MEDAN- Pengusaha asal Kota Cheng Du China, akan membangun pabrik pakan ternak di Sumut dengan nilai investasi US$ 100 juta.
Menurut Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi (BPMP) Sumut, Purnama Dewi rencana pengusaha asal China ini berinvestasi di Sumut akan segera bisa terealisasi. Karena pekan depan, pihaknya bersama dinas-dinas terkait akan berangkat ke China.
“Rencananya Kita akan segera berangkat pekan depan. Karena hingga kini, belum ada pembicaraan terkait penentuan lokasi dan item-item lainnya. Karena pabriknya di bidang pertanian, maka kemungkinan saya akan berangkat dengan Kepala Dinas Pertanian,” ujarnya.
Pabrik pakan ternak ini nantinya akan menggunakan bahan baku asal Sumut yang selama ini banyak juga diimpor negara-negara lain. Menurutnya, investor memilih sektor pertanian untuk investasi karena termasuk yang paling diunggulkan di Sumut.
Purnama menambahkan, hingga saat ini tidak ada ditemukan hambatan-hambatan hingga mengganggu investasi Sumut. Kalaupun ada, hanya riak-riak kecil dan tak berarti apa-apa. Kondisi ini sangat penting karena akan bisa menjaga Sumut di mata investor terutama asing.
“Pertama sekali, kita harus menyiasati kebijakan-kebijakan bagaimana supaya investor tertarik menanamkan modalnya di Sumut,” katanya.
Tentu ada faktor-faktor yang harus diperhatikan oleh pemerintah mulai dari infrastruktur, kejelasan berusaha, tata ruang, maupun fasilitas yang lainnya. “Semua ini pun harus terinformasi kepada investor-investor yang ada di luar negeri. Jika mereka dapat informasi yang akurat, bisa saja mereka akan tertarik. Disamping tentunya kita memang sudah siap menerima investor tersebut,” katanya.
Kalau tidak informasikan apa saja peluang dan fasilitas di Sumut, tentu investor tidak akan tahu. Karena informasi yang belum tersampaikan secara jelas juga berpeluang menjadi pemicu mandegnya investasi.
“Kita sudah siap untuk itu. Membangun suatu sistem informasi yang akan bisa meningkatkan daya tarik dan iklim investasi yang kondusif di Sumut. Para calon investor dan masyarakat dapat memperoleh informasi tentang aspek yang berkaitan dengan dunia usaha,” ungkap Purnama.(ram)
Mulai dari profil Sumut, fasilitas pendukung, prosedur, regulasi, potensi dan peluang investasi,” jelas Purnama.
Menurutnya, kemungkinan investor tidak tahu peluang apa saja di Sumut memang cukup besar. Mereka juga belum tahu fasilitas apa saja yang akan diberikan atau disediakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.(ram)
Banjir bandang yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (24/7) malam yang mengakibatkan terendamnya ratusan rumah tersebut, tidak berdampak dengan jarinngan XL. Sebanyak 220 BTS (Base Transceiver Station) milik XL dapat berfungsi dengan baik dan pelanggan dapat berkomunikasi seperti biasanya.
Regional Sales Operation Manager Sumatera Barat, Rudi Rahman Hidayat menjawab, pasca terjadinya banjir hingga hari ini tidak terpengaruh dengan jaringan XL. Semua komunikasi yang dilakukan pelanggan melalui panggilan, SMS, bahkan data masih bisa dinikmati dengan lancar. “Walaupun sempat terjadi pemadaman listrik, semua jaringan masih bisa digunakan dengan baik. Karena seluruh BTS, di back up dengan genset,” terangnya.
Rudi menambahkan, sejak tadi malam setelah beberapa jam banjir melanda Kota Padang, XL langsung membuka Posko Peduli Banjir di Mesjid Al Jihad Jalan M Hatta, Limau Manis, Padang. Selain memberikan bahan pangan berupa mie instan dan air mineral, XL juga menyediakan ratusan nasi bungkus untuk sahur bagi pengungsi yang berada di Posko.
Selain itu, Posko XL Peduli Banjir juga dilengkapi dengan alkiran listrik dari genset. Sehingga warga bisa mengisi batrai HP dan bisa terus berkomunikasi dengan sanak saudara yang ada di Padang maupun di luar kota.
Rudi mengakui, saat ini banjir sudah mulai surut namun beberapa insfraturuktur fasilitas umum seperti jalan atau pun rumah warga rusa parah. Beberapa warga sudah kembali ke rumah masing-masing dan mulai membersihkan sisa-sisa sampah yang dibawa arus air. “Beberapa fasilitas umum terlihat rusak akibat terjangan banjir. Namun tidak sampai merusak bangunan BTS XL. Saat ini semua tim dari network masih berjaga-jaga untuk tetap berkonsentrasi menjaga jaringan tetap lancar,” tegasnya. (ila)
Jafaruddin Harahap Tutup Pelatihan Kader Wirausaha Muda GMPI Sumut
PENUTUPAN: Ketua PW GMPI Sumatera Utara Jafaruddin Harahap saat menyampaikan sambutan pada penutupan pelatihan kader wirausaha muda PW GMPI Sumut.//ISTIMEWA/sumutpos
MEDAN- Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Sumatera Utara Jafaruddin Harahap SPd MSi secara resmi menutup pelatihan kader wirausaha muda sekaligus berbuka puasa bersama di Sekretariat PW GMPI Sumut Jalan Raden Saleh Nomor 11 Medan, kemarin.
Menurut Jafar, pelatihan wirausaha muda ini merupakan langkah awal, dalam menyiapkan generasi muda yang mandiri dan mapan dalam hidup dan kehidupan. Untuk itu, Jafar berharap, pelatihan wirausaha muda ini dilanjutkan di tingkat pimpinan cabang hinggga pimpinan anak cabang serta ranting.
Dengan demikian, seluruh kekuatan dan potensi yang dimiliki GMPI bergerak bersama-sama untuk memenangkan Fadly Nurzal menjadi Gubsu. Termasuk bekerja dan berjuang untuk membesarkan PPP, karena memang GMPI merupakan bagian integral dari PPP.
“GMPI itu dilahirkan PPP, karena itu seluruh gerak dan perjuangannya harus berdampak positif bagi PPP,” ucap Jafar.
Karenanya, lanjut Jafar, sudah menjadi kewajiban bagi seluruh kader GMPI di Sumatera Utara wajib memperjuangkan kader terbaiknya Fadly Nurzal menjadi orang nomor satu (Gubsu) pada Pilgubsu 2013 mendatang.
“Fadly Nurzal jadi Gubsu pada Pilgubsu mendatang, merupakan harga mati bagi seluruh pengurus dan kader GMPI di Sumatera Utara,” tegas Jafar.
Di bagian lain, Sekretaris PW GMPI Sumut Zulham menjelaskan, pelatihan wirausaha muda ini merupakan program yang dirancang untuk menyiapkan pemuda yang sanggup menghadapi tantangan. Untuk itu, setelah di Medan, pelatihan dilanjutkan di Kota Tebingtinggi dan Kota Pematangsiantar pada 28-29 Juli 2012.
“Selanjutnya dilaksanakan di Kabupaten Asahan dan Kota Tanjung Balai pada 4-5 Agustus 2012. Kemudian pada 11-12 di Kabupaten Mandailing Natal dan Kota Sibolga,” ungkapnya.
Dijelaskan Zulham, selain melaksanakan pelatihan wirausaha muda, GMPI juga melaksanakan safari Ramadan. Penutupan acara pelatihan wirausaha muda ini juga dihadiri para pengurus PW GMPI Sumut, di antaranya Bendahara Syahbudi, Rendy Mandai. (*/ade)
GADGET: Seorang remaja asyik memainkan ‘gadget’ Blackberry di tangannya. Media sosial menjadi trik jitu meraup pasar pemilih muda di Pilgubsu 2013. //sumut pos
Ada resep jitu terbaru menang di Pilkada. Optimalkanlah semua jejaring media! Sosialisasi di media cetak adalah yang utama. Namun optimalisasi Information Technology (IT) menjadi perlu pada era ini. Jika Anda kandidat, upayakan nama Anda kerap dipercakapkan di Twitter, Facebook dan Youtube. Maka, besar kemungkinan Anda bertengger jadi juara.
TEMUAN itu diungkapkan Enda Nasution, Direktur Pelaksana salingsilang.com, saat mengulik hubungan media sosial dan hasil Pilkada DKI putaran pertama 9 Juli 2012 lalu. Para kandidat DKI-1 yang paling banyak diperbincangkan di media sosial, rupanya keluar menjadi pemenang putaran pertama.
“Cukup surprise. Setelah Pilkada selesai, kami mengumpulkan data dari April sampai Juli 2012. Ada beberapa temuan mirip hasil quick count,” kata Enda, Rabu (18/7).
Korelasi positif dan tingkat akurasi percakapan di media sosial dengan hasil quick count aneka lembaga survei itu ditemukan bukan pada volume percakapan soal si calon gubernur. Tapi pada jumlah orang yang mempercakapkan si calon.
“Volume percakapan mengenai kandidat tertentu bisa jadi indikator kepopuleran. Tapi tidak peduli ada banyak percakapan, kalau orang yang membicarakan si kandidat itu-itu juga, ya tidak berpengaruh,” kata Enda.
Lewat media sosial, dia menjelaskan, bisa dihitung jumlah orang yang bercakap-cakap mengenai tiap calon gubernur, dan wakil gubernur DKI Jakarta.
Enda lalu memaparkan temuan timnya. Cagub-cawagub DKI Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) menempati peringkat teratas dalam volume percakapan maupun kuantitas orang yang membicarakannya di media sosial.
Pada April 2012 misalnya, Jokowi-Ahok rata-rata didukung 2.715 tweeps. Sementara peringkat kedua, ditempati cagub incumbent Fauzi Bowo bersama pasangannya Nachrowi Ramli. Dukungan buat mereka 1.642 tweeps per hari. Urutan itu serupa dengan hasil quick count.
Pasangan Jokowi-Ahok ada di urutan pertama dengan 43,14 persen suara. Disusul pasangan Foke-Nara, dengan perolehan 33,54 persen suara (quick count Lembaga Survei Indonesia).
Penekanan tingkat akurasi pada volume percakapan dan bukan jumlah orang yang mempercakapkan calon, ujar Enda, ditemukan pada fenomena Faisal Basri-Biem Benjamin. Faisal-Biem menempati posisi ketiga dalam hal volume percakapan di media sosial. Sementara di hasil quick count, pasangan itu berada di urutan keempat. Perolehan suaranya 5,08 persen (Lembaga Survei Indonesia).
“Dari analisa, ternyata jumlah orang yang mempercakapkan Faisal-Biem di media sosial tak banyak, tapi mereka paling antusias,” kata Enda.
Perbandingannya, jika 1 orang nge-twit 4 kali calon yang mereka dukung, pendukung Faisal nge-twit lebih banyak. Alias 1 orang bisa 10 kali. Dengan kata lain, “Pendukung Faisal-Biem tidak banyak, tapi mereka passionate”.
Artinya, jumlah mereka yang rajin ‘berkicau’ di jejaring media sosial itu tercermin pula di hasil quick count. Tapi teori ini masih harus dibuktikan pada Pilkada DKI putaran kedua. “Kalau terbukti benar, maka teori ini bisa dibawa ke depan dalam riset sosial media,” ujar Enda.
Riset mirip Salingsilang.com juga dilakukan PoliticaWave, lembaga pemantau media sosial. Hasilnya pun tak jauh berbeda. Lembaga itu menyatakan, aktivitas di jejaring sosial dapat memetakan siapa calon gubernur yang nantinya memenangi Pilkada.
Pada Pilkada DKI Jakarta putaran pertama, tesis itu terbukti. “Survei popularitas cagub di media sosial ini dapat merefleksikan suara masyarakat. Dengan kata lain, suara rakyat tercermin di media sosial,” kata Direktur PoliticaWave, Yose Rizal.
Dalam survei PoliticaWave di enam media dan jejaring sosial – Twitter, Facebook, blog, forum online, berita online, dan YouTube, Jokowi-Ahok menjadi kandidat paling sering disebut menjelang Pilkada DKI Jakarta putaran pertama.
Sementara, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli ada di urutan kedua. Urutan berikutnya berturut-turut ditempati Faisal Basri-Biem Benjamin, Alex Noerdin-Nono Sampono, Hidayat Nur Wahid-Didik J. Rachbini, dan Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patri.
PoliticaWave memantau dukungan publik di Pilkada DKI itu sejak 1 Mei 2012. Pengukuran tak hanya kuantitatif, tetapi juga kualitatif. “Kami analisis makna percakapan yang terjadi, apakah mendukung atau kontra terhadap kandidat. Lalu apakah bernada sentimen positif, negatif, atau netral,” ujar Yose.
Kini para pengguna media sosial juga tak melulu kelas menengah ke atas. Kalangan menengah ke bawah juga menyasar dunia ini. “Pengguna internet sudah melebar dengan adanya smartphone dengan harga terjangkau. Pulsa unlimited juga turut meningkatkan pengguna internet,” kata Yose.
Praktisi media sosial Arif Zulkifli menyimpulkan, temuan PoliticaWave itu mematahkan tiga asumsi yang berlaku selama ini. Pertama, Twitter adalah dunia chaos, dan tak terkontrol. Kedua, Twitter adalah milik kelas menengah pengguna smartphone. Ketiga, twitter adalah media dengan pola yang tidak dapat dibaca.
Sejak awal pasangan Jokow-Awok mengaku tak punya dompet yang buncit untuk berkampanye. “Pak Jokowi tak mungkin pasang iklan di televisi. Biaya kampanye kami terbatas,” kata Sekretaris Tim Pemenangan dan Penggalangan Relawan Jokowi-Ahok, Yuke Yurike.
Jurus lebih murah pun dipakai. Mereka turun ke bawah, ke rakyat, dan juga promosi lewat media sosial.
Kampanye simpatik lewat media sosial pun dilancarkan. Ini rupanya lebih efisien dari media konvensional. Yuke berkisah, betapa sulit mereka ‘menembus’ media konvensional. “Kami adakan konferensi pers, dan kami sebarkan rilis pers, tapi hanya sedikit media yang memuatnya,” ujar Yuke.
Mentok di media umum, tim sukses Jokowi-Ahok membetot kampanye di media sosial. Sambutan rupanya positif. “Awalnya mengalir saja. Kebetulan di media sosial banyak simpatisan, bahkan dari Kaskusers,” kata Yuke.
Para simpatisan Jokowi-Ahok itu awalnya tersebar acak, dan tak terkoordinir. “Tapi pelan-pelan di Twitter kami telusuri polanya. Kami akhirnya hafal pendukung mana yang berasal dari tim resmi, atau relawan,” Yuke melanjutkan. Dari situ, mereka merapatkan barisan lewat ‘kopi darat’.
“Akhirnya kami semua bergabung. Perjuangan memenangkan Jokowi-Ahok pun jadi lebih enak”. Cara itu juga lebih hemat ongkos.
Lalu, apa kesimpulan Yuke? “Dahsyat. Semua tidak sia-sia,” ujarnya. Dia mengatakan, kampanye itu efektif karena orang-orang di Jakarta melek teknologi. Mereka bisa akses informasi lewat BlackBerry atau smartphone. Hasilnya, Jokowi-Ahok memang jadi juara di putaran pertama. (bbs/jpnn)
FOTO BERSAMA:Direktur Sempoa SIP Pelangi, Umarani (paling kanan atas) bersama para siswa.//Tomi /Sumut Pos
MEDAN-Sebanyak 11 siswa Sempoa SIP Pelangi yang berada di Jalan Brigjen Katamso Medan No 539 berhasil meraih juara kompetisi Sempoa tingkat Nasional dan internasional yang berlangsung di Aston Primera Pasteur Jalan DR Junjuna 96 Bandung pada 2 Juli 2012 kemarin.
Kesebelas siswa Sempoa SIP Pelangi yang berangkat mengikuti kompetisi nasional dan internasial, di antaranya, Albert berhasil meraih juara 1 runner up internasionl level Foundation 2. Sedangkan siswa lainnya yang berhasil meraih kompetisi tingkat nasional adalah Nazwa Fadillah raih juara 3 level foundation 1, Muhammad Arif Huda raih consalation national dengan level foundation 1, Catherine Harianto raih national 2 runner up level foundation 1, Anggelica Wijaya raih consalation national level foundation 2, Jason Alexius Chandra raih consalation national level foundation 2, Indi Azizah Nailah raih consalation national level foundation 2.
Selanjutnya Brevi AJ. Tarigan raih National 3 st runner up level foundation 3, Alya Shilla Arrahmi raihh consalation national level foundation 3, Dea Ivana Sinulingga raih national 2 nd runner up level foundataion dan Gilbert Onggara raih consolation level intermediate 2.
Direktor Sempoa SIP Pelangi Umarani mengatakan, kesebeles siswa sempoa yang berhasil raih juara di kompetisi tingkat nasional dan internasional sebelumnya telah berhasil lulus seleksi. “Sehingga, ketika ikut perlombaan, tidak ragu lagi dengan kemampuan mereka,” bilang Direktor Sempoa SIP Pelangi, Umarani pada Sumut Pos, Rabu (25/7).
Diterangkannya, dimana saat di kompetisi tingkat nasional di Bandung saat itu diikuti beberapa daerah Indonesia seperti Sumatera Utara, Nangroe Aceh Darusssalam (NAD), Kepulau Riau, Jawa Tengah, Jogjakarta, Sumatera Barat, Lampung, Kalimantan Timur, Jambi, Jadabotabek dan Sumatera Selatan.(*/omi)
Sidang Dugaan Korupsi Dana PBB Pertambangan Tebingtinggi
MEDAN- Mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda) Kota Tebingtinggi, Syamsul Rizal Lubis dituntut 1 tahun 6 bulan penjara dalam Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan, Rabu (25/7).
Dalam amar tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ade SH menyebutkan terdakwa terlibat korupsi dana bagi hasil dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Pertambangan senilai Rp740 juta di Pemko Tebingtinggi.
Terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal pasal 3 (1) junto pasal 18 Undang Undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pindana korupsi junto pasal 64 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). “Terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan dituntut selama 1 tahun 6 bulan penjara,” ujar JPU Ade SH di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Suhartanto.
Selain dituntut dengan kurungan badan, terdakwa juga diharuskan membayar denda senilai Rp50 juta subsider 6 bulan penjara. Terdakwa juga diharuskan membayar Uang Pengganti (UP) Rp18 juta yang jika tidak dibayar diganti dengan kurungan 3 bulan penjara.
Dalam dakwaan JPU sebelumnya, Syamsul Rizal, mantan Kadis Pendapatan Pemko Tebingtinggi itu didakwa telah melakukan korupsi sekira Rp740 juta rupiah. Perbuatan Syamsul dengan cara mengeluarkan dana perimbangan (bagi hasil PBB Pertambangan)dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN) tahun 2008 hingga 2010 yang disalurkan ke Pemko Tebingtinggi sebagai upah pungut pajak bumi dan bangunan dan dibagikan kepada sejumlah pejabat Pemko Tebingtinggi.
Menurut JPU perbuatan Syamsul Rizal menggunakan dana APBN berupa dana bagi hasil pertambangan sebagai upah pungut PBB telah melanggar peraturan pemerintah. Selain itu prestasi dalam meningkatkan Pungutan Pajak Bumi dan Bangunan juga tidak ada.
Usai mendengarkan tuntutan JPU, Majelis Hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan nota pembelaan (pledoi) terdakwa. (far)
BENAR jika disebutkan bahwa Inggris adalah tim besar di pentas sepak bola dunia. Selain pernah memenangi Piala Dunia (1966) dan Piala Eropa (1968), ternyata di pentas sepak bola amatir pun Inggris memiliki sejarah yang juga mentereng.
Lihatlah, Inggris pernah meraih medali emas pada tahun 1908 dan 1912, meski tahun 1960 merupakan partisipasi terakhir The Three Lions di ajang empat tahunan itu.
Artinya, laga menghadapi Senegal pada partai pembuka grup A Olimpiade London yang berlangsung di Stadion Old Trafford dini hari nanti merupakan yang pertama bagi tim yang kali ini membawa bendera Inggris Raya, setelah mereka sempat absen selama 52 tahun.
Secara kebetulan, selain diuntungkan sebagai tuan rumah, Inggris Raya yang dibesut Stuart Pearce memiliki sejumlah pemain yang berkiprah di ajang World Cup, sebulan lalu. Sebut saja nama-nama seperti Jack Butland, Micah Richard, Cleverley, Aaron Ramsey, Daniel Sturridge, serta dibantu dua pemain senior Ryan Giggs dan Craig Bellamy.
“Tim ini terus berkembang, Sejumlah pemain memiliki kesempatan merengkuh pengalaman pada Piala Dunia lalu. Dan sebagian lainnya adalah pemain penuh potensi dan pemain senior sarat pengalaman. Dengan itu, saya yakin tim ini mampu meraih hasil maksimal,” bilang Stuart Pearce, pelatih Inggris Raya.
Di atas kertas, Inggris Raya memang terlihat lebih hebat dibanding Senegal. Bersama Uruguay, anak asuh Stuart Pearce dianggap sebagai tim terfavorit untuk lolos dari babak penyisihan grup. Favoritas kedua tim ini melewati dua kontestan lainnya Senegal dan Uni Emirat Arab.
“Orang-orang boleh saja menjagokan kami untuk lolos dari fase grup. Namun mereka (Senegal, Red) tak dapat dipandang sepele. Apa yang mereka lakukan dalam setahun terakhir membuktikan jika mereka tim yang tangguh,” bilang Stuart Perce.
Sikap waspada yang diusung Pearce ini pantas duacungi jempol. Pasalnya, meski tak diperkuat dua pemain pilarnya Demba Ba dan Pappis Cisse, namun Senegal tetap mampu memperlihatkan permainan atraktif. Terakhir kali anak asuh Diouf Abdoukarime membekuk tim Olimpiade Spanyol dengan skor 2-0 di Las Palmas pada 30 Juni lalu.
Dua gol yang dilesakkan Ibrahima Seck dan Mane Sadio membungkamSpanyol yang mendapat dukungan dari 4.000 fansnya.
“Itu (kemenangan, Red) membuat pemain semakin termotivasi menatap pertandingan menghadapi Inggris Raya. Mereka adalah tim hebat dengan sekumpulan pemain yang hebat pula. Tapi kami tak takut karena kami telah mengalahkan tim yang lebih hebat dari mereka,” bilang Diouf Abdoukarime, tactician Senegal.
Meski optimis jika anak asuhnya mampu mengejutkan tuan rumah, namun Diouf tetap menyesalkan absennya dua pemain pilar yang dianggap paham dengan tipikal sepak bola Inggris Demba Ba dan Pappis Cisse.
“Pertandingan ini takkan menjadi berat jika mereka dapat bergabung dengan tim. Namun sayangnya, apa yang menjadi keinginan tim untuk dapat mempergunakan jasa mereka akhirnya terhalang aturan klub tempat mereka bernaung (Newcastle United),” sesal Diouf. (jun)
AMANKAN KAYU: Wakapolres Pakpak Bharat, Kompol Drs Soepriyatmono (pakai topi) didamping personel Polres saat berada di lokasi penemuan puluhan ton kayu tak bertuan yang berada di Desa Binangaboang Kecamatan Salak, Rabu (25/7).//Tamba Tinendung/sumut pos
PAKPAK BHARAT- Kerusakan hutan yang terjadi akhir-akhir ini di Kabupaten Pakpak Bharat, telah diminimalisir. Pasalnya, beberapa hari berturut-turut Polres Pakpak Bharat menemukan kumpulan kayu jadi dan kayu bulat di hutan yang tidak jauh dari lokasi perkantoran Pemkab Pakpak Bharat.
Setelah menemukan kayu di Hutan Desa Jambueea, Kecamatan Siempatrube, tadi sore Rabu (25/7) sekira pukul 17.30, polisi kembali menemukan kayu yag sudah diolah (balok tim) di Desa Binangaboang, Kecamatan Salak, Kabupaten Pakpak Bharat. Jumlah kayu tersebut tidak sedikit. Puluhan ton kayu yang sudah diolah tersebut terdiri dari berbagai ukuran mulai dari 15X30 hingga 20X30 centimeter.
Kapolres Pakpak Bharat AKBP Guessepe Rainhard Gultom Sik melalui Wakapolres Pakpak Bharat Kompol Drs Soepriatmono MPsi kepada Sumut Pos mengaku, bahwa keberadaan kayu tersebut berasal laporan warga setempat. Menurutnya, bahwa kayu tersebut sudah diolah dan beberapa sudah diangkut dengan diam-diam oleh pelaku yang belum diketahui keberadaannya.
“Informasi dari masyarakat. Oleh masyarakat, kita diberi informasi, setelah mendapat informasi, kita meluncur menuju tempat yang dimaksud, dan benar kita menemukan puluhan ton kayu yag terdiri dari meranti batu,” ujar Wakapolres.
Ketika disinggung mengenai adanya isu yang berkembang tentang keterlibatan oknum anggota Polres Pakpak Bharat, Soepriatmono mengaku belum mengetahui sepenuhnya. Namun, mengaku bahwa pimpinan punya komitmen yang tinggi tentang 10 prioritas Kapolri yang diantaranya menyangkut illegal logging (pembalakan hutan).
“Sampai saat ini, tim intelijen Polres Pakpak Bharat tetap melakukan penyelidikan. Bilamana nanti terbukti ada oknum anggota yang terlibat, pimpinan pasti melakukan tindakan dengan tegas,” tandasnya.
Pantauan Sumut Pos mulai dari lokasi penemuan kayu tak bertuan yakni Desa Binangaboang Kecamatan Salak hingga di Markas Komando (Mako) Polres Pakpak Bharat, personel Polres setempat menjadi lembur untuk melakukan pengangkutan kayu tersebut hingga membongkarnya di halaman Mako Polres. (mag-14)
PEMAIN muda Senegal yang kini bersinar bersama Newcastle United Papiss Cisse mengaku sangat ingin tampil bersama timnas di ajang Olimpiade, meski sebelumnya manajemen Newcastle United, tempat Cisse merumput telah berulang kali mengatakan takkan mengizinkan Cisse berlaga dui Olimpiade.
Cisse yang kini berusia 26 tahun berharap agar manajemen timnas Senegal memilihnya sebagai satu di antara tiga pemain di atas usia rata-rata yang diperbolehkan bermain di multievent empat tahunan tersebut.
“Perhatian saya saat ini tertuju apakah saya bisa menggantikan salah satu pemain muda di tim tersebut. Saya pikir itu memang berat, layaknya digantikan dalam sebuah skuad di Piala Dunia. Sudah seharusnya tim memprioritaskan pemain-pemain muda. Akan tetapi jika manajemen meminta saya bermain, saya akan bangga melakukannya,” kata Cisse kepada Newcastle Evening Chronicle.
Cisse adalah salah satu pembelian terbaik Newcastle pertengahan musim lalu. Dibeli seharga 10 juta poundsterling dari klub Jerman SC Freiburg, Cisse mampu mencetak 13 gol dalam 14 pertandingan paruh kedua musim lalu dan berjasa mengantarkan The Magpies finis di posisi kelima Liga Primer Inggris.
“Olimpiade adalah sebuah kompetisi yang sangat penting. Lihat saja pemain-pemain seperti Ryan Giggs dan David Beckham, yang sudah memenangkan banyak trofi dalam karir mereka, masih menginginkan tampil dan memenangkan kompetisi tersebut,” kata Cisse. (bbs/jpnn)
BINJAI- Aksi perjudian tak mengenal bulan suci Ramadan. Buktinya, di Kampungtanjung yang dikenal dengan Las Vegas-nya Kota Binjai terus beroperasi. Kondisi itu membuat warga resah.
Menyikpi laporan dari masyarakat itulah, sejumlah anggota Satuan Reskrim Polres Binjai menggelar operasi ke Kampungtanjung. Kampung yang dihuni warga turunan Tionghoa itu, polisi menyita sejumlah barang bukti serta menangkap tersangkanya, Selasa (24/7) sekitar pukul 16.30 WIB.
Dalam aksi penggerebakan itu, petugas Sat Reskrim Polres Binjai berhasil mengamankan dua orang tersangka, yakni, Alai alias Cai Lai (49) warga Jalan Ros Kampungtanjung Kecamatan Binjai Kota dan Anhar alias Kien Ho (42) warga Jalan Wahid Hasim No 38 Kelurahan Pekan Binjai Kecamatan Binjai Kota.
Dari tangan kedua tersangka, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti Rp12.700.000 disita dari tangan Alai alias Cai Lai dan uang sebesar Rp2.500.000 dari tangan Anhar alias Kien Ho.
Barang bukti lainnya yang berhasil disita yakni, uang gacok pecahan Rp2000 ribu sebanyak 13 lembar, pecahan Rp1000 sebanyak 4 lembar dan satu unit HP nokia tipe 6300 milik Anhar. Setelah itu tersangka dan barang bukti berhasil diamankan, untuk selanjutnya petugas menggiringnya ke Polres Binjai untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Anhar, saat berada di Polres Binjai mengakui, kalau permainan judi jenis genap ganji itu tidak memakai bandar. Namun, permainan itu dibuka suka-suka oleh orang yang punya uang. “Kalau penghasilan kami satu harinya memang mencapai puluhan juta atau tepatnya mencapai Rp10 jutaan,” bebernya.
Kapolres Binjai, AKBP Musa Tampubolon melalui Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Aris Fianto, kepada wartawan mengatakan, kalau kedua tersangka saat ini sudah ditahan. “Kita sudah menahan kedua tersangka,” katanya. (ndi)