Home Blog Page 13219

Fernando Alonso tak Puas Ferrari

HOCKENHEIM-Pembalap asal Spanyol Fernando Alonso menjuarai GP Jerman setelah memulai balapan dari posisi terdepan. Nyaris tak terkejar pesaingnya, pembalap Ferrai itu menyebut kalau mobil miliknya lebih lambat dari kepunyaan para pesaing.

Kecuali saat melakukan pit stop, Alonso tak pernah kehilangan posisi terdepan. Memulai balapan sebagai pemilik pole position, dia terus berada  di sana sampai menyentuh garis finis.

Dalam konferensi pers usai balapan, Alonso meyebut kalau kecepatan mobilnya sesungguhnya belum memuaskan. Dia malah mengatakan kalau para pesaingnya punya mobil yang lebih baik.

“Itu (balapan) berat, jelas sekali. Itu bukan balapan yang mudah, mungkin kami bukan yang tercepat di lintasan kering. Tapi saya cukup kompetitif untuk bisa menjaga keunggulan. Juga ada strategi bagus yang diterapkan tim,” sahut Alonso di Autosport.

Kemenangan di Jerman membuat Alonso makin kokoh berdiri di puncak klasemen pembalap. Tepat setelah setengah musim terlewati, dia telah mengumpulkan 154 poin. Alonso juga jadi pembalap pertama yang memenangi tiga seri di musim ini.

“Kami gembira dengan posisi yang kami raih di paruh pertama musim ini, tapi itu tak berarti apa-apa karena masih ada 10 balapan tersisa,” sambung dia di BBC.

Di tempat terpisah pembalap tim McLaren Jenson Button menilai bahwa timnya McLaren-Mercedes masih menjadi yang tercepat di musim balapan 2012.
Pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Hockenheim, Minggu (22/7). Alonso berhasil meraih catatan waktu 1 jam 31 menit 05.862 detik. Sedangkan, Button sendiri harus finis di tempat ketiga setelah dirinya  disalip oleh Sebastian Vettel pada di akhir-akhir lap.

Namun pada akhirnya, Button menjadi runner up pada GP Jerman kali ini, karena Vettel harus terkena sanksi pengurangan waktu sebanyak 20 detik. Pasalnya, Vettel dinilai menyalip Button dengan ilegal, karena menggunakan sisi luar lintasan.

Terlepas dari semua itu pembalap asal Inggris itu mengaku cukup senang dengan hasil yang diraih dirinya bersama tim. Bahkan, dirinya optimistis akan meraih hasil yang lebih baik pada seri-seri berikutnya.

“Saya senang bahwa kami telah melakukan pekerjaan yang baik dan kami memiliki kecepatan yang lebih baik, tidak ada tim yang lebih cepat daripada kami untuk saat ini. Kami yakin bisa memperjuangkan kemenangan pada balapan berikutnya,” ujar Button.

“Saya telah menjalani beberapa balapan yang cukup sulit di awal tahun tetapi dua seri terakhir saya merasa percaya diri dalam diri saya dan tim. Mereka (Ferrari) memang tampak mengesankan tapi saya tidak akan mengatakan mereka lebih cepat dari kami,” sambungnya. (bbs/jpnn)

Pebasket Sumut Digenjot

MEDAN- Atlet basket putri kontingen Sumatera Utara yang akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau September mendatang sedang giat-giatnya menjalani latihan di GOR Samudra Sport Club Jalan Pancing Gang Mesjid, Medan.

Meski dalam  suasana puasa namun itu tak menghalangi tim basket Sumut melahap semua menu latihan yang diberikan pelatih.

“Saya melihat semangat anak-anak tetap maksimal walaupun empat atlet sedang menjalani ibadah puasa,” bilang Andi, pelatih kepala tim basket Sumut didampingi asistennya Sunny Santoso, kepada Sumut Pos, Senin (23/7)

Andi menambahkan, selama di bulan Ramadan tak berubah. Para pemain tetap berlatih pagi dan sore hari. Hanya saja durasinya lebih dipersingkat menjadi 15 menit lebih cepat pada tiap-tiap sesi latihan. Untuk jadwal  latihan pagi dimulai dari pukul 07.00-09.00 Wib dan pukul 15.00-17.00 Wib untuk jadwal latihan sore. Sementara untuk hari Selasa dan Kamis mereka menjalani latihan fisik di Stadiun Unimed.

Adapun atlet yang kini tergabung dalam tim PON Sumut antara lain Shirley, Tia, Sakira, Ayu, Nadra, Damaria, Raisa, Elpi, Mira, Yolanda, Fifian dan Petty.
“Kegagalan kontingen basket putri Sumut meraih medali pada PON lalu menjadi pelajaran berharga bagi tim kali ini,” harap Andi. (mag-10)

Diminati, Jecky dan Zulkarnain Masih Prioritaskan PSMS

MEDAN- Duo PSMS bernasib buruk musim ini. Keduanya terdegradasi dari Indonesian Super League (ISL) dan Indonesian Premier League (IPL). Namun para pemainnya tetap menarik minat klub-klub lain.

Diantaranya Jecky Pasarella yang musim lalu memperkuat PSMS IPl dan Zulkarnain yang memperkuat PSMS ISL. Aksi keduanya dinilai masih menjanjikan meski gagal membawa timnya berprestasi.

“Sejauh ini ada tiga klub dari kompetisi ISL yang mengontak. Tapi saya nggak begitu tertarik. Kalau bisa memilih, saya masih ingin berbaju PSMS walaupun bermain di Divisi Utama,” ujar Zulkarnain kemarin.

Zul, sapaan akrabnya, sudah dua musim berbaju PSMS. Ia termasuk satu dari tiga pemain yang dipertahankan musim lalu bersama Novi dan Rahmad.
Zul sepertinya tidak ingin lepas dari PSMS. Pemain yang sempat memperkuat Persiraja ini. Sebelum dua musim ini ia mengawali karir di PSMS. “Dua hal ini jadi alasan kuat saya ingin tetap bertahan. Tapi semuanya kembali pada penilaian pelatih dan manajemen,” katanya.

Sementara Jecky juga tidak merinci klub mana yang meminatinya.” Ada tiga klub yang sudah mengontak saya untuk bergabung. Saya tak bisa sebutkan daerah asal klub untuk menghindari dugaan-dugaan. Apalagi, saya masih terikat kontrak sampai november tahun ini dengan PSMS Medan,” katanya.

Namun pria yang baru menikah ini sepertinya berat meninggalkan Medan. Ia masih ingin melihat seperti apa kondisi PSMS ke depan. Apalagi PSMS masih terseret dualisme saat ini dan belum mengarah ke penyatuan. “Belum tahulah bang. Tapi kalau bisa tetap di PSMS,” pungkasnya. (mag-18)

Eko Buru Kado Buat Anak

Motivasi berlipat diusung Eko Yuli Irawan. Lifter peraih perunggu di Olimpiade 2008 tersebut bertekad merebut medali sebagai kado kelahiran sang anak. Ya, Eko kini sedang dag dig dug menunggu kelahiran anak pertamanya. Sang istri Masitah yang dinikahinya pada 3 Desember 2010 lalu saat ini sedang mengandung benih cintanya. Menurut dokter, sang anak bakal lahir pertengahan Agustus mendatang.

“Kalau katanya dokter jenis kelaminnya cewek. Bagi kami, cewek atau cowok nggak masalah. Yang penting sehat,” terang Eko.

Peraih emas SEA Games 2011 tersebut menambahkan, motivasinya menapaki karir di dunia angkat besi kian berlipat saat tahu bakal segera menjadi ayah. Karena itu, tiap mendapat kesempatan libur panjang, dia bakal berusaha memanjakan sang istri. Maklum, istrinya kini berada di Bekasi. Sementara, Eko setiap hari berlatih di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).

Sejak awal, Eko memang tak mau buru-buru punya anak. Meski tak juga menolak. Ketika baru menikah, pasangan muda tersebut memang sepakat untuk menunda punya momongan karena memiliki tanggungan di Timnas.

“Tanggung jawab saya kini semakin banyak. Bukan hanya kepada negara dan keluarga, tetapi juga kepada anak. Karena itu, saya akan bekerja secara serius untuk menyiapkan masa depan anak. Karena pekerjaan saya adalah atloet, tentu saja saya ingin menjadi atlet yang terbaik,” tegas Eko. (ru/jpnn)

Petani Labura Mengadu ke Menhut

Kasus PT Sawita Ledong Jaya

JAKARTA – Perwakilan Kelompok Tani Karya Lestari dan Penghijauan, Desa Sukarame, Kecamatan Kualuh Hulu, Labuhanbatu Utara (Labura), Sumut, yakni Tumino (40) dan Efendi Marpaung (36), bertemu dengan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan di Gedung Kemenhut, Jakarta, Senin (23/7).

Didampingin aktivis Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi-Nasional), perwakilan petani ini mengadukan beroperasinya PT. Sawita Ledong Jaya, yang dinilai telah menghilangkan dan menggusur kebun-kebun masyarakat untuk diganti dengan sawit. Sementara, perusahaan yang jelas-jelas melanggar hukum bisa bebas beroperasi bahkan mendapat perlindungan dari aparat.

Diadukan juga ke Menhut, PT. Sawita Ledong Jaya yang lokasi kebun dan pabriknya berada di dalam kawasan Hutan Lindung namun tetap dibiarkan oleh Kepolisian, Pemda Sumut, dan Pemda Labuhanbatu Utara.

“Menerima aduan tersebut, Menteri Kehutanan berjanji  akan segera menurunkan tim ke lapangan untuk mengecek kenyataan di lapangan. Menteri juga mengaku heran sebab jelas-jelas Badan Planologi Kehutanan menjelaskan sejak tahun 2005 bahwa kawasan tersebut adalah kawasan Hutan Lindung,” ujar Deputi Sekjen KPA Iwan Nurdin kepada koran ini usai mendampingi perwakilan petani Labura, kemarin (23/7).

Dalam pertemuan tersebut, menhut didampingi Dirjen Perlindungan Hutan dan Kelestarian Alam (PHKA) Kemenhut, Darori.

Dalam pertemuan tersebut, Iwan Nurdin berharap agar pemerintah segera mengambil langkah penegakan hukum terhadap perusahaan sawit ini. Sementara untuk menyelesaikan persoalan Kelompok Tani Karya Lesatari yang berjumlah 450 KK, dimana perkebunan swadaya mereka berada di dalam kawasan hutan lindung dan berdekatan dengan areal perkebunan sawit dimaksud, menurut Iwan, bisa diselesaikan dengan pola Hutan Kemasyarakatan atau Hutan Desa.

Menurutnya, model penyelesaian yang demikian itu sama sekali tidak diupayakan oleh Pemprov Sumut dan Pemkab Labura sehingga konflik antara perusahaan sawit dan masyarakat terus terjadi. (sam)ada konflik 11 Agustus 2010 silam. (sam)

Misi Tingkatkan Prestasi

JAKARTA- Inilah cabang olahraga (cabor) Indonesia yang prestasinya menyaingi bulu tangkis di Olimpiade: angkat besi. Selain bulu tangkis, angkat besi merupakan cabor primadona bagi Indonesia di setiap multieven internasional. Prestasinya pun cukup bagus.

Meski belum pernah mendapat emas, namun para lifter Indonesia sudah dua kali mengibarkan Merah Putih di panggung Olimpiade. Momen perdana terjadi pada Olimpiade 2000 di Sydney. Saat itu, Indonesia mendapat sekeping perak serta dua perunggu. Masing-masing lewat Raema Lisa Rumbewas (kelas 48 kg), Sri Indriyani (48 kg) serta Winarni (53 kg).

Sempat absen menyumbangkan medali di Olimpiade 2004, para lifter Indonesia tancap gas di edisi 2008 di Beijing, Tiongkok. Indonesia sukses mengumpulkan dua perunggu. Yakni lewat sumbangsih Eko Yuli Irawan (56 kg) serta Triyatno (62 kg).

Prestasi demi prestasi itulah yang membuat angkat besi digadang-gadang bakal menjadi penerus tongkat estafet bulu tangkis untuk meraih emas di setiap Olimpiade. Termasuk di Olimpiade 2012.

Beban untuk meraih emas memang dianggap lebih berat karena persiapan yang amburadul. Selain masalah gaji dan akomodasi yang tersendat-sendat, para lifter juga sempat tak mengikuti try out.

Keberangkatan mengikuti training center (TC) di Korsel pun harus mengalami penundaan. Tak heran, kontingen pun menyebut persiapan Olimpiade 2012 sebagai yang terburuk selama keikut sertaan Indonesia di multieven tersebut. (ru/jpnn)

Kedelai Cegah Tubuh Cepat Lelah

MEDAN- Menjaga stamina serta pola makan yang baik sangat diperlukan dalam Mmenjalani aktifitas yang padat. Terlebih lagi saat menjalani ibadah puasa. Tentunya diperlukan vitamin serta gizi yang seimbang yang terkandung dalam makanan. ‘’Dengan aktifitas yang padat saat menjalani ibadah puasa, maka kita perlu menjaga pola makan dan stamina agar puasa kita penuh,” ujar Praktisi Kesehatan, Dr Delyuzar, Minggu (22/7).

Menurut Delyuzar, puasa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Pasalnya dengan berpuasa maka racun-racun dalam tubuh akan dikeluarkan. Bahkan dengan berpuasa, maka sistem pencernaan dalam tubuh akan lebih teratur.

Dijelaskan Delyuzar, agar stamina tetap terjaga, sebaiknya jangan terlalu banyak bergadang atau kurang tidur. Sebab hal ini dapat menyebabkan terganggunya metabolisme tubuh.

Lanjutnya, jangan pernah menunda-nunda waktu berbuka puasa. Sebab hal ini justru akan menganggu metabolisme tubuh. “Segerakan berbuka bila azan berkumandang. Jadi kalau memang waktunya berbuka, jangan ditunda-tunda lagi. Karena kondisi perut kosong yang terlalu lama justru akan membuat metabolisme tubuh terganggu,” ucapnya.

Jangan lupa, saat berbuka dianjurkan mengkonsumsi makanan yang manis-manis. “Makanan yang manis seperti buah kurma, teh manis dan lainnya dapat mengembalikan tenaga kita selama puasa. Setelah itu, makan secara bertahap,” ujarnya.

Sambung Delyuzar, menu makanan yang mengandung kedelai seperti tempe juga bermanfaat mencegah tubuh cepat lelah. “Ini sangat baik ya. Kedelai yang mempunyai kandungan GI (Glikemik Indeks) rendah, dapat memberikan rasa kenyang lebih lama sebagai cara menjaga stamina lainnya. Terakhir jangan lupa untuk minum air putih yang cukup untuk menghindari dehidrasi selama puasa. Apalagi dengan cuaca panas dan tidak tentu seperti ini,” bebernya. (far)

Desta Sudah Siap Berlaga

JAKARTA-Komite Olimpiade Indonesia (KOI) bergerak cepat menyikapi keputusan lolosnya judoka I Putu Wiradamungga Adesta ke Olimpiade 2012.
Sekjen KOI Timbul Thomas Lubis tadi malam mengatakan kalau pihaknya sudah menuntaskan segala kebutuhan dan kelengkapan administrasi Desta, sapaan akrab I Putu Wiradamungga Adesta. Kelengkapan itu sudah diserahkan ke Panitia Olimpiade London (LOCOG).
“Semua urusan administrasi Desta sudah beres. Sekarang tinggal mengurus keberangkatannya ke London,” kata Timbul Thomas Lubis disela acara pelepasan keberangkatan kotingen besar Merah Putih di Kantor KOI tadi malam.
Di tempat yang sama Mempora Andi Mallarangeng menyambut gembira bertambahnya atlet yang lolos ke Olimpiade. “Sekarang jumlah atlet kita yang lolos menjadi 22 dari delapan cabang olahraga,” kata Menpora.
Menpora meminta pihak-pihak terkait segera mengatur semua keperluan keberangkatan Desta ke London. “Karena waktunya yang sempit saya minta pihak-pihak terkait segera membereskan semua urusan Adesta. Begitu pula yang terkait dengan latihannya,” sambung Menpora.
Sementara itu, ketika dihubungi Koran ini tadi malam Adesta mengaku masih berada di Bandara Ngurah Rai Bali namun siap berlaga. (ali/bas/jpnn)

Tingkatkan Etos Kerja Melayani Masyarakat

Kecamatan Medan Tuntungan Gelar Outbound

JERAM: Pegawai Kecamatan Medan Tuntungan terdiri dari lurah  kepala lingkungan tampak asyik mengikuti arung jeram ban  Kampung Ladang Jalan Tanjung Anom Medan.
JERAM: Pegawai Kecamatan Medan Tuntungan terdiri dari lurah dan kepala lingkungan tampak asyik mengikuti arung jeram ban di Kampung Ladang Jalan Tanjung Anom Medan.
Kecamatan Medan Tuntungan menggelar outbound untuk meningkatkan kebersamaan dan koordinasi sesama pegawai. Even yang digelar di Kampung Ladang Outbound Jalan Tanjung Anom Sabtu (14/7) lalu itu juga bersamaan dengan digelarnya seminar peningkatan etos kerja.

Untuk seminar, pihak Kecamatan Medan Tuntungan menghadirkan motivator yang juga Dosen Fisipol UMA, Drs Bahrum Jamil MAP.
“Melalui seminar yang diadakan tersebut kami harap aparatur Kecamatan Medan Tuntungan yang terdiri dari pihak kelurahan dan kepala lingkungan dapat saling bekerjasama dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Ketua Panitia Pelaksana Seminar dan Outbound, Harry Indrawan Tarigan, S.STP.

Selain meningkatkan etos kerja, kegiatan ini diharap mampu mempererat persaudaran dan kekompakkan sebagai sebuah tim.
Beberap permainan di outbound tersebut cukup melatih kebersamaan dan kekompakan. Salah satunya permainan tong bocor.
“Di permainan tong bocor tersebut, peserta bekerjasama menutup tong yang bocor dengan tangannya. Dengan demikian kebersamaan akan menghasilkan kesuksesan,” terang Harry.

Camat Medan Tuntungan, Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP, MM menyebutkan dengan digelarnya outbound dan seminar ini, diharapkan pegawai kecamatan, lurah dan kepala lingkungan mampu menjadi seorang pekerja yang baik di mata masyarakat. Caranya dengan sama-sama bekerjasama membantu bidang pelayanan masyarakat. “Saya harap peserta yang mengikuti kegiatan ini nantinya menjadi pegawai yeng mempunyai etos kerja yang tinggi untuk bidang yang ditekuninya,” harap Gelora. (*)

PNS Kesbang Linmaspol Asahan Dibebaskan Polres Asahan

Ditangkap karena Terekam CCTV Buang Sabu-sabu di Warnet

KISARAN-Saiful Amri (25), oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kantor Kesbang Linmaspol Kabupaten Asahan, yang ditangkap dari salah satu warnet di Jalan Sisingamangaraja Kisaran dilepas Polres Asahan. Padahal, dalam penangkapan Saiful Amri pada Rabu (20/6) lalu, tampak dia terekam CCTV (kamera pemantau) membuang sabu-sabu. Kapala Badan Kesbang Linpas Pol Kabupaten Asahan, Buwono Prawana, melalui Sabar Manik Kepala Seksi Pemadam Kebakaran, Senin (23/7) mengakui pembebasan anak buahnya itu. “Ya, sudah dibebaskan, tapi sekarang masih dalam pembinaan, yang bersangkutan ditempatkan pada bidang SDM dan Pembinaan Satuan Linmas,” katanya.

Ditanya mengenai alasan pembebasan, Manik mengaku tidak mengetahui secara pasti. Namun, dari informasi yang sampai ke telinganya, sebut Manik, Saiful disebut-sebut tidak terbukti sebagai pemilik barang haram tersebut, meskipun dalam rekaman CCTV secara jelas, dia terlihat membuang bungkusan sabu-sabu tersebut.

“Kurang tahu ya alasan pastinya. Kalau Saiful sendiri, pascakejadian itu, kita keluarkan dari tim pemadam, karena sedang dalam pembinaan,” sebutnya. Sementara Saiful Bahri, yang ditemui METRO (Group Sumut Pos) Senin petang (23/7) sekitar pukul 16.00 WIB di Komplek Pabrik Bunut, membenarkan pembebasan dirinya. Kata dia, polisi membebaskannya dalam kasus dugaan kepemilikan narkoba tersebut, karena tidak terbukti sebagai pemilik barang haram tersebut. “Aku tidak terbukti memiliki sabu sabu yang ditemukan petugas saat itu sehingga aku dibebaskan,” kata Saiful.

Lantas soal rekaman CCTV warnet, yang memperlihatkan dirinya memegang, dan membuang bungkusan berisi sabu-sabu di warnet tersebut, Saiful mengaku, sabu-sabu itu milik Julianto Damanik (30), rekannya yang malam itu sempat dicurigai polisi.

Informasi lainnya yang diperoleh METRO, pembebasan Saiful, tidaklah murni karena alasan sulitnya pembuktian. Konon, pihak Saiful membarter Saiful, dengan Julianto Damanik, dengan tambahan uang segepok, sebagai bentuk service kepada pihak kepolisian.  “Yang mengurus dia (Saiful,red) orangtuanya. Ketepatan, dia ini kan masih keluarga besar Tri Brata. Ayahnya, pensiunan polres Asahan. Nah, ayahnya lah yang mengurus, sampai dia keluar,” ujar sumber METRO, di lingkungan kepolisian, saat ditanya mengenai kabar tersebut.

Sementara itu, pihak kepolisian resor Asahan belum memberikan jawaban pasti mengenai pembebasan ini. Kasubbag Humasy Polres Asahan, AKP R Berutu, saat dikonfirmasi mengenai informasi ini mengaku belum mendapat laporan. (tim smg)