Home Blog Page 13273

Semakin Terjepit

Mitra Kukar vs PSMS

MEDAN-Laga away kembali menjadi mimpi buruk bagi skuad PSMS. Stadion Aji Imbut Tenggarong, Sabtu (7/7) kemarin menjadi saksi ketidakberdayaan tim besutan Suharto yang dipaksa menyerah 1-3 dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) 2011/2012. Dua gol Esteban Herrera di menit 60 dan 77 diselingi satu gol Ahmad Bustomi di menit 68 membenamkan PSMS yang hanya mampu menceploskan satu gol lewat Osas Saha di menit 78.
Kekalahan ini membuat PSMS semakin terjepit di ambang batas zona play off. Meski posisi tak berubah di hunian 14 klasemen, PSMS terancam disalip dua penguntit Persiram Raja Ampat dan Gresik United dengan selisih hanya satu angka. Nasib PSMS akan ditentukan di laga terakhir kontra Persisam Samarinda, Kamis (11/7) mendatang.

Caretaker Pelatih PSMS, Suharto mengakui skuadnya kembali bermasalah dengan konsentrasi. Terutama di babak kedua, saat Mitra Kukar sukses menyarangkan gol. Salah satu pemicu adalah dianulirnya gol Osas Saha saat laga berjalan 54 menit. Ketika itu Nico dinilai berada pada posisi offside sebelum menyodorkan umpan kepada Saha.

“Terus terang konsentrasi anak-anak hilang. Terutama saat gol Saha dianulir. Padahal sebenarnya dia tidak berada dalam posisi offside karena berlari dari belakang. Tapi mau bagaimana lagi. Kami harus menerima hasil ini dan peluang yang semakin berat untuk keluar dari zona degradasi,” terangnya saat dihubungi Sabtu (7/7) kemarin.

Dari laga ini ada yang tidak biasa dengan ketidakhadiran Novi Handriawan yang kali ini digantikan Ledi Utomo. Kondisi kurang fit Novi membuat Suharto tak punya pilihan lain selain Ledi Utomo untuk mendampingi Sasa Zecevic.
Meski begitu Suharto masih menyelipkan pujian atas semangat anak asuhnya yang tetap mau bertarung fight. “Dalam kondisi sulit ini kami bersyukur anak-anak tetap mau bertarung fight. Ini apresiasi buat mereka dan kami akan berbenah menghadapi laga terakhir di Samarinda,” lanjut Suharto.

Sebenarnya PSMS diuntungkan dengan kondisi tuan rumah yang bermain tanpa penonton.  Gelaran budaya Erau di Tenggarong yang membutuhkan pengawalan kepolisian menjadi penyebabnya. Namun nyatanya hal itu tak menurunkan semangat juang tim berjuluk Naga Mekes ini.

Gawang Mitra Kukar sukses digetarkan di menit 54 lewat Saha yang mendapat sodoran bola Nico. Malang bagi PSMS, hakim garis menilai Nico berada di posisi offside. Kegagalan itu seperti meruntuhkan mental PSMS.
Naga Mekes mengamuk. Esteban membayar kegagalannya di babak pertama dengan gol enam menit berselang. Esteban berdiri bebas menyambut umpan kepala Jajang Mulyana. Tak berhenti sampai disitu, langkah PSMS semakin tertatih. Ahmad Bustomi menunjukkan kelasnya dengan sebuah gol indah lewat tendangan keras dari luar kotak penalti di menit 68. Esteban menyempurnakan aksinya lewat tambahan gol di menit 77 menyambut sodoran Jajang.
Semenit kemudian PSMS mencuri gol lewat Osas Saha yang sukses mengelabui Joice. Terlambat bagi PSMS, Mitra Kukar menjaga gawangnya tak bagi bergetar dengan memasukkan beberapa pemain bertahan. Skor 3-1 membuat PSMS semakin terjepit di ambang batas zona playoff promosi degradasi. (mag-18)

PSDS Jr Melaju ke 16 Besar Nasional

Liga Remaja U- 17 Zona Sumatera

LUBUK PAKAM- Bermain seri 2-2 melawan tuan rumah PS Bintang Rohil, PSDS Jr dipastikan melaju ke babak 16 besar Nasional Piala Soeratin atau kompetisi liga remaja U-17 grup I zona Sumatera yang digelar di Rokan Hilir Riau.
Hasil seri 2-2 tersebut penuh drama, pasalnya dua gol yang disarangkan anak anak asuh Nasib Iwan pelatih tim PSDS Jr, dianulir wasit. Bahkan kubu PSDS Jr sempat melayangkan protes kepada pengawas pertadingan namun tidak membuahkan hasil.

Malah lagi- lagi wasit terkesan berpihak ke tim tuan rumah dengan memberikan hadiah penalti kepada PS Bintang Rohil. PSDS Jr sempat ketinggalan 2-0. Bahkan wasit memberikan dua kartu merah kepada pemain PSDS Jr dengan alasan kurang jelas.  Bermain dengan 9 pemain, PSDS Jr tetap bersemangat, bahkan pada babak kedua berhasil menyamakan skor menjadi 2-2. Kedua gol PSDS Jr diciptakan oleh Baginda pada menit ke 60. Gol penyeimbang dicetak Sumantri di menit 77. Skor 2-2 bertahan hingga laga usai.

Manajer PSDS Jr, Juniman yang dikonfirmasi via ponsel menilai bahwa perjuangan pemain PSDS Jr membuahkan hasil. “Berkat perjuangan dan doa masyarakat Deliserdang kita tetap berhasil mewakili Sumatera untuk ke babak 16 besar. Walaupun kita merasa dicurangi wasit,” katanya. (btr)

Sudah Direncanakan Selama Dua Minggu

Pengakuan Tersangka yang Kabur dari Tahanan Polresta Medan

MEDAN- Kaburnya tiga tahanan Polresta Medan dari blok C, ternyata sudah direncanakan dua minggu sebelum mereka menggergaji jeruji besi. Pun begitu, ketiganya Raja David Pasaribu (22) warga Jalan Asrama Brigif, Barak Tusam, Marendal, Samsudin (29) warga Jalan Klambir V, Gang Rambung, dan Dedi Arianto Nasution (32) warga Jalan Klambir V, berhasil ditangkap petugas.

Pengakuan Samsudin, semenjak dirinya dimasukkan ke ruang tahanan Polresta Medan sekitar tiga minggu lalu dalam kasus pencurian kain sutra di kawasan Kesawan, dia bertemu dengan 16 orang tahanan, salah satunya Dedi.

Dedi merupakan tahanan Polresta Medan dalam kasus pembunuh dan sudah menjadi residivis setelah empat kali masuk penjara. “Dedi yang rencanakan semuanya,” kata Samsudin membuka pembicaraan.

Karena baru kali pertama masuk hotel prodeo, membuat Samsudin pun mengamini permintaan Dedi untuk ikut bersamanya melarikan diri.

Dengan meminjam telepon seluler salah seorang tahanan, dia pun menghubungi Siti yang tak lain pacarnya. “Aku hubungi pacar ku,” sambungnya.

Nah, dalam percakapan Samsudin kepada Siti, pria berambut ikal ini meminta agar saat membesuk Jumat (29/6) nanti,  membawa dua buah gergaji. “Pacar aku yang bawa, disimpannya dipinggang dengan dibungkus kertas,” katanya menjelaskan.

Begitu gergaji sampai di ruang tahanan Polresta Medan, mereka tak langsung memotong, namun sedikit demi sedikit mereka mulai membengkokkan jeruji besi tersebut dengan menggunakan kain basah.

Nah, pada hari Selasa, setelah besi bengkok, mereka pun mulai menggergajinya hingga berhasil menjebol tahanan, lalu menuju ruang ventilasi dan tempat penyimpanan barang bukti. “Aku yang kedua naik, yang pertama Dedi,” ucapnya.

Kemudian, mereka pun lolos dengan melompat ke perumahan Jati Mas Jalan Perintis Kemerdekaan.

Sementara itu, Siti ketika dimintai keterangannya mengaku, dia rela membawakan gergaji itu karena permintaan sang pacar. Sehingga membuat janda beranak satu ini nekat membawa gergaji yang diselipkan dipinggangnya tersebut dan lolos dari pemeriksaan petugas jaga.

Atas perbuatannya itu, Siti harus menjalani pemeriksaan pihak Reskrim Polresta Medan guna proses lebih lanjut atas kasus membantu ketiga tahanan tersebut kabur dari balik jeruji besi. (eza/smg)

Berita sebelumnya: Gergaji Diselundupkan Pacar saat Menjenguk

Asa Mulai Redup

PSMS vs Arema

MEDAN-PSMS tak punya pilihan lain selain memenangkan duelnya dengan Arema Indonesia di laga lanjutan Indonesian Premier League (IPL) 2011/2012, Minggu (8/7) sore ini di Stadion Baharoeddin Siregar Lubukpakam. Ancaman degradasi yang semakin nyata menjadi alasan kemenangan menjadi sangat berharga bagi skuad besutan Fabio Lopez itu. Mampukah?

PSMS memang sangat merindukan kemenangan. Terakhir PSMS merasakan euforia itu saat menyingkirkan Persiraja 2-0 di leg II Piala Indonesia. Sementara kemenangan terakhir di IPL diraih atas Bontang FC, 14 April lalu. Apalagi meski hampir meredup, asa untuk lolos dari degradasi di tiga laga tersisa masih di kedepankan. PSMS masih juga tak beranjak dari posisi 11, satu strip di atas juru kunci dengan koleksi 13 angka. Ada peluang untuk menyalip Persijap yang berada satu tingkat di atas dengan selisih satu angka.

Pemindahan venue dari Stadion Teladan (direnovasi-red) ke Stadion Baharoeddin Siregar Lubukpakam tentunya cukup mempengaruhi kenyamanan bermain. Praktis jumlah penonton berkurang. Namun menurut Asisten Pelatih, M.Khaidir, pemindahan venue bisa jadi malah menguntungkan.

“Yang pertama kondisi lapangan di Baharoeddin Siregar lebih bagus. Lapangan lebih mulus dan rumputnya lebih bagus. Selain itu cuaca juga lebih panas dari Medan. Pasti Arema tidak terbiasa dengan kondisi ini. Tapi tergantung pemain untuk memanfaatkan situasinya,” katanya saat sesi konfrensi pers kemarin sore
Selain itu masalah tertunggaknya gaji pemain selama tiga bulan masih mencuatkan kekhawatiran jika nantinya Vagner Luis cs tak lagi bisa berkonsentrasi saat berlaga.
“Yang terpenting kami tim pelatih terus memberi pemahaman kalau mereka harus profesional. Apalagi kalau nantinya bisa lepas dari degradasi menjadi keuntungan sendiri buat pemain. Mereka pasti punya nilai jual. Kami memang harus berjuang membenahi konsentrasi, fisik dan motivasi pemain,” lanjutnya.

Namun skuad PSMS masih juga tak komplit. Bek asal Macedonia, Goran Gancev masih bergelut dengan cedera. Sementara Syafruddin Tahar menjadi bagian dari skuad timnas U-22 di kualifikasi Piala Asia. Namun Khaidir mengaku sudah siapkan pengganti. Berbekal duel di laga pertama yang berakhir 2-1 untuk kemenangan Arema, PSMS mengusung misi revans.

Sementara kubu Arema Indonesia masih menyimpan ambisi untuk merangsek ke posisi runner up. Karena itu Singo Edan tak ingin melepaskan laga ini. “Kami masih menyisakan tiga laga dengan selisih poin yang ketat dengan tim-tim di atas. Seperti PSM, Persiraja dan Persema. Kami ingin menyodok ke posisi dua tapi kami yakin PSMS akan termotivasi bermain di kandangnya sendiri,” katanya.
Arema sedikit bermasalah dengan lini belakang menyusul absennya beberapa pemain. Fariz Bagus Dinata dan Sadam terkena akumulasi. Sementara Gunawan Dwi Cahyo tidak kita bawa karena izin menggelar resepsi pernikahan. (mag-18)

Alphard Bodong Milik Staf di Pemprovsu

MEDAN-Ditreskrimum Poldasu mulai melakukan uji balistik, dokumen Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan buku pemilik kendaraan bermotor mobil jenis Alphard B 1292 PFP warna putih.

Rencananya, Senin (9/7) mendatang, berkas STNK dan BPKB akan diserahkan ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polri cabang Medan untuk diuji balistik untuk mencari keabsahannya.

Kasubdit III/Umum Ditreskrimum Poldasu, AKBP Andry Setiawan, mengaku pihaknya hingga kini belum memeriksa pembeli mobil mewah itu.
“Pemiliknya masih di Kalimantan, rencananya minggu depan baru pulang. Selanjutnya pemiliknya kami BAP untuk menanyakan dari mana dan proses pembelian mobil mewah itu,” ujar Andry, Jumat (6/7).

Dikatakannya, jika terbukti karena kelalaian, penyidik bisa menetapkan pemilik mobil Alphard Muhammad Robby sebagai tersangka.
“Staf di Pemprovsu itu bisa ditetapkan sebagai tersangka karena menggunakan dokumen palsu. Namun, jika pemilik mobil tidak mengetahui STNK dan BPKB palsu, dia (Muhammad Robby, Red) menjadi korban penipuan,” sebutnya.

Dikatakan Andry, mobil itu dibeli di Jakarta dan dikirim dengan menggunakan ekspedisi dan rencananya akan di BBN (Bea Balik Nama) di Medan. Namun saat dilakukan cek fisik di Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Poldasu, nomor polisi dan nomor rangka serta nomor mesinnya doble (sudah ada yang menggunakan, Red).

Disebutkan Andry, pihaknya mencurigai mobil Alphard yang disita tersebut adalah hasil kejahatan sindikat pencurian kenderaan bermotor (curanmor) di Jakarta. Sindikat tersebut membuat dokumen duplikat dan mencoba untuk di Bea Balik Nama (BBN) di daerah Medan dengan harapan bisa lolos.
“Ternyata data base di Dit Lantas Poldasu beda. Ditlantas menyerahkan ke kami untuk dilakukan penyelidikan. Mobil iturakitan tahun 2005. Dokumen BPKB dan STNK akan dicocokkan dengan pembanding sesuai tahun yang sama yang dikeluarkan Ditlantas Polri,” tegasnya.

Sementara mantan Kepala Labfor cabang Medan, Kombes Pol Chomsi Safrian Simin menyebutkan, pemeriksaan ujibalistik dokumen mobil mewah tersebut tergantung permintaan penyidik. “Pengujian dilakukan tergantung permintaan penyidik. Biasanya yang di cek, identitas pemilik, warna, plat dan nomor seri. Kalau dokumen mobil tersebut palsu, pasti ada yang diubah-ubah,” sebut Comsi.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, Ditres Krimum Poldasu mengamankan satu unit mobil mewah jenis Alpard build-up bernomor polisi B 1292 PFP warna putih.

Mobil itu diduga barang hasil selundupan dari luar Sumatera yang berhasil diamankan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Poldasu beberapa hari yang lalu.
Penemuan mobil bodong dengan plat BK palsu itu, diketahui setelah pengecekan keabsahan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) yang tidak terdaftar di data base Ditlantas Polri. (mag-12)

Koalisi PPP-PKS Semakin Rumit

JAKARTA- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dipastikan tidak akan berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Pilgubsu Maret 2013 mendatang. PPP menolak ajakan untuk bersekutu kembali lantaran PKS dianggap menodai komitmen koalisi sebelumnya.

Penolakan itu secara khusus diulang kembali oleh Wakil Ketua Umum PPP Hasrul Azwar kepada koran ini di Jakarta, Kamis (5/7). Namun, di sisi lain, pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Sumut justru menegaskan rencana koalisi masih terus terbuka.

“Kalau koalisi dengan PKS, sepertinya kami akan berpikir ulang,” ungkapnya. Ditanyai alasannya, Hasrul enggan membahas lebih jauh. Dia meyakinkan di level internal PPP belum ada satupun pembicaraan soal rencana koalisi menjelang Pilgubsu tahun depan.

Disinggung kembali soal sikap PKS yang mengecewakan PPP,  Hasrul menjawab singkat,’’ Saya pikir itu alasan yang mendekati.” Dia berpendapat pengalaman koalisi di Pilgubsu sebelumnya menjadi pertimbangan utama PPP dalam menentukan sikap politik ke depan.

Seperti diberitakan koran ini, Hasrul juga pernah melontarkan pernyataan senada. “Tak ada koalisi. Pengalaman koalisi bersama PKS selama ini sudah cukup menjadi pelajaran bagi kami. Kami harus berpikir dua kali menjalin kerjasama. Tak usahlah saya uraikan secara detail,” tukas politisi yang dikenal dekat dengan Gubsu non-aktif Syamsul Arifin itu. Soal kemungkinan berkoalisi dengan partai lain, Hasrul memastikan langkah itu pasti ditempuh. Hanya saja PP masih konsentrasi merapatkan barisan dan konsolidasi partai. “Kebijakan internal partai belum sampai ke arah sana. PPP masih fokus konsolidasi,” ujarnya.

Hasrul berterus-terang momen Pilgubsu cukup penting bagi partai yang eksis sejak Orde Baru itu. “Pilgubsu itu even politik. Pesta demokrasi lima tahun sekali, tentulah partai manapun serius menghadapinya. DPP menyerahkan teknis pelaksanaan kepada DPW. Kami serahkan ke daerah. Siapa calon potensial atau dimana titik-titik kampanye, itu kewenangan mereka. DPW paling tahu secara detail peta politik di Sumut,” katanya.

Pernyataan berlawanan justru disampaikan pengurus DPW PPP Sumut. Para pengurus daerah itu justru masih membuka peluang untuk berkoalisi dengan partai mana saja, termasuk PKS di perhelatan Pilgubsu mendatang. Hal ini ditegaskan Wakil Ketua DPW PPP Sumut Aswan Jaya, yang juga Sekretaris Pusat Perjuangan Pemenangan Fadly Nurzal (P3FN),  Kamis (5/7).

“Jadi tak benar apa yang disampaikan Wakil Ketum PPP Hasrul Azwar yang menyatakan PPP tak mau lagi berkoalisi dengan PKS. Itu pernyataan pribadi, karena PPP masih membuka peluang  berkoalisi dengan partai mana saja. Koalisi dengan PKS masih sangat memungkinkan,” kata Aswan. Menurut dia, ada dua alasan yang membuat PPP dan PKS masih berpeluang untuk kerja sama. Pertama, kata Aswan, PPP dan PKS punya kepentingan yang sama yakni membutuhkan kawan koalisi untuk mengusung calonnya di Pilgubsu.

‘’PPP dan PKS tak bisa mengusung calonnya jika tak berkoalisi, karena sama-sama kekurangan kursi di DPRD Sumut. Jadi, bisa-bisa saja PPP dan PKS berkoalisi,” terang Aswan.  Kedua, lanjut Aswan, PPP dan PKS merupakan partai Islam yang memiliki cita-cita yang sama yakni ingin menyejahterakan umat Islam di Sumut.

“Atas dasar kesamaan ini Gatot  Pujo Nugroho sebagai kader PKS dan Fadly Nurzal yang merupakan  kader PPP akan dipasangkan sebagai Cagubsu dan Cawagubsu. Ucapan Hasrul itu cuma sikap  pribadi, bukan keputusan partai. Barangkali itu melampiaskan kekecewaannya terhadap PKS di Pilgubsu 2008 lalu,” tukasnya. (gir/ade)

Gus Komit Perhatikan Buruh, Cornel Prihatin Istana Maimun

Menyejahterakan masyarakat Sumut jika terpilih di Pilgubsu 2013 adalah cita-cita Gus Irawan. Di lain sisi, Letjen (Purn) Cornel Simbolon berkunjung ke Istana Maimun, dan prihatin atas minimnya perhatian atas heritage tersebut.

Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumut ini bertekad menuntaskan persoalan struktural yang membelenggu kaum petani, nelayan, dan buruh dalam waktu relatif singkat. Gus menegaskan hal ini dalam diskusi dan silaturahim dengan sejumlah organisasi kemasyarakat yang tergabung dalam Aliansi Kedaulatan Rakyat (AKAR) Sumut di Jalan Eka Rasmi VI, Medan Johor, kemarin.

Hadir di silaturahim itu sejumlah aktivis nelayan, petani, buruh hingga abang becak seperti Sekjen AKAR Sumut, Afrizal Kurniawan, Ketua Serikat Becak Merdeka (SBM) Sumut, Kastro, Ketua Serikat Nelayan Indonesia (SNI) Sumut, Rizal, serta Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI) Sumut, Wagimin. Hadir pula para aktivis pergerakan, seperti Herdensi Adenin, Purwanto, Amrul, dan Bagus Joko Triono.

“Target saya adalah perbaikan seluruh sektor kehidupan masyarakat Sumut. Saya punya basic korporasi, saya ingin membawa budaya korporasi ke birokrasi ” ujar Gus. Menurut dia, masalah di sektor pertanian, misalnya, beras dan jagung untuk kebutuhan Sumut masih diimpor. Kebijakan ini menyulitkan kehidupan petani di Sumut. Ternak Sapi juga didatangkan dari Aceh, Lampung, bahkan Australia. Kalau saja dikembangkan potensi ternak sapi di Sumut bisa 5,4 juta ekor per tahun.

“Pertumbuhan ekonomi itu dinikmati orang luar karena banyak produk impor,” tukasnya.

Sekjen AKAR Sumut, Afrizal Kurniawan, mengatakan undangan diskusi kepada Gus Irawan berlatarkan penilaian atas program Gus yang dianggap cukup konkret. AKAR memberikan pula sederet masukan demi kepentingan masyarakat akar rumput.

Dari Istana Maimun di Jalan Brigjen Katamso, Medan, balon Gubsu dari Partai Demokrat, Letjen (Purn) Cornel Simbolon, menegaskan, pemerintah daerah harus menggelontorkan secara rutin bantuan pemeliharaan ke Istana Sultan Deli itu. Pasalnya, Istana Maimun adalah warisan budaya yang juga ikon Kota Medan dan Sumut.

“Jati diri bangsa itu dilihat dari budayanya. Istana Maimun ini salah satu warisan budaya luhur. Semua orang wajib menjaga warisan ini,” kata Cornel saat menghadiri sunatan massal dan donor darah yang diselenggarakan Yayasan Sultan Ma’moen Al Rasyid di Lapangan Istana Maimun, Rabu (4/7) pagi.

Menurut mantan Wakasad ini, selama 35 tahun bertugas di militer dan bertugas mulai dari Sabang sampai Merauke, dia selalu bercerita soal Istana Maimun sebagai ikon daerah ini dalam berbagai kesempatan. Sesungguhnya, lanjut Cornel, mudah saja Pemprovsu membantu anggaran Istana Maimun bila ada keinginan serius untuk itu. “Tinggal dihitung saja kebutuhan anggaran rutin, misalnya perawatan bangunan, listrik, dan lainnya. Itu semua tinggal dituliskan di APBD,” ucapnya. (ril/ari)

Pengumuman Peserta Lulus SNMPTN Jalur Ujian Tulis 2012 USU (Universitas Sumatera Utara)

[table file=”http://www.hariansumutpos.com/wp-content/uploads/2012/07/DAFTAR-PESERTA-LULUS-SNMPTN-JALUR-UJIAN-TULIS-2012.csv”][/table]

Ridho Slank dan D’Masiv Hadir di Wanted

KONFERENSI PERS: Suasana saat konferensi pers Wanted di Hotel Asston Medan, Jumat (6/7).//juli ramadhani rambe/sumut pos
KONFERENSI PERS: Suasana saat konferensi pers Wanted di Hotel Asston Medan, Jumat (6/7).//juli ramadhani rambe/sumut pos
Ajang pencarian band baru berbakat Wanted akan menghadirkan artis ibukota Ridho Slank dan D’Masiv. Kehadiran band dan artis papan atas Indonesia itu dalam ajang regional selection ini sebagai pembuktian dan pembekalan para semifinalis band, yang akan bertanding untuk mendapatkan tiket ke Jakarta.

“Sudah ada 10 band yang menjadi semifinalis yang akan bertanding untuk mendapatkan tiket ke Jakarta dan bertanding secara nasional,” ujar Manajer Marketing Regional Sumatera I PT HM Sampoerna Tbk, Harry Wibisono, dalam acara temu pers Wanted di Hotel Aston Medan, kemarin (6/7)n
Dirinya menjelaskan, memasuki tahun ke-5 penyelenggaraan Wanted berbagai inovasi yang telah dilakukan, seperti memberikan pembekalan kepada para semifinalis melalui pemain band yang ternama.

“Kita hadirkan Ridho Slank dalam pemberian pembekalan kepada semifinalis, agar mereka dapat mengembangkan bakatnya, walau tidak menjadi pemenang dalam pencarian band baru ini,” tambahnya.

Di tahun sebelumnya, pembekalan hanya diberikan bagi pemenang, sehingga band yang kurang beruntung belum bisa berkibar atau menemukan jati dirinya.

Inovasi lain, dimana pemenang akan dikontrak selama 1 tahun dan akan tur bersama Wanted untuk mengibarkan bendera band nya.
“Dari hasil survei yang kita lakukan, pemain band lebih senang bila  tampil di panggung daripada melalui album. Karena itu, selain uang puluhan juta rupiah, kita juga akan mengadakan road show untuk pemenang,” tambahnya.

Selain itu, dengan penampilan dipanggung secara langsung, akan membuat pemain band lebih menguasai panggung, dan lebih mengenal para penggemarnya.

Pencarian bakat yang telah mengorbitkan D’Masiv dan Geisha menjadi artis papan atas Indonesia ini tidak bertumpu pada 1 genre musik saja, terbukti dari para juri yang berasal dari berbagai jenis musik.

“Kita sediakan Pay, Pongky, dan Krisna untuk memastikan bahwa ajang ini bukan hanya untuk 1 genre musik, melainkan berbagai jenis musik, mulai dari Pop, Rock, Jazz, dan lainnya,” lanjut Harry.

Ditempat yang sama, Ridho Slank yang juga hadir mengatakan bahwa saat ini banyak bermunculan band yang hanya mengikuti trend. Padahal dengan hanya modal trend tanpa memiliki karakter akan membuat band itu tenggelam.

“Miliki karakter itu yang paling penting. Karena bila hanya mengikuti trend akan membuat kita tenggelam saat trend itu sudah mulai hilang juga,” ujar Ridho, yang juga menjadi pemberi pembekalan dalam Seleksi Regional Sumatera.

Ridho menerangkan, pembekalan ini bukan hanya memberikan karakter pada band, tetapi juga menerangkan ketatnya persaingan di industri rekaman saat ini, dan bagaimana menghadapi wartawan.

“Tidak dipungkiri, wartawan merupakan kawan dan lawan para orang-orang yang terkenal,” lanjutnya.

Saat ini, telah terpilih 10 band Regional Sumatera yang akan menunjukkan kebolehannya didepan para juri di Entrance Club Hotel Aston, Sabtu (7/7) mulai pukul 12.00 WIB hingga 17.00 WIB.

“Harapan kiota dengan acara ini menjadi awal bagi band baru berbakat untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam bermusik sesuai dengan semangat Go Ahead dari Sampoerna,” tutup Harry. (ram)

Kurangi Angka Kematian Ibu dan Anak

Kadinkes Provsu Prioritaskan MDGs

MEDAN – Sesuai target yang ingin dicapai pemerintah, Kepala Dinas Kesehatan Sumut, dr Raden Roro Sri Hartati Suryantini Mkes mengaku akan memprioritaskan program untuk percepatan pencapaian millenium development goals (MDGs).

Beberapa target MDGs itu, kata Suryantini yakni mengurangi angka kematian ibu dan anak, penyakit menular seperti TB, HIV dan malaria. “Ketiga hal itu jadi prioritas saya, selain berapa program yang sudah ditetapkan sebelumnya,” kata Suryantini usai sertijab dengan dr Candra Syafei SpOG di aula Dinkes Sumut, Jumat (6/7).

Sebelumnya, Suryantini yang akrab disapa dr Ninik ini menjabat sebagai  Plt Direktur RS Haji Medan. Ninik mengaku berusaha untuk membenahi sistem manajemen di dalam RS Haji Medan. “Saya bangun dengan silaturahmi,’’ ucapnya.

Sementara mantan Kadis Kesehatan Prov Sumut dr Candra Syafei SpOG  berharap kepada penggantinya agar dapat meneruskan program yang baik yang telah dibuatnya dan menghilangkan pro dan kontra. Candra yang akan menempati jabatan baru sebagai direktur RS Jiwa Sumut juga mengatakan, hal yang perlu dilakukan adalah melaksanakan program melalui upaya kuratif, promotif dan preventif. “ Salah satu contohnya program jamkesda, cuci darah, obat kanker  yang selama ini kita tanggung dan program penyakit menular lainnya,” katanya. (uma)