Home Blog Page 13298

Pintu IGD Tergenang Air, Pasien Nyaris Terjatuh

MEDAN- Masalah ketidaknyamanan di RSUD dr Pirngadi Medan seakan tak  pernah berakhir. Kali ini, keluhan tidak nyaman disampaikan pasien yang hendak berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan, terutama saat memasuki pintu masuk ruangan intalansi gawat darurat (IGD). Pasalnya, pintu masuk IGD rumah sakit tersebut tergenang air yang keluar dari bagian atap ruangan, akibat AC bocor.

Pantauan wartawan, kebocoran AC sudah terjadi sejak beberapa bulan belakangan ini, tapi belum juga mendapat respon dari pejabat RSU dr Pirngadi Medan. Pasalnya, hingga Senin (2/7), pintu masuk ruangan IGD masih tampak digenangi air akibat kebocoran AC.

Watiyam (45), seorang pasien yang nyaris terjatuh akibat licinnya lantai pintu masuk IGD yang dipenuhi air mengaku, jika dirinya kecewa atas kejadian ini.
“Percuma rumah sakit pemerintah, kalau betuli AC saja tidak sanggup. Kita kemari kan untuk berobat, bukan untuk mencari penyakit, coba lihat kaki saya menjadi terkilir,” ungkapnya. Hal senada juga dikatakan oleh Budiman (35).  “Saya cuma terpeleset saja, saya mengharapkan kepada pihak manajemen rumah sakit untuk lebih mementingkan kenyamanan pasien walaupun kami ini pasien Jamkesmas,” ungkap Budiman.

Menyikapi hal itu, Direktur RSUD dr Pirngadi Medan, dr Amran saat dikonfirmasi mengatakan, akan segera memperbaiki kerusakan tersebut.
“Kalau cerita pembenahan kan masalah anggaran, kalau cerita anggaran pasti cerita duit. Sejak tahun 2005 memang belum ada service jadi wajar saja banyak yang perlu dibenahi,”ucapnya.(uma)

Cornel Bantu Khitanan Massal di Belawan

BANTU: Cornel Simbolon menyantuni 156 anak kaum duafa saat acara kegiatan khitanan massal yang melibatkan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) cabang Belawan di Belawan, Minggu (1/7).//sumut pos
BANTU: Cornel Simbolon menyantuni 156 anak kaum duafa saat acara kegiatan khitanan massal yang melibatkan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) cabang Belawan di Belawan, Minggu (1/7).//sumut pos
Peserta khitanan massal ini diikuti anak-anak dari Belawan I, seperti Lorong Papan, Lorong Kesenian, Kampung Nelayan dan Titi Panjang. Ada juga yang datang dari Pakpak Bharat dan Tanjung Morawa. Sasaran khitanan massal yang dilakukan BMH tentu selalu masyarakat kurang mampu.

Kepala Cabang BMH Medan, Rahmat Afandi, mengatakan, kegiatan sosial ini merupakan agenda tahunan organisasi yang dipimpinnya. “Setiap memasuki musim liburan, BMH menggelar khitanan massal. Kami pilih waktu karena anak-anak tidak harus ke sekolah sebelum jahitannya kering. Nah, itu sebabnya kita pilih waktu libur saja,” ujarnya.

Rahmat menjelaskan, BMH merupakan bagian dari Ormas Islam Hidayatullah yang sudah menyebar di Medan, Nias, Sibolga, Padangsidempuan, dan Tanjungmorawa.

“BMH mendapat pengukuhan dari pemerintah lewat SK Menteri Agama No 538/2001. Kami diberi wewenang menghimpun dana zakat, infaq, shodaqoh, wakaf, dan dana sosial lainnya untuk disalurkan kepada mereka yang berhak. Berbagai bantuan itu didistribusikan lewat program kemanusiaan, pendidikan, dakwah dan pemberdayaan ekonomi,” jelasnya.

Di sisi lain, Cornel Simbolon mengaku senang berpartisipasi dalam acara khitanan massal hari itu. Mantan Wakasad ini mengaku siap membantu dana, tenaga medis, serta obat-obatannya bila kegiatan serupa digelar kelak.

“Saya senang berada di sini. Jika dilaksanakan lagi saya harapkan jumlah pesertanya agar jauh lebih banyak,” kata Cornel yang mendaftar sebagai Cagubsu Partai Demokrat untuk maju di Pilgubsu tahun depan.

Dalam kesempatan itu, pria kelahiran Pangururan, Samosir ini sempat berbincang-bincang dengan para peserta sunatan massal. Ia memotivasi mereka agar tekun belajar untuk meraih cita-cita di masa depan. (ari)

Eks Wadir Narkoba Poldasu Diperas Jaksa

MEDAN- Mantan Wakil Direktur (Wadir) Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut yang tersangkut kasus narkoba, AKBP Aprianto Basuki Rahmat, diduga diperas sejumlah oknum jaksa di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dan Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejari) Medan.

Motif pemerasan tersebut, tidak lain dan tidak bukan adalah iming-iming bisa dipermudah dalam proses hukum.

Dugaan pemerasan tersebut, diutarakan langsung oleh AKBP Apriyanto kepada wartawan, Senin (2/7), di Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Gusta, Medan. “Ada sejumlah oknum jaksa, yang meminta kami untuk menyediakan sejumlah uang. Alasannya, agar proses hukumnya bisa dipermudah,” ungkap Apriyanto.

Pengakuan mantan orang nomor dua di Dit Narkoba Poldasu tersebut, juga dibenarkan istrinya, Rina Wulandari yang kebetulan tengah menjenguk Apriyanto di rutan.

“Kami hanya menyanggupi Rp8 juta. Tapi oknum jaksa tersebut meminta Rp50 juta,” aku Rina.

Pada kesempatan itu juga, Apriyanto dan Rina sempat menyebut-nyebut sejumlah petinggi baik di Kejatisu maupun Kejari Medan. Mulai dari oknum di Pidana Umum (Pidum) Kejari Medan berinisial RST, oknum di Pidum Kejatisu berinisial GS, dan oknum Jaksa Penuntut Umum (JPU) berinisial N.
Dari pengakuan suami istri tersebut juga, peristiwa pemerasan ini disaksikan oleh pengacara terdakwa dan diketahui oleh sosok penting di Kejari Medan berinisial BRP. “Yang Rp8 juta itu tidak diterima, karena katanya jauh dari harga yang diminta,” tutur Rina lagi.

Peristiwa pemerasan ini, berawal dari awal perkara narkotika jenis Happy Five, yang menjerat mantan AKBP Apriyanto. Hingga berita ini diturunkan, Sumut Pos masih berusaha meminta konfirmasi dari pihak yang disebutkan namanya oleh Apriyanto dan Rina. (ari/far)

Minta Polisi Keluarkan SP3 Temannya

Mahasiswa Datangi Polsekta Medan Kota

MEDAN-Puluhan massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mendatangi Markas Polsekta Medan Kota, di Jalan Stadion, Senin (2/7) kemarin. Dengan membawa berbagai spanduk, mereka berorasi di depan gerbang Mapolsekta Medan Kota.

Kedatangan puluhan mahasiswa itu meminta Polsek Medan Kota mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) setelah rekan mereka, Mhd Akhir Gulam (23), ditetapkan tersangka oleh Polsek Medan Kota.

“Polsek Medan Kota telah melakukan asupremasi hukum dengan merekayasa kasus. Teman kami (Gulam, Red) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan. Padahal dia korban penganiayaan,” ujar Imam, dalam orasinya. Massa yang didominasi oleh mahasiswa itu menyebut kalau rekan mereka Gulam adalah korban penganiayaan yang dilakukan oleh Leonardo (21).

“Yang memukul itu si Leonardo. Tapi kenapa rekan kami si Gulam yang dijadikan tersangka,” ungkap Imam.

Kapolsek Medan Kota, Kompol Sandy Sinurat menyebut, pihaknya tidak akan mengeluarkan SP3 seperti yang diminta massa. “Kami tidak bisa mengeluarkan SP3. Itu bukan kewenangan kami. Ini bukan rekayasa kasus, apa yang kami lakukan sudah sesuai dengan prosedur,” pungkas Sandy.(mag-12)

BPK Temukan 6 Kejanggalan di Pemprovsu

Raih Opini Wajar dengan Pengecualian

MEDAN-Laporan keuangan Pemprovsu 2012 mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).  Penilaian ini diberikan karena BPK menemukan ada enam kejanggalan.

Hasil laporan tersebut diserahkan perwakilan BPK RI Wilayah Sumut, kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho pada Rapat Paripurna DPRD Sumut, Senin (2/7).

Dari secuplik laporan tersebut, yang mendasari BPK memberikan penilaian atau opini WDP terhadap Pemprovsu, yakni ada enam masalah atau temuan yang mempengaruhi kewajaran penyajian laporan keuangan Pemprovsu 2011. Temuan itu antara lain realisasi belanja pegawai Tahun 2011 disajikan sebesar Rp915,91 miliar dan belanja barang sebesar Rp1,052 miliar. Nilai tersebut termasuk belanja honorarium pegawai/tidak tetap dan belanja jasa pihak ketiga pada Badan Kesatuan Kebangsaan Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) sebesar Rp15,27 miliar dan Rp7,41 miliar untuk dana hibah/dana pembinaan berupa uang kepada organisasi kemasyarakatan/LSM.

Selain itu, realisasi belanja honorarium pegawai honorer/tidak tetap dan belanja jasa pihak ketiga di antaranya termasuk belanja yang kegiatannya tidak dilaksanakan oleh penerima dana sebesar Rp1,43 miliar. Belanja yang diragukan kewajarannya Rp2,94 miliar dan belanja hibah yang tidak seluruhnya diterima oleh penerimanya sebesar Rp1,14 miliar.

Kemudian, saldo kas di Bendahara Pengeluaran per 31 Desember 2011 disajikan sebesar Rp15,27 miliar. Nilai tersebut di antaranya Kas di Bendahara Pengeluaran yang uangnya tidak ada, yaitu pada Biro Umum sebesar Rp9,02 miliar, Badan Kesbangpolinmas sebesar Rp787,71 juta dan PPKD Biro Umum sebesar Rp916,50 juta.

Begitu juga dengan saldo kas lainnya di Bendahara Pengeluaran per 31 Desember 2011, disajikan sebesar Rp4,51 miliar. Saldo kas tersebut merupakan pajak yang telah dipungut oleh Bendahara Pengeluaran Pembantu Biro Umum dan Badan Kesbangpolinmas.

Kerugian Daerah Mencapai Rp25 Miliar

Secara keseluruhan BPK menemukan indikasi kerugian daerah sebesar Rp25,10 miliar. Indikasi kerugian negara (pajak tidak disetor ke kas negara) sebesar Rp1,96 miliar.

Potensi kerugian daerah sebesar Rp530.34 juta, penggunaan anggaran tidak sesuai dengan peruntukkan sebesar Rp27.46 miliar. Kekurangan penerimaan daerah (dari denda dan retribusi daerah) sebesar Rp1,56 miliar, pertanggungjawaban yang tidak dapat diyakini kebenarannya/kewajarannya sebesar Rp15,40 miliar.

Pengeluaran yang belum dipertanggungjawabkan/pertanggungjawabannya tidak lengkap sebesar Rp93,35 miliar dan potensi timbulnya tagihan pembayaran dari pihak ketiga (atas tagihan yang belum dibayar) sebesar Rp3.08 miliar.

Mengenai hal itu, Kepala Perwakilan BPK RI Wilayah Sumut, Murtini yang didampingi Kepala Sekretariat BPK RI, Khairil Anwar Lubis, kepada wartawan di gedung BPK RI Jalan Imam Bonjol Medan, menjelaskan BPK memberi tenggat waktu kepada Pemprovsu, untuk mengembalikan dana yang tidak bisa dipertanggungjawabkan tersebut selama enam bulan ke depan. “Ada waktu enam bulan ke depan, untuk mengembalikan anggaran-anggaran yang tidak bias dipertanggungjawabkan,” ungkap Murtini.

Bagaimana dengan soal dana hibah sebesar Rp25 miliar, yang saat ini penanganannya di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu)?
Terkait hal itu, Murtini tidak bersedia mengomentarinya lebih jauh. “Saya tidak bisa mengomentari penyelidikan Kejatisu, karena tidak tahu sumbernya dari mana. Penyelidikan Kejatisu, berbeda dengan kami,” ungkapnya.

Tiga Tersangka Baru Diperiksa Hari Ini

Selain dana dana hibah Bansos, penyelewengan di Biro Umum juga sedang ditangai Poldasu. “Besok (Hari ini, Red) tiga tersangka dalam kasus korupsi biro umum Pemprovsu akan diperiksa. Semoga ketiganya memenuhi surat pemanggilan yang kita berikan.

Itulah yang dikatakan Direktur Reserse Kriminal Khusus Poldasu, Kombes Pol Sadono Budi Nugroho, saat dikonfirmasi mengenai lanjutan penanganan korupsi Biro Umum Pemprovsu, Senin (2/7) petang. Sadono mengatakan, surat panggilan sudah dilayangkan kepada tiga tersangka tersebut sejak beberapa hari yang lalu. “Dari tanggal 29 Juni kami sudah layangkan surat pemeriksaan tiga tersangka itu. Ketiganya akan diperiksa secara bertahap dan , mulai Selasa (hari ini,red), Rabu dan Kamis,” ungkap Sadono.

Lagi-lagi saat disinggung siapa tiga nama dan jabatan di Biro Umum Setda Provsu tersangka baru tersebut, Sadono belum mau menyebutkannya. “Saya belum bisa menyebutkannya. Besok (hari ini,red), setelah ketiganya diperiksa akan saya sebutkan nama tiga tersangka baru tersebut,” dalih Sadono.
Dikatakan perwira berpangkat melati tiga tersebut, untuk sementara kerugian negara dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Pemerintah (BPKP) sebesar Rp13 miliar. Namun Sadono mengatakan tidak menutup kemungkinan kerugian negara akan bertambah lagi. Saat disinggung, apakah Rahmatsyah, Harianto Butar-butar dan Asrin Naim adalah nama 3 tersangka yang bakal diperiksa, Sadono membantahnya. “Justru dari pemeriksaan yang kami lakukan terhadap Aminuddin, nama si Harianto Butar-butar tidak ada disebutkannya,” tegas Sadono.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Raden Heru Prakoso menjelaskan, kerugian negara diketahui dari audit ketekoran kas di Biro Umum Pemprov Sumut senilai Rp15.862.062.067. Dari perhitungan ada selisih antara perhitungan penyidik kepolisian dengan audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) senilai Rp2.817.236.002.

Sempat disebutkan Heru, ada lima calon tersangka dalam kasus itu, yakni Rahmatsyah (mantan Plt Sekda), Asrin Naim (Asisten IV/Administrasi Pemprov Sumut), Harianto Butar-Butar (Kabag Perbendaharaan Biro Umum), serta dua PNS di Biro Umum (Suweno dan Namen Sitepu). (ari/mag-12)

Penuh Sesak sejak Tiga Jam sebelum Konser

Melihat Aksi Elton John dan Queen di Fan Zone Kiev

RAMAI: Konser Elton John di Fan Zone EURO 2012 Kiev, Ukraina. //HENDRA EKA/JAWA POS/jpnn
RAMAI: Konser Elton John di Fan Zone EURO 2012 Kiev, Ukraina. //HENDRA EKA/JAWA POS/jpnn
Fan zone Euro 2012 tidak melulu berisi hal-hal yang bernuansa sepak bola. Di Kiev, Ukraina, misalnya. Hari kosong menjelang final dimanfaatkan penyelenggara dengan menghelat konser musik Elton John dan Queen.

MOHAMMAD ILHAM, Kiev

Beberapa ruas jalan di pusat Kota Kiev yang bermuara di Khreschatyk ditutup sejak pukul 15.00 waktu setempat atau 20.00 WIB, Sabtu (30/6) lalu. Hal itu untuk memudahkan para pejalan kaki menuju lokasi fan zone Kiev. Matahari masih terik, tetapi rombongan suporter dengan langkah penuh semangat bergerak menuju area tersebut.

Tidak ada pertandingan pada hari itu. Tetapi, fan zone tetap memiliki daya tarik besar. Penyebabnya, malam itu ada konser Elton John dan grup musim legendaris, Queen, yang memasang Adam Lambert sebagai vokalis.

Sempat tersiar kabar bahwa untuk masuk fan zone pada hari itu harus membayar. Tapi, ternyata sama sekali tidak. Siapa pun boleh masuk tanpa dipungut biaya alias gratis. Konser yang disokong Elena Pinchuk ANTIAIDS Foundation tersebut bebas disaksikan oleh siapa saja.
“Konser ini gratis. Ini bagian dari hiburan yang diberikan fan zone kepada seluruh pengunjung,” tepis Nataliya Filenko, salah seorang volunter di fan zone Kiev, kepada Jawa Pos (grup Sumut Pos).

Bila harus membayar pun, antusiasme penonton pasti tetap besar. Apalagi, menyaksikan konser dengan pemusik setenar Elton John dan Queen. Karena gratis antusiasme penonton lebih besar lagi. Akibatnya, fan zone yang bisa memuat hingga 90 ribu pengunjung itu penuh sesak sejak tiga jam sebelum konser dimulai.

Mereka yang datang telat atau mepet dengan dimulainya konser pada pukul 20.00 waktu setempat, jangan harap bisa masuk. Dengan alasan keamanan, petugas menolak menambah jumlah pengunjung.

Namun, tidak perlu gusar. Dari luar area fan zone pengunjung masih bisa menyaksikan konser itu. Ada tiga giant screen seukuran layar bioskop serta beberapa layar sedang ukuran 4×5 meter. Pengeras suaranya juga mantap dan terdengar hingga Olympic Stadium yang berjarak sekitar empat kilometer.
Ketika konser dimulai, ratusan ribu penonton menyambut dengan antusias. Mereka terhipnotis tembang-tembang yang dibawakan Elton John. Apalagi, ketika penyanyi asal Inggris itu membawakan salah satu lagu andalannya, Candle in the Wind. Para penonton terbawa suasana. Beberapa di antara mereka malah menikmati lagu sambil berdansa.

Ketika tembang Can You Feel the Love Tonight yang berkumandang, suasana berubah jadi romantis. Apalagi, matahari mulai beranjak turun. Penonton yang datang berpasangan tanpa sungkan pamer kemesraan.

Selesai aksi Elton John yang diiringi rehat satu jam, giliran Queen muncul. Vokalis dipercayakan kepada Lambert. Runner-up American Idol musim kedelapan itu mampu membuat para penonton bergairah. Mereka bergoyang mengikuti irama lagu.

Mulai lagu-lagu yang mengentak seperti I Want to Break Free hingga lagu lembut dan romantis seperti Love of My Life. Namun, paling antusias ketika Lambert menyanyikan Radio Gaga. Para penonton ikut bernyanyi dan bertepuk tangan.

Kian malam, bukannya kian sepi, tetapi justru semakin asyik. Sempat beristirahat beberapa menit, tepat pada tengah malam, Queen dan Lambert kembali keluar dengan tembang yang mengentak We Will Rock You. Para penonton pun kembali berjingkrak. Konser diakhiri dengan lagu We Are The Champions.
“Konser yang luar biasa. Tidak rugi saya sengaja datang sehari sebelum pertandingan. Sebab, saya dengar ada konser Queen. Apalagi, tidak dipungut bayaran,” kata Manu Robuste, seorang penonton asal Vallecas, Spanyol.

Begitu konser berakhir, kembang api langsung menerangi langit Kiev. Meski konser telah selesai, tetap saja para penonton belum mau beranjak pergi. Mereka sempat dihibur dengan musik rekaman. Lalu, tepat pukul 01.00 musik terhenti. Satu per satu penonton pun mulai meninggalkan fan zone.

Namun, suasana tetap ramai. Mereka menyanyikan sendiri lagu-lagu dukungan kepada Ukraina, lalu bergantian dengan lagu dukungan Spanyol dan Italia. Para fans Spanyol masih tampak lebih banyak daripada fans Italia. Mereka berbaur dengan penonton lokal tanpa terjadi gesekan sedikit pun.
Paginya (1/7), atmosfer final Euro 2012 mulai terasa. Bila biasanya keramaian sebelum pertandingan baru terjadi tiga atau empat jam sebelum laga, kali ini berbeda. Fans Spanyol dan Italia turun ke jalan sejak pagi.

Area yang paling dipadati adalah Kreschatik. Selain ada fan zone, di sana terdapat toko-toko merchandise yang menjual aksesori Euro 2012. Konter resmi Adidas dan Nike diserbu. Antrean di kasir pun mengular.

Harga jersey Spanyol dan Italia, misalnya, dibanderol 1.000 hrvyna atau setara Rp1,1 juta. Itu jersey resmi Adidas yang paling murah. Berbeda dengan jersey negara-negara yang sudah tersingkir. Jersey timnas Jerman, misalnya, harganya 800 hrvyna (sekitar Rp920 ribu). Sementara milik Belanda dibanderol 150 hrvyna (sekitar Rp172 ribu). (*)

Momen Dahsyat

PESTA RAKYAT: Wali Kota Medan Rahudman Harahap bersama  Raffi Ahmad dan Julia Perez saat pesta rakyat di  di Jalan Gatot Subroto Medan, Minggu (1/7).//andri ginting/sumut pos
PESTA RAKYAT: Wali Kota Medan Rahudman Harahap bersama Raffi Ahmad dan Julia Perez saat pesta rakyat di di Jalan Gatot Subroto Medan, Minggu (1/7).//andri ginting/sumut pos
Busway atau Trans Medan adalah satu dari sekian rencana Medan menuju lebih baik. Kini di umur yang ke-422 Medan ingin berbuat lebih banyak lagi. Penghargaan demi penghargaan telah diraih dan semuanya adalah bukti Medan tidak tinggal diam.

Setidaknya hal itu yang diungkap Wali Kota Rahudman Harahap.

Dan untuk menyambut dan memeriahkan HUT ke-422 Kota Medan yang jatuh pada 1 Juli 2012 atau Minggu kemarin, Pemerintah Kota Medan sudah menggelar berbagai kegiatan. Sedangkan puncak perayaan HUT Kota Medan ditutup dengan pesta kembang api di lahan eks Taman Ria di Jalan Gatot Subroto Medan.

Pantauan koran ini, acara puncak perayaan HUT Pemko Medan dimulai dengan hiburan, dengan menampilkan Band para artis ibu kota Jakarta, di antaranya, Dynamik, Ramses KDI, tari-tarian, penampilan komedi anak Medan dan lainnya. Sedangkan kembang pesta kembang api dimulai pukul 24.00 WIB lebih.

Perayaan malam kemarin sangat disambut antusias masyarakat Kota Medan. Ini terbukti dengan ramainya warga yang datang ke lokasi acara untuk menikmati hiburan. Lapangan yang menjadi lahan eks Taman Ria dibanjiri pengunjung. Meski sempat hujan, namun tak membuat pengunjung untuk beranjak menyaksikan acara.

Sebelum acara puncak, serangkaian kegiatan telah dilakukan, seperti pengobatan gratis bagi 15.000 warga, gerak jalan massal. Lalu pada Minggu paginya, kegiatan memeriahkan HUT Kota Medan juga sudah digelar dengan menghadirkan program musik Dahsyat dengan dipandu Raffi Ahmad dan Julia Perez di lokasi Pameran Flori dan Flora Nasional (PF2N) 2012 Jalan Gatot Subroto Medan.   Menurut Wali Kota Medan, peringatan HUT Kota Medan tahun ini sengaja digelar berbeda dari tahun sebelumnya. “Ya tahun ini perayaannya dengan livemusik Dahsyat yang akan ditayangkan di stasiun RCTI. Ini juga agar masyarakat Kota Medan ikut terhibur,” kata Rahudman.

Rahudman berharap, di HUT Kota Medan ke-422 tahun ini, Kota Medan menjadi dewasa dan menjadi kota metropolitan. Dan, untuk menuju ke sana, kota harus bisa melayani warganya dengan baik. Trans Medan yang akan meluncur tahun depan diharapkan menjadi salah satu cara agar Medan makin menawan. (dri)

Satu Trans Medan Gusur 10 Angkot

Kurangi Kemacetan hingga 40 Persen

Jalur Trans Medan
Jalur Trans Medan
MEDAN-Kehadiran bus Trans Medan atau Bus Rapid Transit (BRT) pada awal 2013 diyakini bukan isapan jempol. Sikap optimistis ditunjukan Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Termasuk untuk mengurangi jumlah angkutan kota (angkot). Pasalnya, satu bus Trans Medan sama dengan 10 angkot.

“Ketika busway beroperasi, maka jadi satu halte seperti di Jalan Kapten Maulana Lubis dan Jalan Gatot Subroto akan mengurangi 10 angkot di Medan. Dengan perbandingan satu halte 1 bus untuk busway, maka 10 angkot di Medan harus berkurang secara bertahap. Ini terget kita,” papar Kepala Bidang Teknis Sarana dan Prasarana, Dishub Kota Medan, Iswar, belum lama ini.

Meski demikian, sambungnya, hal yang terpenting saat ini bagaimana pengusaha angkutan umum di Medan seperti KPUM dan Rahayu mau bergabung dengan konsorsium. Artinya, jika sudah bergabung, maka akan ada pengurangan jumlah angkutan yang beroperasi selama ini.

Pada praktiknya, Trans Medan nanti tidak memakai jalur jalan khusus. Operasionalnya juga akan tepat waktu atau terjadwal jam operasinya sehingga penumpang memiliki kepastian ketika naik bus Trans Medan. “Dalam rencana, Trans Medan ini akan berjalan bersamaan dengan kendaraan lain baik pribadi maupun angkutan kota (angkot) di jalan umum,” jelas Iswar.

Dikatakan Iswar, saat ini Trans Medan sudah masuk dalam tahap pengkajian atau kajian Detail Engenerring Desaign (DED) untuk pelaksanaannya. Dishub Medan juga masih mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung pengoperasian trans Medan. “Sudah ada investor asal Jambi yang melirik konsorsium Bus Trans Medan, yakni PT Pulau Sumatera. Nah mereka bersedia memenuhi jumlah bus untuk Trans Medan. Investor ini juga menyediakan bus dengan sistem busway di Jambi dan di Bandar Lampung,” kata Iswar.

Menurutnya, Kota Medan membutuhkan angkutan massal karena tingkat kemacetan di Medan diperkirakan akan semakin parah sekaligus untuk memberikan kenyamanan. Jadi keberadaan angkutan massal ini diharapkan bisa mengurangi kemacetan hingga 40 persen.

Ia memaparkan, Kota Medan tercatat berpenduduk sebanyak 2,6 juta jiwa. Sedangkan pada waktu-waktu tertentu, penduduk Medan bertambah ratusan ribu jiwa (disebut commuters). Di tahun lalu, total commuters mencapai 742.280 jiwa, pada siang hari sebanyak 476. 210 jiwa yang masuk ke Medan dan 329.244 jiwa keluar dari kota ini. Sebagian besar commuters tersebut menggunakan alat transportasi umum sebagai angkutan masuk dan keluar Medan dibandingkan kendaraan bersama seperti angkutan pribadi dan alat transportasi lain.  “Jadi sambil Pemko menyiapkan sarana dan prasarana, kami mengajak pengusaha angkutan untuk bekerja sama dalam hal pengadaan bus atau lainnya sehingga semuanya bisa berjalan bersama, tidak merasa ada yang tersaingi,” harapnya.

Siapkan Enam Koridor

Selain itu, beberapa persiapan lain telah disiapkan Pemko Medan. Pembangunan enam unit koridor di sejumlah titik di Kota Medan pun telah dirancang. Pemko Medan kini tinggal melakukan ekspos di Sekretariat Wakil Presiden (Wapres) RI. Hal ini diungkapkan Wali Kota Medan Rahudman Harahap kepada Sumut Pos usai berziarah di Makam Pahlawan Medan di Jalan SM Raja Medan, belum lama ini. “Sudah dibicarakan hal itu, tinggal secapatnya melakukan eskpos di Sekretariat Wapres RI untuk pembangunan enam koridornya,” kata Rahudman.

Kehadiran Trans Medan adalah mutlak. Pasalnya Pemko Medan akan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat untuk transportasi massal ini. “Untuk memberikan pelayanan transport terbaik untuk rakyat sehingga rakyat bisa menerima dengan pelayanan terbaik dan sejuk,” ungkapnya.
Lanjutnya Rahudman, jalur pertama kali prioritas akan dilalui Trans Medan dari Belawan hingga Jalan Yos Sudarso Medan. “Sehingga masyarakat dari bagian utara Medan menuju ke inti kota bisa dilayani dengan transportasi dengan rute pajang,” ujar Rahudman.

Trans Medan akan melayani rute pajang yang melintas dari pinggir kota menuju inti kota, namun wali kota belum memberikan pasti rute trans Medan ini.”Trans Medan hanya melayani rute panjang sehingga memberikan pengkutan terbaik masyarakat,” paparnya.

Terlepas dari itu rencana Trans Medan memang menuai tanggapan pro dan kontra. Perbedaaan pendapat ini dianggap baik oleh Ketua DPRD Medan, Amiruddin, karena kepedulian terhadap Kota Medan semakin tinggi. Itulah sebab, Pemko Medan harus serius mematangkan rencana tersebut.
“Artinya, jangan sampai keberadaan Trans Medan untuk mengurangi kemacetan, tapi malah sebaliknya. Hal ini harus dipikirkan kembali,” ucap Amiruddin.

Untuk itu, Amiruddin mengungkapkan agar Pemko Medan melakukan kajian mendalam terkait rencana tersebut. Studi banding ke Jakarta juga tidak salah demi untuk melihat bagaimana Trans Jakarta operasi sesuai prosedur dan mengurangi kemacetan di jalan inti kota.
Pun, lanjut Amiruddin, masyarakat harus dilibatkan dalam pematangan rencana Trans Medan. Bagaimanapun juga, kata Amiruddin, masyarakatlah yang akan menggunakan bus massal itu nantinya. (gus)

Bongkar Taman dan Median Jalan demi Busway

MACET:Padatnya lalu lintas membuat  kemacetan di Jalan Balai Kota Medan, belum lama ini.//ANDRI GINTING/SUMUT POS
MACET:Padatnya lalu lintas membuat kemacetan di Jalan Balai Kota Medan, belum lama ini.//ANDRI GINTING/SUMUT POS
Pembongkaran sejumlah taman dan median di sejumlah ruas jalan di Kota Medan ternyata merupakan proses awal dalam pembangunan Trans Medan yang akan beroperasi tahun depan ini. Nantinya, pembongkaran taman dan median ini juga memperluas ruas jalan yang akan dilalui busway Trans Medan.

Sebelumnya Pemko Medan telah membongkar delapan taman kota berserta media jalan. Yakni taman simpang Jalan Juanda-Jalan Mongonsidi, simpang Jalan Mongonsidi-Jalan Mustang, simpang Jalan Brigjen Katamso-Jalan Juanda, simpang Jalan Juanda-Jalan Singamangaraja, simpang Jalan Jamin Ginting-Jalan dr Mansyur dan taman Titi Kuning.  “Iya, jalan di Kota Medan akan dibongkar karena tidak mungkin membuka lahan baru untuk jalan baru. Kalau di pinggir kota bisa, jadi di inti kota tidak mungkin, hanya bisa perlebaran saja. Jadi pembongkaran taman kota memang untuk bus Trans Medan,” kata Wali Kota Medan, Rahudman Harahap.

Saat ditanya jika beroperasi Trans Medan tahun depan, maka mengakibatkan angkutan kota yang selama ini beroperasi jadi tersingkir, Rahudman menegaskan hal itu juga demi penataan terhadap angkutan yang beroperasi sesuai peraturan daerah (Perda) mengenai transportasi.

Sementara itu, Filiyanti Bangun, pemerhati transportasi dan tata ruang mengatakan, Pemko Medan jangan asal bongkar taman di sejumlah ruas jalan Kota Medan karena harus memiliki rancangan matang. “Tahap-tahapan plementasi, jangan asal bongkar. Rencanakan dengan matang dan jangan kebijakkan yang merugikan, harus sesuai UU No.22 tahun 2009  dan PP 37 tahun 2011 tentang forum DLAJJ,” ujarnya.

Dikatakan dosen dan peneliti bidang transportasi di Fakultas Teknik Sipil USU itu, pembongkaran taman di inti kota demi memperluas jalan tidak didukung dengan yang lain. “Artinya, kebijakkan untuk satu dampak tapi diikuti dampak yang lain, jadi pembongkaran taman tidak untuk mengurangi kemacetan tidak diikuti penataan transportasi yang dilakukan,” kata dia.

Kemudian dia melihat penataan angkutan umum di Kota Medan kacau. Pasalnya, 80 persen angkutan umum masuk ke dalam inti kota. Padahal seharusnya angkutan kota berjalan dari inti kota. Belum lagi ditambah dengan laju perkembangan kenderaan bermotor semakin tahun semakin bertambah, namun infrastrukut tidak didukung sehingga kemacetan terjadi pada jam kerja.

“Kepala dinas yang baru memiliki ilmu transportasi dari akedemisi transport, saatnya melakukan penataaan kota untuk jalan, siapkan rencana untuk mengurangi kemacetan,” harapnya.

Terkait rencana kehadiran Trans Medan, dia cukup sepakat. “Di Jakarta ada Trans Jakarta dengan dilalui tanpa hambatan, sehingga warga akan berpikir lebih baik naik busway tanpa ada kemacetan. Sudah saat Kota Medan memiliki Trans Medan,” paparnya.

Dukungan lainnya juga hadir dari anggota Fraksi Demokrat DPRD Kota Medan Herri Zulkarnaen. “Wali kota memang harus berani, tapi lebih baik dilakukan penataan dulu terhadap angkutan umum di Kota Medan sebelum masuk bus Trans Medan,” pintanya. (gus)

Anas Dianggap Ingin Bungkam Kubu Lawan

Terkait Posisi Ruhut Dipreteli

JAKARTA-Ruhut Sitompul merupakan orang internal Partai Demokrat yang berseberangan dengan kubu Ketum PD Anas Urbaningrum, yang paling vulgar rajin minta mantan ketum PB HMI itu mundur dari jabatannya.

Menurut pengamat politik dari Charta Politica, Yunarto Wijaya, langkah Partai Demokrat mempreteli posisi Ruhut di DPR, yakni mencopotnya sebagai anggota Badan Legislasi (Baleg), merupakan upaya Anas untuk menekan kubu lawan yang sudah berani mendesaknya mundur dari pucuk pimpinan partai.

Sebelumnya, Ruhut juga mendapat surat peringatan dari partainya lantaran kerap bersuara lantang mendesak Anas mundur lantaran namanya sudah terseret dalam kasus korupsi pembangunan wisma atlit di Hambalang.

“Itu merupakan bagian dari komunikasi politik Anas untuk meminimalisir pihak-pihak yang kuat menyuarakan agar dirinya mundur. Pesan yang ingin disampaikan, jangan ada yang berani bersikap seperti Ruhut,” ujar Yunarto Wijaya saat dihubungi Sumut Pos, kemarin (1/7).

Ruhut, menurut Yunarto, memang merupakan sosok yang suka telanjang dalam melontarkan pernyataan. Bahkan, untuk masalah internal partainya, Ruhut suka blak-blakan. Hal ini, kata Yunarto, selain merugikan pihak yang diserang, juga merugikan citra Demokrat sendiri.  “Publik semakin tahu bahwa internal Demokrat benar-benar tak solid,” ungkapnya.

“Ruhut sering bermanuver. Entah itu memang kemauannya sendiri, atau ada yang nyetir, saya tidak tahu. Tapi dengan sikapnya itu, bukan hanya Anas saja yang dirugikan, tapi juga partai Demokrat secara keseluruhan,” imbuh Yunarto lagi.

Lantas, akankah konflik internal PD akan menyurut setelah kewenangan Ruhut dipreteli? Menurut Yunarto, perseteruan di internal partai berlambang mercy itu tidak akan mereda sebelum Ketua Dewan Pembina PD, Susilo Bambang Yudhoyono, berani bersikap tegas.

Berani tidaknya SBY mencopot Anas sebagi ketum PD, sangat menentukan berlanjut tidaknya perseteruan itu. “Selama SBY tak tegas, apakah menunggu proses hukum atau memutuskan secara politik (untuk mencopot Anas, red), masalah ini akan jauh dari kata selesai,” kata Yunarto.

Apakah dengan telah diberi peringatan dan dipretelinya posisi Ruhut menunjukkan kubu Anas telah solid dan percaya diri? Yunarto tak berani memastikan. “Yang jelas, Anas berupaya melakukan progres, dari kondisi kisruh yang luar biasa, lantas dia mencoba meminimalisirnya,” ucap Yunarto.
Ruhut sendiri, seperti diberitakan koran ini, tidak akan surut mendesak Anas mundur. “Saya akan selalu meminta agar Anas legowo mundur. Terus terang saya malu ketua umum diperiksa selama tujuh jam (oleh KPK pekan lalu, Red), apalagi sampai disebut sebagai pembohong. Dia enggak mundur, di 2014 pasti Demokrat kalah,” kata Ruhut.

Dikatakan Ruhut, memang ada beberapa orang kader demokrat selain dirinya yang dirotasi. Di antaranya Didi Syamsuddin, Eddy Sitanggang, Djafar Hafsah, Pieter C Zulkifli.

Eddy Sitanggang, anggota DPR asal Sumut, dikenal sebagai bagian yang berseberangan dengan kubu Anas. Sejak Kongres PD di Bandung, vokalis Komisi III DPR itu berada di gerbong Andy Mallarangeng. (sam)