Home Blog Page 13174

Soal Gaji Makin Pelik

MEDAN-Skuad PSMS IPL harap-harap cemas menanti perkembangan positif soal gaji. Belakangan beberapa informasi positif beredar di internet soal bakal dikucurkannya dana dari Konsorsium Mitra Bola Indonesia (MBI). Namun belum bisa dikonfirmasi kebenaran infonya karena tidak ada pemberitahuan resmi ke klub.

Yang teranyar, Widjajanto, CEO PT LPIS lewat akun twitternya @widja tersebut mengatakan sudah ada pembagian evaluasi sharing kepada klub-klub IPL sebesar Rp1 Miliar.

“LPIS dengan approval PSSI sudah bagikan ev-sharing utk (untuk) klub2 IPL rp 1 M/klub, klub2 DU rp 500 jt/klub, ada 3 klub yg (yang) belum lengkap krn (karena) pada fase awal ada proses admin yg (yang) tertunda” demikian isi pesan yang diteruskan oleh beberapa orang tersebut.

Kabar ini memantik reaksi pemain yang sejak awal gelisah menunggu kejelasan. Mereka pun menanyakannya kepada Sekretaris tim PSMS, Heru Prawono, kemarin. Selain itu mereka juga menanakan langsung kepada Manajer keuangan PSMS, Nuzuliati Madjid. Namun tak ada kabar.

“Sebelumnya kami sudah mencoaba menelpon manajer keuangan PSMS (Nuzuliati Madjid), untuk menanyakan kepastian kabar itu, tapi walau nada sambung ada, tapi telepon tidak diangkat. Kami coba telpon terus, tapi setelahnya, bukan tidak diangkat, tapi teleponnya sudah dimatikan,” ujar salah satu pemain yang enggan namanya disebutkan.

Sebelumnya para pemain resah mendengar kabar konsorsium hanya sanggup membayarkan satu bulan gaji dengan sisanya ditanggung klub. “Kami sudah dengar kabar. Kami pemain belum bisa memutuskan mau melakukan apa. Karena kami juga masih mau berkumpul membicarakannya. Yang pasti kami harus melakukan sesuatu,” ujar pemain lain yang juga meminta namanya tidak disebutkan.

Bahkan beredar kabar beberapa pemain lain rekan Sekretaris tim, Heru Prawono mengatakan sudah ada yang mendapat gaji. “Ada saya hubungi teman saya, katanya gajinya baru masuk hari ini. Kalau memang seperti itu, kenapa untuk PSMS belum?,” ujar Heru.

Saat dikonfirmasi seorang pemain klub Divisi Utama yang enggan disebutkan namanya mengatakan, dia telah menerima pembayaran gaji sebesar 20 persen dari total satu bulan gaji dari klub kemarin. “Sudah ada masuk Selasa (31/7), 20 persen dari jumlah gaji saya sebulan,” bebernya. (mag-18)

Vagner Hijrah ke Liga Bahrain

MEDAN-Vagner Luis Olivera mulai musim depan tak lagi berbaju PSMS. Ia sudah memastikan masa depannya dengan berlabuh ke klub asal Bahrain, Al-Busaiteen.

Pemain Brasil ini bahkan sudah meneken kontrak tanda resmi bergabung. Saat ini dirinya tinggal mengurus visa.
“Sejujurnya, saya sudah mendapatkan tawaran dari klub di Bahrain, yaitu Al-Busaiteen. Saya sudah teken kontrak di sana. Bisa dibilang 99 persen saya bakal memperkuat tim ini musim depan. Sekarang, tinggal mengurus visa dan tiket. Kalau tidak ada halangan, saya akan berkostum klub itu,” ujarnya kemarin.
Al-Busaiteen adalah klub level satu, Bahraini Premier League. Musim 2011/2012 yang berakhir 27 Mei lalu, klub berjuluk The Blue Waves ini menduduki peringkat tiga di kompetisi.

Begitupun, bek plontos ini masih mengaku masih mencintai PSMS sehingga dirinya sulit untuk melupakan klub berlambang daun tembakau ini. Dua musim memperkuat PSMS sejak musim 2010/2011 di Divisi Utama ini bukan waktu yang singkat. Namun Vagner mencoba realistis. Apalagi di musim IPL 2011/2012, masalah yang terparah.

“Memang, saya cinta PSMS dan suporter. Dan Kota Medan untuk saya nomor satu di Indonesia. Saya suka main di Indonesia, atmosfernya bagus dan suporternya fanatik, saya suka sekali. Tapi, saya punya keluarga dan mereka perlu saya bantu. Saya enggak ada kerja yang lain, makanan saya beli dari kerja saya. Kalau begitu, saya harus cari di mana yang lebih bagus untuk saya dan keluarga. Sekarang yang lebih bagus, saya pergi dari Indonesia,” tuturnya.
Vagner berharap sepak bola Indonesia akan membaik ke depannya. “Saya sedih sekali lihat sepak bola Indonesia sekarang banyak masalah. Tapi, saya berharap musim depan, sepak bola Indonesia bisa luar biasa lagi,” timpal pemain berusia 31 tahun ini.

Vagner mengatakan akan meninggalkan Indonesia Kamis (2/8) menuju kampung halamannya di Brasil. Dia bisa pulang, karena konsorsium akhirnya memenuhi permintaannya untuk menyediakan ongkos terbang ke Brasil. (mag-18)

Far and Away

Lagi, perebutan lahan eks PTPN II memakan korban. Kemarin, seorang penggarap lahan tewas mengenaskan dikeroyok penggarap lainnya. Peristiwa itu terjadi di lahan garapan Pasar X Desa Manunggal Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deliserdang. Menyedihkan. Persoalan tanah memang belum bisa dituntaskan.

Menyadari ada kejadian berulang semacam itu, saya teringat dengan sistem pembagian tanah di Benua Amerika. Dari beberapa laman yang saya kutip, menyebutkan mengenai ekspedisi Christopher Columbus yang diyakini untuk kali pertama berlayar ke Daratan Amerika. Spanyol dan Portugis dianggap founding fathers dari zaman yang disebut dalam sejarah Eropa sebagai the Age of Discovery.

Pada abad-abad berikutnya, barulah kerajaan Inggris, Prancis, Belanda, Swedia dan Denmark, mengikuti jejak langkah Spanyol dan Portugis melakukan ekspedisi yang dalam kaca mata para theoriest poskolonial disebut sebagai zaman kolonialisme itu. Tujuan kolonialisme tak lain ialah gold yang termasuk didalamnya adalah penguasaan atas tanah, gospel, dan glory.

Keadaan itu tak pelak membuat urusan tanah menjadi ruwet. Maka, pihak kolonial membuat sistem yang dianggap pas. Soal sistem pembagian ini tertuang bagus dalam film yang berjudul Far and Away. Ya, film yang dibintangi Tom Cruise dan Nicole Kidman yang diproduksi tahun 1992 itu memang bercerita soal perjuangan mendapatkan tanah impian. Tepatnya, soal pembagian tanah di Benua Amerika zaman dahulu. Dalam film tersebut digambarkan setiap kepala keluarga diberi bendera dan apabila bendera itu ditancapkan pada sebidang tanah kosong, maka tanah itu akan menjadi milik pribadi, garis luasnya pun telah ditentukan. Pemerintah kolonial lalu mencatatnya secara resmi.

Kira-kira seperti itulah pada awalnya sistem pembagian tanah di daratan Amerika seperti digambarkan dalam cerita film Far and Away. Dengan sistem seperti itu, kelak tak ada keributan atau perebutan atas tanah bagi sesama kulit putih karena pemerintah kolonial menganggapnya telah membaginya secara adil dan telah mencatatnya secara resmi.

Hasilnya? Lihatlah Amerika sekarang.

Tapi kata pribahasa, lain ladang lain belalang. Dengan kata lain, apa yang terjadi di Amerika tentunya berbeda dengan di Indonesia. Baiklah, saya tidak bicara soal tanah di era kerajaan-kerajaan zaman dulu di Nusantara. Saya ingin melihatnya sebagai kasus Indonesia saja; artinya sejak diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 lalu.

Nah, jika merunut ke era Indonesia merdeka, maka lahan yang diperebutkan dan terus menjadi sengketa adalah lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN; terserah PTPN berapa. Namanya ‘eks’ tentunya bekas. Nah, ini bekas HGU. Namanya HGU berarti bukan milik PTPN, dia hanya memiliki hak untuk menggunakannya saja. Jadi, milik siapa tanah eks HGU PTPN II itu?

Pertanyaan di ataslah yang menjadi dasar dari semua sengketa yang sampai memakan korban nyawa tersebut. Kepemilikan lahan eks HGU tadi tak jelas. Beberapa orang menganggap tanah itu milik nenek moyang mereka yang direbut Belanda di era sebelum Indonesia merdeka. Bah, repot juga (dari tadi saya tak mau berbicara tentang sebelum Indonesia merdeka bukan?). Di sisi lain, ada pula beberapa orang yang mengaku-ngaku. Artinya, ketika HGU PTPN II habis, mereka langsung masuk dan menggarapnya. Soal luas bidang tanah yang mereka, ya, seperti film Far and Away tadi; sesuka hati. Mereka memasang pagar. Mereka membangun kebun. Dan, beberapa dari mereka yang tergabung dalam kelompok, memasang bendera dan plang alias papan nama kepemilikan. Bedanya, tanah mereka tidak dicatat seperti film Far and Away itu. Kalau pun ada pencatatan, berkasnya tidak begitu memiliki kekuatan hukum yang kuat. Tumpang tindih pencatatan pun kerap terjadi. Nah, inilah yang menambah konflik baru. Sengketa baru; sesuatu yang memakan korban seperti kejadian kemarin di Labuhan Deli itu.

Lalu, siapa yang harus bertanggung jawab atas semua itu? Hm, entahlah, yang jelas yang menderita adalah keluarga korban. (*)

Ribuan Rumah di Ambon Terendam, 10 Warga Tewas, 5 Hilang

AMBON- Tingginya intensitas curah hujan di Kota Ambon sejak pekan kemarin mengakibatkan musibah banjir terjadi di Kota Ambon, Rabu (1/8). Banjir terjadi di sejumlah kawasan di Kota Ambon seperti di kawasan Batu Merah, Batu Gajah, Jalan Baru, Ahuru, Mardika Talake, Tantui, Batu Gantung, Waihaong, Soabali, dan sejumlah kawasan lainnya di Kota Ambon.

Korban meninggal akibat banjir mencapai 10 orang. Selain korban tewas, banjir akibat guyuran hujan yang terus menerus ini menyebabkan lima warga hilang dan ribuan rumah warga terendam banjir. Banjir juga mengakibatkan sejumlah warga terluka.

Selain korban tewas, sejumlah warga terluka, enam di antaranya warga Desa Hatalai, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Keenam warga yang terluka dirawat di Rumah Sakit Sumber Hidup Ambon.

“Hingga malam ini sepuluh orang tewas akibat musibah banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kota Ambon. Banjir akibat hujan deras yang terus mengguyur Ambon dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir ini,” kata Komandan Korem 151 Binaiya Kolonel Inf. Asep Kurnia kepada wartawan.

Akibat musibah banjir ini, permukiman warga di Kota Ambon juga terisolasi karena tidak bisa dilalui kendaraan. Para warga juga dievakuasi dengan tali di tengah arus banjir oleh tim SAR gabungan.

Tim SAR gabungan juga mengevakuasi warga yang terjebak banjir dan tanah longsor di kawasan Batu Merah Dalam dan Tantui Ambon. Seorang ibu dan cucunya yang baru berusia 1 tahun di kawasan Batu Merah harus dievakuasi dengan cara yang sangat dramatis, yakni dengan membongkar atap seng.
Hal yang sama juga terjadi di kawasan Batu Gajah. Di tempat ini, puluhan warga juga terjebak banjir. Hingga berita ini diturunkan, banjir masih terjadi di sebagian kawasan di Kota Ambon, seperti di Kawasan Batu Merah, Jalan Baru, Pohon Pule, Batu Gajah dan sejumlah kawasan lainnya. (kcm/int)

Berbagi Keuntungan dengan Anak Panti Asuhan

Keluarga Besar PDAM Tirtanadi Buka Puasa Bersama

Keluaraga Besar PDAM Tirtanadi melaksanakan berbuka puasa dengan anak yatim dari beberapa Panti Asuhan bertempat di Panti Asuhan Jam’iatul Washliyah Pulau Brayan, Medan pada  Selasa (31/7) lalu.

SANTUAN: Plt Gubsu, Gatot Pujo Nugroho didampingi  Dirut Tirtanadi, Ir  H Azzam Rizal Nasution M. Eng saat memberikan bantuan secara simbolis kepada anak anak  Panti Asuhan Al Jam’iyatul Washliyah.
SANTUAN: Plt Gubsu, Gatot Pujo Nugroho didampingi Dirut Tirtanadi, Ir H Azzam Rizal Nasution M. Eng saat memberikan bantuan secara simbolis kepada anak anak Panti Asuhan Al Jam’iyatul Washliyah.

Kegiatan berbagi rasa dan berbagi rezeki ini  dihadiri 550  anak berasal dari panti asuhan Al Washliyah Jalan Ismailiyah, panti asuhan Muhammadiyah  Jalan Amaliun, panti asuhan Al Washliyah Jalan Bromo.

Buka puasa bersama ini dihadiri  Plt Gubsu  Gatot Pujo Nugroho dan istri,   SKPD Jajaran Pemprovsu, Staf Ahli , Dewan Pengawas, Direksi, Staf dan Pegawai PDAM Tirtanadi. Atas nama Pemerintah Provinsi Sumaterta Utara  sebagai Pemilik PDAM Tirtanadi, Gatot mengucapkan terima kasih kepada jajaran Direksi yang telah melaksanakan kegiatan  ini.

Menurutnya, sekarang di samping ada zakat pribadi, ada juga zakat perusahaan. Dalam pengelolaan keuangan di jajaran BUMD dimungkinkan sebagian keuntungan untuk menjadi zakat perusahaan.

“Kita tahu arti zakat itu tumbuh dan berkembang. Kita yakin kalau perusahaan di bawah naungan BUMD mengalokasikan zakat perusahaan, kami pemegang saham akan langsung menyetujuinya,” kata Gatot.

Dikatakan, berbicara tentang air dan Ramadan ada kaitannya. Banyak ustazd menganjurkan untuk memberi bukaan bagi orang yang berpuasa walaupun hanya seteguk air. Jadi puasa ada kaitannya dengan PDAM Tirtanadi sebegai penyedia air bersih.

“Kesempurnaan salat kita juga terkait dengan air yang suci dan mensucikan untuk wuduk. Anjuran agama menganjurkan kita untuk berwuduk di sumber air tetapi tetap mengupayakan untuk menghemat air. Maka saya ingin mengajak untuk melakukan gerakan hemat air, dimulai dari jajaran PDAM Tirtanadi,” kata Gatot.

Hemat air merupakan seruan ajaran agama dan seruan ekonomi. Sebab, masih ada daerah yang kosong dan titik-titik pemukiman masyarakat yang belum terlayani suplai air. “Saya harapkan perusahaan agar lebih meningkatkan pelayanan kepada pelanggan,” pintanya.
Gatot memotivasi para anak yatim yang hadir untuk giat belajar guna meraih cita-cita. Kita berharap dari panti asuhan nanti akan lahir insinyur-insinyur dan dokter-dokter muda.

Untuk meraih semua itu, kuncinya man jadda wajada. Tinggal mau atau tidak, kalau mau pasti ada jalan. Keterbatasan hari ini tidak menghalangi untuk maju. Rasul kita pun merupakan anak yatim piatu. “Para anak-anak kami para aitam di hadapan anda ada masa depan yang gemilang dan masa depan yang cemerlang, kuncinya hanya satu “man jadda wajada”. Bekerja, belajar bersungguh-sunggu disertai dengan doa,” ajak Gatot.

Sementara Ustaz Dr Akhyarzen, MA dalam ceramahnya mengatakan, puasa hanya diwajibkan kepada makhluk yang bernama manusia, tidak kepada makhluk-makhluk yang lain karena manusia beda dengan malaikat. Malaikat hanya punya akal tapi tidak punya nafsu kalau diwajibkan berpuasa manfaatnya tidak besar.  Jadi jangan dipahami puasa itu menghancurkan hawa nafsu.

“Malaikat itu reputasinya jauh di bawah manusia. Ada dua ayat dalam Al Quran sebagai alasan bahwa manusia satu tingkat lebih mulia daripada malaikat,” kata Ustaz Akhyarzein.

Sebelumnya Dirut PDAM Tirtanadi Ir. H. Azzam Rizal, M.Eng, mengatakan, kegiatan buka puasa bersama anak panti asuhan ini biasanya dilaksanakan di kantor PDAM Tirtanadi, tapi tahun ini dilaksanakan di Panti Asuhan Al Jami’yatul Washliyah Pulo Brayan Medan
“Keuntungan perusahaan dalam bulan Ramadan ini kita bagi untuk menyenangkan anak yatim dengan berbuka puasa dan memberikan tali asih sekadar tambahan menyambut Idul Fitri bagi anak yatim,” kata Azzam.  (*)

Bendahara dan Sekretaris Diperiksa

Kasus Korupsi Dana SIR RSUD dr Pirngadi Medan

MEDAN- Kasus korupsi dana Sistem Informasi Rumah Sakit (SIR) di RSUD dr Pirngadi Medan tahun 2009-2010 senilai Rp7,7 miliar, yang ditangani Kejatisu terus bergulir. Selasa (31/7) kemarin, tim penyidik kembali memeriksa dua orang saksi dari RSUD dr Pirngadi Medan, di antaranya Encep Suhendra, Sekretaris Instalasi Hemodialisa dan Gorga Dalimunthe, Bendahara Swakelola Instalasi Dialisis.

“Kemarin (Selasa) tim penyidik sudah memeriksa dua orang saksi. Tetapi khusus Encep Suhendra, pemeriksaannya berlanjut hingga Rabu. Jangan salah pula informasinya, dua ini sebagai saksi bukan tersangka,” ujar Kasi Penkum Kejatisu, Marcos Simaremare, Rabu (1/8).

Dalam kasus ini, sedikitnya 30 orang saksi baik dari RSUD dr Pirngadi Medan maupun pengelola PT Buana yang menjalani pemeriksaan. Namun, dari banyaknya saksi yang dipanggil, hingga kini penyidik Kejatisu belum menetapkan seorangpun tersangka.

“Kami masih melakukan koordinasi dengan ahli IT. Hasilnya setelah dianalisis ternyata berkaitan dengan instalasi lain di rumah sakit tersebut yang membuat penyidik terus mengembangkan penyelidikan. Hampir semua unit di rumah sakit juga sudah diperiksa dan dijadikan saksi dalam perkara ini,” ungkapnya.

Lanjut Marcos, penanganan perkzra kasus dugaan korupsi proyek SIR RS Pirngadi Medan bukan hanya sebatas lingkup sistem informasi. Sistem pengelolaan keuangan, termasuk mekanismen pencucian darah pun tak luput diteliti untuk pengembangan perkara yang  berpedoman dari hasil investigasi.
“Masih berlanjut pemeriksaannya. Memang banyak yang harus dikoordinasikan. Kendala ada yang harus di perdalam lagi. Contohnya dibagian instalasi hemodialisa. Ada beberapa data yang harus dilengkapi,” ucapnya.

Belum terungkapnya siapa tersangka dalam kasus SIR RSUD dr Pirngadi Medan ini, disebutkannya karena masih menunggu hasil akhir dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengetahui berapa jumlah kepastian kerugian negara. Kemudian, akan dibahas lagi dan di sinkronkan dengan data lain. Untuk selanjutnya diketahui siapa yang paling bertanggungjawab dalam kasus korupsi tersebut.

Seperti yang diketahui, pada kasus dugaan korupsi ini, pihak RSUD dr Pirngadi bekerjasama dengan PT Buana dalam pengelolaan SIR di tahun 2009. Sistem ini dibangun untuk mengetahui transaksi di instalasi rumah sakit milik pemerintah tersebut. Dalam sistem kerjasamanya pengelola SIR bagi hasil sebesar tujuh persen dari omset.

Namun tahun 2010 sistem berhenti tapi bagi hasil terus berlangsung. Karena adanya indikasi dugaan korupsi, penyidik Kejatisu mulai melakukan penyelidikan pada 5 April 2012. Selanjutnya, status penanganan kasus ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan. (far)

Salinan Putusan Diterima, Cirus Sinaga Segera Dipecat

JAKARTA – Hukuman buat Cirus Sinaga bakal lengkap. Sembari menjalani masa pidana kurungan badan, terpidana korupsi kasus penghilangan pasal dalam kasus mafia pajak Gayus Tambunan itu dalam waktu dekat bakal segera diberhentikan. Salinan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) telah diterima Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan.

“Salinan putusan sudah kami terima dan sudah kami teruskan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) agar bisa dieksekusi. Kewenangan pemberhentian jaksa yang jadi terpidana ada di Jaksa Agung,” kata Kepala Kejari Jakarta Selatan Masyhudi di Jakarta kemarin (1/8).

Cirus Sinaga menjadi terpidana setelah menghilangkan pasal dalam berkas penuntutan buat Gayus Tambunan. Cirus yang saat itu menjabat sebagai jaksa peneliti di Kejagung ketika menangani perkara Gayus Tambunan dianggap menguntungkan Haposan Hutagalung dan Gayus dengan membuat surat dakwaan tanpa mencantumkan dakwaan kasus korupsi.

Putusan kasasi MA memerintahkan mantan jaksa penuntut Antasari Azhar itu dihukum lima tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider tiga bulan penjara. Putusan tersebut diganjarkan oleh majelis kasasi yang terdiri dari hakim agung Djoko Sarwoko, Krisna Harahap, dan Abdul Latif.

Putusan tersebut menguatkan putusan di tingkat pertama di Pengadilan Tipikor dan Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada tingkat banding. Jaksa Agung Muda Pengawasan (JAM Was) Marwan Effendy mengatakan bakal memberhentikan Cirus segera setelah salinan putusan dia terima. Masyhudi mengungkapkan, sanksi pemberhentian atau pemecatan akan diganjarkan kepada Cirus berdasarkan PP 53 Tahun 2010 tentang PNS. Prosedurnya, salinan putusan yang berkekuatan hukum tetap diserahkan kepada JAM Was. “Jadi kami sudah serahkan salinan itu ke Jaksa Agung bidang pengawasan atau bidang pembinaan. Kejagung yang akan memutuskan,” katanya.

Memang, kata Masyhudi, Kejari Jakarta Selatan merupakan jaksa eksekutor dalam kasus tersebut. Pihaknya diberi kewenangan untuk melaksanakan hukuman yang tertera dalam putusan. Karena Cirus sudah dipenjara, maka pelaksanaan putusan terkait pemecatan jaksa harus dilakukan Kejagung. “Kita tunggu saja. Dalam waktu dekat mungkin akan ada kabar,” katanya. (aga/jpnn)

Gagas Gotong-royong Rutin Setiap Dua Pekan

Kelurahan Kwala Bekala Masuk Nominasi Kelurahan Terbaik

Kelurahan Kwala Bekala, Medan Johor masuk nominasi dalam peniliaan kelurahan terbaik tahap II kategiri kebersihan tingkat Pemerintahan Kota Medan. Hal itu dikarenakan setiap dua minggu sekali warganya menggelar gotong royong secara rutin.

Predikat nominasi kelurahan terbaik tahap II se- Kota Medan itu disampaikan Lurah Kwala Bekala, Eno Putra Tavip Tarigan SSos, MSi kepada Sumut Pos, Selasa (31/7) saat ditemui di ruang kerjanya di Jalan Luku, Medan Johor.

Dia menyebutkan, predikat nominasi kelurahan terbaik tahap II se- Kota Medan itu merupakan hasil survey yang nyata di setiap lingkungan kelurahan. Dimana, salah satu poin penilaian kelurahan terbaik dilihat dari patisipasi masyarakat dalam hal kebersihan, penghijauan, pelestarian, keindahan serta kenyaman di setiap lingkungan.

“Saya sendiri tidak menyangka bila kelurahan saya masuk nominasi menjadi kelurahan terbaik tahap II, apalagi ini dalam kategori kebersihan untuk se- Kota Medan,” katanya.

Lurah yang biasa disapa Eno itu membeberkan, sebelum masuk nominasi menjadi kelurahan terbaik, pihak kelurahan beserta dengan masyarakat selalu rutin melakukan gotong royong setiap dua minggu sekali. Dimana, gotong royong pertama dilakukan pada hari Jumat dam biasanya dilakukan untuk bersih-bersih di seputaran kantor kelurahan dengan membersihkan rerumputan dan megorek drianase yang banyak sampah di depan kantor.

Selanjutnya, gotong royong dilakukan pada hari Sabtu bersama semua warga lingkungan. Tugasnya, seluruh lingkungan bergerak untuk melakukan gotong royong secara serentak.

“Biasanya bila gotong royong massal dilakuakn di setiap hari Sabtu. Kami selalu berpindah di setiap lingkungan untuk membersihkan drainase serta mencabut rumput. Bahkan, tidak lupa menanam bibit pohon mahoni dan trembesi di setiap lingkungan,” katanya.

Lebih lanjut, dia mengimbau kepada warga untuk selalu turut memelihara gotong royong secara rutin dan menjaga kebersihan pekarangan rumahnya masing-masing. Karena partisipasi itu sangat menentukan pembangunan Kota Medan yang lebih baik.

Tak hanya itu, Eno juga mengingatkan, seluruh warga diingatkan untuk menaati jadwal pembuangan sampah yang telah disosialisakan kepada warga yakni sampah mulai diletakkan di depan rumah warga masing-masing pukul 06.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB.

Alasannya, paparnya armada pengangkut sampah di kawasan Kelurahan Kwala Bekala selalu melintas di waktu tersebut.
Dikhawatirkan, bila tidak mengikuti jadwal tersebut sampah bisa berserakan. “Ini juga dikarenakan mengangkut sampah juga harus serentak, karena setiap warga di rumahnya pasti memiliki sampah,” ingatkannya.

Dia mengimbau, warga juga harus menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungannya dengan cara melakukan penanaman bibit bunga di depan rumahnya masing-masing dan tidak lupa membersihkan tanaman di depan rumahnya.

“Dengan menjaga kebersihan di lingkungannya masing-masing. Kebersihan dan kelestraian, keindahan pasti akan terus tercipta. Sehingga, warga bisa lebih nyaman, dan tentram tinggal di lingkungannya,” sebutnya.   (omi)

Bisa Tampil dengan Jilbab Khusus

Wojdan Ali Seraj Abdulrahim Shaherkani, Judoka Arab Saudi

TAMPIL: Wojdan Ali Seraj Abdulrahim Shaherkani, judoka asal Arab Saudi diperbolehkan tampil  menggunakan pakaian khusus. //afp photo
TAMPIL: Wojdan Ali Seraj Abdulrahim Shaherkani, judoka asal Arab Saudi diperbolehkan tampil dengan menggunakan pakaian khusus. //afp photo

Wojdan Ali Seraj Abdulrahim Shaherkani bisa tersenyum lega.  Sebab Federasi Judo Internasional (IJF) akhirnya memperbolehkan judoka Arab Saudi tersebut untuk tampil di arena Olimpiade 2012 dengan tetap mengenakan jilbab.  Namun, IJF memberi syarat jilbab yang dikenakan harus dirancang secara khusus.

Sebelumnya, Shaherkani tidak dipebolehkan bertanding memakai jilbab. Menurut IJF, penggunaan jilbab bisa berbahaya bagi yang bersangkutan. Selain itu, memakai penutup kepala memang dilarang dalam aturan pertandingan olahraga asal Jepang itu.

“Mereka (IJF) menyetujui suatu desain khusus soal jilbab dan dia akan berlaga dengan menggunakan jilbab rancangan khusus ini,” kata Razan Baker, juru bicara Komite Olimpiade Arab Saudi kepada AFP.

Shaherani akan bertanding di kelas +78 kilogram pada Jumat (3/8) mendatang. Dia akan bertarung di babak penyisihan grup C melawan judoka asal Puerto Rico Melissa Mojica. “Ya, Shaherkani bisa ikut bertanding,” tandas juru bicara IJF, Nicolas Messner.

Keikutsertaan Shaherkani mewakili Arab Saudi juga tak lepas dari campur tangan Komite Olimpiade Internasional (IOC).  Mereka berhasil mendesak Arab Saudi dan negara muslim lain seperti Qatar dan Brunei.  Tiga negara ini selalu absen mengirim atlet putrid mereka di ajang Olimpiade.  Namun, tahun ini tiga negara tersebut bersedia mengubah kebijakan tersebut.

Selain Shaherkani, Arab Saudi juga mengirim pelatih 800 meter putri Sarah Attar.  Keputusan ini menuai pujian dari Presiden IOC Jacques Rogge. (bas/jpnn)

Cucu Ratu Elizabeth Sumbang Medali

LONDON-Cucu Ratu Elizabeth, Zara Phillips, berhasil meraih medali perak dalam Olimpiade untuk cabang berkuda, yang digelar di Greenwich, London tenggara. Penampilannya disaksikan oleh beberapa anggota keluarga kerajaan lain, seperti Pangeran William dan istrinya, Kate serta Pangeran Harry. Mantan Perdana Menteri Inggris, John Major juga ikut menonton.

Zara Phillips merupakan anggota tim berkuda Inggris Raya dan Kapten Tim Inggris, Mark Todd, mengatakan perolehan medali perak itu menggembirakan.”Medali emas akan hebat namun perak fantastis,” kata Cook kepada BBC.

Zara mengaku agak tampil buruk di nomor lompat namun teman-teman satu tim tampil baik sehingga tetap mengantarkan mereka mendapat medali perak.
Adapun medali emas direbut oleh Tim Jerman sedangkan medali perunggu oleh Selandia Baru. Sehari sebelumnya, Zara Phillips mengatakan kepada para wartawan bahwa suasana pertandingan amat menyenangkan.

“Sulit dipercaya, dukungan yang kuat ketika Anda datang ke arena. Saya amat gembira dengan setiap orang yang datang dan bersorak sorai untuk kami, dan sepanjang pekan sama terus,” tambahnya.

Sekitar 20.000 penonton menyaksikan pertandingan berkuda selama tiga hari belakangan. (bbs/jpnn)