Home Blog Page 13278

Pengurus APPSU Dilantik

MEDAN- Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara, H Gatot Pujo Nugroho ST diwakili Kepala Dinas Pertambangan Sumut Ir Untungta Kaban, Selasa (2/7) malam pukul 21.00 WIB melantik pengurus Asosiasi Pengusaha Pertambangan Sumatera Utara di Convention Hall Hotel Tiara Medan.
Untungta Kaban saat membacakan pidato Plt Gubsu itu mengatakan kiranya APPSU yang baru dilantik dapat membantu program-program pertambangan di Sumatera Utara, sehingga Sumut terus maju.

Dia juga tidak lupa memaparkan potensi sumber daya pertambangan di Sumut  seperti logam dan mineral dapat terus meningkat potensi yang baik.
“Bila potensi sumber daya tambah ini dapat terus dimajukan dan dikembangkan. Tentunya akan meningkatkan kebaikan untuk Sumut,” bilangnya
Tentunya, sambung Untungta Kaban, untuk meningkatkan kemajuan potensi di Sumut ini sendiri dibutuhkan investor. Dimana, bila investor ini mau, akan meningkatkan industri pertambangan Sumut.

“Saya kira dengan dibentuknya wadah APPSU ini dapat terus mendongkrak industri pertambangan yang ada di Sumut,” katanya.

Ketua APPSU, Abady Nainggolan dalam sambutannya juga menyebutkan kalau APPSU yang baru terbentuk 30 Sepetember 2011 dan dideklarasikan pada 13 Desember 2011 ini siap  membantu program kemajuan pertambangan yang ada di Sumut. Dimana, APPSU juga mempunyai program yang sama yakni untuk menuntaskan kemiskinan dan pengangguran bagi warga Sumut.

“Tentunya untuk menuntaskan kemiskinan dan pengangguran warga Sumut. Pihak pemerintah Sumut harus bisa berjalan sama,” bilang Abady. Dia juga berharap kepada pihak Gubsu dan instansi pemerintah serta para bupati agar bisa bekerjasama dengan APPSU. “Bila jalinan kerjasama ini terus erat dan bersatu. Saya yakin dunia industri pertambangan Sumut makin maju,” ungkapnya.

Dia juga tidak lupa menguraikan tentang tujuan dibentuknya APPSU. Dimana, APPSU dibentuk untuk mengumpulkan para pengusaha yang ada di Sumut untuk bisa bergabung dalam wadah ini.

Sementara itu salah satu pendiri APPSU, Prof Syamsul Arifin mengatakan bersyukur karena telah terbentuk wadah para pengusaha pertambangan di Sumut. Sehingga, dengan terbentuknya wadah ini mampu meningkatkan industri pertambangan Sumut. “Pertambangan merupakan aktifitas dampak positif yang bisa kita gapai dalam meningkatkan industri,” bilangnya.(omi)

PII Harus Perkuat Identitas Politik Islam

MEDAN- Ketua DPW PPP Sumut H Fadly Nurzal SAg menegaskan agar kade-kader Pelajar Islam Indonesia (PII) harus memperkuat identitas politik Islam. Sebab, peran politik Islam ke depan sangat banyak mendapatkan tantantang.

Hal itu disampaikan Fadly Nurzal ketika menjadi pemateri pada acara Leadership Advanced Training dan Pendidikan Instruktur Dasar (PID) yang dilaksanakan PW PII Sumut di Yayasan Perguruan Nurul Azizi, Jalan Suka Elok Medan, Kamis (28/6) lalu.

Dalam kesempatan itu, Fadly menceritakan perkembangan peta perpolitikan Indonesia sejak Zaman Bung Karno, Soeharto dan reformasi saat ini, yang intinya identitas Politik Islam itu terjadi pasang surut.

“Politik di Zaman Bung Karno ada namanya Nasionalis, Agama dan Komunis (Nasakom), atau yang saya istilahkan dengan pembangunan politik. Lantas di zaman Soeharto, saya sebut sebagai politik pembangunan karena seluruh instrumen diarahkan untuk mensukseskan gagasan politik pembangunan Soeharto. Sampai-sampai keberadaan organisasi parpol Islam ketika itu disatukan atau difusikan menjadi satu partai yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP),” ujar Fadly.

Namun sebut Fadly, recovery partai politik kita di era reformasi terlambat dalam menyahuti kepentigan reformasi itu sendiri sehingga kondisinya seperti saat ini, carut marut. “Nah disinilah peran politik Islam itu sangat dituntut agar bangsa ini tidak terjebak dalam kebebasan yang sesat melanggar norma-norma agama yang merupakan pegangan kuat bagi kita generasi muda Islam,” ujar Fadly.

Dia menegaskan, dirinya heran ketika ternyata banyak generasi muda kita yang menangis saat Lady Gaga itu batal konser ke Indonesia. Namun tidak ada generasi muda yang menangis ketika kebudayaan kita seperti tor-tor. (ade)

Dua Mobil Siap Layani Pengurusan Akta Kelahiran

MEDAN-Untuk memudahkan warga Kota Medan dalam mengurus akta kelahiran dan surat nikah, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan melakukan sistem jemput bola untuk menerima warga Kota Medan yang akan mengurus pembuatan akta kelahiran. Setiap hari dua unit mobil milik Disdukcapil disiapkan untuk melayani keperluan tersebut.

‘’Dua mobil kita punya jadi dua mobil itu kita operasikan untuk memberikan pelayanan kepada warga,”ujar Kadisdukcapil Kota Medan Muslim.
Muslim mengatakan, satu mobil diisi dua petugas yang stanby di Kantor Camat, kemudian petugas ini bergerak dengan mobil tersebut mengumumkan kepada warga dengan alat penggeras suara (TOA) secara mobile. “Kita umumkan kepada warga menggunakan TOA, setiap mobil diisi tiga petugas kita, jadi dua mobil 6 petugas yang terjun ke lapangan,”ucapnya.

Untuk saat ini, pihaknya masih melakukan sistem ini di 4 kecamatan yakni Kecamatan Medan Marelan, Medan Deli, Medan Labuhan dan Medan Belawan.
“Dalam tiga hari, sekitar 213 warga melakukan pengurusan. Jemput bola ini akan terus kita lakukan. Selanjutnya, kita mendatangi 13 kecamatan yang berada di pinggiran kota seperti Kecamatan Medan Sunggal, Medan Johor, Medan Tuntungan, Medan Tembung dan  Medan Denai. Intinya jemput bola ini kita lakukan khusus untuk masyarakat yang bermukim jauh dari Kantor Disdukcapil. Warga cukup mendatangi kantor camat dan melakukan pengurusan di tempat itu, sebab kita telah mempersiapkan proses pengurusannya di sana,”sebutnya. (gus)

Polsek Medan Kota Tebar 139 Personel

Amankan Lokasi Rawan Kejahatan

MEDAN- Jelang Ramadan, sebanyak 139 personel Polisi yang tugas di Mapolsekta Medan Kota, diterjunkan ke lokasi-lokasi yang dianggap rawan tindak kejahatan, Kamis (5/7). Mereka akan bertugas meminimalisasi tindak kejahatan sampai waktu yang belum ditentukan.

Kapolsek Medan Kota, Kompol Sandy Sinurat mengatakan, 139 personel yang ditugaskan itu terdiri dari satuan Intel, Bhabinkamtibmas, Serse, Sabhara sampai staf. “Ada lima satuan dikerahkan. Anggota akan memantau dan mengawasi objek-objek vital seperti Bank dan pusat perbelanjaan,” ujar Sandy. Sandy menyebut, anggotanya akan bertugas sampai waktu yang belum ditentukan.

Namun Sandy tetap berharap kerja sama dari masyarakat, agar operasi  membuahkan hasil.  (mag-12)

Festival Budaya Melayu Pecahkan Rekor MURI

MEDAN – Festival Budaya Melayu Agung yang akan diselenggarakan pada 6 hingga 10 Juli mendatang di lapangan Merdeka Medan, akan mencatatkan dua  rekor MURI (Museum Rekor Indonesia). Yakni,  mozaik kulit telur terbesar dengan ukuran 3 meter x 5 meter yang terdapat 8 ribu kulit telur dengan aneka lukisan wajah dan bentuk. Selain itu juga  kirab balai melayu terbanyak yakni 2012  balai.

Festival Budaya Melayu Agung yang akan dibuka Wali Kota Medan, Drs Rahudman ini akan dihadiri seluruh raja atau sultan se-nusantara. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Medan, Busral Manan kepada wartawan di Medan, Kamis sore (5/6) penyelenggaran Festival Budaya Melayu Agung ini  dalam rangka memperingati HUT (Hari Ulang Tahun) Kota Medan ke-422 dan program Medan Visit Year 2012. Sederetan rangkaian acara pun telah dipersiapan penyelenggara untuk mensukseskan even kebudayaan dan pariwisata berskala nasional dan internasional ini.  (ram)

Puluhan Pohon Akasia Bertumbangan di Ringroad

TUMBANG : Pohon yang bertumbangan di Jalan Ringroad akibat hujan deras Kamis (5/7).//jhonson/SUMUT POS
TUMBANG : Pohon yang bertumbangan di Jalan Ringroad akibat hujan deras Kamis (5/7).//jhonson/SUMUT POS
MEDAN- Ditengah hujan yang membasahi Kota Medan Kamis sore kemarin, sebanyak 22 pohon jenis akasia di Jalan Ringroad, bertumbangan. Tak ada korban jiwa, namun petugas Sat Lantas Polresta Medan terlihat sibuk mengatur arus lalu lintas yang sempat macet.

Zulkarnaen (28), salah satu warga yang melintas mengaku, dirinya terkejut melihat pohon tersebut bertumbangan. “Saya sempat terkejut melihat pohon yang tiba-tiba tumbang dan melintang di badan jalan. Saya langsung menginjak rem karena jaraknya hanya 15 meter saja,” sebut Zulkarnaen.
Menurut Taufik, sebagian pohon yang tumbang dengan batang sebesar paha orang dewasa  tidak sampai mencederai pengendara.

Hal senada juga diucapkan Taufik (30) dan Ary (29), yang sedang melintas dilokasi tersebut. “Papan reklame Home Centre, pusat penjualan alat-alat bangunan juga dihantam angin kencang,” jelas keduannya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsekta Medan Sunggal, AKP Viktor Ziliwu SH mengaku, pihaknya berkoordinasi dengan Sat Lantas Polresta Medandalam membersihkan dan mengamankan arus lalu lintas. “Korban jiwa tak ada dan pohon-pohon itu langsung ditangani oleh Sat Lantas Polresta Medan yang juga mengatur arus lalu lintas di kawasan Ringroad,” bebernya. (jon)

Divonis 2 Bulan, Guru Penabrak Murid Hanya Diam

MEDAN-Guru penabrak murid TK Perguruan Buddhis Bodhicitta, Marini kembali menjalani sidang lanjutan dengan agenda putusan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (5/7).

Dalam persidangan itu, Marini divonis hukuman 2 bulan penjara. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Lila Nasution. Tak jauh berbeda dengan sidang sebelumnya, Marini hanya diam dan tertunduk selama menjalani persidangan.

Marini yang mengenakan baju kemeja kotak-kotak terlihat didampingi keluarganya. Dalam persidangan yang digelar di ruang Kartika PN Medan itu, Marini dinyatakan bersalah telah melanggar Pasal 310 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan.
Dalam putusannya, majelis hakim mempertimbangkan fakta dipersidangan baik yang meringankan atau memberatkan.

Hal yang meringankan menurut majelis hakim yang diketuai Wahidin, bahwa terdakwa telah melakukan perdamaian dengan seluruh orangtua korban.
Sedangkan yang memberatkan terdakwa, akibat kelalaiannya menyebabkan belasan murid TK Perguruan Buddhis Bodhicitta mengalami luka-luka.
Usai sidang, Marini yang dimintai tanggapannya langsung berlalu meninggalkan ruang persidangan dan enggan untuk memberikan komentar kepada wartawan. Meski begitu, penasehat hukum terdakwa, Simangunsong tetap tidak puas dengan vonis hukuman terhadap kliennya tersebut yang nyatanya lebih ringan.

Simangunsong mengatakan keberatan atas pasal yang dikenakan kepada terdakwa sebab lokasi kejadian bukan di jalan raya melainkan di lingkungan sekolah.

“Pikir-pikir dulu. Tentu saja keberatan dengan pasal yang dikenakan kepada klien saya itu tidak masuk akal,” ujarnya.(far)

Tak Lulus Ujian, Bayar Rp10 Juta

Menelusuri Praktik Melenceng Penerimaan Siswa Baru

MEDAN-Penerimaan Siswa Baru (PSB) periode 2012 masih diwarnai dengan dugaan kecurangan. Nilai yang dibayarkan orangtua calon siswa beragam dari ratusan ribu hingga belasan juta rupiah.

Dari penelusuran Sumut Pos, ada beberapa sekolah favorit yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap calon siswa. Sebut saja di Medan, tepatnya di SMAN 3 Medan.

Informasi yang didapat dari orangtua murid, yang mengaku bertugas sebagai seorang guru di salahsatu SMP negeri di Medan. “Awalnya saya yakin kalau anak saya bisa masuk lewat ujian tulis melalui jalur bina lingkungan. Jadi waktu ditawari supaya menyediakan Rp10 juta saya menolaknya. Ternyata anak saya gak lulus, sedih kali Bang, nyesal gak ngambil tawaran kemarin itu,” ungkap wanita berjilbab yang merupakan seorang guru di salah satu SMP Negeri di Medan.

Ibu guru yang menemani anaknya melihat hasil pengumuman Penerimaan Siswa Baru (PBS) jalur bina lingkungan di SMAN 3 Medan, Kamis (5/7) lalu itu juga mengaku tawaran didapat dari pejabat penting di Dinas Pendidikan Kota Medan. Selain mendengungkan nama Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Medan Murgaf, sumber itu juga mendengungkan nama Kabid SMA Dinas Pendidikan Kota Medan Marasutan. Kedua pejabat tersebut diakui sebagai orang yang bisa mengurus kursi untuk sekolah favorit.

Ironisnya, meskipun anaknya tidak termasuk dari 77 siswa yang diterima lewat jalur bina lingkungan atau sudah dianggap gagal, namun sumber tersebut tetap berusaha melobi pejabat Disdik Medan agar anaknya bisa diselipkan untuk masuk di Sekolah SMAN 3 Medan. “Saya kan juga seorang guru, jadi punya akses ke Disdik. Ini saya lagi menghubungi Kabid SMA di Disdik Medan, kalau memang abang mau, biar saya coba tawarkan, mana tahu masih bisa disisip,” ujarnya sembari menawarkan kepada Sumut Pos.

Pantauan di lokasi, sumber tersebut berulang kali mencoba melobi pejabat Disdik Medan melalui sambungan telepon seluler. Selang berapa waktu, orangtua murid lainnya juga meminta kepada sumber tersebut agar anaknya bisa disisipkan untuk bisa masuk ke SMA N 3. “Bu kalau bisa anak saya juga lah, saya bakal siapi berapa saja dananya. Gak usah malulah kita, ini bukan nyogok tapi beli kursi yang ditawari mereka. Yang lainnya aja mengakui mereka bayar, bahkan sampai Rp13 Juta,” ucap seorang ibu lainnya yang anaknya juga tidak lulus. Seperti diketahui untuk masuk SMAN 3 Medan nilai evaluasi murni terendah yang diterima yakni 41.35.

Hambat yang Miskin dan Berprestasi

Penelusuran lainnya di SMA favorit di Medan ditemukan juga maladministrasi atau perilaku yang menyimpang atau melanggar etika adminstrasi dimana tidak tercapainya tujuan administrasi saat PSB. Bentuk kecurangan ini ditemukan di SMAN 5 Jalan Pelajar Medan.

Seorang orangtua murid, Edison Pasaribu mengaku anaknya Elisabeth, dianggap gagal dalam uji bina lingkungan karena tidak memberikan berkas yang dimintakan pihak sekolah. Berkas yang dimaksud seperti surat keterangan miskin dan surat keterangan memiliki prestasi.

“Surat keterangan yang diminta pihak sekolah sebenarnya sudah saya kasih tapi ketua panitia pelaksana, Bapak Zulkifli menolak dan menyuruh saya memberikannya ke Kepala Sekolah,” terang Edison yang berprofesi sebagai penarik becak bermotor ini.

Yang dikecewakan Edison lagi, seluruh ketentuan seperti surat miskin dan sertifikat juara tingkat Kota Medan karena anaknya memiliki prestasi sebagai juara 1 di kelasnya setiap tahun tidak dipedulikan. “Jikapun anak saya kalah saat uji tulis, saya minta kepada mereka hasil ujian anak saya, tapi sekolah tidak memberikannya,”ujarnya.

Atas kejadian ini Edison ditemani dua anggota Sentra Advokasi Hak Pendidikan Rakyat (SAHDAR), Agung dan Riyan melaporkan kejadian tersebut ke Ombudsman RI Perwakilan Wilayah Sumut dan Aceh. “Walaupun harus banting tulang cari uang saya tetap usahakan anak saya bisa bersekolah walaupun di swasta, daripada di negeri tapi tidak berpihak kepada orang miskin,” ujarnya dengan nada sinis.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Dr Faisal Akbar Nasution SH M Hum mengatakan, telah menerima pengaduan yang disampaikan Edison dan akan merekomendasikan hal tersebut kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan ataupun Wali Kota Medan agar ada tindakan nyata.
“Agar ada tindakan nyata terhadap Kepsek ataupun Ketua Panitia Penyelenggaranya,”sebut Faisal.

Hal ini juga bilang Faisal adalah bentuk pelanggaran Maladministrasi yang harus ditindaklanjuti agar tidak terulang lagi kejadian yang sama ke depannya.

Masa Pendaftaran tak Berpengaruh

Di Binjai, Sumut Pos juga menemukan beberapa kecurangan. Yang paling menarik, meski masa pendaftaran telah habis, seorang siswa masih bisa masuk SMA favorit.

Kemarin, dengan menggunakan jasa seorang warga, Sumut Pos berhasil mengorek keterangan tersebut. Warga yang mau membantu Sumut Pos diminta ‘bernegoisasi’ dengan pihak sekolah untuk memasukan seorang anak di sebuah sekolah meski pendaftaran sudah habis. Target utama yang diberikan kepada warga adalah SMA Negeri 1 Binjai. Sekolah ini dipilih karena termasuk salah satu sekolah favorit bagi para pelajar dan pendaftaran di sekolah itu sudah habis.

Dengan rasa percaya diri, sang warga yang sebut saja namanya Sudirman, masuk ke SMA 1 Negeri Binjai, Jalan Dwi Sartika, Kecamatan Binjai Kota. Sebelumnya Sudirman memang sudah diberi arahan. Nah, setelah sekian menit di dalam sekolah itu, Sudirman keluar dan memberikan laporan. Isi laporangnya: SMA 1 Binjai masih bisa mengusahakan sang anak masuk meski pendaftraran telah usai dengan catatan membayar Rp2 juta.

“Saya tadi ketemu dengan seorang pria berkaca mata. Saya nggak tahu persis namanya. Tapi yang jelas, semua anak didik di sekolah itu mengurus administrasi sama dia. Jadi kata dia tadi, anak yang mau dimasukan itu masih bisa diupayakan. Tapi itu tadilah, dia minta harga Rp2 juta,” kata Sudirman.
Disinggung apakah dengan uang Rp2 juta anak sisipan itu sudah pasti diterima, Sudirman menjelaskan, pihak sekolah sudah menjamin. “Kalau keterangannya tadi, kalau sudah bayar Rp2 juta pasti dipuyakan untuk diterima atau akan dijamin,” tegas Sudirman, seraya menambahkan, ia tadinya berusaha  bertemu langsung dengan kepala sekolah (Kasek) tetapi tidak ada di tempat.

Mendapat keterangan seperti itu, Sumut Pos langsung masuk ke SMA 1 guna menemui orang yang dimaksud oleh Sudirman tadi. Begitu masuk ke ruangan tata usaha, Sumut Pos bertemu dengan seorang pria yang ciri-cirinya persis seperti disebutkan Sudirman. Tanpa pikir panjang, pria berkaca mata itu langsung dikonfirmasi. Tetapi, pria yang mengaku namanya Jen itu mengaku tidak tahu menahu soal siswa sisipan.

“Saya tidak ada wewenang dengan hal itu. Tapi, lebih bagus ketemu langsung dengan Kasek. Biasanya, kalau memang kenal atau minta bantuan untuk keluarga serta teman dan masih sebatas wajar, saya rasa masih bisa dibantu. Namun, saya nggak tahu berapa biaya sisipan itu,” kata Jen dan mengakui kalau Kasek tidak berada di tempat.

Merasa tak puas, akhirnya Sumut Pos memilih untuk mencari sekolah lain. Kali ini, target yang diambil SMP Negeri 1 Binjai, di Jalan Sultan Hasanuddin Kecamatan Binjai Kota.

Hasilnya, keterangan yang berhasil dihimpun dari SMP Negeri 1 dengan cara yang serupa, sekolah favorit dan sudah menjadi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasioanl (RSBI) ini tidak sebaik dengan informasi yang diterima di SMA Negeri 1.

Menurut keterangan dari seorang oknum yang disebut-sebut memiliki kedekatan dengan Kepala Sekolah (Kasek) SMP Negeri 1, sekolah tersebut sudah tidak menerima pendaftaran lagi. “Kalau kamu mau masukan anak baru sudah tidak bisa meskipun pakai uang. Paling tidak, kamu menunggu informasi adanya anak di sekolah ini keluar atau pindah. Setelah itu, barulah kamu bisa sisipkan anak yang mau kamu masukan tersebut,” kata seorang oknum di SMP Negeri 1. (uma/ndi/omi)

Laporkan ke Ombudsman

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Dr Faisal Akbar Nasution SH M Hum yang berkantor di Medan mengatakan, bagi masyarakat yang mengetahui atau mengalami pungli dari pihak sekolah, bisa melaporkan ke Ombudsman di Medan.

“Untuk perwakilan di Medan bisa mendatangi alamat kantor kami di Jl Majapahit No 2 Medan,” ujarnya.

Selain di Medan,  Ombudsman dan ICW resmi buka 42 Posko tempat pengaduan dalam penerimaan siswa baru. Posko ini akan dibuka hingga Oktober 2012 mendatang.

Ada 7 perwakilan Ombudsman yang siap menampung pengaduan itu dan 35 posko jaringan ICW di seluruh Indonesia juga akan dijadikan tempat pengaduan hal yang sama.

Sebelumnya, orangtua calon siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Stabat-Langkat keluhkan kutipan uang biaya insidental Rp300 ribu/calon siswa sebagai syarat daftar ulang bagi siswa dinyatakan lulus seleksi tahun ajaran 2012/1013.

Nah, sesuai pengumuman dibuat pihak sekolah tersebut, pada tahun ajaran 2012/2013 ini MAN I Stabat menerima 130 calon siswa baru hasil seleksi. Pendaftaran ulang tanggal 2 hingga 4 Juli 2012. Bila setiap calon siswa dipungut biaya sebesar Rp300 ribu untuk biaya insidentil berarti ada Rp30-an juta uang terkumpul untuk anggaran yang tidak jelas itu.

Tidak hanya di Langkat, hal ini juga terjadi di Mandailing Natal (Madina). Komisi 1 DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus menyoroti kondisi pendidikan, khususnya pungli yang terjadi di sekolah seperti mengutip biaya penerimaan siswa baru bahkan guru-guru juga dipungut biaya untuk pemutahiran data NUPTK yang dilakukan oleh pihak UPT Dinas pendidikan. “Kami sudah sering menerima keluhan masyarakat bahwa pungutan-pungutan itu menurut kami dibuat secara sistematis dan terstruktur yang harus bias diungkap, demi mendukung program dan visi-misi kepala daerah” ujar Sekretaris Komisi 1 Membidangi Pendidikan Iskandar Hasibuan kepada wartawan kepada MetroTapanuli (grup Sumut Pos).

Pungli juga terjadi di SMA Negeri I Marbau Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) para wali murid yang anaknya tamat pada tahun ajaran 2011/ 2012 harus memberikan uang untuk pengambilan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) atau surat tanda tamat belajar. “Untuk pengambilan SKHUN harus bayar Rp200 ribu per siswa,” ujar Sri (17), warga di Desa Pulo Bargot Kecamatan Marbau Labura.

Kepala Sekolah SMA Negeri I Marbau H Harun Pane Spd, yang dikonfirmasi mengatakan, bahwa pengutipan tersebut sudah diputuskan melalui melalui komite sekolah. Uang itu dipakai untuk membuat plang sekolah SMA Negeri I Marbau yang permanen dan gorden jendela sekolah dan gorden kantor kepala sekolah. “Maka memberi sumbangan Rp200 ribu bagi yang mampu dan notulen musyawarah  di tangan komite,” ungkap Harun.

61 Kecurangan PSB Dilapor ke Kejagung

Persoalan pungli di sekolah sebelumnya juga pernah dibeberkan Indonesia Corruption Watch (ICW). Bahkan, ICW melaporkan 61 sekolah dari SD sampai SMA ke Kejaksaan Agung karena melakukan pungli.

Temuan itu saat diinvestigasi, ke-61 sekolah tersebut diketahui melakukan pungli pada penerimaan siswa baru (PSB) lalu. Saat itu, laporan ICW itu diterima Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Marwan Effendy.

Koordinator Bidang Monitoring Pelayanan Publik ICW Ade Irawan mengatakan, 61 sekolah tersebut berada di 11 provinsi dan mayoritas berdomisili di Jakarta. Tetapi, dia meminta daftar itu tidak dibeber di media. Sebab, hal tersebut akan memengaruhi pelaporan dan tindak lanjut Kejagung. “Ada 61 sekolah tersebut dengan nominal pungli Rp500 ribu sampai Rp4 juta per siswa,” kata Ade beberapa waktu lalu.

Nah, berdasarkan investigasi ICW, ada 25 modus pungli (lihat grafis). ‘’Padahal, UU Sisdiknas menyebutkan, di tingkat dasar tidak boleh ada pungutan terhadap orangtua siswa, apa pun alasannya,’’ pungkasnya. (uma/mag-4/smg/jpnn)

Sisi Kelam Dunia Pendidikan

Modus Pungli Dilakukan Lembaga Sekolah

  1. Pungutan dalam hal uang pendaftaran masuk sekolah
  2. Pungutan uang SPP
  3. Uang Osis
  4. Ekstrakulikuler
  5. Uang ujian
  6. Uang daftar ulang
  7. Uang study tour
  8. Uang les
  9. Buku ajar
  10. Uang wisuda
  11. Uang paguyuban
  12. Siswa diminta membawa kue atau makanan untuk syukuran kenaikan kelas
  13. Infak
  14. Uang foto kopi
  15. Uang perpustakaan
  16. Uang bangunan
  17. Uang LKS
  18. Uang buku paket
  19. Uang bantuan insidentil
  20. Uang foto
  21. Uang biaya perpisahan
  22. Pergantian kepala sekolah
  23. Uang seragam
  24. Biaya pembuatan pagar dan fisik
  25. Iuran untuk membeli tanda kenang-kenangan

Tujuh Pos Perwakilan Ombudsman:

  1. Sumut-NAD di Jalan Majapahit No 2 Medan
  2. Jogjakarta-Jawa Tengah di Jalan Wolter Monginsidi No 20 Yogya
  3. Jawa Barat di Jalan PHH Mustofa, Gedung Dapensos, Bandung
  4. Sulut-Gorontalo di Jalan Babe Palar No 57, Tanjung Batu, Manado
  5. Jawa Timur di Jalan Embong Kemiri No 23, Surabaya
  6. Kalimantan Selatan di Jalan Brigjen H Hasan Basry, Komplek Kejaksaan, Banjarmasin
  7. NTT-NTB di Jalan Veteran No 4 Pasir Panjang, Kupang.

Data Olahan Sumut Pos dari Berbagai Sumber

Sayap Garuda Muda Patah

Indonesia vs Australia

PEKANBARU- Timnas Indonesia gagal memetik kemenangan di pertandingan perdama kualifikasi Piala Asia U-22. Sayap Garuda Muda ‘patah’ setelah kalah tipis 0-1 dari Australia.

Bermain di Stadion Utama Riau, Kamis (5/7) malam WIB, Indonesia langsung menekan begitu pertandingan dimulai. Peluang pertama bagi timnas Indonesia hadir di menit ketiga lewat kaki Andik Vermansyah. Dirinya menggiring bola di bagian kanan dalam kotak penalti Timnas Australia, lalu melepas tendangan yang sayangnya hanya menyamping di samping gawang lawan.

Andik kembali menebar ancaman di menit 16, setelah berhasil menyisir sisi kanan pertahanan Australia dan masuk ke kotak penalti. Sayang, umpan yang dilepaskannya berhasil digagalkan lini belakang Socceroos.

Australia balas memberi ancaman di menit ke 21. Benjamin melakukan tusukan dari kiri dan berhasil mengecoh dua pemain bertahan Indonesia, sayang umpannya ke depan gawang tidak berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh rekan-rekannya.

Andik benar-benar tampil sebagai momok bagi Australia. Menit ke 26 dirinya kembali menebar ancaman lewat sebuah tendangan bebas yang mengarah ke gawang Australia, namun bola masih bisa ditepis kiper Nicholas Munro.

Nasib naas menimpa Indonesia di menit akhir menjelang turun minum. Tak disangka-sangka Australia berhasil mencuri gol lewat Anthony Proia yang sukses mengkonversi umpan dari sepak pojok menjadi sebuah gol lewat tandukan kepala. Indonesia tertinggal 0-1 dari Australia dan skor bertahan hingga laga usai.

Satu pemandangan menarik terjadi di pertengahan masing-masing babak. Wasit yang memimpin pertandingan, dua kali memberikan time-out untuk memberikan kesempatan bagi pemain masing-masing tim untuk mengambil minum, sementara pelatih kedua tim memberikan instruksi.
Pada laga sebelumnya, Singapura menang atas Timor Leste dengan skor 2-1. Sementara Jepang menang telak atas Makau dengan skor 6-0.(net/bbs)

Berangkat tanpa Kejelasan

PSMS Jalani Laga Away ke Kalimantan

MEDAN- Kekecewaan pemain PSMS terkait belum dibayarnya gaji mereka selama lima bulan, ternyata tak berbuntut pada mogok main. Buktinya, meski belum ada kejelasan soal pembayaran gaji yang tertunggak, Sasa Zecevic Cs tetap berangkat ke Kalimantan, Kamis (6/7), untuk menjalani laga tersisa yakni melawan Mitra Kukar (7/7) dan Persisam Samarinda Rabu (11/7).

Ya, Sasa Zecevic memilih pasrah dan tetap menjalankan dua ujian terakhir di pentas ISL. Jurang degradasi yang semakin dekat mau tak mau membuat mereka berjuang lagi. Seperti tanpa amunisi. Namun sudah kepalang tanggung, ada harga diri publik Medan yang harus tetap dijaga.
Pascatuntutan ke kantor Wali Kota Medan, Selasa (3/7) lalu, tak ada perkembangan positif yang didapat anak-anak besutan Suharto ini. Bahkan, pada pertemuan terakhir menjelang keberangkatan tim ke Kalimantan, tak ada juga kesepakatan baru yang menjamin agar pemain tak bisa berkonsentarasi melahap dua laga krusial itu.

Idris hanya menyuntikkan motivasi tanpa ‘serum’ yang menjadi obat nyata. Pinjaman yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan sebelum gaji diberikan, kembali molor hingga 16 Juli (mundur sehari dari janji sebelumnya 15 Juli, Red).

“Saya hanya memotivasi mereka biar semangat. Kita harap mereka mau main bagus. Agar mereka tidak degradasi. Karena tahun depan PSMS bakal dapat sponsor. Soal pinjaman mau bagaimana, uangnya juga tidak ada. Untuk berangkat saja saya gunakan dana pribadi. Saya sampai jual mobil pribadi. Kita butuh sekitar Rp301 juta untuk akomodasi. Sudah habis-habisan kita. Kalau mengharapkan dari tiket terakhir saja minus. Cuma Rp40 juta pemasukan dari Rp79 juta biaya operasional,” ungkap Idris usai pertemuan kepada wartawan kemarin.

Lantas, soal jaminan yang dibutuhkan pemain, Idris mengatakan sudah cukup tertuang dalam penandatanganan assessment BLI dengan Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI). “Jaminan apa lagi? Itu sudah dari APPI. Sudah diwadahi dan tercapai kesepakatan dengan BLI soal komitmen tanggal 16 Juli. Mereka juga akan cari dana dari konsorsium dan sponsor. Mungkin bisa dilunaskan. Mungkin juga bertahap. Yang penting akan ada kesejahteraan untuk pemain,” katanya.

Tak dipungkiri pemain berangkat dengan pikiran berkecamuk. Sejumlah pertanyaan negatif beredar di benak mereka, soal kemungkinan manajemen akan menepati janji mereka pada tanggal yang dijanjikan. Apalagi saat itu musim telah berakhir. “Terus terang kami pusing. Tapi ya sudahlah kami berangkat. Mungkin masih belum percaya. Apalagi saat itu musim sudah berakhir. Maunya, sehabis lawan Persisam sudah ada kejelasan. Jadi tidak harus lagi kembali ke Medan. Tapi dari hal-hal kecil (pinjaman, Red) saja tidak terpenuhi. Gimana kita bisa percaya 100 persen. Yang pasti saya mau selesaikan dulu kewajiban di dua laga sisa,” pungkas salah seorang pemain yang tidak ingin disebutkan namanya.

Kondisi ini jelas membuat Caretaker Pelatih PSMS Suharto bekerja keras memompa semangat Sasa Zecevic Cs agar tetap bertarung fight. Suharto kembali harus menghela nafas dengan persiapan yang sangat singkat. Di Tenggarong nanti, Suharto juga hanya punya kesempatan latihan sehari. “Persiapan bisa dibilang sangat singkat. Memang agak berat dan sulit. Mudah-mudahan pemain dapat termotivasi,” ujarnya.

Satu-satunya celah untuk membakar semangat adalah untuk tidak membiarkan PSMS  turun kasta. “Mereka masih punya tekad tidak ingin timnya degradasi. Saya pikir itulah motivasi terakhir,” pungkasnya. (mag-18)