Home Blog Page 13143

China Masih Memimpin

LONDON-Cuma satu emas, satu perak dan satu perunggu di dapat China sepanjang Senin (6/8) kemarin. Namun itu sudah cukup untuk menjaga mereka tetap berada di posisi teratas pengumpul medali terbanyak Olimpiade.

Satu-satunya emas untuk China datang dari cabang jalan cepat nomor 20 km putra, melalui atletnya Cheng Din. Sementara perak dan perunggu didapat dari cabang memanah.

Tambahan tiga medali tersebut membuat China kini total telah mengumpulkan 31 emas, 19 perak dan 14 perunggu serta berhak atas posisi teratas klasemen perolehan medali.

Berada di posisi kedua adalah Amerika Serikat, dengan raihan medali emas sebanyak 29, 15 perak dan 19 perunggu. Dibanding sehari sebelumnya, AS cuma dapat satu tambahan medali perak yakni dari panah beregu putra.

Dengan 18 emas, 11 perak dan 11 perunggu, Inggris Raya masih bertahan di posisi tiga. Menguntit di belakangnya adalah Korea Selatan usai meraih 11 emas, lima perak dan enam perunggu.

Sementara itu, peringkat Indonesia kembali merosot. Tak mungkin lagi menambah satu perak dan satu perunggu yang sudah didapat, Indonesia saat ini ada di posisi 47. (bbs/jpnn)

Sembilan Balon Gubsu Hadir

Silaturahmi dan Buka Bersama Tokoh-tokoh Sumut

Sejumlah tokoh Sumatera Utara (Sumut) yang segera berkompetisi dalam Pilgubsu Maret 2013 memenuhi kursi undangan di acara ‘Silaturahmi dan Buka Bersama Tokoh-tokoh Sumut’ di Kasuari Room, Garuda Plaza Hotel, Jalan SM Raja Medan, Senin (6/8) petang.

Acara Silaturahmi  Buka Puasa Bersama Tokoh-tokoh Masyarakat Sumatera Utara  Sumut Pos Media Group  Garuda Hotel Plaza Medan, Senin (6/8)
Acara Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Tokoh-tokoh Masyarakat Sumatera Utara dengan Sumut Pos Media Group di Garuda Hotel Plaza Medan, Senin (6/8)

Para tokoh yang sudah mendaftar sebagai balon gubsu 2013-2018 di sejumlah parpol itu adalah Benny Pasaribu, Cornel Simbolon, DR RE Nainggolan, Anuar Shah (Aweng), Gus Irawan, Chairuman Harahap, Hasbullah Hadi, dan  Rohana Sianipar. Turut hadir pula Kapoldasu Irjen Wisjnu Amat Sastro.

Seluruh tokoh yang ada menyatakan siap berkomitmen menjadi pemimpin amanah yang untuk membangun Sumut dalam lim atahun kepemimpinan mereka. Acara dibuka oleh Wakil PU Sumut Pos bidang Usaha, Affan Bey Hutasuhut, yang mengingatkan acara petang itu sebagai warming-up dan ajang silaturahmi. ‘’Rangkaian acara yang lebih seru akan kami siapkan di jilid berikutnya, yakni mempertemukan 2-3 orang balon gubsu dengan para pembanding yang expert di sejumlah bidang,’’ katanya.

Sembari menunggu berbuka puasa dan makan bersama, Ketua MUI Deliserdang Ustadz Luqman Siregar tampil memberikan siraman rohani dengan topik ‘Kepemimpinan Amanah’. Dalam tausiah-nya, Ustadz Luqman mengingatkan pada prinsipnya menjadi seorang pemimpin tak sesulit yang dibayangkan. “Menjadi pemimpin menurut Islam itu sederhana saja. Tirulah sifat Nabi Muhammad yakni, Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah,” ungkapnya.

Akan tetapi merefleksikan keempat sifat nabi itu tidak mudah karena sifat manusia yang selalu lupa. “Tidak mudah melaksanakan yang dikatakan. Tapi menjadi berat karena pada prinsipnya sifat manusia yang pelupa. Tapi jangan disengaja atau dilupa-lupakan. Kita berbuat dan salah, itu biasa karena baru pertama dikerjakan,” urainya.

Setelah dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-quran yang dilantunkan Qori Azrol Hasibuan tampil pula Ketua MUI Deliserdang Ustadz Luqman Siregar  memberikan siraman rohani dengan topik ‘Kepemimpinan Amanah’.

Dalam tausiah-nya, Ustadz Luqman mengingatkan pada prinsipnya menjadi seorang pemimpin tak sesulit yang dibayangkan. “Menjadi pemimpin menurut Islam itu sederhana saja. Tirulah sifat Nabi Muhammad yakni, Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah,” ungkapnya.

Akan tetapi merefleksikan keempat sifat nabi itu tidak mudah karena sifat manusia yang selalu lupa. “Tidak mudah melaksanakan yang dikatakan. Tapi menjadi berat karena pada prinsipnya sifat manusia yang pelupa. Tapi jangan disengaja atau dilupa-lupakan. Kita berbuat dan salah, itu biasa karena baru pertama dikerjakan,” urainya.

Selain silaturahmi, acara ini dirangkai presentasi salah satu rubrik halaman di Harian Sumut Pos, yakni ‘Road to Sumut 1’ yang merupakan halaman terobosan baru karena menjadi format bersama yang dimuat oleh seluruh media di bawah payung Sumut Pos Grup. Ini artinya, rubrikasi ‘’Road To Sumut 1’’ akan ditampilkan dalam format dan konten seragam di Sumut Pos, Metro Langkat, Metro Binjai, Metro Simalem, Metro Dairi, Metro Siantar, Metro Asahan, Metro Tapanuli, Metro Tabagsel, e-paper dan website di seluruh koran Sumut Pos Group, situs berita sumutcyber.com, dan streaming MedanTV.

Total tiras seluruh media cetak di bawah payung Sumut Pos Group ini mencapai 120.000 eksemplar ditambah ratusan ribu hits yang diklik pembaca dari berbagai penjuru di website dan e-paper, situs berita sumutcyber.com, dan streaming Medan TV. Goldian Purba mengatakan momen menyongsong Pilgubsu 2013 mendatang ini   keberadaan Harian Sumut Pos menjadi ‘mak comblang’ bagi para calon Sumut-1 dengan masyarakat pemilih di seluruh wilayah Sumut. “Harian Sumut Pos menjadi ‘mak comblang’.  (*)

Setiap hari rubrik ‘Road to Sumut-1’ akan dimuat di halaman dua Sumut Pos dan diterbitkan di seluruh grup yang ada,” urainya.
“Kami perkenalkan ini sifatnya brainstorming saja. Terobosan ini sangat perlu disosialisasikan kepada para tokoh-tokoh Sumut yang kebetulan akan maju menjadi balon gubsu. Saat-saat ini media berperan besar mendongkrak popularitas para balon sebagai bahan pertimbangan parpol pengusung,” ungkap Wakil Pemimpin Umum bidang Usaha Sumut Pos, Goldian Purba.  (ari/val)

Estimasi Penumpang Lebaran 117.917

MEDAN- Lonjakan penumpang akan terjadi pada hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriyah, dengan rata-rata kenaikan sebesar lima sampai tujuh persen dari tahun 2011 lalu.

Estimasi itu, juga akan didukung dengan penambahan moda angkutan, baik angkutan jalan, laut, udara dan Kereta Api (KA).

Itu dikemukakan, Kepala Bidang (Kabid) Darat Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara (Dishub Provsu), Darwin Purba kepada Sumut Pos, Senin (6/8).
“Kenaikan rata-rata lima sampai tujuh persen dibanding tahun lalu. Dan terbesar di angkutan udara sebesar 15 persen. Angkutan jalan diperkirakan sepeda motor juga naik dibanding tahun lalu,” tuturnya.

Untuk estimasi total lonjakan penumpang dari tahun 2011 ke 2012, sebesar 117.917 penumpang. (ari)

Terkurung di Rumah Tetangga, 2 Balita Tewas Terbakar

Dikunci dari Luar Rumah Saat Tidur

KISARAN- Vietalia Nainggolan (4) dan Citra Alberia Nainggolan (2,5)  ditemukan dalam keadaan tewas dengan kondisi terpanggang. Kedua balita buah hati E Nainggolan (47) dan  R boru Panjaitan terkurung dalam rumah yang terbakar. Keduanya ditemukan di sebuah kamar dalam posisi berpelukan.

KEBAKARAN: Beberapa warga mengabadikan kebakaran  Kisaran Timur melalui ponsel mereka, Senin (6/8).//metro asahan/smg
KEBAKARAN: Beberapa warga mengabadikan kebakaran di Kisaran Timur melalui ponsel mereka, Senin (6/8).//metro asahan/smg

Kebakaran terjadi di rumah semipermanen milik Lince Togatorop (50) warga Jalan Jalak Lingkungan XI Kelurahan Lestari Kecamatan Kota Kisaran Timur Senin siang (6/8) sekitar pukul 11.00 WIB. Informasi dihimpun di lapangan,  kedua bocah malang itu setiap hari dititipkan oleh orangtuanya di rumah Lince Togatorop. Tidak diketahui penyebabnya, tiba-tiba rumah yang terkunci dari luar itu terbakar. “Api cepat membesar dari arah belakang,” ujar seorang saksi mata, pria berbadan tegap yang tampak sibuk ikut membantu memadamkan api. “Tak tahu asalnya, tapi api tiba-tiba sudah membesar dari arah belakang, sementara rumah itu terkunci dari luar “ ungkapnya.

Informasi lain yang diterima, sebelum kebakaran itu, sekitar pukul 8.00 WIB, Vietalia dan Citra dititipkan ibunya kepada Lince. Setelah menitipkan keduanya, si ibu pergi berangkat ke pasar.

Di rumah itu, Vietalia dan Citra dijaga dan bermain bersama anak Lince yang masih duduk di kelas 5 SD. Lince pun bergegas ke ladangnya. Tak lama bermain, Phitalia dan Citra tertidur. Melihat keduanya tertidur, putri Lince keluar rumah untuk mencari uang tambahan dengan menjadi pengupas bawang. Dia mengunci pintu rumah dari luar, sedangkan kedua bocah masih terlelap. Sekitar pukul 11.00 WIB rumah itu ternyata terbakar. Vietalia dan Citra tidak terselamatkan.

Pantauan Metro Asahan (grup Sumut Pos), 4 unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Asahan yang tiba di lokasi kejadian dengan dibantu warga setempat langsung melakukan pemadaman. Petugas terpaksa merusak bagian belakang rumah milik Rustam Efendi (tetangga Lince Togatorop). Tak berapa lama api berhasil dipadamkan.

Namun, masalah itu belum selesai. Warga yang mengetahui kalau Vietalia dan Citra Alberia biasanya dititipkan di rumah itu langsung panik. Mereka berusaha mencari kedua balita itu. “Biasanya ada dua bocah yang diasuh ibu itu (Lince Togatorop). Ibu itu tak ada di rumah, tapi setahu kami, anak itu berada didalam rumah,” ungkap sejumlah warga yang langsung merengsek ke dalam rumah tersebut.

Petugas identifikasi Polres Asahan yang tiba di lokasi kejadian langsung mengikuti langkah warga. “Benar di dalam kamar yang ludes dilalap api terdapat dua sosok mayat bocah yang sudah sulit dikenali lagi,” ucap petugas identifikasi.

Kemudian, petugas memasukan korban ke dalam kantong pelastik untuk divisum ke RSUD Kisaran. “Melihat posisinya kedua bocah malang itu tewas dalam keadaan telungkup dan berpelukan, besar dugaan saat ditinggal mereka tertidur nyenyak,” jelas petugas tadi.

R boru Panjaitan, ibu kandung dua bocah malang itu, begitu anaknya menjadi korban kebakaran langsung menjerit histeris. Wanita berbadan besar itu langsung pingsan dan dilarikan ke dalam rumahnya yang hanya berjarak tiga rumah dari tempat kejadian.

Kapolres Asahan AKBP Yustan Alpiani didampingi Waka Polres Kompol Budiman
Bostang Panjaitan, Kasat Reskrim AKP Fahrizal, Kasat Intel langsung terjun ke TKP. “Penyebabnya masih diselidiki, dan belum diketahui asal muasal apinya,” kata Humas Polres Asahan AKP R Brutu. (sus/smg)

Gatot Mendadak ke Sumut Pos

MEDAN- Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho mendadak mendatangi redaksi harian Sumut Pos dan Posmetro Medan. Kehadiran tanpa pengawalan protokoler itu bersifat mendadak. Gatot mengaku kunjungan itu untuk bersilaturahim dengan awak redaksi grup Jawa Pos News Network (JPNN).

KUNJUNGAN: Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho saat berada  Graha Pena Medan, tadi malam.//redyanto/sumut pos
KUNJUNGAN: Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho saat berada di Graha Pena Medan, tadi malam.//redyanto/sumut pos

Tadi malam, kehadiran Gatot bersama Kadis Infokom Asren Nasution dan Kabiro Keuangan Baharuddin serta Kabag Rumah Tangga Fajar mengejutkan awak redaksi. Bagaimana tidak, mereka hadir sekira pukul 23.45 WIB, Senin (6/8).

Gatot hadir mengendari mobil Daihatsu Terios bersama Kabag Rumah Tangga, sedangkan Kadis Infokom mengendarai mobil Innova serta Kabiro Keuangan mengendarai Honda CRV.

Mobil yang ditumpangi berhenti di depan pagar kantor redaksi Sumut Pos. Saat tiba di halaman kantor redaksi, Gatot menebar senyum dan menyapa sejumlah pekerja yang sedang menunggu koran cetak yang berada di lantai bawah kantor redaksi.

Didampingi sejumlah awak redaksi, Gatot beserta rombongan diajak naik ke lantai III, ruang redaksi Sumut Pos dan Posmetro Medan. Di ruang redaksi, Gatot menyapa sejumlah awak redaksi yang bertugas.

Rombongan Gatot ternyata membawa makanan berupa ayam penyet dan buah-buahan. Tak pelak, makan bersama pun langsung digelar di ruang rapat yang ada di lantai III Graha Pena Medan.

Tak banyak yang dibahas. Karena kehadirannya hanya sebatas untuk bersilaturahim dengan awak redaksi di Sumut Pos. Apalagi, silaturahim ini dilakukan di bulan suci Ramadan malam 18.

“Saya cuma mau sekedar bersilaturahim dengan redaksi di kantor Graha Pena ini, karena saya ingin tahu seperti apa kesibukan redaksi menjelang jam dead line,” katanya sambil tersenyum.

Sambil bercengkramah akrab, awak redaksi dan rombongan menyantap makanan nasi ayam penyet dan mie aceh. “Kalau di depan wartawan, tidak apa-apa makan petai bakar kan?” ucap Gatot.

Usai makan, diskusi mulai terbuka. Gatot tampak banyak menjelaskan beberapa program besar Pemprovsu. Pukul 01.15, Selasa (7/8), Gatot dan rombongan masih nyaman berdiskusi dengan awak redaksi. Hingga berita ini diturunkan belum ada tanda-tanda diskusi akan berhenti. (ril)

Sayang Anak

R br Panjaitan histeris. Dia berteriak. Dia menangis. Dia terus mengucapkan nama kedua anaknya berulang-ulang: Vietalia dan Citra. Tak lama kemudian, dia pingsan. Bagaimana tidak, kedua anaknya yang masih berusia 4 dan 2,5 tahun itu ditemukan warga dalam keadaan tewas.

Kejadian di atas bukan sebuah adegan film atau fragmen pada sebuah drama. Ini kisah nyata. Kejadiannya berlangsung di Jalak Lingkungan XI Kelurahan Lestari Kecamatan Kota Kisaran Timur. Kejadian makin menyedihkan bagi R br Panjaitan karena kedua anaknya itu meninggal di rumah tetangga; tempat dia menitipkan buah hatinya itu. Sebagai ibu yang bekerja, dia memang harus tega melakukan itu; menitipkan anaknya yang kecil. Bayangkan jika dia tidak bekerja, kedua anaknya pun tidak bisa makan. Pasalnya, sang suami sedang merantau.

Selama ini, keadaan baik-baik saja. Dia masih tetap bekerja dan kedua anaknya aman di rumah tetangga. Tapi kemarin, semuanya berubah. Kedua anaknya tewas terpanggang dalam keadaan berpelukan di rumah yang terkunci dari luar. Fiuh.

Sumpah, saya gemetar saat mendengar kabar ini. Ada bergetar dalam hati saya ketika menyadari kedua anak itu sejatinya masih memiliki masa depan yang panjang. Masih banyak yang bisa mereka rasakan. Masih banyak yang bisa mereka raih. Tapi begitulah, kata orang pintar, malang tak dapat ditolak.

Dari kejadian itu, yang main membuat saya bergetar, adalah keadaan ekonomi R br Panjaitan. Bukan maksud membeda-bedakan lelaki dan perempuan, tapi sangat bijak jika dia tidak bekerja. Bagaimana tidak, anaknya itu masih butuh pengawasan langsung dari seorang ibu; masih balita atau bocah di bawah lima tahun. Tapi sekali lagi, daya apa yang dia punya. Suaminya merantau. Tuntutan ekonomi mengharuskan dia untuk bekerja. Saya yakin, menitipkan dua anak ke rumah tetangga adalah sebuah keputusan yang berat baginya.

Parahnya, ibu yang dia titipkan juga memiliki aktivitas. Ya, pada kejadian, ibu yang bernama Lince (tempat dia menitipkan anak) sedang berada di ladang. Bu Lince pun menitipkan Vietalia dan Citra pada anaknya yang masih duduk di kelas 5 SD. Ujung-ujungnya, sang anak kelas 5 SD hanya bertugas untuk membuat kedua balita itu tidur karena dia juga bekerja sebagai pengupas bawang. Setelah keduanya tidur, dia berangkat kerja. Nah, karena sudah tidur, maka dia kunci rumah itu dari luar. Tentunya dia tidak ingin rumah itu dibobol maling bukan? Dan, saat itulah kebakaran. Sapa nyana?

Tidak ada yang menyangka bukan? Salah siapa? Entahlah. Saya tidak ingin mencari siapa uang salah dan siapa yang benar. Menurut saya, apa yang telah dilakukan oleh semua ‘aktor’ pada kejadian itu sudah sesuai kapasitas mereka. Jika hanya mengandalkan iba pada kedua anak itu, tentunya sang ibu tidak akan bekerja. Bu Lince juga tidak akan bekerja. Anak kelas 5 SD juga tidak akan bekerja. Lalu, bagaimana mereka hidup!

Itulah sebab saya ingin mengatakan tangis dan histeris hingga pingsan yang ditunjukan oleh R br Panjaitan adalah murni karena sayang anak. Ini kasus bukan seperti sayang seorang anak pada orangtua dengan mengirimkan mereka ke panti jompo. Ini lebih mengarah pada sayang yang penuh pengorbanan.
Ayolah, R br Panjaitan tetap bekerja karena memang sayang pada anaknya. R br Panjaitan menitipkan buah hatinya karena sayang; tentunya dia tidak ingin membiarkan buah hatinya itu tiada kawan di rumah mereka sendiri. Intinya, R br Panjaitan ingin memberikan hal yang terbaik pada dua anaknya yang telah meninggal itu. Apa bedanya dengan seorang ibu yang menyewakan sopir untuk antar jemput anaknya, di jalan mobil itu tabrakan dan anaknya tewas? Sama saja bukan? Sekali lagi, malang memang tidak bisa ditolak. Tapi, apa kabar bapak dari kedua anak itu? (*)

Wakapolri Bantah Terlibat Korupsi Korlantas

Ribuan Perwira Kumpul di PTIK

JAKARTA-Dugaan suap Korlantas mengalir ke jenderal selain Djoko Susilo dibantah oleh Wakapolri Komjen Nanan Soekarna. Orang nomor duan
di Korps Bhayangkara itu juga menepis tegas dirinya ikut terciprat uang panas simulator SIM.

Kemarin, Nanan datang dalam pertemuan akbar ratusan perwira menengah di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian Kebayoran Baru Jakarta Selatan. “Tunjukkan siapa yang berikan uang ke saya, berapa jumlahnya, dimana dan kapan. Harus jelas dong,” ujar Nanan saat menemui wartawan yang sudah menunggunya.

Nama Nanan tersangkut gara gara Bambang Sukotjo, direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia mengaku diperintahkan Budi Santoso untuk mengirimkan uang senilai Rp1, 5 Miliar ke Irwasum Mabes Polri. Bambang memang tak menyebut nama siapa penerima uang itu. Pada pengacaranya Erick S Paat, Bambang hanya mengaku mengirimkan dana untuk Irwasum Mabes Polri. Pada saat itu (Februari 2011) posisi Irwasum sedang dijabat oleh Komjen Nanan Soekarna.

Setelah Nanan promosi jadi Wakapolri 3 Maret 2011, selama 11 hari posisi Irwasum dirangkapnya. Hingga pada 14 Maret 2011 jabatan itu diserahterimakan kepada Komjen Fajar Prihantoro.

Dengan ekspresi serius, Nanan menegaskan dirinya sama sekali tak tahu menahu soal tender simulator Korlantas.”Kalau saya menerima saya akan ngaku. Saya ulangi kalau saya menerima saya akan ngaku. Tunjukkan ke saya, siapa yang ngasih, kapan di mana. Saya pusing juga kapan menerima uangnya. Buktikan itu. Saya juga enggak sembunyi,”katanya.

Sebelumnya beberapa aktivis antikorupsi seperti Donal fariz dari Indonesian Corruption Watch menilai kasus korupsi Korlantas tak hanya berhenti di Irjen Djoko Susilo. Namun, juga melebar ke nama-nama lain. “Sangat mungkin ke jenderal yang bintangnya lebih banyak,” kata Donal di Gedung KPK Minggu sore lalu.

Terhadap komentar itu, Nanan meminta semua pihak menghargai proses hukum. “Ini kan sedang berjalan prosesnya, mari kita tunggu penyidikannya,” kata alumnus Akpol 1978 yang pernah diunggulkan menjadi Kapolri itu.

Dia juga media massa tak memanas-manasi keadaan dengan seolah-olah ada konflik antara KPK dan Polri. “Media jangan ngobok-ngobok lah. Media juga harus mensinergikan antara KPK sama polisinya, bukan malah ngadu-ngadu. Mari kita bekerja sama, melakukan penegakan hukum, pemberantasan korupsi, itu yang dibangun sama-sama,” katanya.

Selain Nanan ada puluhan perwira tinggi yang datang. Acara itu juga dihadiri 1.300 perwira menengah. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anang Iskandar menjelaskan acara itu merupakan silaturahmi Kapolri dengan anggotanya. “Tidak secara khusus membahas kasus, tapi mengingatkan agar semua anggota bertindak dan bekerja dengan jujur dan anti kkn,” katanya.

Acara yang memacetkan jalan Tirtayasa gara gara ratusan mobil parkir itu juga dihadiri sejumlah purnawirawan. Tampak diantaranya mantan Kapolri Bambang Hendarso Danuri, mantan Ketua KPK Taufiequrrahman Ruki yang juga purnawiran irjen, juga Adang Daradjatun, mantan Wakapolri.
Saat dicegat wartawan, Ruki enggan berkomentar soal isi acara yang berlangsung tertutup itu. Saat ditanya soal kasus simulator, Ruki juga enggan menanggapi panjang.”Nanti kita bicarakan lagi di lain kesempatan,” katanya.

Kapolri Jenderal Timur Pradopo yang menemui wartawan usai acara juga membantah pengumpulan para perwira tinggi, perwira menengah, dan sejumlah purnawirawan itu untuk membahas kasus simulator. “Ini silaturahmi kebetulan bulan Ramadan,” katanya.
Namun, mantan Kapolda Metro Jaya itu mengakui ada sejumlah pertanyaan tentang korupsi lalu lintas.”Dengan beberapa purnawirawan tentunya menanyakan bagaimana perkembangan terakhir (kasus-kasus di Polri), termasuk penanganan korupsi yang diduga ada di Korlantas Polri, salah satunya itu,” katanya.
Kapolri menegaskan pihaknya akan terus menyidik kasus ini.”Tentu proses hukum yang berjalan kita ikuti. Nanti siapapun tentu akan diperiksa jika memang terkait, terimakasih ya Dik,” katanya khas mengakhiri wawancara dengan wartawan.

Saat acara itu, Kabareskrim Komjen Sutarman tidak terlihat. Kemana? Rupanya, Sutarman memimpin rapat penting di Divisi Hukum Mabes Polri. Tak tanggung-tanggung dua pakar hukum dihadirkan yakni Prof Romli Atmasasmita dan Prof Yusril Ihza Mahendra. Tampak juga Juniver Girsang, pengacara Irjen Djoko Susilo yang sekarang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Bahkan Djoko Susilo juga datang ke Divisi Hukum. Namun dia dijaga sangat rapat oleh sekitar 15 pengawal berbadan tegap. Wartawan juga diminta provos untuk menjaub dari gedung. Usai pertemuan, Yusril menjelaskan dirinya memang dimintai pendapat oleh Bareskrim.”Saya melihat lebih kuat polisi,”kata pengacara tersangka korupsi Alquran Zulkarnaen Jabar ini.

Yusril mengatakan, posisi Polri lebih kuat lantaran kewenangannya diatur dalam UUD 1945, yakni Pasal 30 ayat 4. Dalam ayat itu disebutkan Polri bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, dan menegakkan hukum. Adapun KPK, kata dia, hanya diatur setingkat undang-undang, yakni UU Nomor 30/2002. “Sekarang bisakah suatu lembaga yang kewenangannya diberikan oleh UUD 1945 (Polri) dicaplok oleh lembaga (KPK) yang kewenangannya diberikan oleh undang-undang? Kalau nanti dibawa ke MK, kita lihat argumentasi KPK seperti apa,” kata mantan sekretaris negara itu.
Selain itu, menurut Yusril, perlu juga dilihat institusi mana yang lebih dulu melakukan penyelidikan perkara dugaan korupsi pengadaan alat simulasi roda dua dan empat untuk ujian surat izin mengemudi (SIM). Jika Kepolisian lebih dulu, kata dia, maka KPK tidak bisa mengambil alih perkara itu. “Mabes Polri katakan lebih dulu. KPK juga mengatakan lebih dahulu. Makanya dibuktikan di pengadilan siapa yang lebih dahulu. Kalau tidak bisa ditengahi lagi, maka harus menyelesaikan masalah ini ke MK. Biar MK yang putuskan apakah perkara ini di polisi atau KPK,” katanya.

Di bagian lain, kisruh antara Mabes Polri dan KPK membuat tiga advokat mendaftarkan judicial review atas Pasal 50 ayat 3 UU 30/2002 tentang KPK ke Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka menganggap kalau pasal yang menjadi pangkal keributan itu butuh penafsiran dari korps pimpinan Mahfud M.D.
Ketiga pengacara itu adalah Habiburokhman, M. Maulana Bungaran, dan Munathsir Mustaman. Mereka mengatakan dasar pendafataran gugatan itu lantaran kecewa dengan sikap Mabes Polri. “Dalih kewenangan Polri diatur KUHAP mengabaikan ketentuan Pasal 50 ayat 3 UU 30/2002,” ujar Habiburokhman.

Seperti diketahui, pasal tersebut berbunyi kalau KPK sudah mulai melakukan penyidikan, kepolisian atau kejaksaan tidak berwenang lagi melakukan penyidikan. Namun, Habib mengakui kalau frasa kepolisian atau kejaksaan menimbulkan ketidakpastian hukum. Itu dikarenakan tak ada penjelasan mengenai frasa tersebut dan berakibat seperti ini.

Dia berharap agar MK bisa memberikan penjelasan rinci mengenai tafsir frasa tersebut. Apalagi, kalau penyidikan ganda antara Polri dan KPK terus berjalan juga bertentangan dengan pasal 1 ayat 3 UUD 1945. Ujung-ujungnya, dasar diselenggarakannya persidangan menjadi tidak jelas bakal menggunakna hasil penyidikan yang mana.

“Selain itu, mendesak karena benturan seperti ini bisa kembali terjadi,” tandasnya. Habib sendiri mengatakan kalau tidak ada target gugatannya dikabulkan MK. Sebab, dia yakin kalau pasal tersebut sudah menegaskan posisi KPK, Polri, dan Kejaksaan. Versinya, Mabes Polri tak boleh melanjutkan penyidikan.

Meski demikian, dia sadar kalau masih ada keraguaan di masyarakat atas judicial review tersebut. Terutama, posisi KPK yang masih menjadi institusi ad hoc bukan lembaga negara seperti yang diatur UUD 1945 layaknya Polri. Jadi, MK tidak bisa menerima gugatan itu karena tak termasuk tugas dan wewenang MK.

“Tidak ada masalah, karena yang kami uji bukan sengketa antara lembaga negara. Tetapi pengujian terhadap undang-undang,” urainya.
Sebelumnya, saat buka bersama di di Pesantren Al-Qurthuby, Pujer, Bondowoso, Ketua MK Mahfud MD mengisyaratkan kalau pertikaian itu tak bisa dibawa ke MK. Alasannya, KPK bukan termasuk lembaga negara yang diatur dalam UUD 1945. Dia malah menyebut langkah terbaik adalah membawa kasus tersebut ke presiden.

Nah, setelah itu presiden bisa menunjuk Menkopolhukam menjadi moderator. Bagi Mahfud, langkah tebaik saat ini adalah dengan bersepakat dan tidak lagi saling klaim pasal mana yang benar.(rdl/dim/aga/jpnn)

Jadikan Sahur sebagai Ajang Berkumpul

Sahur Bersama Tokoh Masyarakat Sumut, Ngogesa Sitepu (16)

Bertandang ke kediaman Bupati Langkat Ngogesa Sitepu, Tim Sahur Sumut Pos harus berangkat dari Medan lebih awal. Pasalnya, tim harus menuju kawasan di luar Kota Medan: Kota Stabat. Pukul 00.00 WIB pun dipilih sebagai waktu untuk anggota tim berkumpul di Graha Pena Medan,
kantor Sumut Pos.

Tim Sumut Pos, Medan

BERSAMA: Bupati Langkat, Ngogesa Sitepu  keluarga saat sahur bersama Sumut Pos.
BERSAMA: Bupati Langkat, Ngogesa Sitepu dan keluarga saat sahur bersama Sumut Pos.

Setibanya di rumah Bupati Langkat, Tim Sahur Sumut Pos, merasa kikuk. Bagaimana tidak, rumah itu berada di satu komplek yang dibatasi pagar. Di dalam komplek tersebut terdapat beberapa rumah lagi yang saling sambung dengan jalan setapak. Masing-masing rumah juga cukup mapan.

Tak hanya itu, tim pun dijamu spesial. Nggoesa menyiapkan jamuan layaknya menggelar satu kegiatan akbar. Meja bundar berderet beserta panganan sahur yang sudah tersedia di tiap meja. Usai bersalaman, Tim Sahur Sumut Pos pun duduk bersama satu meja dengan Ngogesa, yang saat itu didampingi beberapa Kabag di jajaran pemerintahan Kabupaten Langkat.

Sebagai pembicaraan pembuka, Ngogesa yang tak mau dianggap berlebihan menyiapkan jamuan, mengaku kerap menggelar sahur bersama. Meski bukan di tempat yang sama saat Tim Sahur Sumut Pos hadir ke rumahnya. “Kami sekeluarga selalu menggelar sahur bersama. Kadang bersama pemuka dan masyarakat, kadang pula dengan para SKPD dan pegawai di kantor bupati,” jelasnya.

“Namun, biasanya kami melaksanakannya di ruang yang lain,” tutur Ngogesa sambil menunjuk ke sebuah ruangan yang berada tak jauh dari ruang penjamuan.

Beliau juga bercerita, selama Ramadan ini tetap menggelar kegiatan yang kerap dilakukannya saat bulan puasa. Kegiatannya cukup padat sehingga menurut pengakuannya, hanya sempat tidur setelah menggelar salat subuh berjamaah di rumahnya. Adapun kegiatan tersebut yakni Safari Ramadan, Nuzulul Quran hingga Safari Peduli PKK. Kegiatan yang terakhir dilaksanakan oleh sang istri tercinta dengan agenda memberikan santunan kepada anak yatim.

Tak lama, pembicaraan terpotong untuk memperkenalkan Tim Sahur Sumut Pos kepada keluarganya. Sang istri Hj Nuraida, dan ketiga anaknya yakni Delia Pratiwi dan menantu Reza Dolpit, Rizki Yolanda, serta Wendi Isman.

Waktu sahur tiba, tim dan keluarga Ngogesa serta tamu lainnya menyantap hidangan. Usai sahur, pembahasan menuju ke kepemimpinannya di Langkat. Termasuk soal kendala yang dia hadapi. Satu dia antaranya adalah masalah Raskin yang diberikan pemerintah pusat yang hanya bisa memenuhi kebutuhan setengah masyarakat Langkat.

“Ya, jelas saja, yang kita ajukan ke pusat itu untuk 10 ribu kepala keluarga. Namun, yang turun hanya untuk 5000 kepala keluarga. Tapi, tentu masyarakat tidak mau tahu tentang itu,” katanya.

“Untuk itu, diberikanlah kebijakan dengan membuat kesepakatan dengan 5000 kepala keluarga yang mendapat jatah raskin tersebut. Yang harusnya tiap kepala keluarga mendapat jatah 15 kg, dibagi menjadi hanya 10 kg. Nah sisa kekurangannya terpaksa ditanggulangi dengan APBD,” tambah Ngogesa.

Lain halnya masalah tanah tepatnya tentang HGU yang sejatinya ditangani oleh provinsi dan pusat. Namun, pada saat itu menurut Ngogesa masyarakat demo ke kantor bupati menuntut masing-masing haknya. “Jika ditilik sejarah, yang memiliki hak di tanah tersebut adalah Ulayat. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian ternyata yang melakukan demonstrasi itu ternyata orang tidak berhak. Dan kemudian masalah itu berakhir dengan sendirinya,” papar Ngogesa lagi.

Soal penghargaan, Langkat secara berturut-turut sudah mendapat Adipura. Untuk hal ini, menurut Ngogesa, untuk meraih Adipura itu mudah. Yang sulit itu untuk mempertahankannya. “Selama empat tahun kami sudah mempertahankan kabupaten ini meraih Adipura. Selain itu mengenai lingkungan di sekolah, pendidikan, pertanian dan lainnya. Dan kami siap menerima tantangan untuk kesuksesan yang lebih baik,” tegasnya.

Ada hal lain yang patut dan cukup dibanggakan dari kebiasaan Bupati Langkat ini. Yakni sangat gemar membantu masyarakat dalam memberikan sarana dan prasarana yang layak. Dan bantuan ini perlu diketahui pula lebih sering dengan menggunakan uang pribadinya seperti membangun sarana jalan umum. “Untuk membangun jalan jumlah kilometer yang sudah rampung saya harus lihat data lagi. Namun, uang pribadi yang saya kucurkan untuk membangun sejumlah jalan raya itu mencapai Rp1 miliar lebih,” tutur Ngogesa.

Namun, Ngogesa tak menampik juga ada dana dari Pemkab yang memang sudah dianggarkan untuk pembangunan jalan. Hal tersebut juga terbantu dengan adanya alat berat pribadi yang dimilikinya. Tapi terkadang Ngogesa juga melakukan pinjam pakai alat berat milik Pemkab.

Satu lagi yang patut diapresiasi dari Ngogesa adalah kalimat yang kerap diucapkannya kepada seluruh SKPD di bawah jajaran Pemkab Langkat saat apel pagi. Yakni, dia tidak mau para bawahannya masuk penjara karena dia. Begitu juga dia tidak mau masuk penjara karena ulah para bawahannya. Untuk itu, Ngogesa kerap mewanti-wanti bawahannya untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi.

Mengenai perkembangan pers Ngogesa juga memberikan komentar. “Pers itu banyak membantu kepala daerah sebagai kontrol. Namun, yang menjadi masalah adalah banyak juga orang yang mengaku-ngaku wartawan,” katanya sambil tertawa.

“Untuk itu, pendidikan atau seperti sertifikasi bagi insan pers sangat penting. Hal ini untuk meminimalisir orang-orang yang kerap mengaku-ngaku wartawan,” tambahnya.

Waktu terus berjalan, ternyata waktu imsak tiba. Karena itu Tim Sahur Sumut Pos pun segera berpamitan dengan keluarga Ngogesa. Namun, sebelum pulang ke Medan, Tim Sahur Sumut Pos menyempatkan diri untuk melaksanakan salat subuh di masjid yang berada tak jauh dari kediaman Bupati Langkat tersebut. Usai salat, Tim Sahur Sumut Pos pun bergegas pulang. (*)

Pengembangan Pelabuhan Belawan Dihadang Alur Pelayaran Dangkal

BELAWAN-Program pengembangan pelabuhan peti kemas Belawan Internasional Container Terminal (BICT) dalam rangkaian pelabuhan nasional, ternyata masih menyisakan beberapa faktor persoalan. Selain soal keterbatasan lahan untuk penambahan panjang dermaga dari 950 meter menjadi 1.650 meter, permasalahan sedimentasi (pengendapan material) di alur pelayaran juga menjadi persoalan.

PELABUHAN: Deretan Container Crane  baru didatangkan dari China,  Pelabuhan BICT Belawan Medan, Jumat (15/6) lalu.//ANDRI GINTING/SUMUT POS
PELABUHAN: Deretan Container Crane yang baru didatangkan dari China, di Pelabuhan BICT Belawan Medan, Jumat (15/6) lalu.//ANDRI GINTING/SUMUT POS
Persoalan sedimentasi ini mengakibatkan timbulnya beban biaya cukup besar dalam perawatan, untuk mengoperasikan pelabuhan yang dibangun sejak 25 tahun lalu ini. “Kebijakan Meneg BUMN dalam hal pengembangan pelabuhan cukup baik. Hanya saja persoalan sedimentasi alur pelayaran di pelabuhan BICT sangat tinggi. Karena kondisi alur yang diapit oleh dua sungai yakni Sungai Deli dan Sungai Nonang Belawan, di samping limbah industri dan rumah tangga juga akan menimbulkan kedangkalan pada  alur, “ terang Humas BICT, H Suratman, kemarin.

Kondisi alur pelayaran di pelabuhan peti kemas saat ini mencapai kedalaman 11 Low Water Spring (LWS) dengan panjang sekitar 13,5 km dan lebar 100 meter. Tingginya tingkat sedimentasi tersebut, kata Suratman, justru akan menimbulkan beban biaya yang tidak sedikit dalam proses pengembangan serta perawatan pelabuhan peti kemas, yang diproyeksikan akan menuju pelabuhan terbaik kelas dunia.

“Banyak persoalan keterbatasan yang mesti dibenahi di BICT, kalaupun diproyeksikan menjadi pelabuhan top keempat di dunia. Soal sedimentasi alur mencapai satu centimeter per hari dan ketersediaan lahan harus menjadi perhatian serius ke depannya. Selain volume arus barang serta pelayanan fasilitas peralatan juga mesti ditingkatkan,” ungkap dia.

Menurut, Suratman dia lebih dominan terhadap pengembangan pelabuhan di Kualatanjung. Selain kondisi pelabuhan yang strategis, kedalaman alur di pelabuhan tersebut juga sangat mendukung. Dia meyakini keberadaan pelabuhan Kualatanjung itu nantinya dapat mengimbangi pelabuhan laut di Singapura yang saat ini menjadi pelabuhan transit kapal-kapal di dunia.

“Saya kira soal pengembangan Pelabuhan Kualatanjung lebih dominan. Mengingat kondisinya sangat strategis dan memiliki kedalaman yang terbentuk secara alami mencapai 13 LWS, sehingga tidak membutuhkan dana begitu besar dalam melakukan pengerukan. Ini jauh berbeda dengan di Belawan yang setiap tahunnya minimal mesti dikeruk sebanyak dua kali karena sedimentasinya sangat tinggi,” katanya.

Di sisi lain, perpanjangan dermaga dalam rangka meningkatkan pelayanan pelabuhan dan kepentingan perluasan pelaku bisnis, mendapat apresiasi positif dari sejumlah pelaku bisnis pengguna jasa kepelabuhanan, salah satunya dari PT Jasa Pratama Transindo.  Perusahaan ekspedisi muatan kapal laut ini berharap, dengan adanya program pengembangan di pelabuhan BICT (Belawan Internasional Container Terminal), nantinya dapat meningkatkan pelayanan serta bisa mengurai waktu sandar kapal di pelabuhan ini menjadi lebih singkat lagi.

“Dengan adanya upaya pemerintah dalam mengembangkan pelabuhan laut termasuk di pelabuhan peti kemas ini, diharapkan akan dapat mengurangi waktu sandar kapal selama di pelabuhan. Dan dengan sendiri nantinya dapat menekan beban biaya para pengguna jasa,” kata, Rion Aritonang Direksi Operasional PT Jasa Pratama Transindo.

Diakuinya, sistem pelayanan yang diberikan BICT selaku perusahaan BUMN pengelola jasa kepelabuhanan sekarang ini memang telah lebih baik dari tahun sebelumnya. Ini terbukti dari waktu sandar kapal dan sistem pelayanan menggunakan komputerisasi yang diberikan lebih mempermudah pelaku bisnis yang akan menggunakan jasa pelabuhan ini.

“Waktu sandar kapal di pelabuhan BICT sekarang tidak terlalu lama, kalaupun terjadi antrean paling pada waktu-waktu tertentu saja. Selain itu, pelayanan menggunakan sistem komputerisasi juga lebih mempermudah dan mempercepat pengguna jasa,” ungkapnya.

Dengan adanya program pengembangan dimaksud, Rion berharap pelabuhan BICT nantinya dapat mengimbangi keberadaan pelabuhan laut di Singapura. “Dengan adanya program pengembangan pelabuhan diharapkan ke depannya BICT juga bisa disinggahi oleh kapal-kapal berkapasitas di atas 15 ribu gross tonase, seperti di pelabuhan laut Singapura,” ujar dia. (mag-17)

Saatnya Fokus

Korea Selatan vs Brasil

Konsentrasi pemain Brasil menatap babak semifinal Olimpiade London 2012 kali ini benar-benar terganggu. Itu karena sejumlah pemain bintangnya dikabarkan sedang didekati sejumlah klub besar Eropa.

PERLAWANAN: Pemain Brasil Neymar akan mendapat perlawan keras dari pemain Korea Selatan, dini hari nanti.
PERLAWANAN: Pemain Brasil Neymar akan mendapat perlawan keras dari pemain Korea Selatan, dini hari nanti.

Gemerincing pundi-pundi yang ditawarkan klub raksasa Eropa tadi tak ayal menggangu konsentrasi anak asuh Mano Menezes. Nah, yang paling santer terdengar tentu saja apa yang dialami Lucas Moura yang dikabarkan telah menjalani tes medis di Manchester United.

Berita itu muncul pasca Brasil menjalani laga perempatfinal Olimpiade 2012 kontra Honduras kemarin malam di St James Park. Lucas disebut langsung terbang ke kota Manchester untuk bertemu dengan pihak The Red Devils.

Kebetulan Lucas dkk  akan menghadapi Korea Selatan dalam laga semifinal yang dihelat di Old Trafford. Disebut oleh Daily Mail jika kubu United dan Sao Paulo sudah menyepakati nilai transfer sebesar 30 juta poundsterling untuk pesepakbola 19 tahun itu.

Isu kian kencang ketika Sir Alex Ferguson tak ada di bangku cadangan saat United berduel dengan Valerenga dalam laga tur pra musim mereka ke Norwegia. Sky Sports memberitakan jika Fergie tengah berada di Inggris guna merampungkan transfer itu.

Tak lama kabar itu beredar, Federasi Sepakbola Brasil (CBF) melalui situs resminya menyanggah pemberitaan Daily Mail tersebut. “Berita di Daily Mail tidaklah benar. Tidak benar jika Lucas akan menjalani tes medis di Manchester pada hari Minggu (5 Agustus),” bunyi situs tadi.

Tak hanya CBF, agen Lucas yang bernama Wagner Ribeiro juga menyebut jika kliennya sama sekali tak ada rencana menjalani pemeriksaan medis di United.
“Saya selalu berhubungan dengan Lucas. Ketika Olimpiade berakhir dia akan terbang ke Swedia (laga persahabatan) dengan timnas Brasil dan kembali ke Sao Paulo. Tes medis di Manchester United itu bohong,” tegas Ribeiro di Sky.

Kubu Brasil pantas kebakaran jenggot menyikapi bara transfer yang dialami Lukas sebab di babak semifinal nanti Brasil akan menghadapi Korea Selatan yang oleh sebagian pemain Brasil dinilai memiliki kebugaran paling bagus di antara seluruh kontestan Olimpade lainnya.

“Korea Selatan merupakan tim yang banyak berlari sepanjang waktu, dan tak pernah menyerah. Bahkan di perpanjangan waktu, ketika Anda perkirakan mereka kelelahan, mereka tetap berlari, dan mencari gol,” ujar Thiago Silva, kapten tim Brasil.

Ditambahkan, selain fisik yang kuat, tim-tim asal Asia juga sudah memahami bagaimana memainkan sepakbola yang mudah, dan jarang membuat kesalahan. Mereka juga memaksa lawan tidak bisa mendekati areal pertahanan.

“Mereka memainkan bola dengan sangat baik. Mereka jarang kehilangan bola, dan pintar dalam mencari posisi di lini belakang lawan. Kami harus fokus dan bermain dengan determinasi tinggi,” ” kata Silva. (bbs/jpnn)

[table caption=”Statistik”]

Brasil U-23[attr colspan=”4″]
4 Agt ’12   , Olimpiade   , Brasil U-23 v Honduras U-23     ,3-2
1 Agt ’12  ,  Olimpade  ,  Brasil U-23 v S.Baru U-23   ,   3-0
29 Jul ‘12 ,    Olimpade ,   Brasil U-23 v Belarusia U-23,     3-1
27 Jul ’12 ,   Olimpiade   , Brasil U-23 v Mesir U-23   ,   3-2
21 Jul ’12  ,  Friendly     ,Inggris Raya U-23 v Brasil U-23   ,  0-2

Korea Selatan U-23[attr colspan=”4″]
5 Agt ’12   , Olimpiade  ,  Inggris Raya U-23 v Korsel U-23     ,1-1
1 Agt ’12  ,  Olimpiade  ,  Korsel U-23 v Gabon U-23  ,   0-0
29 Jul ‘12   ,  Olimpade  ,  Korsel U-23 v Swiss U-23    ,  2-1
26 Jul ’12  ,  Olimpade   , Meksiko U-23 v Korsel U-23     , 0-0

[/table]

Perkiraan pemain

Brazil U-23 (4-3-3)
1-Gabriel, 2-Rafael, 4-Thiago Silva, 19-Juan, 12-Marcelo, 30-Sandro, 5-Rômulo, 8-Oscar, 9-Damião, 11-Neymar, 12-Hulk

Pelatih: Mano Menezes

Korsel U-23 (4-4-2)
1-Ryong Jung, 2-Young Yoon, 22-Gwon Kim, 2-Ho Hwang, 5-Soo Kim, 18-Yong Ki, 7-Kyung Kim, 8-Dong Baek, 14-Ja-Cheol, 15-Woo Park, 9-Young Park

Pelatih: Myung-Bo Hong