Home Blog Page 13274

Sekda Langkat Garansi Keamanan Uang Korupsi Syamsul

LANGKAT- Sekdakab Langkat, Surya Djahisa, meyakinkan uang Rp75 miliar lebih sitaan hasil korupsi mantan bupati Syamsul Arifin yang dikembalikan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) aman dari praktik ilegal.

Ya, kendati uang dimasukan ke rekening kas daerah. “Uang itu memang masuk di rekening kas daerah. Berita acaranya jelas, jadi tidak mungkin dapat dipergunakan dengan kegiatan yang aneh-aneh. Karena, kita membuatnya dengan jelas tentang uang masuk tersebut,” kata Surya Djahisa di Stabat, Jumat (6/7).

Untuk penggunaan uang dimaksud, sebut Surya, pihaknya akan sangat berhati-hati karena merupakan milik rakyat. Makanya, saat dimasukkan dalam kas daerah pihaknya memberikan tanda tersendiri di buku kas dengan tujuan sebagai warning bagi pengguna anggaran.

Surya di sela-sela kesibukannya dalam kegiatan Kenduri Rakyat digelar menyahuti beberapa keberhasilan Pemkab Langkat meraih seabrek penghargaan nasional di Alun-ALun Tengku Amir Hamzah Stabat menuturkan, tidak ada alasan meragukan penggunaan uang dalam praktik ilegal.

“Kalau ada pemikiran yang mengkhawatirkan uang dimaksud bakalan diperbuat aneh-aneh, saya menggaransikan diri tidak akan pernah terjadi. Memang uang itu, berada dalam satu rekening dengan kas daerah,” singkat Ketua Tim Perencanaan Anggaran Daerah (TPAD) tersebut. (mag-4)

Penyakit Jantung dan Kanker Bisa Pakai Jamsostek

MEDAN- Meski sejak 2011, PT Jamsostek (Persero) telah menambah manfaat tambahan berupa operasi jantung, kanker, cuci darah dan HIV/AIDS bagi para peserta, namun hingga kini sinergitas  PT Jamsostek Wilayah I Sumbagut-NAD dengan mitra ketiga, dalam hal ini berbagai rumah sakit selaku penyedia layanan untuk menangani berbagai penyakit tersebut belum optimal.

Oleh karena itu, PT Jamsostek (Persero) Wilayah I berupaya membangun ikatan kerjasama dengan berbagai rumah sakit di Medan yang memiliki pelayanan serta peralatan guna menangani pasien/peserta yang menderita jantung, cuci darah, kanker dan HIV/AIDS.

“Hingga kini, rumah sakit bagi peserta yang menderita sakit jantung masih rumah Sakit Martha Friska, sedangkan rumah sakit mitra kerja jamsostek untuk peserta cuci darah masih Grand Medistra, Lubuk Pakam,” papar Plh Kepala Kantor PT Jamsostek Wilayah I Bandjar Aseli DS di ruang kerjanya, Selasa (26/6) didampingi Kabag Operasional dan Pelayanan Erisfa dan dr Yona.

Diakui Aseli, belum adanya kerjasama dengan berbagai rumah sakit dalam penanganan peserta penderita penyakit jantung, dikarenakan hingga kini belum ada peserta jamsostek yang berobat menderita sakit jantung. “Kalau pasien cuci darah sudah ada, yang sakit jantung belum ada,” ujarnya.
Meski demikian, Jamsostek tidak keberatan jika diantara peserta Jamsostek yang menderita sakit jantung dan harus menjalani operasi ke rumah sakit bukan rujukan Jamsostek. Hal itu tetap akan ditanggung Jamsostek.

Dengan catatan, peserta tersebut harus memenuhi persyaratan, yakni, peserta tersebut merupakan peserta Jaminan Pelayanan Kesehatan (JPK) Jamsostek, minimal kepesertaan 1 tahun, tidak menunggak, dan harus ada surat pengantar dari kantor cabang bersangkutan. (sih)

Staf Biro Keuangan jadi Tersangka

Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Bansos Pemprovsu

MEDAN- Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) kembali menetapkan seorang tersangka baru dalam kasus korupsi Bantuan Sosial (Bansos). Raja Anita yang menjabat sebagai staf di Biro Keuangan Pemprovsu TA 2010 secara resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Kasi Penkum Kejatisu, Marcos Simaremare mengatakan Raja Anita memiliki peranan penting dalam mengurus pencairan dan pemotongan terhadap dana hibah pada 17 yayasan yang menerima dana tersebut. Bahkan tim penyidik menemukan aliran dana yang masuk ke rekening pribadi bersangkutan.
“Meski jabatannya hanya seorang staf tetapi posisinya sangat stretegis dan memegang kendali penuh atas pencairan dana hibah ke 17 Yayasan yang langsung ia pegang. Bahkan ada juga dana yang masuk ke rekening tersangka,” jelasnya.

Dijelaskannya, pemotongan-pemotongan dana hibah Bansos yang dilakukan Raja Anita berkisar 20 persen hingga 45 persen dari dana awal setoran. “Misalnya satu yayasan mendapatkan dana Rp100 juta maka bisa dipotong hingga Rp45 juta atau ketika yayasan menerima Rp50 juta, yang bersangkutan bisa memotong sampai Rp20 juta,” urainya.

Sambungnya, dalam waktu dekat tim penyidik Kejatisu akan melakukan pemanggilan terhadap tersangka untuk menjalani pemeriksaan kembali. “Kita akan panggil yang bersangkutan dengan status tersangka dan bukan sebagai saksi lagi seperti pemanggilannya selama ini,” ucapnya.

Marcos menambahkan, dalam kasus ini keterkaitan antara tersangka satu dengan tersangka lainnya sangat erat. “Setelah ditetapkannya Raja Anita sebagai tersangka, maka jumlah tersangka kasus bansos ini menjadi sepuluh orang. Untuk itu dibutuhkan informasi yang matang dari 10 orang tersangka sebelumnya, dimana lima diantaranya sudah ditahan dan terus digali informasi dari mereka,” jelasnya.

Dengan demikian, dalam kasus korupsi Bansos ini, Kejatisu telah menetapkan 10 orang tersangka di antaranya Raja Anita Staff di Biro Keuangan Pemprovsu 2010, mantan Bendahara Pengeluaran Pembantu pada Biro Umum Pemprov Sumut Lisanudin (tersangka korupsi dana bansos 2010), Kepala Biro Binkemsos, Sakhira Zandi, Kepala Biro Perekonomian Oloan Bangun Harahap, dan Bendahara Bansos Biro Binkemsos Ahmad Faisal.

Kemudian Bendahara Bansos Biro Perekonomian Ummi Kalsum, Bendahara Biro Umum Aminuddin, Bendahara Bansos Biro Umum Subandi (tersangka korupsi dana bansos 2011). Sedangkan tersangka korupsi dana Bansos 2009 yakni Bendahara Bansos Biro Binkemsos Syawaluddin, dan Penerima serta Calo Bansos Adi Sucipto.

Informasi yang diperoleh menyebutkan anggaran dana bantuan sosial pada tahun 2011 senilai Rp477.885.800.000, namun yang terealisasi sebesar Rp351.693.000.000. Sedangkan untuk tahun anggaran 2009, dengan nilai Rp293.745.501.407 terealisasi Rp284.199.897.500, dan anggaran 2010 senilai Rp424.388.575.000 terealisasi Rp348.105.050.000. (far)

Macan Yaohan Mini Mall Hadir di Tembung

MEDAN – Sebagai salah satu perusahaan retail yang terkemuka di Medan, Macan Yaohan membuka cabang baru di daerah Tembung. Mengangkat konsep Macan Yoahan Mini Mall, cabang ke 15 ini memberikan berbagai fasilitas bagi pengunjungnya, seperti wahan bermain, fashion, tempat makan, dan lapangan futsal.

“Konsep ini merupakan satu-satunya di Kota Medan, konsep terbaru ini untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat sekitar untuk mendapatkan hiburan sesuai dengan keinginannya,” ujar Assisten Marketing Manager Macan Yaohan, Trisha dalam acara Grand Opening Macan Yaohan Tembung di Jalan Besar Tembung.

Macan Yaohan Tembung ini memiliki 3 lantai, dimana lantai 1 berfungsi sebagai swalayan, tempat makan, penjualan fashion dan aksesoris, handphone, dan lainnya. Sedangkan untuk lantai 2 tersedia berbagai wahana permainan untuk anak.   Pembangunana wahan bermain untuk anak ini, mengingat di daerah Deli Serdang belum terlalu banyak fasilitas yang menyediakan ruangan bermain untuk anak.

Sedangkan untuk lantai 3 akan diisi dengan lapangan futsal sebanyak 2 lapangan, dan selama bulan Juli ini, bagi yang menyewa akan mendapat potongan harga.

Dalam pembukaan cabang baru ini, selama 7 hari, mulai tanggal 4 hingga 10 Juli 2012, Macan Yaohan akan memberikan gratis kartu clubcard, dimana kartu ini dapat digunakan untuk mengumpulkan poin. Poin tersebut dapat ditukar dengan berbagai hadiah menarik. “Bukan hanya itu, perayaan ini juga memberikan kesempatan bagi masyarakat luas yang berbelanja untuk mendapatkan sepeda motor Bajaj, hanya dengan berbelanja minimal Rp20 ribu, untuk mendapatkan kupon undian,” ungkap Trisha.

Bangunan 3 lantai ini, juga memberikan kesempatan bekerja masyarakat sekitar. “Sekitar 60 persen pekerja di supermarket ini adalah masyarakat setempat.  lanjutnya. Berbagai program belanja Hemat bersama Macan Yaohan Supermarket juga telah disediakan. Seperti Cash Back, Bonus Poin, Harga Gila-Gilaan, Super Hemat, dan lainnya. “Kita memberikan penawaranpotongan harga hingga 20 persen,’’  tutup trisha. (ram)

Anggaran Kontingen Cuma Rp29 Miliar

MEDAN- Setelah terkatung-katung, akhirnya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), mencairkan anggaran yang diperuntukkan bagi kebutuhan kontingen Pekan Olah Raga Nasional (PON) asal Sumatera Utara (Sumut).

Penegasan itu dikemukakan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu),  Nurdin Lubis, di Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Jum’at (6/7).

“Sudah. Hari ini (kemarin, red) kita cairkan. Di Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Sumut 2012 sebesar Rp30 miliar, tapi kita evaluasi ada pengurangan sedikit menjadi Rp29 miliar lebih,” aku Nurdin.

Di tempat terpisah, Ketua Harian KONI Sumut Jhon Ismadi Lubis mengaku belum tahu sebab masih berada di luar kota terkait gelaran Sergai Rally.
“Kita bersyukur jika anggaran itu sudah dicairkan. Sebab dengan anggaran itu diharap dapat menunjang program Pelatda penuh,” bilang Jhon Lubis. (ari)
pria yang juga Ketua IMI Sumut itu. (ari)

Massa KTM Tuding Amri Tambunan Sewa ‘Preman’

LUBUK PAKAM- Aksi unjukrasa ratusan massa menuntut pencabutan SKT, IMB, HGB, Sertifikat di atas lahan eks HGU PTPN 2, selama dua hari di depan kantor Bupati Deliserdang berujung tindakan kekerasan dan bentrokan. Pasalnya, massa melihat dan langsung menuding Bupati Deliserdang menyiapkan massa tandingan dan preman.

Demikian disampaikan Ketua LSM Lingkari Cabang Deli Serdang, Gom Ade Putra Sirait, Jumat (6/7) di Lubuk Pakam. Menurut dia, ratusan massa tandingan disiapkan Bupati Deliserdang untuk melawan petani yang dating dari berbagai daerah seperti Helvetia, Mariendal I, Salambo, Dagang Krawan, Durin Tonggal, Dusun Germenia, Desa Manunggal dan Desa Sunggal.

“Tindakan Bupati Deliserdang sangat keji karena sudah menyiapkan massa tandingan dan preman untuk melawan petani yang jelas-jelas menunutut haknya sebagai warga Deliserdang,” katanya.

Apalagi, paparnya pada Kamis (5/7), dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Deliserdang serta puluhan massa yang diduga di bawah koordinasi Bupati Deliserdang disiapkan untuk mengusir ratusan massa yang tergabung dalam Komite Tani Menggugat (KTM) yang telah berunjukrasa selama dua hari di depan kantor Bupati Deliserdang, Jalan Negara No 1 Lubukpakam.

“Massa KTM disemprot dengan air, serta peralatan pengeras suara milik massa KTM dirusak. Massa tandingan yang disiapkan itu dibantu sejumlah pejabat eselon dua Pemkab Deliserdang serta sejumlah camat,” sebutnya.

Tak hanya itu, tindakan sadis yang dilakukan oleh massa yang menggunakan dua unit mobil pemadam kebakaran untuk menyemprot massa. Ternyata mengenai Kanit Provos Polsek Lubuk Pakam, Aiptu E Hutabarat. Akibatnya, Hutabarat tersereat hingga tiga meter dan terbentur truk milik massa KTM.
Spontan Kapolres Deliserdang AKBP Wawan Munawar SIk mengintruksikan agar petugas pemadam kebakaran melakukan penyemprotan. “Kepolisiaan sebagai penanggung jawab keamanan disini, jangan lakukan penyemprotan,” tegas Wawan.

Selesai mendengarkan arahan Kapolres Deliserdang Wawan Munawar, massa KTM mengambil perbekalan milik mereka dan sepakat angkat kaki dan berjanji kembali lagi dengan jumlah massa yang besar lagi.

Kadis Infokom Kabupaten Deli- serdang Drs Neken Ketaren saat dikonfirmasi membantah massa tandingan itu suruhan Bupati DS Drs Amri Tambunan.
“Itu tidak benar. Begitu juga dengan sejumlah SKPD dan Camat yang berbaur dengan massa tandingan itu merupakan informasi salah,” kata Neken.
Terpisah, ratusan petani yang tergabung dalam KTM menggelar aksi di Gedung DPRD Sumut, Jumat (6/7). Massa meminta perlindungan anggota dewan Sumut atas prilaku yang mereka terima dari massa suruhan Amri Tambunan.

Menjawab itu, Ketua Komisi A DPRD Sumut, Isma Fadly Pulungan mengatakan, seharusnya massa yang menyampaikan aspirasi mendapatkan perlindungan, bukan sebaliknya diteror. (btr/ari)

Kapoldasu Puji Pembalap Yamaha

MEDAN-Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro memuji penampilan pembalap pemula dari tim Yamaha Yamalube Alfa Scorpii NHK 3DI TFDR Yong Jaya FDR AHRS, Deri Satio Sunarso yang berhasil meraih prestasi membanggakan di ajang kejurnas Motoprix seri IV Region I Piala Bhayangkara, di sirkuit multi fungsi IMI Jalan Pancing Medan, Minggu (1/7) lalu.

Meski baru berusia 12 tahun, Deri berhasil menjuarai dua kelas, yakni Bebek 4 Tak Standard 125 CC Pemula (OMR Yamaha ) dan kelas Bebek 4 tak Standard 110 CC Pemula (OMR Yamaha). “Kita sudah memiliki bibit pembalap berbakat dan hal ini harus kita dukung penuh,” ujar Kapolda memuji aksi Deri pada saat menutup even tersebut.

Kapolda berharap agar prestasi Deri tersebut mampu memotivasi munculnya talenta-talenta pembalap Sumatera Utara, sehingga persaingan semakin ketat. “Ketatnya persaingan dalam dunia balap, tentunya akan memunculkan pembalap berkualitas,” katanya.

Selain memuji penampilan Deri, Kapoldasu juga mengungkapkan keprihatinannya sehubungan pembangunan ruku di sekitar sirkuit IMI Sumut masih terus berlangsung. “Kita sangat kecewa dengan adanya pembangunan komplek ruko di sirkuit itu. Pembangunan ini tentunya sangat mengancam keberadaan sirkuit tersebut,” ujar Kapolda.

Menurut Kepolda, keberadaan sirkuit tersebut tentunya sangat penting bagi dunia olahraga, khususnya otomotif. Sirkuit itu merupakan sarana untuk mencari bibit-bibit pembalap di Sumatera Utara. (jun)yah Tanjung. (jun)

Seminar Prospek Bisnis Madu

MEDAN – Jauh sebelum ilmu kedokteran maju seperti sekarang, madu telah dipercaya sebagai salah satu obat mujarab untuk segala macam penyakit. Selain rasanya yang enak, madu juga  memiliki banyak khasiat.  Salah satunya sebagai nutrini bagi otak.

‘’Otak memerlukan asupan yang cukup agar dapat memerintah secara maksimal (baik dan benar). otak yang sehat akan berdampak baik untuk aktivitas sehari-hari. Selain dari makanan, asupan gizi untuk otak dapat diperoleh dari madu,”ujar Drs Moch Achir Lubis Ketua Iptek (Ilmu Pengetahuan dan Tekonologi) Perlebahan Sumut.

Agar mendapatkan semua itu, tentu saja harus dari madu yang benar-benar layak dikonsumsi antara lain,  asli dari nectar bunga pepohonan dan melalui perut lebah. Kemudian madu yang sudah tua, ditandai lubang-lubang (cell) sarang lebah sudah tertutup rata,” beber Achir yang juga  Ketua Yayasan Pendidikan Bina Bersaudara.

Ditambahkannya, bila mengonsumsi madu secara rutin, tubuh akan dapat menangkal racun yang dibawa oleh makanan dan minuman seperti MSG.. Achir mengingatkan, seyogianya madu yang dikonsumsi ada di dalam sarang, bukan sarang ada di dalam madu. Nah, jika ingin lebih jauh mengetahui tentang madu dan prospek bisnis, bisa mengunjungi seminar gratis peluang usaha dan prospek bisnis madu, Minggu 8 Juli 2012 dari pukul 8.30 Wib hingga selesai (pukul 15.00 Wib). Tempatnya di Aula SMA Bina Bersaudara Jalan Tritura Non 10 Titi Kuning Medan Telp 061 7861588. Peserta, lanjutnya diberi fasilitas diktat, sertifikat snack minum madu kaliandra, karet, kopi, rambutan, dan lain-lain. (sih)

Polisi Dituding Lamban Tangani Kasus

Dugaan Manipulasi Ijazah Bupati Karo

KARO- Polres Karo dituding  lamban  dalam menangani kasus dugaan  manipulasi Surat Keterangan Pengganti Ijazah (SKPI) Bupati Karo DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti,  yang digunakan saat pemberkasan Balon Bupati Karo  beberapa waktu lalu.

Pernyataan itu disampaikan Ketua LSM Lembaga Anak Bangsa Peduli Indonesia (LABPI) Kabupaten Karo, Drs Perdemuan Tarigan, selaku pihak pengadu, Jumat (6/7).

Dia berpendapat, seharusnya sejumlah saksi utama diperiksa oleh pihak kepolisian. Tapi, hingga kemarin belum ada terealisasi.  Bahkan, seorang saksi yang wajib dimintai keterangannya adalah Ketua KPU Karo, Benyamin Pinem ST.

“Kinerja kepolisian saya lihat tidak ada juga untuk menangani kasus manipulasi SKPI Bupati Karo, ini membuktikan ada  kejanggalan dalam penegakkan hukum di Karo,” ujar Perdemuan di  depan ruang Unit Tipiter Polres Karo.

Dia mengatakan, DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti secara kasat mata tidak pernah memiliki ijazah. Lolosnya pria yang saat ini menjabat sebagai Bupati Karo, pada saat verifikasi faktual tidak terlepas dari adanya dugaan  langkah konsprisai pasangan calon dengan ketua KPU Karo, Benyamin Pinem ST.
Ketua LABPI itu berharap Polres Karo segera menindak  lanjuti pengaduannya, sehingga ditemukan titik terang dugaan manipulasi (keabsahan) SKPI, DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti. Pengungkapan kasusnya segera diselesaikan guna menghindari munculnya polemik.

Kapolres Tanah Karo AKBP Marcelino Sampouw,  menyatakan pengaduan Perdemuan Tarigan masih  dalam proses penyidikan. (wan)

Berpeluang Tanpa Amunisi

Mitra Kukar vs PSMS

Medan-Skuad PSMS dihadapkan pada situasi sulit. Kondisi finansial yang membelit hingga berdampak pada tertunggaknya gaji selama lima bulan masih menjadi permasalahan yang belum tertuntaskan.

Dalam kondisi mental tak karuan, skuad PSMS dituntut bertempur untuk mengamankan diri dari zona degradasi kontra Mitra Kukar, Sabtu (7/7) sore ini di Stadion Madya Aji Imbut Tenggarong dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) 2011/2012.

Bak disuruh berperang namun tak dilengkapi amunisi, itulah kondisi yang menggambarkan mirisnya keadaan skuad besutan Suharto saat ini. Kegelisahan pemain yang tak mampu dijawab manajemen tentunya mempengaruhi konsentrasi bermain Sasa Zecevic cs. Beragam sikap untuk memperjuangkan tuntutan mulai dari mogok latihan hingga mengadu nasib ke kantor Wali Kota Medan sepekan terakhir ini tak jua mampu membuat pemain lega karena pinjaman tak mampu diberikan.

Caretaker Pelatih PSMS, Suharto mengakui skuadnya memang tidak dalam kondisi mental yang baik. Apalagi persiapan menuju Kalimantan sangat mepet. Suharto tak memungkiri jika senjata terakhirnya saat ini adalah membangkitkan motivasi pemain. “Persiapan latihan memang tidak berjalan maksimal. Kami baru latihan full dua sesi sehari sebelum berangkat. Meskipun mereka tetap jaga kondisi dengan berlatih sendiri tapi asupan materi belum bisa diserap dengan baik jika mereka tidak fokus.Semangat memang jauh menurun dari saat menghadapi Persib dan PSAP,” kata Suharto kemarin saat dihubungi lewat telepon.

Senjata terakhir saat ini yang coba ditanamkan di benak setiap pemain adalah dua laga terakhir di Kalimantan merupakan laga hidup mati bagi PSMS untuk bertahan di ISL. Selisih angka yang sangat kompetitif sejak posisi 10 hingga zona degradasi membuat PSMS harus selalu menjaga peluangnya meraih angka. Sekali lengah maka bisa terpeleset. “Satu-satunya yang bisa kami andalkan saat ini adalah kekompakan anak-anak. Dalam situasi sulit seperti ini kebersamaan mereka terbentuk. Contohnya saat mereka kompak mengadu ke Pemko. Yang pasti mereka punya tekad untuk tidak membiarkan PSMS turun kasta,” lanjut pelatih berkepala plontos ini.

Syukurnya materi utama kali ini komplet. Hanya Antoni yang tidak bisa dibawa karena akumulasi dan juga cedera hamstring. Suharto akan kembali mengandalkan kreativitas Nastja Ceh untuk menyokong duet Osas Saha-Nico Malau. Kali ini Shin Hyun Joon dituntut lebih berperan.

Meski bertarung di kandang lawan, tim yang tengah membutuhkan kemenangan membuat Suharto tak punya opsi lain selain strategi menyerang. “Meskipun tidak mudah kami harus memetik tiga angka. Artinya kami harus tampil menyerang namun harus juga cerdik. Bukan mustahil,” kata Suharto optimis.

Dengan semangat tersisa, pemain juga menjanjikan tampil fight. Gelandang bertahan, Anton Samba meyakini peluang PSMS akan tetap terjaga jika tidak kehilangan poin di laga ini. “Saya dan rekan-rekan lainnya akan tetap berjuang. Apalagi para pesaing berpeluang mengkudeta kami jika kami gagal. Kami tidak ingin PSMS terdegradasi,” kata Anton.

Peluang menjungkalkan Mitra Kukar di kandangnya memang tidak mustahil. Naga Mekes, julukan Mitra Kukar, bukan tim yang punya rekor kandang sempurna. Empat kali mereka tumbang di hadapan Mitman (Mitra Mania-red), kelompok suporter tuan rumah. Masing-masing kontra Persipura (1-2) , Persidafon (0-1), Persisam (0-1) dan Sriwijaya (0-1). Selain itu Hamka Hamzah cs juga baru pulang tanpa hasil dari tur Papua.

Begitupun harga diri sebagai tuan rumah mutlak menjadi target Mitra Kukar meski tak lagi punya target di klasemen. Dengan waktu recovery yang cukup tim besutan Stefan Hanson ini siap untuk mengamankan laga. Apalagi didukung dengan kembali hadirnya kapten, Hamka Hamzah pasca cedera. “Anak-anak sangat siap melakoni laga ini. Mereka mendapatkan waktu istirahat cukup. Mereka fit dan siap bertarung. Kembalinya Hamka disambut baik seluruh pemain. Dia membawa semangat di dalam tim. Kita berharap banyak pemain bisa mendulang poin maksimal di dua laga terakhir,” kata Asisten Pelatih Mitra Kukar, Nor Alam.

Duel ini juga merupakan reuni Saktiawan Sinaga dengan mantan klub yang membesarkan namanya. (mag-18)

(mag-18)