Home Blog Page 13276

42 Sultan dan Raja Hadir di Medan

Festival Budaya Melayu Agung

MELAYU: Sultan Deli Tuanku Mahmud Lumanjiji Perkasa Alam (tiga dari kanan)  memasuki arena pembukaan Festival Budaya Melayu Agung di Lapangan Merdeka Medan, tadi malam.//TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
MELAYU: Sultan Deli Tuanku Mahmud Lumanjiji Perkasa Alam (tiga dari kanan) memasuki arena pembukaan Festival Budaya Melayu Agung di Lapangan Merdeka Medan, tadi malam.//TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
MEDAN- Pembukaan Festival Melayu Agung yang diselenggarakan di lapangan Merdeka Medan pada Jumat malam (6/7) kemarin berlangsung meriah. Acara ini makin semarak karena dihadiri 42 sultan dan raja dari seluruh Nusantara.

Tidak itu saja, seluruh pejabat Pemerintah Kota Medan bergoyang mengikuti irama lagu yang dibawakan oleh Iyeth Bustami yang merupakan bintang tamu dan pengisi acara. “Budaya merupakan peninggalan yang harus dilestarikan. Dengan budaya akan membuat kita mengenal sejarah kita asal muasal kita,” ujar Walikota Medan, Rahudman Harahap dalam kata sambutannya di acara pembukaan.

Acara ini merupakan perayaan untuk mendukung program Visit Medan Year 2012 yang saat ini sedang digalakkan oleh Pemko Medan. Apalagi budaya Melayu yang hampir ada diseluruh Nusantara, terutama di Medan yang masih berdiri dengan megah Istana Maimun yang merupakann
peninggalan Kesultanan Deli. “Jadi tidak salah bila acara ini dilangsungkan di Medan,” tambah Rahudman.

Bbeberapa sultan dan raja yang ahdir adalah Sultan Deli Tuanku Mahmud Lumanjiji Perkasa Alam, Sultan Hamengkubuwono X dari Yogyakarta, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin dari Sultan Palembang, dan lainnya. Begitu pun raja atau sultan dari kerajaan  seperti dari Solo, Bali, Sulawesi Selatan. Semunya hadir dengan menggunakan pakaian asli daerah masing-masing. Tidak heran, suasana dalam acara ini seakan kembali ke zaman kerajaan.
Acara bertambah meriah, saat bintang tamu yang merupakan artis ibu kota, Iyeth Bustami, menyanyikan beberapa lagu yang berirama Melayu, seperti Laksmana Raja di Laut, Fatwa Pujangga, Cindai, dan Marilah Kemari. Saat mencoba menyanyikan salah satu yang membuatnya terkenal, Laila Canggung, dengan santai Iyeth mengajak ibu wali kota, Yusra br Siregar untuk bernyanyi bersama.

Tidak ingin kalah dengan sang istri, Wali Kota Rahudman Harahap pun meminta sebuah lagu berirama dangdut untuk dinyanyikan. Tidak mau kalah, Iyeth bersedia bernyanyi dengan syarat harus ada yang joget. Tak pelak, Rahudman pun menyuruh seluruh Kadis Pemko Medan yang memakai baju adat Melayu pria berwarna kuning untuk turun segera bergoyang ikut serta dengan Iyeth Bustami. Akhirnya lagu Terajana pun mengalun dari mulut Iyeth dengan merdu diiringi oleh tarian para Kadis.

Ternyata, suasana meriah yang dihadirkan Iyeth belum berakhir, setelah sang wali kota, wakil walikota T Dzulmin Eldin pun meminta sebuah lagu untuk dinyanyikan. Anak Medan yang membuat suasana semakin meriah. (ram)

Rebut Kembali Kejayaan, UHN Go International

Dari Kongres I Ikatan Alumni UHN

BERSAMA: Rektor, alumni, panitia, undangan dan panitia. Berita-foto terkait di halaman 7.//istimewa
BERSAMA: Rektor, alumni, panitia, undangan dan panitia. Berita-foto terkait di halaman 7.//istimewa
Cita-cita besar kampus swasta pertama di Pulau Sumatera yang sempat terkubur itu kembali bangkit di ruang perpustakaan, kemarin (6/7). Ratusan sivitas akademika menyalakan tekad untuk diperhitungkan di level yang lebih harum: ‘UHN Go International’.

TEKAD itu disepakati dalam dialog interaktif bertema ‘Universitas HKBP Nommensen Membangun Indonesia dari Sumatera Utara’ di Jalan Sutomo No 4A, Medan, yang menjadi pembuka Kongres I Alumni UHN yang berlangsung 6 dan 7 Juli 2012. Wajar, mengingat kampus ini sudah berdiri sejak 7 Oktober 1954. Usianya kini menjelang 58 tahun.

Rektor UHN Dr Ir Jongkers Tampubolon MSc yang tampil sebagai keynote speaker mengatakan, jalan ke arah itu sedang dipersiapkan. Pada 2014, universitas menargetkan sudah menetapkan indikator penting untuk melampaui standar univesitas tingkat internasional.

Kemudian pada 2020, UHN sudah masuk jajaran universitas yang diperhitungkan di Asia. Dan padan 2025, UHN masuk daftar universitas kelas dunia. “Mau urutan ke seribu atau ke seribu lima ratus yang penting terdaftar sebagai universitas kelas dunia,” papar Jongkers.
Target pencapaian itu UHN melahirkan pemimpin nasional pada 2030.

Untuk mencapai tujuan itu, rektor mengakui penting dan sangat strategisnya peran serta alumni sebagai stakeholder. Karenanya, Jongkers mengharapkan alumni berperan aktif mengawasi dan mengawal program ini, terutama pada masa transisi kepemimpinan universitas yang akan memasuki periodeisasi pada 2014 mendatang.

“(Cita-cita dan program tersebut) jangan sampe dibelokkan,” tegas Jongkers saat ditemui usai diskusi.

Jongkers lantas membeber kembali proses dibukanya universitas ini pada 1954 dengan kehadiran Fakultas Ekonomi dan Theologi. Dia menggambarkan bagaimana sejak awal UHN ada untuk membangun bangsa yang berawal dari bidang ekonomi dan spiritual.

“Sewaktu itu banyak perusahaan yang ditinggal orange sing. Kita butuh sumber daya untuk mengisi kekosongan SDM,” katanya menyebut latar belakang kehadiran UHN.

Dalam perjalanannya, universitas sanggup menghasilkan alumni yang berkemampuan dan berintegritas dan berkiprah di segala bidang, di Indonesia hingga ke luar negeri. Hingga pada era 1990-an, saat UHN terimbas dinamika di lembaga HKBP, organisasi gereja sebagai salah satu stakeholder.

“Peristiwa itu meninggalkan luka. Rektor-rektor sebelum saya bekerja keras mengtasi hal itu, dan masih terasa di awal-awal kepemimpinan saya pada 2006 lalu,” ujar pria yang memperoleh gelar doctor dari Universitas Georg August, Jeman, ini.

Jongkers kemudian memaparkan berbagai pencapaian selama kepemimpinannya. Melalui misi ‘Rebut Kembali Kejayaan UHN’ di periode pertama 2006-2010, UHN berhasil memperbaiki kurikulum, peningkatan kemampuan SDM, perbaikan infrastruktur, hingga menghidupkan kembali jaringan kerja sama di dalam dan luar negeri.

Demikian pula di dua tahun periode keduanya, ia mengemban misi besar bertajuk ‘ Membangun Indonesia dari Sumatera Utara’.

“Bukan mimpi membangun Indonesia dari Sumut. Caranya, bangun pendidikan berkualitas, bermutu dengan harga terjangkau,” tuturnya.
Beberapa indikator keberhasilan itu antara lain, terdongkraknya jumlah mahasiswa UHN dari sekitar 6.500 orang pada 2006 hingga sekitar 13.000 mahasiswa saat ini. Secara finansial, volume anggaran yang semula hanya Rp24 miliar, tumbuh menjadi Rp74 miliar, serta banyaknya kegiatan di universitas yang 20 persen diantaranya dibiayai pihak ketiga, dari dalam dan luar negeri.

Pemaparan ini disambut positif dan antusias tiga panelis yakni, praktisi properti Dr Ir Matius Yusuf, ekonom Dr Edison Hulu MEc, serta akademisi dari UHN Prof Dr Monang Sitorus.

Dr Ir Matius Yusuf menggarisbawahi pentingnya teamwork dalam mencapai gol yang diinginkan. “Menggabungkan orang pintar itu tidak mudah, apalagi (menyatukan persepsi dengan sesama) orang Batak,” alumni Fakultas Teknik, jurusan Teknik Sipil UHN, angkatan 1976 ini mengingatkan.

Ratusan alumni dan undangan kontan tertawa. Dr Matius yang kerap muncul di televisi swasta membawakan program komersil perumahan Agung Podomoro Grup ini lantas berbagi beberapa kiat sukses. Ia menekankan betapa pentingnya peran semua pihak, terutama alumni dalam mendukung dan mensukseskan program besar UHN.

“Sudah ada kemauan, program dan usaha. Mari rapatkan barisan. Saya yakin, UHN bisa rangkin 100 dunia,” ujar pakar properti ini yang disambut gemuruh tepuk tangan audiens.

Panelis Dr Edison Hulu, MEc lebih menekankan bagaimana pentingnya riset dalam universitas. Dia mengungkapkan, kegiatan di universitas yang sudah maju sekitar 60 persen berhubungan dengan riset. “Karena itu, jadikanlah UHN sebagai pusat penelitian dan penghasil berbagai temuan dan harus dipublikasikan,” katanya memberi pandangan.

Diakuinya, urusan riset akan selalui bersentuhan denganbiaya. Untuk itu, dia mengimbau alumni menggagas pembentukan dana abadi untuk menopang berbagai kegiatan di universitas. “Berkaca dari universitas terkemuka di AS, UHN harus punya endoorsment funds (dana abadi). Di sinilah salah satu peran alumni yang akan berkongres besok (hari ini, Red),” sebutnya.

Dr Edison Hulu tak lupa bernostalgia mengenang kejayaan UHN di masa lalu. “Saya tidak bisa lupa, pada 1982, seorang mahasiswa UHN mendapat penghargaan sebagai mahasiswa teladan. Setiap ujian dia mendapat nilai A. Orang itu berdiri di sini sekarang,” katanya menunjuk  dirinya yang kembali disambut tepuk tangan. “Karena itu, UHN harus mendapat akreditasi A. Harus nilai A, ya…,” sebutnya lagi.

Prof Dr Monang Sitorus juga menekankan pentingnya berbagai persiapan untuk mewujudkan misi besar UHN. Dengan mengurai tujuh indikator universitas dinilai dalam proses akreditasi, Prof Monang menekankan hal mendasar: “Laksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.”

Prof Monang juga menggambarkan, sebuah universitas idelanynya memiliki 6 doktor di tiap program studi (prodi). Karena UHN punya 29 prodi, berarti UHN butuh 174 dosen berkualifikasi doktor. “Kalauini tercapai, UHN pasti terdaftar sebagai universitas terkemuka di dunia,” kata doesn UHN yang juga alumni ini pasti.

Selain para panelis dan nara sumber, diskusi dengan moderator Dr Hinca Panjaitan SH MBA itu, para undangan, alumni dan mantan rektor memberikan kritik dan saran. Diskusi yang berlangsung cair itu membawa kesegaran baru dan tekad yang kuat untuk mencapai gol yang sudah ditetapkan. Yes, UHN Go International!  (tms)

DP Rumah Naik, Konsumen Kesulitan

MEDAN- Kebijakan Bank Indonesia untuk menaikkan Down Payment (DP) rumah tipe 70 ke atas, tidak memiliki dampak terhadap harga rumah bekas huni atau secondary. Terbukti, minat masyarakat untuk membeli rumah bekas huni masih dalam tahap wajar, atau dapat dikatakan belum memiliki kenaikan penjualan.

Menurut Ketua Umum Real Estate Indoneis (REI) Sumut Tomi Wistan, harga rumah ditentukan oleh daerah, luas lahan, dan lainnya. Sehingga perbedaannya harga rumah baru tidak jauh berbeda. “Belum ada kenaikan permintaan sama sekali, ini kan tergantung dari daerah, tipe rumah, dan luas lahan yang menentukan harga rumah tersebut,” ujarnya.

Selain ditentukan oleh daerah, belum adanya kenaikan permintaan akan rumah bekas huni juga karena ada inisiatif pengembang untuk bermain dalam pembayaran DP. “Pengembang melakukan pembayaran DP secara bertahap, dan ini sudah dilakukan sehingga memudahkan konsumen untuk membayar lagi,” tambahnya.

Tomi menjelaskan, ada dampak terkait dengan kebijakan dari BI ini, terutama bagi pengembang dan konsumen. Tetapi dipastikan dampak tersebut tidak akan berlangsung lama, sekitar 6 bulan ke depan masyarakat dan pengembang juga sudah mulai biasa.

“Dampak paling besar yang akan dihadapi dari kebijakan ini adalah pengembang, cost flow nya akan berjalan lambat. Sedangkan untuk konsumen akan sedikit lebih sulit untuk memiliki rumah,” tambahnya.

Dirinya memisalkan, dahulunya sebelum adanya kebijakan ini, setiap konsumen sudah dapat memiliki rumah dengan DP hanya 10 persen, dan begitu juga dengan pengembang untuk dijadikan modal. Tetapi, saat ini pengembang harus sedikit bersabar untuk mendapatkan modal, dan begitu dengan konsumen untuk memiliki rumah.

“Nah, ini dia yang dimaksud dengan perlambatan pertumbuhan, karena rumah sedikit kurang laku, dan pengembang akan sedikit sulit untuk mendapatkan dana segar,” tambahnya.

Sekretaris Asosiasi Pengembang Pertumbuhan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Sumut, Irwan Ray juga menjelaskan hal yang sama, harga rumah tergantung dari daerah. “Rumah sebelum dijual akan dinilai dahulu oleh apersal (tim penilai). Karena itu, kenaikan ini tidak ada dampak sama sekali dengan penjualanan rumah baru dengan rumah bekas,” ujarnya.
Apalagi pada umumnya, rumah bekas huni memiliki sistem pembayaran secara tunai. Sehingga akan sedikit menyulitkan masyarakat untuk memiliki dana tersebut. “Kalau rumah barukan pada umumnya di KPR kan, atau bayar kredit. Sedangkan rumah bekas huni bayarnya secara tunai, orang akan memilih pembayaran secara kredit dibandingkan dengan tunai,” lanjutnya.
Untuk saat ini, dirinya belum mampu menjelaskan atau memiliki data lengkap terkait dengan penjualanan rumah bekas huni dan rumah baru. Karena sulit untuk mendeteksi penjualanan rumah bekas huni, yang lebih umum dijual secara personal. “Kalau rumah baru kan cenderung di KPR, jadi datanya sudah tersimpan di bank atau developer itu sendiri,” tambahnya. (ram)

IMB Hadir di Medan

MEDAN – Indonesia Mencari Bakat (IMB) kembali hadir di Medan. Ajang yang memberikan kesempatan untuk masyarakat kita hadir selama 2 hari di Fakultas Rarmasi Universitas Sumatera Utara, pada 7 hingga 8 Juli mendatang.  Pencarian bakat yang dapat diikuti oleh semua usia dari berbagai kalangan ini akan memudahkan masyarakat untuk mewujudkan impiannya.

“Dalam ajang pencarian bakat ini, kita menerima semua bakat yang dimiliki, dari semua usia,” ujar Marketing Public Relations IMB, Ichwan dalam acara temu pers yang diselenggarakan di Garuda Plaza Hotel (Jum’at, 6/7) kemarin. Ichwan menjelaskan,  dari berbagai kota yang dikunjungi dalam pencarian bakat ini, apresiasi Kota Medan selalu luar biasa.

Untuk semua bakat yang dimiliki dapat dipamerkan dalam ajang ini, seperti olah vokal, tari, musik, dan berbagai bakat lainnya. Tidak harus bertumpu dengan satu bakat saja.

Sebelum dibawa ke Jakarta untuk bertanding secara nasional pada Oktober 2012 mendatang, seluruh peserta akan di sharing di daerah, “Kita tidak punya kuota berapa peserta yang akan dibawa ke Jakarta, kalau bakat yang dimiliki memang bagus, dan potensinya juga baik, kita akan bawa ke Jakarta untuk ditandingkan, jadi bisa saja dari Medan 10 orang atau lebih, ataupun kurang,” lanjutnya.  Nantinya peserta akan bertemu dengan para juri seperti ditahun sebelumnya, Sarah Sechan, Addie MS, dan Titi Sjuman.

Disadarinya, banyak sudah televisi yang menjual berbagai program pencarian bakat, sehingga persainganpun semakin tinggi dipasaran. “Tetapi IMB berbeda, kita tidak fokus hanya pada 1 bakat dan usia. Kita buka kesempatan seluas-luasnya untuk siapa saja, ‘’ lanjutnya. (ram)

Gergaji Diselundupkan Pacar saat Menjenguk

Tahanan Kabur Ditangkap

MEDAN-Dua tahanan Polresta Medan yang sempat melarikan diri dari rumah tahanan Mapolresta Medan, Kamis (5/7) sekira pukul 03.00 dini hari, berhasil ditangkap kembali.

Keduanya ditangkap di tempat dan waktu yang berbeda. Samsudin alias Udin (29) ditangkap Kamis (5/7) sekira pukul 17.00 WIB. Tahanan kasus pencurian dengan pemberatan itu, diamankan di rumah keluarganya di Binjai.

Setelah mengamankan Samsudin, petugas kemudian melakukan pengembangan, dan berhasil mengamankan Dedi Irianto (32), lima jam kemudian. Tahanan yang terjerat kasus pembunuhan itu diamankan di kawasan Pasar 11 Tembung, Kamis (5/7) malam, sekira pukul 22.30 WIB.
Dari tangan keduanya, petugas menyita dua buah gergaji besi yang dipakai untuk menggergaji ventilasi udara ruang tahanan.

Kasat Reskrim Polrestan Medan, Kompol M Yoris Marzuki menyebut, gergaji masuk kedalam sel tahanan sejak hari Selasa (3/7) lalu.
“Gergaji masuk sejak hari Selasa lalu. Yang bawa gergaji itu wanita berinisial SA (Siti Nurhasanah) yang dimasukkan ke dalam bajunya. SA itu pacar si Samsudin,” ujar Yoris.

Yoris menyebut, setelah gergaji masuk ke dalam sel, Selasa malam kedua tahanan itu mulai menggergaji besi ventilasi udara, sebelum akhirnya melarikan diri pada kamis dini hari, sekira pukul 03.00 WIB. “Mereka menggergaji saat tahanan yang lain sudah tidur,” sebut Yoris.
Dengan masuknya gergaji ke dalam sel, Yoris mengaku kebobolan.

“Saya akui petugas bobol. Petuga tidak memeriksa apa yang dibawa SA saat berkunjung ke dalam sel,” sebut Yoris.

Yoris mengatakan, otak pelakunya adalah Rizky Arianto Nasution. “Rizky lah yang menyuruh pacar Samsudin untuk membawa gergaji ke dalam sel. Dia kemudian mengintimidasi tahanan yang lain agar ikut kabur bersamanya,” ungkap Yoris.

Selain mengamankan keduanya, Yoris juga mengaku sudah mengamankan wanita berinisial SA.
“Sudah kami amankan, dia akan dikenakan pasal pidana juga,” sebut Yoris.

Rizky Arianto Nasution dan Samsudin adalah dua dari 16 tahanan di Blok C  yang berhasil kabur. Selain mereka berdua, satu tahanan lainnya, Raja Daud warga Jalan Brigif 7 Marindal juga mencoba kabur. Namun, saat ingin meloncat tembok ruang tahanan, dia keburu diamankan Satpam Permumahan Vila Jati Mas.

Kepada Sumut Pos, Raja Daud mengaku mencoba kabur karena tidak tahan atas perlakuan yang diterimanya.
“Nggak tahan aku bang. Di dalam di siksa terus sama tahanan yang lain,” ujarnya.

Sementara dua tahanan yang berhasil kabur, enggan berbicara banyak. Keduanya hanya memberikan keterangan seadanya. “Aku menggergaji besi itu pas tahanan yang lain sudah tidur,” ujar Rizky singkat, sembari digiring petugas ke dalam sel.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, dua tahanan melarikan diri dari Rumah Tahanan Polresta Medan. Keduanya kabur setelah menggergaji besi ventilasi udara, selama dua hari lamanya. Satu dari dua tahanan, gagal kabur, setelah ditangkap satpam perumahan Vila Jati Mas, saat hendak melompat tembok. (mag-12)

Berita sebelumnya: Tahanan Polresta Kabur

Kelurahan Laucih 10 Besar Terbersih

MEDAN-Kelurahan Lau Cih, Kecamatan Medan Tuntungan masuk nominasi peringkat 10 besar kelurahan  terindah dan terbersih se-Kota Medan.
“Ini merupakan hasil kerja keras bersama-sama kepala lingkungan dan warga yang turut berpatisipasi menjaga kebersihan dan menatan
keindahan serta penataan taman di lingkungan masing-masing,” bilang Lurah Lau Cih, Ilyan Candra Simbolon SSTP MSP.

Diterangkannya, arapat kelurahan selalu rutin melaksanakan gotong-royong setiap dua minggu sekali yakni hari Sabtu dan Minggu  bersama masyarakat sekitar.

“Target utama dalam gotong-royong membersihkan drainase,” ucapnya.

Ilyan berharap patisipasi warga menciptakan kebersihan di setiap lingkungan terus dijaga dengan sebaik-baiknya.
“Dengan kerjasama, kebersihan terus tercipta,” bilang Ilyan.

Ilyan menyebutkan, warga hendaknya segera melapor jika melihat sampah menumpuk di pinggir jalan. (omi)

Launching XL XmartPlan, Konsumen Serbu Bumi Com

istimewa for sumut pos
RAMAI: Konsumen di retail outlet (RO) Bumi Com di Jalan Sumatera  No 73  Medan.

RAMAI: Konsumen di retail outlet (RO) Bumi Com di Jalan Sumatera No 73 Medan.//istimewa for sumut pos
MEDAN-Produk terbaru dari XL yaitu XmartPlan sangat mempengaruhi omset retail outlet (RO) Bumi Com, di Jalan Sumatera No 73 Medan. Sejak di launchingnya kartu XmartPlan beberapa minggu lalu, para konsumen berbondong-bondong mendatangi Bumi Com untuk mendapatkan kartu yang memiliki banyak keuntungan bagi pelanggan.

“Keuntungan Bumi Com naik 50 persen sejak diluncurkannya kartu XmartPlan. Kartu XmartPlan banyak dimintai oleh semua kalangan, mulai dari pelajar hingga eksekutif muda yang menggunakan BlackBerry maupun Smartphone,” kata Pemilik Bumi Com, Salim.

Menurut Salim, alasan pelanggan memilih  XmartPlan sebagai simcard di HP ataupun di tablet, dikarenakan jaringan XL yang sangat
cepat dan tanpa tertunda. Sehingga para pelanggan merasa nyaman saat berselancar di dunia maya dengan menggunakan jaringan XL.
“Menurut pelanggan yang membeli kartu XmartPlan, mereka sangat puas dengan kecepatan jaringannya. Apalagi jaringan HotRod 3G XL yang super cepat. Perbedaan kecepatan saat berinternet menggunakan jaringan XL sangat beda di rasakan para pelanggan saat mereka menggunakan operator lain. Hal ini yang membuat mereka beralih untuk memakai kartu XL,” tambah Salim.

Fitur dan kelebihan/bonus menarik paket XmartPlan. Dapat meihat Video Streaming Tanpa Buffering di area yang ter coverage area HotRod 3G. Terdapat di Menu UMB *123# khusus untuk pengguna SmartPhone Bonus Internet + Nelpon + SMS Gratis. Kualitas suara yang lebih jernih Koneksi Internet yang lebih cepat sampai dengan 7,2 Mbps paket promo Rp99.000 untuk 3 bulan. (ila)

Terbuai Janji Manis Pacar

MEDAN-Terbuai janji manis sang pacar, seorang siswi SMP rela digagahi sang pacar. Kisah getir ini dialami siswi kelas III, berinisial AM (14), warga Jalan Air Bersih Gang KKP, Medan Kota.

Didampingi oleh orangtuanya, Elfi  (35), korban mengaku jika dirinya telah enam kali ditiduri kekasihnya yang notabene adalah seorang mahasiswa yang sedang menimba ilmu di sebuah perguruan tinggi swasta di Medan.

Elfi  (35) mengatakan, peristiwa pencabulan yang dialami anaknya dilakukan oleh Muhammad Hera Al Mazu (23), warga Tebing Tinggi. Kejadian itu sendiri bilang Elfi, terbongkar Kamis (28/6) lalu, saat keluarga merasa curiga melihat tingkah laku anaknya.

“Dia (Korban AM) selama ini sering tersenyum dan riang namun belakangan menjadi murung dan frustasi. Melihat kecurigaan tersebut saya coba tanya apa yang telah dialaminya. Meskipun awalnya tidak mengaku namun setelah dipaksa akhirnya dia bilang kalau dia telah melakukan hubungan layaknya suami istri dengan pria yang diakuinya telah dikenal sejak beberapa tahun lalu,”ujar sang ibu, saat ditemui di Ruang IGD RSUD dr Pirngadi Medan guna menjalani visum.

Masih menurut Elfi, peristiwa pencabulan yang dilami anaknya terjadi di kamar kost pelaku yang berlokasi tidak jauh dari kediamannya, awal Januari 2012 lalu.

Kejadian pencabulan tersebut, sambung Elfi, terjadi saat anaknya masih duduk di kelas II SMP.

“Sebenarnya kami tidak melarang dia (korban) dekat dengan teman lelakinya, bahkan laki-laki (pelaku) itu juga sering main ke rumah. Tapi kami nggak nyangka ternyata hubungan mereka sudah sejauh ini,”ungkapnya.

Setelah berhasil merenggut kegadisan korban membuat pelaku semakin rajin untuk mengajak korban bermain ke kamar kosnya, hingga akhirnya peristiwa pencabulan tersebut terulang hingga enam kali.

Akibat kejadian yang dialami anak kedua dari empat bersaudara itu, Elfri selaku orangtua selanjutnya mengajak korban ke Mapolresta Medan untuk membuat pengaduan, Kamis (5/7), dan selanjutnya menjalani visum di RSUD dr Pirngadi Medan.

Ayah korban dan pihak keluarga sebelumnya sempat memberikan kesempatan kepada pelaku untuk datang mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Namun setelah seminggu ditunggu dan tidak menunjukkan iktikad baik maka keluarga memutuskan untuk melaporkannya ke penegak hukum, agar pelaku menyadari tindakan yang dilakukannya telah merusak masa depan anak kami,”ujarnya. (uma)

Empat Rumah Ludes Dilalap Api

Orang-orang Berteriak, Seram Kalilah…

MEDAN-Kebakaran kembali terjadi di Kota Medan. Kali ini menghanguskan 4 rumah di Jalan SM Raja Medan, Gang Mandailing, Kelurahan Sitirejo III, Medan Amplas, Jumat (6/7) sekira pukul 01.30 WIB. Keterangan Hasna (60), warga sekitar mengatakan api berasal dari rumah bernomor 3 yang tengah.
“Kalau saya lihat apinya dari rumah yang tengah. Rumahnya ini kan berdempet 3, satu dinding. Cepat kali maraknya, pas saya keluar saja api udah sampai ke dinding rumah kami, syukurlah anginnya ke arah belakang, makanya kena 1 rumah di belakang,” ujar wanita paruh baya itu.

Menurutnya, setengah jam sebelum terjadinya kebakaran, aliran listrik di sekitar daerah itu padam. Namun selang setengah jam listrik kembali hidup. Tiba-tiba saja api sudah membakar ketiga rumah dan 1 rumah yang berada di belakangnya.

“Sebelum kebakaran sempat mati lampu, terus hidup. Selang setengah jam pas saya matikan lampu senter, kok dengar orang teriak kebakaran. Rupanya sudah tinggi kali apinya, pokoknya seram kalilah, panik saya dibuatnya” ujarnya.

Saat ditanyai tentang pemilik rumah tersebut, ia mengatakan tidak begitu mengenal tetangganya tersebut lantaran yang tinggal di rumah itu baru 2 bulan menyewa di rumah tersebut.

“Kalau saya nggak kenal kali, soalnya belum sampai 2 bulan tinggal di sini.Kalau yang sebelahnya rumah Buk Haji kami panggil. Terus rumah yang satu lagi kosong, yang punya Mamak Agil. Orangnya pulang kampung ke Siantar karena liburan,” terang ibu yang sudah tinggal 30 tahun di samping rumah yang terbakar tersebut.

Menurut keterangan Irianto Pulungan, Kepala Lingkungan 1, Kelurahan Sitirejo III, Kecamatan Medan Amplas mengatakan, saat kejadian dia tengah tertidur dan mendengar jeritan dari warga kalau terjadi kebakaran.

“Saya lagi tidur, dengar teriak kebakaran. Pas keluar rupanya udah tinggi kali apinya, kan pas kali rumah yang terbakar di sebelah rumah saya,” ujarnya.
Menurutnya, warga yang menempati 3 rumah tersebut yakni  Agung Saputra, Dedek dan Rohani Pulungan, dan 1 rumah di belakang yang terletak di Gang Masjid milik Samsir. Agung saat ini masih berada dikampungnya di Siantar, dan rumahnya dalam keadaan kosong.

Sedikitnya 10 unit mobil pemadam kebakaran turun ke lokasi untuk memadamkan api. “Lama kali datangnya, untunglah lurahnya langsung nelepon ke pemadam. Soalnya, kalau warga yang nelepon nggak percaya pemadam,” kesalnya. (mag-12/smg)

Pohon Tua tak Boleh Ditebang

MEDAN-Kadis Pertamanan Kota Medan, Erwin Lubis mengatakan, banyaknya pohon yang tumbang di Kota Medan merupakan bencana.
“Angin kencang pohon tumbang, itu kan bencana,” kata Erwin.

Erwin mengungkapkan, upaya untuk mengantisipasi pohon tumbang melakukan perawatan, pemangkasan.

Kenapa tak ditebang? “Tidak bisa karena ada prosedurnya. Paling perawatan saja,” kata Erwin.

Pohon penghijauan yang harus dirawat oleh Pemko Medan sebanyak 60.880 pohon. Sedangkan jumlah pohon secara keseluruhan 538.821 pohon dengan perincian pohon di atas 7 tahun sebanyak 132.058 dan pohon yang muda alias sisipan ada 406.763. (gus)