Home Blog Page 13172

5 Rumah Kontrakan Terbakar

MEDAN-Lima unit rumah kontrakan semi permanen di kawasan Jalan Budi Luhur No 143, Medan Helvetia musnah dilalap api, Rabu (1/7) pagi. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugianmencapai puluhan juta rupiah.

Informasi yang dihimpun wartawan, kejadian terjadi sekira pukul 08.00 WIB saat pemilik rumah sedang berada di dalam rumah. Api pertama kali berasal dari rumah Putri dan api sudah membumbung tinggi dan mengeluarkan asap tebal sehingga pemilik rumah dan warga sekitarnya yang melihat api berhamburan keluar rumah dan ikut memadamkan api dengan alat yang ada. Dugaan sementara api berasal dari hubungan arus pendek dan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Pemadam kebakaran tiba di lokasi sebanyak 5 unit dan pemilik rumah terlihat menangis histeris karena rumahnya terbakar. (jon)

Kelurahan Simpang Selayang Santuni Anak Yatim

MEDAN- Kelurahan Simpang Selayang Kecamatan Medan Tuntungan, Senin (30/7) menggelar acara buka puasa bersama  dan sekaligus memberikan santunan kepada 80 anak yatim.

“Rangkaian acara buka puasa bersama ini bekerjasama dengan Lembaga Ummi Peduli Indonesia yang kebetulan kantornya berdomisili di Kelurahan Simpang Selayang Medan Tuntungan,” bilang Lurah Simpang Selayang, Topa OP Ginting.

Dilanjutkan pria yang kerap disapa Topan itu, selama kepemimpinannya, acara buka puasa bersama sekaligius penyantunan anak yatim ini baru pertama kali diadakan. “Kiranya dengan kegiatan yang baru pertama digelar ini dapat memudahkan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,”bilangnya.

Dia berharap kepada anak-anak yatim yang baru saja diberikan santunan, agar dapat menjadi anak yang saleh dan berguna bagi nusa bangsa. Selain itu, juga dapat memanfaatkan bingkisan yang diberikan untuk keperluan sehari-hari.

“Mudahan-mudahan kelak di masa akan datang, anak-anak ini dapat menjadi pemimpin masa depan yang berakarakter baik, untuk negara dan pemerintahan,”harapnya. Zidan salah satu anak yatim yang berasal dari lingkungan enam mengucapkan terima kasih banyak atas santunan yang diberikan oleh pihak kelurahan serta lembaga Ummi Peduli Indonesia ini.  (omi)

Berstatus Tahanan, Elfian Masih Pakai Baju Dinas

Pemeriksaan Tersangka Korupsi di Dinas PU Deliserdang

TERSANGKA: Elfian (kiri) saat resmi ditahan usai menjalani pemeriksaan  Kejatisu pekan lalu.//internet
TERSANGKA: Elfian (kiri) saat resmi ditahan usai menjalani pemeriksaan di Kejatisu pekan lalu.//internet

MEDAN- Tersangka Bendahara Pengeluaran Dinas PU Deliserdang Elfian kembali menjalani pemeriksaan di ruang Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu). Namun pemandangan berbeda jelas terlihat. Dimana Elfian memakai pakaian Dinas saat menjalani pemeriksaan. Padahal Elfian secara resmi ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Gusta Medan pada Kamis (12/7) lalu.

Dalam kasus ini, Elfian tersangkut dugaan penyalahgunaan Proyek Pemeliharaan dan Pembangunan Jalan dan Jembatan di Dinas Pengerjaan Umum (PU) Deliserdang senilai Rp80 miliar yang bersumber dari APBD 2010 sebesar Rp168 miliar. Elfian disangkakan telah melanggar pasal 2,3,8 dan 9 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001.

Saat keluar dari ruang penyidik, Elfian terkesan menghindar dari wartawan. Bahkan Elfian yang ditemani tiga penasihat hukumnya enggan memberikan komentar prihal pakaian dinas yang dipakainya, meski statusnya kini sebagai tahanan Rutan Tanjunggusta Medan dan bukan tahanan kota.

Diduga Elfian selama ini meski ditahan tetap menjalankan tugasnya di kantor Dinas PU Deliserdang. Ditanya prihal ini, Marcos mengaku status Elfian adalah tetap tahanan Rutan Tanjunggusta Medan. Bahkan ketika diperiksa oleh tim penyidik yang bersangkutan dijemput oleh jaksa penyidik Kejati Sumut.
“Itu hak dia mau pakai baju apa ketika diperiksa. Yang pasti statusnya hingga saat ini masih tahanan penyidik di Rutan Tanjunggusta. Kalau ditanyakan kenapa tersangka berpakaian dinas hari ini, ya memang tidak ada aturan khusus yang menyatakan seseorang tidak bisa memakai baju kantor ketika diperiksa. Yang terpenting adalah dia berstatus tahanan,” ujar Kasi Penkum Kejati Sumut Marcos Simaremare ketika ditanya seputar kehadiran Elfian mengenakan baju dinas.

Marcos juga mengaku hingga kini tersangka Elfian masih tetap berada di Rutan Tanjunggusta Medan. Sementara koordinasi dengan pihak Rutan Tanjunggusta Medan, lanjutnya, menjadi sistem pengawasan yang mereka lakukan terhadap Elfian dan tahanan-tahanan penyidik Kejati Sumut. “Kalau ternyata ada informasi lain tentu akan kita cek,” ujarnya.

Amar Hanafi dari kantor advokat Garuda Awfirm yang menjadi penasihat hukum Elfian memastikan kliennya tetap kooperatif menjadi tahanan Rutan Tanjunggusta Medan. Amar mengaku juga sering mengecek kliennya di rutan sehingga dapat dipastikan Elfian selama 24 jam tetap berada di Rutan dan tidak ada keluar untuk bekerja ke kantornya di kawasan Deliserdang.

“Tidak ada kan peraturan yang menyebutkan tersangka tidak boleh pakai baju dinas. Ini kan cuma masalah stok baju saja. Mungkin saja stok baju di Rutan belum dicuci atau belum disetrika,” ujarnya. Prihal dugaan Elfian tetap menjalani dinasnya di kantor PU Deliserdang, meski statusnya tahanan Rutan dibantah keras oleh Kepala Rutan Tanjunggusta Medan Tonni Nainggolan. Tonni mengaku diluar pemeriksaan yang dilakukan Kejatisu yang bersangkutan tetap berada di tahanan.

“Saya pastikan tidak ada itu. Silahkan saja tanya pihak Kejatisu yang menjemputnya dari sini kenapa bisa dia memakai baju dinas. Yang jelas ketika berada di rutan dia pakai baju tahanan dan kami tidak mungkin memberinya izin keluar jika tidak ada jemputan dari pihak penyidik Kejatisu,” ungkap Tonni tegas. Tonni membantah adanya anggota yang bermain dalam hal tersebut. “Tanya saja pihak Kejati yang menjemputnya kenapa bisa begitu,” bebernya. (far)

Kemendagri: KEK Sei Mangkei Dikendalikan Pusat

JAKARTA-Pemerintah pusat akhirnya mengakui bahwa persoalan lahan yang menjadi hambatan utama proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, bukanlah kesalahan Bupati Simalungun JR Saragih. Justru, pusat yang masih mengendalikan kewenangan pertanahan lah yang menjadi sumber rumitnya penyediakan lahan untuk KEK Simangkei itu.

Kapuspen Kemendagri Reydonnyzar Moenek menjelaskan, harusnya kewenangan pertanahan menjadi kewenangan yang melekat kepada Pemda. “Karena kewenangan pertanahan itu inheren dengan penyelenggaraan pemerintahan,” ujar Donny, panggilan akrabnya, kepada koran ini di kantornya, Rabu (1/8).

Dibeberkan Donny, dari aspek sejarah, regulasi pertanahan yang ada terbit pada 1870, lantas 1888, 1900, 1903, dan 1923 semuanya memberikan kewenangan pertanahan pada Pemda. Begitu pun UU Nomor 1 Tahun 1945, UU Nomor 22 Tahun 1948, UU Nomor 1 Tahun 1957, UU Nomor 18 Tahun 1965, dan UU Nomor 5 Tahun 1974.

Termasuk juga UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemda, juga meletakkan urusan pertanahan sebagai kewenangan Pemda. “Itu perintah Undang-undang dalam perjalanan sejarah, sehingga pengawasan dan pembinaan pertanahan saat itu melekat pada Mendagri (yang membawahi Pemda, Red),” terang Donny, birokrat yang juga mendalami persoalan pertanahan itu.

Nah, UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemda yang berlaku saat itu, kata Donny, sebenarnya juga memberikan kewenangan pertanahan kepada Pemda. Hanya saja, UU sektoral belum menyesuaikan dengan UU 32 Tahun 2004 dimaksud.

“Mestinya, semua undang-undang sektoral yang berlaku di daerah merujuk pada UU Nomor 32 Tahun 2004,” beber Donny. Sejumlah UU sektoral dimaksud antara lain UU tentang pertambangan, UU kehutanan, UU perkebunan, dan UU tentang lingkungan hidup.

“Prinsipnya, desentralisasi kewenangan itu melekat juga di bidang pertanahan kepada kepala daerah selaku kepala pemerintahan di daerah,” kata pria asal Sumbar itu.

Dalam konteks penyediaan lahan KEK Sei Mangkei, benturan kewenangan itu terjadi. Bupati Simalungun JR Saragih tidak berani langsung mengubah perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) lantaran masih harus melewati terlebih dahulu Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Karena penyediaan lahan KEK Sei Mangkei berkaitan dengan lahan yang berada di area SK 44 itu.

JR Saragih perlu persetujuan Menhut Zulkifli Hasan, berapa luas lahan di area SK 44 itu yang disetujui untuk dijadikan area bukan hutan, yang nantinya bisa dijadikan lahan KEK Sei Mangkei. Sedang urusan dengan BPN terkait dengan masalah perubahan HGU menjadi HGB. Untuk memutuskan hal itu pun, Menhut harus bicara dengan BPN, dan PTPN III. Jika sudah beres semua, barulah mulai digarap penyesuaian RTRW.

Jadi, prosedur birokrasi penyediakan lahan KEK Sei Mangkei memang panjang. Jalan panjang brokrasi itu bisa dipangkas jika kewenangan pertanahan sepenuhnya diberikan kepada kepala daerah, termasuk urusan perizinannya.

“Karena tidak mungkin kewenangan kepala daerah dipisahkan dengan kewenangan bidang pertanahan dan tata ruang,” kata Donny. “Tapi sekarang ini, begitu terkait perizinan kewenangan BPN, tapi begitu terjadi konflik, urusannya diserahkan ke Pemda,” imbuhnya lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, JR Saragih bersama Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho menemui Menhut Zulkifli Hasan di Jakarta, 26 Juli 2012 lalu. Usai pertemuan, JR Saragih menegaskan, jika sudah ada penetapan dari Menhut mengenai luas area SK Menhut 44 yang dinyatakan bukan lagi hutan, maka dia siap memasukkannya ke Perda RTRW.

Pemprovsu Optimis Lahan Sei Mangkei Tuntas

Badan Penanaman Modal dan Promosi Pemprovsu, melalui Kepala Bidang (Kabid) Promosi, Hj Ninta Gandana menyatakan keoptimisannya KEK Sei Mangkei akan terus berjalan. Bahkan, dia memastikan investor tidak akan lari akibat permasalahan lahan yang cenderung ‘menghambat’ belakangan ini. “Sudah ada tiga investor, salah satunya pihak Unilever. Saya lupa dua investor lainnya,” akunya, kemarin.

Dia pun mengatakan, kepastian tidak larinya para investor karena ada proges yang baik soal lahan Sei Mangkei. Khusnya setelah ada pertemuan pihak Pemprovsu, Kabupaten Simalungun, dan PTPN III dengan Menteri Kehutanan. “Ini program nasional, bukan regional. Menhut berjanji akan menindaklanjuti masalah. Memang Belum ada perkembangan signifikan. Tapi, memang kan tidak secepat itu. Dan itu nantinya akan diselesaikan. Infrastruktur mulai berjalan,” tambahnya. (sam/ari)

Aib London

LONDON – Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) memberikan peringatan kepada delapan pemain bulutangkis. Mereka diberi peringatan karena berlaku tidak sportif saat bertanding di Olimpiade.

“Mereka sudah diberi peringatan. Dengan alasan tidak memberikan usaha untuk meraih kemenangan pada sebuah pertandingan, dan bersikap kasar atau merugikan olahraga (bulutangkis),” demikian pernyataan BWF.

Delapan pemain bulutangkis yang terkena peringatan dari BWF adalah pasangan Wang Xiaoli/Yu Yang (China), Greysia Polii/Meiliana Jauhari dan dua ganda putri Korea Selatan Jung Kyung-eun/Kim Ha-na, dan Ha Jung-eun/Kim Min Jung.

“Delegasi Cina akan mengambil tindakan serius dengan insiden yang terjadi di ganda putri ini,” demikian kata juru bicara yang tidak mau disebutkan namanya itu, seperti diberitakan agen berita Xinhua, Rabu (1/8).

Lantas bagaimana dengan pemain Indonesia? Pasangan ganda putri  Indonesia yang telah memastikan langkah ke babak perempatfinal Meiliana/Greysia kalah 21-18, 14-21, dan 12-21 dari pasangan Korea Selatan Ha Jung-eun/Kim Min-jung.

Status sudah sama-sama lolos ke babak perempatfinal membuat pertandingan berjalan kurang greget. Apalagi pemenang partai ini akan lolos sebagai juara grup dan berhadapan dengan unggulan pertama dari China, Wang Xiali/Yu Yang.

Melihat jalannya pertandingan yang tanpa greget, umpire pertandingan menegur Meiliana/Greysia dan Ha/Kim. Setelah itu, wasit kehormatan masuk ke lapangan dan mengganjar kedua pasangan tersebut dengan kartu hitam.

Akan tetapi, hukuman kartu yang berarti diskualifikasi tersebut akhirnya dicabut setelah terjadi negosiasi dari masing-masing kubu.

Di set kedua, Ha/Kim membuat kedudukan imbang dalam permainan yang berjalan selama 13 menit saja. Melihat jalannya permainan, kubu Korsel sempat melakukan protes karena menilai Meiliana/Greysia tidak serius. Ha/Kim kemudian memastikan kemenangan di set ketiga yang berjalan selama 15 menit.
Terkait masalah ini, pelatih ganda putri Indonesia Paulus Firman mengatakan bahwa dia telah menginstruksikan anak asuhnya untuk tampil all out. “Tadi saya sampaikan kepada Greysia/Meiliana untuk fight agar tidak didiskualifikasi. Kami betul-betul kecewa dengan kejadian ini. BWF harus melakukan sesuatu atas kejadian ini. Semua berawal dari kekalahan Tian/Zhao (Tian Qing/Zhao Yunlei),” cetusnya di situs resmi PBSI.

Sebelumnya, pasangan China Tian/Zhao mengalami kekalahan dari pasangan ganda putri Denmark, Christinna Pedersen/Kamilla Rytter-Juhl. Hasil itu membuat Tian/Zhao gagal menjuarai grupnya sehingga berpotensi bertemu rekan senegaranya, Wang/Yu, di semifinal. Walhasil, jika itu terjadi maka harapan China guna mempertemukan keduanya di final jelas pupus.

Dari skenario menuju final, pertemuan Wang/Yu dengan Tian/Zhao—dua ganda putri unggulan teratas dalam Olimpiade 2012—di babak semifinal bisa saja dihindari jika Wang/Yu hanya lolos ke perempatfinal sebagai runner-up di Grup A.

Pada prosesnya, Wang/Yu ternyata benar-benar menyudahi fase grup sebagai runner-up setelah kalah dari pasangan Korea Kim Ha Na/Jung Kyung Eun, yang di atas kertas bukanlah lawan sepadan. Maka laga itu pun turut diwarnai cibiran dan kecurigaan karena Wang/Yu diduga sengaja mengalah demi mengejar All China Final.

Kekalahan Wang/Yu yang lolos sebagai runner-up Grup A itulah yang beberapa saat kemudian berlanjut kepada drama kartu hitam di partai Meiliana/Greysia kontra Ha/Kim. Di perempatfinal, Ha/Kim kini akan bertemu Wang/Yu sedangkan Meiliana/Greysia berjumpa Kim/Jung. (bbs/jpnn)

Ratusan Anak Meriahkan Pildacil 2 Plaza Millennium

Dalam rangka menyemarakan Bulan Suci Ramadan 1433 H ini, Plaza Millennium kembali menggelar event  perlombaan buat da’i cilik berusia antara 7-12 tahun. Program yang  diberi nama Millennium  Pildacil  2, 2012 ini  Selasa (31/7)  lalu dibuka oleh anggota DPR RI Sutan Batoegana didampingi Pimpinan Plaza Millennium Drs. Herri Zulkarnain MSi.

Sebanyak 106 peserta meramaikan acara ini. Tidak hanya dari Medan tetapi juga dari luar Medan seperti Binjai, Deliserdang, Langkat dan Pematangsiantar. ‘’Ini membuktikan Millennium Pildacil  ini sangat diminati,”ujar Pimpinan Plaza Millennium Drs. Herri Zulkarnain MSi.

Disampaikan Herri,  program Pildacil  ini merupakan salah satu program CSR nya Plaza Millennium. ‘’Kegiatan ini  sebagai bukti nyata kepedulian Plaza Millennium kepada masyarakat dalam bidang pendidikan agama & pengembangan bakat anak. Kita berharap event ini dapat mengasah bakat anak-anak yang berminat menjadi seorang da’i ,”ujarnya.  Ditegaskannya, nantinya pemenang 1- 3 akan diikutsertakan pada event yang lebih besar.  ‘’Jika ada kegiatan pemilihan da’i cilik tingkat nasional, mereka akan kita ikutsertakan. Kita yang membiayainya,”janji Herri.

Sementara itu, Sutan Batoegana mengapresiasi kepedulian Plaza Millennium menggelar kegiatan ini.   Event ini sendiri, menyediakan hadiah berupa uang tunai senilai total Rp. 7.000.000. Manager Loyalty Program Indra Wirawan didampingi Marketing Manager Plaza Millennium  Machruzar mengatakan, setiap harinya akan dilombakan 10 – 20 peserta untuk diambil yang terbaiknya dan akan dilombakan pada babak Grand Final pada  10 Agustus 2012.  (sih)

Kepedulian terhadap Warga Kurang Beruntung

PP Sumut Salurkan 300 Kain Sarung

MEDAN – Dalam rangkaian program Safari Ramadan, Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Sumatera Utara menyalurkan 300 kain sarung ke Panti Asuhan Yatim Piatu Aceh Sepakat Darul Aitam di Jalan Medan Area Selatan dan Panti Asuhan Al-jam’iyatul Alwashliyah Jalan Ismailiyah, Rabu (1/8).

Penyerahan dipimpin Sekretaris MPW PP Sumut, H Firdaus Nasution, didampingi Wakil Sekretaris Wempi Saragih, Drs OK Ashfihan, Anggota Bidang Agama Sosial dan Budaya Yahya Nasution, Anggota Bidang organisasi Nurdin Nasution dan Infokom Arifin Syah.
Firdaus Nasution mengatakan, program penyaluran bantuan merupakan program rutin MPW PP Sumut setiap tahun di Bulan Ramadan untuk disalurkan ke pihak-pihak yang membutuhkan. Dengan program ini, pihaknya berharap kepedulian masyarakat akan nasib orang-orang yang kurang beruntung akan semakin tinggi.

“Penyaluran bantuan merupakan kalender tahunan MPW PP Sumut sejak kepemimpinan Anuar Shah SE dan program ini sendiri sudah berjalan enam tahun setiap Ramadan. Tahun ini kita memberikan perlengkapan salat berupa sarung yang diharapkan dapat digunakan untuk melaksanakan sholat setiap harinya” ujar Firdaus. Panti Asuhan Yatim Piatu Aceh Sepakat Darul Aitam dan Panti Asuhan Al-Jam’iyatul Alwashliyah mendapatkan masing-masing 150 kain sarung untuk salat.

Pimpinan Yayasan Yatim Piatu Darul Aitam H Ishak Masjid didampingi para santri mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Pemuda Pancasila. “Bantuan ini sangat dibutuhkan para santri khususnya untuk ibadah salat lima waktu,” ungkapnya.
Selain itu, Pemuda Pancasila Sumut juga menggelar buka puasa bersama gratis setiap harinya selama Ramadan di sekretariat MPW PP Sumut, Jalan Thamrin Nomor 95-A Medan.

“ Setiap harinya  lima puluhan ummat berbuka puasa disini. Mulai dari abang becak, anak jalanan dan warga yang  melintas ,” ujar Wakil Sekretaris MPW PP Sumut, OK Ashfihan. (ade)

Taufik Dikandaskan Lin Dan

LONDON – Harapan Taufik Hidayat untuk menambah medali Indonesia kandas sudah. Taufik harus kandas di babak 16 besar dari lawannya Lin Dan, dengan skor 9-21, 12-21.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Wembley Arena, Rabu (1/8) sore WIB, Taufik sempat memberikan perlawanan pada game pertama. Terbukti, jagoan tunggal putra Indonesia ini hanya tertinggal 3-4 dari Lin Dan.

Namun perlawanan Taufik pada game pertama hanya sampai disitu. Peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 itu, langsung tertinggal jauh dari Lin Dan dengan skor 4-11. Taufik berusaha untuk mengejar ketinggalan dan mengubah skor menjadi 6-11.

Bahkan, pebulutangkis kelahiran Bandung ini kembali sempat mengejar ketinggalan menjadi 8-12. Sayang keperkasaan Lin Dan tak terhenti. Taufik beberapa kali melakukan kesalahan sehingga menguntungkan Lin Dan yang menutup game pertama dengan skor 21-9.

Dominasi Lin Dan berlanjut di game kedua. Pebulutangkis asal China ini, sama sekali tidak memberikan kesempatan kepada Taufik untuk mengendalikan permainan. Setelah skor sempat sama kuat 5-5, Lin Dan justru kembali menjauh.

Lin Dan memimpin dengan skor 14-9. Sebenarnya, Taufik berusaha keras untuk mengejar ketinggalan. Namun, Lin Dan masih terlalu tangguh buat pebulutangkis terbaik Indonesia itu. Taufik kembali kalah dengan skor 21-12.

Dengan demikian, maka harapan Indonesia untuk mendapatkan medali emas di tunggal putra cabang olahraga bulutangkis tinggal bertumpu kepada Simon Santoso. Namun, Simon harus melewati hadangan Lee Chong Wei di babak 16 besar.

Untungnya kekalahan yang dialami Taufik tidak menulat kepada pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi/Liliyana Natsir. Lewat pasangan ini Indonesia mengunci satu tiket di semifinal setelah pada pertandingan kemarin menyingkirkan pasangan Jerman, Michael Fuchs/Birgit Michels, di babak perempatfinal.

Dalam laga yang dihelat di Wembley Arena, Rabu (1/8) sore WIB, Tontowi/Liliyana menang cukup mudah dua set langsung, 21-15 dan 21-9, dalam waktu 31 menit.

Di set pertama Tontowi/Liliyana sempat kesulitan meladeni perlanawan Fuchs/Michels di mana pasangan Eropa itu selalu berusaha memangkas ketertinggalan. Bahkan ketika Tantowi/Liliyana mendapatkan match point (20-13), Fuchs/Michels masih bisa memangkas dua poin sebelum akhirnya kalah 15-21.

Masuk di set kedua laga berjalan kurang seimbang dan Tantowi/Liliyanan terus meningggalkan Fuchs/Michels hingga akhirnya pukulan menyilang Liliyana memastikan kemenangan 21-9 dalam waktu 13 menit. Di babak semifinal nanti, pasangan yang akrab disapa Owi/Butet itu akan menghadapi pemenang partai Robert Mateusiak/Nadiezda Zieba (Polandia) melawan Xu Chen/Ma Jin (China). (bbs/jpnn)

[table caption=”Olimpiade London 2012, Klasemen Perolehan Medali” th=”1″]

No. ,Negara ,   Emas  ,  Perak ,   Perunggu
1. , Cina  ,  13    ,6    ,    4     ,   23
2.  ,America Serikat ,   9     ,   8   ,     7       , 24
3.  ,Prancis   ,  4     , 3   ,     4      ,  11
4.  ,Korea Selatan    , 3    ,    2     ,   3        ,8
5.  ,Korea Utara    ,3     ,   0  ,      1   ,     4
6.  ,Kazakhstan    ,3  ,      0  ,      0    ,    3
7.  ,Italia   ,  2   ,     4     ,   2     ,   8
8.  ,Jerman  ,   2    ,    4   ,    1   ,     7
9.  ,Rusia   ,  2  ,      2    ,    4  ,     8
10. ,Ukraina  ,  2     ,   0  ,    2     ,   4
11. ,Afrika Selata    ,2   ,    0   ,     0       , 2
12. ,Jepang   , 1   ,     4 ,       8   ,     13
13. ,Australia   , 1    ,    4    ,    2    ,    7
14. ,Inggris Raya    ,1    ,    2      ,  2     ,   5
14. ,Rumania   , 1    ,    2   ,     2       , 5
16. ,Brasil   , 1   ,     1  ,      1   ,     3
17. ,Hungaria    , 1     ,   1      ,  1   ,     3
18. ,Belanda   , 1   ,     1   ,     0    ,    2
19. ,Georgia  ,  1    ,    0  ,      0    ,    1
20. ,Lithuania    ,1      ,  0      ,  0    ,    1
21. ,Slovenia  ,  1    ,    0    ,    0       , 1
22. ,Kolombia  ,  0  ,      2   ,     0   ,     2
23. ,Meksiko  ,   0   ,     2  ,      0    ,    2
24. ,Indonesia,    0    ,    1   ,     1     ,   2

[/table]

 

*Sampai Pukul 19.30 WIB

 

Inggris Raya Jinakkan Brasil

LONDON – Dini hari tadi, Wembley menjadi saksi bisu kejutan Inggris Raya yang menjungkalkan Brasil. Tapi kemenangan tuan rumah ini bukan berasal dari tim sepakbola putra melainkan putri. Inggris Raya sukses membungkam Brasil 1-0.

Berbekal gol cepat Stephanie Houghton di menit kedua, Lady Selecao yang sedianya kandidat kuat peraih medali emas, mesti menempati posisi runner-up Grup E. Sementara Inggris Raya melaju ke perempat final berstatus juara Grup dengan nilai sembilan, hasil tiga kali kemenangan.

Di babak delapan besar, Inggris sudah dinanti Kanada di Coventry Stadium pada Jumat mendatang dan Brasil bakal bersua Jepang. Laga Inggris Raya vs Brasil ini juga menjadi salah satu momen ter-ramai Wembley Stadium, setelah sebelumnya di partai-partai sepakbola putra, kerap terlihat lengang.
Gol Houghton di menit kedua, sontak membuat 70.584 penonton yang memadati Wembley ber-atribut Inggris, bersorak kegirangan. Jumlah penonton tersebut jadi rekor baru di pertandingan sepakbola wanita yang terakhir mencatatkan 53 ribu pada 92 tahun lalu.

“Atmosfir di sini sangat menggemparkan. Kami memulai laga dengan hebat tapi punya kewajiban untuk terus konsentrasi dan melakukan tugas masing-masing dengan baik,” ucap pelatih tim putri Inggris, Hope Powell, seperti dinukil GMANews, Rabu (1/8/2012).

“Sekarang, kami akan berkonsentrasi kepada Kanada di perempatfinal. Mereka akan jadi satu-satunya fokus karena kami ingin melangkah sejauh mungkin,” lanjut eks-gelandang tim putri Inggris tersebut.(bbs/jpnn)

PWI Sumut: Media Harus Hindari Black Campaign

Media massa diajak menghindari berbagai pemberitaan yang bersifat black campaign, kata ketua PWI Sumut. “Media sudah seharusnya menyampaikan pemberitaan yang objektif dan berdasarkan fakta.”

Hal itu dikatakan Ketua PWI Sumut M Syahrir dan pengamat komunikasi Prof Suwardi Lubis saat dihubungi wartawan secara terpisah, Rabu (1/8). Keduanya dihubungi saat diminta pendapatnya menyikapi peran media yang seharusnya dalam pemberitaan yang berkaitan dengan proses Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu). Mereka juga mengomentari terkait beberapa media yang terindikasi melakukan kampanye negatif.

Ketua PWI Sumut M Syahrir mengatakan media saat ini memiliki peran sangat penting dan strategis. “Terutama dalam hal pembangunan kesadaran masyarakat tentang proses demokratisasi,” tegasnya.

M Syahrir mengungkapkan penting dan strategisnya peran tersebut menuntut pers harus bersikap independen dan profesional, terutama saat menjalankan tugas-tugas jurnalistiknya.

“Profesionalitas tersebut harus ditunjukkan media melalui pemberitaan objektif dan berimbang. Media tidak hanya melakukan pemberitaan negatif saja, tapi juga positif,” ujarnya.

Oleh sebab itu, lanjutnya, media sudah seharusnya menghindarkan diri dari black campaign yang tidak sesuai dengan fakta. M Syahrir mengingatkan media yang menyampaikan black campaign atau diistilahkan kampanye negatif akan dinilai masyarakat sebagai media provokator.
M Syahrir mengakui jika dalam proses Pilgubsu ini, selain digunakan untuk pencitraan para kandidat, ada juga media yang digunakan untuk menyikut kompetitornya melalui pemberitan negatif.

“Apakah langkah menyikut ini dilakukan untuk meningkatkan media tersebut atau bukan, ini merupakan konsekuensi hukum pasar. Namun yang harus diingat, kita memiliki tanggung jawab besar untuk menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat. Jangan mengarahkan masyarakat dengan opini-opini yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Tugas kita adalah bagaimana mengawal agar Pilgubsu ini dapat berjalan dengan sukses dan memilih pemimpin yang dapat membawa Sumut ini ke arah yang lebih baik,” ungkapnya.

M Syahrir meminta agar kalangan jurnalis dapat menjalankan dengan teguh Undang-undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. “Harga diri wartawan dan nilai-nilai wartawan itu yang harus kita jaga. Oleh sebab itu hindari black campaign dan sampaikan berita secara berimbang,” tegasnya.
Hal senada juga diungkapkan pengamat komunikasi dari USU Prof. Suwardi Lubis. Menurutnya, media harus berjalan sesuai dengan fungsinya, diantaranya fungsi mendidik dan kontrol sosial.

Dalam hal proses Pilgubsu ini, media harus menghindari pemberitaan black campaign yang tidak sesuai dengan fakta. “Media harus melakukan fungsi pengawasan dan fungsi mendidiknya, sehingga dapat menambah wawasan masyarakat sebagai pembacanya,” tuturnya.

Suwardi Lubis mengatakan, pemberitaan negatif yang disampaikan media pada akhirnya akan merugikan media itu sendiri.
Kerugian itu dapat berupa hilangnya pembaca media tersebut yang mengakibatkan turunnya oplah.

“Masyarakat saat ini sudah cerdas dan cenderung rasional. Masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh pemberitaan-pemberitaan negatif tentang salah satu kandidat. Justru media itu nantinya akan ditinggalkan pembacanya,” ujarnya.

Baik M Syahrir maupun Suwardi Lubis sepakat jika media perlu menyampaikan informasi yang penting kepada masyarakat. Misalnya saja, tutur Suwardi Lubis, pemberitaan tentang track record kandidat yang sesuai dengan fakta.

“Dari berita tentang track record kandidat tersebut, maka wawasan masyarakat akan terbuka dan dia mengetahui latar belakang kandidat tersebut. Hal ini akan mendukung dia saat tiba waktunya untuk memilih salah satu dari kandidat yang ada,” tutur Suwardi Lubis. (mea/rel)