Home Blog Page 13266

Kenapa tak Ada Tong Sampah di Jalan Kompos?

081265989xxx

Pak Wali Kota Medan Yth. Kami warga Medan tepatnya di Jalan Kompos Km 12, mulai dari Pasar Kampung Lalang sampai Km 16 tidak ada tong sampah. Sampah jadi berserakan di pinggir jalan. Dulu ada tong sampah tapi sebentar saja, tidak ada lagi. Tolong Pak disediakan tempat sampah biar Medan jadi kota yang bebas sampah. Makasih.

Dikoordinasikan kePihak Terkait

Terima kasih atas informasinya. Laporan ini akan segera kami koordinasikan ke dinas terkait, dalam hal ini Dinas Kebersihan Kota Medan. Kami juga akan meneruskan pemberitahuan ini ke pihak Muspika setempat agar ada tindak lanjutnya.

Budi Haryono, Kabag Humas Pemko Medan

Tantangan Matador Muda

MADRID –  Sukses tim senior Spanyol merajai pentas Euro 2012 menumbuhkan motivasi bagi para junior mereka yang berlaga di Olimpiade 2012.  Mereka bertekad untuk menyamai prestasi seniornya dengan merebut medali emas di pesta olahraga multieven terbesar di dunia itu.
“Kami sangat termotivasi memulai petualangan dan mengakhirnya dengan meraih medali (emas),” kata Iker Munian, bomber timnas Spanyol untuk Olimpiade 2012 kepada Goal.

Jika berhasil meraih emas, Spanyol akan mengikuti jejak Uruguay, Italia, dan Jerman (Barat). Tiga negara ini berhasil meraih medali emas setelah dua tahun sebelumnya sukses merebut trofi Piala Dunia.

“Kami masih muda dan kami akan pergi ke kompetisi dengan motivasi yang sama seperti mereka,” sambung kiper David de Gea.
“Mereka mencapai sesuatu yang bersejarah dan banyak harapan pada kami sekarang, tapi itu tidak akan semudah yang dipikirkan orang. Kami akan melakoni banyak pertandingan. Kami harus fokus pada setiap pertandinganya, mengetahui kekuatan lawan, dan berharap lolos ke final,” lanjut kiper Manchester United tersebut.

De Gea tak memungkiri kalau saat ini dia dan rekan-rekannya berada dalam tekanan.  Publik tentu sangat memfavoritkan Spanyol mengingat tim seniornya baru saja merebut trofi Euro 2012. “Namun, kami adalah tim muda dan kami semakin termotivasi dengan keberhasilan timnas senior,” ujar De Gea.

Demi ambisi merebut emas Olimpiade, pelatih Luis Milla tetap menyertakan tiga pemain senior.  Yakni Javi Martinez, Jordi Alba dan Juan Mata. Pelatih timnas Spanyol senior Vicente del Bosque mendukung keputusan Milla menyertakan tiga pemain senior dalam daftar 22 pemain di skuad sementara Matador muda. Del Bosque bahkan memprediksi kalau Alba bakal semakin bersinar di Olim piade. Sebab, dibanding Mata dan Martinez, Alba bermain lebih banyak di Euro 2012. Bahkan bek anyar Barcelona itu selalu menjadi starter tim Matador dari babak grup hingga laga final melawan Italia.

Del Bosque menegaskan keputusan untuk membawa Alba ke Olimpiade 2012 London sudah tepat. Pelatih 61 tahun itu menilai Alba masih dalam kondisi terbaik untuk bermain di London.

“Pastinya ini adalah peluang terakhir Alba bermain di Olimpiade. Dia sudah menjadi pemain penting di Euro 2012 dan akan bagus untuknya tampil bersama pemain-pemain muda di Olimpiade,” papar Del Bosque seperti dilansir AS.

“Kami punya skuad yang bagus. Para pemain ini akan menjadi pemain masa depan tim senior, dan beberapa di antaranya sudah bermain untuk tim senior. Saya berharap mereka meraih sukses di London,” sambungnya.

Di ajang Olimpiade nanti, Spanyol tergabung di grup D bersama Jepang, Honduras, dan Maroko. Spanyol akan mengawali turnamen dengan menantang Jepang pada 26 Juli mendatang. (nur/jpnn)

Empat Kali Lipat Gaji Marwijk

Louis van Gaal

Keputusan KNVB memilih Louis van Gaal membawa konsekuensi tersendiri. Yakni, KNVB harus merogoh kocek dalam-dalam untuk membayar pelatih yang terikat kontrak sampai Piala Dunia 2014 tersebut. KNVB memang tidak merinci detail terkait nominal gaji yang diterima Van Gaal.

Hanya, seperti dilansir Paywizard, Van Gaal akan menerima sedikitnya 5,4 juta pounds atau sekitar Rp78,6 miliar per tahun. Sebagai perbandingan, gaji Van Gaal di tim terakhir yang ditanganinya, Bayern Munchen, adalah EUR 5,2 juta (Rp60,25 miliar) setiap tahunnya.

Bayaran Van Gaal memang tidak ada apa-apanya dibandingkan Jose Mourinho (Real Madrid) yang mencapai lebih dari Rp215 miliar per tahun. Juga masih di bawah Marcelo Lippi (Guangzhou Evergrande) maupun kompatriotnya, Guus Hiddink yang mengarsiteki klub Rusia Anzhi Makhachkala.
Tapi, bayaran Van Gaal jelas sangat-sangat besar dibandingkan pelatih yang digantikannya, Bert van Marwijk. Bayaran Marwijk saja “hanya” EUR 1,8 juta (Rp20,8 miliar). Dengan kata lain, bayaran Van Gaal hampir empat kali lipat lebih besar.

Sebelum terpilih sebagai pelatih Belanda atau dua bulan lalu, Van Gaal didekati oleh Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA). Tapi, RBFA gagal menjadikan Van Gaal sebagai pelatih baru Belgia karena terbentur gaji tinggi. Hal itu dibenarkan Presiden RBFA Franzois De Keersmaecker.

“Negosiasi awalnya berlangsung positif. Tapi, setelah menginjak pembicaraan mengenai gaji, kami tidak bisa melangkah lebih jauh,” kata De Keersmaecker seperti dikutip harian Het Laatset Nieuws.

Selain Belgia, Van Gaal juga diminati klub lokal negeri tersebut, Anderlecht. Tapi, Anderlecht juga terkendala faktor yang sama. “Reputasi dan kualitas yang dimiliki Louis van Gaal mungkin terlalu tinggi bagi klub kami,” jelas Chairman Anderlecht Roger Vanden Stock.

Yang menarik, Belgia akan menjadi lawan perdana Van Gaal dalam debutnya bersama Belanda da lam uji coba bulan depan (15/8). Di sisi lain, seiring gagal mengontrak Van Gaal, Belgia memilih mem promosikan mantan bintang mereka yang sebelumnya menjabat karteker, Marc Wilmots. (dns/bas/jpnn)

8 Ribuan Peserta Ikuti Ujian Paket

MEDAN  –  Sebanyak 8.800 peserta akan mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaran (UNPK) 2012 atau sering disebut ujian paket mulai hari ini Senin (9/7). “Dari jumlah tersebut, 4.900 peserta diantaranya akan mengikuti program paket C atau setara SMA,” kata Kepala Dinas Pendidikan Sumut Drs Syaiful Syafri melalui Kasi Kesetaraan Pendidikan Non Formal dan Informal Antea, kemarin.

Dijelaskan Antea, hingga saat ini pihaknya belum mendapat data yang pasti tentang peserta UNPK yang gagal UN. ‘’Namun data jumlah peserta yang gagal UN di Sumut 2012 untuk tingkat SMA sebanyak 394 orang dan SMP 309,” kata Antea.

Dia merincikan, peserta UNPK paket C jalur non formal sebanyak 4.203 orang, program paket B setara SMP 3.454 orang dan program paket A 526 orang.  Sebanyak 2.796 diantaranya dari Medan dengan rincian paket A 130 orang, paket B 489 orang dan paket C 1.577 orang. UN Paket C akan dilaksanakan pada 9 -12 Juli serentak di seluruh kabupaten dan kota di Sumut. Sedangkan paket A dan B pada 16 -18 Juli 2012. (uma)

Armada Band Akan Hibur Pengunjung Andalas Fair

MEDAN-  Medan Andalas Fair 2012 di Pekan Raya Sumatera Utara, Tapian Daya, Medan, diprediksi akan semakin semarak. Hal ini nantinya ditandai dengan penampilan grup musik kenamaan ibu kota  “Armada Band” pada Senin (9/7) malam nanti. Grup musik bergenre pop yang digawangi Rizal (vokal), Radha (gitar), Mai (gitar), dan Andit (drum) ini akan menghibur para pengunjung Medan Andalas Fair.

Lagu-lagu seperti Buka Hatimu, Mau Dibawa Ke Mana, Pemilik Hati, yang syairnya cukup akrab di telinga, akan melepas kerinduan pengunjung Medan Andalas Fair khususnya para fans setia Armada Band. Kepastian tampilnya Armada Band ini disampaikan Ketua Panitia Medan Andalas Fair H Baharuddin. “Pihak Armada Band sudah mengkonfirmasi soal kesiapannya tampil di Medan Andalas Fair besok malam (9/7),” ungkapnya kepada Pers, Minggu (8/7).

Panitia menurut Baharuddin sudah membuat persiapan khusus untuk mendukung kelancaran konser grup musik yang memiliki banyak penggemar setia terutama kalangan remaja di Kota Medan dan sekitarnya ini.  “Dari penataan panggung, sound system, lighting, hingga pengamanan sudah kita persiapkan dengan sebaik-baiknya agar konser Armada ini berjalan lancar,” harapnya.

Lebih lanjut dijelaskan Bahar, selain dihibur Armada Band yang tampil di panggung utama, pengunjung Medan Andalas Fair juga bisa menikmati berbagai wahana permainan menarik. Mulai dari wahana permainan yang khusus didatangkan dari Batam, seperti octopus, musik dance, frog hopper, merry go round, mini train, mini octopus, mini swing, air plane, horse go round, jet 12, cat and elephant, hingga odong-odong, istana balon, nuansa gaib, dan banyak lagi lainnya.

Di arena Medan Andalas Fair pengunjung juga berkesempatan untuk melihat-lihat dan bertransaksi langsung di stan-stan pameran produk barang maupun jasa mulai dari hasil-hasil kerajinan UKM seperti sepatu, sandal, tas, barang-barang konveksi, hingga barang-barang elektronik, sepeda motor, dan mobil. “Pengunjung juga bisa menikmati stan-stan kuliner yang menawarkan berbagai menu makanan dan minuman,” beber Bahar.

Medan Andalas Fair telah berlangsung sejak 28 Juni lalu dan akan ditutup 16 Juli mendatang. Event ini diselenggarakan untuk menyambut HUT ke-7 Harian Andalas yang jatuh pada 14 Juli, sekaligus sumbangsih menyemarakkan HUT ke-422 Kota Medan, 1 Juli lalu. (*/ari)

Menghindari Perkawinan Inces di Padang Savana

Manufacturing Hope

Dari NT ke NTT. Itulah jadwal perjalanan Presiden SBY pekan lalu. Dari North Teritory (NT) di Australia ke NTT (Nusa Tenggara Timur) di belahan timur Indonesia. Wilayahnya berdekatan, kondisi alamnya mirip-mirip, dan keduanya menjadi andalan untuk produksi daging bagi negara masing-masing.

Bedanya, produksi ternak di NT berlebih untuk Australia, sedangkan produksi ternak NTT tidak cukup untuk Indonesia. Tahun lalu Indonesia harus mengimpor sapi sampai 350.000 ekor, kebanyakan dari NT.

Problem itulah yang menjadi fokus kunjungan Presiden SBY ke NT. Ini sangat serius karena bisa jadi impor ternak dari NT akan terus bertambah, yang ujung-ujungnya kelak Indonesia akan bergantung pada Australia. Apalagi, konsumsi daging kita akan terus membubung seiring dengan terus naiknya kelas menengah di Indonesia. Menurut laporan Bank Dunia, jumlah kelas menengah kita naik drastis dalam delapan tahun terakhir. Tahun lalu sudah mencapai 56,5 persen (131 juta), dari hanya 37 persen pada 2003.

Karena itu, kali ini Presiden SBY membawa misi dua jalur: silakan pengusaha NT terus mengeskpor sapi ke Indonesia, tapi juga harus diimbangi dengan investasi ternak di NTT. Atau di provinsi lain di kawasan timur Indonesia.

Melihat kuatnya imbauan presiden soal investasi ternak ini, saya menafsirkannya begini: kalau Australia tidak juga mau investasi ternak di Indonesia, jangan salahkan Indonesia kalau suatu saat nanti ada investor lain (asing maupun lokal) yang menanam modal di NTT dan akhirnya Indonesia tidak akan mengimpor sapi lagi!

Dalam perjalanan pulang ke NTT, Presiden SBY menegaskan agar para menteri aktif menindaklanjutinya. Karena itu, ketika masih di dalam pesawat, saya minta izin: mengunjungi padang savana Kabaru, 100 km dari Waingapu. Saya ingin tidur di savana Kabaru untuk melihat peternakan besar di situ. Saya berjanji pagi-pagi sudah tiba kembali di Waingapu untuk ikut penerbangan pesawat kepresidenan kembali ke Jakarta.

Di savana Kabaru, BUMN memiliki 7.000 ha padang gembalaan. Dibangun pada 1973, padang gembalaan ini pernah berjaya. Dananya dari Bank Pembangunan Asia (ADB) dan manajemennya dipegang ahli dari Australia. Tapi, kejayaan proyek ini tidak lama. Sejak 1980-an, tidak terlalu diurus lagi. Terakhir proyek ini, entah mengapa, berada di bawah naungan PTPN 14 yang tugas pokoknya mengurus perkebunan.

Selama ini sebenarnya sudah ada BUMN yang mengurus peternakan: PT Berdikari. Tapi, Berdikari juga tidak terlalu fokus. Di samping memiliki peternakan seluas 6.000 ha di Sidrap, Sulsel, PT Berdikari mengurus bisnis asuransi, pupuk, dan bahkan mebel.

Dengan hasil kunjungan presiden ke NT itu, mau tidak mau, PT Berdikari harus lebih fokus. Mengurus peternakan saja, tapi habis-habisan. Bidang usaha asuransi, pupuk, dan mebel harus dilepas ke BUMN lain. Sebaliknya, PTPN 14 juga harus fokus ke perkebunan dengan cara menyerahkan peternakan di savana Kabaru, Sumba, ke PT Berdikari.

Saat saya tiba di savana Kabaru, hari sudah malam. Sudah pukul 20.00. Mestinya sudah gelap. Tapi, langit Sumba sangat terangnya: rembulan nisfu sya”ban mejeng dengan menornya. Musim dingin di Australia membuat Sumba kebagian pula sejuknya. Sebuah purnama di padang savana yang sangat sempurna. Sebuah malam yang tidak mungkin didapat di Jakarta.

Malam itu, di gazebo yang diterangi api unggun dan bulan purnama, masa depan padang penggembalaan itu dibicarakan. Di situ ada Dirut PTPN 14 Budi Purnomo, Dirut PT Berdikari Librato El Arif, dan Dirut PTPN 12 Singgih Irwan Basri. Ada juga Pak Wayan, manajer peternakan yang tinggal di situ sejak 30 tahun lalu. Pak Wayanlah saksi hidup pembangunan, kejayaan, dan kemerosotan peternakan BUMN ini.

Sementara rapat sedang berlangsung, di dapur rumah Pak Wayan puluhan ibu sedang memasak: ayam goreng kampung, telur tanpa kimia, daun pepaya, dan sambal terasi. Rapat pun diskors ketika aroma ayam goreng dan sambal terasi terbawa angin sepoi savana ke gazebo. Makan malam pun berlangsung di bawah langit malam yang terang, disaksikan bulan purnama yang sangat ceria!

Menjelang tengah malam, kesimpulan pun disepakati: peternakan ini harus berjaya kembali. Tentu di bawah manajemen PT Berdikari. Bahkan, seperti yang ditekadkan oleh manajemen PTPN 3, peternakan-peternakan di seluruh perkebunan sawit pun akan diserahkan pengelolaannya ke PT Berdikari. Dengan demikian, program Sa-Sa (sapi-sawit) juga akan mendapatkan manajemen yang tepat.

Yang masih memerlukan kajian lebih lanjut adalah: perlukah peternakan ini dikombinasikan dengan tanaman sorgum. Perlukah mengadopsi sistem kombinasi antara peternakan lepas dan peternakan kandang. Perlukah membangun rumah potong hewan di situ agar tidak mengalami keruwetan pengiriman sapi lewat laut ke Jawa.

Memang aneh, di pusat peternakan sapi seperti Sumba belum ada industri pemotongan hewan.

Ketika masih jaya-jayanya pun, untuk menjualnya, sapi hasil Kabaru ini harus digiring ke pelabuhan Waingapu yang berjarak hampir 100 km jauhnya. Rombongan sapi itu digiring melalui savana tiga hari tiga malam (malam hari sapi ditidurkan di perjalanan). “Saya sering ikut menggiring dengan cara naik kuda,” kata Pak Wayan.

Susutnya berat sapi dalam proses pengiriman ke Jawa ini tentu tidak terjadi kalau ada pemotongan hewan di Sumba. Proses pengiriman dagingnya pun bisa lebih sederhana. Di masa lalu mungkin tidak gampang mencari ahli pemotongan dan sumber listrik untuk cold storage-nya. Namun, dengan adanya kemajuan pembangunan belakangan ini mestinya berbagai hambatan itu tidak seberat dulu.

Kini, dengan pengelolaan seadanya pun, masih terdapat 3.700 sapi di Kabaru. Jumlah ini sebenarnya perkiraan saja. Menghitung sapi yang dilepas liar di padang yang begitu luas tentu tidaklah mudah. Setiap periode semua sapi memang dikumpulkan di satu kawasan untuk dihitung ulang. Tapi, sapi yang terus bergerak sulit dihitung. Pernah suatu saat dipakai cara ini: sapi yang sudah dihitung dipotong buntutnya. Ini agar ketahuan mana yang sudah dihitung dan mana yang belum. Tapi, cara ini menyiksa. Bahkan, banyak juga sapi yang bersembunyi di gulma-gulma liar yang sulit dimasuki kuda.
Kelak, cara yang lebih modern harus dilakukan. Misalnya di setiap telinga sapi dipasangi chip yang bisa dimonitor di komputer. Ini sekaligus untuk mengetahui adakah sapi yang dicuri dan apakah ada yang disate di savana itu sendiri.

Yang juga harus dilakukan adalah mendatangkan pejantan murni. Impor pejantan kelihatannya harus dilakukan secara rutin. Yang terjadi selama ini, sapi-sapi di savana tersebut sudah saling kawin silang. Bisa jadi pejantan yang ada sudah mengawini ibunya atau neneknya sendiri. Inilah yang menyebabkan sapinya kian mengecil sehingga kurang menguntungkan.

Ini berbeda dengan masa jaya dulu. Di samping didatangkan sapi khusus pejantan, dilakukan gerakan pengebirian masal. Setiap lahir sapi jantan, langsung dikebiri. Memang kasihan sapi jantan di situ yang tidak pernah bisa menikmati kejantanannya. Namun, itulah cara menghindari perkawinan inces yang hanya akan memerosotkan kualitas ternak.

Kekurangan 350.000 ekor sapi setiap tahun bukanlah perkara yang mudah mengatasinya. Satu padang penggembalaan yang begitu luas di Kabaru pun hanya bisa menghasilkan 5.000-an sapi per tahun. Kalaupun nanti dikombinasikan dengan sistem kandang, paling hanya bisa meningkat menjadi 10.000 ekor. Betapa banyak peternakan yang masih harus dibangun.

Tapi, bukankah untuk mencapai seribu langkah tetap saja harus ada ayunan pertama? (*)

Lampu di Suka Maju Empat Tahun Padam

081361020xxx

Pak Wali Kota Medan Yth. Sudah empat tahun lampu penerangan jalan umum di Lingkungan 4 Suka Maju padam dan belum diperbaiki. Kami sudah berulang kali bermohon ke Dinas Pertamanan Kota Medan. Tolong ditindaklanjuti Pak, karena sudah dekat bulan Ramadhan.

Segera Diperbaiki

Terima kasih atas informasinya. Hingga saat ini kami terus melakukan perbaikan di sejumlah wilayah di Kota Medan secara bertahap. Namun, perbaikan tidak bisa dilakukan secara keseluruhan dan serentak. Kami mohon masyarakat bisa bersabar, karena kami akan tetap melakukan perbaikan sesegera mungkin.

Erwin Lubis
Kepala Dinas Pertamanan Kota Medan

Marcelo Bielsa Mundur

Kecewa dengan Lambannya Pembangunan Komplek Latihan Baru

BILBAO- Kebersamaan Marcelo Bielsa dengan Athletic Bilbao ternyata hanya berlangsung semusim. Pelatih asal Argentina tersebut memutuskan untuk mengakhiri kontrak setelah berseteru dengan jajaran petinggi klub. Kontrak Bielsa sendiri sebetulnya baru berakhir pada Juni 2013.

Apa yang membuat Bielsa kecewa dengan Bilbao? Ternyata, pangkal permasalahannya terjadi Kamis (5/7) lalu. Saat mengadakan konferensi pers, Bielsa melontarkan  kritik terbuka kepada pekerja konstruksi yang lambat dalam menyelesaikan proyek pembangunan kompleks latihan baru, Lezama.
Lambatnya proyek membuat Bielsa berang. Sebab hal tersebut sangat menganggu jadwal persiapan pramusim Bilbao. Sangking marahnya, mantan pelatih timnas Cile itu bahkan sempat perang mulut dengan pimpinan proyek. Bahkan dalam konferensi pers dia mengaku sudah melakukan konfrontasi fisik.

“Kondisi Lezama adalah sebuah penghinaan kepada pemain. Di sana bahkan tidak ada lapangan berumput. Saya bertanggung jawab penuh pada reaksi yang saya lakukan,” kata Bielsa kepada soccernet.

“Saya memang menghina pekerja proyek secara verbal. Saya kemudian menghempaskan badan salah satu di antara mereka. Kalau ingin memanggil polisi silakan saja, itu hak mereka,” imbuh Bielsa seperti dilansir Sport Illustrated.

Pengakuan pelatih berjuluk El Loco (Si Gila) itu membuat pihak klub gerah. Kemarin, dewan pemilik Athletic Bilbao memanggil Bielsa untuk menjelaskan kritik terbukanya.

Namun pertemuan empat jam bersama presiden klub Josu Urrutia tidak menghasilkan titik temu. Bielsa malah semakin keras dalam menyerang klubnya. “Kamu tidak bisa memiliki skuad bernilai USD 370 juta (sekitar Rp3,4 triliun) namun tidak ada lapangan latihan. Ini menggelikan,” tandasnya.
Kubu Bilbao juga langsung berekasi terhadap kritik keras Bielsa. Mereka tidak bisa menerima komentar tersebut.

“Athletic Bilbao tidak menerima opini personal dan subjektif dari Marcelo Bielsa pada konferensi pers itu. Pekerjaan konstruksi itu dilakukan secara profesional. Begitu juga dengan orang-orang yang terlibat di dalamnya,” begitu tulis pernyataan resmi Bilbao seperti dilansir dari Associated Press.
“Kami ingin mengungkapkan bahwa pekerjaan konstruksi itu sudah sesuai dengan rencana termasuk tanggal selesainya. Jadi, kami ingin meminta maaf secara terbuka atas komentar yang menyudutkan,” lanjut rilis resmi itu.

Bielsa sebetulnya melakukan pekerjaan yang sangat baik untuk membantu mengangkat performa Bilbao. Pada debutnya, mantan pelatih Argentina tersebut berhasil mengantarkan Bilbao melaju ke final Piala Raja Spanyol dan Europa League. Padahal seluruh pemain Bilbao berasal dari Basque. (nur/bas/jpnn)

Modena Incar Baggio

MODENA- Sejak pensiun pada 2004, legenda Italia Roberto Baggio seolah menghilang dari hingar-bingar sepakbola. Namun, Baggio bisa comeback musim ini. Tentu bukan sebagai pemain, namun pelatih.

Ya, pria 45 tahun tersebut santer diisukan bakal membesut tim Serie B Modena. Tim yang bertengger di posisi 12 musim lalu tersebut, memang sedang mencari pelatih baru menggantikan Cristiano Bergodi yang dipecat. Sebelumnya, Modena sudah berusaha mendekati mantan pelatih Palermo Devis Magia dan arsitek Novara Attilio Tesser. Namun incaran tersebut gagal. Fakta itu membuat peluang Baggio untuk melatih Modena sangat besar.

Apalagi, bekas pemain Fiorentina, Juventus, Inter Milan, dan Brescia tersebut sudah mengantongi lisensi pelatih UEFA Kategori 2 pada pertengahan 2011 lalu. Lisensi itu membuat Baggio berhak melatih tim profesional.

Mantan agen Baggio, Antonio Caliendo membenarkan telah adanya kontak antara bekas kliennya dengan Modena. “Saya memang mendengar hal tersebut. Namun kami belum membahasnya lebih jauh. Pekan depan kami akan mendiskusikan masalah ini dengan serius,” kata Caliendo kepada koran Italia, Il Corriere dello Sport kemarin.

“Roby (Baggio, Red) adalah karakter yang hebat. Seseorang yang tak mudah dilupakan begitu saja. Akan sangat hebat jika sekali lagi melambungkan dia namanya ke kancah dunia,” imbuhnya.(nur/bas/jpnn)

Dari Berzikir Bersama hingga Donor Darah

Besok, Tiga Ribu Karyawan PTPN III  Penuhi Lapangan Benteng Medan

AKBAR: Direktur SDM PTPN II IRachmat Prawira Kesumah  saat memimpin apel akbar SPBUN PTPN III di Siantar, Minggu (8/7).//PTPN III for sumut pos
AKBAR: Direktur SDM PTPN II IRachmat Prawira Kesumah saat memimpin apel akbar SPBUN PTPN III di Siantar, Minggu (8/7).//PTPN III for sumut pos
Ramadan makin dekat. Berbagai usaha kebaikan pun makin digeber. Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN) PTPN III pun tak mau ketinggalan. Mereka terus melakukan road show ke berbagai daerah di Sumatera Utara. Seperti apa?

Acara yang bertemakan zikir akbar, apel akbar, donor darah, dan bakti sosial ini menyinggahi beberapa kota di Sumatera Utara. Puncak acaranya digelar besok, Selasa (10/7), di Lapangan Benteng Medan.

Ceritanya, setiap kota yang disinggahi tak kurang dari 3000-an massa yang merupakan karyawan dan karyawati PTPN III meramaikan acara tersebut. Kegiatan itu diawali zikir akbar, apel akbar, donor darah dan bakti sosial di Lapangan Ikabina, Rantauprapat, Jumat 6 Juli lalu. Acara itu juga cukup meriah dengan beragam kegiatan yang digelar.

Sukses di Kota Rantauprapat acara dilanjutkan di Lapangan Hoki Kota Kisaran, Sabtu (7/7).  Di ibu kota Kabupaten Asahan ini acaranya tidak kalah meriah dengan kegiatan di Rantauprapat. Selain 3000-an massa itu masyarakat sekitar lokasi acara juga turut menyaksikan dan bahkan ada yang mengikuti acara tersebut.

Kemudian Minggu (8/7) acara dilanjutkan di Lapangan Brimob Kota Pematangsiantar.

Khusus acara zikir akbar dimulai pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB yang dipimpin secara langsung oleh DR H Andian Parlindungan MA Pimpinan Pusat Studi Ahlak, Jakarta.

Setelah itu baru digelar apel akbar yang dipimpin langsung oleh inspektur upacara Rachmat Prawira Kesumah SE, MM selaku Direktur SDM PTPN III. Agenda yang sama juga digelar di dua daerah lokasi zikir sebelumnya.

Usai apel akbar, SPBUN PTPN III menyerahkan bantuan 40 tong sampah yang diserahkan oleh Rachmat Prawira Kesumah kepada Koni Ismail Siregar Wali Kota Siantar.

Rencananya tong sampah tersebut akan dikelola Dinas Kebersihan Kota Pematangsiantar untuk menjaga kebersihan kota tersebut.  Sementara itu bakti sosial sudah dilaksanakan di beberapa titik kota kota Pematangsiantar diantaranya di jalan-jalan utama dan di taman makam pahlawan.

Untuk donor darah terkumpul sebanyak 140 kantung yang disumbangkan oleh karyawan Distrik Simalungun dan dikoordinir oleh PMI Daerah Kabupaten Simalungun.

Dalam pidatonya, Rachmat Prawira Kesumah yang mewakili jajaran Direksi PTPN III mengucapkan terima kasih kepada masyarakat di wilayah kebun-kebun dan unit PTPN III atas kerjasamanya selama ini yang cukup baik.

“Kami menghaturkan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak terutama kepada seluruh masyarakat. Semoga kerjasama yang baik ini akan membuahkan kelanggengan yang membawa keberkahan serta keuntungan bagi kedua belah pihak,” katanya.

Sementara itu, Mailanta Bangun Ketua Umum SPBUN PTPN III dalam keterangan Pers nya mengungkapkan kegiatan yang bersifat massal selama 4 hari tersebut merupakan ungkapan rasa syukur karyawan atas bonus yang telah diterima.

“Selain itu kegiatan yang sangat bermanfaat ini juga untuk menunjukkan bahwa karyawan PTPN III yang jumlahnya kurang lebih 30.000 orang adalah bagian dari masyarakat Sumatera Utara yang eksis dan memiliki andil untuk pembangunan bangsa dan negara ini melalui pengabdian sebagai karyawan di perkebunan,” katanya bangga. (dra)