Home Blog Page 13182

Konsorsium Lepas Tangan

Hanya Bayar  Gaji 1 Bulan

MEDAN-Para pemain PSMS IPL semakin resah menanti gaji. Apalagi  konsorsium Mitra Bola Indonesia (MBI) yang diharapkan mengucurkan dana mulai mengibarkan bendera putih.

Konsorsium hanya akan membayarkan satu bulan gaji dan menyerahkan tanggung jawab pelunasan gaji tersebut kepada manajemen klub. Padahal gaji skuad PSMS IPL tertunggak tiga bulan. Ini juga berlaku untuk 8 klub lain. Lantas bagaimana dengan dua bulan lalu?

Gaji yang masih tertunggak akan diselesaikan dengan cara menyicil. Dana pembayaran tersebut nantinya berasal dari patungan antara PSSI, PT LPIS, manajemen klub, dan konsorsium MBI. Menanggapi hal tersebut, Chief Executive Officer (CEO) PSMS IPL, Freddy Hutabarat, mengaku belum mengetahui pasti kabar tersebut.
“Kami belum mendapat kabar pasti tentang kebenaran informasi tersebut. Selama itu belum menjadi keputusan resmi dari konsorsium, keabsahannya belum jelas,” ujar Freddy kemarin.

Menurut Freddy, pihaknya tidak akan menanyakan perihal tersebut kepada konsorsium MBI atau PSSI, selain menunggu surat dari pihak terkait tentang keabsahan kabar tersebut. “Kalau tidak ada kepastian dari pihak berwenang, kami tidak akan percaya kabar apapun, kecuali memang ada surat dari konsorsium yang menyatakan hal itu,” ujar Freddy lagi.

Menurut Freddy, pihaknya belum bisa mengomentari hal apapun. “Apa yang mau kami komentari? Sulit, karena kabar itu baru datang dari satu pihak, bukan konsorsium. Kalau memang itu dari pernyataan pihak terkait, barulah kami mengomentari,” beber mantan pemain PSMS era 80-an tersebut.

Belum dibayarnya gaji pemain PSMS Medan selama empat bulan, mengharuskan manajemen membayarkan lebih dari 1 miliar, belum lagi penunggakan beberapa fasilitas yang belum dibayarkan saat ini. Dari informasi yang diperoleh, PSMS butuh lebih dari 300 juta rupiah perbulan untuk biaya operasional plus pembayaran gaji pemain.

Namun Freddy mengakui, PSMS saat ini tidak memiliki dana yang cukup untuk melunasi gaji pemain yang mengalami keterlambatan. “Terus terang PSMS tidak punya dana untuk menyelesaikan gaji karena konsorsium yang bertanggungjawab. Dan terus terang, kami masih berharap gaji tersebut diselesaikan,” ungkapnya. (mag-18)

Tim PON Sepak bola Sumut Butuh Psikolog

MEDAN- Tim PON sepak bola Sumut terus menggelar persiapan untuk menghadapi PON XVIII. Pemusatan latihan digelar di PTPN IV Bah Jambi, Simalungun sudah hampir setahun. Namun kejenuhan tinggi kini tengah melanda tim besutan Rudi Saari itu.

Pelatih tim sepak bola PON Sumut, Rudi Saari ketika ditemui di Medan, Minggu (29/7) lalu mengakui skuadnya tengah berkurang motivasinya.

“Motivasi latihan pemain mulai berkurang. Mungkin karena persiapan yang sangat panjang, karena kita terus melakukan latihan lebih dari setahun. Kami sangat membutuhkan psikolog guna mengembalikan semangat pemain,” ujar Rudi Saari didampingi pelatih kiper Mardianto.

Psikolog tersebut sangat dibutuhkan, guna mengembalikan motivasi pemain. Seperti saat ia menangani PSMS di ISL 2008/2009, kehadiran psikolog dinilainya cukup berperan. “Bila psikolog ada, saya ingin setiap pemain berjumpa empat mata dengan psikolog tersebut, sehingga permasalahan mereka bisa teratasi,” ungkapnya.

Selain itu, tim sepak bola Sumut juga sangat membutuhkan ujicoba malam, karena pertandingan di PON 2012 nanti dua kali digelar pada malam hari. “Melawan Gorontalo (6/9)  dan Jawa Barat (8/9) akan main malam, sehingga kita juga perlu ujicoba pada malam hari,” katanya.

Namun, hingga kini Rudi Saari belum bisa memastikan kapan ujicoba malam hari itu digelar. Rudi ingin menggelar ujicoba dengan mantan pemain PSMS Medan yang saat ini sedang berada di Medan, namun lokasi pertandingan belum ada, karena Stadion Teladan sedang direnovasi.”Kita sedang mencari lapangan yang bisa dipakai malam hari,” pungkasnya.

Tim PON Sumut tergabung bersama  Gorontalo, Jabar dan Jatim di grup B. Laga akan digelar  Stadion Tuanku Tambusai Bangkinang, Kabupaten Kampar. (mag-18)

Balon Tolak Kampanye Hitam

MEDAN- Para bakal calon (balon) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) sepakat untuk tidak meladeni kampanye hitan (black campaign) yang cenderung menyesatkan dalam percaturan kompetisi menuju kursi Sumut 1.

Hal itu diungkapkan Chairuman Harahap, Gus Irawan Pasaribu, HT Erry Nuradi dan Kamaluddin Harahap, secara terpisah, kemarin. Mereka diminta komentarnya terkait pernyataan pengamat politik dari USU Prof Subhilhar dan Muryanto Amin.

Keduanya sepakat para balon rentan terkena black campaign, khususnya yang berpeluang besar menjadi Gubsu di Pilgubsu tahun depan.
HT Erry Nuradi mengatakan setiap pihak hendaknya mampu menjaga emosi dan tidak melakukan black campaign. “Harus mampu menjaga emosinya. Jangan melakukan aksi-aksi yang dapat memancing emosi atau   membuat suasana jadi keruh,” tegasnya.

Salah satu balon yang cukup berpeluang melaju di 2013, Gus Irawan, mengaku tak akan meladeni black campaign. Gus mengatakan black campaign dalam proses Pilgubsu harus dihindarkan karena bertentangan dengan etika politik dan tak sesuai norma-norma yang ada. “Sesungguhnya kita di Sumut harus mampu mendefinisikan politik dengan baik. Harus ada etika politik yang diterapkan,” katanya.

Gus mengatakan berpolitik bukan berarti menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Berpolitik, ujarnya, harus sesuai dengan etika dan fatsun yang ada. “Dalam Pilgubsu ini, black campaign langkah yang tak bagus dan tak sesuai etika politik. Saya katakan black campaign itu adalah perbuatan yang kejam. Apalagi jika dilakukan dalam bulan Ramadan. Seharusnya semua pihak bisa menahan diri,” jelasnya.

Kendati masih di tahap awal, Gus mengakui aroma black campaign sudah mulai menyeruak. Para balon Gubsu terlihat sudah mulai diterpa berbagai isu negatif dan cenderung menyudutkan.
“Saya alami sendiri beberapa waktu terakhir. Terasa sudah dimulai aksi black campaign itu. Tapi bagi saya, hal itu tak perlu dibalas. Saya bilang langkah itu keliru,” tegasnya.

Balon Gubsu Chairuman Harahap berpendapat black campaign yang cenderung memberikan informasi fitnah atau bohong harus dihindari. “Kalau informasi yang disebarkan itu fitnah atau bohong, tentu kami harus ditolak,” tegasnya. Hal senada dikemukakan balon lainnya yakni Kamaluddin Harahap. Kendati politik mengenal aksi agitasi dan provokasi, namun menurut dia, black campaign harus dijauhi.

“Ke depan hal-hal yang normatif dan sesuai dengan etika politik. Norma-norma yang ada harus dipatuhi dan dijalankan. Kalau ada informasi yang tidak fitnah dan mengandung fakta, silahkan saja. Tapi kalau itu bohong dan menyesatkan, jangan dilakukan, karena itu bertentangan dengan etika dan norma-norma politik,” tegasnya. (mea/rel)

Pertarungan Massa Ideologis versus Massa Etnis

Pengalaman Raden Muhammad Syafii Cawagub 2008 (2-habis)

Secara umum Pilgubsu 2013 mendatang tak jauh berbeda dengan Pilgubsu sebelumnya atau pilkada-pilkada lainnya.

DIA yakin metode merebut hati pemilih masih akan tetap sama. Spanduk, baliho, poster akan menghiasi setiap sudut kota. Kandidat ceramah di masjid-masjid dan tempat-tempat lainnya, termasuk sosialisasi di media. Partai-partai politik juga berlomba membuka pendaftaran. “Partai yang tidak punya suara juga tak mau ketinggalan membuka pendaftaran,” cetusnya.
Meski demikian, sisi positifnya menurut Romo, aktivitas-aktivitas itu justru akan mengedukasi masyarakat pemilih. “Setiap Pilkada seringkali  terjadi   seperti itu,” tambahnya.

Romo menganalisis jika Pilgubsu 2013 punya kemiripan dengan Pilgub DKI Jakarta. “Di DKI pada putaran kedua, akan bertarung antara Jokowi dan Fauzi Bowo alias Foke. Di Pilgubsu ini, kandidat terkuat mungkin datang dari Gatot Pujo Nugroho dan Gus Irawan atau sebut saja G dan G,” ucapnya. Belakangan ini, lanjutnya, mulai muncul trik-trik menjatuhkan para lawan dengan berbagai cara. Romo meyakini jurus-jurus membunuh karakter seseorang itu boleh jadi akan menaikkan popularitas bajak calon yang akan dijatuhkan. Tapi dia juga tak membantah hal sebaliknya bisa terjadi “Kalau jargon, visi, dan misi itu kewajiban semua.

Nah, ada joke yang menyatakan ‘pilkada’ kalau sudah jadi nanti akan lupa tapi lain dengan ‘Pil KB’ setelah lupa malah jadi,’’ katanya bergurau. Serangan-serangan yang dilancarkan dan relatif bisa menjatuhkan kredibilitas lawan akan marak nantinya. Kendati demikian, Romo berpendapat, sejauh ini manuver politik para balon belum ada yang menonjol. “Belum ada yang istimewa, masih seperti biasa-biasa saja,” katanya.

Berbicara soal peluang ‘G versus G’, dikatakan dia patut dicermati  persaingannya. Gatot Pujo Nugroho sudat bulat didukung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), seperti yang dikemukakan Presiden PKS saat hadir di acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PKS di Medan beberapa waktu lalu. Begitu pula Gus Irawan yang kemungkinan diusung Partai Golkar. ‘’Hanya saja koalisi ‘Syampurno’ yang mendukung Syamsul-Gatot di Pilgubsu 2008 silam, informasinya ada yang lari. Salah satunya Partai Bulan Bintang (PBB),’’ katanya.

Soal kemungkinan gus maju dari Partai Golkar, Romo melihat, kondisinya masih tersandung masalah internal di Golkar. Orang-orang Akbar Tanjung (AT) sudah banyak yang dibuang. ‘’AT pastinya ke Gus. Saya  dengar-dengar AT berpesan kepada Gus agar mencari pasangan dari etnis Jawa. Tapi tetap perkembangan politik ini masih dinamis sekali. Kecuali Gatot, semua balon belum punya perahu,” tukasnya.

Dalam perhelatan Pilgubsu 2013 nanti, Romo mengatakan, alur politik yang berjalan masih  menjurus pada politik-politik aliran, baik itu agama, suku, parpol dan sebagainya. Politik aliran yang mengarah kepada isu agama juga besar. Pada Pilgubsu 2008 silam memang sulit dimainkan karena kandidat yang bertarung mayoritas muslim. “Jadi tidak bisa dimobilisasi.

Contohnya di Pilwako Medan lalu saat pertarungan antara  Rahudman versus Sofyan Tan,” paparnya lagi. Untuk politik aliran partai di Pilgubsu 2008 silam, mobilisasi massa yang relatif tidak berkembang adalah pasangan nomor urut satu, yakni Ali Umri-Maratua Simanjuntak. Itu lantaran keduanya sama-sama kader Golkar.
‘’Pada Pilkada DKI saat ini seperti Foke-Nachrowi sama-sama dari Demokrat. Jadi massanya tidak berkembang,”  terangnya.

“Populasi etnis Jawa di Sumut mencapai 60 persen. Di luar itu ada nama-nama lain seperti AY Nasution, RE Nainggolan, Gus Irawan, Chairuman Harahap, dan Amri Tambunan. Meski ada kabar Demokrat masih pada kesepakatan mengutamakan kader yang mantan militer untuk maju di Pilgubsu,’’ dia menguatkan. (*)

Isu SARA Sulit Laku

JAKARTA- Tidak semestinya perbedaan menyangkut suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dijadikan isu kampanye pemilihan umum pada masyarakat pluralis seperti Medan. Selain itu, masyarakat yang berangkat dari beragam perbedaan semestinya pula tak akan mudah dipengaruhi oleh isu-isu SARA demi pemenangan salah satu pasangan calon.

“Berbagai gelombang Pilkada secara perlahan membentuk watak pluralis masyarakat,” ungkap Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI) Jeirry Sumampow, akhir pekan lalu. “Malah saya khawatir kampanye dengan isu SARA justru akan merugikan calon yang melakukannya,” lanjut Jeirry.

Menurut dia, penggunaan sentimen SARA untuk kepentingan mendapatkan simpati dan dukungan rakyat merupakan cara yang tak beradab. Cara kotor seperti itu sudah sangat dimengerti oleh rakyat pemilih, dan karena itu malah akan menjadi bumerang bagi calon yang melakukannya.
“Sangat sulit untuk mengubah pilihan rakyat. Pilihan rakyat jauh lebih kuat dibandingkan dengan sentimen-sentimen agama dan etnis,” ujar Jeirry.

Sementara itu, kampanye hitam dengan berbekal isu mengenai suku, agama, ras, dan golongan diakui senantiasa mewarnai setiap perhelatan Pilkada.
Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Pawaslu) Sumut, David Susanto, mengatakan bahwa dilarang keras melakukan fitnah, menghasut, dan menghina seseorang terkait masalah SARA. “Itu ada undang-undangnya. Jadi tak bisa menjatuhkan lawan dengan cara-cara seperti itu,” kata David, kemarin, di Medan.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Pasal 78 huruf (b), dalam kampanye dilarang menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, dan calon kepala daerah atau wakil kepala daerah atau partai politik. Pada Pasal 116 ayat 2, dijelaskan bahwa bagi tiap orang yang dengan sengaja melanggar ketentuan larangan pelaksanaan kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 78 huruf (b), maka akan diancam dengan pidana penjara paling singkat tiga bulan atau paling lama 18 bulan dan atau denda paling sedikit Rp 600.000 dan paling banyak Rp 6.000.000.  (sam/rud)

Dynamo Pinjam Taiwo

DYNAMO Kiev lumayan sibuk di bursa transfer musim panas ini. Sudah lima pemain yang bergabung dengan klub asal ibu kota Ukraina tersebut. Yakni, kuartet gelandang masing-masing Miguel Veloso dari Genoa, Niko Kranjcar (Tottenham Hotspur), Andriy Bohdanov (Arsenal Kiev), Raffael (Hertha Berlin). Juga striker Argentina yang datang dari Villarreal, Marco Ruben.

Namun, nama-nama tersebut belum membuat pelatih Dynamo Yuri Semin berpuas diri. Semin dikabarkan juga menginginkan bek kiri AC Milan berkebangsaan Nigeria, Taye Taiwo. Tapi, bukan transfer permanen, melainkan pinjaman.

Untuk meminjam Taiwo selama semusim, Dynamo dikabarkan mengeluarkan dana EUR 500 ribu (Rp5,8 miliar). Sedangkan apabila ingin mematenkan kontrak pemain 27 tahun tersebut, bujet yang dibutuhkan adalah EUR 2 juta atau lebih dari Rp23 miliar.

Seperti dilansir media Italia dan Ukraina kemarin, Taiwo telah tiba di Kiev untuk menjalani tes medis dan hanya menunggu waktu untuk diperkenalkan sebagai pemain baru Dynamo. Jika segalanya berjalan lancar, berarti untuk kali kedua Taiwo dipinjamkan Milan sejak bergabung tahun lalu. Di musim lalu, mantan pemain Olympique Marseille itu dipinjamkan ke Queens Park Rangers selama paro kedua kompetisi.

Sementara bagi Dynamo, keberadaan Taiwo sangat penting karena untuk sektor bek kiri mereka hanya memiliki Goran Popov. Tapi, Popov tengah bermasalah dengan kebugaraan saat ini sehingga Semin terpaksa menggeser bek tengah asal Brasil, Betao, bermain lebih melebar.
“Kami memang membutuhkan tambahan pemain di sektor belakang,” kata Semin di situs resmi klub. (dns/jpnn)

White Blues Sudah Panas

Dynamo Kiev v Feyenoord

KIEV – Olympic Stadium di Kiev telah sukses menghelat partai final Euro 2012 (1/7). Nah, dini hari nanti WIB, stadion berkapasitas lebih dari 70 ribu penonton tersebut juga diharapkan Dynamo Kiev. Yakni, kala klub raksasa Ukraina itu memulai kiprahnya di Liga Champions musim ini.

Dynamo akan menerima kunjungan Feyenoord Rotterdam dalam leg pertama kualifikasi ketiga (kualifikasi akhir). Feyenoord bukan tim yang bisa dianggap remeh mengingat klub asal Belanda tersebut pernah mengangkat trofi juara pada edisi 1970.

Kali terakhir kedua tim berhadapan adalah di fase grup satu dekade lalu (2002-2003). Kala itu, Dynamo berhasil menahan imbang tanpa gol Feyenoord tanpa gol di Belanda lalu menang 2-0 di Kiev. Apakah situasinya akan kembali terulang kali ini?

“Kami harus menang karena bermain di kandang sendiri dan ini adalah laga pertama kami di Liga Champions setelah dua tahun,” kata Taras Mykhalik, kapten Dynamo, seperti dilansir di situs resmi klub.

“Kami juga tidak ingin mengulang kesalahan musim lalu,” sambung defender timnas Ukraina tersebut.
Ya, di musim lalu, Dynamo juga mengawali Liga Champions di kualifikasi ketiga, tapi kandas. White Blues – sebutan Dynamo – kalah agregat 1-4 dari klub Rusia Rubin Kazan. “Biang kegagalan adalah karena kami kalah di kandang sendiri (0-2 dalam leg pertama, Red),” tutur Mykhalik.

Namun, seiring Dynamo sudah memanasi mesin musim ini di liga domestik, sepertinya, sulit bagi Feyenoord mencuri angka di Kiev. Dynamo telah memainkan tiga laga di Liga Primer Ukraina dengan hasil sempurna. Gawang Dynamo juga baru kebobolan satu gol sekalipun dikawal kiper kedua Maksym Koval (kiper utama Oleksandr Shovkovskiy) masih cedera.

Di kubu tamu, Feyenoord melawat ke Ukraina dengan diiringi kabar negatif. Salah satu pemain andalannya, Ron Vlaar, hengkang. Defender 27 tahun yang memperkuat Belanda di Euro 2012 itu hengkang ke Aston Villa. Vlaar telah membela Feyenoord selama enam musim terakhir.

Meski begitu, pelatih Feyenoord Ronald Koeman percaya diri dengan skuadnya saat ini. Skuad Feyenoord memang banyak didominasi pemain muda, bahkan termuda dibandingkan klub Eredivisie lainnya musim ini (usia rata-rata 22,6 tahun). Kapten tim Stefan de Vrij bahkan berusia 20 tahun.

“Kecuali kehilangan Ron (Vlaar), skuad kami tidak banyak mengalami perubahan dan skuad inilah yang membuat kami finis kedua di liga (Eredivisie) musim lalu,” kata Koeman seperti dilansir Voetbal International.

Koeman juga memberi sinyal akan tetap mempertahankan skema menyerang 4-3-3 sekalipun bermain di kandang lawan. “Kami memiliki banyak pemain berkarakter ofensif dan kami akan memaksimalkannya,” tutur mantan pelatih Ajax Amsterdam, PSV Eindhoven, Valencia, dan Benfica itu. (dns/jpnn)

CSR Asian Agri Fokus Pembangunan Berkelanjutan

MEDAN- Dalam menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR), Asian Agri fokus pada kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan khususnya core business.
Demikian disampaikan Rafmen Head CSR Asian Agri di sela-sela buka puasa bersama insan Pers Sumut di Gedung Uniland, Jumat (27/7) lalu.

Dia menjelaskan Asian Agri yang bergerak dalam bidang perkelapasawitan akan sangat ideal jika tetap berada di jalan tersebut. Keberhasilan dalam membangun kebun plasma generasi I perlu dilanjutkan. Kurang lebih dari 29.000 KK petani plasma dan KKPA (setara dengan 60.000 hektar) yang dibina oleh Asian Agri harus tetap menikmati indahnya bermitra.

Program ini juga kata Rafmen berlanjut dengan melakukan pembinaan terhadap petani swadaya khususnya yang berada di sekitar kebun Asian Agri. Hal ini diwujudkan dalam pembinaan pengelolaan tanaman, cara panen sawit yang baik hingga membantu persoalan infrastruktur jalan dari kebun menuju pabrik.

Dengan demikin sebut Rafmen diharapkan pendapatan petani swadaya akan meningkat dari pendapatan sebelumnya. “Inilah fungsi pembinaan yang kami lakukan terhadap petani swadaya. Ini semua sudah berjalan dan hasilnya pendapatan petani meningkat dari biasanya. Terhindar dari tengkulak dan dapat merawat tanaman sawit sesuai dengan standar tanaman,” kata Rafmen.
Dalam pelaksanaannya juga, para petani swadaya ini tergabung dalam kelompok petani dan bahkan ada juga kelompok petani tersebut yang melakukan studi banding ke kebun plasma milik Asian Agri.

Selain itu tambah Rafmen dalam upaya pelaksanaan CSR ini, Asian Agri juga memberikan bantuan ternak sapi bergulir kepada masyarakat yang dimulai tanggal 8 Mei 2008 lalu, dengan jumlah 30 orang. Bahkan hasilnya saat ini sudah mencapai 961 ekor dengan penerima bantuan 37 kelompok petani peternak dengan jumlah anggota 273 orang.

Program integrasi sapi dengan kelapa sawit ini bukan hanya untuk menambah income selain sawit, tetapi tidak kalah pentingnya lagi adalah sebagai penghasil pupuk organik, baik padat maupun bio urine. Selain itu dihasilkan juga bio gas untuk menghidupkan kompor.

Rafmen melanjutkan di bidang pendidikan, Asian Agri bersama dengan Tanoto Foundation  juga melakukan program pelita pendidikan, pelatihan guru mandiri, pelita pustaka, sekolah asri, perbaikan ruang kelas, perpustakaan, sanitasi sekolah dan mengajar muatan lokal untuk siswa SMA khususnya mata pelajaran kelapa sawit.Demikian halnya juga dibidang kesehatan semisal pembangunan Poliklinik Desa (Polindes), pelatihan kader Posyandu, dan bantuan alat kesehatan. (dra)

PNBK Tunggu Pinangan Balon

JAKARTA – Tidak seperti halnya partai-partai besar yang sudah sibuk, partai-partai gurem masih adem-adem saja menjelang pelaksanaan pilgub Sumut 2013 mendatang. Partai Nasional Banteng Kerakyatan (PNBK) Indonesia, misalnya. Hingga saat ini, partai pimpinan Erros Djarot itu belum membahas nama yang akan diusung sebagai cagub/cawagubsu.

“Soal Pilgubsu kami belum rapatkan di internal partai,” ujar Ketua Umum Partai Nasional Banteng Kerakyatan (PNBK) Indonesia, Erros Djarot, kepada koran ini di Jakarta, kemarin (30/7). Partai-partai gurem, dalam pelaksanaan Pilkada biasanya menunggu ‘dipinang’ kandidat. Para kandidat terutama yang tidak diusung partai-partai besar  akan minta dukungan DPP partai-partai gurem. Ini agar syarat dukungan pencalonan bisa terpenuhi.

Apakah sudah ada kandidat cagub Sumut yang mendatangi PNBK Indonesia untuk minta dukungan? Erros mengaku tak tahu persis. Alasannya, kebijakan pencalonan gubernur-wakil gubernur diserahkan ke pengurus DPD PNBK Indonesia yang ada di tingkat provinsi.

“Jadi tidak seperti PDIP, Golkar, atau sejumlah partai lain, PNBK Indonesia menyerahkan sepenuhnya masalah pencalonan kepada pengurus daerah. Kalau pilpres, baru saya,” ujar Erros.
Dijelaksan, kebijakan desentralisasi kewenangan memutuskan calon yang akan diusung kepada pengurus partai di daerah, lanjutnya, semata-mata karena pengurus  daerah lah yang lebih tahu peta politik di tingkat lokal. “Juga pemberian otoritas itu kepada daerah, supaya daerah dewasa, tidak selalu menunggu pusat,” cetus pria dengan ciri khas berkumis tebal itu.

Meski begitu, saat ditanya kebijakan umum DPP PNBK Indonesia dalam hal pengusungan calon di pemilukada, Erros menyebut calon yang mendapat dukungan dari rakyat. (sam)

Chairuman Kritik Pembangunan Sumut

MEDAN- Anggota DPR RI Chairuman Harahap mengkritik konsep pembangunan di Sumut terkesan lamban dibanding daerah lain, sehingga warga berpenduduk 13 juta jiwa ini tidak mendapatkan hak-haknya secara maksimal. “Saya selalu amati dari Jakarta, bahwa saya melihat konsep pembangunan di Sumut lambat. Karenanya perlu dicari solusi dan dikaji sebuah konsep yang lebih baik di masa mendatang,” ujar Chairuman di Masjid Perjuangan 45 Jalan Prof H M Yamin SH, Medan, akhir pekan lalu.

Menurut balon Gubsu Partai Golkar ini, sebagai wakil rakyat di Senayan dari Sumut, dia selalu berdialog dan berdiskusi bagaimana mencari strategi agar pertumbuhan ekonomi Sumut lebih baik dari tahun ke tahun. “Kami berharap di masa mendatang Sumut bisa memacu pembangunan,” ujar mantan Kajatisu ini.

Chairuman mengapresiasi Masjid Perjuangan 45 yang menjadi tonggak perjuangan umat Islam di era kemerdekaan. “Saya cukup lama di Medan, terutama di sekitar Jalan Serdang ini. Jadi saya tahu betul perjuangan umat Islam yang punya semangat juang untuk merebut kemerdekaan.

ikatakan dia, mereka tak segan-segan angkat senjata membela bangsa ini. Masa revolusi fisik di Medan Area pada 1945 menjadi tonggak bersejarah membebaskan negeri ini dari penjajahan. “Saya berpendapat kemakmuran yang dirasakan bangsa ini adalah bagian dari kemakmuran umat,” tukasnya. (ton/rel)