Home Blog Page 13297

Kejari Periksa 2 Pejabat BKKBN

MEDAN- Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan terus melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi penyimpangan dan penyalahgunaan dana sebesar Rp3 miliar pada kegiatan Keluarga Berencana (KB) tahun 2011.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Medan, Robinson Sitorus menjelaskan, Senin (2/7) tim Penyidik Kejari kembalin melakukan pemeriksaan terhadap 2 pejabat di BKKBN di antaranya Syahnan selaku Sekretaris Tenaga Pelayanan BKKBN Kota Medan dan Asrin Pulungan selaku PPTK Pendataan Keluarga di BKKBN Kota Medan.

“Ya, hari ini (kemarin) penyidik Kejari memanggil 2 pejabat BKKBN. Mereka dipanggil masih sebatas saksi. Jadi masih tahap penyelidikan. Jadi total pejabat BKKBN Kota Medan yang sudah diperiksa ada 6 orang. Ke depannya akan terus kita periksa para pejabat yang terlibat dalam kasus tersebut,” terang Robinson.

Menurutnya, tim Penyidik Kejari tengah menyelidiki berapa kerugian negara dalam penyimpangan dan penyalahgunaan dana sebesar Rp3 miliar pada kegiatan KB (Keluarga Berencana) tahun 2011 tersebut. Namun, pihaknya terus mencari siapa saja pejabat yang terlibat dan paling bertanggungjawab dalam dugaan korupsi itu.

“Penyidik masih mencari tahu sejauh mana anggaran yang digunakan apakah sesuai prosedur atau ada penyimpangan dan berapa kerugian negara. Namun, karena kuatnya dugaan korupsi makanya para pejabat yang terlibat di dalamnya diperiksa. Saat ini staf pidana khusus masih melakukan olahan data ataupun fulbaket untuk terus diselidiki,” ungkapnya.

Dikatakannya, untuk status penyelidikan sendiri besar kemungkinan akan ditingkatkan menjadi penyidikan.

“Kasus ini baru berjalan lebih dari satu pekan. Tentu saja jika data sudah lengkap, dan bukti permulaan yang menunjang ada, maka status penyelidikan akan ditingkatkan menjadi penyidikan. Kita tidak mau nantinya menjadi boomerang terhadap penyidik. Tapi bila bukti sudah cukup maka statusnya akan ditingkatkan menjadi penyidikan,” ucapnya.

Penanganan kasus BKKBN ini sendiri terkait dugaan penyimpangan dan penyalahgunaan pada kegiatan KB di masyarakat tahun 2011. Dimana tercatat nilai pagu (dana yang sudah ditetapkan) pemerintah sebesar Rp3 miliar. Namun karena tahapannya masih pengumpulan data dan keterangan, kerugian negara belum bisa ditetapkan.

Modus dugaan korupsi ini sendiri juga tengah dipelajari. “Tim masih melakukan penyelidikan terkait isi laporan keuangan yang akan di kroscek apakah benar program itu dijalankan atau tidak. Kami juga akan mencocokkan apakah dana-dana yang dipakai tersebut sesuai dengan pengeluaran yang terdata di pembukuan,” terangnya. (far)

Balon Cagubsu Gelar ‘Nobar’ Final Eropa

MEDAN- Ajang final Piala Eropa 2012 yang mempertemukan Spanyol vs Italia, Senin (1/7) dini hari, dimanfaatkan para balon Cagubsu untuk menjalin tali silaturahmi dengan masyarakat pencinta sepakbola.

Acara kumpul-kumpul nonton bareng yang populer dengan sebutan ‘nobar’ ini digelar para balon Cagubsu di sejumlah tempat. Gus Irawan misalnya mengundang para jurnalis, DR RE Nainggolan, mengajak kerabat, simpatisan, dan masyarakat luas, sedangkan Gatot Pujo Nugroho mempublikasikan acara ‘nobar’ dengan dirinya lewat baliho besar di sejumlah titik di inti kota Medan.

Gus Irawan mengajak para jurnalis ‘nobar’ di cafe Jurnalis di Jalan Agus Salim Medan. Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut itu berbaur dengan wartawan, suporter PSMS, anak-anak muda penggemar sepakbola.

Acara itu juga sempat dimeriahkan atraksi komunitas ‘Freestyle Football’ dari anak-anak muda kota Medan di paruh babak pertama. Gus Irawan mengaku sejak awal dia menjagokan timnas Spanyol. “Spanyol bermain sangat dominan, pengusaan bolanya hebat. Mereka pantas meraih juara tahun ini,” ujarnya.

Di lain tempat, para maniak sepakbola juga berkumpul dan bergembira bersama dalam acara ‘nobar’ yang dibalut suasana kekeluargaan di kediaman DR RE Nainggolan di Jalan Beringin V, Gaperta. Kegiatan yang digagas Ketua ‘Sahabat RE’, Ronald Naibaho, dan putri RE, Septa Glory Nainggolan ini mengundang antusiasme dari undangan dari berbagai kalangan profesi seperti wartawan, dosen, LSM, serta masyarakat luas. Warga setempat turut berbaur bersama mantan Sekdaprovsu tersebut.

Dengan penampilan santai, RE menyambut setiap tamu yang datang dan menanyakan jagoan mereka pada malam final tersebut. Di sela-sela jeda babak kedua, panitia meramaikan acara dengan menggelar kuis seputar Piala Eropa yang dibalut suasana humor dan menyegarkan.
Sementara itu, Gatot Pujo Nugrojo menggelar ‘nobar’ bersama masyarakat dan para kader PKS di kawasan Asrama Haji. Gatot tanpak begitu ceria bersama para pendukung Spanyol sesuai perhelatan final yang dimenangkan tim Matador  itu. (mag-12)

Menjelang Ramadan Polisi Jaga Lokasi Rawan Kejahatan

MEDAN-Untuk menekan angka kriminalitas menjelang  meamsuki bulan Suci Ramadan, Polsekta Medan Kota mengajak masyarakat untuk menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.

“Kami sudah menyurati para pemilik SPBU, pemilik pusat perbelanjaan, maupun toko emas yang ada di wilayah hukum Mapolsekta Medan Kota untuk lebih meningkatkan pengamanan,” ujar Sandy, Senin (2/7).

Sandy menyebut pihaknya telah menyarankan pemilik-pemilik objek vital, untuk lebih meningkatkan keamanannya masing-masing, mulai dari mengaktifkan kamera CCTV, hingga meningkatkan kinerja satuan pengamanan (satpam).

Dikatakan Sandy, sejumlah personel juga sudah disiagakan di tempat-tempat yang dianggap rawan yang bersifat mobile (tidak menetap).

“Ada satuan intel, bhabinkamtibmas yang ditebar ditempat-tempat yang dianggap rawan untuk menekan angka kriminalitas, seperti curas dan pencurian dengan pemberatan. Anggota yang ditebar akan bersifat mobile dan tidak menetap,” sebutnya.
Kapoldasu, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro mengatakan, tugas Poldasu kedepan semakin berat.

“Sebentar lagi Sumatera Utara akan menghadapi Pilkada. Suhu Politik pasti akan memanas. Mari sama-sama kita jaga kekondusifan ini,” ujar Wisjnu, usai perayaan HUT Bhayangkara ke 66, kemarin.

Wisjnu menjelaskan, pengamanan yang dilakukan yakni dengan melibatkan masyarakat.
“Jadi partisipasi warga sangat penting dalam pengamanan lingkungan di daerah mereka sendiri. Pengamanan swakarsa dalah kemauan untuk mengamankan yang timbul tanpa dorongan atau paksaan pihak lain,” pungkas Wisjnu. (mag-12)

Kamis, Stadion Teladan Direnovasi

Dikucuri Dana Rp10,5 M, Digarap Kontraktor Surabaya

DICAT: Seorang pekerja mengecat tembok Stadion Teladan, belum lama ini.//TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
DICAT: Seorang pekerja mengecat tembok Stadion Teladan, belum lama ini.//TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
MEDAN-Kabar baik untuk sepak bola kota di Kota Medan. Pasalnya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Menpora) akan melakukan renovasi Stadion Teladan Medan mulai Kamis (5/7) lusa.

Menpora memberikan dana Rp10, 526 miliar untuk renovasi tersebut. Dana tersebut untuk proses renovasi yang memakan waktu 180 hari. Renovasi meliputi fasilitas yang ada di stadion seperti lapangan yakni tanah dan rumput. Lalu, bangku penonton yang terdiri atas tribun VVIP, tribun tertutup, dan Tribun Terbuka. Renovasi juga meliputi ruang pemain, ruang medical, ruang media center, toilet, penataan parkir di areal stadion, penataan pintu gerbang masuk pemain dan penonton, pengecatan seluruh bangunan stadion, gawang, kursi pelatih, pemain cadangan dan official, papan skor, perairan, dan instlansi listrik. “Ini kan direnovasi secara mendadak,” ucapnya Drs H Zulhifzi Lubis selaku ketua Koni Kota Medan kepada Sumut pos, Senin (2/7) pagi usai apel pagi HUT ke-422 Kota Medan di Stadion Teladan Medan.

Lanjutnya, untuk proses pengerjaan renovasi Stadion Teladan sesuai dengan laga tender. Pihak Menpora RI memilih PT Aprilian Dwipa Internusa Surabaya sebagai pemenang tender dalam pengkerjaan renovasi Stadion Teladan Medan ini. “Sudah ada yang menang tender dari Menpora, sehingga segala fasilitas yang ada di Stadion Teladan bisa dikerjakan secara maksimal,” ujar Zulhifzi yang juga selaku Ketua Komite Renovasi Stadion Teladan Medan.

Kemudian, Zulhifzi mengharapkan dengan direnovasinya Stadion Teladan, peresepakbolaan di Medan akan semakin baik lagi. “Saya berharap sama-sama kita menjaga Stadion Teladan ini, kemudian dengan direnovasi, PSMS bisa meraih prestasi kembali dalam ISL (Indonesia Super League, Red),” harapnya.
Secara terpisah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan Drs Hanas Hasibuan tidak banyak memberikan tanggapan terkait renovasi tersebut. Dia hanya menyoroti prestasi sepak bola di Kota Medan. “Saya mengharapkan dengan direnovasi Stadion Teladan memberikan motivasi anak-anak PSMS untuk terus berpretasi dalam kancah nasional,” tuturnya.

Hanas juga meminta untuk pengurus PSMS Medan terutama yang mengurusi stadion jangan lagi mengizinkan even-even di luar sepak bola berlangsung di Stadion Teladan. “Biarkan stadion berfungsi dengan selayaknya dan hanya digunakan untuk sepak bola,” pungkasnya. (gus)

[table caption=”Bagian yang Akan Direnovasi”]
1.,Lapangan yakni tanah dan rumput
2. ,”Bangku penonton yakni tribun VVIP, tribun tertutup dan Tribun Terbuka”
3. ,Ruang pemain
4. ,Ruang medical
5. ,Ruang media center
6. ,Toilet
7.,Penataan parkir di areal stadion
8. ,Penataan pintu gerbang masuk pemain dan penonton seluruh areal stadion
9.,Pengecatan seluruh bangunan stadion
10.,Gawang
11.,Kursi pelatih pemain cadangan dan official di pinggir lapangan
12. ,Papan skor
13., Perairan
14. ,Instlansi listrik seluruh areal stadion
[/table]
Data Olahan Sumut Pos

Menjambret demi Taruhan Bola

MEDAN-Rudi Indrian (19), warga Jalan Denai ditangkap polisi dan ditahan di tahanan Mapolsekta Percut Seituan, Minggu (1/7). Pasalnya, Rudi tertangkap tangan menjambret tas milik Latifah (44), di depan rumahnya di Jalan Haji, Percut Seituan.

Keterangan yang dihimpun, malam itu Rudi Indrian melintas dengan sepeda motornya Yamaha Mio BK 2721n ACI. Saat melintas di lokasi dia melihat Latifah yang baru pulang berdiri di depan pagar rumahnya.

Rudi Indrian punya mendekati Latifah dan langsung menjambret tas korban. Latifah terkejut dan langsung berteriak. Mendengar teriakan Latifah, warga sekitar pun langsung mengejar pelaku dan berhasil menangkapnya. Tak pelak, Rudi pun dihajar warga.

Petugas Mapolsekta Percut Seituan yang kebetulan melintas kemudian mengamankan Rudi dan memboyongnya ke Mapolsekta Percut Seituan.
Rudi Indrian mengaku, nekat menjambret karena butuh uang untuk taruhan judi bola.

“Hari Minggu atau Senin dini hari itu pertandingan terakhir Piala Euro 2012. Saya bingung dan tak punya uang untuk taruhan judi bola. Saat sedang melintas di depan rumah korban, saya pun langsung merampas tasnya,” katanya.

Disebutkannya, dirinya tak menyangka kalau korban akan berteriak dan begitu mendengar teriakan korban, warga langsung menghajarnya.
Kanit Reskrim Polsekta Percut Seituan, AKP Faidiri Chaniago mengaku, pihaknya mengamankan barang bukti tas korban berisi dompet, uang, surat-surat berharga, 1 unit sepeda motor Yamaha Mio milik pelaku dan 1 buah heandpone.

“Pelaku dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara,” pungkasnya.(jon)

Penikaman di Retro Cafe Aciang tak Ditahan

MEDAN- Aciang (38) tersangka pelaku penusuk leher pengunjung Retro Capital Building, Indra Ridianto (23), tak ditahan polisi. Alasan polisi masih mengumpulkan bukti-bukti.

“Masih melengkapi berkas-berkas,” kata Kapolsekta Medan Barat, Kompol Nasrun Pasaribu SIK, Senin (2/7) siang.
Menurutnya,  polisi sedang mengumpulkan semua bukti dan memintai keterangan di lokasi kejadian. Nasrun mengaku, tetap melakukan prosedur hukum yang berlaku.

Sekadar mengingatkan, Indra Ridianto (23), warga Jalan Masjid, Pasar VII, Medan Amplas terkapar bersimbah darah, setelah ditikam tersangka Aciang (38), warga Jalan Japaris, Medan Area Selatan.

Indra mengalami luka tusuk di leher sebelah kiri dan langsung diboyong kedua rekannya ke RSU Imelda.

Indra bersama lima rekannya berencana menghabiskan malam mingguan di tempat hiburan malam. Mereka pun menuju Retro Cafe, Capital Building di Jalan Putri Hijau.

Mereka kemudian naik ke lantai IV Retro Cafe, Capital Building. Saat masih memesan meja tiba-tiba tersangka Aciang, dalam keadaan mabuk, datang dan langsung tibut-ribut. Tersangka kemudian menusuk leher korban dengan pecahan gelas. Melihat hal itu, rekannya pun langsung menangkap Aciang dan sempat memukul Aciang karena Aciang makin beringas.

Petugas sekuriti  yang mendengar hal tersebut langsung mengamankan Aciang ke dalam kantor sekuriti Capital Building yang terletak di Basement. Sementara itu, Indra ditemani rekannya langsung dibawa berobat ke RSU Imelda Medan. (jon)

Berita sebelumnya: Pengunjung Kena Tikam Pecahan Botol

Kelurahan Madras Hulu Bersihkan Lingkungan

MEDAN-Warga Kelurahan Madras Hulu terus melakukan penyisiran sampah yang berserakan di pinggiran jalan dan penanaman pohon serta membuat taman PKK.

“Seluruh kelurahan diminta Wali Kota Medan untuk mewujudkan Kota Medan bersih dan terbebas dari sampah dengan menggalakkan kebersih rutin,” bilang Lurah Madras Hulu, Supianto, Kamis (28/6).

Menurutnya, penggalakan kebersihan di tingkat kelurahan Madras Hulu dikerjakan bersama para kepling serta dibantu para warga setempat.
Disebutkannya, saat ini di kelurahan Madras Hulu sampah hampir setiap hari tidak ada lagi berserakan di sepinggiran jalan. Kemudian, drainase sudah berjalan lancar.

Supianto mengimbau kepada warga agar jangan membuang sampah sembarangan. Sebab, pihak kelurahan telah membuat tong sampah di pinggir jalan di kawasan Kelurahan Madras Hulu.

“Marilah kita sama-sama menciptakan kebersihan di kelurahan ini. Pasalnya, tanpa kebersamaan untuk menjaga kebersihan, kebersihan tidak akan terwujud. Lagi pula kebersihan itu untuk kita bersama, bukan pribadi,”cetusnya.

Camat Medan Polonia, Ody Dody Prasetyo menyebutkakn kalau apa yang dilakukan kecamatan sudah baik. Untuk itu dia berharap agar setiap kelurahan yang ada di Medan Polonia terus menggalakkan kebersihan  secara rutin.

“Lakukan upaya kebersihan dengan niat yang baik untuk mewujudkan Medan bersih dan terbebas dari sampah,”ungkapnya.(omi)

Nasib Sopir Angkot jadi Taruhan

Soal Rencana Kehadiran Trans Medan

MEDAN-Rencana kehadiran Trans Medan terus menuai pro dan kontra. Apalagi ketika kehadiran satu bus Trans Medan bisa menggusur 10 angkutan kota (angkot). Nasib para sopir angkot pun dipertaruhkan. Pemko Medan mengaku tidak akan tinggal diam dengan itu.

“Kita berkordinasi dengan Organda agar tidak memutuskan pekerjaan sopir,” ungkap Wali Kota Medan Rahudman Harahap di sela-sela acara Apel HUT ke-422 Kota Medan di Stadion Teladan Medan, Senin (2/7) pagi.

“Seperti saya baca koran tadi pagi (kemaren, Red), satu Trans Medan full AC dari Belawan ke Medan bisa mengurangi armada kecil. Pastinya bisa mengurangi kemacetan hingga 40 persen,” tambahnya.

Untuk menyukseskan rencana itu, tambah Rahudman, harus didukung dengan infrastruktur. Dan, Pemko Medan sudah mengkaji hal itu. Investor pun sudah ada yang berminat. “Lokasi koridor yang akan dibangun sudah direncanakan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Renward Parapat pun optimis rencana Trans Medan akan terwujud. Untuk itu, pihaknya akan mendekati pihak Organda. “Kita akan melakukan pendekatan ke Organda biar tidak ada gesekan-gesekan karena hal itu,” katanya.

Di sisi lain, rencana kehadiran Trans Medan disayangkan oleh Kesatuan Sopir dan Pemilik Angkutan (Kesper) Sumut. “Tambah banyaklah pengangguran di Kota Medan ini,” ujar Sekretaris Kesper Sumut, Israel Situmeang.

Sambungnya, Pemko Medan dalam hal Trans Medan terlalu terburu-buru dan terlalu dini meresmikan hal tersebut. Menurutnya, solusi untuk mengurangi kemacetan yang setiap hari terjadi, Pemko Medan harus menertibkan dan membersihkan becak bermotor yang menggunakan plat hitam dan menertibkan angkutan plat hitam yang masih beroperasi. “Solusi lainnya, Pemko Medan juga harus menertibkan para pedagang PKL yang memakai badan jalan dan memberikan tempat atau lokasi yang cocok bagi pedagang kaki lima sebelum menggusurnya,” jelasnya.

Israel mengaku, keterlibatan dari Dishub Kota Medan dan beberapa instansi lainnya juga belum terlihat jelas dalam penataan lalu lintas yang ada di Kota Medan ini. “Parkir yang ada juga belum tertata rapi dan pemasangan rambu-rambu lalu lintas juga belum memadai dan tak sesuai dengan UU Nomor 22 dan PP Nomor 37 tentang Rekayasa Lalin,” ujarnya. (gus/jon)

Korupsi Pilkada Harus Masuk Tipikor

JAKARTA- Anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW), Ade Irawan mengusulkan, pelaku praktik korupsi dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) harus dimasukan ke dalam tindak pidana korupsi (Tipikor), agar tidak mengenal masa kadaluarsa.

“Korupsi dalam Pilkada harus masuk Tipikor, sehingga tidak nengenal kadaluarsa,” katanya di Jakarta, Sabtu (30/6).
Menurut Ade, dijeratnya tindak pidana korupsi pada Pilkada telah diterapkan di Jepang.  Selain itu, tim kampanye seorang calon kepala daerah harus didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sementara itu, Pengamat Politik dan Direktur eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti menyebutkan, saat ini, jika terdapat praktik politik uang (money politic) yang dilakukan tim sukses (timses) seorang caleg, maka yang akan dihukum adalah calon legislatif yang diusung timses tersebut.

“Sekarang belum ada Timses yang dihukum, karena timses selalu sukses. Seharusnya timses juga kena, UU pemilunya harus direvisi,” ujarnya.
Sedangkan terkait rencana Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang menyerahkan kampanye kepada penyelenggara acara (Event Organizer) profesional di luar Parpol, Ray menegaskan, hal tersebut bisa membahayakan.

“Nanti ini bahaya karena diserahkan ke EO. Seluruh aktivitas pendanaan adalah tanggung jawab Parpol, tapi jika Parpol alihkan ke EO, sebaiknya ide ini bukan hanya diterapkan di satau partai, tapi harus jadi kebijakan nasional,” paparnya.

Meski manager kampanye itu bukan orang partai, dalih Sekjen Nasdem, Ahmad Rofiq, namun spiritnya, pertangungjawaban keuangan adalah tanggung jawab partai, bukan tanggung jawab EO tersebut.

“Spiritnya bukan seperti itu, karena bahwa semua pertanggungjawaban dibebankan ke partai. Tetap 100 % partai. Kalau tidak, nanti celaka 12, nanti bisa diselewengkan,” kilah Ahmad.

Menurutnya, kampanye dipegang oleh EO dan caleg legislatif dibiayai partai, lanjut Ahmad, merupakan upaya membangun keterusterangan dan tidak ingin bersembunyi di tempat yang terang. “Dengan itu, era politik dijamin terbuka, akan buka persaingan, akhiri politik transaksional, sehingga anggota dewan tidak terbebani dengan partai karena ia menjadi bagian dari rakyat,” tukasnya. (jpnn)

Kejari Medan Segera Tetapkan Tersangka

Dugaan Korupsi Kesbang Linmas Sumut

MEDAN- Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, dalam minggu ini akan menetapkan siapa saja tersangka dalam kasus dugaan korupsi Kesbang Linmas (Kesejateraan Pembangunan dan Perlindungan Masyarakat) Sumut yang diduga kuat sisa anggaran sebesar Rp7 miliar dari anggaran Rp 25 miliar tahun 2010, tidak disetorkan pada kas daerah.

“Dalam minggu ini akan kita tetapkan siapa-siapa saja yang menjadi tersangka. Karena pemeriksaan akhir dilakukan dalam minggu ini. Jaksa penyidik akan mengambil kesimpulan siapa yang bakal ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Medan, Robinson Sitorus, di ruang kerjanya, Senin (2/7/)

Menurutnya, hingga saat ini tim penyidik Kejari Medan sudah memeriksa kurang lebih 12 orang dalam kasus dugaan korupsi tersebut. Untuk itu, nantinya akan dicari siapa yang paling bertanggungjawab dan ditetapkan sebagai tersangka.

“Saat ini memang belum ada tersangkanya. Tunggu saja, dalam minggu ini, penyidik akan menyimpulkannya,” tegas Robinson.
Sebelumnya, tim penyidik Pidsus Kejari Medan sudah memeriksa Kadis Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara Darwinsyah. Dalam pemeriksaan tersebut, Robitson mengaku tidak menutup kemungkinan, Darwinsyah yang saat itu menjabat sebagai Kepala Kesbang Linmas Sumut ditetapkan sebagai tersangka.

Bahkan, sambungnya, Darwinsyah sudah dipanggil hingga dua kali untuk menjalani pemeriksaan. Pemanggilannya sendiri sesuai dengan mekanisme pertanggungjawaban yang bersangkutan dimana pertanyaan yang dilontarkan seputar prihal anggaran dan apa yang telah terjadi di 2010 dan apa-apa saja yang sudah dilakukan dan apa yang belum dilakukan selama Darwinsyah menjabat, termasuk siapa saja pejabat yang sebenarnya bertanggungjawab.
Ditambahkan Robinson, pemeriksaan tidak hanya terfokus pada jajaran Kesbang Linmas saja. Terdapat pula beberapa saksi yang berasal dari ekspektorat, asisten IV serta Kabiro Keuangan Pemprov Sumut. (far)