Home Blog Page 13272

Anggaran Pengganti Fokker Tertahan di DPR

JAKARTA – Pengadaan pesawat pengganti Fokker 27 yang mengalami kecelakaan 21 Juni lalu tak semulus yang dibayangkan. Sebab, dana negara yang akan digunakan untuk membeli pesawat baru CN-295 dari Airbus Military Spanyol belum bisa dicairkan. Dana itu masih tertahan dengan tanda bintang dari Komisi 1 DPR.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Hartind Asrin mengakui adanya tanda bintang dalam usul anggaran yang merupakan pagu (jatah) dari Kementerian Keuangan itu. ’’Tapi, kita berharap, tanda itu tidak memengaruhi proses di lapangan. Semoga pengadaannya lancar sampai akhir,’’ katanya kemarin.

Mantan Atase Pertahanan KBRI Malaysia itu menjelaskan, kontrak pembelian CN-295 ditandatangani di Singapura pada 15 Februari 2012. Saat itu Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama sejumlah anggota Komisi 1 DPR meneken kontrak dengan pihak Spanyol yang diwakili President and CEO dari Airbus Military Domingo Urena Raso.

Harga pembelian sembilan unit pesawat tersebut USD 325 juta. Harga itu juga mencakup penyediaan suku cadang dan pelatihan dengan skema pembayaran menggunakan kredit ekspor (KE).
’’Penandatanganan itu juga dihadiri sebagian bapak-bapak dari anggota DPR. Jadi, ini memang sudah kontrak resmi dan on going,’’ kata alumnus Akabri 1983 itu.

Dia menambahkan, selambat-lambatnya pada akhir 2012 dua unit pesawat sudah bisa datang dan dioperasikan. ’’Kita optimistis karena pengerjaan pesawat ini juga bersama PTDI,’’ katanya.
Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI-AU Marsekal Pertama Azman Yunus menjelaskan, TNI-AU sebagai pengguna hanya pasrah dalam proses pengadaan pesawat pengganti Fokker 27 itu. ’’Kami yakin, proses pembahasan dengan DPR akan lancar. Apalagi, Bapak Presiden juga sudah perintahkan agar Fokker tak digunakan dulu. Jadi, kami menunggu,’’ ungkapnya.

Saat ini investigasi penyebab kecelakaan pesawat Fokker 27 belum selesai. ’’Untuk hasil akurat dibutuhkan tiga bulan, ini masih satu bulan. Jadi belum bisa disimpulkan,’’ katanya.
Direktur Lembaga Studi Pertahanan dan Strategi Indonesia Rizal Darmaputra MSi menilai, pemberian tanda bintang di mata anggaran pengganti Fokker 27 seharusnya dicabut. (rdl/c4/nw/jpnn)

Inter Coret Julio Cesar

MILAN- Eksodus pemain Brasil di skuad Inter Milan bisa bertambah. Setelah Lucio bergabung dengan Juventus dan Maicon sudah separo jalan menuju Chelsea, kiper Julio Cesar sepertinya bakal menyusul.
Kedatangan Samir Handanovic dari Udinese memang membuka pintu keluar Cesar dari klub berjuluk Nerazurri tersebut. Inter akhirnya menuntaskan transfer Handanovic kemarin.

Untuk mendapatkan kiper internasional Slovenia itu, Inter harus merogoh kocek 11 juta Euro atau lebih dari Rp129 miliar. Handanovic datang bersama Matias Silvestre, defender Argentina yang Palermo.
Apalagi, Inter dipastikan tidak akan membawa Julio Cesar dalam skuad mereka yang akan memasuki tranining camp untuk berlatih di masa pra-musim. Hal ini jelas menandai Cesar sudah dekat pintu keluar Inter.
Keputusan Inter untuk meninggalkan Cesar dari skuad yang akan mengikuti latihan pra- musim diungkapkan langsung direktur umum klub, Marco Fassone. Keputusan mencoret Cesar nampaknya adalah keputusan final.
“Kami akan pergi ke training camp dengan penjaga gawang lain (selain Julio Cesar). Kami mengerti sudut pandang Julio Cesar, tetapi bila melihat daftar nama skuad Anda bisa melihat bahwa mereka telah membuat keputusan yang jelas,” ujar Fassone, seperti disitat dari Football-Italia, Sabtu (7/7).

“Kami tahu bagaimana melihat ke depannya setelah situasi ini,” imbuhnya.
Cesar sejatinya masih memiliki kemampuan yang mumpuni sebagai seorang kiper. Suami dari model Susana Werner ini telah tampil dalam 299 laga bersama La Beneamata dan telah menyumbangkan lima trofi Scudetto, tiga trofi Coppa Italia, satu trofi Liga Champions, satu trofi Piala Dunia Antarklub, dan empat trofi Supercoppa Italia.

Yang menarik, seperti dilansir Corriere dello Sport, Cesar tengah dikaitkan dengan klub rival Inter, AC Milan. Kiper yang telah membela Inter sejak 2006 itu diklaim sudah mengadakan pertemuan dengan Adriano Galliani, wakil presiden Rossoneri -sebutan AC Milan.

Jika akhirnya menyeberang dari Nerazurri ke Rossoneri, Cesar akan menjadi pemain ke-17 dalam sejarah yang melakukannya. Yang pertama adalah Giuseppe Meazza dan disusul nama-nama seperti Andrea Pirlo, Clarence Seedorf, Ronaldo, Zlatan Ibrahimovic, sampai yang terbaru Sulley Muntari.

Namun, AC Milan menepis rumor mengenai kemungkinan mendatangkan Julio Cesar. Wakil Presiden Milan Adriano Galliani kembali menegaskan, aktivitas transfer klubnya sudah berakhir. Artinya, Cesar tidak akan didatangkan. “Julio Cesar? Dia adalah pria yang hebat, pemain yang hebat dan seorang yang saya kagumi tapi kami sudah punya tiga kiper dan dia tidak akan datang,” pungkas Galliani. (dns/jpnn)

Otak yang Hilang

Cerpen Eka Maryono

Seorang laki-laki tiba-tiba masuk ke kantor polisi.
“Lapor pak, otak saya hilang.”
“Hah? Jangan bercanda saudara!”
“Sungguh pak, otak saya hilang!”
“Kok bisa-bisanya otak saudara hilang? Saudara jangan main-main, ah!”
“Sumpah pak! Pasti dicuri maling sewaktu saya tidur. Lihat nih kalau bapak nggak percaya.” Lelaki itu menunjukkan kawat yang mencuat di ubun-ubun kepala.
“Apa itu?”

“Tadi saya menyuruh sopir mengebor kepala saya. Bapak lihat sendiri kan, kalau otak saya ada, mana mungkin kawat ini bisa begini nih.” Lelaki itu mengaduk-aduk lubang bekas bor di kepalanya dengan kawat.
Begitulah, ketika bangun tidur di suatu pagi, tokoh kita ini -seorang anggota dewan yang terhormat- terkejut saat menyadari otaknya hilang. Padahal sudah 42 tahun otak itu tersimpan rapi dalam batok kepalanya, dan selama ini aman-aman saja. Entah bagaimana dia bisa hidup tanpa otaknya. Yang jelas, beberapa jam kemudian, tokoh kita sudah berada di ruang praktek dokter spesialis bedah otak di sebuah rumah sakit terkenal.
“Aneh ya, aneh, benar-benar aneh.” Dokter sibuk membolak-balik hasil foto rontgen. “Hilang ke mana ya otak anda?”
“Aduh, pak dokter kok malah nanya ke saya?”

“Oh ya, ya, maaf. Ini kasus aneh. Baru pertama kali terjadi di dunia medis ada otak manusia bisa hilang ketika tidur.” Dokter kembali membolak-balik foto rontgen di tangannya, entah sedang mencari apa, mungkin dia berharap otak pasiennya jatuh dari dalam foto rontgen itu.

“Begini, saya akan konsultasi dulu dengan rekan-rekan yang lain. Kebetulan sore ini ada arisan dokter ahli bedah otak. Saya akan diskusikan masalah ini di sana. Pasti ada jawaban logis untuk penyakit anda, itu pasti, saya janji.“
Hanya begitu saja, lagi-lagi tokoh kita merasa kecewa. Bahkan dokter pun tak sanggup menjelaskan kenapa otaknya bisa hilang. Tokoh kita benar-benar bingung. Kalau benar otaknya dicuri maling, kenapa bukan barang-barang berharga saja yang dicuri? Memangnya otaknya laku dijual? Atau jangan-jangan mau dijadikan campuran gulai kambing? Hiii! Dia merinding membayangkan otaknya direbus dalam kuah berbumbu.

Sepanjang yang bisa diingatnya -karena sebagian ingatannya ikut hilang bersama otaknya- otak yang hilang itu memang jarang digunakan. Setiap pagi ketika bangun tidur, sarapan sudah terhidang di atas meja. Mau mandi, handuk sudah disiapkan. Habis mandi, jas, dasi dan sepatu pun tersedia. Mau masuk dan keluar mobil saja, pintu dibukakan sopir. Di kantor pun dia lebih banyak duduk santai di ruang kerja karena semua tugas sudah dikerjakan oleh sekretaris dan staf ahli. Dia tak perlu memikirkan apa-apa lagi karena orang lain sudah memikirkannya lebih dulu.

“Saya yakin, otak saya tersinggung karena jarang saya pakai. Akibatnya dia marah dan kabur ketika saya tidur,” katanya kepada seorang psikiater yang kebetulan lokasi prakteknya berseberangan dengan rumah sakit tadi.
Ahli kedokteran jiwa itu, seorang wanita muda berparas cantik, membenahi kacamatanya. Sejujurnya dia gusar dengan pernyataan tokoh kita. Soal analisa penyebab larinya si otak adalah pekerjaannya, bukan tugas pasien untuk mencari tahu. Namun sang psikiater agak malu juga untuk menunjukkan ketidaksenangannya. Dia baru beberapa bulan membuka praktek, dan dirinya yang masih hijau memang harus sedikit bersabar menghadapi pasien yang datang dengan keluhan luar biasa ini.

“Pada otak manusia terdapat lapisan tipis berwarna abu-abu yang disebut cerebral cortex,” sang psikiater menunjuk lembaran kertas berisi gambar otak manusia yang tertempel di dinding ruang praktek, di lapisan korteks ini terdapat berbagai macam pusat saraf yang mengendalikan ingatan, perhatian, persepsi, pertimbangan, bahasa dan kesadaran.”

Tokoh kita yang terhormat bersemangat mendengar penjelasan tersebut. Sepertinya si psikiater tahu banyak tentang seluk beluk otak manusia.
“Kerusakan pada area cortex berhubungan dengan kurangnya empati, respon yang buruk pada ketakutan dan penderitaan, atau kurangnya emosi kesadaran diri seperti rasa bersalah dan rasa malu. Apa akhir-akhir ini bapak sering merasa bersalah atau merasa malu?”

Tokoh kita tersentak. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, sejak lama otaknya hanya dipakai untuk memikirkan hal-hal yang menyenangkan. Studi banding ke luar negeri, makan siang dengan sekretaris cantik, tatap muka dengan tokoh-tokoh kelas atas, fitnes, main golf, berenang, berkuda di puncak, pokoknya apa sajalah asal jangan disuruh mikir yang berat-berat. Dan jika ada keluhan ini itu dari masyarakat, tokoh kita langsung mengistirahatkan otaknya. Tapi sebagai manusia yang masih memiliki nurani, terkadang dia malu juga pada diri sendiri.

“Ya, saya memang sering merasa bersalah, juga malu kalau tidak sungguh-sungguh memperjuangkan aspirasi masyarakat. Tapi saya yakin bukan itu masalahnya. Otak saya marah karena jarang saya pakai, makanya dia pergi. Sayang sekali. Seharusnya dia bicara dulu baik-baik, bilang apa maunya, pasti saya turuti. Kalau tiba-tiba ngambek dan langsung pergi, saya juga yang akhirnya susah.”

Psikiater itu mencermati tiap perubahan ekspresi di wajah tokoh kita sembari menafsirkan kata demi kata yang didengarnya. Setelah hampir satu jam mengerahkan segenap kemampuan yang dia dapat di bangku kuliah dan hasil membaca ratusan buku-buku ilmu jiwa, akhirnya sampailah sang psikiater muda pada sebuah kesimpulan. Begini hasil analisanya:

“Saya rasa anda mengalami skizofrenia, sebuah gangguan pada perilaku, pikiran, emosi dan persepsi. Skizofrenia merupakan sindrom klinis yang paling membingungkan. Penderitanya bisa merasa ketakutan, rendah diri, atau sebaliknya berada dalam posisi superior yang mengancam orang lain.”

“Maksud anda saya gila? Keterlaluan! Saya tidak gila!” Tokoh kita tiba-tiba berdiri, membuat gugup psikiater yang belum berpengalaman itu.
“Benar-benar menyebalkan! Seharian ini saya menghabiskan waktu meminta bantuan pada orang-orang yang tidak memahami akar persoalan. Otak saya hilang! Sekarang saya ingin tahu kenapa dan ke mana otak saya pergi! Saya ingin otak saya kembali! Titik!”.
***
Didera rasa kesal dan putus asa, tokoh kita akhirnya membuat sayembara. Hadiah besar akan diberikan bagi siapa saja yang dapat mengembalikan otaknya. Maka berduyun-duyunlah orang datang ke rumahnya.
“Ini pak otaknya, kebetulan barusan ‘nemu di jalan.”
“Kecil banget, ada-ada saja, ini sih otak ayam. Pergi sana!”

“Ini pak, otak yang besar, pas sama ukuran kepala bapak.”
“Hmmm, kok ada lengket-lengketnya? Warna kuning ini apa? Bau gulai kambing? Ini otak embek ya? Kurang ajar!”
“Yang ini asli otak manusia lho pak. Boleh dicoba dulu, kalo cocok baru bayar.”
“Hiii, otak siapa ini? Kok baunya busuk? Ada belatungnya! Baru digali dari kuburan ya? Hiii!”
***
Sampai berbulan-bulan kemudian, ribuan orang datang silih berganti, dari dalam maupun luar kota, bahkan ada yang datang dari luar negeri. Tapi keberadaan otak tokoh kita tetap misterius. Akibatnya tokoh kita benar-benar putus asa. Akhirnya dia memasang iklan di berbagai surat kabar. Isinya permohonan maaf. Dia mengaku khilaf karena tidak maksimal menggunakan otaknya. Dia memohon, benar-benar memohon, jika otaknya membaca iklan tersebut, sudilah kiranya sang otak mau kembali masuk ke dalam kepalanya.

Tentu saja kelakuan tokoh kita mengundang beragam reaksi dari masyarakat. Banyak orang merasa prihatin, namun lebih banyak lagi yang menganggap musibah tersebut sebagai hukum karma. Tak ketinggalan rekan-rekan sejawat tokoh kita ikut pula memberi komentar. Nyinyir-nyinyir komentarnya.

“Itu kan salahnya sendiri karena dia jarang memakai otaknya. Kalau saya sih selalu mencurahkan pikiran dan tenaga demi menyalurkan aspirasi masyarakat,” kilah seorang anggota dewan dengan mimik bangga dalam sebuah tayangan televisi.
“Saya rasa kejadian ini cuma rekayasa, biasalah … buat pengalihan isu,” kata seorang anggota dewan yang lain. “Mana mungkin sih otak bisa hilang begitu saja, kecuali kalau sejak lahirnya dia memang tidak punya otak. Atau jangan-jangan dia korban cuci otak aliran sesat?”

Sungguh kasihan … tokoh kita jadi frustasi mendengar semua komentar itu. Politik memang jahat. Politik tak mengenal sahabat. Politik hanya mengenal peluang dan tak punya belas kasihan. Tidak ada penghargaan bagi manusia tak berotak seperti dirinya. Tanpa otak, derajatnya sebagai manusia turun sampai ke titik nol.

Tokoh kita terpaksa menjalani sisa hidup dengan rasa malu, juga rasa takut. Kepergian otak tersayang bisa menginspirasi bagian-bagian tubuhnya yang lain untuk ikut pergi. Jadi tokoh kita mulai mewaspadai mata, telinga, dan lidahnya sendiri, Ketiga pancaindra itu juga tak pernah optimal dia gunakan, maka bukan mustahil ketiganya akan ikut kabur atau hilang dicuri orang.

Selama ini, matanya memang senang menyaksikan keindahan dunia, tapi enggan melihat rakyat yang sedang menderita. Telinganya suka mendengar musik-musik indah, obrolan segar, cekikikan perempuan di atas ranjang, tapi malas mendengar jerit tangis manusia. Lidahnya sering mengucapkan segudang janji indah pada masyarakat, tapi janji-janji itu jarang dia tepati.

Tokoh kita juga menjadi sangat berhati-hati pada semua orang. Dia curiga mereka ingin mencuri mata, telinga dan lidahnya. Mungkin mereka ingin membalas dendam dengan cara seperti itu. Maka ketika dia merasa orang-orang mulai melirik mata, telinga dan lidahnya, dia langsung menjerit seperti orang kerasukan.

***
Seorang anggota dewan yang hendak masuk ke mobil dicegat oleh puluhan wartawan di pelataran gedung parlemen.
“Kemarin rekan anda dibawa ke rumah sakit jiwa, komentar anda bagaimana?”
“Ah, itu cuma rekayasa, seperti pernah saya bilang … buat pengalihan isu.”
”Anda masih tidak percaya kalau otak rekan anda benar-benar hilang?”
“Ah, ini kan konspirasi intelijen tingkat tinggi.”

“Tapi faktanya otak itu benar-benar hilang. Menurut anda, hilang dicuri atau kabur sendiri?”
“Wah, itu saya nggak tahu, tanya sendiri dong ke otaknya.”
“Katanya siang ini anda hendak mengunjungi masyarakat miskin di luar kota?
“Ya, ya, betul itu. Sudah ya, jadwal kerja saya padat sekali nih.”
Si anggota dewan buru-buru masuk ke dalam mobil. Beberapa ratus meter mobil berjalan, sang senator sudah asyik bertelepon ria dengan seseorang.
“Iya sayang, tunggu sebentar ya, abang sedang dalam perjalanan ke sana. Daaah sayaaaang. Kebut ‘dikit Mat. Dah terlambat nih.”
“Ke tempat biasa, pak?”

“Ya iyalah, pake nanya segala.”
Anggota dewan kita melirik arloji emasnya, kemudian dengan nyaman menyandarkan kepala di jok mobil. Lagu instrumentalia yang dipasang Mamat ditambah sejuk AC mobil membuat suasana makin terasa nyaman. Reda sudah cenat-cenut yang tadi sempat  dia rasa gara-gara harus memutar otak untuk menjawab pertanyaan wartawan. Sekarang kepalanya terasa ringan, benar-benar ringan, seperti ada sesuatu yang hilang dari dalam sana. (*)

Artis Ikut Kampanye Demi Kejar Rupiah

Artis sering dimanfaatkan calon kepala daerah sebagai penggalang massa, hal itu terlihat dari setiap kampanye yang diberbagai daerah saat digelar oleh pasangan calon kepala daerah. Walau tahu dimanfaatkan, artis tetap ingin manggung saat kampanye dikarenakan bayaran dari kandidat calon kepala daerah sangat besar, sering di atas harga pasarannya.

Fitri Carlina

Wajar, Ini Pesta Rakyat

Fitri Carlina
Fitri Carlina
Pilkada DKI jadi berkah buat Fitri Carlina. Ia dapat order bergoyang dangdut oleh salah satu kandidat cagub. Mungkin karena itu, dia merasa hajatan sekelas Pilkada tidak bisa diabaikan begitu saja.
“Aku hanya mengisi acara. Yang pasti gubernur dan wakil gubernur yang kepilih mudah-mudahan bisa membawa aspirasi masyarakat. Lebih aman, nyaman buat semua,” ucap Fitri.
“Kalau aku sebagai artis profesional dan peduli sama kota tempat aku cari nafkah, aku hanya memberikan jasa. Apapun itu, yang terbaik aja buat warga jakarta,” sambung cewek kelahiran Banyuwangi, 29 Mei 1987 ini.
Fitri menolak dianggap mau ikut kampanye karena tak tahan disodori kontrak jutaan. Baginya Pilkada itu pilihan dan siapa saja boleh memilih ikut atau tidak dalam pemilihan kepala daerah.
“Oh tidak (karena uang), ini pesta rakyat. Aku ikut meramaikan dan setidaknya beri kontribusi buat pesta ini,” tukas teman dekat pedangdut Saipul Jamil ini.
Secara khusus, Fitri menyoroti buruknya sistem transportasi di Jakarta. Selain bikin macet parah, buruknya transportasi jadi alasan warga enggan memakai angkutan umum.
“Ogah naik angkutan, akhirnya naik mobil pribadi. Sekarang aja, satu rumah menengah ke atas ada dua atau lebih. Ini juga yang nambah macat,” tutur pelantun ABG Tua ini.
Sebagai penduduk Jakarta, Fitri kasih masukan pada cagub-cawagub nanti. (ins/jpnn)

Amanda Zevanya

Diakali Cagub

Tak ada rasa iri di hati Amanda Zevanya melihat rekan-rekan artis kebanjiran proyek di Pilkada DKI. Pasalnya, presenter berparas ayu ini tahu betul, artis hanya dijadikan alat penggalang massa oleh Cagub-Cawagub. Hanya segelintir yang menyelipkan idealisme menyuarakan aspirasi warga yang kesulitan hidup di ibukota.

“Nggak tertarik. Netral-netral saja. Bukan karena nggak ada yang nawarin. Kalaupun ada yang nawarin, aku nggak mau ikutan. Artis masih sebatas penghibur saja,” kata Amanda.
Ditegaskan Finalis Miss Indonesia 2011 ini, ajang Pilkada khususnya di DKI masih berwajah hura-hura. Bukan momen memperbaiki tata kota atau mensejahterakan warganya lewat pemilihan pemimpin baru yang amanah. Sedihnya lagi, artis mau-mau saja terlibat ‘akal-akalan’ para Cagub-Cawagub.

“Misalkan kampanyenya cuma hiburan, seperti konser yang menghibur konstituen. Itu jelas kebanyakan artis jadi jadi penggembira saja. Ini masalah klasik, harusnya tidak begitu idealnya,” ucap Amanda. “Padahal artisnya sendiri kadang tidak peduli dan ngerti betul politik,” sambungnya.

Dia berharap, artis bisa bersumbangsih beri pendidikan politik kepada masyarakat pemilih. Minimal berani dan tidak putus asa mencari pemimpin daerah.
“Minimal artis itu kampanye memilih, agar masyarakat aware pilkada itu sesuatu yang penting memilih pemimpin,” ucapnya. (bcg/jpnn)

Citra Scholastika

Kampanye, Honor Besar

Runner up Indonesian Idol 2010 ini merasa masih hijau untuk terlibat hiruk-pikuk Pilkada. Meski ada yang menawari, dia ogah dikontrak cagub. Takut dimanfaatkan, Citra lebih memilih menjauh dari dunia politik.
“Ada sih sempet yang nawarin. Untuk menyanyi di salah satu kampanye pasangan cagub. Malah Citra diminta mempromosikan beliau. Citra pikir masih takut sama hal-hal seperti itu. Lebih mencoba bersikap aman saja,” kata Citra.
Dia khawatir jika jadi salah satu pendukung atau tim sukses, kariernya di dunia akan terhambat.
Apakah karena honornya kecil? “Bukan masalah honor. Kalau honor justru jadi tim sukses bisa lebih besar dari biasanya. Ini sudah fakta, tidak bisa dibantah,” terang Citra.
Citra tak mau menuding atau menghakimi artis yang ikut tim sukses. Baginya bukan persoalan honor besar saja. Tapi ada pilihan politik artis . (bcg/jpnn)

5 Ribu Ton Kayu Gelondongan Masuk Medan

BELAWAN- Industri pengolahan kayu PT CKI memasok 5.000 ton kayu log (gelondongan) dari Kalimantan Tengah (Kalteng). Kayu berukuran kecil itu dipasok dengan menggunakan kapal tongkang TK Bil VII yang bersandar di dermaga 003 Pelabuhan Belawan Lama, Sabtu (7/7) kemarin.

Data dikutip Sumut Pos dari Pusat Pelayanan Satu Atap (PPSA) PT.Pelabuhan Indonesia I Cabang Belawan menyebutkan, kapal pengangkut kayu berukuran kecil itu diageni oleh perusahaan pelayaran PT Biwin Indah Lestari, sedangkan proses pengeluaran barang dari pelabuhan ditangani oleh perusahaan ekspedisi muatan kapal laut (EMKL) di Belawan.

Amatan Sumut Pos di Pelabuhan Belawan, kayu log yang dipasok ini berbeda dengan kayu log yang biasa masuk ke Pelabuhan Belawan. Biasanya, kayu log yang masuk ke Pelabuhan Belawan dari sejumlah daerah berukuran besar, namun yang dipasok ke Tanjung Morawa ini ukurannya justru kecil.(mag-17)

Dari penuturan beberapa orang sopir truk pengangkut kayu mengatakan, pasokan ribuan meter kubik kayu gelondongan berdiameter kecil tersebut akan dibawa ke gudang penimbunan kayu dikawasan Tanjung Morawa, Medan.

“Ini namanya anak kayu, kalau kami (sopir) hanya diperintahkan membawa muatan kayu ke Tanjung Morawa untuk kebutuhan pabrik disana,” ujar pria berusia 39 tahun bermarga Lubis.

Sementara, sepanjang periode Januari-Mei 2012, pasokan kayu-kayu berasal dari sejumlah hutan berada di daerah Indonesia yang masuk ke Pelabuhan Belawan mengalami kenaikkan hingga 134,82 persen atau mencapai 43.583 ton, jika dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2011 sebanyak 18.560 ton.

Melonjaknya pasokan kayu yang masuk ke Medan via Belawan tersebut disebabkan semakin meningkatnya kebutuhan bahan baku industri pengolahan kayu di Sumatera Utara. Kian naiknya kebutuhan kayu industri, mengakibatkan pasokan kayu log yang masuk ke Belawan diduga tidak sesuai ketentuan atau ukuran diameter kayu relatif lebih kecil dari sebelumnya.

Bangun Kreatifitas Anak Lewat Permainan

MEDAN- Mengarahkan pola fikir anak bisa dilakukan lewat dunia bermain. Karena dunia anak adalah dunia bermain, sehingga tak perlu melarang anak untuk bermain.

Hanya saja orangtua perlu mengarahkan anak pada aneka permainan positif, agar bisa membantu mengembangkan kemampuan kognitif dan karakter mereka lebih baik.

Sebagai wujud komitmen PT Nutricia Indonesia Sejahtera untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak Indonesia, Bebelac mengajak anak untuk memperkenalkan nilai-nilai positif melalui permainan yang dikemas dalam bentuk stadion permainan anak, Bebegames.

“Bebegames adalah stadion permainan anak pertama di Indonesia. Di sini para ibu bisa mulai memperkenalkan anak tentang nilai positif dalam kehidupan sehari-hari melalui permainan yang seru dan menyenangkan,” ungkap Marketing Manager Bebelac Vera Amalia, dalam acara konferensi pers pembukaan Bebegames di Atrium Plaza Medan Fair, Sabtu ( 7/7).

Dalam kesempatan yang sama, Psikolog anak Klinik Pela 9 Bintaro, Fabiola Priscilla, MPsi mengatakan, kegiatan bermain ini dinilai  dapat melatih motorik halus dan kasar, sehingga dapat  merangsang anak lebih lincah dan terampil.

Selain itu, kegiatan ini  juga mendorong proses pengenalan nilai positif kepada anak, seperti sikap saling menghargai, sportif, toleran, tak mudah menyerah, bersemangat kerja, mudah berteman, bahkan membantu anak mengembangkan kepercayaan diri mereka.

“Meski demikian, orangtua tetap harus mengawasi dan mengontrol anak saat bermain. Bebegames merupakan wujud ekspresi cinta orangtua dan anak, sehingga anak bisa merasakan kasih sayang, kebahagiaan, dan ketulusan orangtuanya. Makanya arena permainan Bebegames ini dibentuk menyerupai stadion olahraga mini. (uma)

Disangka Maling, Tiga Pria Diusir dari Masjid

MEDAN- Niat tiga pedagang Ervan (40), Bastari (35) dan Tambunan (37) di Pasar Petisah melaksanakan ibadah Salat Zuhur, mendapat larangan dari petugas Dinas Kesehatan Medan, Sabtu (7/7).

Keterangan diperoleh Posmetro Medan (grup Sumut Pos), larangan bagi tiga pria ini, berawal ketika mereka hendak menunaikan ibadah salat di Masjid Al Annas di komplek Jalan Ibus Raya.

Saat hendak masuk ke masjid di komplek Dinas Kesehatan Medan, ternyata gerbang sedang tertutup, karena bukan hari kerja. Meski gerbang tertutup, niat ketiga pedagang ini begitu kuat, sehingga mereka pun memanjat gerbang menuju Masjid Al Annas di sekitar lingkungan Dinas Kesehatan. Saat berada di sekitar masjid, pintu masjid pun terkunci. Akhirnya ketiganya memilih untuk salat di teras masjid.

Saat akan salat, ketiganya pun ditegur dengan nada keras dan dihampiri seorang pegawai Dinas Kesehatan Medan yang langsung menyuruh ketiganya untuk keluar dari areal Dinas Kesehatan. Oknum pegawai yang tak diketahui namanya itu memaki dan menuduh ketiganya mencuri. “Ngapain kalian, kalau ada yang hilang disini mau kalian tanggung jawab,” kata Ervan, menirukan ucapan oknum pegawai Dinkes Medan tersebut.

Adu mulut pun sempat terjadi antara ketiga pria yang akan salat tersebut dengan security dan pegawai Dinkes yang diperkirakan berjumlah 6 orang. Tak hanya itu, salah seorang pegawai Dinkes juga melontarkan ucapan jika masjid tersebut hanya untuk kalangan pegawai Dinas Kesehatan Kota Medan. Terang saja pernyataan itu membuat ketiga pria ini berang dan mengatakan jika mereka tiap hari salat di masjid tersebut. “Kata mereka masjid itu hanya untuk kalangan pegawai Dinkes saja, padahal yang namanya tempat ibadah kan bisa dimasuki siapa saja. Dan kami hampir tiap hari salat di masjid itu, tapi kenapa pula hari ini dilarang,” kesal Ervan.

Alhasil, ketiganya pun membatalkan niat untuk salat dan memilih melaporkan peristiwa itu ke Polsek Medan Baru. Dihadapan petugas, ketiganya melaporkan pelarangan yang dilakukan terhadap mereka. “Yang namanya masjid, mau dimana pun ya dipakai buat salat pak. Kami pun tak mungkin mencuri di masjid. Kenapa kami dilarang salat pak,” timpal Tambunan saat di Polsek Medan Baru.

Sementara itu, salah seorang pegawai Dinas Kesehatan Kota Medan yang tampak disekitar lokasi mengatakan, jika ketiganya dilarang karena terlihat memanjat gerbang yang sedang digembok. “Ya kami larang lah pak, mau salat kok manjat gerbang. Kami kira maling,” kata pria yang tak mau memberitahukan namanya itu.

Sementara itu, Kanit Binmas Polsek Medan Baru Iptu Riswan saat dikonfirmasi mengatakan, jika peristiwa itu hanya salah paham.(wel/smg)

//MELAPOR: Tiga pedagang di Pasar Petisah saat membuat laporan ke Polsek Medan Baru, Sabtu (7/7).//well/posmetro medan/smg

Mencuri Tas, Dua Pria Dihajar Warga

MEDAN- Rini Mutia Pratiwi (22) warga Jalan Jemadi Gang Kelapa Satu, Medan Timur, berhasil menggagalkan aksi Irwanto Sianturi (23) warga Jalan Sungai Mati, Komplek Gabion, Labuhan Deli dan Hendra Rolando Siagian (21) warga Komplek Baru Lingkungan XII, Kelurahan Sungai Mati, Labuhan Deli, yang mencoba mencuri tasnya di simpang Jalan Bambu Medan Timur, Sabtu (7/7).

Akibat perbuatanya, kedua tersangka itu  babak belur dihajar massa. Berdasarkan data yang diperoleh wartawan koran ini, kedua tersangka, Irwanto Sianturi dan Hendra Rolando Siagian sedang melakukan pengintaian kepada calon mangsanya. Saat itu Rini Mutia Pratiwi mendapatkan telepon dari seorang sahabatnya dan dia memberhentikan mobil Panther BK 1613 BN miliknya di simpang Jalan Bambu. Kedua pelaku dengan mengendarain sepeda motor  Supra X 125 BK 6157 ABC menghampiri Rini.

Setelah menghampiri korban, pelaku berpura-pura bertanya alamat kepada Rini. Seorang tersangka Hendra Rolando Siagian, masuk dari pintu samping mobil sebelah kiri dan langsung mengambil tas milik korban. Tapi aksi mereka diketahui korban sehingga saat tersangka melarikan diri, Rini pun dengan sigap mengejar kedua tersangka dengan mobilnya sambil berteriak rampok. Hingga akhirnya kedua pria itu terjatuh dan diamuk massa. (jon)

masyarakat yang mendengar suara teriakan korban langsung menghajar tersangka. Untungnya, petugas kepolisian yang sedang melintas langsung mengamankan kedua tersangka dari amukan massa dan membawa keduanya ke Polsekta Medan Timur.

Gatot: Terorisme Kejahatan dan Musuh Peradaban

MEDAN- Terorisme yang terus berkembang dewasa ini di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia sudah menjadi kejahatan kemanusiaan.

Hal itu ditegaskan Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara (Plt Gubsu) H Gatot Pujo Nugroho ST, saat menghadiri peluncuran buku Aulia Rosa Nasution SH MHum, Putri dari  Letjen TNI (Purn) AY Nasution, Jumat (6/7) malam.

Peluncuran buku berjudul “Terorisme Sebagai Kejahatan Terhadap Kemanusiaan dalam Perspektif Hukum Internasional & Hak Asasi Manusia” itu, dilaksanakan di Hotel Arya Duta Lantai 9 dan turut dihadiri Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewijk F Paulus, Waka Polda Sumut Brigjen Pol Cornelis Hutagaol, Dekan Fakultas Hukum USU Prof Dr Runtung dan seluruh kerabat dan keluarga AY Nasution.

“Peluncuran buku ini sangat strategis, sebab pembaca lebih paham dan mengerti tentang terorisme sebagai fenomena global yang faktual sekaligus sebagai kejahatan dan musuh bagi peradaban manusia,” ucap Gatot.

Tak hanya itu, menurut orang nomor satu di Sumatera Utara ini, buku karya Aulia Rosa juga sarat hal menarik . Diantaranya mengupas seluk beluk terorisme dan perkembangan mutakhir upaya-upaya efektif dalam mencegah dan penanggulangan kejahatan terorisme melalui pendekatan perspektif hukum internasional dan hukum hak asasi manusia internasional. Dimana dua perspektif yang digunakan ini dan sangat kental mewarnai buku ini.

Melalui buku ini penulis tidak hanya berupaya menggugat kemapanan hukum internasional dan hukum nasional, tetapi juga menerobos sisi-sisi sakralitas prosedur, dan mekanisme bagi kejahatan internasional seperti statuta 1998 bahkan kecenderungan pemikiran sebagian besar hakim konstitusi sebagaimana tertuang dalam putusan MKRI tahun 2003 terkait pemberlakuan azas non retroaktif.

“Buku yang menarik dan syarat dengan keilmiahan ini sebaiknya dapat menjadi bacaan pokok bagi aparatur pemerintah dan pemerintah daerah dalam memahami seluk beluk dan taraf perkembangan kejahatan terorisme di dunia, dan Indonesia. Begitu juga bagi para akedemisi, dosen, mahasiswa, serta peminat dan peneliti kajian HAM, Hukum, dan terorisme, tentu bagi aparat penegak hukum buku ini sangat membantu meluaskan cara pandang hukum internasional terhadap prosedur dan mekanisme penegakan hukum terhadap kejahatan terorisme,” ungkapnya. (ari)

Sementara itu, Aulia Rosa Nasution dalam sambutannya menjelaskan buku ini merupakan karyanya yang pertama. Dia menyusunnya dilatarbelakangi oleh perhatiannya yang sangat besar terhadap persoalan-persoalan terorisme yang telah menjadi isu hangat dan bergejolak hingg saat ini.

“Terimakasih kepada papa dan mama, suami serta anak-anak tercinta atas dukungannya sehingga saya dapat menghasilkan karya ini,” beber Aulia Rosa.

AY Nasution selaku orangtua merasa bangga atas prestasi anaknya. Menurutnya, istri dari Mayor M Iqbal Lubis ini, sejak remaja sudah tertarik pada dunia internasional karena hal ini tak lepas dari pengalamannya yang pernah menetap di Negeri Sakura, Jepang dan negara lainya yang sempat dikunjungi.

“Saya selaku orangtua merasa bangga atas prestasi putri sulung kami ini, mungkin karena terlahir dari anak seorang tentara dan seringnya berpindah-pindah tugas membawanya banyak pengalaman dan perhatiannya pada dunia internasional dan bahaya terorisme sebagai musuh utama bangsa,” ujarnya.

Diakhir acara, penulis memberikan kenang-kenangan buku hasil karya perdananya kepada Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho ST, Pangdam I/ BB, Wakapoldasu, dan Dekan FK USU serta tamu yang hadir.(ari)

Milik Regina

Indonesian Idol 2012

Regina dan Sean//Angger Bondan/Jawa Pos/JPNN
Regina dan Sean//Angger Bondan/Jawa Pos/JPNN
Gagal enam kali, tidak pernah menyrutkan niat Regina Ivanova mengikuti ajang pencarian bakat. Kegigihan wanita kelahiran Jakarta, 4 Desember 1985 ini menjadi yang terbaik pada Indonesian Ido ke tujuh, yang diumumkan dini hari tadi.

Setelah dua dari tiga juri menjagokan Regina sebagai Indonesian Idol di babak Gran Final yang hingga dini hari tadi, Regina akhirnya tampil sebagai Indonesian Idol 2012.

Kedua juri itu adalah Anang Hermansyah dan Agnes Monica. “ Sangat sulit bagi Indonesia untuk memilih. Saya pilih Regina,” ujar Anang. Sebelum menyebutkan kalimat terakhir itu, suami Ashanty tersebut mengatakan bahwa Indonesian Idol merupakan ajang yang tepat bagi talenta musik di Tanah Air untuk beraktualisasi.

Sementara itu, Agnes Monica tak banyak berkomentar menganai pilihannya terhadap Regina. “Langsung saja ya…, Regina,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Ahmad Dhani justru berpendapat lain dengan memilih Regina sebagai calon kuat Indonesian Idol 2012.

“Indonesian Idol adalah acara yang sangat membanggakan bagi Indonesia. Saya memprediksikan Sean jadi Indonesian Idol.”

Apakah ini pendapat jujur dari Ahmad Dhani atau sekadar ‘titipan pesan’ untuk menjaga keseimbangan emosi para penonton dan pendukung Regina? Hanya Dhani yang tahu.

Sejak di babak eliminasi, Regina berhasil memukau tim juri ‘Triple A’ dengan membawakan lagu bernotasi sulit dari penyanyi Adele. Suaranya yang berat dan seksi membuat penampilan Regina disukai para penonton se Indonesia.
Meski pernah mengalami kecelakaan tragis pada tahun 1995 silam yang mencederai kaki kanannya, tidak menyurutkan Regina untuk berkarir di dunia musik. Sebelum ikut Indonesian Idol, Regina adalah seorang penyanyi di sebuah café. Menurutnya, hal ini sangat menyenangkan, karena selain mendapatkan penghasilan, ia pun dapat menyalurkan hobi bernyanyinya.(bbs/jpnn)