Home Blog Page 13267

LeBron-Kobe Pilar Tim Basket Amerika

LAS VEGAS-Lima pemain tim Amerika Serikat saat memenangi medali emas di Olimpiade Beijing 2008 terpilih lagi bersama tujuh pemain lain untuk membela skuad “Paman Sam” di Olimpiade London 2012.

Kelima pemain tersebut adalah LeBron James, Kobe Bryant, Carmelo Anthony, Chris Paul, dan Deron Williams.

Skuad AS tersebut diumumkan oleh ketua tim bola basket AS, Jerry Colangelo, di Las Vegas, Minggu (8/7) pagi WIB, setelah menyeleksi dua tim, dan hasilnya telah disetujui Komite Olimpiade AS.

Tim AS dihantam cedera sejumlah pemain kandidat, termasuk Derrick Rose (Chicago Bulls), Dwight Howard (Orlando Magic), dan duo Miami Heat, Dwayne Wade dan Chris Bosh. Namun, cederanya beberapa pemain bintang itu sedikit “memudahkan” seleksi .

Tim basket AS tetap akan dilatih oleh Mike Krzyzewski, yang sudah berada di posisi itu sejak 2006, dan antara lain sukses membawa negaranya meraih medali emas di Beijing dan menjuarai Kejuaraan Dunia 2010.

Dari lima Olimpiade terakhir, Amerika juara empat kali di cabang bola basket, yakni di tahun 1992, 1996, 2000, dan 2008. Di Athena 2004 mereka cuma meraih perunggu- emas direbut Argentina, perak Italia.

Skuad bola basket AS untuk Olimpiade 2012: Carmelo Anthony (New York Knicks), Kobe Bryant (LA Lakers), Tyson Chandler (New York Knicks), Kevin Durant (Oklahoma City Thunder), Blake Griffin (LA Clippers), James Harden (Oklahoma City Thunder), Andre Iguodala (Philadelphia 76ers), LeBron James (Miami Heat), Kevin Love (Minnesota Timberwolves), Chris Paul (LA Clippers), Russell Westbrook (Oklahoma City Thunder), Deron Williams (New Jersey Nets). (bbs/jpnn)

Alonso Persembahkan Pole untuk De Villota

SILVERSTONE – Setiap insan pelaku maupun pecinta jet darat Formula One, bersimpati pada kondisi Maria de Villota yang masih kritis usai insiden di Cambridgeshire, Inggris. Sebagai kompatriot, Fernando Alonso mendedikasikan pole positionnya untuk kepulihan De Villota.

Alonso yang menyabet start terdepan pada sesi kualifikasi GP Inggris semalam, berkenan mempersembahkan performa apiknya di trek basah Silverstone untuk De Villota. Driver wanita itu mengalami kecelakaan hebat saat melakukan tes-drive bersama tim Marussia, beberapa waktu lalu.

“Ya, pole position ini untuk Maria, dia tengah berada dalam kondisi sulit, begitupun denagn keluarganya,” papar driver Ferrari itu, seperti disadur HeraldScotland, Minggu (8/7). “Apapun yang kami lakukan pekan ini adalah untuknya dan semoga kami bisa memberikan kekuatan pada Maria dan keluarganya. Kami mendoakan kesembuhannya,” tambah Alonso.

Dalam sesi kualifikasi kemarin malam, kondisi trek Silverstone tergenang air akibat derasnya volume hujan yang turun. Meski sempat mengaku kerepotan, akhirnya Alonso sukses menaklukkan trek basah dengan sikap tenang dan mengakhiri 31 seri tanpa pole position bagi Ferrari dalam kurun waktu dua tahun ini.

“Kondisi basah sedikit menyulitkan bagi siapapun. Anda harus tenang di momen seperti itu. Untuk bisa menyelesaikan lap dengan kondisi basah, diperlukan konsentrasi penuh tapi akhirnya saya berakhir di pole dan saya senang untuk Ferrari yang dua tahun ini tak merebut start terdepan,” lanjut pembalap kelahiran Oviedo 30 tahun silam itu. (bbs/jpnn)

UISU Almunawwarah Gelar Zikir Akbar

Keluarga besar Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) bersama masyarakat gelar zikir akbar di Masjid Al-Munawwarah Kampus UISU, Jalan SM Raja Medan, Sabtu (7/7) lalu. Zikir tersebut dipimpin langsung oleh Ustadz H Chaidir Abdul Wahab Lc, MA.

Rektor UISU Prof Ir H Zulkarnain Lubis, MS, PhD dalam sambutannya mengatakan, zikir akbar ini digelar dengan enam tujuan. “Pertama, zikir yang bermakna mengingat Allah. Kedua, dengan kebersamaan dan satu hati dalam zikir, diharapkan akan meningkatkan persatuan dan hati yang sama. Dengan demikian akan tercapai tujuan yang ketiga, meningkatkan kinerja UISU Kampus Al-Munawwarah agar lebih kuat menghadapi tantangan, hambatan dan goncangan serta badai yang menerpa,” ujarnya.

Dengan kekuatan itu bilang Zulkarnain, akan tercapai tujuan yang keempat. Yakni dengan hati yang bersih, doa kita akan dikabulkan oleh Allh SWT. ‘’Salah satu doa kita, agar keluarga besar UISU diberi kekuatan menghadapi goncangan, badai yang menerpa, dan Allah membuka jalan agar kita mampu dan berhasil mengatasinya,”tuturnya. Dengan demikian sambungnya, segala masalah baik soal konflik, maupun saling gontok-gontakan dan membenci agar dihilangkan dari UISU.

Tujuan kelima, tambah Zulkarnain, diharapkan agar UISU dicintai dan dekat dengan masyarakat. Sedangan tujuan yang keenam, menurut rektor, zikir akbar ini dalam rangka memperingati Isra dan Mikraj serta menyambut bulan suci Ramadhan yang sudah di ambang pintu.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Yayasan UISU Arfis Amiruddin dalam sambutannya mengimbau keluarga besar UISU agar menyelesaikan setiap persoalan melalui bahasa agama. “Apapun yang kita hadapi, hendaknya kita sampaikan langsung kepada Allah melalui zikir dan doa, dan mudah-mudahan Allah akan mengabulkannya,” katanya.

Sementara itu, Ustadz H Chaidir Abdul Wahab dalam tausiyahnya mengingatkan jamaah zikir agar tidak sombong dan angkuh dengan apa yang dimiliki. Sebab, tidak ada yang patut disombongkan, karena semuanya milik Allah. (uma)

60 Polisi Disiagakan di Tambang Emas Sorikmas

MEDAN- Sebanyak 60 personel polisi disiagakan di lokasi areal pertambangan yang berada di Sihayo, Desa Humbang, Mandailing Natal, sejak Minggu (8/7) pagi.

Disiagakannya personel di lokasi untuk meredam bentrok susulan antara warga dengan petugas keamanan pertambangan emas milik PT Sorikmas Mining, yang pecah pada Sabtu (7/7) kemarin.

Dalam peristiwa itu, seorang warga tewas terkena peluru senjata tajam di kakinya, dan tiga orang lainnya terluka.

Kapolres Mandailing Natal, AKBP Ahmad Fauzi Dalimunte dihubungi via telepon mengatakan, suasana di lokasi sudah kondusif. “Suasana sudah aman dan terkendali. Tapi 60 personel disiagakan untuk meredam bentrok susulan,” ujarnya Minggu (8/7) petang.

Lebih lanjut dikatakan, Fauzi dalam peristiwa tersebut satu orang warga terkena tembakan pada kakinya. Polisi yang berada di lokasi terpaksa melepas tembakan karena warga semakin brutal saat bentrok terjadi.

“Situasinya sudah caos, mereka (warga,red) tetap melempar dan melakukan pembakaran, meski sudah ada Polisi di situ,” ujar Fauzi.
Fauzi mengatakan, untuk mengantisipasi perbuatan anarkhis massa ini, pihaknya juga sudah melakukan tembakan peringatan ke udara, sesuai dengan prosedur. Namun warga tetap tidak mengindahkannya.

Fauzi menyebutkan, selain masyarakat yang terkena tembakan dan luka-luka, dirinya juga menjadi korban terkena lemparan batu. “Tangan kanan saya bengkak terkena lemparan. Anggota saya juga terkena lemparan,” ujarnya.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, pertambangan emas milik PT Sorikmas Mining di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, kembali memanas, Sabtu (7/7) kemarin. Petugas keamanan perusahaan tambang terlibat bentrok dengan massa.

Kontak fisik terjadi pada Sabtu (7/7) siang. Massa yang berjumlah ratusan mendatangi areal pertambangan yang berada di Sihayo, Desa Humbang, Mandailing Natal.

Menurut informasi, warga datang untuk menuntut ganti rugi terkait pembebasan lahan milik mereka. Kedatangan massa disambut petugas keamanan perusahaan hingga terjadi bentrok yang mengakibatkan seorang pria bermarga Daulay terkena peluru tajam di kaki kanannya.
Selain itu tiga warga lainnya menderita luka diduga terkena sabetan senjata tajam. Para korban langsung dibawa ke RSU Panyabungan. Hingga Senin dipastikan 60 personel masih terus disiagakan untuk mengantisipasi bentrok susulan. (mag-12)

Dana Rp75 Miliar Harus Dipergunakan untuk Rakyat

LANGKAT- Pasca pengembalian uang hasil korupsi mantan Bupati Langkat Syamsul Arifin ke Pemkab Langkat sebesar Rp75 miliar lebih, dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk itu DPRD mengingatkan Pemkab Langkat agar tidak mempergunakan dana tersebut untuk kegiatan seremonial apalagi tidak berbasis rakyat.

“Kita mengingatkan eksekutif agar tidak mempergunakan uang (rakyat) yang dikembalikan KPK untuk kegiatan berbau seremonial atau tidak menyentuh kebutuhan masyarakat. Untuk itu, kita akan melakukan pengawasan,” kata Syafrizal anggota DPRD Kabupaten Langkat pada wartawan Minggu (8/7).
Politisi Partai Gerindra ini menyebutkan uang dimaksud merupakan uang rakyat yang di korupsi dari APBD Langkat maka sepatutnya penggunaannya harus memenuhi kebutuhan rakyat. Misalnya saja diperuntukkan kepada infrastruktur.

Lanjut anggota Komisi II (Bidang Kesra) memaparkan, bahwa pihaknya (legislatif) segera merumuskan tentang pos mata anggaran terhadap penggunaan uang dimaksud. Alasannya, guna mengetahui untuk apa dan kemana dipergunakan. Karenanya, legislator yang bergabung di Fraksi Gerakan Indonesia Sejahtera (GIS) ini meyakinkan kejelasan maupun status uang dalam kas daerah menjadi kunci atau penentu terhadap kekhawatiran uang sitaan KPK yang dikembalikan tersebut.

“Wajar saja kalau ada pihak mengkhawatirkan penggunaan uang dalam praktik illegal, meskipun kans untuk itu kecil. Namun, mengantisipasi hal dimaksud kita akan membuat satu kejelasan tentang status uang. Nantinya diketahui uang itu, masuk dalam P-APBD atau R-APBD.( TA 2013 mendatang,” seru Syafrizal. (jie)

Ditinggal Ibu Dua Remaja Putri Terancam Putus Sekolah

MEDAN- Peristiwa hujan deras disertai angin kencang yang terjadi Jum’at (6/8) sore lalu, yang meluluhlantakan sedikitnya 65 rumah milik warga yang di dua kecamatan, kabupaten Deliserdang menyisahkan duka yang mendalam bagi dua remaja putri, yang ditinggal pergi ibu mereka untuk selama-lamanya untuk mengahadap sang khalik.

Sarah (13) dan kakaknya Nur Azizah (15) terancam tidak dapat melanjutkan sekolah mereka, karena ibu meraka Sutinem (56) yang selama ini menjadi tulangpunggung keluarga, meninggal dunia akibat tertimpa batang pohon saat musibah puting beliung melanda kampung mereka.

Sutinem tewas dengan meninggalkan 4 orang anak, diantaranya Sarah (13) dan kakaknya Nur Azizah (15). Kedua remaja putri ini terancam putus sekolah sepeninggal ibu mereka karena disebabkan biaya sekolah yang tidak dapat mereka tutupi.
Dua remaja putri ini hanya bisa menahan tangis akibat duka yang mereka alami.

Mereka baru saja kehilangan Sutinem (56), ibu mereka yang tewas akibat tertimpa pohon aren. Pada Sumut Pos, Sarah bercerita peristiwa naas yang terjadi Jum’at (6/7)sore lalu. Ketika itu daerah tempat tinggal mereka dilanda hujan lebat yang disertai angin kencang. “Waktu itu hujan kencang, saya sedang berada di rumah sama ibu saya,” ujarnya Sarah.

Lanjut Sarah, sebelum musibah itu terjadi, ia bersama ibunya sedang berada di dapur. “Ibu sedang memasak air, saya sedang menyiangi ikan,” sebutnya.
Tak berapa lama, saat angin kencang datang, tiba-tiba pohon aren yang ada di depan rumah mereka tumbang. Naas, batang pohon itu menimpa tubuh ibunya. Kontan, Sarah menangis melihat ibunya sudah tidak berdaya.

Dengan berlinangan air mata dan di bawah guyuran hujan, Sarah kemudian berlari ke rumah kakak kandungnya, untuk memberi tahu kejadian itu. Dia pun menceritakan pada kakaknya, kalau ibu mereka tertimpa pohon.

Dua kakak kandung Sarah yakni Yuyun Sugianti (30) dan Syafitri (26) langsung berlari ke kediaman ibunya untuk melihat kondisi yang terjadi. “Waktu kami sampai di rumah, ibu sudah meninggal. Kaki dan pundaknya tertimpa pohon,” ujar Sarah. Jenazah Sutinem sendiri dimakamkan di Tempat Pemakamam Umum Patumbak 1 pada Sabtu (7/7) lalu.

Dua remaja yang sudah ditinggal ibu mereka ini tidak berharap banyak. Mereka hanya bermohon pada Pemkab Deliserdang untuk memberikan bantuan,  agar mereka dapat meneruskan pendidikannya. Sarah yang baru tamat SD itu, belum bisa melanjutkan ke jenjang SMP karena tak ada biaya lagi. Sementara Nur, berharap untuk dapat malanjutkan studinya ke bangku SMA.

Sementara itu Kepala Bidang Pelayanan Sosial Kabupaten Deliserdang mengatakan musibah puting beliung itu terjadi pada Jum’at (6/8) lalu, sekira pukul 18.00 WIB. “Kejadiannya sejak Jum’at kemarin,” ujar Darwin, Minggu (8/8) petang.(mag-12)

ICW: Modus Jual Kursi Sulit Dibasmi

Tentang Kasus Penyimpangan Penerimaan Siswa Baru

JAKARTA-Kecurangan proses Penerimaan Siswa Baru (PSB) dengan modus menjual kursi ke orangtuas calon siswa, sulit dihentikan. Selama hasil ujian tulis seleksi masuk Sekolah Menengah Atas (SMA) tidak pernah dibuka secara transparan, selama itu pula praktik jual kursi oleh pihak sekolah, masih akan terus terjadi.

Jadi, menurut Koordinator Divisi Monitoring Pelayanan Publik Indonesian Coruption Watch (ICW) Febri Hendri, kunci untuk menghentikann
praktik busuk di tempat mendidik anak itu adalah pembenahan sistem.

“Satu-satunya cara, sistemnya yang dibenahi. Harus ada transparansi hasil ujian tertulisnya,” ujar Febri kepada Sumut Pos di Jakarta, Sabtu (7/7). Jalur bina lingkungan yang melewati tes ujian tulis, paling empuk menjadi arena ‘permainan’.

Hasil tes tertulis yang dirahasiakan, menjadi pemicu aksi tawar-menawar. Oknum dari pihak sekolah ataupun pejabat dinas terkait, dengan dalih bisa memasukkan siswa yang nilainya jeblok, minta sejumlah uang ke orangtua siswa. Sementara, si orangtua siswa tidak diberitahu berapa sebenarnya nilai hasil tes tertulis anaknya.

“Siswa dan orangtuanya tidak tahu, apa betul nilainya jelek sehingga tak lulus. Tapi tiba-tiba ada yang lulus meski selama ini calon siswa itu prestasi sekolahnya jelek. Selama hasil tes tak diumumkan, akan terjadi terus masalah ini,” ujar Febri dengan nada pesimis.

emendiknas di Jakarta, menurut Febri, juga tak serius untuk melakukan pembenahan sistem. ICW, lanjutnya, sudah sejak 2004 memberikan rekomendasi ke kementerian yang kini dipimpin Mohammad Nuh itu, agar mengeluarkan regulasi untuk pembenahan sistem penerimaan siswa baru. “Tapi rekomendasi ICW hanya dijadikan bantal saja,” cetusnya kesal.

Pihak kemdiknas berdalih bahwa urusan sekolah menjadi kewenangan pemda. Padahal, kata Febri, mestinya kemdiknas tetap bisa mengeluarkan kebijakan yang bisa menjadi acuan pemda.

Satu-satunya kebijakan yang dikeluarkan kemendiknas terkait masalah ini adalah terbitnya Permendiknas Nomor 60 Tahun 2011 tentang larangan pungutan biaya pendidikan pada Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Hanya sekolah dasar dan menengah saja. Itu pun ada rencana Permendiknas itu direvisi. Kemendiknas tak serius,” kata Febri.

Lantas, apa yang bisa dilakukan ICW? Seperti yang sudah kerap diberitakan, ICW bersama Ombudsman RI membuka Posko Pengaduan di sejumlah tempat, yang tersebar di sejumlah daerah.

Dia mengimbau para orangtua calon siswa agar berani melapor jika diminta uang oleh oknum pihak sekolah, atau pejabat di daerah, yang mengaku bisa meluluskan anaknya. “Tak boleh takut untuk mengungkap kebenaran,” imbaunya.

Apakah semua pengaduan akan ditindaklanjuti untuk dilaporkan ke aparat hukum? Dan apakah aparat hukum bakal menghukum si oknum nakal? Febri sendiri pesimis.

“Selagi kami bisa mengadvokasi, ya itu yang akan kami lakukan,” ucapnya. Dia mengakui, sulit untuk menciptkan efek jera hingga aksi suap, pungli, atau pun jual kursi, tidak terulang lagi di masa-masa mendatang.

“Misalnya dari kasus tahun ini ada satu dua kepala sekolah yang dipenjara, itu pun tak akan bisa menciptakan efek jera yang meluas,” ujarnya. “Karena jumlah sekolah ribuan,” imbuhnya memberikan alasan.

Di SMP N 37 Medan, Seragam Murid Baru Rp466 Ribu

Selain soal jual kursi, masih banyak modus pungutan liar (pungli) lainnya yang kerap dilakukan pihak sekolah. Salah satunya adalah melalui uang seragam bagi siswa baru.

Nah, modus ini diduga dilakukan oleh SMP Negeri 37 Medan yang berlokasi di Jalan Timor.

Dari informasi yang didapat, sekolah tersebut mengutip biaya Rp466 ribu dengan dalih biaya baju seragam putih dan celana biru (1 pasang), baju batik, baju pramuka, dan baju olahraga. Pengakuan ini didapat dari dua siswa baru SMPN 37 yang telah lulus dalam PPDB 2012 lewat jalur NEM. Keduanya yakni YS warga Setiabudi Sampali, dan NM Warga Jalan Pendidikan Sampali Medan.

“Bahkan untuk bisa sekolah, orangtua kami harus mencicil biaya itu Rp200 ribu agar kami tetap bisa bersekolah seperti teman yang lain,” ucap YS kepada Sumut Pos, Minggu (8/7).

Sebelumnya Kepala Informasi dan Humas Kemendikbud, Ibnu Hamad mengatakan bahwa dalam Permendikbud Nomor 60 tertuang sanksi bagi siapa saja yang melakukan pungli di sekolah. “Yang pertama itu, pungutan itu harus dikembalikan penuh. Akan ada sanksi teguran tertulis sampai mutasi, dan tindakan administrasi lainnya,” ujar Ibnu.

Permendikbud Nomor 60 itu adalah larangan pungli kepada sekolah-sekolah yang sudah mendapat Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), seperti SD dan SMP, baik negeri maupun swasta.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Rajab Lubis saat dimintai konfirmasi mengenai pengutipan tersebut tetap tak bisa dihubungi karena telepon selulernya yang tak pernah aktif.

Menyikapi hal itu Ketua Komisi B DPRD Medan Surianda Lubis meminta agar Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan untuk lebih kooperatif dan komitmen dalam menjalankan Permendikbud. “Jika memang terbukti harusnya sekolah diberikan sanksi tegas jangan sampai masalah ini dianggap sepele,”tegasnya.

Terkait susahnya Kadisdik Medan dihubungi dimasa penerimaan siswa baru, Surianda juga meminta agar Kadisdik Medan bisa kooperatif serta membuka diri dan langsung turun ke masyarakat untuk mendengarkan pengaduan-pengaduan yang merugikan masyarakat.

“Jika kadisdik tidak kooperatif dalam PSB berarti dia betul-betul tidak memiliki akuntabilitas yang tinggi. Seharusnya jika terdengar ada pungutan liar yang merugikan masyarakat kadisdik Medan tidak perlu menunggu lama untuk melakukan penindakan. Jangan pula kadisdik merasa lebih tinggi dari kepaka daerah,”sebutnya.(sam/uma)

Pasokan Air Bersih di Salak Makin Baik

Pakpak Bharat – Pendistribusian air bersih yang disalurkan ke Kota Salak sejauh ini semakin lancar. Lancarnya pasokan air bersih ini, dimanfaatkan warga untuk kebutuhan hidup sehari-hari, ketika dibandingkan dua tahun lalu pasokan air bersih sempat terhenti.

Erwin Boangmanalu warga Salak pada Sumut Pos, Minggu (8/7) mengatakan ia mengaku cukup puas dengan pelayanan yang diberikan pihak pengelola,  dalam  memenuhi akan kebutuhan air bersih, air sudah dapat dialirkan langsung oleh pengelola ke rumah  warga, sesuai dengan permintaan warga.
Selaku warga Salak mengucapkan terima kasih pada pengelola UPT Jaringan Air Bersih. ‘’Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, warga sudah mengeluarkan biaya namun tidak pernah merasakan ketersediaan air bersih. Jadi dengan adanya kondisi ini kita berharap dapat dipertahankan bahkan dikembangkan hingga ke wilayah lain di sekitar Kota Salak,’’ tegasnya.

Erwin juga mengaku hingga saat ini masih ada daerah yang belum terjangkau akan pasokan air bersih. Sementara itu, Kepala UPT Jaringan Air Bersih Tumpal Boangmanalu Minggu (8/7) mengatakan pendistribusian air bersih ke Kota Salak dapat berjalan dengan lancar berkat kerjasama semua pihak dan keseriusan pihak terkait untuk memperbaiki segala fasilitas yang mendukung untuk kelancaran jaringan. (mag-14)

Pelabuhan Belawan Terbakar, 1 Pekerja Terluka

BELAWAN- Gudang TCK (Terminal Curah Kering) Pelabuhan Internasional Belawan, Minggu (8/7) sekira pukul 17.30 WIB terbakar. Terbakarnya gudang milik perusahaan BUMN dikelola oleh PT Musim Mas itu, mengakibatkan seorang pekerja operator gudang, Eko (34) warga Mabar Kecamatan Medan Deli, terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka bakar ditubuhnya.

Diduga penyebab terbakarnya gudang dari mesin pompa hisap penyuplai bahan baku bungkil.

Keterangan dihimpun Sumut Pos lokasi kejadian, terbakarnya gudang TCK PT Musim Mas yang disewa dari PT. Pelabuhan Indonesia I Cabang Belawan itu terjadi ketika para pekerja sedang melakukan penyuplaian bahan baku bungkil sawit dari gudang ke dua unit kapal  OS TS EE ME dan MV Glory berbendera Yunani.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Endro Kiswanto yang turun ke TKP bersama anggota selanjutnya melakukan pengamanan. (mag-17)

Isyarat Menyerah

PSMS vs Arema

Lubukpakam- PSMS kembali menuai hasil buruk. Minggu (8/7) kemarin di Stadion Baharoeddin Siregar Lubukpakam, PSMS dipermalukan Arema 1-3 dalam lanjutan Indonesian Premier League (IPL) 2011/2012. Andrew Barisic dan Roman Chamelo menjadi mimpi buruk bagi PSMS dengan memborong gol Arema. Satu-satunya gol PSMS lahir lewat Rinaldo.

Hasil ini membuat PSMS semakin terpuruk dan gagal melampaui Persijap yang berselisih satu angka. Jurang degradasi pun semakin menganga dengan hunian di posisi 11 klasemen, satu strip di atas juru kunci.

Memburuknya kondisi klub membuat Pelatih PSMS, Fabio Lopez menganggap laga ini bukan pertarungan dua klub profesional. “Seharusnya klub ini bukan lagi bernama PSMS. Melainkan Fabio and Friends menghadapi Arema, klub profesional indonesia. Apa yang dapat kami perbuat dengan tidak latihan dua bulan. Untuk apa kami bertanding,” kata Fabio.

Isyarat menyerah juga sudah terlontar dari mulut Fabio. Menurutnya masih syukur skuadnya tetap mau bertanding. Dengan segala permasalahan finansial yang terjadi, dirinya tak melihat andil manajemen. “Tim ini sebenarnya sudah habis sejak dua bulan  lalu. Harusnya berterima kasih kepada kami yang masih mau bertanding dalam kondisi seperti ini, sementara manajemen sama sekali tidak melakukan apa-apa. Hanya saya yang memotivasi pemain,” katanya.

Bahkan ia menyebut ini kali terakhir ia memberikan pernyataan di konperensi pers. “Dan ini adalah konperensi pers terakhir saya. Saya tidak akan memberikan pernyataan lagi,” ujar pria berusia 39 tahun tersebut.

Sementara Pelatih Arema, Dejan Antonic mengaku senang dengan kemenangan di tengah jadwal padat. Dalam sembilan hari Arema harus menjalani empat laga baik di IPL maupun AFC Cup. “Kami bermain dengan serangan dari sayap seperti ciri khas kami selama ini. Memang bukan pertandingan terbaik, karena kami biasanya bisa lebih baik,” jelasnya.

Dejan turut prihatin atas kondisi lawan yang bermasalah dengan finansial. “Saya mohon maaf, mungkin karena PSMS ada masalah dengan gaji. Jadi permainan agak emosi. Juga bagaimana mereka bisa fokus dengan keadaan seperti itu. Saya berdoa untuk semua pemain sepak bola agar segera dapatkan gaji,” paparnya.

Namun Dejan menyayangkan cederanya empat pemainnya. Dua diantaranya Andrew Barisic dan Roman Chamelo. “Roman (Chamelo) sudah cedera sejak lawan Persema. Kami mau aman, dan hari ini dia cedera di bagian yang sama. Kalau Arema menang, tapi pemain saya cedera saya tidak senang. Sedangkan, Barisic (Andrew)  luka di kepala dan harus ke rumah sakit. Saya tidak senang sekarang empat pemain cedera,” katanya.

Pada laga tersebut, PSMS mengawali laga dengan ancaman dari Roman Chamelo. Namun peluang di menit 8 dan 15 ini masih mampu digagalkan Decky Ardian. Sementara PSMS yang mengandalkan Heri Swandana, Julio Al-Corse dan Andrea Abu Bakar kurang greget dalam menyerang. Tak ada gol yang tercipta di babak pertama.

Arema yang banyak menyia-nyiakan peluang di paruh kedua lebih efektif.  Arema memecah kebuntuan di menit 47. Tendangan TA Musafri diblok Vagner, namun bola liar jatuh di kaki Barisic yang tanpa kesulitan mencocor bola ke gawang.

Selanjutnya giliran Roman Chamelo yang menaklukkan Decky lewat tandukannya di menit 52. Dua menit berselang Barisic mencetak gol keduanya setelah memanfaatkan bola liar hasil blok tidak sempurna Decky.

PSMS coba bangkit. Rinaldo yang masuk di awal kedua mampu memperkecil ketertinggalan di menit 69. (mag-18)