Home Blog Page 13200

Delapan Headline Terbesar London 2012

OLIMPIADE sudah di depan mata. Opening Ceremony multieven olahraga yang disebut-sebut terbesar sepanjang sejarah tersebut akan dihelat pukul 21.00 waktu setempat (03.00 dini hari WIB).
Pesta pembukaan saja sudah membikin penasaran. Penyelenggara menyebutkan ajang yang digelar di Olympic Park Stadium itu sebagai The Isles Of Wonder alias Pulau Keajaiban.

Sineas kaliber dunia kelahiran Manchester Danny Boyle, menjadi direktur artistik. Sutradara terbaik Oscar 2009 lewat film Slumdog Millionaire itu bakal memberikan kejutan-kejutan spektakuler. Pesta pembukaan juga dimeriahkan oleh legenda Inggris, sang pendiri The Beatles, Sir Paul McCartney.

Esok hari setelah berpesta, publik akan langsung disuguhi seambrek tontonan olahraga terbesar. Banyak cerita-cerita menarik yang akan tersaji hingga hari terakhir 12 Agustus mendatang. London 2012 sangat layak disebut sebagai ajang yang paling dinantikan sejak even pertama tergelar di Athena 1896 silam.

Bagi publik Eropa dan Amerika Serikat yang tak bisa hadir di London, tidak ada alasan untuk melewatkan ajang ini sedetikpun. Sebab jaringan televisi NBC, baik televisi ataupun online akan menyiarkan liputan menyeluruh selama 5.500 jam. Alokasi waktu itu sangat luar biasa. Sebab jumlah itu lebih banyak 2.000 jam ketimbang siaran televisi di Beijing 2008.(nur/jpnn)

Harus Berprestasi, Rupawan, dan Berpengaruh

Para Pembawa Bendera di Olimpiade

Provinsi Bali mencatat sejarah kecil. Dalam dua Olimpiade terakhir, Bali selalu mengirimkan “warganya” sebagai pembawa bendera Indonesia pada ajang parade di Opening Ceremony Olimpiade.

DIPERCAYA: Atlet renang I Made Siman Sudartawa dipercaya membawa bendera Merah Putih  Olimpiade 2012.//Patrick Smith/Getty Images/AFP
DIPERCAYA: Atlet renang I Made Siman Sudartawa dipercaya membawa bendera Merah Putih di Olimpiade 2012.//Patrick Smith/Getty Images/AFP

Pada Beijing 2008, atlet layar I Gusti Made Oka Sulaksana mengemban tugas penting tersebut. Nah, pada London 2012, orang Bali lainnya, perenang I Gede Siman Sudartawa yang mendapatkan amanat itu.

Atlet 17 tahun itu menjadi perenang kedua yang dipercaya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)/Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Sebelumnya ada Lukman Niode yang melakukannya di Olimpiade Los Angeles 1984.

Sebelumnya, KOI memilih dua nominator. Selain Siman, Fernando Lumain (atletik) juga dipertimbangkan. Namun akhirnya pilihan jatuh kepada Siman. Hal ini disebabkan prestasi Siman yang moncer di SEA Games 2011 dengan empat medali emas.

Prestasi dan popularitas memang menjadi alasan Komite Olimpiade masing-masing negara untuk menunjuk sang pembawa bendera. Rusia misalnya memilih petenis jelita Maria Sharapova.  Selain menyandang nama besar, tahun ini prestasi Sharapova memang gemilang dengan menjuarai Grand Slam Prancis terbuka. Dengan titel itu, gelar Sharapova sudah lengkap. Sebab, pada tahun-tahun sebelumnya, petenis 25 tahun itu sudah menjuarai tiga grand slam lainnya.

“Dia adalah kandidat yang paling layak dari semua atlet kami. Juni lalu dia mencatat sejarah dengan grand slam ketiganya,” ucap  Alexander Zhukov, presiden Komite Olimpiade Rusia (ROC) kepada Reuters.

Selain Sharapova, Serbia juga mempercayakan delegasi pembawa bendera kepada petenis terhebatnya Novak Djokovic. Petenis nomor dua dunia itu pada beberapa tahun terakhir memang dianggap sebagai atlet terbesar yang dimiliki Serbia.
“Sebuah kehormatan membawa bendera pada pesta pembukaan. Kami semua sangat bersemangat di Olimpiade. Itu adalah ajang olahraga yang sangat luar biasa,” ucap Djokovic kepada AFP.

Bagiamana dengan sang juara umum 2008, Tiongkok. Ternyata setelah melalui pertimbangan panjang, Negeri Tirai Bambu memutuskan memilih pemain basket asal klub NBA Dallas Mavericks Yi Jianlian. Dia mengalahkan bintang tenis Li Na, superstar bulu tangkis Lin Dan, serta pemegang rekor dunia renang Sun Yang.

Xio Tian, kepada kontingen Tiongkok mengatakan pemilihan Yi sudah dipikirkan masak. Yi dianggap merepresentasikan kehebatan tiongkok. Dengan tinggi 213 cm, Yi mewakilik sosok ganteng, gagah, dan berprestasi. “Dia memiliki rekor yang hebat di Olahraga, tinggi, tampan, dan berpengaruh,” kata Xio kepada kantor berita Xin Hua.

Spanyol diwakili oleh bintang basket yakni Pau Gasol dari Los Angeles Lakers. Dia menggantikan Rafael Nadal yang absen dari multieven empat tahunan itu karena cedera. Di sisi lain, tuan rumah Inggris Raya menunjuk bintang balap sepeda legendaris Chris Hoy. “Saya sungguh gembira. Memimpin tim Inggris Raya di Olimpiade adalah sebuah impian,” ucapnya. (nur/jpnn)

LPIS Nunggak Rp4,3 Miliar

Semen Padang Belum Terima Hadiah Juara IPL dan Piala Indonesia

JAKARTA- Keseriusan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) dalam mengelola Indonesia Premier League (IPL) patut dipertanyakan. Pasalnya, beberapa minggu pasca kompetisi usai, mereka belum memberikan uang distribusi hadiah kompetisi.

Kabar tersebut terungkap setelah manajemen klub Semen Padang FC buka suara terkait pendistribusian hak klub itu. CEO Semen Padang Erizal Anwar mengakui, sampai kemarin (26/7), klubnya belum menerima hak sebagai juara IPL 2011-2012.

“Memang betul, sampai saat ini (kemarin, Red) hak kami sebagai juara IPL dan runner up Piala Indonesia belum diberikan,” ujarnya saat dihubungi wartawan, kemarin.

Dari pemaparan Erizal, total tunggakan PT LPIS kepada Semen Padang mencapai Rp4,3 miliar. Jumlah yang cukup besar itu beberapa diantaranya adalah hadiah juara IPL Rp2,5 miliar, runner up Piala Indonesia Rp250 juta, hadiah dari  sponsor Rp150 juta.
“Rincian lainnya ada, mulai dari perjalanan awal ikut kompetisi dan lain-lain, hutang PSSI atau PT LPIS totalnya Rp4,3 miliar,” terangnya.

Karena belum dibayarkan, Erizal mengaku jika pihaknya terus melakukan penagihan kepada PT LPIS setiap minggu. Sayang, tak ada respon positif dari operator kompetisi sepak bola Indonesia yang belum genap berumur setahun tersebut.
“Kami belum mendapatkan kepastian dari mereka. Penangihan perminggu juga sudah dilakukan. Jika tidak juga terealisasi, kami akan teruskan kepada PSSI,” ucapnya.

Meski dianggap sebagai klub paling mandiri dan sehat di IPL, Semen Padang mengaku sangat membutuhkan uang hadiah Rp4,3 miliar itu. Alasannya, anggaran klub sudah sangat minim sehingga butuh tambahan. Nantinya, uang dari PT LPIS tersebut akan digunakan untuk membayar kewajiban klub kepada pemain yang belum terselesaikan.

Jika sampai beberapa pekan ke depan tak ada iktikad baik dari PT LPIS maupun PSSI, setelah penagihan diteruskan. Maka, Semen Padang siap membawa masalah ini ke ranah hukum.
“Kami masih berprasangka baik. Jika tidak ada niat baik dari mereka, maka kami siap untuk menempuh jalur hukum,” tegasnya.

Sementara itu, CEO PT LPIS Widjadjanto sangat sulit dikonfirmasi terkait hal ini. Beberapa pesan singkat yang dikirimkan tak kunjung dibalas. Teleponnya pun tak kunjung diangkat meskipun ada nada sambung. Sikap seperti ini kerap ditunjukkan Widja jika ada masalah krusial terkait PT LPIS.
Beruntung, ketua umum PSSI Djohar Arifin Husin bersedia dikonfirmasi. Dia pun terlihat cukup terkejut dengan kondisi ini. Karena itu, dia langsung nenginstruksikan agar PT LPIS segera menyelesaikan kewajibannya.

“Saya perintahkan PT LPIS segera membayar. Hak klub harus segera dipenuhi, jangan ditahan-tahan,” ujarnya. (aam/jpnn)

Sepak Takraw Sumut Latihan di Dua Tempat

MEDAN- Atlet cabang olahraga (cabor) sepak takraw Sumatera Utara yang akan berlaga di PON ke-18 Riau, September mendatang, menjalani latihan di dua tempat dalam satu hari. Demikian disampaikan Kusnomo, pelatih kepala sepak takraw didampingi asistennya Harry kepada wartawan koran ini di lapangan sepak takraw Asrama Haji Medan, Kamis (26/7).

“Sengaja kita menerapkan latihan di dua tempat untuk menghidari kejenuhan para atlet, sekalian melakukan tanding ujicoba dengan atlet PPLP Sumut,” tutur Kusmono.

Kusmono yang juga mantan atlet takraw era 1990-an itu mengungkapkan, adapun jadwal latihannya pukul 08.00 WIB mengambil tempat di lapangan sepak takraw Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sumut. Sementara untuk waktu sore mereka latihan di lapangan sepak takraw Asrama Haji Medan.

Dikatakannya, atlet yang akan memperkuat kotingen Sumut di ajang empat tahunan itu adalah Rizki dan Asep sebagai tekong, Rahman dan Adi sebagai smeser serta di bagian feeder diisi oleh Ari dan Boy.

Berbicara tentang target, Kusnomo tidak bisa berbicara banyak. “Yang jelas kita akan menargetkan yang terbaik dibanding pencapaian di PON musim lalu, tentunya dengan melakukan pembinaan sebaik mungkin dan sesuai aturan dari Pengprov PSTI” harapnya.(mag-10)

Agar Kerupuk Selalu Renyah

Kerupuk menjadi pillihan camilan yang enak, selain renyah rasanya yang gurih membuat kerupuk menjadi pelengkap makan buat beberapa orang.
Namun sayang kerupuk tak bisa selalu garing dan renyah, jika tak disimpan pada wadah tertutup rapat akan mudah alot dan tak lagi enak disantap.

Ternyata ada cara yang sangat mudah untuk bisa membuat kerupuk Anda selalu garing dan renyah. Anda hanya tinggal menyimpannya di dalam kulkas, percaya atau tidak cara ini ternyata mampu membuat kerupuk Anda renyah lebih lama. (net)

Donny F Siregar Ingin Perkuat PSMS Lagi

MEDAN- Prestasi buruk PSMS yang terseret dualisme dan berujung nasib buruk turun kasta baik di Indonesian Super League (ISL) maupun Indonesian Premier League (IPL) menarik simpati para pemain lokal Medan. Khususnya para eks pemain yang pernah berkostum hijau PSMS.

Para pemain yang kini bereuni lewat Sensasi Muda Cup menyimpan harapan yang sama. Apalagi pada kenyataannya PSMS terutama di ISL banyak diperkuat para pemain luar Medan. Padahal para pemain lokal Medan masih cukup berkualitas untuk menjadi bagian dari skuad PSMS. Apalagi untuk menjaga fanatisme kedaerahan ala Medan.

Nama-nama seperti Saktiawan Sinaga, Donny F Siregar, Legimin Raharjo, Mahyadi Panggabean dan beberapa nama lain yang masih sangat dibutuhkan untuk mengangkat kembali PSMS keluar dari keterpurukan.

Seperti Donny F Siregar yang memperkuat PSIS Semarang musim lalu. Ia masih menyimpan keinginan untuk kembali memperkuat PSMS. Sebelumnya ia hanya memperkuat PSMS setengah musim di Divisi Utama 2010/2011. “Terus terang, sebagai pemain Medan, keinginan saya main di PSMS itu ada. Siapa pemain Medan yang tidak mau bermain buat PSMS?,” katanya.

Namun semuanya tergantung keseriusan pengurus untuk merekrut pemain. “Sekarang tergantung pengurusnya, masih doyan pemain lokal sendiri apa tidak? Kalau masih, tentunya harus melakukan upaya-upaya serius,” lanjutnya.

Bahkan menurut Donny, ajang Sensasi Muda Cup yang menjadi tempat berkumpulnya para pemain profesional Medan harusnya menjadi perhatian pengurus. “Kalau saya menilai, pengurus-pengurus klub mencari pemain di sini saja, tidak perlu ke daerah lain seperti ke Jawa. Di sini bagus-bagus yang main,” kata mantan pemain Persijap dan Persiba itu.

Senada, Ari Yuganda yang memperkuat Persis Solo menyangkan turun kastanya PSMS di Divisi Utama. Selain itu ia berharap PSMS kembali satu. “PSMS balik ke divisi utama ya sangat disayangkan, soalnya kan sudah ada di kasta tertinggi, tapi mau bagaimana lagi. Tentunya harapannya PSMS bisa jadi 1 lagi,” katanya.

Menurut Ari, mustahil jika pemain Medan tidak mau membela PSMS jika mendapat kesempatan. “Saya rasa kalau memang pendekatan manajemen ke pemaim baik, pemain pasti mau ke PSMS,” ungkapnya. (mag-18)

Markus jadi Striker

1 Kinantan Starrazi v Medan FC 0

GIRING BOLA: Pemain Medan FC Didi Firmansyah (6), menggiring bola melewati pemain Kinantan Starrazi  turnamen Semuda Cup  Lapangan Bocah Junior, Jalan AH Nasution Medan, Kamis (26/7).//TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
GIRING BOLA: Pemain Medan FC Didi Firmansyah (6), menggiring bola melewati pemain Kinantan Starrazi dalam turnamen Semuda Cup di Lapangan Bocah Junior, Jalan AH Nasution Medan, Kamis (26/7).//TRIADI WIBOWO/SUMUT POS

MEDAN- Sensasi Muda Cup resmi dihelat di Lapangan Arhanud Bocah Junior Medan, Kamis (26/7) sore. Duel antara Medan FC kontra Kinantan Starrazi sebagai duel pembuka berlangsung ketat. Namun duel akhirnya dimenangkan Kinantan Starrazi lewat gol tunggal Suyatno.

Menariknya, laga pembuka menyajikan kejutan. Markus Horison yang memperkuat Medan FC tidak bermain di posisinya biasanya, penjaga gawang. Pemain yang musim ini bergantian memperkuat duo PSMS ISL-IPL memilih menjadi striker. Ia masuk menggantikan Heri Swandana di pertengahan babak kedua. Pos di bawah mistar dipercayakan kepada Bayu Anggara yang musim ini memperkuat PSBL Langsa.

Tak ayal, Markus menarik perhatian para penonton yang didominasi masyarakat sekitar. Beberapa di antaranya heran.

“Itu Markus kan? Kok nggak jadi kiper ya?,” tanya seorang anak dengan mimik sedikit heran.
Namun, Markus menikmati peran barunya itu. Apalagi ini sekadar turnamen silaturahmi yang tujuannya sebagai ajang reuni para pemain Medan yang selama ini pernah memperkuat PSMS, Pro Duta, PSDS maupun klub Medan lainnya. Beberapa kali rekan-rekannya menyodorkan crossing yang coba ditanduknya dengan kepala. Tapi kerap meleset.

Begitupun, di luar kesan have fun yang ditampilkan Markus, duel tetap berlangsung ketat. Kedua tim saling unjuk kebolehan. Medan FC punya kekuatan yang merata mulai dari lini belakang hingga depan.

Lini belakang Medan FC yang diperkuat Agus Cima, Denny Wahyudi, Kusantoso, Ari Yuganda dan Didi Firmansyah kerap direpotkan oleh lincahnya Nico Malau yang berduet dengan Junarto di lini depan Kinantan Starrazi.

Begitupun, Medan FC mampu mendominasi. M Rizal “Kajub”, Fajar Handika, Ade Chandra Kirana yang menyokong duet Heri Swandana dan Juanda Mahyadi menang pengalaman dari lini tengah Kinantan yang dimotori Antoni, pemain muda PSMS ISL 2011/2012. Belum lagi kehadiran Edu Juanda yang terakhir memperkuat PSMS di Divisi Utama 2009/2010 di kubu Medan FC.

Sayangnya beberapa peluang gagal dimaksimalkan. Tendangan keras Ade Chandra “Acong” masih mampu diamankan Guntur di awal babak kedua. Di kesempatan berikutnya, tendangan Acong yang kembali ditepis mantan kiper Bintang Medan itu muntah dikaki Heri Swandana. Namun tendangannya melebar.

Malah Kinantan Starrazi bermain cukup efektif. Dua kali gol dianulir lewat Junarto yang dinilai wasit offside, Kinantan Starrazi akhirnya melumpuhkan Medan FC. Tendangan bebas keras Suyatno melesak keras ke sudut kiri gawang Bayu. Itu menjadi satu-satunya gol yang tercipta di laga itu.

Kinantan Starrazi memimpin grup A. “Seru pertandingannya. Banyak jumpa kawan lama. Tapi kami senang bisa menang,” pungkas kapten Kinantan Starrazi, Erwinsyah “Monang” Hasibuan.
Hari ini, akan berlaga Imam Domom Group (IDG) melawan Bintang Johor FC mulai pukul 16.40 WIB hingga pukul 18.00 WIB.(mag-18)

Korban Banjir Bandang

KORBAN: Seorang ibu  anaknya membersihkan Alquran  dekat musala  menjadi korban banjir bandang  Sumatera Barat, Rabu (25/7).
KORBAN: Seorang ibu dan anaknya membersihkan Alquran di dekat musala yang menjadi korban banjir bandang di Sumatera Barat, Rabu (25/7).

Istri Gatot Tanda Tangani Kuitansi Rp60 Juta

Mangkir dari Pemeriksaan Poldasu

MEDAN-Teka-teki tanda tangan Sutyas Handayani akhirnya terjawab. Pihak Poldasu mengaku memanggil istri Plt Gubsu, Gatot Pujo Nugroho itu karena ada tanda tangannya di kuitansi penarikan uang dari Biro Umum Pemprovsu senilai Rp60 juta.

Dikatakan Sadono, dalam kuitansi itu ‘kebetulan’ ada tanda tangan Sutyas. “Dalam kuitansi penarikan uang senilai Rp60 juta ada tanda tangan Sutyas. Itu aja koq. Pemeriksaan ini hanya bersifat konfirmasi,” sebut Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Poldasu, Kombes Pol Sadono Budi Nugroho, Rabu (25/7).

Dikatakan Sadono, jika dalam pemeriksaan benar tanda tangan dia, lalu dicocokkan. “Jika benar, jelas itu sudah masuk menjadi kerugian negara. Nanti kami selidiki lagi peruntukan duit itu arahnya ke mana,” tambah Sadono.Terlepas dari itu, jadwal pemeriksaan Sutyas yang rencananya dilakukan di Ditreskrimsusn
Poldasu dipastikan ditunda. Sutyas mengaku ke luar kota.

Kemarin, sekira pukul 15.00 WIB, pihak penyidik Tindak Pidana korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Poldasu menerima surat dari Sutyas. Isi surat itu memberitahukan kalau yang bersangkutan (Sutyas) saat ini sedang berada di luar kota. Untuk itu dirinya tidak dapat memenuhi panggilan penyidik. Surat itu langsung ditandatangi Sutyas. “Kami baru menerima surat yang menyatakan kalau beliau (Sutyas) sedang berada di luar kota. Beliau minta dijadwalkan ulang pemeriksaannya,” jelas Sadono.

Hal itu menurut Sadono masih patut dan wajar karena surat pemberitauan yang dilayangkan Sutyas sampai ke tangan penyidik sebelum jatuh tempo (Rabu pukul 18.00 WIB, Red). “Selanjutnya penyidik akan menjadwalkan ulang agenda pemeriksaan Sutyas. Yang menentukan tanggalnya penyidik. Satu minggu ke depan waktunya,” tegas Sadono.

Layangkan Surat Pemanggilan Kedua
Dikatakan Sadono, rencananya hari ini surat pemanggilan ulang itu akan kembali dikirimkan ke Sutyas. Namun, jika surat panggilan ulang itu tak juga diindahkan, pihaknya akan menerbitkan surat perintah  membawa atau jemput paksa. “Dalam UU KUHP, pemanggilan itu hanya sebatas dua kali, tak ada panggilan ketiga. Jika tidak alasan yang patut dan wajar, jempat paksa sah-sah saja dilakukan,” ungkap Sadono.

Saat disinggung Sutyas sedang berada di kota mana, Sadono tidak mau menyebutkannya. “Ya dalam surat itu katanya dia di luar kota. Saya juga tidak tahu di mana persisnya. Tapi yang pasti, dengan surat pemberitauan ini, beliau (Sutyas) masih ada etika baik,” ujar Sadono.

Sementara, istri Samsul Arifin, Fatimah Habibi, diprediksikan akan mengalami hal yang serupa. Namun sayangnya Fatimah tidak ada memberi kabar kepada penyidik hingga Rabu (25/7) petang. “Tidak ada kabarnya. Tapi beliau jatuh tempo pemeriksaannya besok (hari ini, Red),” sebut Sadono.

Sadono menyebutkan, jika Fatimah mau jadwal pemeriksaan itu dimajukan, semua bisa-bisa saja. “Kalau mau diperiksa lebih awal juga tidak apa-apa. Nanti akan dibuat Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) oleh penyidik,” ungkap Sadono.

Saat disinggung apakah status Sutyas ataupun Fatimah bisa dinaikkan menjadi tersangka, Sadono terdiam sejenak. “Status keduanya ‘kan masih saksi. Tidak bakal dinaikkan jadi tersangka. Kami hanya meminta klarifikasi mengenai adanya tanda tangan keduanya di kuitansi Biro Umum tersebut,” sebut Sadono.

BPK Temukan Tujuh Indikasi
Penyelewengan di Biro Umum 2011
Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan koran ini, kasus dugaan korupsi di Biro Umum Pemprovsu, yang ditangani Poldasu ternyata tidak disertai hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI Wilayah Sumut.

Itu diakui juru bicara Humas BPKP Wilayah Sumut Effendi Damanik yang ditemui Sumut Pos di ruang kerjanya, Lantai I Kantor BPKP Sumut, Jalan Gatot Subroto, Medan. “Hasil masih dalam proses. Dan saat ini lagi investigasi berkas tambahan. Kurang tahu, materinya apa. Substansinya nanti penyidik yang memberi keterangan. Ini tahun 2011,” akunya, kemarin.

Dijelaskannya, BPKP sudah akan menyerahkan hasil audit atas kasus tersebut kepada pihak Tipikor Poldasu beberapa waktu lalu, tepatnya setelah Direskrimsus Poldasu Kombes Pol Sadono Budi Nugroho memberikan statemen kepada media massa terkait audit BPKP.Namun, itu batal diberikan karena pihak Poldasu terus memberikan bukti-bukti tambahan, untuk dihitung jumlah kerugian negaranya.

“Waktu itu memang sudah mau kita serahkan setelah pernyataan Dirkrimsus Poldasu yang mengatakan pekan depan hasil auditnya akan diserahkan ke Poldasu. Kemudian Kasat Tipikor Poldasu, AKBP Yuda tepatnya tanggal 6 Juni lalu, dengan menyerahkan berkas tambahan. Jadi kami masih investigasi berkas tambahan tersebut,” ungkapnya tanpa bersedia memberikan jumlah riil kerugian negara dalam kasus tersebut.

Di sisi lain, berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan atas Laporan Keuangan Pemprovsu Tahun 2011 yang memuat Opini Wajar Dengan Pengecualian dengan No 43A/LHP/XVIII.MDN/06/2012 dan Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan Terhadap Peraturan Perundangan-undangan No 43B/LHP/XVIII.MDN/06/2012 masing-masing tertanggal 28 Juni 2012, dari 14 temuan yang ada terdapat tujuh temuan di Biro Umum Provsu (lihat grafis).

BPK menemukan adanya ketidakpatuhan, kecurangan dan ketidakpatutan dalam pengujian kepatuhan terhadap perundang-undangan pada Pemprovsu. “Pada pemeriksaan tahun 2011, memang lebih banyak temuan pemeriksaan di Biro Umum,” aku Humas BPK Wilayah Sumut Mikael Togatorop kepada Sumut Pos. (mag12/ari)

Luna Maya Dituding Suap Mabes Polri

Luna Maya
Luna Maya

Gara-gara video mesum, Ariel sudah menjalani hukuman sekitar 2 tahun 1 bulan, dan sedang menjalani masa pembebasan bersyarat.

Ketika masa hukuman vokalis (eks) Peterpan itu hampir rampung, Luna Maya dan Cut Tari, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama, masih belum diajukan ke persidangan.

Karuan muncul kabar, Luna terlibat ‘main mata’, yakni menggelontorkan sejumlah dana ke kepolisian agar kasusnya dihentikan. Atau minimal diulur-ulur. Namun Kadiv Humas Mabes Polri Nanang Iskandar menyebut kabar tersebut cuma gosip murahan.

“Itu namanya gosip kan, kami kan menangani kasus ini secara transparan. Polisi melakukan penyidikan nmengedepankan keterbukaaan secara transparan dan boleh dikontrol siapa saja. Nggak lah (ada main mata),” terangnya saat dihubungi wartawan, kemarin.

Nanang memastikan berkas Luna Maya dan Cut Tari masih ada di meja penyidik dan terus ditindaklanjuti. Menurut Nanang, pihaknya masih mencari bukti baru untuk menjerat Luna dan Tari. Sebelumnya, kasus tersebut sudah dibawa ke pengadilan namun belum cukup bukti.

“Permasalahannya kan ketika itu selesai dan dibawa ke pengadilan, tapi ternyata tidak cukup bukti. Jadi masih tahap pencarian bukti,” ungkapnya.
Meski berlarut-larut pihaknya mengaku tak ada batasan waktu dalam hal penyidikan. Menurutnya hal itu sudah biasa untuk mencari bukti cukup.

“Penyidikan memang tidak dibatasi tahapannya, bisa jadi dua tahun atau juga lebih karena bisa tergantung memang permasalahannya,” ujar Nanang.
Hotman Paris, pengacara Tari, menyayangkan sikap Mabes Polri yang terkesan menggantung kasus kliennya hingga lebih dari dua tahun. Dia pun meminta agar perkara tersebut dihentikan atau SP3.

Namun kembali, Nanang Iskandar menyatakan tidak ada batasan waktu untuk penyidikan kasus Luna maupun Tari. Untuk itu, pihaknya memastikan tidak ada SP3, meski prosesnya memakan waktu cukup lama.
Nanang tidak menyebut secara rinci jalannya pemeriksaan kasus ini. Dia hanya mengatakan bahwa penyidik masih butuh waktu untuk menentukan pasal yang tepat.

“Tidak ada pembatasan pasal, masih dicari mana yang paling tepat. Nanti kalau buktinya sudah lengkap tinggal ditindaklanjuti,” jelasnya lagi.
Soal tuduhan suap ke polisi dan bebasnya Ariel, Luna Maya tutup mulut. “Nggak ada yang bisa dikomentari,” kata manajer Luna, Vita.

Dia menyatakan tidak ada satu pihak pun dari Luna Maya atau keluarganya yang bisa dihubungi untuk memberi pernyataan terkait kasus ini. “Tidak ada komentar,” ucap eks manajer Maia Estianty ini.

“Ya kita belum mengetahui proses hukum Luna di kepolisian seperti apa. Sekarang kita sedang menghimpun fakta-fakta termasuk apa yang terjadi di per-sidangan Ariel dan akan kita kaji apa yang terjadi sekarang,” timpal pengacara Luna, Taufik Basari.

Kasus video porno Ariel dengan Cut Tari dan Luna Maya mencuat pada Juni 2010. Awalnya muncul dua versi video antara mirip Ariel dan Luna, berdurasi dua menit dan enam menit. Empat hari berikutnya, muncul video serupa dengan pemeran wanita yang diduga Cut Tari, berdurasi delapan menit.

Polisi mengancam Luna dan Cut Tari dengan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, dengan ancaman penjara 12 tahun; Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Pasal 27 ayat (1) tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman penjara enam tahun dan denda Rp 1 miliar; dan Pasal 282 tentang Asusila Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Sedangkan Luna, saat ini merintis lagi kariernya yang ambruk gara-gara video mesum itu dengan sang kekasih Ariel, yang kini kabarnya sudah putus. Selain sukses, Luna juga mendapat pacar baru, disebut-sebut Juno Adhie, anak pengusaha Pontjo Sutowo.

Ariel sendiri saat ini sedang menenangkan diri di suatu tempat. Namun dia malah disarankan untuk segera menemui anaknya, Allea Anata. Menurut Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, daripada menemui penggemarnya, lebih baik Ariel menjumpai anaknya, hasil dari pernikahan dengan Sarah Amalia.

“Lebih baik Ariel pulang ke rumah, minta maaf pada anaknya. Jauh lebih baik kalau dia dielu-elukan dan dianggap pahlawan oleh anaknya daripada mengorganisir penggemarnya,” kata Arist.
Arist menilai ini merupakan saat yang tepat bagi pelantun lagu Menghapus Jejakmu  itu untuk mendekatkan diri lagi dengan anak perempuannya. Karena selama di penjara, Alleia mungkin kehilangan sosok ayah.

“Untuk Ariel, jangan bangga kalau pulang dari penjara tidak menemui anaknya, tapi malah mengorganisir penggemarnya,” cetus Arist. (bcg/net/jpnn)