Home Blog Page 13181

PKS ‘Serang’ Gatot

Saat Rapat Paripurna DPRD Sumut

MEDAN- Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu, Gatot Pujo Nugroho mendapat ‘serangan’ dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Rapat Paripurna DPRD Sumut. Gatot dianggap PKS kurang piawai dalam memimpin. Padahal, Gatot merupakan kader PKS dan pernah menjadi Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sumut.

Nyatanya, pada Rapat Paripurna DPRD Sumut, tentang pandangan fraksi-fraksi DPRD Sumut atas Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Sumut Tahun Anggaran (TA) 2011, Senin (30/7), Fraksi PKS DPRD Sumatera Utara mengkritik kepemimpinan Gatot. Pasalnya, dalam realisasi pendapatan maupun belanja, banyak yang tidak tercapai.

Kritikan tersebut disampaikan juru bicara Fraksi PKS DPRD Sumut, M Nasir, yang membacakan pandangan umum Fraksi PKS pada paripurna tersebut. Nasir menyebutkan pendapatan sektor lain-lain yang sah, dengan target Rp27,7 miliar ternyata hanya terealisasi Rp6,122 miliar. “Apa faktor yang menyebabkan ini terjadi?” tukasnya.

Selain itu, sambung anggota DPRD Sumut dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Medan ini, pendapatan dana perimbangan bagi hasil sumber daya alam ditargetkan Rp45,594 miliar, sedangkan realisasi hanya Rp7,162 miliar dari target atau setara 15.7 persen. Kemudian dari sisi belanja daerah, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) tahun 2011 mencapai Rp720.971.755.616 atau naik cukup signifikan dari Silpa tahun lalu sebesar Rp404.884.722.999.  “Kondisi ini tentu bukan hal yang membanggakan,” ungkap Nasir.

Fraksi PKS juga mempertanyakan rendahnya realisasi belanja modal (tanah) tahun 2011. Pemprov Sumut menargetkan sebesar Rp31.428.738.000, namun realisasinya hanya Rp7.784.462.891 atau 24.77 persen.
Begitu juga dengan belanja tidak terduga yang ditargetkan sebesar Rp18 miliar tapi kenyataannya hanya terealisasi 0,86 persen atau Rp154.500.000.

“Artinya, dengan tidak termanfaatkan belanja tak terduga ini, maka akan berpotensi menjadi Silpa pada anggaran berikutnya. Sementara di sisi lain, sering kali kita melihat bencana yang terjadi tidak tertangani dengan baik dengan alasan anggaran tidak cukup,” bebernya.

“Padahal menurut hemat kami, dana tidak terduga itu jelas peruntukannya untuk kejadian dan peristiwa bencana yang terjadi. Kami ingin penjelasan komprehensif tentang aturan, indikator dan syarat lainnya dalam pemanfaatan dana tersebut,” imbuh Nasir.

PKS juga mengkritik kinerja Dinas Binamarga yang sejak 2008 hingga 2011 terjadi penambahan anggaran, namun tidak sesuai dengan meningkatnya kondisi jalan. Begitu pula dengan biaya pemeliharaan jalan yang sangat besar ironis dengan berkurangnya panjang jalan kondisi sedang sekaligus bertambahnya kondisi jalan rusak ringan.

Fraksi PKS juga sempat menyinggung soal Laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan Pemprov Sumut tahun 2011. Fraksi PKS menilai, Pemprovsu lemah dalam manajemen pengelolaan keuangan. Maka dari itu, PKS menegaskan agar Pemprovsu serius memperhatikan dan merealisasikan rekomendasi BPK dalam setiap dokumen LHP tersebut, salah satunya pembenahan terhadap pemberian dana bantuan sosial (bansos).

Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), juga tidak ingin ketinggalan dengan memberi kritikan terhadap laporan pertanggungjawaban APBD Sumut tahun 2011. Misalnya, mengenai buruknya jalan dan jembatan, serta persoalan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei yang tak mampu diselesaikan Pemprovsu. Begitu pula soal Silpa.

Sementara itu, Fraksi PDI Perjuangan misalnya, dalam pemandangan umumnya yang dibacakan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Budiman P Nadapdap mengatakan, pada pos belanja tidak terduga tersebut hanya terealisasi Rp154,5 juta dari alokasi sebesar Rp18 miliar. Sayangnya lagi, kata Budiman, realisasi sekitar 0,86 persen itu digunakan untuk biaya operasional evaluasi jatuhnya pesawat CASA-212 di Hutan Bahorok, Kabupaten Langkat.

“Artinya, pada saat peristiwa bencana alam longsor di Kecamatan Mazo Kabupaten Nias Selatan, tanggal 30 November 2011, yang menelan korban jiwa, Pemprovsu tidak melakukan kegiatan tanggap darurat. Kami mohon penjelasan Plt Gubsu untuk hal ini,” tegas Budiman, dalam rapat tersebut.

Fraksi PAN ‘Berontak’
Sementara itu, Rapat paripurna DPRD Sumut juga diwarnai dengan  Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) yang secara terang-terangan mempertanyakan sikap Ketua DPRD Sumut, Saleh Bangun. Hal ini terkait dengan pencopotan Kamaluddin Harahap dari jabatan Wakil Ketua DPRD Sumut.
Itu disampaikan oleh Muslim Simbolon, selaku juru bicara Fraksi PAN DPRD Sumut pada rapat paripurna tersebut. “Fraksi dan DPW PAN cukup terusik dengan manuver politik dari saudara Saleh Bangun yang dengan kurang simpatik telah melakukan intervensi terhadap urusan internal kerumahtanggaan partai yang bukan partainya,” tegas Muslim Simbolon.

Dikatakannya, PAN memaklumi solidaritas antara figur-figur tertentu dalam arena kepentingan yang tergalang, di luar alur kepartaian adalah langkah-langkah politik yang kreatif. Namun, Saleh Bangun semestinya tetap mengutamakan etika. Seperti kebijakan DPP PAN dalam kaitannya dengan rotasi peran di antara para kedernya. “Jika menelaah pemberitaan media tentang masalah ini, peran politik yang dimainkan saudara Saleh Bangun telah betindak sembrono dengan menjadi juru bicara partai yang bukan partainya,” tegas Muslim.

Wakil Ketua Fraksi PAN, Zulkifli Husein menambahkan, pihaknya tersinggung dengan sikap Saleh Bangun lantaran Politisi Demokrat tersebut dinilai berlebihan dalam menyikapi persoalan internal PAN. “Apakah untuk kasus-kasus lain, PAW anggota fraksi lain, dan juga masalah pengaduan dari masyarakat terhadap anggota Fraksi Demokrat sendiri, ada tidak dia menemui SBY? Atau ada tidak dia menemui pimpinan partai lain itu. Tak perlulah silaturahmi ke DPP, cukup surat yang mengatasnamakan DPP. Kalau surat itu tak diakui, ya dia buat surat ke DPP. Jadi sifatnya administratif. Bukan dia silaturahmi lalu dibeberkan di media. Kan gak ada etikanya sebagai ketua dewan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sumut tampak senyum-senyum saja saat juru bicara Fraksi PAN, Muslim Simbolon menyampaikan keberatan mereka.(ari)

Rutin Tadarus Resep Menjaga Kesehatan

Sahur Bersama Tokoh di Sumatera Utara, Amiruddin (9)

SAHUR BERSAMA: Ketua DPRD Medan Amiruddin beserta istri  anak asuhnya saat sahur bersama Sumut Pos.//syaifullah/sumut pos
SAHUR BERSAMA: Ketua DPRD Medan Amiruddin beserta istri dan anak asuhnya saat sahur bersama Sumut Pos.//syaifullah/sumut pos

Akrab. Suasana ini begitu terasa ketika Tim Sumut Pos sahur bersama Ketua DPRD Medan, H Amiruddin. Berlokasi di Komplek Griya Tanjungsari Jalan Setia Budi Pasar 2 Blok D 12, keakraban mulai terasa sejak awal kunjungan, yakni sekira pukul 04.00 WIB. dan langsung disambut Amiruddin.

Kehadiran Tim Sumut saat itu langsung disambut Amiruddin di depan rumah. Bahkan, dia sempat memastikan kehadiran Tim Sumut Pos pada pukul 03.55 WIB, saat itu tim masih berada di gerbang komplek.

“Wah apa kabar ini,” katanya begitu tim tiba di kediamannya.
Mata terasa sejuk menyaksikan halaman sederhana kediaman Amiruddin dan keluarga. Puluhan bahkan ratusan bunga tumbuh subur dan ditata rapi. Rupanya bunga-bunga itu kepunyaan Hj Tati Arifin, istri Amiruddin. “Oh bunga-bunga ini dirawat sama ibu. Dia memang hobi bercocok tanam atau berkebun,” kata Amiruddin yang segera diaminkan Tati.

“Kebetulan memang saya lebih senang mengurus rumah sekarang. Saya suka merawat bungan
Bahkan, pagi ini rencananya saya mau beli lagi. Kalau dizinkan bapak sih,” timpal Tati tersenyum.

Perbincangan di teras itu kemudian berlanjut di ruang tamu. Setelah diperkenankan masuk oleh tuan rumah, kami pun duduk manis di sofa nyaman ruang tamu berukuran cukup luas itu. Tampak potret-potret keluarga di dinding dan meja hias.
Tak lama, Amiruddin yang sudah berganti pakaian bergabung bersama kami di ruang tamu. Perbincangan hangat langsung mengalir lagi.

Mulai dari masa muda Amiruddin hingga aktivitas organisasinya. Amiruddin mengisahkan bahwa dia sempat aktif di organisasi Pelajar Islam Indonesia. Ya, dulu sekali,, tahun 60-an.
“Saat itulah saya kali pertama kenal Pak Dahlan Iskan, Meneg BUMN sekarang. Beliau juga aktivis PII. Hingga kini persahabatan kami masih berlanjut,” beber Amiruddin.

Begitulah. Sejak dulu Amiruddin memang sudah gemar berorganisasi. Tak heran kini dia berkesempatan duduk di kursi tertinggi DPRD Medan. “Selain PPI, saya juga sempat aktif di beberapa organisasi pasca kemerdekaan,” sambun mantan Senior Manajer PT Telkom Sumbagut itu.
Yang namanya politisi, tentu saja perbincangan tak jauh-jauh dari ranah itu. Menurutnya, dunia politik ini rentan godaan. Maka, masa baik seperti Ramadan ini mesti dimanfaatkan maksimal. “Ya sebagai latihan pengendalian diri,” ucapnya.

Bahkan banyak yang bilang kalau politik itu kotor. Tapi soal ini, Amiruddin tak sependapat. “Yang kotor itu oknumnya. Politik itu seni. Ya dibedakanlah,” katanya.
Asyik berbincang, Tati memanggil untuk segera ke meja makan yang berada di tengah rumah. Kebetulan waktu memang segera imsak. Kami pun bergegas.

Di meja makan, hamparan makanan sudah tersaji. Ada belut goreng sambal, ayam gulai, kerupuk jangek, buah-buahan, hingga kolak pisang. Lengkap.
“Kalau urusan masak, ibu memang hobi. Jadi semua dimasak sendiri. Selain hobi ngurus rumah, masak juga jadi keahliannya,” puji Amiruddin. Dan tampakTati hanya tersenyum sambil mengiyakan.

Namun apa yang tersaji di meja makan tak selengkap anggota kelurga. Tahun ini merupakan tahun kedua Ramadan tanpa kehadiran anak-anak Amiruddin dan Tati. “Semua sudah menikah. Sudah punya hidup masing-masing. Kadang sedih juga tak ramai lagi seperti dulu. Tapi ya inilah kehidupan ya,” bilang Tati.

Hanya ada Amiruddin berdua dengan Tati, tapi di ujung meja ada anak seumuran jagung. “Nah kalau ini anak asuh kami. Selain punya lima anak kandung, kami juga mengasuh tiga anak. Ini salah satunya,” beber Amiruddin sambil mengelus rambut anak itu yang bernama Halim. “Dua lagi perempuan sudah SMA,” timpal Tati.

Sambil asyik makan sahur, tim bertanya apakah makanan kesukaan Amiruddin yang harus ada saat berbuka atau sahur? Yang menjawab Tati. “Kalau bapak sih gak rewel soal makan. Tidak ada yang aneh-aneh. Semua dimakan,” kata Tati.

Sudah menjadi Ketua DPRD Medan, tentu saja kesibukan Amiruddin meningkat drastis. Di usia yang tak bisa lagi dibilang muda (61) tentu kesehatan harus dijaga ekstra. Apa resepnya?
“Selain rutin olahraga berupa jalan kaki setiap sore, saya juga yakin benar dengan membaca Alquran hidup akan jadi lebih tentram dan sehat. Itu yang rutin saya lakukan sepanjang Ramadan dan Insya Allah di hari-hari lainnya,” terang Amiruddin.

“Di tengah kesibukan yang luar biasa, kita memang harus pandai-pandai menyelaraskan kerjaan dengan ibadah. Dan inilah saatnya, saat Ramadan tiba menjadi sarana berlatih lebih baik lagi,” sambungnya.

Apa imbauan kepada Masyarakat Medan dalam menjalankan ibadah bulan puasa? “Ini kebetulan waktu libur panjang bagi anak sekolah. Dengan begitu waktu mereka akan lebih banyak. Harusnya diisi oleh kegiatan positif, jangan malah membuat keonaran seperti main di jalan hingga main petasan. Saya harap orangtua mampu membimbing anak-anaknya agar berkegiatan positif,” tuntas Amiruddin.

Imsak yang kemudian disusul azan subuh menyudahi sahur bersama kami di kediaman Amiruddin. Di pagi yang masih pekat, Amiruddin lantas bergegas menuju mushala di komplek yang sudah menyerukan azan. (*)

Ingin Anak Lebih Islami

Rossa

Rossa
Rossa

Demi si buah hati jadi anak yang saleh, pintar mengaji, rajin shalat dan berbakti pada orangtua, Rossa memilihkan anaknya sekolah berbasis agama.

Ya, anak tunggalnya dari eks suami Yoyok ‘Padi’, Rizky Langit Ramadan, sekolah di Islamic School. Dan hasilnya mulai dia rasakan karena anaknya kini pintar baca surat-surat pendek di Al Quran.
“Dia sudah masuk SD Islamic School disana diajari puasa, sholat wajib tentunya, sholat dhuha juga,” kata Rossa, akhir pekan lalu.

Pemilik album The Best Of Rossa ini mengaku sudah mengajarkan ibadah puasa yang baik dan benar kepada anaknya tanpa memberinya pancingan seperti orangtua lain.
Ia menghindari pemberian rewards agar anak mau berpuasa dengan ikhlas karena Allah SWT dan bukan karena hadiah.

“Nggak ada bonus khusus. Aku juga nggak suka ada bonus-bonus gitu,” ucap Rossa.
Menurut penyanyi asli Sumedang, Jawa Barat ini, anaknya tipe kritis, banyak bertanya seputar agama khususnya puasa. Rossa pun memberikan jawaban yang bijak kepada anaknya terhadap permasalahan agama yang ditanyakannya.
Sebelumnya, Rossa juga mengungkapkan telah berbuka puasa bersama Yoyok di rumahnya, Kamis (26/7).

“Buka di rumah. Baru kemarin ketemu, serumah,” ungkap Rossa.
Namun diakui oleh pelantun Ku Menunggu ini, mulanya ia tak berencana berbuka puasa dengan Yoyok. Kebetulan, kata Rossa, ia dan Yoyok sedang memiliki waktu luang. Buka puasa bersama pun dilangsungkan oleh mereka.

Meski berstatus mantan suami dan baru keluar dari penjara karena kasus narkoba, Rossa masih menganggap Yoyok bagian dari keluarganya.

“Kita nggak ada rencana, kalau bisa ya (buka puasa bersama). Spontan lah. Tetap keluarga,” kata Rossa yang kabarnya lagi dekat dengan pengusaha ini.
Rossa dan Yoyok menikah pada 18 Maret 2004. 14 Juli 2009 mereka bercerai karena berbagai alasan. (ins/jpnn)

Maria Sharapova Masih Melaju

LONDON – Petenis putri Rusia, Maria Sharapova menandai debutnya di Olimpiade dengan meraih kemenangan mudah atas petenis Israel, Shahar Peer dalam dua set langsung, 6-2 dan 6-0, Senin (30/7/2012) dini hari WIB.

Pada pertandingan cabang olahraga tenis, Olimpiade 2012 yang digelar di Centre Court, Wimbledon, Sharapova bermain gemilang dan menikmati setiap menit dari penampilan perdananya di Olimpiade.

Petenis berusia 25 tahun ini memang tidak tampil pada Olimpiade Beijing 2008 karena mengalami cedera bahu. Pada kesempatan kali ini, Sharapova yang kini menempati peringkat ketiga dunia bertekad meraih medali emas Olimpiade.

Sementara itu, terjadi kejutan di pertandingan lainnya, ketika petenis putri papan atas, Agnieszka Radwanska harus tersingkir di babak pertama
setelah takluk dari Julia Goerges asal Jerman.

Radwanska kalah dalam pertarungan tiga set, 5-7, 7-6, dan 4-6 dari Goerges, yang bukan merupakan petenis unggulan. Sementara itu, pada laga selanjutnya, Sharapova menanti lawan antara petenis tuan rumah, Inggris Laura Robson atau Lucie Safarova dari Republik Ceko di babak 32 besar. (bbs/jpnn)

Ramadan, Listrik Tetap Padam

085276992xxx
Kepada Dirut PLN Yth. Mana janjimu yang mengatakan tak akan ada pemadaman listrik pada bulan Ramadan ini. Di daerah Jalan Tuamang Kelurahan Sidorejo Hilir Kecamatan Medan Tembung sudah dua hari berturut-turut padam, padahal tak ada hujan, petir atau trafo meledak. Tolong lah, ditindaklanjuti.

Segera Turun ke Lokasi
Sebelumnya kami mohon maaf atas padamnya listrik di kediaman saudara. Untuk memastikan penyebab padamnya listrik tersebut, tim PLN akan turun ke lokasi secepatnya. Terima kasih.

Raidir Sigalingging
Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Wilayah Sumut

Korut Raih Emas Pertama

LONDON – Seperti tak ingin kalah dari Korea Selatan, Korea Utara (Korut) menuntaskan emas pertamanya di Olimpiade London 2012. Hebatnya, tak lama kemudian Korut menambah dua medali lagi, satu emas dan satu lagi perunggu.

Emas pertama negeri Komunis di semenanjung Korea itu didapat dari arena Judo. Sebagaimana dikutip ChoSunIlBo, Senin (30/7/2012), An Kum-Ae yang tampil di final menghadapi pejudo Kuba di nomor putri 52kg, Yanet Bermony Acost, sukses mengunci posisi lawannya di matras hingga waktu yang ditentukan.

Raihan ini juga mengentaskan puasa emas Korut di cabang Judo yang sebelumnya bertahan selama 16 tahun. Kala itu di Olimpiade 1996, pejudo Korut terakhir yang memenangkan emas adalah Kye Sun-Hui – yang notabene pelatih An sekarang. An sendiri hanya memenangkan perak di Beijing 2008 silam.

Emas kedua Korut didapat dari cabang angkat besi. Pada nomor putra kategori 52 kg, Om Yun-Chol mengalungi emas kedua bagi negaranya, sementara Ryang Chun-Hwa di nomor putri 52 kg, mendapuk perunggu.

Dengan dua emas dan satu perunggu, Korut mendaki klasemen medali ke posisi enam. Di posisi puncak masih dikuasai China (6-4-2), Amerika Serikat di tempat kedua (3-5-3) dan Italia duduk di peringkat ketiga (2-3-2). (bbs/jpnn)

Biliar Sumut Optimis Raih Emas di PON Riau

MEDAN-Tekad dan latihan keras 8 atlet Biliar Sumut serta mengikuti semua nomor pertandingan menjadi dasar optimisme untuk meraih medali emas di PON XVIII/2012 Pekanbaru Riau pada 9-20 September 2012.

PON di Riau akan menjadi kali kedua atlet Biliar Sumut tampil di pentas olahraga tertinggi nasional tersebut.Sebelumnya pada 2008 di PON Kaltim, Sumut menyertakan 3 pebiliar dan berhasil meraih satu medali perunggu melalui M Fadly.

Tampil pertama kali di PON di era Salomo TR Pardede SE sebagai Ketua Umum Pengprov POBSI Sumut dan meraih medali perunggu merupakan prestasi yang patut dibanggakan.Kali ini di PON Riau, Sumut tidak hanaya sebagai kontestan biasa akan tetapi bertekad meraih medali emas.

Pelatih Kepala Biliar Sumut Fadil Nasution didampingi asisten Pelatih Akuang di sela-sela latihan di Puslat POBSI Sumut Jl Pattimura Medan,Senin (30/7) mengatakan optimisnya untuk meraih medali emas baik dari putra maupun putri, dua-duanya berpeluang,kata Fadil.

Fadil mengatakan, dasar optimisme Sumut sangat realistis, dimana dari 33 Propinsi yang akan tampil di PON nanti hanya tiga propinsi yang mengikuti semua nomor (12 nomor) yakni Sumut, DKI Jakarta dan Jateng.

“PON kali ini menjadi sejarah bagi Sumut dimana bisa mengikuti semua nomor.Sebanyak 8 pebiliar Sumut (putra-putri) yang lolos kejurnas Pra PON 2011 di Medan,saat ini berlatih keras setiap hari sesuai nomor masing-masing,” kata Fadil.

Sementara itu Akuang mengatakan ke-12 nomor yang akan diikuti tersebut adalah Pool Putra: 8 ball, 9 ball, 10 ball dan 9 double.Pool Putri:8 ball, 9 ball dan 9 double serta pool mix 10 ball.Divisi snooker:English biliard single,snooker double dan snooker single dan terakhir divisi caroom 3 causen.

Pembagian nomor untuk 8 pebiliar Sumut adalah M Fadly akan bertanding di nomor 8 ball single, 9 ball single, 10 ball single dan ganda campuran (mix) 10 ball (berpasangan dengan Lionnie Wattimena).

Freddy Stanza Purba akan bertanding di nomor 8 ball single, 10 ball single, 9 ball double.Harry Sitanggang di nomor 9 ball single dan 9 ball double.Rini Nasution di nomor 8 ball single putri, 9 ball single putri, dan 9 ball double putri.

Lionnie Wattimena akan turun di nomor 8 ball single putri, 9 ball single putri, 9 ball double putri dan 10 ball mix.Kemudian Jaka Kurniawan Ginting dan Marlando Sihombing tampil di nomor snooker single, snooker double dan english biliard. Untuk divisi caroom akan dimainkan Hotmaruli Simarmata. (jun)

Hardy Mulyono Pimpin PBVSI Sumut

MEDAN-Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumatera Utara, Hardy Molyono terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Propinsi  Persatuan Bola Voli Indonesia (Pengprov PBVSI), Sumatera Utara (Sumut) masa bakti 2012-2016. Hardy Mulyono dipilih melalui Musyawarah Propinsi Luar Biasa (Musprovlub), Sabtu (28/7) bertempat di Balai Rasa Sayang, Hotel Polonia Medan.

Mantan Sekretaris Umum Pengprov PBVSI Sumut periode 2011-2015, yang sekaligus sebagai Pimpinan Sidang Sementara Musprovlub, Marodjahan Batubara mengatakan bahwa pelaksanaan Musprovlub tersebut karena Ir Akbar Ali yang menjabat sebagai Ketua Umum periode 2011-2015, pindah tugas ke Mataram.

“Karena terjadi kekosongan pimpinan, kita laksanakan pemilihan ketua umum baru. Pemilihan ini diikuti 26 pengurus kabupaten/kota dari 30 pengurus kabupaten/kota yang terdata di PBVSI Sumatera Utara,” katanya kepada wartawan.

Dalam sambutannya, sesaat setelah terpilih, Hardy Mulyono, berjanji akan menggelar Kejuaraan Junior Bola Voli Junior se Sumut, yang akan dilaksanakan pada Minggu I Oktober 2012. Merespon keinginan ketua umum yang baru terpilih tersebut, Ketua Pengurus Kabupaten PBVSI Labuhan Batu, Freddy Simangunsong, langsung menyatakan kesediaannya sebagai tuan rumah.

“Kita bersedia sebagai tuan rumah untuk melaksanakan kejuaraan tersebut, dan kita harapkan seluruh kabupaten/kota mengirimkan atlitnya, dengan kriteria putra kelahiran 1993 dan putri kelahiran 1994,” kata Freddy.

Hardy Mulyono menambahkan, dimasa kepengurusannya ini, akan berupaya merangkul insan voli yang berkompeten untuk duduk dikepengurusan guna memajukan olah raga tersebut di Sumut.
“Ini sesuai dengan tugas yang kita terima bahwa dalam 30 hari ke depan, kepengurusan baru sudah harus terbentuk, karena tantangan PBVSI Sumut cukup berat, salah satunya menyetarakan atlit Sumut dengan Pulau Jawa. Optimisme ini didasari fakta di lapangan, bahwa terdapat 4-6 orang atlit Sumut yang berlaga setiap tahun di Pro Liga, sehingga tahun 2016, Sumut dapat lolos ke Pon XIX di Jawa Barat,” katanya.

Hardy Mulyono juga menyatakan, akan melanjutkan program kerja yang saat ini tengah berjalan, yakni, pelatda persiapan tim pelajar wilayah Sumut, yang dikelola Pengkab PBVSI Deliserdang di GOR Lubukpakam, yang diikuti masing-masing 25 atlit putra-putri tahun kelahiran 1995.

“Tim ini dipersiapkan untuk mengikuti Kejuaraan Pekan Olahraga Pelajar (POP) Wilayah yang akan berlangsung pada 4-10 Nopember 2012 di Medan. Target kita pada kejurnas ini memperoleh emas,” katanya. (ila)

Pecatur Sumut Latihan di Dua Tempat

MEDAN- Pecatur putra yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau, September nanti digenojot dengan pola latihan yang lebih bervariasi di Pemondokan Asrama Haji, Jalan AH Nasution, Medan.

Pelatih kepala tim catur Sumut Syaharuddin mengungkapkan hal itu kepada Sumut Pos, Senin (30/7). “Selain menggelar pola latihan yang bervariasi, kita juga menempa atlet di dua tempat yang berbeda. Selain di Asrama Haji, atlet catur juga berlatih di STMIK Mikroskil. Ini bertujuan untuk menghilangkan kejenuhan para atlet,” katanya.

Adapun pecatur yang akan memperkuat kotingen Sumut pada PON nanti adalah MF Pitra Andika, MF Hamdani Rudin, MN Binsar Marbun, MN Sukarnaedi dan Marihot Simanjuntak.

Dengan pola latihan yang diberikan, Syaharuddin yakin pecatur Sumut mampu meraih hasil terbaik. “Pada PON XVII/2008 di Kaltim, pecatur Sumut memperoleh satu medali emas melalui Yohannes Simbolon (alm) dan satu medali perunggu dari nomor beregu putra.

Dengan hasil itu kita berada di posisi keenam. Nah, pada PON mendatang kita menginginkan hasil yang lebih baik lagi,” katanya
Rencananya, selain menggenjot atlet di Asrama Haji dan kampus STMIK Mikroskil, para atlet juga akan melakukan serangkaian try ouit, baik di dalam negeri maupun internasional,” bilang Syaharuddin. (mag-10)

Wahidin Dominasi Seleksi Tim Sumut

MEDAN- Pada tahap pertama seleksi tim basket putri POPWIL I yang akan dihelat November mendatang untuk sementara didominasi pemain yang berstatus pelajar SMA Wahidin Medan.

Sekolah tersebut menyumbang tujuh dari duapuluh pemain yang terjaring dari hasil seleksi yang berlangsung Jumat (27/7) hingga Minggu (29/7) lalu di GOR Samudra Jalan Pancing, Medan.
Dari 20 pemain yang sudah dipilih, rencananya akan kembali diciutkan menjadi 12 pemain. Seluruh pemain akan langsung digenjot hingga gelaran Popwil I berlangsung.

Pelatih kepala tim basket Sumut Herijanto mengungkapkan hal tersebut kepada Sumut Pos, Senin (30/7).  “Sesuai target awal bahwa kita melakukan penjaringan untuk mendapatkan materi pemain mumpuni sehinga ke depan terbentuk sebuah tim basket yang tangguh,” bilang Harijanto.
Dikatakan, adapun yang telah lolos dalam seleksi awal itu adalah Meilawati, Titania, Lilis Suryani, Vanessa, Nelly Agsutina,  Fiin serta Jelita yang berasal dari SMA Wahidin Medan.

Sedangkan SMA Methodis 2 Medan diwakili Chyntia, Tiffany serta Charin. Betty, Mahalaksmi serta Felicia dari SMA Sutomo I  Medan, Siska dari SMK Putra Anda Binjai dan Poppy Oktaviani dari SMA Negeri 5. Sementara SMAN 7 Medan diwakili Nurul dari SMK Negeri 7 Medan, Zarah dari SMA Negeri 7 Medan, Asyfa Limbong dari SMA Negeri 1. Dhea dan Sarah dari SMA Negeri 2.

Selanjutnya pria yang pernah menjabat sebagai asisten pelatih tim basket putra pada PON 2008 lalu mengatakan bahwa untuk seleksi tahap kedua nanti pihaknya lebih menitikberatkan pada penguasaan teknik. (mag-10)