LIVERPOOL-Setelah delapan tahun membela Everton, Tim Cahill akhirnya hengkang. Pemain internasional Australia itu segera bergabung dengan klub MLS, New York Red Bulls usai kedua klub menyepakati transfernya.Tidak disebutkan berapa biaya transfer Cahill ke Red Bulls. Namun, pemain berusia 32 tahun itu dijadwalkan terbang ke Amerika Serikat dalam bebrapa hari ke depan.
“Everton telah mencapai kesepakatan dengan Major League Soccer (MLS) bahwa Tim Cahill bisa ditransfer ke New York Red Bulls,” bunyi keterangan resmi di situs Everton. “Tim, 32, akan pindah ke Red Bulls untuk sejumlah uang, bergantung atas kesepakatan pribadi dan lolos tes medis. Dia akan melakukan perjalanan ke AS dalam beberapa hari lagi.”
Kendati kontraknya masih tersisa dua tahun, Cahill ramai diisukan dengan kepindahan dari Everton pada musim panas ini. Ia diminati klub-klub dari Timur Tengah maupun China sebelum menerima pinangan Red Bulls. (bbs/jpnn)
MARK Hughes dan Craig Bellamy sudah pernah beberapa kali bekerja sama. Dengan QPR kini mulai melirik Bellamy, bukan tak mungkin mereka akan melakukan reuni.
Bellamy saat ini masih terikat kontrak dengan Liverpool. Brendan Rodgers selaku manajer baru ‘Si Merah’ pun tampak belum ingin melepaskan si pemain asal Wales berusia 33 tahun.
Akan tetapi, tekad Liverpool itu tampaknya akan mendapat godaan dari QPR dan manajernya, Hughes. Bellamy, yang pernah bekerja sama dengan Hughes di Wales, Blackburn, dan Manchester City, saat ini tengah menjadi salah satu incaran klub London itu.
“Mark punya beberapa nama dalam daftarnya, dan saya pikir untuk beberapa pemain itu kami akan mendapat persaingan dari klub lain,” ungkap Wakil Presiden QPR Amit Bhatia kepada Sky Sports yang dikutip ESPN.
“Ia sudah menjadi penggemar Craig Bellamy selama beberapa tahun. (Selain itu) Ada banyak nama yang sudah dibicarakan,” lanjut Bhatia. Saat ini Bellamy sedang bersama timnas sepakbola Inggris Raya yang berkompetisi di Olimpiade 2012 di London. (bbs/jpnn)
SETELAH menjuarai Liga Champions, Chelsea sudah membelanjakan lebih dari Rp500 miliar untuk dua pemain saja. Aktivitas Chelsea itu mengundang komentar dari Manajer Manchester United Sir Alex Ferguson. Apa katanya? Musim panas ini Chelsea telah memboyong Eden Hazard dengan harga 32 juta poundsterling dan juga Marko Marin dengan harga sekitar 7 juta poundsterling. Total 39 juta poundsterling atau sekitar Rp572 miliar telah digelontorkan.
Jumlah itu niscaya akan bertambah lagi mengingat Oscar juga dikabarkan sudah ada di gerbang Stamford Bridge. Chelsea kabarnya harus menebus Oscar dengan harga 25 juta poundsterling dari Internacional.
Jika transfer itu terwujud maka ‘Si Biru’ telah membelanjakan 64 juta poundsterling (sekitar Rp938 miliar atau nyaris Rp 1 triliun). Sungguh pembelian luar biasa mengingat iklim ekonomi Eropa saat ini.
Menilik gencarnya Chelsea berbelanja, Fergie punya opini sendiri. Menurutnya Roman Abramovich selaku pemilik Chelsea memang sedang bersemangat lagi untuk berbelanja setelah meraih gelar impiannya musim lalu, Liga Champions. Dengan kesuksesan tersebut, Abramovich jelas ingin Chelsea kembali tampil kompetitif, bukan cuma di Liga Champions tetapi juga di ajang lain.
“Saya pikir si pemilik telah mendapatkan kembali antusiasmenya. Setelah menjuarai Liga Champions, kini ada ekspektasi besar di bahu mereka. Itu (Liga Champions) merupakan trofi yang selalu diinginkan Roman, jadi ia pun berinvestasi lagi untuk timnya musim panas ini,” analisis Fergie di Daily Mail. (bbs/jpnn)
MEREKA adalah Didier Drogba, Jose Bosingwa, dan Salomon Kalou. Sebelumnya, Alex dan Nicolas Anelka lebih dulu meninggalkan Stamford Bridge pada awal tahun.
Perginya pemain-pemain lama itu kemudian diikuti dengan datangnya beberapa amunisi anyar. Eden Hazard, Marko Marin, dan Kevin De Bruyne sudah bergabung, sementara Oscar dilaporkan akan segera menyusul.
“Ini adalah momen penting dalam sejarah kami usai memenangi Liga Champions dan sekarang rasanya seperti era baru di Chelsea karena kami punya manajer baru dan cukup banyak pemain baru,” ucap Cech di The Sun.
Cech berharap para pemain baru Chelsea bisa membuktikan bahwa mereka layak dibeli dengan harga mahal dan menunjukkan mental juara yang selama ini sudah melekat dengan timnya.
“Tantangan untuk mereka adalah menunjukkan bahwa mereka ada di sini bukan karena kecelakaan, mereka harus menunjukkan bahwa mereka adalah pemain berkualitas yang layak jadi bagian tim Chelsea. Situasinya mirip dengan saat saya bergabung di tahun 2004,” ujarnya.
“Kami selalu punya mentalitas semacam itu di Chelsea dan itulah kenapa kami kami memenangi begitu banyak trofi tiap tahun. Anda tak bisa membeli mental juara, Anda cuma bisa mendapatkannya dari orang-orang yang sudah lebih dulu memilikinya. Jadi, kami berharap tak pernah kehilangan itu,” tambah Cech.
“Namun, saat Anda menggaet pemain-pemain baru, itu adalah kesempatan besar bagi mereka untuk membangun hidup dan karier mereka. Dan Anda bisa melihat bahwa mereka akan berusaha maksimal meraihnya,” pungkas Cech.
Sementara itu di tempat terpisah bek Chelsea Branislav Ivanovic mengaku masih belum bisa menerima kepergian rekan setimnya di Chelsea, Didier Drogba. Ia mengaku sangat rindu akan kehadiran Drogba dalam skuad The Blues.
Drogba yang telah membela Chelsea sejak tahun 2004 harus mengakhiri hubungannya bersama The Blues pada akhir musim kemarin. Drogba memang menjadi sosok penting dalam kebangkitan Chelsea bahkan sebelum pergi ia masih mempersembahkan trofi Liga Champions.
Oleh karena itu, Ivanovic menyayangkan keputusan Drogba yang lebih memilih hijrah ke Chinan dan bergabung dengan Shanghai Shenhua. Pasalnya, ia merasa ada sosok yang hilang dalam tim The Blues.
“Sangat aneh dengan tak adanya Didier. Kami sangat merindukannya dan menanti kedatangannya kembali. Terasa ada yang hilang setelah delapan tahun Didier berada di sini,” ungkap Ivanovic, seperti dlansir Tribal-Football, Selasa (24/7). (bbs/jpnn)
Nabila menunjukkan risoles buatannya.//Juli Ramadhani Rambe/Sumut Pos
MEDAN – Cut Nabila Azhar tidak hanya cantik. Model yang satu ini juga punya semangat tinggi untuk berwirausaha. Kecantikan yang dimiliki Nabila telah mengantarnya meraih berbagai gelar. Antara lain, Dara Utama Kota
Medan 2009 dan Putri Indonesia Kepulauan Sumatera 2010. Meski begitu, bagi perempuan yang memiliki garis wajah khas Asia Selatan itu, modal kecantikan saja tak cukup sebagai bekal masa depan.
”Kalau sudah tua, saya pasti keriput-keriput. Saat masa itu tiba, saya sudah tidak laku jadi model,” tuturnya, lantas tersenyum. ”Karena itu, saya memutuskan untuk mulai berbisnis, selagi masih muda,” tambahnya. Setahun terakhir Nabila berjualan risoles yang diberi brand sesuai dengan namanya. Usaha makanan dipilih, karena Medan memang terkenal sebagai kota kuliner. Di sisi lain, keluarga Nabila memang doyan makan dan pandai memasak.
Berkat pergaulannya yang luas di berbagai kalangan, usaha yang dijalankannya cepat menanjak. Sejak awal sales-nya tidak pernah mengecewakan. Saat ini risoles itu rata-rata terjual sekitar 400 buah per hari. ”Saya menjualnya dengan cara paket. Satu paket berisi sepuluh buah. Penjualannya terhitung sangat tinggi karena saya memasarkannya hanya lewat online,” terang mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) ini.
Harga per paketnya Rp 55 ribu. Lumayan mahal juga sebenarnya. Kata perempuan kelahiran Medan, 2 Maret 1991 ini, harga membengkak karena dirinya hanya menggunakan bahan-bahan terbaik. Dia pun tak mau mengurangi kualitas bahan demi mendapatkan harga jual murah. ”Prinsipnya, saya hanya jual apa yang saya makan. Inilah yang saya makan. Kalau bahannya diganti, namanya bukan risoles Nabila lagi,” ucap anak bungsu pasangan Dr Teuku Azhar Johan SpPK dan Chairani Sharif ini.
Dia menambahkan, pembeli bisa datang mengambil pesanan ke rumahnya. Bisa juga diantarkan. Sebab, Nabila memang belum punya outlet khusus untuk menjual risoles. Paling tidak, tahun depan dia baru bisa membuka sebuah outlet. (nar/c10/ayi/jpnn)
Sampah di Kecamatan Medan Marelan, saat ini rutin dibersihkan dan diangkut oleh Dinas Kebersihan Kota Medan, yang melibatkn tim kebersihan kecamatan dan kelurahan.
Sampah diangkut oleh tim kebersihan dalam sehari mencapai tiga kali yang dimulai pukul 07.30 WIB, pukul 15.00 WIB dan pukul 20.00 WIB. Jadwal ini ditetapkan secara rutin, untuk mendukung dan menata keindahan Kota Medan, dibidang kebersihan agar wilayah Kecamatan Medan Merelan, terbebas dari sampah.
“Kalau pagi hari dan menjelang sore, sampah sudah diangkut oleh petugas Dinas Kebersihan Kota Medan dengan menggunakan mobil dinas kebersihan. Sedangkan di malam hari, petugas penyisir kecamatan bekerjasama dengan kelurahan, juga turun untuk mengangkut sampah dengan menggunakan mobil patroli kebersihan,” ucap Camat Medan Marelan Pulungan Harahap, Selasa (24/7).
Lanjut Pulungan, dimana untuk petugas penyisir kebersihan kecamatan dan kelurahan, sebelum bertugas menyisir sampah, ia selalu memberikan pengarahan untuk tidak lupa memperhatikan sampah yang ada di pinggiran jalan.
“Apabila masih ada sampah yang masih berserakan di kawasan Medan Marelan, maka petugas kebersihan akan memberikan teguran kepada petugas yang berada dilapangan,” beber Pulungan.
Bukan itu saja, sambung Pulungan, sampah yang ada berada di dalam gang-gang di Kecamatan Medan Marelan juga menjadi prioritas untuk diangkut. Sampah yang berada didalam gang, menjadi tanggungjawab petugas kebersihan Kota Medan untuk diangkut. Namun demikian, petugas kecamatan tetap melakukan koordinasi.
“Biasanya pihak kecamatan hanya memberikan intruksi kepada lurah. Kepala Lingkungan (Kepling) juga dilibatkan untuk menjaga kebersihan di lingkungannya terutama di dalam gang-gang,”terangnya.
Pulungan juga menghimbau, kepada warga agar tetap selalu mengeluarkan sampah pada jadwal yang telah ditentukkan. Bila telat dari jadwal yang telah ditentukan. Maka warga harus menyimpan sampah kembali. Atau, warga tersebut membuang sampah pada tempatnya atau di Tempat Penampungan Sementara (TPS).
“ Sanksi terhadap warga yang lambat membuang sampah ini tidak ada. Hanya saja warga tersebut harus menyimpan sampahnya kembali atau membuangnya di tempat wadah yang telah disediakan,” tegas Pulungan.(omi)
BARCELONA – Tim basket Amerika Serikat mendapatkan pelajaran berharga saat berhadapan dengan Argentina, pada persiapan Olimpiade. AS harus susah payah mengalahkan Tim Tango 86-80.
Kevin Durant menjadi pengumpul angka terbanyak AS dengan raihan 27 poin, dalam pertandingan yang berlangsung di Barcelona, Spanyol, Minggu malam waktu setempat. Sedangkan Kobe Bryant menambah lewat torehan 18 poin.
“Saya sangat menyukai ini. Anda harus melewati pertandingan persahabatan yang seru dan baru anda terbang ke London, kemudian memulai sebuah kompetisi yang kompetitif,” ujar LeBron James selepas pertandingan.
“Jadi, kami memiliki sebuah tim yang sangat bagus. Tidak masalah berapa banyak anda meraih kemenangan, anda harus bermain baik dan semakin membaik. Saya merasa kami semakin membaik,” tandas bintang Miami Heat itu.
Menjelang pertandingan di kuarter empat berakhir, AS memang sempat memimpin sejauh 15 poin. Tapi, Argentina mampu bangkit dan memangkas ketinggalan menjadi empat poin saja. Bryant mengakui Argentina merupakan tim yang sangat bagus.
“Pertandingan ini sangat berat. Argentina merupakan lawan yang sangat bagus. Argentina terus memberikan perlawanan dan buat kami, ini merupakan sebuah tantangan untuk menjauh dari kejaran mereka,” tandasnya dilansir ESPN, Senin (23/7).
Ini kemenangan keempat AS dalam uji coba. Sementara dari kubu Argentina, Ginobili menjadi penyumbang angka terbanyak dengan torehan 23 poin, Carlos Delfino mencetak 15 poin dan Luis Scola menambah dengan torehan 14 poin. (bbs/jpnn)
MEDAN- Hari ketiga Ramadan 1433 H, kawasan Kabupaten Deliserdang dihebohkan dengan aksi perampokan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Tak tanggung-tanggung, kawanan rampok berhasil menggasak sekitar Rp309 juta dari lokasi kejadian yang dekat dengan Pintu Tol H Anif itu.
Ceritanya, Senin pagi (23/7) sekira pukul 10.00 WIB, dua karyawan SPBU 1420301132, Percut Seituan, Deliserdang, akan menyetorkan uang penjualan BBM ke BRI kawasan Percut Seituan. Dengan menggunakan sepeda motor Supra X BK 5456 AAM, Mairafdi dan Tono pun pergi menuju bank tersebutn
“Itu setoran mulai Jumat (20/7). Biasanya kami nyetor uang setiap hari, tapi karena bank Sabtu dan Minggu tutup, kami nyetor penjualan tiga hari ini,” ucap Mairafdi, manajer SPBU, di Mapolsek Percut Sei Tuan.
Saat melintas di kawasan Kampung Agas, Desa Cinta Rakyat, tiba-tiba sepeda motor RX King datang dari arah belakang dan langsung memepet dua karyawan itu. Tanpa kompromi, kawanan rampok yang berjumlah dua orang langsung menunjukkan senjata api jenis FN dan menendang mereka hingga jatuh. “Nggak ditodongkan tapi dikeluarkan dari balik jaketnya,” kata Ameng.
Usai korbannya jatuh, pelaku yang berjumlah dua orang itu langsung mengambil tas warna hitam, yang diperkirakan berisi uang tunai sekitar Rp309 juta. “Kedua pelaku memakai helm tertutup dan sepatu PDL,” ujar Tono.
Melihat kedua pelaku melarikan diri ke arah pintu tol H Anif, kedua korban langsung menyelamatkan diri dan langsung membuat pengaduan ke Polsek Percut Sei Tuan.
Menyikapi aksi itu, Polresta Medan bertindak cepat. Puluhan polisi gabungan dari Polresta Medan dan Polsekta Percut Seituan langsung diturunkan memburu perampok dua karyawan SPBU itu. Aksi perampokan itu terbilang nekat sebab dilakukan pada saat pelanggan SPBU sedang ramai.
Kapolresta Medan, Kombes Pol Monang Situmorang saat dihubungi menyebutkan, perampokan itu terjadi sekitar pukul 10.20 WIB. Dikatakan Monang, saat itu dua orang menggendarai sepeda motor Yamaha RX-King memasuki lokasi SPBU dan mengikuti dua karyawan yang akan menyetorkan uang Rp309 juta ke BRI Percut Seituan. “Tiba-tiba pengendara RX-King itu memepet dua karyawan dan menendangnya. Uang dalam bungkusan plastik dalam tas hitam yang dipegang karyawan dirampas dan dibawa kabur perampok,” ujar Monang.
Sepuluh reserse Polresta Medan, menurut Monang langsung memburu perampok yang diperkirakan membawa senjata api itu. “Ciri-ciri kedua perampok menggunakan helm hitam tertutup,” sebut Monang.
Terpisah, Kapolsekta Percut Sei Tuan, Kompol Maringan Simanjuntak, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara. “Masih olah TKP. Pelaku belum teridentifikasi. Polsekta Percut dan Polresta Medan bekerja sama memburu pelaku. Kami sedang rapat tim,” ujar Maringan. (jon/mag-12)
MEDAN-Biayanya dinilai terlalu besar, pihak Kejatisu batal membayar tenaga ahli penilai agunan sebesar Rp175 juta, dalam kasus dugaan penyimpangan penyaluran kredit fiktif di BNI 46 Cabang Jalan Pemuda Medan senilai Rp129 miliar. Sebagai gantinya, Kejatisu memilih menunggu hasil audit akhir dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Wilayah Sumut.
“Tim Penyidik Kejati Sumut melakukan penghitungan agunan hanya untuk memperkuat alat bukti yang sudah ada. Namun karena biaya besar, maka Tim Penyidik menyimpulkan tidak perlu dilakukan perhitungan agunan. Tidak dilakukannya perhitungan tersebut tidak mempengaruhi pembuktian pada penyidikan kasus BNI Medan, atau tidak menghentikan kasus BNI Medan. Keterangan saksi ahli penilai agunan hanya salahsatu bukti,” kata Kasi Penkum Kejatisu, Marcos Simaremare, saat bertandang ke Gedung Graha Pena Medan, Kantor Sumut Pos, kemarin.
Saat ini, pihak Kejatisu tinggal menunggu hasil audit akhir penghitungan kerugian negara pada BPKP. “BPKP hanya melengkapi sedikit lagi data yang masih dibutuhkan dari Penyidik Kejati Sumut. Kalau hasil audit BPKP sudah ada kasusnya akan segera berlanjut,” cetusnya.
Menjawab sejumlah akademisi dan praktisi hukum yang menyoroti kasus kredit fiktif tersebut, Marcos menjamin, kasusnya tidak berhenti di tengah jalan hanya karena tidak ada biaya menghitung agunan. “Tetap berlanjut,” tandasnya.
Tentang penetapan empat tersangka BNI 46 dan kapan akan diperiksa, ia menjelaskan, masih belum dijadwalkan. “Penanganan kasus BNI 46 Medan sudah tahap akhir dan hampir rampung. Tapi pemeriksaan keempat tersangka belum dijadwalkan,” kata dia.
BPKP sendiri menurutnya sudah berkoordinasi dengan Bank Indonesia dalam melakukan audit, untuk menelusuri aliran kredit tersebut.
Seperti diberitakan, keempat tersangka kasus kredit fiktif BNI 46, di antaranya Radiyasto selaku pimpinan Sentra Kredit Menengah BNI Pemuda Medan, Dasrul Azli selaku pimpinan Kelompok Pemasaran Bisnis BNI Pemuda Medan, Mohammad Samsul Hadi yang merupakan Pimpinan Rekanan dan Kantor Jasa Penilaian Publik, serta Titin Indriani selaku Relationship BNI SKM Medan, tidak ditahan karena ada kepentingan penyidikan.
Keempatnya ditetapkan sebagai tersangka sejak Oktober 2011 lalu, dan hanya ditahan selama sepekan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanjunggusta Medan. Selanjutnya, keempat tersangka menjadi tahanan kota.
Sedangkan Boy Hermasnyah selaku Direktur PT Bahari Dwi Kencana Lestari, masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Interpol sejak 17 Oktober 2011.
Kasus ini bermula dari permohonan kredit PT BDKL yang dipimpin Boy Hermansyah kepada BNI Medan pada tahun 2009. Saat itu, Boy mengajukan pinjaman sebesar Rp133 miliar untuk pengembangan usaha, dan yang dikabulkan Rp129 miliar. Namun dalam proses peminjamannya, diduga Boy menggunakan agunan usaha yang telah di agunkannya ke bank lain. Penyidik Kejatisu menemukan adanya penyimpangan peminjaman dana kredit yang dilakukan oleh Boy, yang menyebabkan kerugian negara. (mea/far)
Nazriel Ilham alias Ariel Peterpan sudah bebas, namun masih terikat dua kewajiban. Pertama, memenuhi wajib lapor hingga masa percobaan bebas bersyaratnya usai. Kedua, dia harus kembali ke Rutan Kebon Waru karena sudah berjanji untuk mengajari warga binaan cara bermain gitar.
Rencana itu disampaikan oleh Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Kelas I Kebon Waru, Joko Pitoyo. Kepada Jawa Pos (grup Sumut Pos), dia menyebut kalau ide tersebut muncul saat pihaknya menerima sumbangan 30 gitar dari sebuah majalah musik empat hari lalu. “Saya minta Ariel untuk mengajari warga binaan, dia bilang iya. Katanya, kalau ada waktu bakal kesini,” ujarnya.
Bakat musik Ariel memang tidak ingin disia-siakan begitu saja oleh pihak Rutan. Apalagi, beberapa hari lalu Ariel juga sempat rekaman lagu bersama warga binaan.
Lagu yang dimaksud Joko adalah tembang berjudul Bangkit. Ariel dan empat personel ex Peterpan, Lukman, Uki, Reza, dan David langsung take vokal dengan sejumlah narapidana di halaman dalam Rutan Kebon Waru, Rabu (18/7). Ketika itu, Ariel tampak bersemangat mengarahkan teman-temannya sesama narapidana untuk mendapatkan suara bagus. “Dia orangnya memang luwes dan mudah bergaul,” imbuhnya.
Hubungan yang sudah terbangun itu menjadi harapan bagi Joko agar Ariel mau menularkan ilmu bermusiknya. Malah, dia sempat menyebut kalau sebenarnya sudah ada embrio membuat band yang dididik langsung oleh artis kelahiran 16 September 1981 itu. “Dia juga cerita ke saya kalau mau bikin grup baru lagi. Tapi bukan Peterpan namanya” kata Joko.
Ditanya apa sudah diberi bocoran nama band barunya, Joko menggeleng. Sebab, Ariel mengaku masih rembugan dengan teman-temannya untuk mencari nama yang pas. Bisa jadi, waktu untuk kembali ke Rutan bakal sulit tersedia. Sebab, saat melaksanakan jumpa pers kemarin sore di Grand Selera, Bandung dia mengaku sudah memiliki agenda yang sangat padat. Dia mengaku saat ini punya fokus baru dengan teman-temannya untuk memulai karir bermusik lagi.
Pria kelahiran Pangkalan Brandan, Langkat, Sumatera utara itu mengaku bakal langsung ’menghilang’. Dia berpesan untuk tak mencarinya ke rumah karena tidak akan berkumpul dengan orang tuanya terlebih dahulu. “Tolong, buat teman-teman yang ingin cari berita (wartawan) atau Sahabat Peterpan, untuk tidak ke rumah dulu. Kasihan orangtua saya,” katanya.
Ariel yang kemarin mengenakan pakaian sama seperti saat bebas yakni sweater abu-abu dan kaos putih menuturkan kalau ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya dua tahun kebelakang, bisa beli buku tentangnya. Buku tersebut rencananya bakal terbit sebelum lebaran.
Memang, press conference yang dijadikan satu dengan buka bersama fans dan anak yatim itu berjalan singkat. Sekitar 30 menit dan tidak bisa mengakomodir seluruh pertanyaan wartawan. Ariel yang tampak lelah, mencoba menjawab dengan gaya khasnya yang cool.
Dia menjawab taktis kalau pertanyaan-pertanyaan yang bersifat pribadi dan masa lalu, diarahkan untuk membeli buku memonya. Seperti misteri dibalik lagu Dara yang disebut-sebut untuk Luna Maya. “Sebenarnya tidak hanya lagu Dara, saya juga mencipatakan satu buah lagu lagi,” terangnya.
Polri Siap SP3 Luna Maya – Cut Tari
Terpisah, Mabes Polri akhirnya membuka kemungkinan penghentian kasus penyidikan terhadap Luna Maya dan Cut Tari. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anang Iskandar menjelaskan, peluang pemberian SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) dilakukan jika memang berkas benar-benar tak bisa dilengkapi sesuai petunjuk jaksa. “Kalau sekarang masih diupayakan,” ujar Anang di kantornya kemarin.
Status Cut Tari dan Luna Maya masih tersangka. Mereka memang tak ditahan namun akan dipanggil ulang sewaktu-waktu dibutuhkan. “Sekarang ini karena masih P-19 memanggil tersangka bisa dilakukan. Tapi, kalau memang sudah tidak perlu ya tidak dipanggil,” kata mantan Kapolda Jambi ini.
Anang tak bisa menjelaskan kendala spesifik terhadap penyidikan dua artis itu. Termasuk apakah terkait lokasi perekaman video yang tak berhasil ditemukan penyidik. “Itu masuk katagori strategi penyidikan, rahasia dong,” katanya.
Secara terpisah, pengacara Cut Tari Hotman Paris Hutapea menilai Polri aneh jika memaksakan Cut Tarid an Luna Maya ke pengadilan. “Seharusnya segera di SP-3 ini sudah dua tahun lebih,” katanya saat dihubungi di Jakarta.
Menurut pengacara kolektor mobil mewah ini kedua wanita itu hanya korban. Mereka juga tidak mempunyai motif untuk menyebarkannya di muka umum. “Kami siap mendampingi lagi jika memang polisi meneruskan. Tapi, saya kira Kapolri bijak dan akan menghentikan (penyidikan),” katanya.
Di sisi lain, Syahrul Mahmud, salah satu majelis hakim yang memvonis Ariel angkat bicara terkait kasus yang masih membelit Luna Maya dan Cut Tari. Terang-terangan dia mengaku tak sepakat dengan Mabes Polri yang mengaku sulit menemukan bukti. “Bisa merujuk pada persidangan Ariel, bukti video saja sudah cukup,” katanya.
Apalagi, dalam persidangan Ariel pada 2010 lalu juga sudah melakukan uji materiil terhadap keabsahan video porno yang dibuatnya. Hasilnya, video yang beredar luas pada Juni 2010 itu benar dan bukan rekayasa. Oleh sebab itu, cukup beralasan bagi majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman 3 tahun 6 bulan dengan denda Rp 250 juta.
Meski mengaku yakin kalau bukti video cukup untuk mengganjar Cut Tari dan Luna Maya, dia mengatakan tidak punya wewenang untuk mencampuri aparat. Apalagi, kalau sampai menyebut siapa yang layak duduk dikursi pesakitan pengadilan. (dim/rdl)