Home Blog Page 13173

Triyatno Sumbang Perak

LONDON-Lifter Indonesia Triyatno berhasil mengangkat beban dengan berat total 333 kilogram. Triyatno mempersembahkan medali perak untuk Indonesia setelah berhasil mengangkat beban 333 kilogram di kelas 69 kilogram putra cabang angkat besi Olimpiade London.

Dalam lomba Selasa malam (31/07) atau Rabu dini hari WIB, atlet kelahiran Lampung berusia 24 tahun ini berhasil mengangkat 145 kilogram untuk snatch dan 188 kilogram untuk clean and jerk.

Bagi Triyatno ini adalah medali kedua di Olimpiade setelah empat tahun lalu di Beijing ia meraih medali perunggu di kelas 62 kilogram.
Dengan prestasi ini, kontingen Indonesia sejauh ini mengumpulkan satu perak dan satu perunggu di Olimpiade 2012. “Di snatch hanya 145 kg, saya agak kecewa dengan hasil tersebut,” jelas Triyatno.

Kekecewaannya itu langsung terobati lantaran Triyatno mampu tampil baik saat melakukan angkatan clean and jerk. Ia mampu menorehkan catatan 188 kilogram dalam kesempatan ketiga, yang mana memastikan satu medali perak berada dalam genggaman. Atas keberasilannya itu, Triyatno pun mengaku girang.

“Saya sangat teramat senang. Puji syukur atas apa yang diberikan Allah karena saya tidak menyangka akan memperoleh perak,” tandasnya.
Atlet China, Lin Qingfeng, berhasil menjadi yang terbaik di cabang ini dengan total angkatan 344 kilogram. Sementara medali perunggu, disabet oleh lifter Rumania, Razvan Constantin, yang membukukan total angkatan 332 kg.

Perunggu Indonesia juga diraih dari cabang angkat besi melalui Eko Yuli Irawan di kelas 62 kilogram. Di kelas 69 kilogram Olimpiade London, medali emas diraih atlet Cina, Lin Qingfeng, dengan total angkatan yang jauh melebihi peserta lain, 344 kilogram.

Lin berhasil mengangkat beban seberat 157 kilogram untuk snatch dan 187 kilogram untuk clean and jerk. Juara Asia ini berusaha memecahkan rekor dunia dengan mengangkat beban 198 kilogram untuk clean and jerk, namun upaya ini gagal.

Medali perunggu diraih atlet Rumania, Razvan Martin, dengan total angkatan 332 kilogram, dengan rincian 152 kilogram untuk snatch dan 180 kilogram untuk clean and jerk. (bbs/jpnn)

Mendikbud Dukung KPK ‘Obok-obok’ Unimed

JAKARTA- Niat Mendikbud Mohammad Nuh untuk membersihkan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dari segala bentuk penyelewengan anggaran, tampaknya serius. Buktinya, begitu dimintai tanggapan mengenai kedatangan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Universitas Negeri Medan (Unimed) beberapa waktu lalu, mantan Rektor Institut Teknologi Surabaya (ITS) itu langsung menyatakan dukungannya.

Nuh tegas menyatakan mendukung langkah KPK memulai pengusutan berdasar laporan mahasiswa mengenai adanya sejumlah proyek di Unimed yang diindikasikan terjadi penyelewengan hingga mengarah ke dugaan tindak pidana korupsi.

“Saya juga tidak akan melarang jika KPK mengobok-obok PTN yang mana di bawah kewenangan kementerian. Silakan saja,” ungkap Nuh saat ditanya Sumut Pos, kemarin.

Ditegaskan, dirinya selalu mendukung langkah-langkah aparat penegak hukum dalam menjalankan tugasnya untuk membasmi korupsi. Bahkan, jika ada dugaan kasus yang diusut menyeret nama-nama tertentu, yang saat ini menduduki jabatan penting di kemendikbud, Nuh menyatakan juga tidak akan menghalang-halangi.

“Kalau pun memang dugaan korupsi itu ada di zaman kepemimpinan rektor sebelumnya yang saat ini menjadi pejabat di Kemendikbud, saya terserah saja,” kata menteri asal Jawa Timur itu. “Silakan jika memang harus diperiksa, saya tidak pernah menutup-nutupi atau melarang,” imbuhnya lagi.

Pernyataan Nuh itu terkait dengan pernyataan Pembantu Rektor (Purek) II Unimed, Khairul Azmi, yang mengatakan bahwa perencanaan sejumlah proyek yang mulai ditelisik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu, sudah sudah sejak 2010 saat Unimed masih dipimpin Rektor yang lama.

“Rektor Ibnu Hajar baru menjabat Mei 2011. Dan perencanaan ini sudah sejak 2010 lalu saat masih rektor lama (Syawal Gultom, Red),” ungkap Khairul Azmi seperti diberitakan koran ini, Jumat (27/7) lalu. (sam)

Optimalisasi Penyaluran ZIS untuk Kelestarian Lingkungan

Oleh: Rizky Muliani Dwi Ujianti Nasution, SPi

Bulan Ramadan yang dinantikan umat muslim telah tiba. Tak dipungkiri, bulan Ramadan ini menjadi magnet tersendiri bagi umat muslim untuk berlomba-lomba dalam melakukan kebajikan. Salah satu yang diwajibkan di bulan Ramadan adalah membayar Zakat, ditambah iuran sukarela yaitu Infaq dan Shodaqoh (ZIS).

Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada bulan Maret 2012 menunjukkan, jumlah penduduk miskin di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sebanyak 1.407.200 jiwa atau sebesar 10,67 persen terhadap jumlah total  penduduk. Jumlah penduduk miskin Sumut yang berada di daerah perkotaan sebanyak 669.200 jiwa dan di daerah perdesaan sebanyak 738.000 jiwa.

Jika dibandingkan dengan penduduk yang tinggal pada masing-masing daerah tersebut, maka persentase penduduk miskin di daerah perkotaan sebesar 10,32 persen, sedangkan di daerah perdesaan sebesar 11,01 persen  (BPS Sumut). Hal ini ditengarai karena tingginya tingkat pengangguran, sehingga banyak orang yang belum mendapatkan pekerjaan.

Berdasarkan data dari Badan Amil Zakat diketahui bahwa potensi zakat umat Islam se Indonesia sebesar Rp217 triliun, namun  yang terhimpun cuma sekitar 10 persen saja. Potensi zakat di Sumut sendiri cukup besar, yaitu berkisar antara Rp1,2 hingga Rp1,5 triliun per tahun.

Menilik potensi ini seharusnya banyak kaum dhuafa yang terangkul jika semua orang Islam sadar akan kewajiban membayar ZIS. Disinilah  peran pemberian ZIS dibutuhkan, karena salah satu fungsinya adalah memberdayakan dan membebaskan kaum dhuafa (miskin) dari jeratan kemiskinan. Menurut QS At Taubah 60 “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat(amil), para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah (jihad fii Sabilillah) dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan (musafir), sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. Sedangkan untuk Infaq dan shodaqoh sendiri lebih flexible penyalurannya sehingga, bisa disalurkan dalam beberapa program dan penerima manfaat (selain 8 penerima tersebut di atas).

Di era yang serba modern ini, pembayaran zakat sudah sangat praktis, bisa dengan cara konvensional yaitu dibayarkan sendiri kepada mustahik (penerima zakat) maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ) terpercaya yang sudah tersebar di seluruh wilayah Sumut. Jika menyalurkan langsung ke mustahik secara langsung, ditengarai membuat mustahik akan lebih konsumtif karena membelanjakannya secara langsung.

Keuntungan penyaluran zakat ke LAZ adalah kita bisa memilih program penyaluran yang bisa kita percayakan kepada LAZ tersebut, seperti misalnya pendidikan (pemberian santunan beasiswa, pelatihan-pelatihan ketrampilan untuk para pengangguran misalnya menjahit, teknisi handphone, design grafis, dsb), pemberdayaan ekonomi (pemberian bantuan modal usaha dalam bentuk komunitas yang pembinaan wirausahanya masih dipantau oleh LAZ), program kesehatan (pelayanan kesehatan gratis, pemberian makanan tambahan bagi anak – anak, pemerikasaan gizi, penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat) serta gerakan perilaku peduli lingkungan hidup.

Cinta Lingkungan Dengan Membayar ZIS

Akhir – akhir ini isu pengentasan kemiskinan dan kelestarian hidup semakin gencar digalakkan dan menjadi dua tema penting dalam Millenium Development Goals (MDGs). Beberapa contoh kasus kerusakan lingkungan yang terjadi di Indonesia adalah : abrasi pantai yang terjadi di pesisir laut Indonesia, reklamasi pantai, kekeringan, alih fungsi lahan yang sembarangan tanpa memperhatikan faktor lingkungan yang bisa menyebabkan tanah longsor, yang paling baru terjadi adalah di banjir bandang yang terjadi di Padang, dan berbagai kerusakan lingkungan lainnya.
Dalam kurun waktu 2000-2005, tingkat terusakan hutan di Indonesia sebesar 1,871 juta hektar per tahun. Jumlah itu setara dengan 300 lapangan bola setiap jam nya.

Kemiskinan sangat erat kaitannya dengan kerusakan lingkungan hidup, dengan adanya perubahan iklim dan pemanasan global bisa mengakibatkan seringnya terjadi bencana alam dan deforestasi hutan sehingga mengakibatkan menurunnya produksi pangan dunia. Kita tentu tahu dengan kasus yang marak akhir-akhir ini, tempe dan tahu yang langka di pasaran, padahal notabene kedelai merupakan produk unggulan Indonesia. Mengapa ini bisa sampai terjadi?. Jika kita tidak prihatin dengan kondisi ini, kemungkinan merupakan orang yang telah ditutup pintu hatinya oleh ALLAH.

Perilaku diri kita sendiri lah yang menyebabkannya, misalnya memakai gelas/botol kemasan sekali buang, menggunakan sampah plastik bungkus makanan kita dari supermarket, toko maupun pasar tradisional yang tanpa disadari menambah volume sampah.

Dalam skala besar pencemaran limbah yang dikeluarkan dari pabrik yang melebihi baku mutu sungai yang telah ditetapkan. Kesemuanya ini jelas menimbulkan dampak buruk khususnya bagi warga miskin di Sumut. ALLAH menyebutkan dalam QS Ar Ruum : 41 “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia, supaya ALLAH merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”.

Disinilah peran penyaluran zakat digunakan. Program pro lingkungan hidup yang bisa dilakukan oleh Lembaga Amil Zakat ialah : pemberdayaan masyarakat menjadi lebih pro lingkungan, dengan cara :  Pertama membuat percontohan komunitas gerakan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat, dengan beberapa program perubahan perilaku sehat, yaitu : senam rutin, pemberantasan jentik nyamuk (untuk pribadi sendiri). Kedua program gerakan peduli lingkungan (untuk lingkungan hidup di sekitarnya).

Yakni pembinaan dalam perutinan kerja bakti, penanaman tanaman obat keluarga di pekarangan masing -masing, pemberian tong sampah gratis, pembuatan green spot, produksi kompos, pembinaan ibu – ibu kaum miskin untuk program daur ulang sampah menjadi kerajinan – kerajinan yang bisa digunakan kembali misalnya tas, tempat pensil, pernak pernik dan sebagainya,  serta berbagai program lain yang dilakukan kepada warga miskin Sumut yang sesuai dalam Al Qur’an berhak menerima zakat.

Sehingga diharapkan dengan adanya pemberian zakat dalam bentuk program – program tersebut dapat diartikan sebagai “memberi pancing bukan memberi ikan” kepada warga miskin, yang nantinya mereka bisa melanjutkan usahanya misal dalam pembuatan kerajinan daur ulang sampah ataupun pembuatan pupuk kompos tersebut bisa dijual kembali sehingga dapat mengangkat kehidupan ekonomi masyarakat miskin melalui usaha mereka sendiri.
Upaya yang bias dilakukan dalam mensosialisasikan gerakan gemar berzakat,infaq dan sadekah adalah dapat dailakukan  melalui sosialisasi ke sekolah, Khotbah Jumat dan pengajian. Salah satu implementasi dari sosialisasi itu adalah melalui gerakan berinfaq Jumat di kalangan sekolah,instansi pemerintah, BUMN dan swasta.

Terakhir marilah memanfaatkan momentum bulan Ramadhan sebagai sarana peningkatan keimanan dan ketaqwaan kita dalam mencari ridhoNya, karena dengan zakat terbukti selain dapat memberdayakan masyarakat khususnya masyarakat miskin, namun tanpa kita sadari juga bisa menolong kelestarian lingkungan hidup di sekitar kita.

Pengirim : Mahasiswi Kelas Beasiswa Unggulan Kemendiknas Program
Pascasarjana Magister Ilmu Lingkungan Universitas Diponegoro Semarang

Daging Asal RPH Dirancang Pakai Label Halal

Wali Kota Medan Sidak Proses Pemotongan Hewan

TERNAK: Rahudman Harahp didampingi Wakil Wali Kota Medan Drs HT Dzulmi Eldin MSi  Dirut PD RPH Medan serta pimpinan SKPD melihat ternak  akan disembelih. //redyanto/sumut pos
TERNAK: Rahudman Harahp didampingi Wakil Wali Kota Medan Drs HT Dzulmi Eldin MSi dan Dirut PD RPH Medan serta pimpinan SKPD melihat ternak yang akan disembelih. //redyanto/sumut pos

Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (PD RPH) Kota Medan diminta benar-benar menjadi rumah potong yang higienis. Kemudian, hewan pendaging yang telah diproses melalui pemotongan harus dibuat label halal, sehingga layak konsumsi.

Permintaan dipasang label halal bagi daging yang telah diproses PD RPH Kota Medan disampaikan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM, Rabu (1/8).

Rahudman menyebutkan, satu nilai tambah daging bisa dikonsumsi masyarakat dan benar-benar sudah teruji higienisnya adalah mencantumkan label halal. Untuk itu setiap daging yang berasal dari RPH harus diberi label RPH dan halal.

Permintaan itu disampaikan orang nomor satu di Kota Medan itu saat meninjau PD RPH di Jalan Rumah Potong Hewan Mabar, Selasa (31/7) malam, sekitar pukul 23.30 WIB.

Dalam kunjungan itu, Wali Kota Medan ingin melihat cara kerja alat pemotongan berstandar internasional yang baru-baru ini dilaunching. Selain itu, ingin diketahui ketersediaan daging selama Ramadan dan dalam mengahadapi Hari Raya Idul Fitri 1433 H.

Rahudman menyampaikan, dengan menggunakan alat tersebut, sapi yang akan disembelih tidak perlu diikat-ikat lagi. Begitu masuk dalam alat itu, sapi maupun kerbau yang hendak disembelih tidak mampu bergerak lagi. Setelah itu alat dimiringkan sampai sapi maupun kerbau dalam posisi rebah seperti hendak dipotong. Barulah tukang potong menyembelih sapi maupun kerbau dengan pisau yang sangat tajam.

“Proses penyembelihan ini sangat cepat sekali. Begitu sapi dipastikan sudah tidak bernyawa lagi, alat tadi dilepaskan. Bersamaan itu sapi jatuh dan ditampung kereta sorong yang ada di bawahnya. Lalu, sapi dikuliti oleh dua orang pekerja yang sangat trampil untuk kemudian diproses sehingga menjadi daging,” katanya. “Caranya sangat higienis dan penyembelihan untuk sapi, kerbau dan kambing dilakukan oleh orang muslim,” tambahnya.
Wali Kota Medan yang yang ketika itu didampingi Wakil Wali Kota Drs H Dzulmi Eldin MSi, Sekda Ir Syaiful Bahri serta sejumlah pimpinan SKPD merasa puas dengan seluruh proses yang diperlihatkan tersebut.

“Saya berharap rumah potong ini mampu mendistribusikan seluruh kebutuhan daging di kota ini. Walaupun masih ada tempat pemotongan hewan liar, kami akan lakukan penertiban sehingga daging yang masuk ke pasar benar-benar daging dari RPH,” tegasnya.

Menurut dia, PD RPH kini telah melakukan kerja sama dengan berbagai persatuan pemotongan hewan maupun pihak penggemukan sapi, sehingga tidak ada halangan lagi sapi masuk dari Australia maupun Pulau Jawa.

“Jadi Dirut PD Pasar harus bisa mengembangkan lagi perusahaan milik Pemko Medan ini,” ingatkannya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Medan menyampaikan rencananya untuk menghentikan pasokan daging dari tempat lain. Artinya, daging yang masuk ke pasaran di Kota Medan harus berasal dari PD RPH. Karenanya, perlu dilakukan langkah-lagkah persiapan sehingga keinginan itu dapat diwujudkan.
Lebih lanjut, Rahudman menyebutkan, stok daging selama Ramadan dan menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1433 H, Wali Kota Medan memastikan stok daging aman. Apalagi, setiap harinya ratusan ekor hewan baik itu sapi, kerbau, kambing maupun babi masuk Kota Medan sehingga kota ini tak akan pernah kekurangan stok daging. Kondisi ini menyebabkan frekuensi penyembelihan di PD RPH semakin meningkat.

Dia memaparkan, sebelumnya, dalam sehari hanya dua sampai tiga ekor saja yang disembelih, namun saat ini mencapai 40-45 ekor. Malah jelang dua hari bulan puasa tiba, pemotongan sapi mencapai 98 ekor per-harinya. Pertambahan penyembelihan membuat penghasilan PD RPH meningkat.
“Itu sebabnya PD RPH saat ini sudah bisa menghidupi dirinya sendiri. Karenanya, Wali Kota ingin lebih dari itu. Sebagai perusahaan milik daerah, PD RPH harus memberikan kontribusi bagi PAD Kota Medan,” harapnya.

Selain itu, ungkapnya, langkah yang dilakukannya terhadap PD RPH adalah melakukan kerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan untuk membuat label halal bagi setiap daging dari PD RPH. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu was-was lagi membeli dan mengkonsumsinya.(gus)

Terapkan Standar Penyembelihan  International

Direktur Utama PD Rumah Potong Hewan (RPH) Putrama Al Khairi menjelaskan, ada 22 perusahaan peternakan yang tertarik dengan sistem  proses penyembelihan di PD RPH Medan. Pasalnya, standart yang diterapkan selain higienis dan dipastikan halal serta disamakan dengan standart penyembelihan international.

Menurut di a,  hewan yang dipotong di PD RPH sebagian besar berasal dari PT Andalas Langkat dan PTV Aldira, selebihnya berasal dari sapi-sapi local serta kerja sama dengan 22 mitra lainnya.

“Dalam sehari di RPH ada sebanyak 40 hingga 45 ekor, sedangkan babi yang dipotong setiap harinya berjumlah 120 ekor berasal dari Tiga Runggu,” katanya.

Dia menerangkan, untuk kapasitas pemotongan di PD RPH dalam rangka memenuhi kebutuhan daging bagi warga Kota Medan, sudah relatif membaik bila dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi itu bisa dilihat dari prosesnya, di lokasi pemotongan pertama (stainming box) mencapai 100 ekor perhari, lokasi pemotongan kedua (staining gun) sebanyak 75 ekor perhari, sedangkan lokasi pemotongan ketiga (permotongan alami) mencapai 50 ekor perhari.
Putrama menyebutkan, selama ini pemotongan sapi hanya puluhan ekor saja, tapi dengan adanya peningkatan standarisasi pemotongan dan kerja sama dengan 22 mitra, ditargetkan ada peningkatan jumlah sapi yang dipotong.

“Kemungkinan bisa memotong hewan hingga 100 ekor setiap harinya,” ujarnya.

Dia menegaskan, setiap hewan seperti lembu, kerbau dan kambing yang dipotong di PD RPH dipastikan halal, pasalnya proses yang dilakukan sangat-sangat higienis dan kemudian penyembelihnya juga orang muslim yang sudah memiliki sertifikasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
“Di PD RPH ini selain standarnya sudah sesuai standar internasional, kini akan ada ada label halal dari MUI,” ucapnya.

Pada kesempatan sidak wali kota itu, Putra mengingatkan, para penjual daging atau pemilik ternak sebaiknya memotong daging di PD RPH.  (gus)

Cina Mendominasi

LONDON – Tiga final sudah diadakan cabang loncat indah tapi tiga medali pertama hanya jatuh kepada satu negara, China. Negeri tirai bambu itu begitu mendominasi, sampai-sampai terdengar lantunan cemburu dari  rival-rivalnya.

Chen Ruolin dan Wang Hao merebut medali ketiga di cabang loncat indah nomor ganda platform 10m dengan poin tertinggi, 368,40. Sementara medali perak didapat pasangan Meksiko, Paola Espinosa/Alejandra Orozco (343,32 poin.

Adapun perunggu dikalungi pasangan Kanada, Meaghan Benfeito/Roseline Filion (337,62 poin).

Sebelumnya, dua medali emas di cabang yang sama juga direnggut China.  Medali emas pertama di nomor platform 10m putra, ganda Zhang Yanquan/Cao Yuan juga menjadi peroleh poin tertinggi. Begitu pun di nomor 3m springboard. Pasangan Wu Minxia/He Zi, sukses membuat para lawannya iri.
Dari lawan-lawan Chen/Wang, datang nada cemburu dari duet Australia, Annabelle Smith dan Sharleen Stratton. Sembari memberi pujian, Smith/Stratton mengaku bosan dengan terus-menerus mendengar lagu kebangsaan China saat penyerahan medali.

“Menyebalkan rasanya selalu mendengar lagu negara China. Mereka (Chen/Wang) tampil luar biasa. Penampilan mereka seperti sudah berlatih 10 jam sehari dan kami hanya enam jam. Mereka punya gaya yang berbeda dari kami,” tutur Smith. (bbs/jpnn)

Michael Phelps, Antara Medali Emas dan Rekor

LONDON-Michael Phelps kini layak disebut sebagai atlet Olimpiade terbesar. Dia baru saja mendapatkan medalinya yang ke-19, yang menjadikan dia pengumpul medali terbanyak sepanjang sejarah Olimpiade.

Medali nomor 19 yang didapat Phelps adalah emas dari nomor 4 x 200 meter gaya bebas estafet putra. Tim Amerika Serikat tampil dominan dalam laga final yang digelar Rabu (1/8/2012) dinihari tadi, sebelum akhirnya finish dengan keunggulan tiga detik dari tim Prancis.

Buat Phelps ini merupakan emas pertamanya di Olimpiade 2012 ini. Namun yang kemudian membawa atlet 28 tahun itu berhak disebut sebagai atlet terbesar sepanjang sejarah Olimpiade adalah fakta bahwa kini dia sudah mengumpulkan 19 medali dari tiga Olimpiade yang diikuti.
Sepanjang sejarah 116 tahun Olimpiade modern, Phelps menjadi manusia dengan jumlah medali Olimpiade paling banyak.

Dari total 19 medali yang sudah diraih perenang 27 tahun itu, 15 di antaranya adalah emas. Empat sisanya adalah dua perak dan dua perunggu. Sementara Latynina meraih sembilan emas, lima perak dan lima perunggu.

Perenang Amerika Serikat itu sempat gagal dua kali di nomor 400m gaya bebas dan 200 meter gaya kupu-kupu, jagoan renang berjuluk Flying Fish itu mengentaskan asa medali emasnya di nomor 4x200m gaya bebas, sekaligus medali ke-19 sepanjang kariernya di kancah Olimpiade.

Dengan 19 medali Olimpiade, Phelps mematahkan rekor 18 medali kepunyaan pesenam Uni Soviet, Larisa Latynina. Sebelumnya, Phelps sempat menyamai rekor Latynina setelah mengalungi perak di nomor 200m gaya kupu-kupu dengan.

Aliran air mata Phelps di pucuk podium penerimaan medali Aquatic London Arena, mengucur kala lagu kebangsaan “Star Spangled Banner” berkumandang untuknya. Phelps mendedikasikan emasnya kepada setiap pihak yang tetap mempercayainya membela nama negeri Paman Sam di Olimpiade keempatnya.
Olimpiade pertama Phelps adalah di Athena tahun 2004, di mana dia meraih enam emas dan dua perunggu. Sementara di Beijing empat tahun lalu, dia menyapu delapan emas.

“Saya berterima kasih pada rekan-rekan yang membantu saya mewujudkan momen ini,” sahut Phelps usai pertandingan seperti diberitakan Reuters. (bbs/jpnn)

[table caption=”Medali Michael Phelps di Olimpiade”]

Athena 2004[attr colspan=”2″]
Emas 100 m, gaya kupu-kupu,” 51,25 detik (OR)*”
Emas 200 m, gaya kupu-kupu ,”1:54,04 (OR)”
Emas 200 m, gaya ganti perorangan ,”1:57,14 (OR)”
Emas 400 m, gaya ganti perorangan ,”4:08,26 (WR)**”
Emas 4200 m, gaya bebas ,”7:07,33″
Emas 4100 m ,gaya ganti ,”3:30,68 (WR)”
Perunggu 200 m, gaya bebas ,”1:45,32″
4100 m ,gaya bebas ,”3:14,62″
Beijing 2008[attr colspan=”2″]
Emas 100 m, gaya kupu-kupu,” 50,58 (OR)”
Emas 200 m, gaya kupu-kupu ,”1:52,03 (WR)”
Emas 200 m, gaya bebas ,”1:42,96 (WR)”
Emas 200 m, gaya ganti perorangan,” 1:54,23 (WR)”
Emas 400 m, gaya ganti perorangan ,”4:03,84 (WR)”
Emas 4100 m ,gaya bebas estafet ,”3:08,24 (WR)”
Emas 4200 m, gaya bebas estafet,” 6:58,56 (WR)”
Emas 4100 m, gaya ganti estafet ,”3:29,34 (WR)”
London 2012[attr colspan=”2″]
200 m ,gaya kupu-kupu ,” 1:53,01″
4100 m ,gaya bebas estafet ,”3:10,38″
4200 m ,gaya bebas estafet ,”6:59,70″

[/table]
Keterangan:
*OR: Rekor Olimpiade
*WR: Rekor Dunia

 

El Che Disambut Puluhan Valencianista

JAKARTA- Para pemain tim sepakbola asal Spanyol, Valencia, tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (1/8) pukul 16.30 WIB. Mereka menggunakan pesawat Singapore Airlines 067.

Kedatangan mereka disambut puluhan Valencianista Indonesia, julukan penggemar Valencia di Indonesia. Di antara rombongan, terlihat kapten tim Valencia, Roberto Saldado serta pelatih mereka, Mauricio Pellegrino.

Selain itu ada pula bintang-bintang lainnya seperti Andres Guardado dan juga kiper Diego Alves. Selanjutnya mereka dijadwalkan akan menuju Hotel Ritz Carlton, Jakarta untuk melakukan jumpa pers pada pukul 19.30 WIB. Pada lawatannya kali ini, Valencia dijadwalkan melakukan berbagai kegiatan, di mana puncaknya mereka akan bertanding melawan Tim Nasional Senior Indonesia di Gelora Bung Karno, Sabtu (4/8).

Sementara itu, pelatih tim nasional Indonesia Nil Maizar mengaku sudah memiliki bayangan komposisi pemain yang akan digunakan melawan Valencia nanti. Nil menyebut akan menggunakan formasi 4-4-2. (net/bbs)

Ladang Emas Indonesia Dihapus

SEA Games Myanmar Hanya Pertandingkan 31 Cabor

JAKARTA- Indonesia harus bekerja keras untuk bisa mempertahankan gelar jura umum SEA Games. Sebab selain akan mendapa perlawanan lebih ketat lagi dari negara lainnya, jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada SEA Games XXVII 2013 jumlahnya dipangkas dan beberapa cabor yang menjadi ladang emas bagi kontingen Indonesia dihilangkan.

SEA Games Myanmar 2013 diputuskan hanya akan mempertandingkan 31 cabor dengan tambahan 3 cabang ekshibisi. DI SEA Games Indonesia tahun lalu jumlah cabor yang dipertandingkan mencapai 44 cabor. Keputusan ini merupakan hasil council meeting SEA Games Federation yang berlangsung di Myanmar 14 Juli lalu.

Cabor-cabor ladang emas yang tidak lagi dipertandingkan di SEA Games tahun depan antara lain sepatu roda, panjat tebing, kempo, renang indah, dan fin swimming. Ada juga cabang olympic yang seharusnya menjadi pertandingan wajib justru tidak dipertandingkan, seperti anggar. Indonesia menjadi juara umum SEA Games 2011 dengan torehan 182 emas, 151 perak, dan 143 perunggu.

Ke-31 cabor yang akan dipertandingkan di SEA Games tahun depan adalah Aquatic (loncat indah, renang, polo air), panahan, atletik, bulutangkis, basket, biliar dan snooker, binaraga, tinju, canoeing, catur, balap sepeda (BMX, cross country, down hill, dan road race), berkuda, sepakbola dan futsal, golf, karate, senam, judo, muay, pencak silat, rowing, sailing, sepaktakraw, menembak, tenis meja, taekwondo, tenis, tradisonal boat race, angkat besi, gulat, dan wushu. Sedangkan tiga cabang yang menjadi ajang ekshibisi adalah Chinlone, tarung drajat, dan vovinam.

Ketua Satlak Prima Utama dan Muda Aslizar Tanjung mengatakan, untuk mempertahankan gelar juara umum Indonesia harus melakukan persiapan maksimal. para atlet yang disiapkan mengikuti babak kualifikasi olimpiade namun tidak lolos langsung disiapkan untuk SEA Games tahun depan. Kalau mereka terlalu lama istirahat maka apa yang didapatnya dalam pelatnas akan hilang dan harus memulai dari nol lagi.

Menurut Aslizar Tanjung untuk mempertahankan gelar juara umum SEA Games perlu persiapan yang panjang karena cabang olahraga yang dipertandingkan pada SEA Games Myanmar kebanyakan nomor-nomor olympic.  “Saya rasa kita perlu strategi untuk mempertahankan juara umum SEA Games dengan tidak memulangkan mereka yang tidak lolos kualifikasi olimpiade, tapi mempersiapkannya untuk SEA Games Myanmar 2013,” kata Aslizar.

Menurut Aslizar, karena beberapa beberapa cabor ladang emas tidak lagi dipertandingkan di SEA Games tahun depan dia mengharapkan cabang-cabang yang banyak medali emasnya seperti atletik, renang, dan senam dipersiapkan dengan maksimal.

“Cabang olahraga yang dipertandingkan di SEA Games Myanmar tidak sebanyak yang dipertandingkan di Indonesia Jakarta tahun lalu. Kita harus maksimal menyiapkan diri,” sambungnya. (ali/jpnn)

PABBSI Target Tingkatkan Prestasi di PON Riau

MEDAN- Prestasi atlet Persatuan Angkat Besi dan Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) Sumut berharap menunjukkan peningkatan prestasi ke arah yang lebih baik. Apalagi pembuktian itu akan ditunjukkan pada perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau, September mendatang.

Demikian disampaikan M Rusli kepada wartawan koran ini ketika ditemui di sela-sela memimpin Training Camp (TC) di GOR PABBSI Sumut Jalan Masjid, Pasar IV, Medan Helvetia, Rabu (1/8).

“Kita tentunya ingin mengembangkan skil anak-anak ke depan, karena menurut yang saya ketahui selama dalam kurun waktu 20 tahun belakangan ini prestasi atlet PABBSI Sumut meredup,” tutur Rusli yang kali pertama menangangi atlet PABBSI Sumut itu.

Dikatakannya, di bawah asuhannya atlet PABBSI sudah memperlihatkan peningkatan yang cukup signifikan mengingat anak asuhnya pada ajang Kejuaraan Top Lifter Riau 25 Februari 2012 lalu dapat meraih dua medali emas yang diraih oleh Teguh Imam Santoso (kelas 105kg)dan Rico Gonjales (kelas 120 kg)serta satu medali perak oleh Daud Gowasa (kelas 66 kg).

Hal itu yang menjadi gambaran Rusli dalam mendampingi anak asuhnya di even empat tahunan itu bersama ketiga atlet lainnya yakni Mustaqhim (kelas 83kg), Mona (kelas 76kg) serta Ismail (kelas 77kg). (mag-10)

The Kop Futsal, Lapangan Bertaraf Internasional Pertama di Medan

MEDAN- Pecinta olah raga futsal di Kota Medan kini bisa menikmati lapangan fitsal bertaraf internasional. Ya, The Kop Futsal yang terletak di Jalan Krakatau, tepatnya di depan Jalan Setia Jadi, memanjakan pecinta futsal dengan lapangan berumput sintetis domo asal Belgia.

“Soft opening The Kop Futsal sudah kita lakukan pada Sabtu (28/7) lalu. Dan grand opening direncanankan tiga bulan ke depan. Masyatakat pecinta futsal di kota ini sudah bisa menikmati 4 lapangan futsal yang disediakan The Kop Futsal,” ujar Darmawan Chandra, pengelola The Kop Futsal, kemarin.

Menurut Darmawan yang saat itu didampingi orangtuanya Eddy Chandra, mantan Ketua Umum Yayasan Sosial Angsapura (Yasora), disebut lapangan bertaraf internasional karena ukuran lapangan tersebut 18 X 38 meter sesuai ukuran internasional. Lapangan bertaraf internasional seperti The Kop Futsal, juga akan segera di bangun di Pekanbaru.

Selain lapangan bertaraf internasional, kata Darmawan, pecinta olahraga futsal di kota ini juga bisa menikmati tiga lapangan futsal standar lainnya yang juga memakai rumput sintetis ukuran 15 X 25 meter. “Yang pasti kita ingin memberikan kenyamanan dan kepuasan bagi pecinta futsal yang sejauh ini terus digandrungi para anak muda, sebagai olahraga prestasi dan kesehatan,” papar Darmawan yang mengaku fans berat The Reds, Liverpool.

Maka tak heran, kalau seluruh lapangan The Kop Futsal dihiasi dengan spanduk dan para pemain Liverpool seperti Steven Gerrard, Luis Suarez dan lainnya. Bahkan, The Kop Futsal & Food Centre juga didesain untuk nonton bareng bagi pecinta olahraga sepakbola di Medan.

Selain fasilitas nonton bareng, pengelola juga juga menyediakan kafe yang buka 24 jam. Dengan fasilitas parkir yang bisa menampung sebanyak kurang lebih 70 mobil dan 100 sepeda motor, akan memberikan kenyaman bagi pemilik kendaraan yang datang berkunjung ke The Kop Futsal.

“Kita juga akan mencari bibit-bibit pesepakbola usia 10 tahun ke bawah, dengan mendatangkan pelatih asal Inggris mantan pemain junior Liga Inggris yang saat ini sedang melatih salah satu sekolah swasta di Medan,” papar Darmawan.

Disebutkan, The Kop Futsal dibuka setiap hari mulai pagi. Jumat-Minggu dijadwalkan hingga pukul 24.00 WIB dan hari biasa tutup pukul 23.00 WIB. The Kop Futsal dilengkapi kamar ganti, kamar mandi memakai shower.

Pihaknya berharap kehadiran The Kop Futsal akan memberikan pilihan terbaik bagi para pecinta futsal, untuk berolahraga dan menghabiskan weekend bersama teman-teman. “Bahkan, bagi lembaga pemerintah, swasta dan pihak lainnya yang ingin menggelar turnamen futsal, kita siap membantu menyelenggarakannya,” papar Darmawan seraya menambahkan bagi yang ingin melakukan reservasi bisa menghubungi (061)-75220317. (ila)