Home Blog Page 13179

Polisi Rahasiakan Hasil Uji Balistik

Penyelidikan Pembunuh Tokoh Pemuda di Pancurbatu

MEDAN-Polisi masih menyelidiki pelaku penembak mati Ketua Karang Taruna Deliserdang, Zulfan Surbakti alias Upeng (60) oleh orang tak dikenal (OTK) di Jalan Jamin Ginting kilometer 15,5 Desa Baru depan bengkel Maklum, Selasa (24/7) sekira pukul 19.00 WIB lalu. Sejumlah petunjuk baru sudah dikantongi polisi, namun enggan untuk dibeberkan.

Kepala Laboratorium Forensik (Kalabfor) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) Kombes Pol Agus Irianto Selasa (31/7) memastikan kalau dua proyektil yang dipakai pelaku membunuh korbannya sudah selesai diperiksa. “Sejak Jum’at (27/7) lalu kami sudah selesai bekerja. Hasil uji balistiknya sudah kami serahkan ke Polresta Medan,” ujarnya.

Saat disinggung apa hasil uji balistik tersebut, Kombes Agus enggan menyebutkannya. “Sudah kami serahkan ke Polresta. Kami gak berwenang memberi tahu hasilnya. Silahkan Tanya ke Polresta,” sebutnya.

Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Yoris Marzuki membenarkan kalau hasil uji balistik dua proyektil tersebut sudah diterima pihaknya. “Ya, hasil uji balistiknya sudah kami terima. Saksi yang kami periksa sampai saat ini sudah 11 orang. Bertambah dua saksi dari sebelumnya,” ujar Yoris.

Yoris mengatakan sampai saat ini pihaknya masih terus mencoba menghimpun data mengenai ciri-ciri pelaku penembak mantan Wakil Ketua Ikatan Pemuda Karya (IPK) Pancurbatu itu. “Kami masih bekerja terus. Masih kami dalami lagi kasus ini. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami berhasil menangkap pelakunya,” sebut Yoris.

Saat kembali disinggung apa hasil uji balistik dua proyektil tersebut, perwira berpangkat satu melati itu tak mau menyebutkannya. “Nantilah bos, jangan buru-buru. Saya gak bisa nyampaikan apa hasilnya sekarang. Nanti kami akan lakukan konferensi pers,” sebut Yoris.

Terpisah Kapolsek Pancur Batu, AKP Darwin Sitepu mengatakan suasana di sekitar lokasi hingga Selasa petang sudah kondusif. “Suasana di sekitar lokasi penembakan sudah kondusif. Pemilik bengkel yang persis, berada di depan TKP penembakan juga sudah diperiksa sebagai saksi di Polresta Medan,” sebut Darwin.

Darwin juga mengatakan, kalau kasus penembakan ini sepenuhnya ditangani Polresta Medan dan pihaknya hanya sebatas membantu. “Sejumlah barang bukti juga sudah dibawa ke Polresta Medan. Seperti baju korban yang berlumuran darah, mobil termasuk dua proyektil yang dipakai pelaku dalam penembakan tersebut,” tegas Darwin.(mag-12)

Kapal Asing Tinggalkan Belawan

Usai Diperbolehkan Bongkar Muat

BELAWAN- Setelah selesai melakukan aktivitas bongkar muat 2.600 ton komoditi sulfur (belerang), kapal tongkang berbendera asing TK Tropical Island dijadwalkan hari ini, Rabu (1/8) pagi, akan meninggalkan Pelabuhan Belawan menuju ke negara asalnya di Singapura. Sebelumnya, kapal asal negeri singa putih itu sempat tertahan dan menolak ketika diperintahkan untuk keluar dan kembali mengantre di perairan Lampu Satu Belawan oleh pihak PPSA (Pusat Pelayanan Satu Atap) PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I cabang Belawan.

Staf Humas PT (Persero) Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I cabang Belawan, Rica Agnas Girsang ketika dihubungi Sumut Pos, Selasa (31/7) kemarin, mengatakan, sesuai jadwal keberangkatan kapal TK Tropical Island yang ditarik oleh kapal toag bout TB Tropical Succsess akan meninggalkan dermaga 007 Pelabuhan Belawan Lama sekitar pukul 07.00 WIB, menuju ke pelabuhan laut di Singapura. “Proses bongkar muatnya sudah hampir selesai, dan sesuai jadwal besok (hari ini-red) kapal tersebut akan meninggalkan dermaga Pelabuhan Belawan,” kata Rica.

Sebelumnya, PT Pelindo I Belawan sempat memerintahkan agar kapal TK Tropical Island untuk keluar dari areal dermaga pelabuhan, dan kembali mengantre di perairan Lampu Satu Belawan. Ini dilakukan pihak pengelola jasa ke pelabuhan dengan alasan, belum lengkapnya dokumen perizinan jalur hijau dari kantor Bea Cukai Belawan yang dimiliki oleh perusahaan keagenan pelayaran kapal.

Ketentuan itu memberatkan pihak perusahaan keagenan pelayaran. Pasalnya, jika kapal yang telah masuk sejak beberapa hari lalu itu kembali mengantre justru akan mengakibatkan terjadinya keterlambatan dalam proses pengiriman barang. Disamping itu, beban biaya yang harus dikeluarkan perusahaan pelayaran akan semakin membengkak.

Dedi Ainal Staf Operasional PT DPS dari perusahaan keagenan pelayaran mengakui kalau kapal TK Tropical Island dan TB Tropical Succsess sesuai rencana akan meninggalkan dermaga pelabuhan karena telah selesai melakukan proses bongkar muat barang.(mag-17)

Arus Penumpang Kapal di Pelabuhan Belawan Normal

Jelang Mudik Lebaran

BELAWAN- Menjelang masa mudik lebaran Idul Fitri, belum terlihat adanya lonjakan arus penumpang menggunakan jasa kapal laut di terminal penumpang domestik Pelabuhan Belawan. Kapal Motor Penumpang (KMP) Kelud yang bertolak menuju rute Tanjungbalai Karimun, Batam dan Tanjungperiok, Selasa (31/7) kemarin masih terlihat normal seperti hari biasa.

Amatan Sumut Pos di Pelabuhan Belawan, saat keberangkatan KMP Kelud arus penumpang masih terpantau normal.

Para penumpang yang naik dan berangkat menggunakan jasa kapal milik PT (Persero) Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) sebanyak 745 orang.
“Hingga saat ini masih normal, belum tampak mengalami kenaikan yang signifikan. Justru sebelumnya penumpang turun jumlahnya lebih ramai,” kata, Budandi Menejer PT Pelayaran Indonesia (Pelni) cabang Medan.

Menurutnya, biasanya penumpang mulai ramai berangkat pada seminggu menjelang lebaran. Dan lonjakan penumpang menggunakan jasa kapal laut akan terjadi pada arus balik lebaran nanti. Dengan meningkatnya jumlah pemudik tersebut, maka PT Pelni rencananya akan menambah satu kapal yakni KMP Ciremai yang dijadwalkan tiba di Belawan pada tanggal 18 Agustus mendatang.

“Untuk mengantisipasi lonjakan itu Pelni akan menambah satu kapal, sedang untuk pengoperasian kapal tambahan KMP Ciremai dilakukan pada saat menjelang arus penumpang balik,” ungkapnya.

Meski jumlah arus penumpang pada 12 Ramadan belum terlihat ramai, namun ada juga beberapa orang penumpang mengaku terpaksa lebih awal melakukan perjalanan mudik lebaran, karena khawatir nantinya tidak mendapatkan tiket kapal.

“Selain malas berdesak-desakan nantinya, aku lebih awal berangkat karena juga takut tidak mendapatkan tiket,” ujar, Supriono (39) yang mengaku akan pulang kampung ke Pulau Jawa ini. (mag-17)

Tahanan Kabur, Dua Diringkus Satu Buron

LUBUKPAKAM-Tiga tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubukpakam berusaha kabur saat hendak dinaikkan ke bus tahanan untuk dikembalikan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lubukpakam, usai menjalani persidangan, Selasa (31/7) pukul 16.00 WIB. Dua diantara tahanan itu berhasil ditangkap sedangkan seorang lagi buron.

Tiga tahanan yang kabur itu, AD (30) warga Desa Sekip Lubukpakam, Bu (27) warga Batangkuis, dan Budi Setiawan (22) warga Desa Petumbukan, Galang Deliserdang. AD dan Bu berhasil kembali ditangkap polisi dibantu warga.

Kaburnya tahanan itu terjadi saat usai persidangan. Petugas tahanan kejaksaaan dan polisi pengamanan kemudian memasukkan 28 orang tahanan ke dalam bus tahanan.  Kondisi itu dimanfaatkan AD dan Bu untuk melarikan diri., namun berhasil dibekuk.

Situasi itu ternyata dimanfaatkan tahanan lainnya, Budi Setiawan.  Tahanan yang baru divonis 1,5 tahun penjara dalam kasus pencurian uang neneknya itu ternyata hilang dalam rombongan tahanan.(btr)

Pohon Jati Milik PTPN 2 Dicuri

LUBUKPAKAM-Sebanyak 80 pohon jati Kebun Limaumungkur milik PTPN 2 ditebang serta dijual ke pengusaha sawmill (usaha meracip kayu) di Gang Becek Dusun Tungkusan Desa Tadukanraga Kecamatan STM Hilir. Diperkirakan, PTPN 2 mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Pencurian itu terjadi pada tanggal 13 hingga 16 Juli lalu.

Sebanyak 80 batang pohon jati yang tumbuh di sekitar lapangan bola Afdeling II Kebun Limaumungkur PTPN 2 tepatnya di depan SMPN 2 STM Hilir di Desa Lau Barus Baru Kecamatan STM Hilir, Deliserdang kini rata dengan tanah.

Humas PTPN 2 Kantor Direksi, Rachmuddin SH, Selasa (31/7) mengakui kalau aset milik Negara itu telah dijual tanpa persetujuan PTPN 2.

“Penjualan aset PTPN 2 berupa kayu jati itu tidak pernah seizin Direksi PTPN 2, bahkan perkara ini akan dilaporkan kepada Direksi PTPN 2, setelah itu pihak kepolisian. Tindakan itu merupakan pidana yakni pencurian aset negara,” kata Rachmuddin.Menurutnya harga kayu jati putih berkisar ratusan juta. (btr)

Somasi Tuntut Tersangka Korupsi Jamkesmas Binjai

BINJAI- Dugaan korupsi dana Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) di Rumah Sakit Umum (RSU) dr Djoelham Binjai tahun anggaran 2009-2010 senilai Rp11,3 miliar, yang menyeret tiga mantan dirut rumah sakit belum juga dilakukan penahanan.

Padahal, kasus ini sudah berjalan hampir setahun lamanya. Tidak hanya kerugian negara yang ditemukan senilai Rp800 juta oleh BPKP, tiga mantan dirut rumah sakit masing-masing Dr Murad El Fuadi, Sri Hartati dan Drg Susyanto, meski sudah berstatus tersangka, tapi tak kunjung ditahan aparat kepolisian.
Tidak ditahannya tiga mantan dirut rumah sakit dr Djoelham ini, membuat Somasi (Solidaritas Mahasiswa Anti Korupsi Sumut) turun tangan dengan mendatangi Polres Binjai, guna mempertanyakan penanganan kasus yang tengah ditangani Tim Tipikor Polres Binjai, Selasa (31/7) sekitar pukul 10.00 WIB.
Selain itu, kedatangan mereka juga mendesak agar mantan dirut rumah sakit dr Djoelham, segera ditahan.

Kapolres Binjai AKBP Musa Tampubolon, berkas dugaan korupsi dana Jamkesmas sudah dikembalikan Jaksa. Dan ada beberapa petunjuk yang harus dipenuhi oleh Polres Binjai.

“Kamis atau Jumat besok, kami akan menambah BAP (berkas acara pemeriksaan) dari kementrian kesehatan di Jakarta,” tegas Musa. (ndi)

276 Guru Ikuti Uji Kompetensi

KARO-Untuk pengembangan diri seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, secara keseluruhan guru berikut kepala sekolah di Kabupaten Karo dituntut untuk mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG). Selain itu, UKG juga diharapkan untuk dapat mengetahui kondisi penguasaan kompetensi seorang guru.

Hal tersebut disampaikan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo Drs Sugianta Ginting melalui Kepala Bidang Perencanaan Dinas Pendidikan Kabupaten Karo selaku Ketua Tim Sertifikasi Guru Kabupaten Karo Drs Eddi Surianta Surbakti MPd kepada wartawan, Selasa (31/7) di Kabanjahe.
Kata Eddi, UKG tahun 2012 ini merupakan  yang pertama dilaksanakan sejak adanya sertifikasi guru. Dari 1.526 guru di Kabupaten Karo pada satuan pendidikan TK, SD, SMP, SMA, dan SMK yang terdiri dari 24 guru TK, 550 guru SD, 550 guru SMP, dan 402 guru SMA/SMK.

Kata Eddi lagi, bahwa pelaksanaan UKG tahun 2012 ini wajib diikuti oleh guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan non-PNS yang telah menerima tunjangan profesi mulai periode tahun 2007 sampai dengan tahun 2011, yang dilakukan secara serentak di Sumatera Utara yang dimulai pada 30 Juli sampai  tanggal 4 Agustus 2012.

Khusus untuk Kabupaten Karo  kemarin (Selasa) dilaksanakan pada 4 lokasi yaitu SMP Negeri 1 Kabanjahe, SMP Swasta Santa Maria Kabanjahe, SMA Negeri 2 Kabanjahe, dan SMA Negeri 1 Berastagi.

Dimana setiap harinya pada tiap lokasi pelaksanaannya dibagi menjadi 3 gelombang dengan jumlah 23 orang. Gelombang pertama dimulai pukul 7.30-10.00 WIB, gelombang kedua pukul 10.30-13.00 WIB dan gelombang ketiga pukul 14.00-16.30 WIB serta teknis pelaksanaan UKG tersebut dilaksanakan secara on-line. (wan)

Tambahan Kuota Haji Keluar setelah Lebaran

JAKARTA – Pemerintah Arab Saudi terus menggantung jawaban permohonan tambahan kuota haji yang diajukan Indonesia. Pemerintah berharap kepastian tambahan kuota haji ini keluar paling lambat setelah lebaran nanti.

Ditemui di kantor Kemendikbud kemarin (31/7) Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA) mengatakan, pemerintah Arab Saudi masih terkesan berat memberikan tambahan kuota haji. “Tidak hanya ke Indonesia saja. Tetapi juga ke negara-negara lainnya,” tutur SDA.

Alasan utama dari pemerintah Arab Saudi sehingga tidak segera mengabulkan permohonan tambahan kuota adalah karena keterbatasan tempat. SDA menuturkan fenomena ini muncul karena ada potensi membludaknya jamaah haji non kuota dari beberapa negara. Termasuk dari Indonesia sendiri.
Pemerintah kerajaan Arab Saudi khawatir potensi jamaah haji non kuota tadi membludak bisa memicu kekacauan karena ruang yang sempit. Seperti diketahui, di sejumlah area di sekitar Masjidil Haram banyak aktivitas renovasi pemondokan.

SDA menjelaskan toleransi terakhir untuk menunggu kuota tambahan adalah setelah lebaran nanti. “Lima tahun terakhir selalu dapat, masak tahun ini tidak. Kita masih optimis dapat, berapapun jumlahnya,” urai dia.

Jika akhirnya setelah lebaran nanti tambahan kuota benar-benar turun, SDA mengatakan masih ada sela atau jeda waktu untuk pelunasan BPIH. Selain itu, dia mengatakan pemerintah sudah mempersiapkan pemondokan dadakan untuk antisipasi tambahan kuota.

Dia menuturkan pemondokan untuk tambahan kuota belum pasti disewa. “Jika sudah pasti disewa, tetapi nanti tidak dapat tambahan kan rugi,” tukas dia. Namun SDA menjamin jamaah haji dari tambahan kuota ini tidak akan terlantar selama di Arab Saudi nanti.

SDA juga menuturkan sikap soal desakan kepada Kemenag supaya memperbarui data jumlah umat muslim di Indonesia. Data ini penting karena menjadi dasar untuk mematok kuota dasar jamaah haji. Seperti diketahui, pagu atau kuota pokok jamaah haji Indonesia saat ini sebanyak 211 ribu orang. Angka tadi muncul dengan asumsi jumlah penduduk Islam di Indonesia sekitar 211 juta orang. “Kita sadar ada potensi peningkatan jumlah umat Islam di Indonesia,” katanya. Namun usulan perubahan ini harus masuk dulu dalam agenda sidang Organsiasi Konferensi Islam (OKI).  (wan/jpnn)

Sudah Ada BOS, Jangan Ada Pungutan

JAKARTA—Pemerintah saat ini mengklaim telah fokus untuk meningkatkan kualitas dan memperluas akses pendidikan dengan adanya Bantuan Operasional Sekolah (BOS).  Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan, hal itu dibuktikan dengan peningkatan unit cost BOS di dalam RAPBN 2012.

Dirincikan, untuk jenjang SD unit costnya mencapai Rp580.000 per anak per tahun untuk 28 juta anak SD. Sementara untuk SMP terdapat 10,3 juta siswa dengan unit cost Rp710.000 per anak per tahun. Jika dibandingkan dengan BOS 2011, unit cost untuk jenjang SD sebanyak Rp398.000 per anak per tahun.
Sementara alokasi satuan biaya jenjang SMP Rp571 ribu per anak per tahun. “BOS ini betul-betul bisa mengcover kekurangan pendidikan di daerah.

Sehingga, saya ingatkan sekali lagi kepada seluruh sekolah untuk tidak melakukan pungutan khususnya di jenjang pendidikan dasar. Saya ingatkan ini karena saya masih menerima SMS mengenai aduan pungutan di sekolah,” ungkap SBY usai Sidang Kabinet Terbatas bidang Pendidikan di Kemdikbud, Jakarta, Selasa (31/7). Ketegasan mengenai larangan pungutan ini, menurutnya sudah wajib menjadi perhatian bagi seluruh sekolah. “Siswa memang sudah seharusnya tidak dipungut biaya pendidikan maupun biaya operasional. Itu tidak perlu, apalagi untuk SD dan SMP yang berstatus negeri,” tukasnya.

Oleh karena itu, SBY meminta kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk melakukan monitoring ke seluruh daerah terutama mengenai penyaluran dan penggunaan dana BOS. Saat ini, terang dia, tentu akan lebih mudah monitoringnya mengingat adanya informasi teknologi dan bisa diakses oleh siapapun.

“Di sidang gabungan DPR dan DPD telah dibahas mengenai implementasi penyaluran dana BOS. Awalnya memang sempat menjadi masalah. Namun sekarang bisa diatasi dengan e-monitoring,” imbuhnya. (Cha/jpnn)

Dahlan: Jepang & India Berminat Beli Inalum

JAKARTA–Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkap bahwa banyak perusahaan yang menyatakan minat untuk membeli saham PT Indonesia Asahan Alumunium Indonesia (Inalum).

“Perusahaan asal Jepang, India, perusahaan-perusahaan swasta Indonesia, dan tentunya BUMN Indonesia berminat membeli Inalum,” kata Dahlan, usai menggelar Rapat Pimpinan Kementerian BUMN bersama dengan Direksi PT Telekomunikasi Indonesia, di Gedung Telkom, Jakarta, Selasa.

Banyaknya perusahaan pesaing yang ingin masuk ke Inalum membuat BUMN Indonesia harus mempersiapkan diri dari sisi kapasitas maupun kemampuan keuangan.

Dahlan menjelaskan, konsep pembelian saham Inalum adalah terlebih dahulu diambil alih oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan dengan pendanaan yang sudah disetujui DPR. “Kemudian siapa yang menawar dengan harga tertinggi, maka perusahaan tersebut berhak memiliki Inalum,” kata Dahlan.

Pekan lalu, Dahlan sempat menyatakan PT Antam (Persero) Tbk dan PT PLN (Persero) berpeluang untuk membeli Inalum. Menurut Dahlan, berbagai kemungkinan bisa terjadi. “Yang penting diserahkan dulu kepada negara, lalu dilelang,” katanya.

Sebab pemerintah telah terlebih dulu berhak mengambil alih saham Konsorsium Pengusaha Alumunium Jepang (NAA) yang akan mengakhiri kontrak perjanjian pada 2013. “Setelah dimiliki oleh negara, maka akan dilelang. Bisa saja prioritasnya dalam negeri. Bisa saja dilelang secara terbuka. Yang jelas pengeluaran pemerintah yang disiapkan untuk mengambil alih Inalum akan kembali setelah lelang usai,” ujarnya. Dana yang diperoleh dari hasil pelelangan tersebut masuk ke negara.

Pemerintah pada berbagai kesempatan menyatakan siap mengambil alih pengelolaan Inalum pasca berakhirnya Master Agreement dengan pihak Nippon Asahan Aluminium (NAA) Jepang pada 2013. Untuk itu pemerintah Indonesia dan Jepang akan berunding mulai Agustus 2012 untuk melakukan negosiasi yang diharapkan hasilnya dapat diputuskan pada Oktober 2012. (bbs/jpnn)