24 C
Medan
Thursday, April 2, 2026
Home Blog Page 1330

Pagelaran Seni Budaya Kabupaten Deliserdang di PRSU ke-49, Sekdakab: Ajang Promosi Potensi Daerah

TABUH GENDANG: Sekdakab Deliserdang, H Timur Tumanggor SSos menabuh gendang tanda dimulainya acara Pagelaran Seni Budaya Kabupaten Deli Serdang di PRSU ke-49

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Keberagaman kebudayaan daerah merupakan kekayaan dan identitas bangsa yang diperlukan untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah dinamika perkembangan dunia.

Maka dari itu, dibutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, khususnya di bidang kesenian dan kebudayaan dalam merawat serta melestarikan kebudayaan berbasis kearifan lokal yang berkembang di Kabupaten Deli Serdang.

Penekanan ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Deliserdang, H Timur Tumanggor SSos MAP pada Pagelaran Pentas Seni dan Budaya Kabupaten Deliserdang di Arena Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-49 di Tapian Daya, Jalan Gatot Subroto, Medan, Jumat (7/7).

Pagelaran Pentas Seni dan Budaya Kabupaten Deliserdang yang menjadi salah satu rangkaian keberlanjutan Hari Lahir ke-77 Kabupaten Deliserdang itu, sambung Sekda, bertujuan untuk mengenalkan dan meningkatkan kepedulian akan kebudayaan dan tradisi leluhur.

“Sehingga, bukan hanya pemerintah, melainkan sudah menjadi tanggungjawab kita semua, masyarakat Deliserdang untuk menjaga dan melestarikan tradisi serta kebudayaan yang diwariskan pendahulu kita dan sudah ditetapkan melalui Undang-Undang (UU) No.5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan yang tertuang dalam pokok-pokok pikiran pemajuan kebudayaan daerah,” ucap Sekda.

Di samping itu, Pagelaran Seni dan Budaya Kabupaten Deliserdang juga bertujuan untuk mempromosikan potensi daerah, menggairahkan perekonomian dan menghibur masyarakat. Pada akhirnya, bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Masyarakat Deliserdang patut berbangga atas warisan seni dan budaya yang dimiliki. Maka dari itu, Sekda mengajak seluruh masyarakat agar terus menjaga dan melestarikan seni budaya, sehingga tetap eksis dan tumbuh subur di tengah arus perkembangan zaman.

Sekda pun menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada semua pihak, khususnya panitia penyelenggara, para seniman sebagai pahlawan seni budaya atas jerih payahnya dalam melestarikan seni budaya serta seluruh masyarakat Deli Serdang dan Sumatera Utara atas semangat dan antusiasmenya dalam memeriahkan Pagelaran Seni dan Budaya Kabupaten Deli Serdang.

“Mudah-mudahan masyarakat terhibur, seni dan budaya kita lestari serta pembangunan bisa terlaksana dengan baik. Agar, apa yang menjadi cita-cita untuk mewujudkan Deli Serdang yang maju dan sejahtera dengan masyarakatnya yang religius dan rukun dalam kebhinekaan bisa segera terwujud,” tutup Sekda.

Sebelumnya, Kepala Dinas (Kadis) Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Budporapar) Deli Serdang, Ismail SSTP MSP dalam laporannya, menyampaikan penyelenggaraan acara tersebut bermaksud untuk memberikan dorongan daya kreasi di bidang seni dan budaya yang berkaitan dengan pengembangan kepariwisataan.

Memberi hiburan kepada masyarakat, untuk mengenalkan atau menyampaikan kepada masyarakat tentang kearifan lokal Kabupaten Deli Serdang dalam pertunjukan yang ditampilkan, mengenalkan serta mempertahankan keberagaman etnis dan budaya yang terdapat di masyarakat Deli Serdang. (btr/han)

Jalan ke Jumantuang Rusak Parah, Warga: Kami Dianaktirikan

RUSAK PARAH: Tampak pengendara melintasi ruas jalan menuju Desa Jumantuang, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi, yang sudah rusak parah.Rudy Sitanggang/Sumut Pos.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Ratusan kepala keluarga di Desa Jumantuang, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi, mengeluhkan kerusakan ruas jalan menuju desa mereka. Pasalnya, kondisi badan jalan saat ini banyak yang rusak dan dipenuhi lubang. Sehingga, jika musim ghujan jalan tergenang air dan menyulitkan pengendara untuk melintas.

Seorang warga Desa Jumantuang, Mardan Simanullang belum lama ini mengatakan, akses menuju desa mereka sudah belasan tahun rusak, dan belum pernah disentuh pembangunan lagi, maupun perbaikan.

Saat ini, kondisi jalan tersebut sudah sangat memprihatinkan. Pada badan jalan banyak terdapat lubang besar, dan di beberapa titik aspal jalan juga kopak- kapik.

“Kurang lebih 10 tahun akses jalan itu belum pernah diperbaiki, sama sekali. Padahal potensi hasil pertanian dari desa (Jumantuang) kami, sangat baik,” ungkap Mardan.

“Kami, masyarakat Desa Jumantuang, seperti dianaktirikan Pemkab Dairi, karena akses jalan yang sudah lama rusak parah ini, tak kunjung diperbaiki,” imbuhnya.

Hal sama disampaikan tokoh masyarakat Desa Jumantuang, Manuppak Lumbanbatu. Selain potensi pertanian, potensi sumber daya alam (SDA) desa tersebut juga sangat bagus. Menurutnya, satu penyebab ruas jalan rusak di daerah tersebut adalah puluhan truk yang lalu-lalang mengangkat hasil tambang batu dari galian c. Dan diketahui, truk-truk tersebut merupakan milik seorang pengusaha asal Tangkahan, Langkat.

“Warga berharap, Pemkab Dairi melalui Dinas PUTR, bisa segera memperbaiki ruas jalan di desa kami ini, supaya akses jalan lancar. Kalau pemerintah tidak mampu memperbaiki, paling tidak dilakukan penyisipan untuk ruas-ruas jalan yang berlubang. Sehingga akses jalan tersebut bisa dilalui masyarakat dengan nyaman,” harap Mardan.

Sementara itu, Kepala Desa Jumantuang, Bontor Sianturi menuturkan, kondisi jalan itu sudah beberapa kali diusulkan pada Musrembang, tapi tak kunjung dilakukan perbaikan.

Aspirasi itu, pun turut disampaikan masyarakat kepada Wakil Ketua DPR RI Junimart Girsang, saat menghadiri pelantikan pengurus ranting organisasi Partukkoan Batak Toba (Parbato) Desa Jumantuang, belum lama ini.

Menanggapi aspirasi warga, Junimart mengatakan, jalan kabupaten memang tanggung jawab pemerintah daerah (Pemda). Masalah perbaikan jalan kabupaten bisa saja diambil alih pemerintah pusat atau provinsi.

“Saya harap, masyarakat melalui kepala desa, membuar surat resmi untuk disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) dan kepada DPR RI, dengan harapan akses jalan tersebut bisa segera diperbaiki,” pungkasnya. (rud/saz)

Jambur Kutambaru Diresmikan

BERSAMA: Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang diabadikan bersama JR Saragih dan warga Desa Kutambaru, usai peresmian jambur.

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang, meresmikan Jambur/Losd Desa Kutambaru, Kecamatan Munthe, Kamis (6/7) lalu. Rangkaian acara dimulai dengan pemotongan pita di pintu masuk jambur, dilanjutkan dengan kotbah singkat oleh Ketua Moderamen GBKP Pdt Krismas Barus.

Dalam sambutannya, Coty mengajak masyarakat menggunakan jambur sebagai tempat musyawarah untuk pembangunan desa. Dan dia mengimbau untuk tetap menjaga kebersihan jambur dan lingkungan desa, demi mecegah penyebaran penyakit, khususnya demam berdarah.

Cory pun meminta agar kepala desa menggunakan jambur sebagai tempat kursus Bahasa Inggris bagi anak-anak di Desa Kutambaru. Dia sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih kepada JR Saragih, selaku donatur pembangunan jambur.

Sementara itu Kepala Desa Kutambaru Romanus Sembiring, beserta BPD, perangkat desa, dan tokoh masyarakat, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada JR Saragih.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0205/TK Letkol Inf Benny Angga, Kepala Dinkes drg Irna S Sembiring Meliala, Kepala Dinas Pertanian Metehsa Purba, Kepala DP3AP2KB dr Arjuna Wijaya, Kepala Diskominfo Frans Leonardo Surbakti, Forkopincam Munthe, dan para kepala desa se-Kecamatan Munthe. (deo/saz)

AKBP Rio Alexander Panelewen, Jebolan Akpol 2004 Asal Manado Pimpin Polres Binjai

SAMBUTAN: AKBP Rio Panelewen, jebolan Akpol 2004, asal Manado, kini menjabat Kapolres Binjai.Teddy Akbari/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Jajaran kapolsek dan PJU menggelar pisah sambut Kapolres Binjai, dari AKBP Hendrick Situmorang, kepada AKBP Rio Alexander Panelewen. Ini dilakukan pasca-serah terima jabatan yang sudah berlangsung di Polda Sumut.

Sebelumnya, Rio banyak bertugas di Korps Brimob. Mantan Kapolres Nduga pada Polda Papua ini, sedikit terharu atas penyambutannya di Kota Rambutan.

“Bukan mau membandingkan, menjabat pertama kali (sebagai kapolres) disambut dengan kejadian 11 warga meninggal. Turun dari heli langsung ke tempat kejadian perkara (TKP),” ungkap Rio, saat memimpin apel yang diikuti seratusan anggota Polres Binjai, Sabtu (8/7) lalu.

Bagi Rio, penyambutan sebagai Kapolres Nduga adalah pengalaman paling berharga. Sebab, dia langsung berangkat ke TKP usai pegang tongkat komando memimpin Polres Nduga.

“Penyambutan sebagai Kapolres Nduga, pengalaman paling berharga. Memang berkesan Nduga itu,” katanya.

Dia memperkenalkan diri kepada anggota dalam apel tersebut. Rio merupakan perwira menengah jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Angkatan 2004. Korps Brimob adalah tempat pertamanya setelah lulus dari Akpol. Bahkan, Rio juga lebih banyak bertugas di lingkungan Korps Brimob.

Jabatan kapolres di Kota Binjai, merupakan kali kedua diemban Rio. Dia mengucapkan terima kasih atas penyambutan yang dilakukan segenap personel dan jajaran di Polres Binjai.

“Saya mengucapkan terima kasih, terharu disambut seperti ini. Terima kasih abang (AKBP Hendrick), terima kasih para jajaran perwira, kapolsek, kasi, dan para kasat, serta anggota sekalian. Terima kasih banyak, saya disambut dengan baik. Terima kasih,” tutur Rio.

Rio dan istri berasal dari Manado. Pernikahan Rio dengan wanita idamannya yang kini sudah menjadi istrinya itu, dikaruniai 4 orang anak.

“Rencananya 2 orang anak kami, ikut ke sini,” katanya.

Dia sempat mendengar penjelasan dari Dandim Langkat, terkait kondisi geografis dan kamtibmas di Kota Binjai.

“Setelah lepas dari Kapolres Nduga, saya kira bisa agak santai. Tapi untuk Binjai, tantangan tugas terkait keamanan, harkamtibmas, betul-betul sangat kompleks,” ujar Rio.

Kepada seluruh anggota Polres Binjai, Rio meminta untuk jangan takut.

“Saya tahu apa yang ada di pikiran anda. Jadi kenali diriku dari diriku sendiri, karena orang lain belum tentu kenal dengan diriku. Tapi percayalah, saya tidak segalak yang anda bayangkan,” jelasnya lagi.

Sebelum menjabat Kapolres Nduga, Rio diamanahkan jabatan sebagai Kaden Gegara Satbrimob Polda Papua, yang bermarkas di Kotaraja. Sebelumnya, mutasi yang dikeluarkan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, cukup mengejutkan banyak pihak di Kota Binjai.

Kapolres Binjai AKBP Hendrick Situmorang, turut dimutasi berdasarkan Telegram Kapolri Nomor: ST/1395/VI/KEP/2023, tertanggal 24 Juni 2023 lalu. Jebolan Akpol 2003 ini, menjadi Kapolres Binjai tercepat saat menjabat. Dia terhitung hanya menjabat 6 bulan sejak pertengahan Januari 2023 lalu, dan kemudian dimutasi tanpa jabatan alias nonjob, yakni pamen Yanma Mabes Polri.

Saat menjabat, Hendrick sempat diterpa kasus dugaan pelecehan seksual. Korbannya diduga seorang polisi wanita berinisial Briptu DG. Kini, Hendrick dan korbannya disebut-sebut sudah berdamai. Diduga untuk menghindari rasa malu dengan rekan sejawatnya, Briptu DG dan suaminya yang diketahui sebelumnya dinas di Korps Brimob, kini pasutri tersebut sudah pindah tugas ke Polres Samosir. (ted/saz)

Salimah Sumut Ajak 700 Lansia Senam dan Periksa Kesehatan

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Pengurus Wilayah (PW) Salimah Sumut mengajak warga lanjut usia (lansia) mengikuti senam dan pemeriksaan kesehatan di Lapangan Balai Desa Medan Helvetia, Minggu (9/7). Kegiatan bertajuk “Bersama Salimah, Lansia Berdaya, Bahagiakan Diri, Keluarga dan Masyarakat Menuju Indonesia Sejahtera” ini diikutii 700 lansia yang berasal dari Kota Medan, Binjai, Langkat dan Deliserdang.

Ketua PW Salimah Sumut, Nur Azizah Tambunan mengatakan, kegiatan ini merupakan program Sekolah Lansia Salimah atau Salsa yang menjadi salah satu program unggulan Salimah. Program ini merupakan gerakan untuk memberdayakan dan membahagiakan Lansia. “Sesuai dengan perintah Allah dan Rasulullah untuk memuliakan, merawat, dan membahagiakan lansia, baik itu orangtua kita, lansia yang berada di sekitar kita, dan di manapun berada,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, Guru Besar Fakultas Kedokteran USU, Dina Kumalasari, memberi paparan tentang makanan yang tepat untuk para lansia. Dijelaskan, pada usia lanjut, ada permasalahan dengan organ tubuh sehingga makanan yang dimakan harus tepat.

“Di saat lansia ada beberapa kunci yang harus diperhatikan. Pertama, nilai status gizi yang disesuaikan dengan kondisi badan. Lansia membutuhkan asupan yang seimbang. Kedua, porsi makan, dan ketiga adalah jenis makanan yang sesuai kebutuhan tubuh,” ujarnya.

Cuaca yang mulai panas tidak menyurutkan semangat para peserta untuk bertanya dan berdiskusi. Selain senam dan seminar kesehatan, kegiatan juga diisi dengan pemberian makanan sehat dan pemeriksaan gratis untuk para lansia. Acara yang dihadiri anggota Salimah zona I Sumut ini juga dimeriahkan dengan doorprize serta bazar makanan.

Antusiasme dan kemeriahan acara turut dirasakan Ibu Tainarsawilis (84 tahun) yang karib disapa Nenek In, mengatakan bahwa motivasinya menghadiri kegiatan Salimah karen ingin sehat. “Ingin sehat, mau ikut periksa sama dokter,” katanya.

Nenek yang tinggal di Perumnas Helvetia itu tersenyum senang selama mengikuti acara. Ia berharap, Salimah sering mengadakan kegiatan untuk lansia. (adz)