Home Blog Page 13220

Polresta Medan Merazia Pedagang Petasan

RAZIA: Personel  Polresta Medan merazia pedagang kembang api  nekat menjual petasan  jalan KH Zainul Arifin, tadi malam. //TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
RAZIA: Personel Polresta Medan merazia pedagang kembang api yang nekat menjual petasan di jalan KH Zainul Arifin, tadi malam. //TRIADI WIBOWO/SUMUT POS

MEDAN- Polresta Medan merazia ribuan petasan dari kawasan Jalan Zainal Arifin, Senin (23/7) malam. Ratusan petugas yang terdiri dari Sat Sabhara Polresta Medan, Sat Samapta Polresta Medan, Sat Reskrim Polresta Medan dan Sat Narkoba Polresta Medan diturunkan dalam razia kali ini.

Amatan wartawan koran ini, Senin malam, ratusan personel yang terdiri dari Sat Sabhara Polresta Medan, Sat Samapta Polresta Medan, Sat Reskrim Polresta Medan dan Sat Narkoba Polresta Medan merazia pedagang petasan di Jalan Zainul Arifin Medan. Dari razia ini, ribuan petasan turut diamankan dari pedagang.

Kabag Ops Polresta Medan, Kompol Sudung F Napitu, mengatakan, razia ini dilakukan dalam rangka pengaman jelang bulan puasa. “Razia kali ini kita mengamankan ribuan petasan di sekitar Jalan Zainul Arifin,” kata Sudung. (jon/gus/ari)

Sepeda Motor dan Rp3 Juta Lenyap

TEBINGTINGGI- Sepeda motor milik Arsyalan (52) warga Jalan Ikhlas, Kelurahan Bagelen, Kota Tebingtinggi, hilangan saat parkir di depan Gudang Sawit Jalan Deblot Sundoro, tepatnya depan Mesjid Alhaq,Kota Tebingtinggi, Senin (23/7). Korban kemudian mengadukan kehilangan sepeda motornya itu ke Polres Tebingtinggi.

“Baru sebentar sepeda motor diparkir sudah hilang,”kata Arsyalan ketika membuat pengaduan ke Mapolres Tebingtinggi.

Menurut sopir ini, dia menderita kerugian uang Rp15 juta terdiri dari satu unit sepeda motor Honda Supra BK 3888 NAH, uang tunai didalam bagasi jok sepeda motor Rp3 juta, kartu keluarga (KK), surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan surat izin mengemudi (SIM). (mag-3)

Kelas Unggulan Dikukuhkan

PAKPAK BHARAT – Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu mengukuhkan kelas unggulan tingkat SMP dan SMA Kabupaten Pakpak Bharat, Senin (23/7) di SMA Negeri 1 Salak.  “Tidak ada pilihan bagi kita semua yang ingin berprestasi selain belajar keras dan bekerja keras”, tegas Remigo.

Pada kesempatan itu juga dilakukan pemberian penghargaan bagi peraih nilai ujian nasional tertinggi dan pemberian bantuan beasiswa secara simbolis bagi pelajar Pakpak Bharat yang berhasil lolos ke universitas negeri, baik itu melalui jalur undangan ataupun jalur test tertulis/SNMPTN tahun 2012.

Remigo berpesan, bahwa para siswa harus fight  dengan menunjukkan kapasitas dan kualitasnya, apalagi pada saat ini untuk mendapatkan beasiswa di daerah itu akan semakin diperketat seleksinya dengan berbagai pertimbangan. (mag-14)

Nilai di Bawah Rata-rata, 214 Caba Poldasu Lulus

MEDAN-Sebanyak 214 calon bintara (caba) dari 2.000 peserta yang mencoba peruntungan menjadi polisi melalui jalur Poldasu lolos seleksi. Namun, mereka lolos dengan nilai di bawah rata-rata.

Parahnya lagi seharusnya Poldasu memiliki kuota 400 bintara, namun hanya 214 saja yang diloloskan. Selanjutnya ke 214 bintara ini akan bertarung lagi melakukan supervisi saat tim Mabes Polri datang ke Markas Poldasu.

Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Poldasu, Kombes Pol Tjahyono Prawoto mengatakan, tingkat kelulusan tahun ini sangat ironi, karena kuota (jatah) kelulusan di Polda Sumut sebenarnya berjumlah 400 peserta.

“Nilai rata-rata peserta cukup rendah, yakni dengan nilai 40. Mabes Polri menetapkan kuota dari Polda Sumut memang 400-ann
tapi yang dinyatakan lulus hanya 214. Mau bagaimana lagi dibuat? Kualitas pelamar ini memang belum maksimal,” ujar Tjahyono, Senin (23/7) siang.
Dikatakan Tjahyono, sebenarnya pihaknya menyayangkan tingkat kelulusan dengan jumlah kuota yang tersedia itu, namun hanya setengahnya saja yang berhasil dinyatakan lolos.

“Panitia tidak mungkin memaksakan kehendak dengan meluluskan peserta berdasarkan kuota yang ada,” sebutnya.

Dikatakannya, jika pihaknya memaksakan untuk meluluskan peserta yang lain, tentunya mereka akan menjadi polisi yang tidak berkualitas.
“Mau jadi polisi apa nanti, terus nanti kalau tingkahnya rusak, bikin jelek nama polisi, kamu juga nanti yang memberitakannya,” guraunya.
Perwira berpangkat melati tiga itu menyebutkan, standar nilai kelulusan yang ditentukan, memang hanya berhasil meloloskan 214 peserta yang memenuhi syaratnya.

“Minimal nilai akademiknya harus 40. Ini pun sebenarnya sudah jelek. Seandainya nilai minimal dibuat nilai 50, maka yang lulus cuma 35 peserta saja,” ujarnya sambil menghela nafas.

Saat disinggung di mata pelajaran mana saja kelemahan peserta, dengan tegas Tjahyono menjawab semua mata pelajaran peserta lemah. Baik itu, mata pelajaran Pengetahuan Umum, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia. Semuanya rendah.
“Cobalah tanya ke Diknas Sumut. Yang buat soal tes kan juga dari Diknas, terus mengapa bisa begini hasilnya,” keluh Tjahyono.
Tjahyono memastikan, 214 bintara yang lulus ini kelulusan masih akan bertarung lagi, untuk melakukan supervisi oleh panitia tingkat pusat dari Mabes Polri.

“Semuanya tergantung Mabes Polri. Kalau ada hal-hal tertentu yang di nilai panitia pusat pesertanya tidak layak, tidak menutup kemungkinan dari 214 ini bakal diciutkan lagi,” jelasnya.

Ditambahkan Tjahyono, berkaitan dengan Calon Tamtama (Catam), dari sekitar 600 peserta yang mendaftar, dinyatakan lulus sebanyak 65 peserta. “Jumlah ini sudah sesuai dengan kuota yang ditentukan,” pungkas Tjahyono. (mag-12)

Mobil Pengacara Dicuri Maling

TEBINGTINGGI- Seorang pengacara kehilangan satu unit mobil pribadinya saat parkir di garasi rumah miliknya, pada Senin dini hari (23/7) sekira pukul 03.00 WIB.

Akibat kehilangan tersebut, korban Sulaiman Siringoringo (38) warga Jalan Baja, Kelurahan Tambangan, Kecamatan Padanghilir, Kota Tebingtinggi mengalami kerugian mencapai Rp80 juta.

Korban mengetahui kalau mobil Daihatsu Hiline BK 1993 BI miliknya, dicuri maling pada siang hari saat korban baru bangun tidur pada pukul 10.00 WIB.
“ Malam itu pukul 01.00 WIB, saya baru pulang minum dari kedai kopi tidak jauh dari rumah,”kata Solaiman kepada Sumut Pos. Menurutnya, malam itu semua pintu rumah serta garasi mobil telah terkunci dengan rapat.

Menurur korban, pelaku masuk dari pintu depan dengan merusak pintu pagar rumah dan pintu garasi mobil, pelaku diduga lebih dari tiga orang dan menurut korban, kawanan pelaku bukanlah orang jauh dan masih bertetangga dengannya. (mag-3)

Globalisasi Versus Dekolonisasi

Oleh: Dr Suhrawardi K Lubis,SH,SpN,MH & Hairina,SH

Berbagai konferensi dan seminar tentang globalisasi muncul bagaikan jamur yang tumbuh di musim hujan. Ada yang menyoroti dari sisi lingkungan hidup, gender, buruh, sampai subsidi pertanian. Globalisasi sebagai gerak langkah yang tak terbendung oleh setiap negara dan telah menjadi agama baru sekaligus menjadi kolonialisme baru.

Semua pintu terbuka lebar menyambut kedatangan globalisasi, karena dengan globalisasi dewa pasar bebas dan kemakmuran akan tiba. Yang menjadi pertanyaan kebebasan bagi siapa dan siapa yang makmur?

Dengan globalisasi, konon kebebasan bergerak mata uang dan komoditas dagang akan terjamin. Namun realitasnya, kebebasan bergerak rakyat di dunia ketiga tersandera. Semua pemerintahan di dunia ketiga hampir tak berdaya memberi perlindungan bagi rakyat miskin walaupun mereka punya niat untuk melindungi. Bagi pemerintah di negara-negara dunia ketiga yang berlaku adalah TINA (There Is No Alternative).

Rogate Mshana, sekretaris Eksekutif bidang keadilan Ekonomi dari WCC mengatakan bahwa “masalah perdagangan merupakan masalah serius bagi kehidupan rakyat di dunia ketiga, bukan bantuan dan free trade yang dapat mengentaskan rakyat dari kemiskinan tetapi perdagangan yang adil (fair trade).” Arus kapital bukan mengalir dari Utara ke Selatan melainkan sebaliknya dari Selatan ke Utara.

Bagi Indonesia, Perkembangan yang cepat khususnya dalam ekonomi dan perdagangan dikawasan Asia dan Pasifik menimbulkan implikasi sekaligus tantangan. Sebagai negara berkembang (istilah lain dari negara terbelakang), Indonesia merupakan negara yang dalam tingkat perekonomiannya belum mapan, sering terjadi krisis yang rumit dan kompleks yang terkadang menimbulkan pesimisme.

Kwik Gian Gie semasa menjadi ketua Bapenas dan beberapa Pakar, Aktivis dan Koalisi anti utang Indonesia baik dalam dan Luar Negeri mengusulkan agar Indonesia tidak memperpanjang kontrak kerjasama dengan IMF.

Hal itu diusulkan karena bantuan dan kerjasama dengan lembaga internasional itu sangat membebani rakyat, khususnya beban bunga yang tak masuk akal dan menjerumuskan pemerintah dan rakyat Indonesia ke jurang hutang.

Menurut Joseph Stiglitz, mantan pejabat tinggi Bank Dunia mengatakan bahwa hanya negara yang tidak mengikuti IMF yang bisa keluar dari krisis ekonomi seperti yang dilakukan negara Tiongkok dan Malaysia.

Dalam setiap diskusi tentang globalisasi selalu muncul pertanyaan, apakah ada jalan lain? Tentu masih masih banyak alternatif lain, misalnya seperti yang dilakukan Srilanka dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Srilanka dan RRT pada tahun 1952, mereka mengalami embargo dan intimidasi ekonomi yang dipaksakan oleh Amerika Serikat. Namun kedua-dua negara ini tak bergeming.

Akhirnya menteri perdagangan Srilanka dapat melakukan terobosan dengan cara menandatangani kerjasama dengan RRT yang kemudian dikenal dengan”Rubber Rice Pact”. Dengan kerjasama itu, secara berlahan kedua negara dapat mengatasi persoalannya.

Contoh lain alternatif yang dilaksanakan oleh Tiongkok, yaitu pada saat negara ini diembargo secara ekonomi dan politik oleh negara-negara Barat dan IMF. Pada masa itu, segala bentuk investasi Barat berhenti total.

Kemudian Tiongkok melakukan terobosan dengan cara memanggil para pemilik modal yang ada di Asia, khususnya pengusaha-pengusaha keturunan Tionghoa. Kemudian apa yang terjadi? Ternyata modal yang masuk dari Asia jauh lebih besar dibanding pinjaman yang ditawarkan IMF dan negara-negara Barat lainnya. Akhirnya embargo tersebut tidak ada artinya bagi Tiongkok.

Dekolonisasi

Kedua-dua contoh perlawanan di atas ternyata merupakan inspirasi kepada negara-negara lain. Perlawanan yang makin meluas terhadap arus globalisasi saat ini terjadi, sikap Srilanka dan RRT diatas dapat dijadikan titik tolak untuk menjadikan gagasan tandingan. Gagasan tersebut adalah dekolonisasi, yaitu berdiri di atas kaki sendiri (berdikari). Hal ini dilakukan dengan cara memanfaat sumber daya dan kemampuan lokal yang dimiliki (lokalisasi).

Dekolonisasi nampaknya benar-benar merupakan suatu alternatif yang mungkin untuk malewan globalisasi yang cendrung bersifat kolonisasi.
Saat ini sudah mulai banyak kelompok-kelompok masyarakat di beberapa negara yang telah membuktikan, bahwa merekapun mampu membangun dan memperkuat sistem perekonomian lokalnya masing-masing seperti yang dilakukan oleh Tiongkok. Dorongan yang lebih besar kepada pemerintah disetiap negara agar lebih mempertimbangkan alternatif-alternatif perubahan lokal yang radikal.

Hal tersebut sangat dibutuhkan, utama sekali untuk menghadapi arus pasang naik globalisasi ekonomi. Sebab arus pasang naik globalisasi tersebut mengakibatkan makin banyak penganguran. Upaya yang tak  kalah pentingnya untuk dilakukan dalam penajaman tuntutan ke arah dekolonisasi adalah peran para politisi. Politisi dapat memainkan peran politik, yaitu dengan cara melakukan tekanan  politik. Selain itu, semua aktivitas gerakan sosial harus berperan memainkan isu dekolonisasi. Semua komponen bangsa harus menyadari bahwa isu-isu dekoloisasi akan dapat memperkuat jati diri bangsa.
Namun demikian, dekolonisasi bukan berarti menutup diri sama sekali terhadap dunia luar. Dekolonisasi lebih bermakna lokalisasi, yaitu menumbuh suburkan usaha-usaha yang dimiliki secara  lokal menggunakan sumberdaya secara lokal menggunakan sumberdaya secara berkelanjutan,

memperkerjakan orang-orang lokal dengan upah yang wajar dan melayani terutama kebutuhan konsumen lokal. Artinya semakin berswasembada dan semakin tidak bergantung pada impor. Karena semakin bergantung kepada impor, kolonisasi pun akan semakin berkembang.

Tantangan dekolonisasi bagi Indonesia perlu direspon dan ditanggulangi dengan berbagai kebijakan yang terpadu dan dilakukan secara komprehensif, hal itu dapat dimulai antara lain dengan langkah-langkah berikut:

Pertama; mengupayakan Pemerintahan yang baik dan bersih, pemerataan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi maupun peningkatan wawasan kebangsaan.

Kedua; Indonesia bisa sejahtera tanpa exploitasi Sumber Daya Alam melalui panorama yang dimiliki Indonesia dengan managemen parawisata yang baik.

Ketiga, Indonesia benar-benar serius dalam menegakkan hukum HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Undang-Undang HAKI selama ini tidur, padahal berapa banyak lahan yang bermanfaat menjadi nilai-nilai rupiah. Untuk itu perlu langkah-langkah untuk melakukan tindakan hukum bagi pembajak rekaman lagu yang mana telah melanggar Undang-Undang Hak Cipta. Sebab mestinya setiap penjualan perkeping rekaman asli benefit bagi negara sebesar 10 persen bayangkan  bila berjuta keping yang terjual betapa negara menerima benefit yang cukup lumayan.

Selain itu juga perlu digiatkan aktivitas penelitian/research, terutama kepada pemulia tanaman (penemu), banyak tanaman-tanaman  di Indonesia seperti buah merah untuk obat kanker, daun sirih untuk obat batuk dan tanaman lainnya.

Anjuran melakukan dekolonisasi di atas bukan berarti mengajak masyarakat untuk membenci atau melawan agama dan negara tertentu tetapi melawan nilai-nilai hegemoni dan supremasi yang menimbulkan korban jutaan penduduk miskin di dunia. Hal ini perlu dilakukan untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi semua.

Penulis adalah Dosen dan Mahasiswa PMIH UMSU

10.618 Peserta SLMPTN Berebut Masuk Unimed

MEDAN-10.618 peserta akan bersaing masuk Universitas Negeri Medan melalui jalur Seleksi Lokal Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SLMPTN) tahun 2012, yang akan digelar selama dua hari, 24-25 Juli 2012 mendatang.

Seluruh peserta ini nantinya akan mengikuti ujian untuk memperebutkan 2.420 kursi yang disediakan dari  berbagai jurusan.
“Hasil tes ini nantinya akan diumumkan di web laman http://slmptn.unimed.ac.id pada 4 Agustus 2012,” ucap Kabag Humas Universitas Negeri Medan (Unimed), Tappil Rambe di Medan, Senin (23/7).

Tappil juga mengatakan, sama seperti pelaksanaan SNMPTN tahun sebelumnya, pihaknya meyakinkan bahwa SLMPTN ini akan bebas dari indikasi adanya kecurangan dan praktik perjokian, karena panitia jauh-jauh hari telah mengantisipasi hal tersebut.

Salah satunya dengan memperketat pengawasan saat ujian berlangsung, serta melarang semua peserta membawa telepon genggam atau pun berbagai jenis alat komunikasi lainnya ke dalam ruang ujian.

Untuk pengawasan sendiri, lanjut dia, panitia telah mengatasinya dengan sangat ketat, yakni dalam satu ruangan akan disiapkan setidaknya 2 atau 3 orang pengawas.

“Pengawas akan menyamakan nomor peserta dengan identitas. Saya jamin pelaksanaan SLMPTN bebas dari joki, karena semua lini sudah diantisipasi,” katanya.

Rektor Unimed Prof Ibnu Hajar mengingatkan, kepada masyarakat  atau calon mahasiswa untuk tidak percaya kepada oknum yang mengaku dapat meluluskan menjadi mahasiswa Unimed pada SLMPTN tersebut.

Menurut dia untuk mengantisipasi adanya usaha percaloan yang dilakukan secara tidak bertanggungjawab oleh pihak-pihak tertentu, peserta ujian untuk lebih rasional dan lebih berhati-hati dengan rayuan dan bujukan pihak-pihak tertentu untuk memberikan imbalan jika mereka nanti dinyatakan lulus.
“Mereka tidak melakukan apapun untuk kelulusan anda, jadi jangan tertipu. Percaya diri dan percaya dengan kemampuan yang dimiliki,” katanya. (uma)

Dijual Tanpa Izin Edar, Makanan Asal Inggris-China Disita

MEDAN- Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan mengamankan lebih dari 100 karton makanan yang terdiri dari 4 jenis makanan tanpa izin edar (TIE) dari sebuah gudang di Jalan Krakatau Ujung Medan, Senin (23/7).

Penggerebekan yang dipimpin langsung oleh Plh Ka BBPOM, Juli Napitupulu bersama Kasi Penyelidikan, Ramses dan lainnya mengamankan lebih 100 karton makanan yang bernilai puluhan juta rupiah.

“Dalam penggrebekan yang kita lakukan kali ini setidaknya kita menemukan sekitar 100 karton lebih yang terdiri dari 4 jenis makanan yang kita amankan karena tanpa izin edar, yang diperkirakan bernilai puluhan juta rupiah,” ungkap Juli Napitupulu saat memberikan keterangan di kantor BBPOM Medan.
Keempat jenis makanan tanpa izin edar itu, bilang Juli, yakni Dried Quacker atau Quacker kering yang berasal dari Inggris, Dried mushroom yang berasal dari China, Newroom Asparagus atau Jamur yang berasal dari China dan Milli Bingko Nuts atau sejenis kacang yang juga berasal dari China.

Juli juga mengatakan, kini pihaknya terus rutin melakukan pengawasan terhadap produk obat, dan makanan yang beredar demi keamanan pangan bagi masyarakat.

“Untuk melindungi masyarakat dari bahan atau makanan tidak  terdaftar yang berbahaya, razia ini rutin dilakukan  bahkan pada bulan Ramadan akan lebih ditingkatkan lagi, demi menjaga kenyamanan bagi masyarakat,” ujar Juli.

Dalam kesempatan itu juga, Juli mengakui pada setiap produk memiliki nomor ML di kemasannya. Namun nomor tersebut merupakan kode palsu setelah pihaknya melakukan konfirmasi langsung ke BPOM Pusat.

“BBPOM Pusat telah menegaskan jika nomor ML itu tidak benar. Sehingga akan terus ditelusuri dan memanggil pemiliknya serta akan ada proses hukum nantinya,”ucap Juli.

Juli juga meminta kepada masyarakat agar lebih berhati-hati untuk memilih makanan yang terdaftar dan masih berlaku masa kedaluarsanya.
“Kalau tanpa izin edar, tidak terjamin bagaimana mutunya,” tuturnya. (uma)

Terima Kasih Ariel!

Nazriel Irham atau yang lebih dikenal dengan Ariel bebas. Vokalis Peterpan itu tak lagi tinggal di Rutan Kebon Waru, Bandung. Dia pun bisa berinteraksi dan berkarya dengan leluasa seperti sebelumnya.

Menariknya, kebebasan pesakitan yang dihukum karena terlibat kasus pornografi dengan Cut Tari dan Luna Maya itu disambut antusias penggemarnya. Dia disambut bak pahlawan. Bahkan, ada yang sampai menjual sepeda motor agar bisa melihat idolanya bebas.

Maka, tidak mengherankan ketika pelantun Topeng itu bergerak keluar dari Bapas Bandung, fans dan wartawan sudah ramai menunggu. Situasi agak chaos saat media dan fans rebutan ‘posisi’. Lucunya, tetap saja ada yang ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan. Ya, di tengah massa, muncullah copet! Yang jadi korban, dua wartawan. Satu kamera dan handphone raib oleh si tangan jahil. Tidak itu saja, petugas rutan juga jadi korban. Secara pribadi saya tidak begitu mengerti kenapa Ariel bisa sangat menyedot perhatian. Bukankah dia melakukan tindak asusila? Dia adalah sosok yang melakukan tindak tak senonoh. Kalau di Aceh, seharusnya dia dicambuk!

Memang, idealnya manusia itu harus saling memaafkan. Apalagi untuk orang yang telah dihukum atau mengakui kesalahannya. Mungkin karena itulah Anton Medan sengaja datang saat Ariel dibebaskan. Anton terlihat berada di sebuah hotel, tempat Ariel dan personel Peterpan akan menggelar konferensi pers. Nah, didaulat menjadi penceramah dalam acara buka puasa yang digelar Peterpan dan fansnya, Anton menyelipkan nasihat buat Ariel. Katanya, “Hati-hati Ariel, kamu enggak boleh ML (bercinta), kecuali kamu nikah nanti.”

Sebuah nasihat yang bijak, apalagi hal itu diungkapkan Anton Medan yang sebelum bertaubat juga sempat menjadi pesakitan. Terlepas nasihat itu akan didengar dan diamalkan Ariel, yang jelas, fans tentunya tak mau ambil pusing. Bagi mereka, karya Ariellah yang paling mereka tunggu. Toh, ketika Ariel tertangkap kamera berbuat mesum saja mereka tak peduli bukan?

Apalagi, apa yang dilakukan Ariel cenderung menarik. Ayolah, kata seorang kawan, gara-gara pemuda kelahiran Pangkalanbrandan itu, khalayak bisa melihat Cut Tari dan Lunya Maya ‘bergaya bebas’. Jadi, kata kawan tadi, harusnya Indonesia berterima kasih pada Ariel. Fiuh.

Heboh kebebasan Ariel memang layak untuk dicatat. Bagaimana tidak, biasanya mereka yang bebas dari hukuman (kecuali kasus politik) malah dianggap angin lalu; terbiarkan begitu saja. Baiklah jika Ariel bintang, tapi bukankah banyak bintang lain yang pernah di penjara dan ketika dibebaskan tidak seheboh ini. Hm, apa mungkin karena ‘kejahatan’ yang dibuat Ariel sungguh menggoda? Ya, kejahatan yang seksi, tidak klasik seperti korupsi, narkoba, maupun pembunuhan?

Jika begitu, terima kasih Ariel! Setidaknya banyak yang sadar, untuk menjadi pahlawan memang banyak cara yang bisa ditempuh. (*)

Warga Jalan Halat Babak Belur Dihajar Pemuda

MEDAN-Steven (23), warga Jalan Halat, Gang Mahoni, menjadi bulan-bulanan pemuda yang sedang minum tuak di sekitar Stadion Teladan Medan, Minggu (22/7) malam sekira pukul 22.00 WIB.

Informasi yang dihimpun di lokasi, Steven saat itu datang bersama pacarnya di Taman Stadion Teladan. Entah apa sebabnya, tiba-tiba sejumlah pemuda yang sedang minum tuak langsung menyerbunya tanpa dikomandoi.

Bogeman mentah pun melayang ke seluruh tubuhnya, hingga pria kurus itu terkapar. Beruntung, aksi itu tak berlangsung lama hingga petugas langsung melerainya.

Dengan menggunakan becak bermotor (betor), Steven yang tak bisa berdiri lagi dibawa ke Mapolsekta Medan Kota oleh temannya Pendi (23) untuk membuat laporan.

Menurut keterangan Pendi, dirinya mengetahui pemukulan itu karena dibawa penarik becak ke rumahnya.

“Ini tetangga aku, tukang becak tadi yang bawa ke rumah. Di situ aku tahunya,” ujarnya.
Dikatakan Pendi, Steven sebelumnya pergi bersama pacarnya.
“Dia tadi pergi dengan pacarnya, tiba-tiba sudah begini,” ujarnya lagi.

Guna melengkapi laporannya, Steven didampingi Pendi dibawa ke Rumah Sakit Bakti guna keperluan visum yang kini masih dalam proses penyelidikan. (mag-12)