Home Blog Page 13155

Trinitas Bandung Kalahkan Wakil Malaysia

SELANGOR- Tim basket putra SMA Trinitas Bandung akhirnya meraih kemenangan pertamanya dalam turnamen SP Setia U-17 yang berlangsung di Selangor, Malaysia. Kemarin (4/8), Trinitas, sebutan SMA Trinitas Bandung, berhasil menghentikan perlawanan wakil Malaysia, Jalan Davidson Alumni, dengan skor 43-35.

Bagi Trinitas, kemenangan tersebut sekaligus menjadi yang pertama dalam debutnya di turnamen level internasional. Keberhasilan anak-anak Trinitas merebut kemenangan atas Jalan Davidson Alumni tak lepas dari penampilan impresif Kennard dan Hiemawan Reyhan. Kolaborasi kedua pemain tersebut sukses mengacak-acak defense Jalan Davidson Alumni.

Hiemawan menjadi top skor bagi Trinitas dengan raihan 20 poin. Manajer Trinitas Dicky Sastra yang dihubungi via sambungan internasional memuji habis penampilan timnya. Permainan timnya di laga tersebut menjadi yang terbaik sepanjang pertandingan yang dilakoni Trinitas di turnamen itu.
Hari ini anak-anak mampu bermain lepas dan penuh motivasi tinggi. Mereka mampu menerapkan game plane dengan sempurna,” ucap mantan head coach boys tim DBL Indonesia All-Star 2010 itu.

Kunci kemenangan timnya di pertandingan tersebut juga tak lepas dari kondisi fisik para pemainnya yang lebih prima. “Secara skill kami tak kalah dengan lawan. Hanya saja, kondisi fisik anak-anak di hari pertama turnamen agak menurun. Kali ini dengan stamina yang lebih fresh, mereka mampu menujukkan potensi yang dimilikinnya,” tambah Dicky.

Sang lawan juga ikut memuji penampilan Trinitas di pertandingan tersebut. Gaya main Trinitas yang mengandalkan pressing dan kecepatan mampu merepotkan Jalan Davidson Alumni. Shooting anak-anak trinitas dari luar area key hole sulit dibendung tim asal Malaysia itu.

“Trinitas layak memenangi pertandingan. Mereka bermain keras dan disiplin. Para shooter Trinitas juga tengah tune in. Tembakan tiga angka mereka sangat tajam. Kami pun jadi makin kesulitan mengimbangi permainan Trinitas,” puji Lau Wai Fun, asisten pelatih Jalan Davidson Alumni.

Meskipun menang di hari kedua turnamen SP Setia U-17, Trinitas gagal melaju ke babak semifinal. Demikian pula dengan wakil Indonesia lainnya, SMAN 4 Jogjakarta. Patbhe, julukan SMAN 4 Jogjakarta, belum berhasil membawa pulang kemenangan di dua laga yang dilakoninya kemarin.(nay/jpnn)

Delapan Kontingen Masih Bermasalah

Verifikasi Entry By Name Peserta PON XVIII

JAKARTA- Sekitar satu bulan lagi PON XVIII akan digelar. Tapi masih banyak hal yang harus segera dibereskan. Diantaranya adalah mengenai entry by name kontingen peserta.

Pertengahan Juli lalu, Komisi Keabsahan PB PON Riau telah melakukan verifikasi entry by name kontingen peserta PON XVIII. Dari 33 kontingen, hanya 12 kontingen termasuk tuan rumah Riau yang tak bermasalah dan delapan kontingen lainnya bermasalah dan perlu disidangkan. Sedangkan sisanya 10 kontingen belum melakukan konfirmasi dan tiga kontingen masih dalam proses verifikasi.

Menurut Ahmad Syah Harrofie Wakil Ketua I Bidang Pertandingan PB PON, kedelapan kontingen yang bermasalah tersebut adalah Jawa Barat, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Nangroe Aceh Darussalam, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Jawa Tengah. “Masalah ini harus diselesaikan dan disidangkan komisi keabsahan di Jakarta secepat mungkin,” ujar Ahmad Syah.

Kontingen yang dikategorikan tidak bermasalah adalah Riau, Gorontalo, Jambi, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, DKI Jakarta, Kepulauan Riau, DI Jogjakarta, Bangka Belitung, Sulawesi Tengah, Sumatera Selatan dan Papua. Sementara tiga kontingen yang dalam proses verifikasi adalah Banten, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Tak hanya entry by name yang masih bermasalah, venue pertandingan ternyata belum sepenuhnya siap. Progres pengerjaan venue selam kolam di TPI Purnama, Dumai misalnya yang sampai saat ini masih stagnan. Tidak ada perkembangan berarti hingga sebulan jelang pertandingan PON.
Hal tersebut diketahui dari kunjungan Panitia Besar (PB) PON dan tim Technical Delegate (TD), Selasa (31/7) lalu.

Menurut Ketua I PB PON Riau, Emrizal Pakis, dalam tinjauan tersebut memang tidak dikhususkan di selam saja, namun juga gantole dan tenis meja. Tapi dari tiga venue tersebut, selam laut masih sangat mengecewakan progresnya.

“Banyak catatan yang kami berikan kepada pihak Pelindo Dumai yang bertanggung jawab mengerjakan venue selam di Dumai. Pasalnya tenda untuk tempat duduk penonton, tangki air, dan penerangan berupa genset, hingga kini belum ada kegiatan pengerjaan untuk memenuhi beberapa item tersebut,” beber Emrizal.

Menurut dia, pihaknya sudah beberapa kali melayangkan surat, namun tidak ada jawaban.

Karenanya PB PON mengharapkan adanya konsistensi Pelindo dan berperan aktif menyukseskan PON dengan bantuan yang diharapkan dari mereka tersebut.

Peran serta PT Pelindo dalam pembangunan venue selam di Dumai sebelumnya sudah disepakati sejak Februari lalu.  (ali/das/jpnn/diq)

[table caption=”Entry By Name Peserta PON” delimiter=”.”]

Kontingen yang Bermasalah [attr colspan=”2″]

1[attr style=”width:20px”]. Jawa Barat
2. Lampung
3. Nusa Tenggara Barat
4. Aceh Darussalam
5. Jawa Timur
6. Kalimantan Barat
7. Kalteng
8. Jawa Tengah

Kontingen yang tidak Bermasala[attr colspan=”2″]

1. Riau
2. Gorontalo
3. Jambi
4. Sumatera Utara
5. Sulawesi Utara
6. DKI Jakarta
7. Kepulauan Riau
8. DI Jogjakarta
9. Bangka Belitung
10. Sulawesi Tengah
11. Sumatera Selatan
12. Papua

[/table]

Sirkuit IMI tak Pernah Dibahas DPRD Deliserdang

LUBUK PAKAM- Perubahan peruntukan dan juga izin lahan di Sirkuit Road Race Jalan Pencing rupanya tidak pernah dibahas dalam rapat paripurna DPRD Deliserdang. Namun, pemerintah kabupaten, BPN dan juga Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Deliserdang mengaku telah memberikan izin untuk pembangunan komplek pertokoan di kawasan tersebut.

Anggota DPRD Deliserdang H Rakhmatsyah SH ketika ditemui di Lubukpakam, Jumat (3/8), merasa terkejut bila lahan di Jalan Pancing tersebut telah dibangun komplek ruko oleh PT Mutiara Development. “Saya tidak tahu, tapi masalah peruntukan dan izin daerah tersebut tidak pernah dibahas di DPRD Deliserdang,” ujarnya heran.

Anggota Komisi A dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menambahkan, setahu dia lahan tersebut merupakan milik Pemprovsu dan diperuntukkan bagi pendidikan, olahraga dan sarana umum.

“Karena itulah dibangun Kantor Gubernur Sumatera Utara dan Gedung Serba Guna di lahan itu, tapi kalau belakangan ini mengalami perubahan peruntukan, mungkin dibahas di DPRD Provinsi, karena kami di DPRD Deliserdang belum ada membahas itu,” jelasnya.

Meskipun demikian, DPRD Deliserdang dikatakan akan memanggil semua pihak yang terkait dengan lahan itu guna mencari solusi. “Kami berharap agar semua pihak dapat menahan diri dan menjaga ketentraman di kawasan itu. Keributan seperti yang kemarin diharapkan tidak terjadi lagi,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Deliserdang, Ir H Irman Dj Oemar mengakui, berdasarkan Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK) Kecamatan Percut Sei Tuan diperuntukkan bagi pemukiman, perdagangan dan perkantoran.

“Tapi saya tidak tahu sebelahmana yang menjadi permukiman dan sebelah mana yang menjadi perkantoran, karena di RUTRK tidak ada diatur secara detail,” jelas Irman usai melakukan rapat di Gedung DPRD Deliserdang.

Bahkan, dia tidak bisa menunjukkan peta RUTRK tersebut dengan alasan sedang direvisi. “Sedang direvisi dan tinggal menunggu pengesahan RUTRK Provinsi terlebih dahulu, karena biasanya pengesahan RUTRK Kabupaten tergantung provinsi,” katanya berkilah.(jun)

Napoli Bidik Juara Super Italia

Napoli – Walter Mazzarri menyambut laga Piala Super Italia dengan penuh antusiasme. Dia menyebut timnya sangat termotivasi untuk memenangi lagi Piala Super Italia yang terakhir kali dimenangi pada 1990.

Napoli yang berstatus sebagai juara Coppa Italia itu akan menghadapi Juventus yang meraih scudetto musim lalu. Laga Piala Super Italia akan dimainkan di National Stadium, Beijing, 11 Agustus mendatang.

Bagi Napoli, ini adalah kesempatan untuk merebut kembali Piala Super Italia yang terakhir kali dimenangi pada 1990. Kala itu Maradona dkk. mengalahkan Juve dengan skor 5-1 di babak final.

Setelah memenangi Coppa Italia, Mazzarri kini mengincar Piala Super Italia sebagai gelar keduanya bersama Partenopei. Mengingat sudah lama Napoli tak memenanginya, Mazzarri makin termotivasi.

“Piala Super Italia sudah hilang dari Napoli selama 25 tahun, jadi kami sangat ingin memenanginya,” ujar Mazzarri kepada Tuttosport seperti dikutip Football Italia.

“Kami memenangi trofi pertama di bawah kepemimpinanku tahun ini dan sekarang, setelah beberapa bulan, kami ingin terus menang.”
“Kesuksesan meningkatkan harga diri seperti halnya memenangi trofi prestisius. Juve juga ingin menang, tapi mungkin kami lebih lapar daripada mereka,” tuturnya.

Sebelumnya, Napoli sempat mengancam mundur dari ajang Piala Super Italia melawan Juventus. Namun akhirnya, Napoli memastikan tampil dalam ajang yang dihelat di Beijing, China, itu.

Spekulasi mengenai keikutsertaan Napoli tersebut dilaporkan berdasar kepada adanya keberatan mengenai tempat dan tanggal pertandingan, 11 Agustus 2012.

“Bisakah Anda menjelaskan apa gunanya pergi ke China beberapa saat sebelum awal musim? Tidak, Napoli tidak akan ke Beijing. Itu adalah perjalanan yang gila dan tidak penting,” cetus Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis belum lama ini.

Akan tetapi, ancaman boikot dari juara Coppa Italia musim lalu itu akhirnya tidak terwujud. Napoli memastikan bakal ambil bagian dalam Piala Super Italia lawan Juve di Beijing pada 11 Agustus nanti.(net/bbs)

Bonucci Dituntut 3,5 Tahun

ROMA– Skandal pengaturan skor (Scommessopoli) mimpi buruk bagi Leonardo Bonucci. Pasalnya, Stefano Palazzi, Jaksa Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) yang menginvestigasi kasus Scommessopoli ini, menuntut bek Juventus tersebut dengan hukuman lrangan tampil selama 42 bulan atau 3,5 tahun.
Palazzi menilai Bonucci terlibat dalam pengaturan skor laga Udinese-Bari di Serie A pada musim 2010/2011 silam sewaktu masih berkostum Bari.

“Andrea Masiello mengklaim awalnya tawaran berasal dari penjudi De Tullio, lalu dia memberi tahu kepada Bonucci, Alesandro Parisi, Nicola Belmonte, dan Salvatore Masiello. Menurut Masiello, mereka semua bersedia mendengarkan,” kata Palazzi seperti dikutip dari Football-Italia, Sabtu (4/8).

“Sekalipun hanya mau mendengarkan, itu sudah termasuk kecurangan. Bonucci mengatakan pernyataan Masiello bertentangan karena kala itu dia tengah bergabung di tim nasional. Masiello lantas bilang kesepakatan terjadi di dalam bus tim,” jelas Palazzi.

Satu lagi pemain Juventus yang terancam sanksi berat adalah Simone Pepe. Pepe dituntut larangan bertanding selama setahun atas keterlibatannya kala masih memperkuat Udinese juga di laga Udinese-Bari.

Palazzi juga menuntut bekas striker Bologna yang kini merumput di klub MLS Montreal Impact Marco Di Vaio atas keterlibatannya dalam pengaturan skor Bologna-Bari dengan hukuman setahun.

Pesepakbola-pesepakbola terkenal Negeri Pizza lain yang tengah menanti hukuman adalah tiga pemain Siena yaitu Emilio Belmonte (empat tahun), Giuseppe Vives (tiga setengah tahun), dan Daniele Portanova (setahun).

Juga trio Bari, antara lain Simone Bentivoglio, Stefano Guberti, dan Salvatore Masiello (hingga tiga setengah tahun). Namun, sanksi terberat menanti bekas presiden Lecce Pierandrea Semeraro yang terancam lima tahun larangan berkecimpung dalam dunia sepak bola.(net/bbs)

Juventus Ikat Pogba hingga 2016

TURIN- Juventus resmi mendapatkan Paul Pogba, gelandang muda asal Prancis dengan kontrak berdurasi empat musim. Kepergian Pogba ke La Vecchia Signora sejatinya sudah menjadi spekulasi sejak lama.

Pogba sebelumnya bermain untuk Manchester United, namun belakangan enggan memperpanjang kontrak juara Liga Inggris 19 kali tersebut. Sejak saat itulah ia mulai merapat ke Juve.

Menurut pelatih MU, Sir Alex Ferguson, Juve sudah berhasil mendatangkan pemain 19 tahun tersebut sebelum kontraknya dengan ‘Setan Merah’ habis pada 30 Juni 2012 silam. Tetapi, baru sekarang Juve mengumumkan kepastian deal dengan Pogba.

“Paul Pogba telah resmi menjadi pemain Juventus. Gelandang Prancis tersebut telah menandatangani kontrak empat tahun, yang menjadikannya pemain klub ini hingga 2016,” pernyataan Juventus seperti dilansir situs resmi klub.

“Dalam beberapa hari terakhir ini, pemain berusia 19 tahun itu menghabiskan waktu dengan berlatih bersama rekan-rekan barunya dan mengenakan kostum hitam-putih untuk pertama kalinya pada laga persahabatan melawan Benfica,” lanjut situs tersebut.(net/bbs)

ITC tak jelas, BEC Batal Kontrak Tibo

JAKARTA- Asa striker timnas Titus Bonai untuk bisa merumput di Thai Premier League (TPL) dipastikan pupus. Sebab, klub yang sempat mengontraknya, BEC Tero Sasana, membatalkan kontrak yang sudah ditandatangani. Kabar tersebut dirilis situs Goal.com Thailand.

Manajer Umum BEC Robert Maurer menjelaskan, klubnya butuh kepastian sebelum bursa transfer TPL ditutup pada hari ini. Karena itu, mereka langsung bergerak cepat dan membatalkan mengontrak Tibo, panggilan Titus Bonai.

“Kami harus mencari pemain Asia lainnya. Karena Titus Bonai tak ada kepastian, kami mencari penggantinya sebelum bursa transfer tutup pada 5 Agustus,” ujarnya.

Sebelumnya, Tibo menandatangani kontrak selama dua tahun dengan BEC. Nilai kontraknya Rp70 juta per bulan. Namun, kontrak tersebut bermasalah setelah PSSI tak bisa memberikan International Transfer Certificate (ITC).

Permasalahan tersebut ternyata muncul karena surat perjanjian dengan BEC ternyata menggunakan nama Persebaya Surabaya sebagai klub lama Tibo. Padahal, Tibo seharusnya membawa surat dari Persipura Jayapura.

“Karena ada masalah ini, Tibo terpaksa kami suruh pulang. Nilai kontrak dan klausul kontraknya juga kurang jelas. Masak cuma dua lembar saja kontraknya,” terang Ketua Komisi Disiplin PSSI Bernhard Limbong yang memerintah Tibo pulang.

Sementara itu, Tibo yang sedang berada di Jakarta sangat sulit dikonfirmasi. Saat ditanya tentang transfernya, dia memilih untuk bungkam dan tidak mau berkomentar sedikit pun.

Pemain asal Papua itu memang selalu menghindari para awak media. Sampai saat ini, dia masih melakoni pemusatan latihan timnas di Jakarta. (aam/c10/ko/jpnn)

Allegri Momok Bagi Ronaldinho

BELO HORIZONTE– Mantan gelandang AC Milan Gennaro Gattuso baru-baru ini mengkritisi kebijakan sang mantan pelatih Massimiliano Allegri. Kini pelatih 44 tahun itu kembali disalahkan atas kepergian bintang mereka, Ronaldinho ke Atlético Mineiro.

Sosok Allegri diakui sebagai momok yang menakutkan bagi pemain berpaspor Brasil tersebut. Ronaldinho bahkan hanya tampil di 11 pertandingan Serie A, selama setengah musim kepelatihan Allegri.

“Saya seorang pemain yang ingin selalu bermain. Namun, Allegri lebih memilih untuk menempatkan saya di bangku cadangan,” ungkap pemain terbaik FIFA dua kali berturut-turut itu (2004,2005). “Hal ini tentu saja membuat saya marah. Saya akui bahwa saya tidak dalam kondisi baik kala memperkuat Milan. Namun, saya juga tidak memiliki banyak kesempatan. Itulah mengapa saya tinggalkan Milan,” lanjutnya kecewa, seperti dilansir Football Italia.
Pemain yang pernah memperkuat Grêmio, Paris Saint-Germain, dan Barcelona itu akhirnya memutuskan menanggalkan kostum Rossoneri dan bergabung ke Flamengo pada Januari 2011 lalu.(net/bbs)

Kabareskrim Tantang KPK

JAKARTA – Markas Besar Polri tak mau mengalah. Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri Komisaris Jenderal Sutarman bahkan menantang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan penanganan kasus korupsi simulator Surat Izin Mengemudi (SIM) di Korps Lalu Lintas Mabes Polri.

Komisaris Jenderal Sutarman, Kepala Badan Reserse  Kriminal Polri
Komisaris Jenderal Sutarman, Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri

Jenderal tiga bintang ini tak rela jika KPK mengambil alih keseluruhan kasus korupsi simulator SIM yang melibatkan perwira tinggi di Mabes Polri. Makanya, ia mempersilakan KPK melayangkan gugatan pada kepolisian jika ingin mengambil hak penanganan kasus korupsi simulator sepenuhnya.
“Selama Polri punya bukti cukup, saksi cukup tidak ada ruang untuk menghentikan penyidikan ini. Bagaimana bisa menghentikan, kalau belum ada ketentuan acara. Kecuali ada gugatan bahwa Polri tidak punya wewenang penyidikan melalui peradilan ya silahkan. Kalau pengadilan bilang Polri tidak berwenang maka saya akan menyerahkan pada KPK,” ujar Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komisaris Jenderal Sutarman di Jakarta, Jumat (3/8).

Belakangan, sejumlah kalangan menyebut seharusnya Polri menyerahkan penanganan kasus itu pada KPK yang sudah lebih dulu menyelidikinya. Saran itu dasarkan pada Pasal 50 ayat (3) dan ayat (4)Undang-Undang Nomor 30 tahun 2002 tentang KPK. Namun, Polri menyatakan, tak bisa hanya dengan berlatar undang-undang tersebut, karena Polri pun sedang dalam penyidikan.

“Aturannya acara belum juga ada bagaimana bawa ke pengadilan. Tapi silahkan digugat saja kalau saya memang tidak berwenang,” sambungnya.
Sutarman bahkan menampik anggapan masyarakat yang menyebut Polri tidak dapat menyelesaikan kasus itu hingga ke tindak pidana pencucian uang yang dilakukan para tersangka.

“Polri juga mampu, itu juga pernah kita lakukan pada mantan Kapolres. Jangan diragukan penyidik Bareskrim. Niat baik kita saling mendukung untuk menangani korupsi,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, polemik kasus ini mencuat setelah KPK dituduh melanggar MoU dengan menetapkan tersangka dari institusi Polri tanpa koordinasi tertulis dengan pimpinan Polri. Termasuk dalam proses penggeledahan yang dilakukan KPK di gedung Korlantas Senin 30 Juli lalu, KPK mengklaim sudah meminta ijin pada Kapolri. Meski perizinan itu ternyata belum disampaikan pada Kapolri.

Dua lembaga penegak hukum ini lalu seolah-olah rebutan untuk mengusut kasus ini dan menetapkan tersangka yang terlibat. KPK dianggap membangkang, sementara Polri dianggap tak mau mengalah.

Belum ada titik terang dalam penanganan kasus ini karena dua lembaga masih mempermasalahkan jalur dan kewenangannya masing-masing.

Publik Jangan Terkecoh

Di sisi lain, pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Iberamsjah mengingatkan, jangan sampai pengusutan kasus dugaan korupsi simulator di Korlantas Polri, yang diperebutkan KPK dan Polri hanya ribut-ribut saja, tapi hasilnya nol besar.

“Jadi kita tunggu saja apa KPK serius mau menangani kasus ini dan melakukan pemberantasan korupsi. Jangan terlalu membela juga, lihat saja hasilnya. Jangan cuma ramai-ramai, hasilnya juga nol besar,” kata Iberamsjah, kemarin.

Dijelaskan Iberamsjah, perseteruan KPK dan Polri dalam kasus ini jangan sampai membuat masyarakat terkecoh lagi. Menurut Iberamsjah, pengalaman membuktikan pada kasus Cicak vs Buaya sebelumnya, terbukti belakangan KPK juga bukan lembaga yang bersih dan harus dibela mati-matian.
Karenanya, dia mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam menyikapi masalah ini. “Kita harus hati-hatilah. Ada apa ini? Kok kasus ini KPK ngotot sekali? Padahal sebelumnya dalam beberapa kasus seperti rekening gendut dan kasus pegawai pajak Gayus Tambunan, KPK tidak ngotot-ngotot amat untuk melakukan penyelidikan dan menyerahkan kasus itu kepada Polri,” jelas dia.

“Masyarakat harus ingat bahwa KPK juga bukan lembaga yang bersih-bersih amat, kasus Cicak Buaya membuktikan hal itu. Jadi jangan mau terkecoh lagi, (kasus ini) banyak kejanggalan,” ulangnya.

Dijelaskan Iberamsjah lagi, kejanggalan-kejanggalan lainnya bisa dilihat juga dari lambannya KPK menangani kasus-kasus korupsi yang muncul belakangan ini. (flo/boy/jpnn)

Rhoma Tolak Bantuan Foke, Tak Mau Gunakan Pengacara

JAKARTA-Rhoma Irama tidak hadir saat dipanggil Panwaslu DKI Jakarta. Dia pun menolak bantuan Tim Foke-Nara terkait kasus yang menimpanya yakni tudingan ceramahnya yang berbau SARA dalam Pilgub DKI.

CERAMAH: Rhoma Irama sebelum memberikan ceramah  acara BNI berbagi  buka puasa bersama anak yatim  Masjid Raya Bogor, Jumat (3/8).//sofyansyah/Radar Bogor/JPNN
CERAMAH: Rhoma Irama sebelum memberikan ceramah dalam acara BNI berbagi dan buka puasa bersama anak yatim di Masjid Raya Bogor, Jumat (3/8).//sofyansyah/Radar Bogor/JPNN
“Nggak jadi sekarang. Rhoma meminta mundur (diperiksa) karena beliau ada agenda yang sudah lama dijadwalkan. Ini berdasar penjelasan Geofedi Rauf dari tim kampanye Foke-Nara. (Pemeriksaan) Rhoma dijadwalkan lagi pada Senin (6/8) sekitar pukul 13.00,”n
kata Ketua Panwaslu DKI Ramdansyah di kantornya kemarin.

Ramdansyah menjelaskan, pihaknya tidak bisa langsung menentukan adanya pelanggaran atau tindak pidana pilkada tanpa rekonstruksi. Untuk itu, pihaknya memanggil Rhoma untuk meminta klarifikasi.

Panwaslu memanggil Rhoma karena ceramahnya di sebuah masjid di Jakarta Barat mengajak umat Islam agar memilih cagub DKI yang seiman. Ceramah itu dianggap bernuansa SARA.

Saat dihubungi secara terpisah, Rhoma menyatakan siap menghadapi panggilan panwaslu. Dia menegaskan bahwa apa yang disampaikannya dalam ceramah itu adalah kebenaran. “Apakah hal itu salah? Saya hanya menyampaikan kebenaran,” kata Rhoma.

Dia menegaskan akan menghadapi kasusnya sendirian tanpa bantuan pengacara. Dia menolak bantuan hukum dari pihak lain. “Tim Foke-Nara dan sekitar lima kelompok lain menawari saya bantuan hukum. Namun, saya tolak semua karena saya tidak takut,” tegas Rhoma.

Selain Rhoma, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie juga mangkir dari panggilan Panwaslu DKI. Jimly dijadwalkan memberikan penjelasan mengenai pernyataannya yang memperbolehkan penggunaan SARA dalam berkampanye.

Absennya Jimly disesalkan oleh panwaslu. Sebab, keterangan Jimly diharapkan dapat mencairkan ketegangan akibat banyaknya isu SARA yang beredar. “Alasan panwaslu panggil Jimly agar dia menjelaskan pernyataannya. Karena takutnya pernyataannya bisa menjadi bantalan untuk pembenaran SARA,” kata Ramdansyah.

Menurut Ramdhan, pernyataan Jimly dipakai para pihak yang ingin menggunakan unsur-unsur SARA dalam pilkada DKI. Ia mencontohkan Rhoma yang dalam ceramahnya mengatakan bahwa alasan mengeluarkan perkataan berbau SARA karena diperbolehkan oleh Jimly. Sebab itu, klarifikasi Jimly sangat dibutuhkan oleh panwaslu. “Penjelasan dia penting sebab bisa saja yang dimaksud beda dengan yang dipahami Rhoma,” ujar Ramdhan.(dil/jpnn/c4/agm)

Berita sebelumnya: Rhoma Irama Terancam Tiga Bulan Kurungan