olimpiade Brazil 2016. Mungkin saya dan Tontowi akan fokus ke Kejuaraan Dunia 2013. Syukur-syukur bisa bertahan sampai Asian Games 2014,” ujar Liliyana.

Meskipun sudah dua kali mencicipi rasanya menjadi juara dunia, Liiliyana masih berambisi besar mengincar gelar juara dunia lagi. Kali ini dia ingin merebutnya bersama Tontowi Ahmad. Pada 2005 dan 2007, pemain asal PB Tangkas ini meraih gelar Juara Dunia di nomor ganda campuran bersama Nova Widianto.

Memang saya sudah pernah jadi juara dunia, tapi sama Tontowi kan belum pernah. Semoga saja saya bisa terwujud. Saya masih ingin terus bermain sampai saya sudah tidak mampu lagi, baru saya akan pensiun dan itu belum tahu kapan” beber Liliyana.

Pemain kelahiran 9 September 1985 ini juga berharap bahwa kegagalannya di Olimpiade London 2012 ini tak mematahkan semangat Tontowi untuk terus berusaha lebih baik lagi.(ali/jpnn)

Taekwondo Sumut Target Tiga Emas

MEDAN- Kontingen cabang olahraga (Cabor) Taekwondo Sumatera Utara (Sumut), menargetkan tiga medali emas di PON XVIII Riau, September mendatang. Karenanya, untuk mencapai target itu, atlet Taekwondo Sumut menggenjot porsi latihan dan beberapa rangkaian pembinaan dalam pelatda penuh di Pemondokan Asrama Haji, Jalan AH Nasution, Medan Johor.

“Bagaimanapun pengalaman kita pada PON 2008 di Kalimantan Timur lalu menjadi pengalaman berharga bagi kita. Pasalnya, saat itu kita tidak mendapat satu medali pun. Makanya di PON Riau ini, kita targetkan meraih tiga medali emas,” kata Husni Tamrin, pelatih kepala Taekwondo kepada wartawan di GOR Taekwondo Sumut, Jumat (10/8).

Disebutkannya, selain pelatda, atlet taekwondo Sumut juga telah melakoni try out ke Banda Aceh Juli lalu. “Memang dengan uji coba yang hanya satu kali masih minim, tapi itukan tergantung kemampuan dari KONI Sumut,” katanya.

Beruntung, di PON kali kontingen Sumut diperkuat Basuki, atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. “Basuki adalah seorang atlet nasional yang pernah meraih medali emas pada Sea Games 2005 dan 2011 lalu, medali perak 2001 dan 2007 serta medali perunggu 2005,” tutur Husni.(mag-10)