31 C
Medan
Thursday, April 2, 2026
Home Blog Page 1322

Zulkarnain Sinaga Kembali Pimpin SP-BUN Basis Kantor Direksi Operasional Medan

BENDERA PETAKA: Ketua SP-BUN Basis Kantor Direksi Operasional Medan Zulkarnain Sinaga menerima bendera petaka.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Serikat Pekerja Perkebunan (SP-BUN) PTPN III (Persero) Basis Kantor Direksi Operasional Medan melaksanakan Musyawarah Tingkat Basis (Muserjatis) ke VI Tahun 2023 bertempat Aula Kelapa Sawit Kantor Direksi Operasional Medan, Jalan Sei Batanghari No. 02 Medan, Senin (10/7/2023).

Muserjatis ini merupakan perhelatan setiap 5 tahun yang bertujuan untuk pemilihan kepengurusan Serikat Pekerja tingkat basis yang telah berakhir. Pada Muserjatis ke VI Tahun 2023 ini kembali terpilih Zulkarnain Sinaga sebagai Ketua SP-BUN Basis Kantor Direksi Operasional Medan Periode 2023-2028, Ahmad Sugeng sebagai Sekretaris dan Widi Santoso sebagai Bendahara.

Acara dihadiri oleh Kepala Biro Sekretariat, H. Dhani Diansurya Hasibuan selaku yang mewakili manajemen PTPN III (Persero), Sekretaris umum SPBUN Tingkat Perusahaan Supriyadi Sebayang mewakili Ketua Umum SPBUN Tingkat Perusahaan, serta tim jajaran pengurus harian tingkat perusahaan dan Basis Kebun. Dalam kesempatan itu Kepala Biro Sekretariat, H. Dhani Diansurya Hasibuan dalam sambutannya berharap acara ini dapat dilaksanakan secara musyawarah guna mencapai kata mufakat.

Lebih lanjut Ketua SPBUN Tingkat Perusahaan yang pada kesempatan kali ini diwakili oleh Sekretaris Umum SPBUN, Supriyadi Sebayang menyampaikan agar tetap menjaga hubungan industrial yang harmonis dan produktif,” ujarnya.

Zulkarnain Sinaga juga mengucapkan terima kasih kepada anggota SPBUN yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk menjadi Ketua SP-BUN Basis Kantor Direksi Operasional Medan.
Dengan terpilih pengurus harian SP-BUN Basis Kandir periode 2023-2028, diharapkan dapat membawa perubahan yang lebih baik. Seperti tema Muserjatis ke-VI Tahun 2023 ini “SP-BUN Sebagai Organisasi Pekerja yang Aspiratif, Tempat mengatualisasi diri dalam mewujudkan cita-cita, Perusahaan sehat karyawan sejahtera.” (ila)

Legislator NasDem Minta PT Pos Indonesia Berinovasi Sesuai Perkembangan Zaman

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi VI DPR RI, Rudi Hartono Bangun SE MAP meminta manajemen PT Pos Indonesia melakukan model dan inovasi bisnis yang sesuai dengan perkembangan zaman. Sehingga BUMN itu tidak kalah dalam berkompetisi dengan perusahaan swasta yang lebih canggih.

“Karena perusahaan swasta sudah lebih dulu melakukan berbagai transformasi bisnis, seperti Lion yang memiliki pesawat sendiri,” kata Rudi dalam rapat dengar pendapat dengan Dirut PT Pos Indonesia di Jakarta, Selasa (11/7/2023).

Rudi mengatakan, para kompetitor PT Pos Indonesia itu memiliki sarana dan prasarana yang lengkap. Bahkan memiliki armada yang banyak dan lengkap. “Swasta ini bisa kirim satu hari sampai tujuan. Karena mereka memiliki kantor-kantor agen dan sub agen hingga ke daerah,” ujarnya.

Legislator dari Dapil Sumut III itu mengaku sedih melihat kantor-kantor PT Pos Indonesia di pelosok daerah yang terkesan seadanya saja. “Inikan salah satu parameter untuk melihat kondisi kinerja BUMN jasa,” tambahnya.

Lebih jauh, Politisi Nasdem itu menyarankan PT Pos Indonesia jangan hanya mengandalkan pekerjaan dari penugasan dari negara. “Misalnya, paket pekerjaan distribusi logistik Pemilu 2024. Ini semacam pekerjaan subsidi saja, bukan murni bisnis. Nah, kalau kegiatan selesai Pemilu 2024, lalu sektor bisnis apa yang mau dikerjakan lagi,” kata Rudi.

Menanggapi kritikan DPR, Dirut PT Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan, penggunaan aset Pos Indonesia kini bermacam-macam, tidak hanya untuk operasional kantor. Bahkan, malah ada salah satu kantor Pos di Bali yang kini dijadikan minimarket. “Memang betul ada juga yang jadi Alfamart dan Indomaret, ini termasuk yang harus kami reviu kembali,” bebernya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, ada juga yang disewakan menjadi kos-kosan premium, dengan harga Rp3 juta sampai Rp4 juta per bulan. “Kami sebutnya Point Homey, bekas rumah direksi,” paparnya.

Faizal mengungkapkan, Pos Indonesia saat ini sangat terbuka untuk kerja sama. Namun, memang ada persyaratan khusus dari perusahaan plat merah tersebut kepada pihak swasta. Dia mencontohkan, untuk bangunan milik Pos Indonesia yang sudah ada sebelum masa kemerdekaan tidak bisa sembarangan dipakai atau disewa swasta.

Faizal juga mengungkapkan, pemanfaatan gedung tersebut tidak boleh hanya fungsional, melainkan harus juga memikirkan aspek keindahan. “Kami pilih pengusaha-pengusaha yang tidak hanya fungsi, tapi juga bisa attract (menarik) anak muda,” pungkasnya. (adz)

Ketua DPRD Medan Apresiasi Kinerja Bobby Nasution

HADIR: Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE saat menghadiri acara Colorful Medan Carnival 2023 di Lapangan Benteng, Medan, Sabtu (8/7/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE memberikan apresiasi kepada Wali Kota Medan, Bobby Nasution dalam kapasitasnya sebagai pemimpin Kota Medan. Menurut Hasyim, kinerja Bobby Nasution telah menunjukkan capaian yang positif, sehingga patut diapresiasi.

“Saya kira tidak bisa kemudian kinerja (Bobby Nasution) yang baik itu diabaikan dan dipandang sebelah mata,” ucap Hasyim saat ditemui wartawab disela-sela acara Colorful Medan Carnival 2023 di Lapangan Benteng, Medan, Sabtu (8/7/2023).

Hasyim yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Medan itu juga menyebutkan, capaian prestasi Bobby Nasution meliputi berbagai aspek, diantaranya pelayanan publik hingga perbaikan infrastruktur.

“Ya kita lihat lah program UHC JKMB, saat ini berobat ke Puskesmas dan RS hanya dengan menunjukkan e-KTP, sehingga masyarakat Kota Medan yang tidak punya jaminan kesehatan sekalipun tidak perlu khawatir. Kemudian, ada program pemberdayaan UMKM lewat bantuan tunai dan e-Katalog,” ujarnya.

 Terkait infrastruktur, Hasyim menyebut bahwa perbaikan jalan lokal terus dilakukan. Bahkan, jalan berstatus jalan propinsi sekalipun ada yang sudah selesai dikerjakan Pemko Medan.

Menurut Hasyim, semua itu tidak terlepas dari kecakapan Bobby dalam berkoordinasi, baik dengan Pemprov Sumut hingga Pemerintah Pusat.

Ditambah lagi, Pemko Medab juga sudah membangun jembatan permanen di Sicanang Belawan. Kemudian, adanya rencana pembangunan tanggul rob di Belawan.

“Tanggul rob itu kalau tidak salah ada 3 zona, yaitu Zona A, B dan C. Yang Zona A selesai, menyusul Zona B dan C. Proyek ini multiyears, sehingga diharapkan tahun depan bisa selesai semua. Saya kira ini mesti kita akui dan apresiasi,” katanya.

Hasyim juga menyebutkan, tidak ada kendala soal komunikasi antara Bobby Nasution dengan kader partainya di jajaran DPC maupun PAC PDIP se-Kota Medan. “Pak Bobby ini termasuk luwes berkomunikasi dengan legislatif. Termasuk dengan partai, lancar kok,” sebutnya.

Bahkan, Hasyim juga memuji Bobby sebagai kader terbaik yang dimiliki PDIP dan kerap memberi dukungan atas kegiatan dan program partai. “Kami di DPC PDI Perjuangan Kota Medan juga mendukung berbagai program Pemko Medan yang pro rakyat,” pungkasnya. (map/ila)

Richard Lingga Sebut Kepemimpinan Edy Rahmayadi Hanya Tonjolkan Satu Etnis Saja

Richard Lingga

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Tokoh Pemerhati Pembangunan Etnis Pakpak, Richard Eddy M Lingga, menilai di masa kepemimpin Gubsu Edy Rahmayadi, posisi jabatan struktural hanya menonjolkan satu etnis saja. Padahal, sebagai mantan militer, Edy Rahmayadi selayaknya memahami geopolitik di Sumut.

“Dari pejabat eselon II yang saat ini ada di Pemprov Sumut, terlihat didominasi etnis yang dimaksud. Jadi tidak didasarkan pada kedekatan kulturalnya. Apalagi didasarkan pada ‘pesanan’ ibu PKK-nya,” ucap Richard yang juga mantan anggota fraksi Golkar DPRD Sumut periode 2009-2014 dari Daerah Pemilihan (Dapil) Karo-Dairi dan Pakpak Bharat, Selasa (11/7/2023).

Dijelaskannya, Dominasi dibangun Gubsu saat ini terhadap etnis tertentu, berdampak pada pembangun yang tidak merata di seluruh Kabupaten/Kota di Sumut , khususnya di Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat.

Hal ini dapat dilihat dari alokasi anggaran pembangunan yang ditampung di dalam APBD Sumut selama kepemimpinannya. Tampak jelas, anggaran tersebut lebih besar dialokasikan didaerah domisili etnis itu.

“Dengan pola pikir seperti itu, maka Sumut belumlah dapat dikatakan bermartabat,” tuturnya lagi.

Baginya, bermartabat adalah gambar dari kesetaraan dan sederajat. Bila melihat kondisi pejabat yang ada saat ini di Pemprov Sumut, hanya etnis yang dominan itulah yang dapat disebut bermartabat.

“Bukan Sumutnya yang bermartabat” tandas putra Kecamatan Sumbul Dairi yang juga pemilik gedung Bale Karina Sidikalang itu.
(rel/ram)

Pelaku UMKM Dairi Ikuti Pelatihan Digital Marketing

DIABADIKAN: Para pelaku UMKM Kabupaten Dairi diabadikan usai mengikuti pelatihan dasar digital marketing diselenggarakan Pemkab Dairi.Istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pelatihan pemasaran digital dasar bagi pelaku dan calon pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) telah selesai dilaksanakan di Gedung Layanan Usaha Terpadu (PLUT), Kecamatan Sidikalang, Jumat (7/7/2023).

Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Anggara Sinurat, mengatakan pelatihan yang diselengarakan Pemkab Dairi tersebut mendapat respons positif dari peserta pelatihan yakni pelaku UMKM.

“Kami bersyukur karena acara ini mendapat sambutan positif. Pelaku UMKM juga merasa kegiatan ini bermanfaat untuk usaha mereka ke depannya,” ujarnya, Selasa (11/7/2023).

Benny Mangunsong, pemilik usaha pisang goreng kipas mengatakan pelatihan pemasaran digital dasar merupakan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan ide-ide bisnis yang baru dan juga sebagai solusi untuk permasalahan yang dihadapi pelaku usaha di lapangan.

“Melalui pelatihan ini kami lebih memahami apa yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan dalam pemasaran produk kami sehingga produk kami bisa diterima di masyarakat. Saat pelatihan ini pun, kami bisa bertanya kepada mentor yang sudah berpengalaman di bidangnya,” ujarnya.

Hal sama disampaikan Johandri Banjarnahor, peserta pelatihan yang berprofesi sebagai pengusaha kopi.

Menurut Johan, sapaan akrabnya, pelaksanaan pelatihan pemasaran digital secara gratis merupakan wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Dairi dalam mengembangkan kapasitas pelaku UMKM di Dairi.

“Melalui pelatihan ini, maka semakin besar peluang bagi kami untuk dapat memperluas wilayah pemasaran produk-produk kami. Kami diajarkan bagaimana cara pemasaran secara digital, membuat iklan, dan konten yang menarik sehingga dapat menarik minat pelanggan,” katanya.

Demikian pula yang disampaikan Rindi Wulandari Simbolon, peserta pelatihan yang berprofesi sebagai guru menyampaikan pelatihan tersebut menarik, keren, dan membantu bagi masyarakat Dairi yang ingin berkecimpung dalam membuka usaha.

“Kami yang hadir di sini memang belum semua berprofesi sebagai pengusaha, namun melalui kegiatan ini kami semakin bersemangat dan optimis mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang baru dengan membuka usaha yang sesuai dengan minat kami masing-masing,” ujar Rindi.

Selama pelatihan, kata Rindi, peserta diajarkan cara mengurus izin perusahan di aplikasi online single submission (OSS), pendaftaran nomor izin berusaha (NIB), pembuatan konten produk yang menarik, dan diberikan stimulus kepada peserta agar lebih bersemangat.

Tidak lupa, Rindi juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Dairi dan seluruh panitia yang berperan serta dalam mensukseskan pelatihan tersebut.

“Semoga dengan adanya pelatihan ini dapat menciptakan masyarakat Dairi yang Uggul, sesuai dengan apa yang dicita-citakan Bupati Dairi, Eddy Berutu,” ujarnya. (rud/ram)

IPSI Sumut Bidik 4 Emas di PON XXI 2024

KETERANGAN: Wakil Ketua 2 IPSI Sumut M Syahrir didampingi Ketua Lembaga Wasit Juri Lili Zairiyan, dan Pelatih Pedomanta Keliat sampaikan keterangan di Posko Publikasi PON XXI 2024 Wilayah Sumut, Kantor Dispora Sumut, Kota Medan, Selasa (11/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia Sumatra Utara (Pengprov IPSI Sumut) menargetkan 4 medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 Aceh-Sumut.

Hal ini disampaikan Ketum Pengprov IPSI Sumut Dahliana, diwakili Wakil Ketum 2 M Syahrir, didampingi Ketua Lembaga Wasit Juri Lili Zairiyan, dan Pelatih Pedomanta Keliat pada temu pers di Posko Publikasi PON XXI 2024 Wilayah Sumut, Kantor Dispora Sumut, Kota Medan, Selasa (11/7). “Dari 22 nomor yang dipertandingkan di PON 2024 nanti, kami IPSI Sumut menargetkan 4 emas,” ungkap Syahrir.

Sementara itu, Lili menuturkan, alasan target 4 emas itu mengacu hasil dari Kejuaraan Terbuka Pertama Pencak Silat Piala Kasad 2023 di Cimahi, Jawa Barat, pada akhir Mei lalu. Pada event itu, dari 8 atlet Sumut yang ikut, meraih 1 emas, 1 perak, dan 1 perunggu.

“Tapi ada 2 atlet yang merupakan personel TNI AD membela Tim Garuda dan meraih 2 emas. Keduanya merupakan atlet Pelatda (PON) Sumut,” sebutnya. Lebih lanjut dia mengatakan, target 4 emas itu diharapkan diraih dari nomor seni dan tanding.

Sementara Pelatih Pelatda Pencak Silat Sumut, Pedomanta Keliat mengatakan, saat ini ada 22 atlet Pelatda yang dipersiapkan untuk mengikuti 18 nomor pertandingan.

“Rencananya akan ada 4 atlet tambahan lagi. Tinggal nunggu SK saja dari KONI Sumut. Jadi rencananya di PON 2024 nanti kami mengikuti 19 dari 22 nomor yang dipertandingkan,” bebernya.

Lebih lanjut, pelatih yang karib disapa Pedo ini, menuturkan, Tim Pelatda Pencak Silat Sumut menjalani 10 kali sesi latihan dalam sepekan. “Kami latihannya berada di 2 lokasi, yakni Unimed dan Hubdam I/BB (Namorambe, Deliserdang). Tak jauh beda dengan cabang olahraga (cabor) lainnya, kami juga memiliki beberapa kendala, terutama di peralatan. Kami masih kekurangan pecing, samsak, dan pelindung badan,” curhatnya.

Saat disinggung perihal torehan medali terakhir, dia mengaku, Sumut meraih 2 perunggu di PON 2021 Papua lalu. “Tapi emas (pencak silat) terakhir yang diraih saat PON 2012 Riau,” pungkas Pedo. (dek)