Home Blog Page 13157

Sesulit Apakah Menantang Incumbent?

Kemenangan sementara pasangan Jokowi-Ahok atas pasangan Foke-Nara dalam Pilkada DKI Jakarta memberikan peneguhan terhadap eksistensi calon incumbent (petahana) sebagai kandidat yang bisa dikalahkan. Bahkan, meski memiliki peluang lebih besar, dia dapat dikalahkan secara telak.
DERETAN kekalahan calon incumbent dimulai sejak awal pilkada tahun 2005. Dari 211 pilkada yang diikuti oleh calon incumbent, di 87 daerah (40,95 persen) ia kalah. Data terakhir, tahun 2012 dalam Pilkada Provinsi NAD, ketika Irwandi Yusuf sebagai calon incumbent dikalahkan Zaini Abdullah.

Tak mudah mengalahkan incumbent tetapi juga bukan hal yang mustahil. Minimal ada empat syarat untuk bisa mengalahkannya. Pengamat politik lokal Wahid Abdulrahman yang dimintai pendapatnya, Kamis (3/8), mengatakan ada empat prasyarat yang harus dipenuhi seorang penantang agar mampu mengalahkan incumbent di Pilkada.

Pertama, faktor figur kandidat. Calon kepala daerah khususnya, ataupun wakil kepala daerah, merupakan figur alternatif yang memiliki daya terima (akseptabilitas), awareness, dan daya tarik lebih sebagai modal tingkat keterpilihan (elektabilitas).

‘’Popularitas bukanlah faktor utama mengingat calon incumbent pasti lebih populer. Namun faktor kalah popularitas bisa ditutup oleh akseptabilitas, awareness, dan daya tarik kuat,’’ katanya. Daya tarik itu menjadi lebih kuat bila ditopang pengalaman kepemimpinan. Terlebih bila calon memiliki derajat integritas cukup kuat.

Kedua, mesin politik, baik dari partai maupun relawan (non-partai). Untuk bisa mengalahkan incumbent, butuh mesin politik yang ekstrakuat dan efektif. ‘’Partai tidak saja sebagai pengusung namun juga harus mampu berperan sebagai mesin efektif. Demikian halnya tim relawan di luar partai, keduanya harus bersinergi,’’ dia mengingatkan.

Mesin partai memperkuat tarikan dari basis pemilih ideologis, sementara mesin dari relawan memperkuat daya tarik pemilih dari massa mengambang.
Ketiga, manajemen kampanye yang tepat. Menurut Wahid, tatap muka secara langsung dengan variasi kegiatan sosial selama ini mejadi media yang cukup efektif. Keduanya harus ditunjang oleh pola komunikasi yang baik dari kandidat dengan pemahaman terhadap perilaku pemilih dan segementasi yang tepat.
‘’Di wilayah tertentu, perilaku pemilih yang masih berpatokan pada patron-client (pemilih kurang otonom) peran tokoh masyarakat dan tokoh agama cukup sentral. Karenanya, perlu mendekati tokoh-tokoh tersebut,’’ sarannya.

Dan terakhir, menyangkut kinerja incumbent. Wahid menyebutkan, kekalahan incumbent  dalam Pilkada memiliki relasi kuat dengan kondisi kinerja Pemda. Kinerja incumbent yang sering diukur melalui indikator statistik bukanlah takaran utama yang menjadi penentu kemenangannya.

‘’Artinya, ketika calon incumbent sering menonjolkan keberhasilan melalui indikator statistik, sementara masyarakat memiliki persepsi berbeda maka di sanalah peluang besar bagi penantang untuk mengalahkannya,’’ ujar jebolan Universitas Diponegoro tersebut.

Staf pengajar USU Drs Henry Sitorus, MA yang diminta melihat ulang (review) pemikiran Wahid Abdulrahman, menyatakan, kesepahamannya atas beberapa poin. Henry mengungkapkan seringkali kinerja seorang incumbent diukur atas dasar penghargaan yang diterima dari pemerintah pusat. ‘’Ketika masyarakat tak mampu merasakan penghargaan itu secara nyata, di sanalah peluang besar bagi calon lain untuk mengalahkan. Tentunya ia harus mampu memberikan alternatif penyelesaian persoalan riil yang dihadapi masyarakat,’’ ujarnya.

Menurut Henry, figur yang kalah populer tak perlu berkecil hati bila bisa menciptakan tiga syarat pertama tersebut. Terlebih bisa menggali syarat keempat, serta persentase pemilih dari masa mengambang dan pemilih yang belum konsisten, yang masih sangat besar. ‘’Atas dasar itu bukan tidak mungkin Pilgubsu 2013 menghadirkan pemenang baru yang mampu mengalahkan incumbent,’’ katanya.

Memang, dalam banyak hal,  faktor pemilih yang belum konsisten inilah yang tekadang membuat incumbent kalah. Entah berapa kali publik dibuai oleh hasil survei yang menunjukkan tingkat elektabilitas incumbent atau calon tertentu melompat jauh lebih tinggi di atas rata-rata. Tapi, satu yang patut diingat bahwa opini pemilih merupakan sikap pada saat disurvei.

Lembaga survei biasanya tidak mengungkap apakah pemilih akan mengubah pilihannya atau tidak pada hari H. Dan, jamaknya, sulit sekali menemukan lembaga survei yang jujur membedah proses riset mereka.

Dari metode penelitian, teknik penarikan sampel, waktu penyebaran angket, hingga cara penghitungan kuantitatif yang mengawinkan variabel apa saja dalam kuesioner mereka. Yang kita temukan biasanya hasil dan hasil. Kita tersandera oleh angka-angka yang galibnya muncul secara ilmiah! (valdesz)

Air tak Mengalir Sejak Pukul 12.00 WIB

081376767xxx464

Yth Bapak Dirut PDAM Tirtanadi Medan. Pak tolong perhatikan kami warga Perumnas Simalingkar sedang mengalami krisis air. Setiap hari mulai pukul 12.00 WIB hingga malam hari air tak pernah mengalir lagi. Mohon ditanggulangi Pak. Terima kasih.

Ramadan Terapkan Operasi Pompa

Terima kasih atas laporannya. Selama bulan Ramadan PDAM Tirtanadi melakukan operasi pompa dalam menyalurkan air ke rumah-rumah pelanggan. Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan puncak tiap harinya, yakni pagi pada pukul 03.00-05.00 WIB dan sore dari pukul 15.00-21.00 WIB.

Jumirin
Kabid Humas PDAM Tirtanadi Medan

Polisi Kedapatan Pesta Sabu

Kodim 0203/Langkat Gerebek Eks Asrama TNI 121 Kebunlada di Binjai

BINJAI- Kodim 0203/Langkat kembali mengerebek eks asrama TNI 121 Kebunlada, Jumat (3/8) sekitar pukul 11.30 WIB. Dalam penggerebekan itu Komando Distrik Militer (Kodim) yang berkedudukan di Kota Binjai ini mengamankan tiga tersangka pengguna narkoba.

Tiga tersangka yakni, Rianto (46), pegawai Rumah Sakit (RS) Bangkatan yang tinggal di Pasar VII Padangbulan Medan, Eka Yudana (38) warga eks Asrama 121 Kebunlada, Binjai Utara dan Wahyudi (35) warga Jalan Medan-Binjai kilometer (Km) 18.

Selain itu petugas menyita barang bukti satu amplop ganja kering, satu paket kecil sabu-sabu, satu alat hisap sabu (bong-red), satu unit sepeda motor Yamaha RX King BK 4748 LA, satu unit sepeda motor Honda Supra X 125 BK 2210 CQ, dan tiga unit HP.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, ketiga tersangka tertangkap tangan saat berpesta sabu-sabu di Barak Sedap Malam, persisnya di teras rumah kosong milik almarhum Ronal Manulang. Ketiganya sedang asyik berkumpul di teras rumah dan petugas Kodim 0203/Langkat langsung menggerebek lokasi mereka dan ketiganya tidak mampu melarikan diri.

Penggerebekan yang dilakukan petugas Kodim 0203/Langkat ini, membuat warga setempat heboh. Pasalnya, puluhan warga setempat terus memadati lokasi penggerebekan guna melihat secara langsung tiga tersangka yang berhasil diamankan tersebut.

“Apa yang kita lakukan ini tindak lanjut dari penangkapan yang pertama serta informasi yang kita terima dari masyarakat,” ujar Lettu Inf Iwan Handoko, selaku Dan Unit Kodim 0203/Langkat yang memimpin penggerebekan tersebut.

Sementara, dari ketiga tersangka yang diamanan Kodim 0203/Langkat saat pesta narkoba di komplek Asrama, Wahyudi warga Jalan Medan Binjai, merupakan oknum polisi berpangkat Briptu yang bertugas di Polsek Medan Labuhan.

Karena Wahyudi oknum polisi, dia pun tidak diintrogasi seperti dua tersangka lainnya yang merupakan warga sipil. Wahyudi hanya berdiri di kerumunan warga tanpa mendapat interogasi dari petugas Kodim 0203/Langkat.

Ketika berada di lokasi penangkapan, oknum polisi ini enggan mengeluarkan sepatahkatapun. Sementara, Eka Yudana mengakui, kalau barang haram itu memang sudah dipakainya. “Iya, saya memang sudah memakai barang ini (sabu-red),” ujarnya singkat saat dintrogasi petugas.

Dan Unit Kodim 0203/Langkat, Lettu Inf Iwan Handoko mengakui mereka mengamankan seorang tersangka oknum polisi. “Iya, oknum polisi ada kita amankan. Tapi polisi itu bukan bertugas di Kota Binjai, melainkan bertugas di Labuhan,” aku Lettu Iwan Handoko.

Lebih jauh dikatakannya, oknum polisi itu sudah diserahkan ke Satuan Narkoba Polres Binjai agar dapat ditindak lanjuti. “Terbukti atau tidak oknum polisi itu, Sat Narkoba Polres Binjai yang menindak lanjutinya. Karena kasus ini sudah kita serahkan kepada mereka (Sat Narkoba-erd),” tegasnya.
Kasat Narkoba Polres Binjai, AKP Achiruddin, saat berada di lokasi penangkapan mengatakan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. “Kalau memang terbukti ya akan kita tindak,” ujar Achiruddin.

Sejauh ini, lanjutnya, pihaknnya akan terlebih dahulu menyelidiki kasus ini dengan memintai keterangan dari para tersangka yang telah diamankan. “Kita selidiki dululah, nanti kita akan tahu sejauh mana keterlibatan oknum polri ini,” tegasnnya. (ndi)

4 Penyelundup Nekad Cebur ke Laut

Ditangkap Bea Cukai Belawan Bawa Pakaian Bekas

BELAWAN- Empat dari enam awak kapal motor (KM) Semoga Jaya penyelundup 250 balepress (pakaian bekas) impor kabur saat diboyong petugas Bea Cukai (BC) ke dermaga Kanwil DJBC Sumatera Utara (Sumut) di Belawan. Empat awak kapal itu kabur dengan cara meceburkan diri ke laut.
Satu diantara empat awak kapal yang kabur itu berinisial F (45) warga Tanjungbalai, dan tiga lagi berinisial R, S, dan M.

Sebelumnya, kapal bermuatan balepress itu terjaring Operasi Kurma yang digelar kapal patroli BC 1503 di Perairan Pematang Seibaru Kabupaten Asahan dua hari lalu.

Kepala Seksi Intelijen Kanwil DJBC Sumut, Goodman Pasaribu kepada Sumut Pos, Jumat (3/8) kemarin mengakui kaburnya empat dari enam awak kapal penyelundup KM Semoga Jaya. “Benar, satu diantaranya adalah nakhoda kapal berinisial, F dan saat ini kita masih melakukan pengejaran,” terangnya.
Kaburnya ke empat awak kapal penyelundup balepress asal Malaysia itu terjadi pada saat KM Semoga Jaya akan digiring ke perairan Belawan dengan pengawalan dari kapal patroli BC 1503 milik KPPBC TMP C Teluknibung, namun pada saat dalam perjalanan nakhoda kapal berikut empat anak buahnya berinisial, R, S dan M melarikan diri setelah menceburkan dirinya ke laut.

Petugas patroli BC 1503 lantas meminta bantuan dari petugas kapal patroli BC 9004 yang merupakan kapal patroli dari Kanwil BC Tanjungbalai Karimun.
“Sedangkan untuk dua awak kapal lainnya berinisial, Ra (32) dan Zn (65) berhasil digagalkan, kini keduanya  menjalani pemeriksaan,” kata Goodman. (mag-4)

Lagi, Jaksa Lubukpakam Geledah Kantor Dinas PKD

LUBUKPAKAM-Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubukpakam kembali menggeledah kantor Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (PKD) Pemkab Deliserdang (DS) di Jalan Mawar, Jumat (3/8) sekitar pukul 10.00 WIB. Selain menggeledah, tim penyidik kejaksaan itu datang membawa ahli informasi teknologi (IT) untuk mencocokkan data dokumen dan CPU (penyimpan data) komputer di Dinas PKD.

Dalam penggeledahan itu tim penyidik Kejari Lubukpakam menyita beberapa dokumen dan CPU penyimpanan data.
Pantauan Sumut Pos, tim penyidik Kejari Lubukpakam ini datang dipimpin Jaksa Jhonwesli Sinaga SH bersama Guntur Samosir SH. Mereka tiba di PKD DS pukul 10.30 WIB. Tim langsung masuk ke ruang kantor Kepala Bidang Pendapatan Dinas PKD, Hammariyan.

Kedua penyidik di Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Lubukpakam ini kemudian mencocokan data yang sudah disita beberapa waktu lalu terkait kartu pajak restoran dan ketetapan pajak yang ditagih dari berbagai restoran yang ada di wilayah Kabupaten Deliserdang tahun 2008 lalu.
Kedatangan tim penyidik itu sekaligus untuk melengkapi berkas pemeriksaan yang sudah dilakukan oleh Jaksa pada tahun 2010 lalu, terhadap tersangka Harapan Nasution yang dulunya menjabat Kepala Seksi Penagihan pada Dinas PKD.

Namun sejak ditetapkan jadi tersangka, Harapan Nasution  belum ditahan oleh Kejaksan Negeri Lubukpakam.
Dugaan korupsi yang dilakukan Harapan Nasution itu, diduga Negara mengalami kerugian Rp230 juta yang berasal dari penagihan pajak restoran, tetapi tidak disetorkan ke kas Pemkab DS. (btr)

Gaji Guru Honor tak Layak

081973496xxx

Kepada Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Yth. Kenapa penggajian honorer di sekolah negeri masih tidak layak (Rp300 ribu per bulan)? Tolong Pak, dengarkan jeritan para honorer yang selalu ditindas para kepala sekolah. Terima kasih.

Sesuai Kebijakan Kepala Sekolah

Terima kasih atas informasinya. Sebelum guru honor bekerja di sekolah yang dimaksud, tentu sudah ada perjanjian yang disepakati mengenai gaji. Mengenai gaji guru honor ini memang sepenuhnya atas kebijakan masing-masing kepala sekolah, karena hal tersebut merupakan tanggung jawabnya.

M Rajab Lubis
Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan

Kapal Nelayan Dirompak OTK Bersenpi

BELAWAN- Aksi kejahatan perompakan terhadap kapal ikan nelayan hingga kini masih terus terjadi. Kamis (2/8) malam, satu unit kapal ikan nelayan, kapal motor (KM) Inka Mina 57 asal Belawan dirompak belasan orang tak dikenak (OTK) bersenjata api (senpi) laras panjang saat menangkap ikan di sekitar perairan Langkat. Dalam aksinya, perompak tidak melakukan penyanderaan, tapi tonan bahan bakar minyak (BBM) kapal ikan dirampas pelaku.
Informasi dihimpun Sumut Pos di Belawan menyebutkan, peristiwa perompakan terjadi ketika kapal ikan jenis pukat langgar yang ditumpangi sekitar 24 orang nelayan sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan disekitar perairan perbatasan Langkat-NAD (Nanggroe Aceh Darussalam).

“Mereka berjumlah belasan orang dan naik ke kapal kami mengunakan kapal pukat jalur,” ujar, Idris (63) nakhoda KM Inka Mina. (mag-4)
Awalnya, para nelayan tak menyangka kalau kapal bermotor yang ditumpangi sekelompok pria itu merupakan penjahat laut.”Tadinya kami mengira kalau mereka adalah nelayan seperti kami, tapi begitu mendekat beberapa pelaku langsung melompat naik ke kapal kami sambil menodongkan senjata,” ungkapnya.(mag-17)

PKL Lubukpakam Mengamuk

LUBUKPAKAM-Pedagang kaki lima (PKL) mengamuk di Lubukpakam Deliserdang, Jumat (3/8). Bahkan, seorang pedagang nekad menantang dan mencopot jabatan Camat Lubukpakam Citra Effendi Capah, karena memerintahkan petugas Sat Pol PP membongkar kios miliknya, tanpa adanya surat pemberitahuan, Jumat (3/8) sekitar pukul 10.00 WIB.

“Enak saja kalian membongkar kiosku, kalian tidak tau siapa saya? Saya adik Kapolres di Jawa Timur, awas Kau Camat ya, ku copot kau nanti,” teriak pedagang yang namanya tidak mau dikorankan itu.

Menanggapi sikap seorang PKL itu, Camat Lubukpakam Citra Efendi Capah, menganggap tindakan PKL itu merupakan hal wajar. Kendati begitu, pihaknya mengaku sudah berulangkali menegur para pedagang, agar tidak berjualan di badan jalan, sehingga tidak mengganggu aktivitas lalu lintas. “Silahkan saja mengancam, saya wajib menjaga kenyamanan kota,” kata Citra.(btr)

Gempar Jalin Kerja Sama dengan Universitas Sutomo

MEDAN- Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Generasi Muda Padang Pariaman (Gempar) Sumatera Utara menjalin kerja sama dalam bidang pendidikan tinggi dengan Universitas Sutomo.

Dimana, ada beasiswa yang diberikan bagi keluarga besar Gempar selama empat tahun pendidikan.

Ketua DPW Gempar Sumut Yohny Anwar Jambak, mengatakan kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan Universitas Sutomo yang diwakili PR III Ahmaruzar. Perjanjian ini kata dia, bertujuan untuk mengatur pemberian beasiswa pada anggota dan keluarga besar Gempar.

“Ini salah satu upaya kami untuk meningkatkan dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) generasi muda Padang Pariaman. Khususnya di bidang pendidikan,” kata Yohny, Selasa (31/8).

Dia mengatakan, Universitas Sutomo menyediakan beasiswa bagi anggota keluarga besar Gempar sebesar 50 persen dari uang kuliah yang diwajibkan. Pemberian beasiswa ini berlaku selama empat tahun bagi anggota Gempar yang mendaftar pada tahun akademik 2012 – 2013. Selain itu, Universitas Sutomo, juga memberikan pelayanan pendidikan serta menyiapkan sarana dan prasarana pendidikan yang dibutuhkan.

“Selain itu, keluarga besar Gempar yang mendaftar dibebaskan untuk memilih jurusan yang diinginkan dan tersedia di Universitas Sutomo. Sementara, PW Gempar sendiri berkewajiban untuk menggerakkan dan menyiapkan keluarga besarnya untuk kuliah di Universitas Sutomo dan mematuhi peraturan yang ada,” bebernya.

Karena itu, Yohny berharap, masyarakat Minang di Sumatera Utara bisa memanfaatkan momentum dan peluang di bidang pendidikan ini semaksimal mungkin. “Jika berminat, sila datang ke Sekretariat PW Gempar Sumut di Jalan Panglima Denai,” tukasnya.

Sementara Pembantu Rektor III Universitas Sutomo, Ahmaruzar, mengatakan pihaknya memang membangun kerjasama dengan masyarakat seperti Gempar ini untuk tujuan jangka panjang. Pihaknya menyadari banyak masyarakat yang terkendala untuk menyekolahkan anaknya ke pendidikan tinggi. “Kami punya target jangka panjang. Harapannya anak-anak yang mau sekolah tapi terkendala biaya ini, kami didik. Kemudian nantinya menjadi perpanjangan tangan kami untuk ke masyarakat,” terangnya.

Dia mengatakan, Universitas Sutomo menyediakan 15 program studi mulai dari Ilmu Keguruan dan Pendidikan, MIPA, komputer, teknik, hukum, ekonomi, dan administrasi publik. “Kami berkeinginan generasi muda ini bisa berpendidikan lebih baik. Kemudian pola pikirnya juga berkarakter dan kompeten. Tidak hanya Gempar, dengan siapapun kami siap bekerjasama,” pungkasnya.(*/ril)

Calon Wali Kota Sidimpuan Diadukan

POLDASU- Habis sudah kesabaran Putra Pratama. Akhirnya,  Kamis (02/08) warga Batutunggal Labuhanbatu melaporkan H Nurwin Nasution warga Jalan Sutan Sinumba No 3 Helvetia Timur Medan ke Poldasu. Calon Wakil Wali Kota PadangSidimpuan pun bakal terancam penjara jika laporan terbukti.
Sesuai Laporan Pengaduan Nomor: STTLP/ 837/ VIII/ 2012/ 2012 SPKT III Tanggal 02 Agustus 2012 yang diterima Kepala SPKT Poldasu Kompol Ramli Anas Sitinjak SH, Putra melaporkan Nurwin Nasution dengan tuduhan penipuan dan penggelapan sesuai pasal 378 junto pasal 372 KUH Pidana.

Dalam laporannya, Putra mengaku awal Februari 2012 lalu Nurwin menjanjikannya proyek pembangunan Stadion Padangsidimpuan dengan total borongan puluhan miliar. Lalu Nurwin meminta Putra menyetor uang awal Rp200 juta.  Dijelaskannya, hingga dibuatnya laporan ke Poldasu, proyek yang dijanjikan tak juga terealisasi bahkan uang yang telah diambil Nurwin tak kunjung dikembalikannya. (jhon/smg)
meski telah berulang kali diminta.(smg)