Home Blog Page 13188

Karang Taruna Medan Gelar Pasar Murah

MEDAN-Pemko Medan menyambut baik dan menyampaikan apresiasi atas dibukanya Pasar Murah Ramadhan Karang Taruna Kota Medan Tahun 2012 yang digelar di Lapangan Gajah Mada Jalan Krakatau Medan.

“Saya berharap niat baik serta gagasan yang dilaksanakan Karang Taruna Kota Medan ini dapat menjadi contoh untuk kita semua,” kata Wali Kota Medan diwakili Sekda Ir Syaiful Bahri ketika membuka Pasar Murah Ramadan Karang Taruna Kota Medan Tahun 2012, Minggu (29/7) malam.

Dijelaskan Sekda, pasar murah sesungguhnya tidak hanya terkait dengan fenomena kebutuhan ekonomi, tapi juga terkait dengan tradisi dan budaya yang berkembang dalam masyarakat. “Untuk itu pasar murah yang dibuka ini, kita harapkan dapat memfasilitasi semua kebutuhan masyarakat, baik selama bulan Ramadan maupun dalam rangka menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1433 H, terutama bagi warga sekitar,” kata Wali Kota Medan diwakili Sekda Ir Syaiful Bahri ketika membuka Pasar Murah Ranmadan Karang Taruna Kota Medan Tahun 2012 di Lapangan Gajah Mada Jalan Krakatau Medan, Minggu (29/7) malam.

Sementara itu Ketua Karang Taruna Kota Medan Zultaufik Nasution menjelaskan, dengan dibukanya pasar murah ini, Karang Taruna berhasil mempekerjakan sekitar 200 tenaga kerja.  umlah stan UMKM yang merupakan hasil binaan Karang Taruna sebanyak 80 stand.  (gus)

Tagihan tak Sesuai Pemakaian

083198913xxx
Kepada Yth Bapak Dirut PLN. Kami warga Perumnas Mandala melaporkan PLN Cabang Perumnas Mandala yang menagih tagihan PLN tidak sesuai dengan pemakaian. Oleh karena itu kami minta kepada pihak PLN supaya memecat Pimpinan PLN Cabang Perumnas Mandala. Kalau tidak kami akan demo. Terima kasih.

Beralih ke Listrik Prabayar
Terima kasih untuk informasinya dan akan kami tindak lanjuti. Kami memberikan saran, sebaiknya saudara pindah ke listrik prabayar yang memberikan banyak keuntungan. Seperti, pelanggan lebih mudah mengendalikan pemakaian listrik. Melalui meter elektronik prabayar pelanggan dapat memantau pemakaian listrik sehari-hari dan setiap saat. Di meter tersebut tertera angka sisa pemakaian KWH terakhir. Bila dirasa boros, pelanggan dapat mengerem pemakaian listriknya.

Kemudian, pemakaian listrik dapat disesuaikan dengan anggaran belanja. Dengan nilai pulsa listrik (voucher) bervariasi mulai Rp20 ribu hingga Rp1 juta, memberikan keleluasaan bagi pelanggan dalam membeli listrik sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan atau lebih terkontrol dalam mengatur anggaran belanja keluarga. Keuntungan lainnya, tidak akan terkena biaya keterlambatan. Tidak ada lagi biaya tambahan bayar listrik dikarenakan terbebani biaya keterlambatan akibat lupa bayar tagihan listrik.

Raidir Sigalingging
Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Wilayah Sumut

PLN Hanya Umbar Janji

081533323xxx
PLN hanya mengumbar janji. Katanya tak akan ada pemadaman listrik pada bulan Ramadan ini. Di daerah Jalan M Yakub Lingkungan 9 Kelurahan Sei Kerah Hilir 2 Kecamatan Medan Perjuangan sudah tiga hari berturut-turut padam pada siang hari. Mau bersiap memasak makanan buka puasa pun sulit jadinya.

Trafo akan Dicek
Kami dari PT PLN meminta maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan pemadaman listrik yang terjadi di kediaman suadara. Untuk itu kami akan melakukan pengecekan kembali trafo listrik di jaringan tempat tinggal saudara. Terima kasih.

Raidir Sigalingging
Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Wilayah Sumut

PLN tak Becus

085276308xxx
Tolong dong PLN kerja yang becus. Orang lagi salat Tarawih lampu kok dimatiin. Dasar PLN nggak punya etika. Padahal sudah janji selama bulan Ramadan jamin nggak akan matikan lampu. Sekarang apa? Tiga kali dalam sehari lampu padam, dasar tukang tipu.

Informasi Kurang Lengkap
Kami mohon maaf sebesar-besarnya karena ibadah salat Tarawih jadi terganggu. Kami mohon agar saudara menyertakan alamat lengkap agar kami bisa mengecek ke lokasi atau bisa menghubungi call center 123 (pakai telepon rumah). Terima kasih.

Raidir Sigalingging
Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Wilayah Sumut

Listrik Pintar Pilihan Orang Pintar

Inilah inovasi terkini dari layanan PLN yang lebih menjanjikan Kemudahan, Kebebasan dan Kenyamanan bagi pelanggannya : Listrik Pintar – Solusi isi ulang dari PLN ! Dengan listrik pintar, setiap pelanggan bisa mengendalikan sendiri penggunaan listriknya sesuai kebutuhan dan kemampuannya.

Seperti halnya pulsa isi ulang pada telepon seluler, maka pada sistem listrik pintar, pelanggan juga terlebih dahulu membeli pulsa (voucher/token listrik isi ulang) yang terdiri dari 20 digit nomor yang bisa diperoleh melalui gerai ATM sejumlah bank atau melalui loket-loket pembayaran tagihan listrik online.

Lalu, 20 digit nomor token tadi dimasukkan (diinput) ke dalam kWh Meter khusus yang disebut dengan Meter Prabayar (MPB) dengan bantuan keypad yang sudah tersedia di MPB.
Nantinya, lewat layar yang ada di MPB akan tersajikan sejumlah informasi penting yang langsung bisa diketahui dan dibaca oleh pelanggan terkait dengan penggunaan listriknya, seperti :

• Informasi jumlah energi listrik (kWH) yang dimasukkan (diinput).
• Jumlah energi listrik (kWH)) yang sudah terpakai selama ini
• Jumlah energi listrik yang sedang terpakai saat ini (real time).
• Jumlah energi listrik yang masih tersisa. Jika energi listrik yang tersimpan di MPB sudah hampir habis, maka MPB akan memberikan sinyal awal agar segera dilakukan pengisian ulang.

Keuntungannya:  
*Pelanggan lebih mudah
mengendalikan pemakaian listrik.
Melalui meter elektronik prabayar pelanggan dapat memantau pemakaian listrik sehari-hari dan setiap saat. Di meter tersebut tertera angka sisa pemakaian kWh terakhir. Bila dirasa boros, pelanggan dapat mengerem pemakaian listriknya.

*Pemakaian listrik dapat disesuaikan dengan anggaran belanja.
Dengan nilai Pulsa Listrik (voucher) bervariasi mulai Rp 20.000,0 s.d. Rp 1.000.000,- memberikan keleluasaan bagi pelanggan dalam membeli listrik sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan (lebih terkontrol dalam mengatur anggaran belanja keluarga).

*Tidak akan terkena biaya keterlambatan
Tidak ada lagi biaya tambahan bayar listrik dikarenakan terbebani biaya keterlambatan akibat lupa bayar tagihan listrik.

*Privasi lebih terjaga
Untuk pelanggan yang menginginkan kenyamanan lebih, dengan menggunakan Listrik Pintar tidak perlu menunggu dan membukakan pintu untuk petugas pencatatan meter karena meter prabayar secara otomatis mencatat pemakaian listrik anda (akurat dan tidak ada kesalahan pencatatan meter).

*Jaringan luas pembelian listrik isi ulang
Saat ini pembelian Pulsa Listrik (voucher) Pintar sudah bisa didapatkan di lebih dari 30.000 ATM di seluruh Indonesia. Selain itu bisa juga didapatkan di loket pembayaran listrik online.

*Tepat digunakan bagi Anda yang memiliki usaha rumah kontrakan atau kamar sewa (kos).
Sebagai pemilik rumah atau kamar sewa, Anda tidak perlu khawatir lagi dengan tagihan listrik yang tidak dibayar oleh penghuni rumah kontrakan karena pemakaian listrik sudah menjadi tanggung jawab dan sudah disesuaikan dengan kebutuhan penyewa. Dengan demikian, pelanggan secara real time, setiap saat, kapan saja dapat mengetahui secara persis penggunaan listrik di rumah. Jadi, kendali penggunaan listrik sungguh ditangan Anda! (*)

Polisi Amankan 13,5 Kg Ganja

MEDAN- Sat Narkoba Polresta Medan mengamankan 13,5 kg ganja kering dari tiga tersangka masing-masing Herman alias Benua (33), warga Desa Kota Lintang, Blang Kejeren, Gayo Lues, NAD, Taufik Abdillah Nasution alias Taufik (29), Jalan Medan Sinembah Pasar XV, Tanjung Morawa, Deliserdang dan Tri Suhendra alias Hendra (34), warga Jalan Medan Sinembah Pasar XV, Tanjung Morawa, Deliserdang, di Jalan Medan Sinembah Pasar XV, Tanjungmorawa, Deliserdang, Minggu (29/7) malam. Pengakuan Taufik Abdillah alias Taufik, dirinya hanya sebagai kurir.

“Ganja itu bukan punya saya tapi punya Herman alias Benua dan saya hanya mencari pembeli saja. Saya hanya mendapatkan komisi Rp200.000 dari setiap penjualan 1 kg ganja kering. Ganja itu punya Herman alias Benua dan dibawanya dari Aceh langsung untuk dijual di Medan,” ujarnya.

Herman alias Benua mengaku, ganja tersebut dibawa dari Aceh dengan menumpang bus. Dijelaskannya, dia membawa ganja tersebut berdasarkan permintaan dari pembeli yang ada di Medan.  “Ganja itu saya jual dengan perantara kurir yang ada di Medan dan saya mendapatkan keuntungan Rp500.000 per kilonya,” ucapnya.

Kasat Narkoba Polresta Medan, Kompol Dony Alexander SIK yang didampingi Kanit Idik I Narkoba Polresta Medan, AKP Zufri Siregar SH mengaku, ketiganya dijerat dengan pasal 112 subsider pasal 114 UU RI No 35 tahun 2009  dengan ancaman hukuman minimal 12 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.

Ibu-ibu Ditangkap Bawa Sabu
Seorang ibu rumah tangga, Putri Intan Sari Nainggolan (23), warga Jalan Garuda, Medan Denai, ditangkap petugas Subdit III Direktorat Reserse Narkoba (Ditres Narkoba) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu). Dia ditangkap Kamis (26/7) lalu, di Jalan Denai. Dari tangannya petugas menyita barang bukti sabu-sabu seberat 0,29 gram.

Kasubdit III Dit Res Narkoba Poldasu, AKBP OR Saragih mengatakan, Putri ditangkap saat petugas yang menyamar jadi pembeli. (jon/mag-12)

KPK Bidik Unimed

Klarifikasi Proyek Senilai Rp139 Miliar

Dua orang mahasiswi sedang melintas  depan kampus Unimed.//sumut pos
Dua orang mahasiswi sedang melintas di depan kampus Unimed.//sumut pos

MEDAN-Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) turun ke Medan. Mereka membidik Universitas Negeri Medan terkait penyelewengan proyek senilai Rp139 miliar lebih.

Buktinya, pada Rabu (24/7) lalu, tiga petugas dari KPK datang ke universitas yang sebelumnya bernama Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Medan tersebut. Kehadiran merekadalam rangka melakukan klarifikasi terkait laporan mahasiswa yang diterima KPK.

Laporan mahasiswa yang diterima KPK tersebut menyebutkan adanya sejumlah proyek di Unimed yang diindikasikan terjadi penyelewengan hingga mengarah ke dugaan tindak pidana korupsi.

Kedatangan tiga orang dari KPK tersebut dibenarkan Pembantu Rektor (Purek) II Unimed, Khairul Azmi yang dikonfirmasi Sumut Posn
Kamis (26/7) malam, sekira pukul 21.30 WIB.

“Benar dan saya tidak menutup-nutupi. Lebih baik jujur daripada berbohong. Waktu itu, yang dari KPK ada tiga orang. Semuanya laki-laki, lengkap dengan tanda pengenal dan sebagainya. Diterima di lantai dua Gedung Rektorat Unimed. Dalam rangka klarifikasi, seperti dalam laporan mahasiswa,” kata Khairul.

Dia pun menjelaskan ada beberapa orang yang dimintai keterangan oleh petugas KPK itu. “Ada lima orang yang dimintai klarifikasi dan yang diminta KPK diberikan. Saat itu, saya lagi di Bogor. Saya tahu karena saat itu saya juga terus berkomunikasi ke Medan,” jelasnya.

Meski begitu, Khairul membantah keras ketika Unimed dianggap melakukan tindak pidana korupsi. “Apa berarti kalau KPK datang menjadi kiamat. Kalau untuk citra Unimed, memang benar. Tapi, saya membantah keras jika langsung dituding ada korupsi dan sebagainya. Adanya korupsi itu jika ditemukan kerugian negara. Siapa yang menentukan adanya kerugian negara? Apakah sudah ada auditor yang menyatakan adanya kerugian negara? Artinya, jangan menzalimi orang dan sebagainya,” tegas Khairul.

Pria berbadan tambun yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum (Sekum) Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Sumut tersebut, juga mengaku jika dia dan Rektor Unimed Ibnu Hajar tidak dimintai klarifikasi oleh KPK. “Saya dan rektor tidak ada dimintai keterangan,” cetusnya.
Dikemukakannya, semua pengerjaan sejumlah proyek di Unimed, seperti pembangunan laboratorium di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) serta di Fakultas Olah Raga, termasuk gedung perpustakaan Unimed telah sesuai prosedur.

“Semuanya ada anggaran Rp139 miliar, dan semua sudah selesai dikerjakan termasuk gedung perpustakaan. Itu di tahun 2011. Dari APBD 2011 juga. Kok mudah sekali menilai dan menjustifikasi korupsi. Kalau KPK datang, saya akui. Tapi belum tentu korupsi,” jelasnya lagi.

Berlawanan dengan Data LHP BPK

Beberapa tudingan penyelewengan megaproyek itu mengarah pada Khairul dan sang rektor, Ibnu Hajar. Menyikapi itu, Khairul mengaku tidak tahu mengapa begitu. “Kalau saya mungkin bisa saja karena saya yang ditugasi dalam hal ini. Wajar arah tudingan yang ada kepada saya. Kalau ke rektor, saya tidak tahu. Rektor Ibnu Hajar baru menjabat Mei 2011. Dan perencanaan ini sudah sejak 2010 lalu saat masih rektor lama (Syawal Gultom, Red),” ungkapnya sembari berulang kali menyebut, persoalan tersebut dimainkan oleh orang yang hanya berlandaskan kepentingan semata.
Ketika kembali disinggung apakah ada potensi keterlibatan Rektor Ibnu Hajar dalam kasus tersebut setelah adanya upaya klarifikasi yang dilakukan KPK, Khairul mengaku tidak tahu.

“Saya tidak tahu soal itu dan tidak ingin berandai-andai,” tegasnya sambil menyatakan proyek-proyek di Unimed sudah sesuai prosedur yang ada.
Pengakuan Khairul berlawanan dengan data Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2011, yang diperoleh Sumut Pos.
Dalam lampiran 32 LHP BPK tahun 2011, tentang realisasi belanja hibah dan bantuan sosial Biro Bina Kemasyarakatan Dan Sosial TA 2011 yang tidak dilengkapi dengan pertanggungjawaban penerima dana, Unimed merupakan institusi atau lembaga ke-100 di bawah lembaga-lembaga lainnya.
Di situ tertera, inisial Prof Dr IH, M.Si, sumber dana APBD 2011, nomor berkas 635, jumlah Rp9 miliar, kolom pertanggungjawaban disilang, alamat Jalan Willem Iskandar Pasar V, Medan Estate, No.1589.(ari)

[table caption=”Anggaran di Unimed yang Diklarifikasi” th=”1″]
Gedung perpustakaan               ,                  Rp80 miliar
Pengadaan peralatan laboratorium FMIPA dan ilmu Keolahragaan         ,    Rp40 miliar
Pengadaan sarana dan prasarana TIK                       ,  Rp18 miliar
Bantuan Pemprov Sumut untuk kegiatan IMT GT (pembangunan tiga serangkai)    , Rp1,8 miliar
Jumlah                                 ,       Rp139,8 miliar

Data Olahan Sumut Pos

Istri Gatot Diperiksa Awal Pekan Depan

Neman Sitepu Resmi Ditahan

MEDAN- Neman Sitepu (NS), Pejabat sementara (Pjs) Kepala Bagian (Kabag) Rumah Tangga Biro Umum Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Setda Pemprovsu), resmi ditahan.

Neman Sitepu ditahan penyidik Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu), Jumat (27/7) sore.

Neman ditahan usai diperiksa sekitar 7 jam lebih atau dari 09.30 hingga 16.50 WIB. Dalam agenda pemeriksaan kedua tersebut, Neman didampingi pengacaranya Ramli Sembiring SH. Sebelum dijebloskan ke Direktorat Tahanan dan Titipan (Dit Tahti) Poldasu, kesehatan Neman terlebih dahulu diperiksa ke Bidang Kesehatan dan Kedokteran (Bidokkes).

Neman yang mengenakan batik hijau dan celana hitam diboyong ke Biddokes Polda Sumut untuk diperiksa kesehatannya. Sambil menenteng plastik putih berisi obat-obatan di tangan kirinya, Neman tersenyum simpul saat sejumlah wartawan mengambil gambarnya. Sekitar 15 menit berada di dalam Gedung Biddokes, penyidik membawa Neman menuju Gedung Ditreskrimum Polda Sumut, persisnya ke ruang tahanan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti.
Setibanya di depan Gedung Ditreskrimum Poldasu, sejumlah wartawan yang terus mengambil foto Neman terkagetkan dengan aksinya yang tiba-tiba mengangkat dua jempolnya. “Biar mantap dulu. Biar agak besar beritanya,” ucapnya.

Namun, Neman tak mau memberi keterangan saat sejumlah wartawan mewawancarainya. Dia hanya tersenyum. Sesampainya di pintu depan sel, Neman bersalaman dengan pengacaranya. Ia juga menyalami  penyidik serta memberi salam hormat sembari mengucapkan kata. “Sukses ya Pak,” ucapnya dengan wajah tampak pucat.

Saat mau masuk ke dalam sel, petugas piket sempat melarang Neman masuk karena mengenakan celana panjang, memakai sepatu serta membawa telepon genggam.

Saat hendak dijebloskan ke dalam sel, Neman tidak didampinginya keluarganya. Kemudian dengan menggunakan HP-nya, dia menghubungi keluarganya. “Tolonglah Mak, cepat datang. Nggak bisa kek gini, jangan lama-lama lah kalau keadaannya gini. Cepat ya,” pintanya.

Seperti menahan tangis kepada lawan bicaranya yang ia sebut Mak, Neman meminta anak-anaknya untuk juga datang melihatnya. “Nelly kok nggak ikut? Kalau sayang sama bapak, ikut lah, biar tahu ceritanya,” tuturnya sembari menyeka air matanya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Poldasu Kombes Pol Sadono Budi Nugroho mengatakan, pihaknya selanjutnya akan melakukan pemanggilan tersangka lainnya, yakni Suweno. Namun Sadono masih enggan membeberkan keterlibatan Suweno dalam kasus dugaan korupsi di Biro Umum Pemprovsu tersebut.

“Pemeriksaan dan penetapan tersangka Neman Sitepu ditentukan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Bukti itu dibunyikan atas keterangan tersangka Aminuddin mantan Bendahara Biro Umum yang sudah kami tahan terlebih dahulu,” ujar Sadono.

Sementara itu, Ramli Sembiring SH kuasa hukum Neman Sitepu dari Asosiasi Sulaiman Ginting mengatakan, langkah penahanan yang dilakukan polisi di luar perkiraan kliennya. Kadar gula Neman sedang tinggi. “Klien saya datang memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Tipikor Poldasu tanpa mempersiapkan barang-barang dan baju karena tak menyangka akan ditahan,” kata Ramli Sembiring.

Tuduhan keterlibatan Neman pada korupsi anggaran Biro Umum Pemprov Sumut tersebut, menurut Sembiring tidak berdasar. “Klien saya hanya Pjs sekitar lima bulan pada 2010 hingga 2011. Dia (Neman) hanya menandatangani dua lembar penarikan uang untuk keperluan Biro Umum masing-masing sebesar Rp1, 5 juta dan Rp1 juta. Di mana unsur korupsinya?,” ujar Sembiring.

Menyikapi hal itu, Sadono mengatakan, penetapan penahanan Neman Sitepu menjadi kewenangan penuh penyidik. “Penyidik mempertimbangkan pemeriksaan sudah selesai untuk tersangka (Neman Sitepu, Red) dan langsung ditahan di sel. Ini kewenangan penyidik,” ujar Sadono.

Dikatakan Sadono, keterangan Neman nantinya menjadi bahan bagi penyidik untuk mengembangkan korupsi anggaran Biro Umum Pemprovsu tersebut. “Ada puluhan pertanyaan yang diajukan penyidik. Dari keterangan tersangka mudah-mudahan akan ada tersangka lainnya. Sebab perbuatan korupsi anggaran Biro Umum Pemprov Sumut dilakukan lebih dari dua orang,” tegas Sadono.

Sadono menjelaskan, perkara dugaan korupsi di Biro Umum tahun anggaran 2010 dan 2011 terjadi pada 168 pos pengeluaran dengan kerugian diperkirakan Rp13 miliar. Kemudian polisi melakukan gelar perkara untuk kasus itu selama dua kali setelah Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyerahkan sebagian hasil audit dugaan kerugian keuangan daerah selama dua tahun berturut-turut di Biro Umum Pemprov Sumut.

“Hasil audit itu antara lain untuk biaya perjalanan Wakil Gubernur Sumut sekaligus Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho sepanjang 2010 dan 2011 sebesar Rp1,9 miliar. Selain biaya perjalanan dinas,” sebut Sadono.

Sadono menjelaskan, pihaknya juga menemukan delapan anggaran fiktif di Biro Umum yang menimbulkan kerugian negara. Salah satunya pembayaran rekening listrik yang sengaja tidak dibayar oleh Kepala Biro Umum sebagai kuasa pengguna anggaran. “Tunggakan pembayaran rekening listrik kantor dan rumah dinas gubernur dengan total tunggakan mencapai hampir Rp185 juta,” sebut Sadono.

Dalam kasus korupsi Biro Umum Pemprovsu, Sadono mengatakan, pihaknya sudah memeriksa sedikitnya 57 saksi. “Pejabat yang sudah diperiksa sebagai saksi yakni mantan Pelaksana tugas Sekda Provinsi Sumut Rahmatsyah dan mantan Kepala Biro Umum Rajali serta Kepala Biro Umum saat ini Hajjah Nurlela,,” sebut Sadono.

Sutyas Diperiksa Senin atau Selasa Depan
Sementara itu, karena tak memenuhi panggilan penyidik dengan alasan pergi ke luar kota, jadwal pemeriksaan Sutyas Handayani, istri Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho akan disusun ulang.
Mengenai tanggal pemeriksaan ulang, Sadono mengatakan penyidik yang akan menentukannya. “Penyidik yang menentukannya, saya tinggal tanda tangan saja. Dipastikan Senin atau Selasa mendatang dia (Sutyas, Red) akan diperiksa. Itupun kalau dia datang,” sebut Sadono.
Mengenai ketidakhadiran dalam pemanggilan Polda Sumut sebelumnya, diakui Sutyas, karena saat itu dirinya sedang berada di Jakarta. Ketidakhadiran dirinya juga bukan tanpa konfirmasi ke Poldasu. Karena dirinya telah mengirimkan surat permohonan maaf ke kepolisian karena harus mendampingi suaminya (Gatot Pujo Nugroho) dinas di Jakarta sekaligus pergi berobat.
Sempat dikatakan Sutyas, dirinya tidak sedikitpun memiliki niat untuk menunda-nunda klarifikasi dari dirinya. Sutyas justru berharap bisa secepatnya dimintai keterangan agar masalahnya bisa cepat selesai dan tidak lagi dikejar-kejar wartawan.
Untuk itu, Sutyas mengaku akan memenuhi panggilan selanjutnya dari Tipikor Poldasu. “Secepatnya saya harap. Saya siap, biar saya lega,” ujarnya beberapa hari yang lalu. (mag-12)

Hari Ini Rebut 12 Emas di Olimpiade 2012

TARIK TAMBANG: Michelle Obama (tengah), istri Presiden Amerika Serika Barack Obama, asyik bermain tarik tambang,  beberapa jam sebelum pembukaan Olimpiade 2012  London, Jumat (27/7) waktu setempat.//JEWEL SAMAD/AFP PHOTO
TARIK TAMBANG: Michelle Obama (tengah), istri Presiden Amerika Serika Barack Obama, asyik bermain tarik tambang, beberapa jam sebelum pembukaan Olimpiade 2012 di London, Jumat (27/7) waktu setempat.//JEWEL SAMAD/AFP PHOTO

LONDON-Jam raksasa Big Ben berdentang 42 kali kemarin pagi (27/7) waktu setempat. Momen tersebut sekaligus menandai bahwa rangkaian agenda perlombaan di arena Olimpiade 2012 semakin dekat.

Tak termasuk sepak bola yang sudah berlangsung di berbagai stadion di luar London, panahan kemarin sudah menjalani babak penyisihan. Sementara, babak final perebutan medali baru akan berlangsung hari ini, Sabtu (28/7).  Perebutan medali juga akan terjadi hari ini pada enam cabang olahraga lainnya.
Nah, dari tujuh cabang yang menjalani partai final alias perebutan medali, ada 12 emas yang tersedia di hari pertama setelah upacara pembukaan. Selain panahan, ada nomor road race dari balap sepeda, anggar, judo, menembak, renang dan angkat besi.

Di antara semua cabang tersebut, yang paling awal memperebutkan medali adalah balap sepeda. Para jagoan tuan rumah diprediksi meraih emas pertama olimpiade kali ini dengan Mark Cavendish sebagai bintang utamanya.

Pada hari pertama perebutan medali pula, London Aquatics Center yang menjadi arena pertarungan cabang renang bakal memperebutkan emas paling banyak. Hari ini, renang memperebutkan empat emas. Nomor 400 meter gaya ganti perorangan putra menjadi pembuka perebutan emas di kolam renang.
Persebaran yang merata diprediksi terjadi di hari pertama perebutan medali cabang renang. Amerika Serikat (AS) yang meraih medali terbanyak dari Olimpiade Beijing 2008 harus mewaspadai  rivalnya dari Tiongkok dan Belanda. Dua negara ini punya kans besar meraih emas di hari perdana.

“Kami menaruh harapan besar dari atlet-atlet renang kami di hari pertama perebutan medali. Mereka selalu membuktikan yang terbaik untuk memberikan keunggulan secara keseluruhan pada perolehan medali sejak awal,” ungkap Teresa Edwards, Chief de Mission kontingen AS di London.

Olimpiade London 2012
Olimpiade London 2012

Renang memang menjadi tumpuan AS.  Sebab, jika negeri Paman Sam tersebut tak segera meraih emas dari kolam renang, kubu Tiongkok yang menjadi juara umum di olimpiade sebelumnya, bisa mencuri start untuk mengulang sukses yang sama. Andalan Tiongkok di nomor 400 meter gaya bebas, Sun Yang, memiliki ambisi besar untuk membuka keran emas negaranya.

“Tiongkok memang bukan negara besar di kolam renang, tapi kami bisa membuat catatan besar untuk mengawali olimpiade ini,” ungkap Sun Yang pada AFP.

Hari ini, selain dari renang, tim Negeri Panda juga memiliki harapan besar dari dua cabang olahraga lainnya, yaitu angkat besi dan menembak. Angkat besi baru akan menyediakan satu emas melalui nomor 48 kg putri, sementara menembak sudah akan melombakan dua nomor perebutan medali emas, 10 meter air rifle putri dan 10 meter air pistol putra.

Di nomor-nomor tersebut, AS tak memiliki peluang sebesar Tiongkok. Tapi, kalau pun kalah di hari pertama, harapan AS masih sangat besar. Sebab, cabang-cabang andalan mereka yang lain seperti atletik dan senam belum menyediakan medali. (ady/jpnn)

Kejatisu Tunggu Laporan Resmi BPKP Sumut

Dugaan Kredit Fiktif di BNI 46

MEDAN- Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) masih menunggu hasil laporan resmi dari BPKP Sumut terkait kerugian negara dalam kasus dugaan penyimpangan penyaluran kredit fiktif di Bank Negara Indonesia (BNI) 46 Cabang Jalan Pemuda Medan senilai Rp129 miliar. Meski begitu, berdasarkan informasi yang diperoleh kerugian negara mencapai Rp117,5 miliar dari dana yang dikucurkan.

Namun, Kajatisu Noor Rachmad didampingi Kasi Penkum Kejatisu, Marcos Simaremare, Jumat (27/7) belum mau menyebutkan berapa pastinya kerugian negara dalam kasus tersebut. Pihaknya masih berkoordinasi dengan BPKP Sumut dan jumlah kerugiannya masih dalam pembahasan.
“Belum bisa disebutkan berapa kerugiannya. Semua punya aturan. Tim masih melakukan koordinasi di BPKP Sumut untuk mmbahas berapa kerugian negara. Tapi dalam waktu dekat BPKP Sumut akan berikan laporan resmi terkait berapa kerugiannya,” ujarnya.

Dikatakan Kajatisu, kasus tersebut masih tahap pendalaman oleh tim penyidik. “Kita masih koordinasi dengan BPKP Sumut. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa final. Untuk hasilnya, itu domain BPKP. Tapi bukan berarti begitu BPKP Sumut bilang ada kerugian negara, langsung bisa dibawa ke Pengadilan. Masih ada tahapannya lah,” ujarnya.

Menurutnya, bila penyidikan sudah selesai, maka langsung dinaikkan ke Pengadilan Tipikor Medan untuk disidangkan. “Prosesnya masih diberkas. Ya kalau sudah P21, maka segera dibuat dakwaan dan dibawa ke Pengadilan,” terangnya.

Saat disinggung kemungkinan KPK akan mengambil alih kasus tersebut, Kajati tidak mempermasalahkan hal tersebut. “Silahkan saja KPK mengambil kasus ini, tentunya harus ada koordinasi yang jelas. Tapi itu tidak mungkin. Apakah kami tidak bisa menangani kasus ini? Kami terus koordinasi sekalipun tidak nampak dipermukaan, tapi kasusnya berjalan terus,” ungkapnya.

Terkait keempat tersangkanya, yakni Radiyasto selaku pimpinan Sentra Kredit Menengah BNI Pemuda Medan, Dasrul Azli selaku pimpinan Kelompok Pemasaran Bisnis BNI Pemuda Medan, Mohammad Samsul Hadi yang merupakan Pimpinan Rekanan dan Kantor Jasa Penilaian Publik, dan Titin Indriani selaku Relationship BNI SKM Medan, yang telah ditetapkan sebagai tersangka sejak Oktober 2011 lalu, masih sebagai tahanan kota.
“Status keempat tersangka masih sebagai tahanan kota,” sebutnya.

Padahal, keempat tersangka diketahui sempat ditahan selama sepekan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanjung Gusta Medan. Namun karena alasan guna memudahkan penyidikan, tim penyidik malah menetapkan keempatnya sebagai tahanan kota. Sedangkan Boy Hermasnyah selaku Direktur PT Bahari Dwi Kencana Lestari, yang merupakan pelaku utama kasus tersebut, identitasnya telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Interpol sejak 17 Oktober 2011 lalu. (far)

Berita sebelumnya: BPKP Sumut: Lama Karena Bukti Baru Terus Datang