Home Blog Page 13158

Penjaga Beko Tertangkap Basah Bawa Granat

Konflik Galian C di Lahan Eks HGU PTPN 2 Seisemayang

BINJAI-Konflik galian C di atas lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN 2 Seisemayang Kelurahan Tunggurono, dan Kelurahan Mencirim Kecamatan Binjai Timur belum berakhir.

Bagai mana tidak, saat konflik galian C itu terjadi, Jusuf Bangun (25) warga Desa Siriang-riang Namuukur Kecamatan Seibingei Kabupaten Langkat, salah seorang penjaga beko di Jalan TPA Kelurahan Mencirim Kecamatan Binjai Timur ini, tertangkap basah oleh petugas setelah diketahui membawa sebuah granat jenis manggis yang masih akif, Kamis (2/8).

Informasi dihimpun POSMETRO (Group Sumut Pos), Jumat (3/8) menyebutkan, situasi mencekam yang sempat terjadi akibat konflik galian C membuat petugas kepolisian di jajaran Polres Binjai melakukan patroli dengan gencar. Hal itu dilakukan, agar tidak terjadi bentrokkan fisik.

Ketika puluhan anggota Parlin ketua PAC PP Binjai Timur berkumpul di persimpangan Jalan Pangeran Diponogoro untuk mengblokade truk galian C milik Tongat, situasi semakin mencekam. Untuk itu, sebuah mobil patroli dari kepolisian datang ke lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Melihat situasi di persimpangan jalan itu masih aman, petugas itupun langsung menuju ke lokasi galian C milik Tonngat. Nah, disinilah petugas melihat seorang pria (Jusuf-red) sedang berjalan ketakutan dengan menggunakan tas sandang.

Karena curiga dengan gerak-gerik pria tersebut, polisi membuntuti dari belakang. Selama petugas mengikutinya, Jusuf terlihat membuang sesuatu dari tangannya. Melihat hal itu, kecurigaan polisi semakin  bertambah dan berusaha mencari tahu apa isi dari benda yang dibuang Jusuf itu sebenarnya.
Selanjutnya Polisi mengambil tas sandang tersebut dan menggeledah isi dalamnya. Ternyata, setelah dibuka terlihat  satu buah bahan peledak jenis manggis yang diduga masih dalam keadaan aktif. Setelah mengetahui isi dalam tas tersebut, polisi pun langsung mengamankan pemiliknya  dan memboyongnya ke Mapolres Binjai guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Bahan peledak yang dibawa oleh Jusuf ini diduga akan dijadikan sebagai senjata jika saja anggota Parlin melakukan serangan ke lokasi galian C yang dijaganya tersebut. Namun naas, belum lagi sempat menggunakan bahan peledak yang menjadi senjata bagi para meliter ini, ia keburu diamankan oleh petugas.

Jusuf yang kesehariannya bekerja sebgai penjaga beko ini mengatakan, kalau granat tersebut bukan miliknya, tapi milik seseorang yang dititipkan kepadanya. “Itu bukan punya aku, tapi milik seseorang yang dititipkannya sama aku,” kata Jusuf.

Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Aris Fianto mengakui penemuan granat aktif jenis manggis tersebut dan saat ini polisi masih memintai keterangan dari Jusuf terkait kepemilikan granat tersebut. “Sejauh ini kita maish mencari tahu kepemilikan granat itu,” tegas AKP Aris. (bam/smg)

Ramadan Fair Telkomsel-BNI Gadget Murah dan Berhadiah

MEDAN- Menghiasi bulan Ramadan 1433 H, Telkomsel bekerjasama dengan BNI melakukan event Ramadan Fair.  Event ini dilakukan mulai tanggal 27 Juli – 3 Agustus 2012 di kantor wilayah BNI Jalan  Pemuda Medan.

Pada event ini pelanggan dapat memperoleh HP bundling Telkomsel dengan harga spesial, pasang baru kartu Halo dengan nomor cantik , kartu perdana Telkomsel dan sosialisasi pengisian pulsa melalui ATM BNI serta SMS Banking dan Mobile Banking. Pelanggan yang melakukan tansaksi di event ini akan mendapatkan luckydip, dengan berbagai hadiah menarik dan  pulsa 50 ribu, pulsa 20 ribu dan pulsa 10 ribu.

Bagi pelanggan yang melakukan pengisian pulsa Telkomsel di seluruh ATM akan mendapatkan apresiasi selama event ini berlangsung. Pelanggan cukup menunjukkan bukti transaksi  pengisian pulsa di both Telkomsel.

Head of  Branch Medan Department Heribertus Budi Ariyanto menyatakan, even ini merupakan perpaduan antara edukasi layanan Telkomsel dan BNI dengan menghadirkan berbagai kemudahan dan fasilitas untuk pelanggan. Mulai dari edukasi produk hingga gadget murah.  “Selain itu kegiatan yang khusus kami lakukan di bulan Ramadhan ini untuk sosialisasi kembali tentang kemudahan mengisi pulsa melalui ATM BNI,  dan kemudahan bertransaksi perbankan melalui SMS banking, mobile banking dan internet banking,” ujarnya.

Sebelumnya Telkomsel dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Kanwil Medan telah melakukan penandatangan nota kesepahaman Program Kerjasama Rezeki BNI Taplus dan Apresiasi Isi Ulang Telkomsel. Penandantangan dilakukan oleh Head of Area Sumatera Group – Gilang Prasetya dan Pimpinan BNI Cabang Medan Iwan Ariawan.

Melalui kerjasama ini Telkomsel dan BNI  saling melakukan promosi untuk meningkatkan isi ulang pulsa di ATM dan mobile banking.  Dalam hal ini BNI akan menawarkan kartu perdana simpati gratis beserta aktifasi mobile banking kepada nasabah BNI yg datang ke BNI yg belum merupakan pelanggan Telkomsel. Dan bagi nasabah BNI yang  merupakan pelanggan Telkomsel tetapi belum menggunakan mobile banking akan diaktifkan mobile bankingnya. (sih)

Guru Dipungli Kartu Peserta UKG

085668840xxx

Yth Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan. Saya seorang guru yang hendak minta kartu peserta untuk Uji Kompetensi Guru (UKG) di kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Medan Perjuangan. Namun, pegawainya meminta uang Rp20 ribu. Tolong ditindak dan diberantas Pak.

Segera Ditelusuri

Terima kasih atas laporannya. Untuk pengambilan kartu UKG sama sekali tidak ada dikenai maupun pungutan biaya. Mengenai hal ini saya akan langsung melakukan penelusuran dengan menurunkan tim ke kantor UPT yang dimaksud. Jika diketahui memang ada, maka akan segera dilakukan tindakan terhadap pelaku.

M Rajab Lubis
Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan

Pekan Depan Sekda Diperiksa di Medan

Dugaan Korupsi Rp3 Miliar APBD Pematangsiantar

JAKARTA-Informasi ditahannya Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pematangsiantar Donvert Panggabean dalam kasus dugaan korupsi Rp3 miliar APBD tahun 2010 Pematangsiantar oleh Kejaksaan Agung hanya rumor. Hingga kini Kejagung belum memeriksa yang bersangkutan. Namun sebagaimana dikemukakan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung), Adi Toegarisman, secara khusus kepada koran ini di Jakarta, Jumat (3/8), sebelumnya Donvert dipastikan telah dipanggil untuk diperiksa pada Rabu (1/8) lalu.  “Nggak benar itu (Kejagung telah menahan Donvert). Itu hanya isu,”ungkapnya.

Tidak hanya sampai di situ, saat disambangi di ruangannya, Adi langsung menelepon Kepala Direktur Penyidikan Kejagung. Hal tersebut guna lebih memastikan informasi perkembangan terkait kasus dugaan terjadinya kerugian negara dengan tersangka Kepala Dinas Pendapatan Daerah Siantar, JA Setiawan Girsang.

“Memang benar Sekda Kota Siantar telah dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi pada Rabu (1/8) kemarin. Namun beliau tidak datang. Dari surat yang kita terima, alasannya karena sakit,”ungkapnya.

Untuk itu sebagai langkah lanjutan, Kejagung kembali menjadwal ulang pemeriksaan yang bersangkutan. “Mungkin akan diperiksa antara tanggal 7 sampai 10 Agustus 2012 mendatang,” katanya.

Saat ditanya apakah akan diperiksa di Kejagung, Adi menambahkan, bahwa itu akan dijadwal ulang. “Mungkin akan diperiksa di Medan,” ungkapnya. Tapi ia memastikan tim yang memeriksa dari Kejagung. Namun terkait tempat, belum dapat dipastikan. Apakah di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara ataupun Kejaksaan Negeri Medan.

Saat ini dipastikan Kejagung sendiri telah memeriksa enam saksi. Dari informasi yang diperoleh, pemeriksaan dilakukan mulai dari pegawai dari bawah dan baru menuju ke puncak.

“Jadi prosesnya begitu, nggak bisa langsung ke topnya. Dari dari bawah dulu,” ungkap salah seorang staf Kapuspen.

Sementara itu dari informasi yang diperoleh, terkait kasus dugaan korupsi Rp3 miliar APBD 2010 kota Pematangsiantar, Kejagung telah menetapkan Kadispenda Setiawan Girsang dan Bendahara Veri Susanti sebagai tersangka.

Suasana di rumah Sekda di Jalan Simarimbun, Siantarselatan, sendiri beberapa hari belakangan terlihat sunyi. Pagar rumah dikunci dari luar. Meski pintu rumah terbuka dan beberapa kali dipanggil, namun tak satupun penghuni rumah yang keluar. Namun dua mobil terlihat parkir di garasi, Kijang Innova BK 1104 W dan sedan jenis Toyota warna hitam yang belum diketahui platnya. Terlihat mobil sedan ini tidak memakai plat BK 10 W.

Ditunggu hampir satu jam di depan rumah Sekda, tak satupun penghuni rumah yang keluar. Tidak lama kemudian, lampu di dalam rumah dimatikan sebagian sehingga kondisi rumah terlihat gelap. Dihubungi melalui telepon selulernya, Sekda Donvert tak kunjung mengangkat, meski terdengar nada aktif.  Begitu juga pesan pendek yang dikirimkan untuk konfirmasi terkait masalah ini, tidak kunjung dibalas. Kabag Humas Pemko Siantar Daniel Siregar tak kunjung mengangkat telepon. Pesan pendek yang dikirimkan terkait pemeriksaan Sekda di Kejagung ini,  juga tak kunjung dibalas. (gir)

Komisi II-Dikjar Gelar Rapat Tertutup

Pascapenetapan Tersangka Kasus Blockgrand di Langkat

LANGKAT- Komisi II Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kabupaten Langkat menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama jajaran Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) terutama penerima subsidi blockgrand. Berdalih pertemuan internal, makanya berlangsung secara tertutup.

“Engga, enggak ada apa-apa, pertemuan ini memang sifatnya internal. Kita meminta penjelasan kepada sekolah tentang mekanisme kenapa disebut-sebut ada yang menerima tetapi ada juga tidak,” kata Bahrum Ketua Komisi II usai pertemuan, Jumat (3/8) petang.

Tidak seperti biasanya, pria berewokan yang selama ini lumayan dekat dengan jurnalis, ketika disamperi seusai pertemuan di ruang badan anggaran terus saja berjalan menuju parkiran dan terkesan sengaja mengelakkan jurnalis telah menunggui pertemuan itu.

Berdasarkan informasi diperoleh, kepala sekolah penerima blockgrand sebelumnya mendapat perintah dari KUPTD  kecamatan yang meneruskan pesan dari Irawadi (pejabat Dikjar) selaku PPTK guna menghadiri RDP dimaksud. (mag-4)

Wali Kota Tebingtinggi Gelar Buka Puasa Bersama

TEBINGTINGGI-Untuk melaksanakan ibadah puasa syaratnya harus beriman terlebih dahulu. Tanpa iman ibadah puasa seseorang tidak diterima oleh Allah Swt. Allah  hanya mengakui ibadah puasa hambaNya yangberiman.

“Banyak hadis Rasulullah  Saw yang  menunjukkan bahwa ibadah yang Allah terima adalah berdasarkan iman dan harapan atas ridhaNya,” terang Al Ustad Ky H Chaider Abdul Wahab MH dalam tauziah agama jelang berbuka puasa di kediaman Rumah Dinas Wali Kota Tebingtinggi Jalan Sutomo, Kota Tebingtinggi,Kamis malam (2/8).

Tampak hadir dalam buka bersama Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaedi Hasibuan  bersama Wakil Wali Kota Irham Taufik, Ketua PCNU Kota Tebingtinggi sekaligus menjadi Qori Ir Oki Doni Siregar,Kapolres Tebingtinggi  AKP Andi Rian Djajadi, Kajari Olopan Nainggolan SH, Kakankemenag Hasful Husnanein, Muspika, SKPD, camatdan lurah.(mag-3)

Jaksa Agung akan Periksa Kajari Sibolga

Terkait Kasus Perambah Hutan dengan Tersangka Sintong Gultom

JAKARTA-Jaksa Agung Basrief Arif perintahkan bawahannya untuk segera memeriksa Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sibolga, Kemal Idris. Itu berkaitan dihentikannya proses hukum atas terdakwa kasus illegal logging (perambah hutan) Ketua DPRD Tapanuli Tengah (Tapteng), Sintong Gultom.

Pernyataan tersebut diungkapkannya secara tegas usai Salat Jumat di Gedung Kejagung, Jakarta, Jumat (3/8). Pada awalnya Jaksa Agung terkejut mendengar pertanyaan wartawan terkait masalah tersebut. Bahkan dengan cepat ia menyatakan, “Nggak boleh itu,” ungkapnya saat dimintai tanggapan apakah diperkenankan Kejaksaan Negeri Sibolga mencabut perkara kasus illegal logging dengan terdakwa Sintong. Sementara dalam lima kali persidangan yang digelar, terdakwa tidak pernah dihadirkan. “Nanti saya perintahkan untuk diperiksa,” katanya.

Bahkan tidak hanya sampai di situ, Jaksa Agung juga bersuara keras mengatakan, “Kalau itu yang terjadi, saya akan perintahkan itu di cek. Besok saya minta laporan dari sana (Kajari) Sibolga. Jadi kita periksa nanti dia (Kajari Sibolga).”

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Direktur Penuntutan (Dirtut) Tindak Pidana Umum Lain (TPUL) pada Jampidum Kejagung, M Kohar, juga menyatakan hal senada. “Tentu akan kita usut mengapa sampai terdakwa tidak dihadirkan dalam persidangan. Kami akan meminta laporan resmi (dari Kajari Sibolga) terkait masalah ini. Hal ini sejalan dengan laporan pengaduan Lembaga Advokasi Pemuda Anti Korupsi (Lapak).
Menurut Ketua Presidium Lapak Azmi Hidzaqi, mereka datang ke Kejagung untuk menyampaikan laporan dan pengaduan atas tindakan tidak profesional Jaksa pada Kejaksaan Negeri Sibolga.

Alasan meminta Kejagung mengusut kasus ini sendiri cukup jelas. Karena seharusnya, Lapak menilai berdasarkan Kasasi Mahkamah Agung, Pengadilan Negeri Sibolga harus melanjutkan proses pemeriksaan atas terdakwa Sintong.

“Namun sejak itu pula kita melihat JPU justru malah yang tidak profesional. Padahal perkara ini mereka yang naikkan hingga kasasi,” katanya. (gir)
“Fakta lain, ungkap Azmi kemudian, selama lima kali persidangan yaitu pada persidangan 5 Januari, 10 Maret, 23 Maret, 15 Juni dan hingga 12 Oktober 2010, JPU tidak dapat menghadirkan terdakwa. Baru pada 29 Nopember 2010, beliau dapat dihadirkan.(gir)

Usut Dugaan Korupsi di Palas

MEDAN- Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa Provinsi Sumatera Utara melakukan unjuk rasa di depan Kejasaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Jumat (3/8). Massa meminta agar penanganan beberapa kasus dugaan korupsi Padang Lawas (Palas) diusut tuntas.

Dalam orasinya massa mengatakan penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran hukum yang dilakukan ASH yang pada saat menjabat sebagai Wakil Bupati Padang Lawas (sekarang Plt Bupati Padang Lawas) telah melakukan perambahan hutan lindung register 8 untuk ditanami kelapa sawit.
“Agar kiranya pihak Kejatisu memeriksa yang bersangkutan,” kata massa. (far)

Bangkit Bersama Mewujudkan Masyarakat Madani

PNPM Mandiri Perkotaan Kota Medan

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan merupakan salah satu program pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan. Program ini masuk ke Sumatera Utara sejak 2006 dengan nama P2KP (Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan).

Saat ini PNPM Mandiri Perkotaan sudah masuk ke-611 kelurahan di 14 kabupaten/kota. Di kota Medan sendiri program ini ada di  149 kelurahan. Di seluruh lokasi kelurahan sudah terbentuk Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) atau Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) yang merupakan lembaga pimpinan kolektif yang dipercaya masyarakat untuk membangun kemandirian menuju tatanan masyarakat madani yang jauh dari persoalan kemiskinan.
Unsur keanggotaan lembaga tersebut terdiri dari tokoh-tokoh masyarakat, perwakilan orang miskin, orang kaya maupun perwakilan dari lembaga-lembaga sosial lainnya yang ada di masyarakat.

Untuk menanggulangi masalah kemiskinan tentu tidak bisa dilakukan dengan sendiri-sendiri (individual), masalah tersebut harus dilakukan secara kolektif melibatkan seluruh komponen masyarakat yang ada.

Menanggulangi permasalahan kemiskinan tidak hanya dilakukan oleh orang yang mengalami permasalahan tersebut, tetapi juga orang-orang yang mampu (kaya secara financial) harus terlibat dalam penanganan masalah ini.

Oleh karena itu mereka harus menyatukan diri dengan ikatan solidaritas kemasyarakatan di dalam satu wadah yang dinamakan Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM).

“Permasalahan Kemiskinan tidak bisa ditanggulangi oleh orang miskin sendirian. Mereka butuh dukungan Pemerintah Daerah, Pihak Swasta dan juga pihak lain yang berkompeten. Jadi semua harus dilakukan bersama-sama,” ungkap Juriadi selaku Koordinator Kota Medan.

Dia menuturkan semua itu dibangun tidak bisa sekadar “sim-salabim, abra-kadabra” langsung terwujud dan sesuai dengan keinginan masyarakat.
Hal itu merupakan awal dari pekerjaan yang besar untuk membangun sebuah “istana megah” yang akan melindungi, memenuhi kebutuhan dan dapat membanggakan orang-orang sekitarnya yang merasa memiliki istana tersebut.

Di masing-masing kelurahan juga sudah ada pendamping lapangan yang selama ini mendampingi masyarakat. Mereka bekerja secara teamwork dan full time di lapangan sehingga diharapkan masyarakat akan berproses untuk menjadi mandiri dan keluar dari kemiskinan.

Program tridaya yang selama ini dilakukan di tingkat masyarakat yaitu kegiatan lingkungan, sosial dan ekonomi diharapkan dapat mendorong warga masyarakat di kelurahan untuk belajar bagaimana menyelesaikan permasalahan secara bersama. Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) hanya stimulan, yang pasti masyarakat yang merencanakan, masyarakat yang melaksanakan dan masyarakat yang mengevaluasi.  (*/des)

Pengurus PMI se-Kepulauan Nias Dilantik

Kepengurusan Palang Merah Indonesia (PMI) se-Kepulauan Nias, Sabtu (28/7) dilantik oleh Ketua PMI Provinsi Sumatera Utara Rahmat Shah, di Gedung Nasional, Gunung Sitoli.

Adapun PMI Cabang yang dilantik adalah PMI Kabupaten Nias, PMI Kota Gunung Sitoli, PMI Kabupaten Nias Barat dan PMI Kabupaten Nias Utara.
Acara pelantikan yang dimulai dengan upacara penyambutan secara adat menyambut Ketua PMI Provinsi dan rombongan, kemudian dilanjutkan dengan upacara kebangsaan dan diakhiri dengan kegiatan pelantikan secara serentak keempat PMI Cabang Kabupaten/Kota se Kepulauan Nias.

“Sebenarnya rencana kegiatan pelantikan sudah lama diagendakan dan beberapa kali tertunda karena ada hal-hal teknis dan terakhir, ketua PMI Kota Gunung Sitoli meninggal dunia, dan setelah dilakukan pergantian antar waktu, maka baru hari ini bisa dilaksanakan. Apalagi yang dilantik hari ini empat Kabupaten/Kota, tentu banyak pertimbangan untuk bisa dilakukan sekaligus. Syukur bahwa kabupaten yang lain bersedia hadir di Kota Gunung Sitoli untuk bisa sama-sama kita lantik. Dari segi efisien, jelas pelaksanaan ini menjadi efisien waktu, tenaga dan biaya,” jelasnya.

Hadir dalam upacara pelantikan, Kapolres Nias, Ketua DPRD Kabupaten Nias Utara, yang mewakili Bupati Nias, Nias Barat, Dandim serta pimpinan SKPD dari masing-masing Kabupaten/Kota.

Dalam bimbingan dan arahannya usai melantik kepengurusan PMI se Kepulauan Nias, Ketua PMI Provinsi Sumatera Utara DR H Rahmat Shah menyampaikan organsasi PMI murni organisasi Kemanusiaan, sehingga menjadi garda terdepan dalam bidang kemanusiaan.

Sebagaimana diketahui bersama bahwa Kepulauan Nias adalah daerah yang rentan terhadap bencana, maka kepengurusan PMI terutama yang membidangi bencana harus figure yang mampu mewujudkan peran dan fungsi PMI tersebut didukung oleh organ-organ yang lain. (*/ila)