Home Blog Page 13277

Pereli Asing Waspadai Subhan

MEDAN-Pereli asal Selandia Baru Brian Green dengan navigator Fleur Pedersen menyatakan  tidak mudah  untuk merebut gelar juara di ajang Sergai Rally 2012, mengingat tampilnya sejumlah  pereli  terbaik Indonesia, terutama juara  nasional Subhan  Aksa.

Green mengatakan, tantangan akan  sangat keras, karena disebutnya Subhan adalah pereli  yang sangat  cepat saat ini, terbukti dengan prestasinya di ajang PWRC.

Namun Brian yang merebut gelar juara reli Malaysia 2003 dan 2004 menyebut  akan berupaya sekeras mungkin untuk merebut gelar juara di penampilan pertamanya di Sumut ini.

Sementara Subhan yang diunggulkan tak mau menganggap enteng, dengan menyatakan persaingan kala ini akan sangat kompetitif.  “Saya juga sangat memperhitungkan peluang  pereli Sumut, seperti Ijeck dan  Harun   Nasution” ucap Subhan di acara temu pers di  Theme Park, Pantai Cermin.
Terpisah pereli andal Sumut Ijeck melalui  navigatornya Uche, menyebut setiap pereli yang akan tampil tentu ingin menang, seperti mereka berdua. “Kita tentu ingin menang,”  ucap Uche.

Bupati Kab. Serdang Bedagai (Sergai) Ir. HT Erry Nuradi MSi dalam kata sambutan di acara ceremial start mengatakan,  pengprov IMI Sumut sudah tepat memilih Kab. Sergai sebagai  tempat penyelenggaraan reli.

Menurutnya, Sergai  bukan pertama  kali menjadi tempat  penyelenggaraan kejuaraan reli, karena Rambong Sialang sudah pernah menjadi lokasi kejuaraan dunia reli di tahun 1996 dan 1997 lalu.

Senada dengan Bupati,  Ketua Pengprov IMI Ijeck mengatakan, harapan agar Sumut bisa kembali  menjadi tuan rumah reli dunia sudah menunjukkan titik  terang, dengan terselenggaranya kejurnas seri kedua yang diikuti pereli asing.

Hari pertama Sergai Rally 2012 Sabtu  (7/7) memperlombakan 5  SS, dengan jarak tempuh total  181k km. (jun)

650 Prajurit Kodam I/BB Diberangkatkan ke Papua

Suasana Haru Selimuti Pelabuhan Belawan

LEPAS: Seorang prajurit menggendong anaknya sesaat sebelum berangkat meninggalkan keluarganya, Kamis (6/7) kemarin.  Foto inset: ratusan prajurit TNI AD berbaris saat akan menaiki KRI Banjarmasin 592 di Pelabuhan Belawan. //fachrul rozi/sumut pos
LEPAS: Seorang prajurit menggendong anaknya sesaat sebelum berangkat meninggalkan keluarganya, Kamis (6/7) kemarin. Foto inset: ratusan prajurit TNI AD berbaris saat akan menaiki KRI Banjarmasin 592 di Pelabuhan Belawan. //fachrul rozi/sumut pos
BELAWAN- Sebanyak 650 prajurit TNI dari Kodam I/BB dikirim ke Papua. Keberangakatan pasukan militer dari Pelabuhan Internasional Belawan itu menggunakan kapal perang KRI Banjarmasin 592, Kamis (6/7) kemarin.

Para prajurit tersebut akan melaksanakan operasi dan pengamanan teritorial dan pasca aksi kekerasan kelompok bersenjata terhadap patroli Batalyon 431 Kostrad di Kecamatan Wembi Kabupaten Keerom atau perbatasan Indonesia dan Papua Nugini sepekan lalu.

Pangdam I/BB, Mayjen TNI Lodewijk F Paulus selaku inspektur upacara (irup) gelar pengiriman pasukan di Pangkalan Utama TNI AL I Belawan, memeriksa kesiapan akhir terhadap pelepasan prajurit sebelum naik ke KRI Banjarmasin.

“Saya yakin kalian dapat melaksanakan tugas negara ini dengan baik. Tugas prajurit di Papua mengutamakan operasi teritorial dan menarik simpatik rakyat Papua,” kata jenderal berbintang dua ini dalam pesannya.

Kapendam, Kolonel Kav Halilintar SH kepada sumut pos mengatakan, ke 650 orang prajurit TNI itu nantinya akan melaksanakan tugas pengamanan selama enam bulan.

Pelepasan turut dihadiri sanak keluarga para prajurit. Suasana haru pun tak terhindarkan. Orangtua, isteri, anak, adik dan pacar meluapkan perasaan KRI Banjirmasin bertolak sekira pukul 17.00 WIB.

Sabrik (53), orangtua Kopral Sugeng yang ikut ditugaskan, tak kuasa menahan keharuan. “Dua anak saya jadi anggota TNI, tapi untuk melepas keberangkatan yang ini (Sugeng, Red) saya merasa tak sanggup,” ungkap Sabrik.Sejak tiba di Belawan pagi harinya, Sabrik dia tak mau terlalu mendekati putra kedua dari lima orang anaknya itu. “Hanya istri saya, Ismawati yang mendampingi anak saya,” aku warga Pasar Bengkel Perbauangan Kabupaten Serdang Bedagai ini.(mag-17)

Bukti Kegagalan Wenger?

KEPERGIAN Robin van Persie dari Arsenal menurut media-media Inggris sebagai bentuk kekecewaan yang sudah lama dipendam. Tujuh musim berkostum Arsenal, RvP-begitu dia disapa, tak pernah merasakan nikmatnya angkat trofi major.

Itulah alasan utama pemain asal Belanda itu hengkang. Namun banyak juga yang bilang RvP akan melangkah ke klub semisal Manchester City yang siap menggajinya hingga Rp2 miliar per pekan.

Oliver Holt, kolumnis sepak bola Harian Mirror menulis di kolomnya di Mirror.co.uk kemarin bahwa kepergian RvP adalah akibat kegagalan Arsene Wenger, sang arsitek. Gagal dalam upaya mempersembahkan trofi bagi Arsenal yang sudah tujuh musim tak terwujud. Dalam kolomnya, Holt menulis: Kapten bekerja keras, kenapa Wenger tak mampu menjaga bintangnya untuk tak pergi?

Holt menegaskan bahwa Arsenal adalah klub yang memiliki tradisi bagus, gaya bermain yang dikagumi dan seorang manajer tenar. Bahkan kebijakan finansial Arsenal juga mendapat pujian meskipun kadang jadi alasan mandeknya prestasi Arsenal. Sudah diketahui, bahwa hingga kini Arsenal masih mengetatkan ikat pinggang sebab dana besar masih terbelenggu biaya pembangunan Emirates Stadium. Maka itu, Wenger tak bisa leluas mendatangkan bintang besar siap pakai. Wenger lebih senang memoles skuad tak tenar menjadi bintang masa depan.

Namun musim ini, Wenger sudah mendatangkan dua nama besar. Dua striker bernama Lukas Podolski dan Oliver Giroud.

Mendatangkan dua striker sekaligus mendatangkan tanya tanya? Apakah Wenger sudah tahu bahwa Arsenal tak akan mampu membentengi RvP untuk tak ‘cabut’ dari klub asal Kota London itu? bisa jadi ya. Itulah yang kemudian disoroti media-media Eropa.
“Mendatangkan Podolski dan Giroud membuat RvP tak cukup puas,” tulis Holt.

Lebih jauh, dalam tiga musim terakhir, Wenger harus bersusah hati meskipun tetap tersenyum. Coba tanyakan fans Arsenal, apakah luka mereka telah sembuh ketika menyaksikan Cesc Fabregas kembali ke Barcelona? Atau ketika Immanuel Adebayor dan Kolo Toure terpaksa dilepas karena masalah klasik berupa uang. Lalu musim lalu Arsenal juga ditinggal Gael Clichy dan Samir Nasri.

Dalam kurun waktu tiga musim, Arsenal sudah ditinggal dua kapten: Fabregas dan RvP. Musim depan siapa lagi yang akan meninggalkan Emirates Stadium? Asal bukan Arsene Wenger! (*)

Stoner Berpeluang 4 Besar Pemenang Sepanjang Masa

SIDNEY- Performa Casey Stoner di 2012 ini terbilang mengkilap. Karenanya, menjelang akhir kariernya, pembalap Australia ini berpeluang masuk posisi empat besar daftar pemenang sepanjang masa di kelas premier.

Berdasarkan statistik resmi yang ada saat ini, pembalap Repsol Honda tersebut menempati peringkat kelima dengan total 36 kemenangan. Juara dunia 2007 dan 2011 ini hanya perlu satu kemenangan lagi untuk menyamai prestasi pebalap legendaris Mike Hailwood.

Nah, dengan performanya saat ini, bukan mustahil Stoner menyamai, bahkan melampaui Hailwood. Apalagi, musim 2012 ini masih menyisakan 11 seri balapan lagi, yang memberikan cukup banyak peluang bagi mantan pebalap Ducati tersebut untuk naik podium utama.

Dari tujuh seri yang sudah dilakoni pada tahun 2012 ini, Stoner membukukan tiga kemenangan. Alhasil, dia untuk sementara menyamai perolehan poin rivalnya dari Yamaha, Jorge Lorenzo, dengan raihan 140 poin.

Meskipun punya peluang besar naik ke posisi keempat, tetapi tak mungkin bagi Stoner untuk menembus posisi tiga besar, yang dihuni Valentino Rossi, Giacomo Agostini, dan kompatriotnya, Mick Doohan. Pasalnya, dia masih tertinggal sangat jauh.(net/bbs)

McLaren Waspadai Red Bull

Yakin Sukses di Sirkuit Silverstone

LONDON- Seri kesembilan F1 musim ini akan dihelat di Sirkuit Silverstone, Inggris, akhir pekan ini. Kubu McLaren menyebut bahwa mereka punya kans cukup bagus di sirkuit itu.

Terakhir kali pembalap McLaren keluar sebagai juara adalah ketika balapan GP Kanada beberapa pekan silam. Ketika itu, Lewis Hamilton sukses keluar sebagai juara dengan mengungguli Romain Grosjean dan Sergio Perez.

Sedangkan balapan terakhir, pada GP Eropa di sirkuit jalanan Valencia, dimenangi oleh Fernando Alonso.
McLaren bertekad untuk memenangi balapan akhir pekan ini, Minggu (8/7), di Silverstone. Namun, Direktur Sport McLaren, Sam Michael, menyebut bahwa usaha mereka tak akan mudah.

Ia menyebut bahwa Red Bull bakal tetap menjadi lawan sulit, meski McLaren dinilainya cocok dengan karakter sirkuit. “Secara tradisi, kami memang tidak bagus di Valencia. Tapi, jika Anda melihat Silverstone akhir pekan ini, itu jelas lebih cocok dengan kekuatan mobil McLaren,” ujar Michael di Autosport.
“Biar bagaimanapun, mereka (Red Bull) mengalami kemajuan. Namun, saya pikir itu bukan kemajuan besar, tidak seperti kecepatan yang ditunjukkan Sebastian (Vettel) di paruh pertama Valencia dan kami akan mencoba untuk melewatinya di Silverstone.”

Di Valencia, Vettel tampil dominan nyaris di sepanjang balapan. Namun, ia gagal menyelesaikan balapan karena mobilnya bermasalah pada lap ke-33.(net/bbs)

Bank Sumut Raih Empat Penghargaan

Banking Service Excellence Award 2012

Bank kebanggaan masyarakat Sumatera Utara, Bank Sumut berhasil meraih empat penghargaan pada penyerahan Banking Service Excellence Award 2012 yang diselenggarakan di Hotel Mulia Senayan Jakarta, 28 Juni 2012 lalu.

Bank Sumut berhasil meraih Juara 2 Best Security, Juara 3 Best Teller, Juara 2 Best Phone Handling, dan berhasil meraih Juara 3 Best Over All tingkat BPD se-Indonesia. Award yang diberikan InfoBank ini diterima langsung oleh Pemimpin Divisi Coporate Secretary Eddy Azmar, Pemimpin Divisi SDM Agung Santoso, Pemimpin Cabang Jakarta-Senen Jaya Putra dan Susy Elvita Pasaribu Pemimpin Cabang Jakarta-Melawai. Banking Service Exellence Award 2012 ini sudah dilakukan sebanyak 15 kali atas kerjasama majalah InfoBank dan MRI.

Wakil Pemred yang juga Direktur Riset InfoBank Eko B Supriyanto dalam kata sambutannya menuturkan, Infobank merupakan satu garda terdepan yang berperan serta dalam meningkatkan pelayanan semua perbankan di Indonesia dan dalam melindungi industri perbankan.
“Kita perlu meningkatkan kepercayaan terhadap nasabah. Jangan cuma nasabah yang percaya pada kita. Contoh kecilnya, nasabah itu menyerahkan seluruh asetnya kepada kita, tapi saat nasabah mengisi form di meja teller atau CS, pulpennya diikat, inilah contoh kecil bank tidak percaya terhadap nasabahnya,” tutur Eko.

Dia juga mengatakan, saat ini tidak boleh ada pembedaan bank kecil, bank daerah dan bank swasta dengan bank asing. “Berdasarkan penelitian InfoBank, didapati ada BPR yang mampu mengalahkan bank asing. Jadi diharapkan, reward seperti ini dapat meningkatkan pelayanan perbankan,” ujarnya lagi.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Perbanas Sigit Pramono mengharapkan acara semacam ini agar dijadikan penyemangat dan pemicu untuk meningkatkan layanan perbankan di Indonesia. “Semua harus berlomba-lomba memberikan pelayanan terbaik,” pungkasnya. (*)

Pengemudi Ngantuk, CRV Tabrak Tiang Lampu Jalan

MEDAN-Mobil Honda CRV bernomor polisi BK 138 Z yang dikemudikan Tjin Hen Jong (57), warga Jalan Putri Hijau Kompleks Green Garden C-17, ringsek setelah menabrak tiang lampu jalan di Jalan Putri Hijau, tepatnya di depan Bank BRI, Kamis (5/7) siang.

Keterangan yang dihimpun, sebelum menabrak tiang lampu jalan mobil terlebih dahulu melompati trotoar pembatas di tepi jalan. Mobil sebelumnya melaju dari arah Jalan Putri Hijau menuju Jalan Perintis Kemerdekaan.  Pengemudi mobil, Tjin Hen Jong mengaku sempat tertidur sesaat sebelum terjadi kecelakaan.

“Tak tahulah, mungkin saya tertidur,” katanya.
Laju mobil terhenti setelah menghantam tiang lampu jalan. Hantaman keras mobil spontan mengejutkan warga sekitar yang sedang melintas. Beruntung, Tjin mengenakan sabuk pengaman sehingga tak mengalami cedera. (jon)

Pendidikan Kader PDI Perjuangan

MEDAN-DPP PDIP melaksanakan pendidikan kader di lingkungan partai. Tujuannya untuk membangkitkan kembali ideologi partai terhadap kadernya agar senantiasa berbuat dan dekat dengan rakyat.

Ketua Bidang Pertanian, Perikanan dan Kelautan DPP PDIP, Mindo Sianipar dalam sambutannya saat membuka kegiatan di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provsu Jalan Adam Malik Medan, Rabu (4/7), selain itu pendidikan kader juga merupakan momentum untuk membumikan ideologi dengan kerja nyata bagi para kader partai.

Hadir di acara tersebut Ketua dan Sekertaris DPD PDI Perjuangan Sumut, Panda Nababan dan HM Affan SSos, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut, Budiman P Nadapdap dan Ketua Panitia Pelaksana, Analisman Zalukhu. Mindo Sianipar menegaskan,  dengan dilaksanakannya pendidikan kader tingkat madya maka diharapkan menghasilkan kader yang memiliki ketajaman, dalam menyoroti dan menyelesaikan setiap permasalahan yang ada di masyarakat.
Sementara Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Panda Nababan menyampaikan, dengan dilaksanakannya pendidikan kader akan mampu menyahuti dan melaksanakan setiap instruksi dan harapan disampaikan Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarno Putri, dimana sudah saatnya kader PDI Perjuangan kembali mensolidkan perjuangannya terhadap rakyat.

Ketua Panitia Pelaksana Pendidikan Kader Madya DPD PDI Perjuangan Sumut, Analisman Zalukhu menyatakan, kegiatan pendidikan kader madya ini dilaksanakan selama mulai tanggal 4 hingga 8 Juli, dimana selama dua hari  merupakan kegiatan di lapangan, tinggal dan menginap bersama-sama di rumah masyarakat pada masing-masing peserta yang dilaksanakan di lima kecamatan di Kabupaten Langkat. (gus)

Bidan Harus Kuasai Teknologi

Tingkat kematian ibu dan anak di banyak propinsi di Indonesia masih cukup tinggi. Salah satu penyebabnya adalah masih kurangnya tenaga bidan terampil.
Demi membantu mengatasi persoalan ini, tiga institusi yaitu UNICEF Indonesia – XL – Nokia, bekerjasama menyelenggarakan program pembelajaran pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bagi para tenaga kesehatan (Bidan/Midwives). Sebagai pilot project, program ini akan diawali di Pemalang, Jateng, Selasa (26/6), lalu berlanjut ke Lombok Barat (4/7).

VP Central Region XL, Kencono Wibowo mengatakan,  manfaat positif TIK sangat banyak dan bisa dipergunakan oleh hampir setiap bidang kehidupan, termasuk untuk mendukung perbaikan kualitas hidup masyarakat. Sebagai pelaku industri TIK, XL berkomitmen untuk terus mensosialisasikan pemanfaatan TIK ini di berbagai bidang, tidak terkecuali bidang layanan masyarakat.

Program ini akan diikuti oleh total 202 orang bidan, sebanyak 141 orang di antaranya akan mengikuti program di Pemalang. Mereka akan mendapatkan materi pelatihan bagaimana memanfaatkan layanan SMS dan Nokia Life untuk mendapatkan informasi berupa materi-materi hasil riset UNICEF bersama pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kemampuan kebidanan dan isu-isu terbaru terkait kesehatan ibu dan anak.

Head of Marketing Nokia Indonesia, Lukman Susetio mengatakan, “Sesuai dengan strategi untuk menghubungkan “The Next Billion- satu miliar pelanggan berikutnya kepada informasi, Nokia berkomitmen untuk mendorong pemanfaatan teknologi komunikasi ke seluruh lapisan masyarakat melalui pendekatan holistik, menghadirkan kombinasi tepat perangkat dan layanan yang relevan dengan kebutuhan lokal. Melalui kolaborasi Nokia Indonesia dengan UNICEF, dan XL, kami berharap dapat memberikan kemudahan akses informasi relevan  untuk meningkatkan kemampuan bidan di Indonesia melalui layanan Nokia Life. (ila)

Harga Ekspor Sawit Turun

MEDAN- Hingga kini, harga ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) masih melemah atau tinggal di kisaran 975 dolar AS per metrik ton, akibat pengaruh krisis ekonomi dan banyaknya pasokan  minyak nabati lainnya.

“Sebelumnya harga di akhir April masih 1.180 dolar AS per MT (metrik ton) dan awal Juni 1.035 dolar AS. Harga CPO ini diperkirakan masih tetap berfluktuasi dengan tren melemah,” ujar Bendahara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumut, Laksamana Adiyaksa.

Dijelaskannya, dampak krisis ekonomi di AS dan Eropa mengganggu perdagangan CPO dengan melemahnya permintaan. Harga CPO semakin jatuh, karena dewasa ini harga minyak mentah sedikit melemah dan pasokan minyak nabati lainnya sedang banyak.

“Menurunnya harga ekspor membuat harga di pasar lokal juga turun atau tinggal Rp7.906 per kg dari sebelumnya yang masih Rp9.429 per kg,” katanya. Laksamana mengakui, penurunan harga ekspor CPO itu sudah diprediksi sejak 2011 setelah melihat permintaan tren melemah.

Wakil Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia ini menyebutkan, harga rata-rata CPO pada tahun 2012 diperkirakan hanya sebesar 1.050 dolar AS dari 2011 yang di kisaran 1.100 dolar AS per MT.

Penurunan harga CPO itu sendiri diperhitungkan dari melemahnya permintaan sebagai dampak krisis global yang masih dirasakan dan upaya-upaya negara produsen minyak nabati lainnya menekan harga sawit itu.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Suharno mengungkapkan nilai ekspor lemak dan minyak hewan/nabati Sumut  pada kuartal I masih bertumbuh 18,19 persen menjadi 1,421 miliar dolar AS.

Tetapi, diakui, pada April terjadi penurunan devisa akibat harga jual yang melemah. Di April, nilai ekspor ekspor golongan barang itu tinggal 308,365 juta dolar AS atau turun 24,97 persen dari Maret yang sudah 440,343 juta dolar AS. (ram)